Anda di halaman 1dari 1

QASHURAINI_ 1511011080

Pendapat saya tentang kasus tersebut adalah walaupun si pasien sudah bisa
dipulangkan karena dalam masa pengobatan nya sudah sangat memuaskan, dan sudah bisa
melakukan aktifitas seperti sebelumnya akan tetapi kita juga perlu melakukan observasi atau
berjaga-jaga agar si pasien tidak merasa dikucilkan oleh lingkungan sekitar, kita juga harus
mengevaluasi kepada seluruh keluarga agar tidak membiarkan si pasien dalam kesendirian
karena dapat memicu timbulnya halusinasi kembali, partisipasi dalam lingkungan ini juga
dapat memberikan kesadaran penuh kepada masyarakat yang terkait dengan ODGJ tersebut
dan sebaliknya kita melakukan konsultasi kepada pelayanan kesehatan jiwa yang ada di
tempat, oleh sebab itu ODGJ juga yang telah sembuh tetap perlu mendapatkan ruang lingkup
yang baik tentunya dapat membantu si pasien dalam perehabilitasan.Tentunya kepada
masyarakat diharapkan untuk tidak berpandangan negatif terhadap mereka yang sudah
sembuh, dan membantu mereka untuk kembali hidup dengan masyarakat.

untuk menangani keluarga yang menderita gangguan jiwa, harus melakukan Terapi
kejiwaan yang harus diberikan dan telah mencapai tahapan di mana kemampuan menilai
realitas sudah kembali pulih dan pemahaman diri sudah baik. terapi ini bermacam-macam
bentuknya antara lain psikoterapi suportif dimaksudkan untuk memberikan dorongan,
semangat dan motivasi agar penderita tidak merasa putus asa dan semangat juangnya.
memperbaiki kesalahan pendidikan di waktu lalu, memperbaiki kembali kepribadian yang
telah mengalami keretakan menjadi kepribadian utuh seperti semula sebelum sakit, sehingga
penderita mampu membedakan nilai moral etika. memulihkan gangguan perilaku yang
terganggu menjadi perilaku yang mampu menyesuaikan diri untuk memulihkan penderita dan
keluarganya.