Anda di halaman 1dari 22

Makalah

Disusun untuk Memenuhi Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Abdul Karim Asmaulludin


1111101000094
Kelas II-B

Program Studi Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
2012

1. Pendahuluan

Akupuntur merupakan metode pengobatan tradisional yang berasal dari Cina. Penulis
mengambil judul Terapi Akupuntur pada Penderita Hipertensi karena tingginya angka kejadian
hipertensi di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Penulis ingin memberikan cara lain dalam
pengobatan hipertensi yang mungkin lebih alami daripada menggunakan pengobatan modern
yang mengandung bahan kimia.

2. Pengertian Akupuntur

Akupuntur secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu acus yang berarti jarum dan
puntura yang berarti menusuk. Sedangkan dalam bahasa Cina adalah cenciu . Kata tersebut
kemudian diadaptasi ke bahasa Indonesia menjadi akupuntur. Sedangkan secara terminologi,
akupuntur adalah metode pengobatan dengan cara menusukkan jarum pada titik-titik tertentu di
tubuh seseorang. Hal itu bertujuan untuk mengembalikan sistem keseimbangan tubuh.

3. Pengertian Hipertensi

Hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan meningkatnya tekanan darah hingga melebihi
batas normal. Penyakit ini sering disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer), karena
termasuk penyakit yang mematikan. Hal itu disebabkan, hipertensi muncul tanpa disertai gejala-
gejala yang dapat menjadi peringatan bagi korbannya. Menurut WHO, hopertensi adalah
keadaan seseorang apabila memiliki tekanan darah sistolik sama dengan atai lebih dari 160
mmHg dan tekanan darah diastolik sama dengan atau lebih dari 80 mmHg secara konsisten
dalam beberapa waktu.

Menurut Hanns Peter Wolff, dalam bukunya Speaking of High Blood Presure, ssatu dari setiap
lima orang menderita tekanan darah tinggi, dan sepertigany tidak menyadirinya. Padahal, sekitar
40% dari kematian yang terjadi pada usia di bawah 65 tahun disebabkan oleh hipertensi.

Seseorang dianggap mengidap tekanan darah tinggi bila dalam kondisi santai dan istirahat
ternyata tensinya menunjukkan lebih dari 140/90 mmHg . Berikut adalah daftar tekanan darah
pada orang dewasa.

Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik


Normal Di bawah 120 mmHg Di bawag 80 mmHg
Pra-hipertensi 130-139 mmHg 80-89 mmHg
Hipertensi stadium 1 140-159 mmHg 90-99 mmHg
Hipertensi stadium 2 Di atas 160 mmHg Di atas 100 mmHg
Sumber: http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/121/hipertensi

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga, setelah stroke dan tuberculosis, yakni
6,7% dari total kematian pada golongan semua umur di Indoneisa . Berdasarkan hasil riset
kesehatan dasar (riskesda) balitbangkes tahun 2007, angka prevalensi hipertensi di Indonesia
sebesar 31,7% .

4. Penyebab Hipertensi

Berdasarkan penyebabnya hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi
sekunder. Hipertensi primer adalah jenis yang penyebabnya belum diketahui. Sedangkan,
hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan penyakit lain. Namun demikian, dari
kedua jenis hipertensi tersebut, frekuensi hipertensi primer sangat tinggi yaitu sekitar 92-94%
dari kasus hipertensi.
Meskipun hipertensi primer belum diketahui penyebabnya dengan pasti, data-data penelitian
telah banyak menyebutkan beberapa faktor yang sering menyebabkan hipertensi1. Faktor yang
sering menyebabkan tingginya kejadian hipertensi, terutama hipertensi primer antara lain faktor
keturunan, ciri perseorangan dan kebiasaan hidup.

5. Gejala Hipertensi
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Meskipun begitu, beberapa
gejala terkadang timbul bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi
(namun sesunggahnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan di hidung,
kelelahan, dan wajah Nampak kemerahan. Namun demikian, gejala tersebut tidak hanya dapat
timbul pada penderita tekanan darah tinggi, orang yang tekanan darahnya normalpun dapat
mengalaminya. Kadang penderita hipertensi berat dapat mengalami ensefalopati hippertensif.

6. Penyakit Penyerta Hipertensi


a. Asam Urat
Kelebihan asam urat dalam darah dapat mengakibatkan pengkristalan pda persendian dan
pembuliuh darah. Hal ini juga dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
b. Stroke
Tekanan darah tinggi menekan dinding-dinding pembuluh darah di semua jaringan tubuh, tidak
terkecuali pembuluh darah di otak yang halus dan rumit. Hal ini mengakibatkan risiko terjadinya
stroke pada penderita hipertensi 3-4 kali lebih tinggi daripada bukan penderita hipertensi.
c. Jantung
Penyakit jantung berhubungan erat dengan hipertensi. Tekanan darah yang tinggi
mengakibatkan jantung harus memompa darah lebih kuat ke seluruh tubuh. Hal ini dapat
mengakibatkan kerusakan pada jantung bahkan kematian.

7. Akupuntur untuk Hipertensi


Penanganan hipertensi atau darah tinggi dengan akupuntur melihat keadaan gejal dan fenomena
organ yang terjadi disertai pergerakan lima unsur alam. Dalam Pengobatan Tradisional Cina,
darah tinggi disebabkan oleh, ekses yang pada hati, gangguan phlegm, dan ekses yang pada
hatidengandefisiensi organ ginjal.
Ekses yang pada hati
Hukum lima unsur Kayu dan api meningkatkan kegiatannya
Gejala Pusing, vertigo, nafsu makan hilang, kepala terasa berat, mual, dada terasa sesak,
anggota gerak tubuh terasa berat, kegemukan
Penampakan lidah Merah dan berselaput kuning
Titik akupuntur yang di perlukan LV02, LV03 dan GB20 (mengurangi qi, menghilangkan pusing)
GV20 (mengurangi qi)
GB34 dan SP06 (tonifikasi yin)
Sumber: http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure

Gangguan Phlegma
Hukum lima unsur kayu menindas tanah (shi hati mengakibatkan xu limpa)
Gejala pusing, vertigo, kepala terasa berat, hilang nafsu makan, mual, dada terasa sesak,
anggota gerak tubuh terasa berat, kegemukan
Penampakan lidah lidah gembung basah dengan selaput putih
Titik akupuntur yang di perlukan GB20 (mengurangi qi, menghilangkan pusing)
ST40 (mengurangi phlegma)
SP09 (mengurangi phlegma)
CV12 (mu depan lambung)
PC06 (mengurangi mual)
Sumber: http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure
Ekses yang pada hati dengan difisiensi organ ginjal
Hukum lima unsur bila ginjal lemah/defisien (kekurangan air) maka angin hati naik ke atas
(sehingga menampakkan gejala sakit kepala dan pusing). Air tidak bisa menghidupi kayu.
Gejala pusing, sakit kepala, vertigo, tinitus (telinga berdenging), sakit pada
lutut, sakit pinggang belakang, palpitasi, insomnia.
Penampakan lidah berwarna merah dengan selaput putih tipis
Titik akupuntur yang di perlukan KI03 (tonifikasi yin)
LV03 (harmonisasi organ hati)
SP06 (tonifikasi yin)
HT07 (menenangkan perasaan)
ST36 (tonifikasi qi), BL18 (shu belakag hati)
BL23 (shu belakang ginjal)
Sumber: http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure
8. Penutup
a. Kesimpulan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat ditangani tidak hanya dengan pengobatan
konvensional, namun juga pengobatan tradisional seperti akupuntur.
b. Saran
Bagi penderita hipertensi, akupuntur dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengobatannya.

10. Daftar Pustaka

Gunawan,Lany.2007.Hipertensi cet. 8. Yogyakarta:Penerbit Kanisius.

Marliani, Lili dan H. Tantan.2007.100 Questions dan answers Hipertensi cet.


II.November.Jakarta:PT Elex Media Komputindo.

Permadi, Adi.2001. Ramuan Herbal Penumpas Hipertensi.Jakarta:Argomedia Pustaka

Saputra,Koosnadi.2002.Akupuntur Klinik.Surabaya:Airlangga University Press.

Anomim.Penyakit Dalam, Hipertensi, Gejala dan Tanda.


http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/121/hipertensi. Diakses pada tanggal 6 Juni
2012

Anonim.Acupuncture for Hypertension (High Blood Pressure) - Treatment


Protocols.http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure.
Diakses pada tanggal 6 Juni 2012

anomin.Tekanan Darah Tinggi.http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tinggi. Diakses pada


tanggal 7 Juni 2012

http://www.kesehatan123.com/1199/ulasan-tentang-hipertensi/. Diakses pada tanggal 7 Juni


2012
Diposkan 3rd January 2013 oleh abdul karim

Nama : Abdul Karim Asma'ulludin


NIM : 1111101000094
Jurusan : Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta
Tugas : Bahasa Indonesia (Hasil Revisi)

1. Pendahuluan
Akupuntur merupakan metode pengobatan tradisional yang berasal dari Cina. Penulis
mengambil judul Terapi Akupuntur pada Penderita Hipertensi karena tingginya angka kejadian
hipertensi di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Penulis ingin memberikan cara lain dalam
pengobatan hipertensi yang mungkin lebih alami daripada menggunakan pengobatan modern
yang mengandung bahan kimia.

2. Pengertian Akupuntur

Akupuntur secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu acus yang berarti jarum dan
puntura yang berarti menusuk. Sedangkan dalam bahasa Cina adalah cenciu . Kata tersebut
kemudian diadaptasi ke bahasa Indonesia menjadi akupuntur. Sedangkan secara terminologi,
akupuntur adalah metode pengobatan dengan cara menusukkan jarum pada titik-titik tertentu di
tubuh seseorang. Hal itu bertujuan untuk mengembalikan sistem keseimbangan tubuh.

3. Pengertian Hipertensi

Hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan meningkatnya tekanan darah hingga melebihi
batas normal. Penyakit ini sering disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer), karena
termasuk penyakit yang mematikan. Hal itu disebabkan, hipertensi muncul tanpa disertai gejala-
gejala yang dapat menjadi peringatan bagi korbannya. Menurut WHO, hopertensi adalah
keadaan seseorang apabila memiliki tekanan darah sistolik sama dengan atai lebih dari 160
mmHg dan tekanan darah diastolik sama dengan atau lebih dari 80 mmHg secara konsisten
dalam beberapa waktu. Menurut Hanns Peter Wolff, dalam bukunya Speaking of High Blood
Presure, ssatu dari setiap lima orang menderita tekanan darah tinggi, dan sepertigany tidak
menyadirinya. Padahal, sekitar 40% dari kematian yang terjadi pada usia di bawah 65 tahun
disebabkan oleh hipertensi. Seseorang dianggap mengidap tekanan darah tinggi bila dalam
kondisi santai dan istirahat ternyata tensinya menunjukkan lebih dari 140/90 mmHg .
Berikut adalah daftar tekanan darah pada orang dewasa.
Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik
Normal Di bawah 120 mmHg Di bawag 80 mmHg
Pra-hipertensi 130-139 mmHg 80-89 mmHg
Hipertensi stadium 1 140-159 mmHg 90-99 mmHg
Hipertensi stadium 2 Di atas 160 mmHg Di atas 100 mmHg
Sumber: http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/121/hipertensi

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga, setelah stroke dan tuberculosis, yakni
6,7% dari total kematian pada golongan semua umur di Indoneisa . Berdasarkan hasil riset
kesehatan dasar (riskesda) balitbangkes tahun 2007, angka prevalensi hipertensi di Indonesia
sebesar 31,7% .

4. Penyebab Hipertensi
Berdasarkan penyebabnya hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi
sekunder. Hipertensi primer adalah jenis yang penyebabnya belum diketahui. Sedangkan,
hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan penyakit lain. Namun demikian, dari
kedua jenis hipertensi tersebut, frekuensi hipertensi primer sangat tinggi yaitu sekitar 92-94%
dari kasus hipertensi. Meskipun hipertensi primer belum diketahui penyebabnya dengan pasti,
data-data penelitian telah banyak menyebutkan beberapa faktor yang sering menyebabkan
hipertensi1. Faktor yang sering menyebabkan tingginya kejadian hipertensi, terutama hipertensi
primer antara lain faktor keturunan, ciri perseorangan dan kebiasaan hidup.

5. Gejala Hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Meskipun begitu, beberapa
gejala terkadang timbul bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi
(namun sesunggahnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan di hidung,
kelelahan, dan wajah Nampak kemerahan. Namun demikian, gejala tersebut tidak hanya dapat
timbul pada penderita tekanan darah tinggi, orang yang tekanan darahnya normalpun dapat
mengalaminya. Kadang penderita hipertensi berat dapat mengalami ensefalopati hippertensif.

6. Penyakit Penyerta Hipertensi

a. Asam Urat
Kelebihan asam urat dalam darah dapat mengakibatkan pengkristalan pda persendian dan
pembuliuh darah. Hal ini juga dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah

b. Stroke
Tekanan darah tinggi menekan dinding-dinding pembuluh darah di semua jaringan tubuh, tidak
terkecuali pembuluh darah di otak yang halus dan rumit. Hal ini mengakibatkan risiko terjadinya
stroke pada penderita hipertensi 3-4 kali lebih tinggi daripada bukan penderita hipertensi.

c. Jantung
Penyakit jantung berhubungan erat dengan hipertensi. Tekanan darah yang tinggi
mengakibatkan jantung harus memompa darah lebih kuat ke seluruh tubuh. Hal ini dapat
mengakibatkan kerusakan pada jantung bahkan kematian.

7. Akupuntur untuk Hipertensi

Penanganan hipertensi atau darah tinggi dengan akupuntur melihat keadaan gejal dan fenomena
organ yang terjadi disertai pergerakan lima unsur alam. Dalam Pengobatan Tradisional Cina,
darah tinggi disebabkan oleh, ekses yang pada hati, gangguan phlegm, dan ekses yang pada
hati dengan defisiensi organ ginjal.
Ekses yang pada hati

Hukum lima unsur


Kayu dan api meningkatkan kegiatannya

Gejala
Pusing, vertigo, nafsu makan hilang, kepala terasa berat, mual, dada terasa sesak, anggota
gerak tubuh terasa berat, kegemukan

Penampakan lidah
Merah dan berselaput kuning

Titik akupuntur yang di perlukan


LV02, LV03 dan GB20 (mengurangi qi, menghilangkan pusing)
GV20 (mengurangi qi)
GB34 dan SP06 (tonifikasi yin)
Sumber: http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure

Gangguan Phlegma

Hukum lima unsur


kayu menindas tanah (shi hati mengakibatkan xu limpa)

Gejala
pusing, vertigo, kepala terasa berat, hilang nafsu makan, mual, dada terasa sesak, anggota
gerak tubuh terasa berat, kegemukan.

Penampakan lidah
lidah gembung basah dengan selaput putih

Titik akupuntur yang di perlukan


GB20 (mengurangi qi, menghilangkan pusing)
ST40 (mengurangi phlegma)
SP09 (mengurangi phlegma)
CV12 (mu depan lambung)
PC06 (mengurangi mual)
Sumber: http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure

Ekses yang pada hati dengan difisiensi organ ginjal

Hukum lima unsur


bila ginjal lemah/defisien (kekurangan air) maka angin hati naik ke atas (sehingga
menampakkan gejala sakit kepala dan pusing). Air tidak bisa menghidupi kayu.

Gejala
pusing, sakit kepala, vertigo, tinitus (telinga berdenging), sakit pada lutut, sakit pinggang
belakang, palpitasi, insomnia.

Penampakan lidah
berwarna merah dengan selaput putih tipis

Titik akupuntur yang di perlukan


KI03 (tonifikasi yin)
LV03 (harmonisasi organ hati)
SP06 (tonifikasi yin)
HT07 (menenangkan perasaan)
ST36 (tonifikasi qi),
BL18 (shu belakag hati)
BL23 (shu belakang ginjal)
Sumber: http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure

8. Penutup

a. Kesimpulan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat ditangani tidak hanya dengan pengobatan
konvensional, namun juga pengobatan tradisional seperti akupuntur.

b. Saran

Bagi penderita hipertensi, akupuntur dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengobatannya.

10. Daftar Pustaka


Gunawan,Lany.2007.Hipertensi cet. 8. Yogyakarta:Penerbit Kanisius.
Marliani, Lili dan H. Tantan.2007.100 Questions dan answers Hipertensi cet.
II.November.Jakarta:PT Elex Media Komputindo.
Permadi, Adi.2001. Ramuan Herbal Penumpas Hipertensi.Jakarta:Argomedia Pustaka
Saputra,Koosnadi.2002.Akupuntur Klinik.Surabaya:Airlangga University Press.
Anomim.Penyakit Dalam, Hipertensi, Gejala dan Tanda.
http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/121/hipertensi. Diakses pada tanggal 6 Juni
2012
Anonim.Acupuncture for Hypertension (High Blood Pressure) - Treatment
Protocols.http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure.
Diakses pada tanggal 6 Juni 2012 anomin.Tekanan Darah
Tinggi.http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tinggi. Diakses pada tanggal 7 Juni 2012
http://www.kesehatan123.com/1199/ulasan-tentang-hipertensi/. Diakses pada tanggal 7 Juni
2012
Diposkan 25th June 2012 oleh abdulkarim
Darah Tinggi (Hipertensi) : Studi Kasus
Akupuntur Pilihan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan
tekanan darah. Yang dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi primer atau
esensial yang penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan
oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, gangguan anak ginjal, dll.

Tekanan darah adalah menunjukkan keadaan di mana tekanan yang dikenakan oleh darah
pada pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh.
Tekanan darah dapat dilihat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya ditunjukkan
dengan angka seperti berikut - 120 /80 mmHg. Angka 120 menunjukkan tekanan pada
pembuluh arteri ketika jantung berkontraksi. Disebut dengan tekanan sistolik. Angka 80
menunjukkan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi. Disebut dengan tekanan diastolik.
Sikap yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah dalam keadaan duduk atau
berbaring.

Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus
menerus tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu,
hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, yang
dapat dilakukan pada waktu check-up kesehatan atau saat periksa ke dokter. Biasanya
dokter akan memeriksa dua kali atau lebih sebelum menentukan ada terkena tekanan darah
tinggi atau tidak. Apabila pada kesempatan tersebut tekanan darah anda diatas 130/90
mmHg maka akan didiagnosa sebagai hipertensi (tekanan darah tinggi).
Tekanan darah tinggi (hipertensi) menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke,
aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Tanpa melihat usia atau
jenis kelamin ,semua orang bisa terkena penyakit jantung dan biasanya tanpa ada gejala-
gejala sebelumnya.

Akupuntur untuk Darah Tinggi

Penanganan akupuntur untuk darah tinggi memperhatikan gejala tubuh dan fenomena
organ yang terjadi serta pergerakan 5 unsur alam (wu xing). Menurut Traditional Chinese
Medicine (TCM), darah tinggi dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya : (1)
ekses yang-hati (2) gangguan phlegma dan (3) ekses yang-hati dengan defisiensi organ
ginjal. Berikut ini masing-masing penjelasannya :

(1) Ekses Yang-Hati

Wu Xing : yang-hati ekses maka kayu dan api akan meningkatkan kegiatannya.

Gejala : pusing, vertigo, mudah marah, rasa pahit di mulut, mata merah, sulit tidur,
konstipasi.

Lidah : warna lidah nampak merah dengan selaput kuning

Titik akupuntur yang dipilih : LV02, LV03, GB 20 (mengurangi qi, menghilangkan pusing),
GV20 (mengurangi qi), GB34 dan SP06 (tonifikasi yin)

(2) Gangguan Phlegma

Wu Xing : kayu menindas tanah (shi hati mengakibatkan xu limpa)

Gejala : pusing, vertigo, kepala terasa berat, hilang nafsu makan, mual, dada terasa sesak,
anggota gerak tubuh terasa berat, kegemukan

Lidah : lidah gembung basah dengan selaput putih

Titik akupuntur yang dipilih : GB20 (mengurangi qi, menghilangkan pusing), ST40
(mengurangi phlegma), SP09 (mengurangi phlegma), CV12 (mu depan lambung) dan PC06
(mengurangi mual)

(3) Ekses Yang-Hati dengan Defisiensi Ginjal

Wu Xing : bila ginjal lemah/defisien (kekurangan air) maka angin hati naik ke atas
(sehingga menampakkan gejala sakit kepala dan pusing). Air tidak bisa menghidupi kayu.

Gejala : pusing, sakit kepala, vertigo, tinitus (telinga berdenging), sakit pada
lutut, sakit pinggang belakang, palpitasi, insomnia.

Lidah : berwarna merah dengan selaput putih tipis

Titik akupuntur yag dipilih : KI03 (tonifikasi yin), LV03 (harmonisasi organ hati), SP06
(tonifikasi yin), HT07 (menenangkan perasaan), ST36 (tonifikasi qi), BL18 (shu belakag
hati) dan BL23 (shu belakang ginjal)

Sumber bacaan :

http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/121/hipertensi

http://www.yinyanghouse.com/treatments/acupuncture_for_highbloodpressure

Hipertensi: Akupunktur untuk Mengobati Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan masalah kesehatan yang terutama disebabkan oleh gaya
hidup penuh stres.

Kondisi kesehatan ini juga dikaitkan dengan obesitas, penuaan, merokok, alkoholisme, dan penyakit
tertentu seperti diabetes atau penyakit ginjal.

Orang dengan tekanan darah tinggi mengalami berbagai gejala seperti sesak napas, sakit kepala, mual,
kelelahan, gelisah, dan penglihatan kabur.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menyebabkan berbagai komplikasi tertentu seperti serangan
jantung, stroke, gagal ginjal, sindrom metabolik, dan kehilangan penglihatan.

Tekanan darah tinggi dapat diobati dengan berbagai pilihan pengobatan yang berbeda.

Obat hipertensi yang umum diresepkan berpotensi menimbulkan efek samping tertentu dalam jangka
panjang.

Oleh karena itu, pasien tekanan darah tinggi dapat memilih berbagai metode pengobatan alternatif
untuk menyembuhkan kondisinya.

Diantara berbagai pengobatan alternatif, akupunktur dianggap sebagai salah satu cara efektif mengobati
hipertensi.

Akupunktur untuk Tekanan Darah Tinggi

Akupunktur merupakan metode pengobatan dari Cina yang sudah berusia ribuan tahun.

Dalam teknik akupunktur, jarum kecil dimasukkan melalui kulit pada kedalaman tertentu pada berbagai
titik tubuh.

Manusia memiliki sekitar 2.000 titik akupunktur yang berhubungan dengan berbagai atribut
penyembuhan.
Akupunktur dikenal mampu mengobati berbagai penyakit dan gangguan seperti insomnia, sakit kepala,
stres, nyeri sendi, osteoarthritis, diabetes, migrain, asma, dan hipertensi.

Menurut laporan sebuah penelitian, akupunktur mampu menurunkan tekanan darah dengan menghalangi
beta-akseptor saraf simpatik dengan merangsang sistem adrenalin-angiotensin.

Pengobatan akupunktur yang dikombinasikan dengan stimulasi listrik, atau dikenal sebagai elektro-
akupunktur, dipercaya efektif menurunkan tekanan darah tinggi.

Dalam metode ini, jarum kecil ditusukkan ke berbagai anggota tubuh seperti kaki, lengan, dan
pergelangan tangan.

Frekuensi rendah arus listrik kemudian dilewatkan melalui jarum. Jarum akupunktur hanya bisa
diterapkan maksimal 30 menit pada satu sesi terapi.

Tusukan jarum yang dikombinasikan dengan arus listrik akan merangsang bahan kimia tertentu di otak
yang membantu mengurangi respon rangsang sistem kardiovaskular.

Hal ini pada gilirannya membantu mengurangi aktivitas jantung dan kebutuhan oksigen, yang secara
signifikan menurunkan tekanan darah tinggi.

Akupunktur juga membantu mengatur fungsi keseluruhan tubuh, yang menyebabkan penurunan tekanan
darah ke tingkat yang sehat.

Akupunktur juga membantu mengurangi stres dan menawarkan efek menenangkan, yang pada gilirannya
membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Akupunktur kini telah berkembang baik di Indonesia, bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat
kota Medan, kini dapat menggunakan terapi akupunktur. "Accurate" Heatlh Center Medan merupakan
pusat pengobatan holistik yang menyediakan berbagai terapi akupunktur untuk segala jenis
permasalahan kesehatan termasuk hipertensi (tekanan darah tinggi). Akupunktur dapat meningkatkan
performa kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Para pasien dapat merasakan khasiatnya setelah
beberapa kali sesi terapi yang diikuti, namun untuk penyembuhan total memerlukan waktu yang cukup
lama.

"Accurate" Health Center Medan juga akan memadukan pengobatan akupunktur dengan terapi pijat,
ramuan obat tradisional, refleksi kaki dan fisioterapi untuk memaksimalkan hasil terapi. Beberapa bulan
mengikuti terapi, alhasil pasien yang memiliki masalah hipertensi dapat sembuh kembali.

Pengobatan "Accurate" Health Center merupakan pengobatan yang aman, alami dan tanpa efek
samping.

Hubungi "Accurate" Health Center untuk penangananya.

"Accurate" Health Center Medan


Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Website : http://www.accuratehealth.blogspot.com

Diposkan oleh PSIKOLOG / HIPNOTERAPIS/ SINSHE / AKUPUNKTURISdi 08.56

Label: Akupunktur, Hipertensi, Tekanan Darah Tinggi


Tidak ada komentar:

Acupuncture Could Relieve Pain, Stiffness From Knee


Osteoarthritis: Study
270

Knee osteoarthritis is a painful condition that occurs when the cartilage at


the knee joint meant to provide cushion between the bones wears
away, causing pain and stiffness. The condition is also quite common,
affecting nearly one in two people by the time they reach age 85, according
to the Centers for Disease Control and Prevention.

While theres no cure for the condition, its often treated with drugs, therapy
and sometimes even surgery. But a small new study shows
that acupuncture could be a viable option to relieve symptoms, too.

The study, published in the journal Acupuncture in Medicine , included 90


people with an average age of 71 who had knee pain because of
osteoarthritis.

Their osteoarthritis was severe enough to merit surgery, but only a little
more than half 50 of them said that they would actually be prepared
for surgery. Twenty-nine of them said they would not have surgery, and four
of them said that they would have surgery, but only as a final option.

The study participants received weekly acupuncture treatments for a


month, and then once every six weeks thereafter.

Not all the study participants received acupuncture for the same amount of
time by the time a year had passed, 41 of them were still receiving it; by
the time two years had passed 31 were still receiving it. However, the
average number of sessions each study participant had gone through was
16.5.

The British researchers found that undergoing acupuncture treatments for


one month seemed to decrease pain and stiffness that comes with
osteoarthritis. Plus, the benefits continued over the two-year period.

This is not the first time acupuncture has been identified as a possible
treatment for osteoarthritis symptoms. A 2004 study in the same journal
also showed that pain symptoms were decreased when study participants
either only received acupuncture, or acupuncture plus medications.

So what exactly is it about acupuncture that seems to provide its healing


effects? Experts still arent totally sure.

We know it works, we just dont know why, Dr. Leena Mathew, an


attending physician in Anesthesiology and Pain Medicine at New York
Presbyterian Hospital/Columbia University Medical Center, told The
Atlantic last year. Its very hard to translate into Western language.

If youre interested in trying acupuncture but arent sure where to start,


weve rounded up some tips on what to expect at your first session from
wellness editor Dr. Patricia Fitzgerald and acupuncturist Christina Moores,
M.S., L.Ac., who works in Long Island:

What To Expect At Your First Acupuncture Treatment

Acupuncture for Chronic Knee Pain


In Review
Hinman RS, et al. "Acupuncture for chronic knee pain: a randomized clinical trial". JAMA. 2014.
312(13):1313-1322.
PubMed
Contents
[hide]

1 Clinical Question

2 Bottom Line

3 Major Points

4 Guidelines

5 Design

6 Population

o 6.1 Inclusion Criteria

o 6.2 Exclusion Criteria

o 6.3 Baseline Characteristics

7 Interventions

8 Outcomes

9 =Primary Outcome

o 9.1 Secondary Outcomes

10 Criticisms

11 Funding

12 Further Reading

Clinical Question
Among patients with chronic knee pain, does the use of acupuncture in addition to standard
therapy reduce pain or improve functional capacity?

Bottom Line
Among patients with chronic knee pain, neither laser nor needle acupuncture reduced pain or
improved of functional capacity when compared to a sham treatment.

Major Points
Chronic knee pain is often the result of osteoarthritis and leads to decreased physical function. It
is associated with increasing age (especially over the age of 50) and is the most frequent pain
concern for the elderly population. Many nonpharmacological methods are used to alleviate pain;
however, acupuncture is becoming more prevalent. Currently, there is a lack of scientific data
supporting which form of acupuncture (needle or laser) causes the greatest decrease in chronic
knee pain. Meta-analyses have been previously conducted, however, recruitment bias
associated with traditional clinical trials has influenced patients preconceptions and positive
attitudes toward better treatment outcomes of acupuncture.

To determine the efficacy of needle acupuncture versus laser acupuncture, a Zelen-design


clinical trial was conducted with 282 people from Melbourne and Victoria, Australia, over the age
of 50 who suffer from chronic knee pain. This study design randomized participants before
informed consent was obtained in order to reduce the chance of bias associated with the
knowledge of the specific intervention. Participants were divided into 4 treatment groups that
consisted of no treatment, laser, needle, or sham laser acupuncture. The treatments were
performed by 8 family physicians over 12 weeks with 8-12 possible treatments. Follow-up was
performed at 12 weeks and 1 year from the start of treatment. Primary outcomes included pain
reduction (11 points numeric rating scale (NRS) and physical function (Western and McMaster
Universities Osteoarthritis Index). Secondary outcomes evaluated average knee pain with
walking and standing (NRS), daily activity restriction (NRS), quality of life (Assessment of Quality
of Life instrument), physical and mental health (Short Form Health Survey), and global changes
in overall pain and function (5 point ordinal scale). There were essentially no differences in the
primary and secondary outcomes between the groups.

The following trial analyzes an additional treatment option for patients with chronic knee pain.
Due to the inclusion and exclusion criteria, the diversity amongst the participants is fairly narrow
and results may not accurately be portrayed to other populations. Also, participants who were on
additional therapies which could have influenced the pain relief results amongst the experimental
groups. Although there are some concerns regarding the validity of this trial, acupuncture may be
beneficial as an adjunct to therapy rather than a primary treatment modality for patients.

Guidelines
ACR Osteoarthritis (2012, adapted)

Use of traditional Chinese acupuncture in select patients with moderate to severe pain
due to osteoarthritis, only if the patient is unwilling to undergo total knee arthroplasty, having
comorbid medical conditions, or taking concomitant medications that lead to a relative or
absolute contraindication to surgery.

Design
Trial Type: Zelen-Design Randomized Clinical Trial

N= 282 participants (returned questionnaire and were randomized)

Experimental arm 1: Received needle acupuncture, n= 70

Experimental arm 2: Received laser acupuncture, n=71

Experimental arm 3: Received sham laser acupuncture, n=70

Control: Receive no acupuncture, n=71


Setting: 8 Family Physician Offices from Melbourne and regional Victoria (Australia)

Enrollment: February 2010- December 2011

Mean Follow-up: 12 weeks and 1 year

Analysis: Intention-to-treat

Primary Outcome: average knee pain and physical function

Population
Inclusion Criteria

Aged 50 years or older

Knee pain of longer than 3 months duration

Knee pain most days with average severity of 4 or more out of 10 on a numeric rating
scale (NRS)

Morning stiffness lasting less than 30 minutes

Note: These criteria are consistent with clinical guidelines advocating a clinical diagnosis
of osteoarthritis

Exclusion Criteria

History of any systemic arthritic condition

History of knee arthroplasty on the most painful knee

Wait-listed for any knee surgery for either knee

History of any knee surgery in previous 6 months

Any other condition affecting lower limb function (ex: trauma, malignancy, neurological
condition)

History of any knee injection in past 6 months (ex: cortisone, hyaluronic acid)

Current use of oral or injectable anticoagulant medication

Use of acupuncture in past 12 months

Any bleeding disorder

Allergy to light

Referral to pain clinic or use of morphine or pethidine within past 6 months


Any other medical condition precluding participation in the trial (ex: kidney or liver
disease, deep vein thrombosis)

Knee pain subject to compensation claim

Unable to give written informed consent

Note: For bilaterally eligible knees, only the most symptomatic knee was evaluated

Baseline Characteristics

From the control group.

Demographics: Age 63 years, female sex 56%

Anthromorphics: Height 1.7 m, weight 86 kg, BMI 29.3 kg/m2

Pain data:

Duration of symptoms: <1 year 8%, 1-5 years 35%, 5-10 years 25%, 10 years
27%

Unilateral: 49%

Medications: Analgesia 48%, NSAIDs 20%, COX-2 inhibitors 4%, opioids 1%,
glucosamine 28%, fish oil 28%

Prior therapies: PT 41%, surgery 32%, injections 8%, acupuncture 7%, exercise 52%,
hydrotherapy 11%

Interventions
The control groups did not receive acupuncture while experimental groups were treated with
needle, laser, or sham laser acupuncture. Sham laser acupuncture mimics standard laser
acupuncture but does not target known effective areas. Family physicians registered as
acupuncturists provided acupuncture therapy. Treatment was received for 12 weeks. Participants
and therapists were blinded in the laser acupuncture groups. The control group was unaware of
the acupuncture trial.

Outcomes
Presented as control vs. needle acupuncture vs. laser acupuncture vs. sham laser acupuncture.

=Primary Outcome
Overall pain
Out of 10, higher being worse pain. Neither needle nor laser acupuncture
significantly improved pain or function compared with sham at 12 weeks.
Compared with control, needle and laser acupuncture resulted in modest
improvements in pain (1.1; 95% CI, 1.8 to 0.4 p-value 0.002, and 0.8; 95% CI,
1.5 to 0.1 p-value 0.03, respectively) at 12 weeks, but not at 1 year.
Baseline: 5.1 vs. 5.3 vs. 4.9 vs. 5.0
12 weeks: 4.4 vs. 3.3. vs. 3.4 vs. 3.4
1 year: 4.6 vs. 4.9 v.s 4.0 vs. 3.9
WOMAC function
Out of 60, higher being worse physical function. Needle acupuncture resulted in
modest improvement in function compared with control at 12 weeks (3.9; 95% CI,
7.7 to 0.2 p-value 0.04) but was not significantly different from sham and was not
maintained at 1 year. Laser acupuncture did not result in significant improvement
of function.
Baseline: 26.1 vs. 31.3 vs. 27.9 vs. 27.5
12 weeks: 23.0 vs. 22.5 vs. 21.9 vs. 21.7
1 year: 23.6 vs. 22.4 vs. 22.6 vs. 21.6

Secondary Outcomes

Secondary outcomes included other pain and function


measurements, quality of life, global change and one year
follow-up. The study concluded that there were no differences
for secondary outcomes.

Criticisms
Internal:

Previous treatments for knee pain and concurrent


medication use, especially analgesics, by participants
may have influenced the outcomes of pain relief.

The trial did not show a significant difference in the


reduction of chronic knee pain or improvement of
function in patients who received acupuncture
treatment. Therefore, the NNT can not be calculated.

External:

Small sample size

The participants included were all from Australia and


over the age of 50.

Chronic knee pain is most common in the elderly;


however, other factors can contribute to the cause.
These factors include athletics, congenital deformities,
and trauma can also subject a person to this condition.
We determined the results from this trial cannot be
applied to the previous stated populations due to the
lack of diversity amongst the group.
Funding
The National Health and Medical Research Council was the
source of funding for this trial. The funders for this study had no
role in the design and conduction.

Further Reading
1. Jump up Hochberg MC et al. American College of
Rheumatology 2012 recommendations for the use of
nonpharmacologic and pharmacologic therapies in
osteoarthritis of the hand, hip, and knee. Arthritis Care Res
(Hoboken) 2012. 64:465-74.
Categories:
Reviewable articles

Acupuncture relieves knee osteoarthritis pain. Research published in


the Shanghai Journal of Acupuncture and Moxibustion documents the
clinical efficacy of two approaches to acupuncture therapy. Two
groups received acupuncture at ST35 (Dubi, lateral Xiyan) and
medial Xiyan (MN-LE-16) combined with electroacupuncture. In
addition, the groups received acupuncture needles at Heding (M-LE-
27), GB34 (Yanglingquan) and ST36

(Zusanli). Group 1
received deep needling at ST35 and medial Xiyan whereas group
two received standard needling. The deep needling group
demonstrated superior clinical results. Deep needling achieved a
greater level of knee pain relief and was more effective in reversing
flaccidity in the leg. As a result, the researchers concluded that deep
needling of Xiyan points provides greater pain relief than standard
needling for the treatment of knee osteoarthritis.
The researchers investigated a textbook acupuncture point
prescription for knee osteoarthritis. Classic texts often recommend
Heding, Xixia (M-LE-15), ST35, ST34, ST36, GB34 and SP9. The
basis of this comparison focused on needling depth. Here, deep
needling to the points often referred to as the eyes of the knees,
Xiyan, produced better results than a more shallow depth of insertion.
Lets take a look at points used in the study.

ST35 is located with the knee flexed and is translated as calfs nose.
Along with medial Xiyan, this point is also called lateral Xiyan and is
considered part of the Xiyan pairing. The point is at the lower border
of the patella, below the patella and lateral to the patellar ligament.
This classic point is indicated for knee disorders and functions to
dispel wind-dampness, reduce swelling, activate the channels and
stop pain.

Xiyan is translated as eyes of the knee. Medial Xiyan is in the hollow


formed by a flexed kneed that is below the patella. It is medial to the
patellar ligament. This point functions to reduce wind-dampness,
alleviate swelling and stop pain. Medial Xiyan is an extra point and is
not considered part of a primary acupuncture channel. The point has

been in use for approximately 1,500 years.

Medial Xiyan and ST35 are the eyes of the knee combination.
Another point often combined with the Xiyan combination is extra
point Xixia (M-LE-15). Translated as below knee, this point is located
at the patellar ligament at the inferior margin of the patella. This point
is indicated for the treatment of knee disorders and soft tissues
disorders of the local region. Together, Xi Xia (Hsi Hsia) and Xiyan
are a powerful trinity for the treatment of knee disorders. The great
Prof. Wae Shui was known to use this combination with deep
needling for both knee pain and arthralgia.

Reference:
Liu, N. "Clinical Observations on Deep Needling of Points Dubi and
Medial Xiyan for the Treatment of Knee Osteoarthritis." Shanghai
Journal of Acupuncture and Moxibustion (2013): 857-858.