Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

Abses peritonsil termasuk salah satu abses leher bagian dalam. Selain abses peritonsil, abses parafaring, abses retrofaring, dan angina ludavici atau abses submandibula juga termasuk abses leher bagian dalam. Abses leher dalam terbentuk di antara fascia leher dalam sebagai akibat perjalaran infeksi dari berbagai sumber seperti gigi, mulut, tenggorokan, sinus paranasal, telinga tengah dan leher. Penjalaran infeksi disebabkan oleh perembesan peradangan melalui kapsula tonsil. Peradangan akan mengakibatkan terbentuknya abses dan biasanya unilateral. Gejala dan tanda klinik setempat berupa nyeri dan pembengkakan akan menunjukkan lokasi infeksi. 1 Abses peritonsil sering salah didiagnosa dengan tonsilitis atau hanya peradangan tenggorokan biasa, karena gejala awalnya hanya nyeri menelan seperti nyeri tenggorokan. Abses peritonsil dapat terjadi pada umur 10-60 tahun, namun paling sering terjadi pada umur 20-40. Pada anak-anak jarang terjadi kecuali pada mereka yang menurun sistem immunnya, tapi infeksi bisa menyebabkan obstruksi jalan nafas yang signifikan pada anak-anak. 2 Abses peritonsil adalah penyakit infeksi yang paling sering terjadi pada bagian kepala dan leher. Gabungan dari bakteri aerob dan anaerob di daerah peritonsilar. Tempat yang biasa terjadi abses adalah di bagian pillar tonsil anteroposterior, fossa piriform inferior, dan palatum superior. 2

BAB II LAPORAN KASUS

  • I. IDENTITAS PASIEN

Nama Jenis kelamin Umur Agama Pekerjaan Status pernikahan Hari dan tanggal masuk RS

II.

ANAMNESIS

: Tn. A : Laki-laki : 37 tahun : Islam : Karyawan swasta : menikah : Kamis, 13 Mei 2017

Dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis kepada suami pasien pada hari Sabtu, 13 Mei 2017.

Keluhan Utama

Nyeri menelan sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS) (11 Mei 2017)

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke IGD RSUD kota Bekasi dengan keluhan nyeri menelan sejak 5 hari SMRS. Pasien juga mengeluh tidak bisa menelan akibat nyeri sehingga pasien sulit makan selama 5 hari. Menurut pasien keluhan ini timbul mendadak, pasien menyangkal adanya demam dan riwayat trauma. Pasien mengeluhkan juga napas berbau tidak sedap, air liur terasa banyak, dan terkadang pasien merasakan nyeri kepala.

Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, pasien menyangkal adanya riwayat diabetes, hipertensi, Tuberkulosis dan trauma sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami keluhan yang sama.

Riwayat Penyakit Kebiasaan

Pasien memiliki kebiasaan merokok sebanyak setengah bungkus perhari.

Riwayat Pengobatan

Pasien tidak pernah berobat sebelumnya.

III.

PEMERIKSAAN FISIK (1 Februari 2017)

Pemeriksaan Umum

  • 1. Keadaan umum

: Tampak sakit sedang

  • 2. : Compos mentis

Kesadaran

  • 3. Tanda vital

    • a. Tekanan darah

b.

Nadi

c.

Pernapasan

d.

Suhu

: 120/80 mmHg

: 92x/menit

: 22x/menit

: 36.8 o C

Status Generalis

1.

Kepala

: Normosefali, simetris kanan dan kiri.

  • 2. Mata

Konjungtiva

: Tidak tampak konjungtiva pucat

Sklera

: Tidak tampak sklera ikterik

  • 3. : Tidak dilakukan pemeriksaan

Thorax

  • 4. : Tidak dilakukan pemeriksaan

Abdomen

  • 5. : Tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas

  • 6. Status lokalis

Tenggorok

Bibir

Gigi

Gingiva

Lidah

Tonsil

: trishmus (-)

Uvula

Epiglotis

Palatum

: Karies (-), gigi berlubang (-)

: Hiperemis (-), Gingivitis (-), stomatitis (-)

: Simetris, Spasme (-), Fasikulasi (-), Kotor (-), Stomatitis (-),

: Membesar (+), Ukuran Tonsil T2-T3, Hiperemis (+), Detritus (-),

Granulasi (-), kripte melebar (-) : Asimetris, Hiperemis (+), Luka (-), retraksi (+) kearah kontralateral

: Simetris, Hiperemis (-), Masa (-), Luka (-)

: Simetris, Masa (-), Hiperemis (-)

Telinga

Telinga

Kiri

Kanan

Mastoid

Nyeri Tekan (-), Massa (-), Abses (-), fistula (-)

Nyeri Tekan (-), Massa (-), Abses (-), fistula (-)

Pre-aurikula

Nyeri Tekan (-), Massa (-), Abses (-), fistula (-),

Nyeri Tekan (-), Massa (-), Abses (-), fistula (-),

Retro-aurikula

Nyeri Tekan (-), Massa (-), Abses (-), fistula (-),

Nyeri Tekan (-), Massa (-), Abses (-), fistula (-),

Aurikula

Nyeri Tekan (-), Massa (-), Abses (-), fistula (-), nyeri tarik aurikula (-)

Nyeri Tekan (-), Massa (-), Abses (-), fistula (-), nyeri tarik aurikula (-)

Kanalis Eksternus

Benda asing (-), sekret (-), serumen (-), darah (-), lesi (-), massa (-), edema (-)

Benda asing (-), sekret (-), serumen (-), darah (-), lesi (-), massa (-), edema (-)

Discharge

(-)

(-)

 

Membran Timpani

Warna

Putih mutiara

Putih mutiara

Reflek cahaya

Memantulkan cahaya (mengkilap)

Memantulkan cahaya (mengkilap)

Perforasi

(-)

(-)

Hidung

Pemeriksaan Luar

Kanan

Kiri

Hidung

Deformitas (-), Sianosis (-), Hiperemis (-). Nyeri tekan (-), Krepitasi (-)

Deformitas (-), Sianosis (-), Hiperemis (-). Nyeri Tekan (-), Krepitasi (-)

 

Sinus

Nyeri Tekan Sinus (-)

Nyeri Tekan Sinus (-)

Rinoskopi Anterior

Discharge (-), Septum deviasi (-), Mukosa Hiperemis (-), Konka Hiperemis (-), Konka hipertrofi (-), Epistaksis (-), Massa (-)

Discharge (-), Septum deviasi (-), Mukosa Hiperemis (-), Konka Hiperemis (-), Konka hipertrofi (-), Epistaksis (-), Massa (-)

 

Discharge

(-)

(-)

Mukosa

Hiperemis (-), massa (-)

Hiperemis (-), massa (-)

Konka

Hiperemis (-), hipertrofi (-)

Hiperemis (-), hipertrofi (-)

Tumor

(-)

(-)

Septum

Deviasi (-)

Deviasi (-)

Kepala Dan Leher

:

 

Kanan

Kiri

Kepala

Normosefal

Normosefal

Wajah

Simetris

Simetris

Leher Anterior

pembesaran tiroid (-), deviasi trakhea (-)

pembesaran tiroid (-), deviasi trakhea (-)

Leher Lateral

Pembesaran limfe (-), pembesaran parotis (-)

Pembesaran limfe (-), pembesaran parotis (-)

Discharge (-) (-) Mukosa Hiperemis (-), massa (-) Hiperemis (-), massa (-) Konka Hiperemis (-), hipertrofi
Discharge (-) (-) Mukosa Hiperemis (-), massa (-) Hiperemis (-), massa (-) Konka Hiperemis (-), hipertrofi

IV.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM (12/05/2017)

Pemeriksaan

Hasil

Hematologi

Hb

15.1 (g/dL)

HCT

46.7 (%)

Leukosit

24.3 (10 3 /uL)

Trombosit

292 (10 3 /uL)

Kimia klinik

GDS

132 mg/dL

 

Elektrolit

Natrium

136 mmol/L

Kalium

4.5 mmol/L

Klorida

95 mmol/L

V.

DIAGNOSIS

  • - Abses Peritonsil sinistra

VI.

TATALAKSANA (IGD)

  • - IVFD Asering 20 tpm

  • - Inj Omeprazo 1x40mg IV

  • - Dexketoprofen 2x1 ampul drip IV

  • - Inj Dexamethason 1 ampul IV

Tatalaksana di ruang rawat setelah alih rawat THT

  • - Inj Methilprednisolon ½ ampul / 12 jam

  • - Inj Ceftriaxon 1 ampul / 24 jam

  • - Inj Metronidazol 1 fl / 8 jam

  • - Posisi tredelenberg

  • - Diet bubut

VII.

RESUME

Pasien datang ke IGD RSUD kota Bekasi dengan keluhan nyeri menelan sejak 5 hari SMRS. Pasien juga mengeluh tidak bisa menelan akibat nyeri sehingga pasien sulit makan selama 5 hari. Menurut pasien keluhan ini timbul mendadak, pasien menyangkal adanya demam dan riwayat trauma. Pasien mengeluhkan juga napas berbau tidak sedap, air liur terasa banyak, dan terkadang pasien merasakan nyeri kepala. Pada pemeriksaan fisik didapatkan faring hiperemis (+) tonsil membesar (+), ukuran Tonsil T2-T3, hiperemis (+), detritus (-), granulasi (-), kripte melebar (-) , Uvula asimetris, Hiperemis (+), Luka (-), retraksi (+) kearah kontralateral, telinga dan hidung dalam batas normal. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit meningkat yaitu 24.3x10 3 /uL

VIII.

PROGNOSIS

Ad Vitam

: ad bonam

Ad Sanationam : dubia

Ad fungsionam : ad malam

1. Fachruddin, darnila. 2006. Abses Leher Dalam. Dalam: Buku Ajar Ilmu Kesehatan,

Telinga-Hidung-Tenggorokan, hal. 185. Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

  • 2. Bailey, Byron J, MD. Tonsillitis, Tonsillectomy, and Adenoidectomy. In : Head and Neck Surgey-Otolaryngology 2nd Edition. Lippincott_Raven Publisher. Philadelphia. P :1224,

1233-34.