Anda di halaman 1dari 10

Kerajaan Saba

Wulida Fairuza Azkiya, 1506681254

Program Studi Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas


Indonesia

wulidafazkiya@gmail.com

Abstrak

Jurnal ini membahas kerajaan kuno jazirah Arab sebelum datangnya Islam. Kerajaan tersebut adalah
Kerajaan Saba. Metode yang dipakai adalah metode sejarah dengan tinjauan pustaka.
Kerajaan Saba pertama kali dibangun oleh rajanya yang pertama yaitu Saba bin Yasyjub.
Raja yang terkenal di kerajaan Saba ialah raja Saba dan Balqis. Kerajaan Saba mengalami
masa kejayaan karena adanya jalur perdagangan yang melintasi pelabuhan kerajaan
Saba dan sistem perairan yang baik. Hancurnya kerajaan Saba disebabkan oleh
runtuhnya bendungan Marib. Terdapat kisah mengenai kaum Saba dan ratu Balqis
dengan nabi Sulaiman di Al-Quran.

Kata kunci : Bendungan Marib: Kerajaan Saba: Ratu Balqis: Nabi Sulaiman

A. Pendahuluan

Umumnya sebuah kerajaan pasti dipimpin oleh seorang Raja seperti di


kerajaan-kerajaan lainnya. Namun di kerajaan Saba ada sedikit
perbedaan, kerajaan ini pernah dipimpin oleh seorang ratu yang bernama
Balqis. Sebagaimana disebutkan tadi, kerajaan Saba pernah dipimpin
oleh seorang ratu, tetapi keberadaannya justru membuat kerajaan Saba
dikala itu kondisi kerajaannya membaik dan rakyatnya makmur.

Kerajaan Saba terkenal akan bendungannya yang sangat besar.


Bendungan itu bernama bendungan Marib. Bendungan itu mempunyai
banyak manfaat bagi kerajaan Saba. Mulai dari menampungnya air hujan
di bendungan tersebut hingga menyuburkan seluruh tanah Yaman. Dapat
dikatakan bahwa bendungan Marib menjadikan tanah Yaman subur dan
rakyatnya hidup makmur.

Masalah yang saya angkat pada jurnal ini adalah bagaimana awal mula
kerajaan Saba? siapa saja raja-raja kerajaan Saba? bagaimana keadaan
saat kejayaan kerajaan Saba? apa saja penyebab keruntuhan kerjaan
Saba? dan apa saja Ayat-Ayat Al-Quran mengenai kerajaan Saba?. Tujuan
penulisan ini adalah untuk mengetahui awal mula kerajaan Saba, untuk
mengetahui siapa saja raja kerajaan Saba, untuk mengetahui keadaan
kerajaan Saba di masa kejayaannya, untuk menambah wawasan tentang
penyebab runtuhnya kerajaan Saba, dan untuk mengetahui kisah kerajaan
Saba yang terdapat di Al-Quran.

B. Metodelogi dan Kerangka Teori

a. Metodelogi

Metode yang dipakai dalam penulisan adalah Metode Historis. Metode


Historis adalah metode yang bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu
secara sistematis dan obyektif melalui 4 tahap yang dimulai dari heuristik
dengan cara mengumpulkan sumber, lalu kritik sumber dengan menilai
keakuratan dan kebenaran data dari sumber, lalu interprestasi dengan
melakukan analisis sejarah, dan yang terakhir historiografi atau
menyajikan hasil interprestasi fakta dalam bentuk tulisan.

b. Kerangka Teori

Menurut Sediliot keruntuhan Saddu Marib itu terjadi pada tahun 120
sebelum masehi. Dengan demikian, kerajaan Sabaiyah berada di
panggung sejarah 830 tahun lamanya, mulai dari tahun 950 sampai
tahun 120 sebelum Masehi. Keruntuhan Saddu marib itu dapat dibaca
dalam Al-Quran pada surat Saba ayat 15-17. Sehubungan dengan
keruntuhan Saddu Marib ini OLeary, seorang ahli ketimuran berkata :
Kerobohan Saddu Marib adalah suatu peristiwa sejarah yang tidak dapat
diragukan. Al-Quran telah melukiskan peristiwa ini sebagai bencana yang
didatangkan Allah, untuk menjadi azab bagi kaum Saba.1

C. Pembahasan

1. Awal Mula Kerajaan Saba

Kerajaan Saba dibangun oleh rajanya yang pertama, yang bernama Saba
Abdu Syams bin Yasyjub bin Yarub bin Qahthan, pada tahun 950 SM,
yakni pertengahan abad X SM. Raja Saba, adalah keturunan Yarub bin
Qahthan, sebab itu dia adalah dari Bani Qahthan. Untuk menjadi pusat
perhatiannya, Raja Saba mendirikan sebuah kota yang dinamainya
dengan nama sendiri, yaitu kota Saba. Didirikan di bahagian Timur Laut
negeri Yaman. Letaknya 96 Km dari kota Sana.2 Marib dijadikan ibu
kotanya.3

Sebagai telah disebutkan di muka bahwa kerajaan Main berdiri di Yaman


Utara, dan kerajaan Qutban berdiri di Yaman Selatan. Maka kerajaan Saba
ini didirikan di tengah-tengah kedua kerajaan itu, yakni di Yaman
Tengah.Tentu saja kerajaan Saba itu pada mula berdirinya adalah suatu
kerajaan kecil, yang belum patut dinamai kerajaan, dan rajanya belum
patut menyandang sebutan raja. Akan tetapi berkat keuletan Saba dan
pengikut-pengikutnya kerajaan ini bertambah kuat, sehingga dapatlah dia
mengalahkan Kerajaan Main dan Qutban serta mewarisi keduanya,
kemudian melebarkan kekuasaannya ke seluruh negeri Yaman, bahkan ke
seluruh Tanah Arab Selatan.4

1 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah, Jakarta:


PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 137

2 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah, Jakarta:


PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 120-121

3 Philip K. Hitti, History of The Arabs, Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2002,
hlm. 67

4 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah, Jakarta:


PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 120-121
2. Raja-raja Kerajaan Saba

Raja-raja yang memerintah Kerajaan Saba ada 27 orang, 15 bergelar


Mukrib dan 12 bergelar Malik.5 Para pemimpin kerajaan Saba ini dibagi
menjadi 4 zaman berdasarkan gelarnya yaitu : zaman pertama raja-
rajanya bergelar Mukrib Saba, di zaman kedua bergelar Malik Saba, di
zaman ketiga bergelar Malik Saba dan Raidan, dan di zaman ke-empat
bergelar Malik Saba, Raidan, Hadramaut, dan lain-lain.6

Diantara ke 27 raja tersebut, yang diketahui kisahnya adalah Saba Abdu


Syam dan Bilqis. Saba Abdu Syam adalah keturunan bani Qahthan yang hijrah ke Yaman
untuk mendapatkan kehidupan yang baru. Saba dibagun untuk pertama kalinya oleh Abu
syam juga yang mendirikan kota Saba hingga menjadikannya Kerajaan Saba (Sabaiyah) pada
950 SM atau pada abad ke-10 SM.7 Abu Syam yang kemudian menjadi raja pertama dari
kerajaan ini.

Di antara raja-raja kerajaan Saba terdapat seorang raja wanita (ratu)


yang disebut Ratu Balqis. Dia keturunan Raja Saba. Maka sesudah Raja
Saba meninggal dunia dia digantikan oleh raja-raja dari keturunannya,
diantaranya adalah Ratu Balqis. Dia adalah seorang ratu yang masyhur.8

Kerajaan ini pada awalnya hingga pada tahta kekuasaan ratu Bilqis menyembah matahari dan
mereka hidup sejahtera dan damai. Kemudian, Ratu Bilqis dan rakyat Saba menjadi kaum
yang beriman dan tunduk kepada ajaran Allah, setelah Ratu Bilqis menjadi istri dari Nabi
Sulaiman.

3. Kejayaan Kerajaan Saba

5 Prof. Dr. HAMKA, Sejarah Ummat Islam Jilid I, Jakarta: Bulan Bintang, 1950, hlm. 71

6 Prof. Dr. HAMKA, Sejarah Ummat Islam Jilid I, Jakarta: Bulan Bintang, 1950, hlm. 72

7 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah, Jakarta:


PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 120

8 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah, Jakarta:


PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 128-129
Jalur perdagangan menjadi salah satu faktor kejayaan pada kerajaan
Saba. Terdapat lintas darat dan lintas laut di kerajaan Saba. Lintas laut
ialah jalan yang ditempuh oleh saudagar-saudagar yang membawa
perniagaan dari Timur seperti Cina, Hindia Timur, Malaya, India dan Persia,
juga dari Ethiopia dan Somali.9 Barang-barang dari para saudagar
diangkut dengan armada laut kepunyaan orang-orang Saba ke pelabuhan-
pelabuhan di Yaman. Kemudian dari pelabuhan-pelabuhan di Yaman
diteruskan ke Utara yaitu Suriah dengan melalui laut merah ke Ailah. 10
Atau melalui rute darat dari pelabuhan Yaman dibawa ke utara untuk menempuh lin darat
oleh kafilah-kafilah unta melalui Hejaz ke Ula (Daidan) dan selanjutnya menuju Ailah.

Setelah itu barang-barang perniagaan dari lintas laut merah dan lintas barat terdiri dari
kafilah-kafilah unta yang keduanya bertemu di Aliah, diteruskan ke kota Petra. Saat sampai di
Petra, barang-barang perniagaan itu diteruskan oleh penduduk Petra menuju Suriah, lalu dari
Suriah diteruskan ke Eropa.11

Jenis barang-barang perniagaan tersebut diantaranya rempah-rempah, menyan, wewangian,


kayu wangi, macam-macam dammar, kayu hitam dan lain-lain yang berasal dari Indonesia.
Berbagai macam senjata dan tekstil dari India. Tenunan-tenunan dan sutera dari Cina,
permata-permata dan mutiara dari Persia. Gading gajah, beruk dan tempah-rempah dari
Abessinia.12 Dengan begitu, daerah Yaman menjadi salah satu mata rantai dari perniagaan
yang menghubungkan Timur dan Barat. Kaum Saba mempunyai peran penting bagi
keberlangsungan perniagaan internasional itu.

Sistem perairan ini terjadi berkat bendungan Marib. Sistem perairan juga menjadi faktor
kejayaan kerajaan Saba. Dengan adanya bendungan ini, air hujan tertampung dan tidak
9 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah, Jakarta:
PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 124

10 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah,


Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 125

11 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah,


Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 125

12 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah,


Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 126
menyebabkan banjir. Adanya pengairan yang teratur untuk mengairi daerah Yaman. Biasanya
daerah Yaman hanya dapat bercocok tanam sekali dalam setahun, namun sejak adanya
perairan dari bendungan Marib, para petani di Yaman dapat bercocok tanam dua hingga tiga
kali dalam setahun. Daerah Yaman pun menjadi subur dan makmur.

4. Keruntuhan Kerajaan Saba

Suatu kerajaan pasti pernah mengalami masa-masa terburuknya, tidak


mengherankan bila masa itu akan membawa kerajaan tersebut akan
hancur. Namun tidak semua kerajaan itu runtuh karena hal yang
menyedihkan, bisa juga karena hal yang menyenangkan. Seperti
berlimpahnya harta, suburnya tanaman, dan lain-lain. Kenapa bisa terjadi
karena hal yang indah seperti itu, karena mereka terlalu fokus akan hal
indah tersebut. Membuat mereka melupakan yang seharusnya mereka
khawatirkan. Seperti halnya kerajaan Saba.

Runtuhnya kerajaan Saba disebabkan oleh rubuhnya bendungan Marib


dikarenakan bendungan tersebut tidak dirawat dan tidak dijaga oleh
masyarakat Saba. Mereka telah tenggelam dalam berbagai macam
kelezatan dan kemewahan hidup. Maka Tuhan pun membinasakan mereka
dengan air bah yang sangat besar yang terjadi karena runtuhnya Saddu
Marib.13

5. Kisah Kerajaan Saba di Al-Quran

Al-Quran adalah petunjuk bagi umat muslim yang digunakan sebagai


sumber ajaran islam. Dalam Al-Quran banyak diterangkan tentang kisah para nabi dan
umat terdahulu, baik umat yang taat melaksanakan perintah Allah maupun yang mereka yang
menentang dan mengingkari ajaran Nya. Kita harus pandai mengambil hikmah dan pelajaran
dari kisah-kisah yang diterangkan dalam Al-Quran. Kisah mengenai kerajaan Saba juga
terdapat di dalam Al-Quran. Berikut surat dan ayat mengenai kerajaan Saba :

Pertama terdapat di surat Saba ayat 15-17 menceritakan tentang kaum


Saba yang negerinya diberi nikmat yang banyak namun mereka

13 Mochtar Yahya, Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah,


Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1985, hlm. 136-137
berpaling dari Allah dan didatangkan banjir besar yang menghancurkan
kerajaan Saba. Dan terdapat pula di surat An-Naml ayat 20-44
menceritakan tentang Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis. Dikisahkan bahwa
Nabi Sulaiman telah diberi kekuasaan oleh Allah berupa dapat berbicara
pada jin dan hewan serta mempunyai bala tentara yang besar dan kuat
yang berisi jin, manusia, dan hewan. Suatu hari ia ingin mengumpulkan
bala tentaranya, namun ia tidak melihat burung Hud-hud padahal ia
membutuhkannya. Sulaiman pun mengancam akan menyembelihnya
kecuali ia dapat menjelaskan alasan mengapa ia tidak ada saat itu.

Beberapa saat kemudian, datanglah Hud-hud dan menceritakan penyebab


ketidakhadirannya kepada Nabi Sulaiman. Hud-hud bercerita bahwa ia
mendatangi negeri Yaman dan di Yaman ada sebuah kerajaan,
kerajaannya termasuk yang paling kaya dan paling kuat, dipimpin oleh
seorang wanita yang bernama Balqis. Akan tetapi para rakyatnya
menyembah matahari dan meninggalkan Allah.

Setelah itu nabi Sulaiman segera menulis sepucuk surat yang akan diberikan kepada ratu
Bilqis oleh hud-hud. Isi dari surat tersebut berupa ajakan kepada kerajaan Saba untuk
menyembah Allah SWT. Surat itupun dijatuhkan hud-hud di kerajaan saba saat ratu Bilqis
menerimanya beliau sangat terkejut dan kemudian melakukan perundingan kepada para
pembesar kerajaan. Mereka sepakat bahwa akan menyerang kerajaan Sulaiman, namun karna
Bilqis tau bahwa Sulaiman mempunyai pasukan yang lebih kuat darinya, akhirnya ia
memutuskan untuk mengirim utusannya untuk memberi hadiah kepada Sulaiman.

Namun hadiah ratu Balqis ditolak oleh Sulaiman. Akhirnya ratu Balqis dan para pembesarnya
pergi ke kerajaan Sulaiman. Dalam perjalanannya menuju kerajaan nabi Sulaiman. Nabi
sendiri telah mengetahui hal tersebut kemudian berniat untuk mempercantik istananya dan
memberikan kejutan berupa hadirnya singgasana ratu Bilqis di kerajaannya. Pemindahan
singgasana ini dilakukan oleh Jin Ifrit yang dapat melakukannya dalam waktu satu kedipan
mata saja. Saat ratu Bilqis tiba, nabi Sulaiman berpura-pura tidak mengetahui pemindahan
singgasana Bilqis di Istananya. Seperti inikah singgasanamu? ucap nabi Sulaiman. Dengan
terkejut Ratu Bilqis mejawab ya ini sama seperti singgasanaku. Ratiu Bilqis diperbolehkan
untuk mengelilingi Istana nabi Sulaiman dan beliau sangat takjub akan kerajaan yang megah
ini lebih dari miliknya dan beliau mengakui kemewahan dan keagungan Istana nabi
Sulaiman.

Sebelum kehadiran ratu balqis, nabi Sulaiman telah memerintahkan pengikutnya untuk
membangun sebuah istana untuk ratu. Lantainya terbuat dari kaca putih yang bening. Di
bawah lantai itu dialirkan air ke dalamnya dan dimasukkan ikan-ikan laut dan lainnya.
Dipersilahkanlah ratu Balqis memasuki istana itu, dan nabi Sulaiman telah duduk menunggu
di bagian depan istana itu. Saat Balqis ingin melangkahkan kakinya memasuki istana menuju
ke tempat Sulaiman duduk, disangkanya lantai kaca itu adalah air, karena itu Balqis
menyisingkan pakaiannya yang menutup kedua kakinya agar tidak basah terkena air.

Sulaiman pun menerangkan bahwa lantai istana itu terbuat dari kaca yang bening dan bukan
kolam air. Ratu Balqis tersipu malu dan segera menurunkan kainnya kembali.

Amat takjublah ratu Balqis menyaksikan hal ini, dan bertambah keyakinannya terhadap
kekuasaan Allah dan juga bertambah keyakinannya bahwa agama yang diajarkan Sulaiman
itulah yang benar. Maka ketika nabi Sulaiman menyuruh ratu Balqis untuk menyembah Allah
dan meninggalkan menyembah matahari, ratu Balqis pun berkata : Ya Tuhanku! Selama ini
aku telah berbuat zalim terhadap diriku sendiri dengan menyembah matahari. Ya tuhanku!
Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Ilustrasi Ratu Balqis. Sumber gambar : (http://dunia-nabi.blogspot.co.id/2015/06/kisah-singkat-nabi-sulaiman-


dan-ratu-balqis.html)
D. Penutup

a. Kesimpulan

Sejarah akan masyarakat arab memang menarik, mulai dari sebelum


masuknya islam sampai sesudah masuknya islam. Kerajaan Saba
termasuk sejarah sebelum datangnya islam, namun sudah ada ajaran
untuk mempercayai Allah sebagai Tuhan Semesta Alam dan mendekatkan
diri pada-Nya. Kerajaan Saba terkenal akan orangnya yang cinta damai,
kekayaannya berlimpah, dan tanahnya subur. Namun kerajaan itu runtuh
karena ulahnya sendiri akibat lalai menjalani kewajibannya mengurus
bendungan Marib sehingga bendungan itu hancur dan membuat kerajaan
Saba musnah. Kisah mengenai kerajaan Saba terdapat di Al-Quran yang
berarti kebenaran akan kisah tersebut tidak perlu diragukan lagi. Dengan
adanya kisah tersebut kita bisa mengambil pelajaran dan pengetahuan
yang dapat dipelajari dan disampaikan kepada banyak orang.

b. Hal-hal menarik yang belum ditulis

Ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas namun belum dapat ditulis
seperti halnya peninggalan kerajaan Saba dan Pengaruh keberadaan
kerajaan Saba dengan kerajaan Qutban dan Main saat di Yaman.
Daftar Pustaka

K. Hitti, Phillip. 2002. History of The Arabs. Jakarta : PT Serambi Ilmu Semesta.
Prof. Dr. HAMKA.1950. Sejarah Ummat Islam Jilid I. Jakarta: Bulan Bintang.
Yahya, Mochtar. 1985. Perpindahan- Perpindahan Kekuasaan di Timur
Tengah. Jakarta: PT. Bulan Bintang.

Sumber Gambar
http://dunia-nabi.blogspot.co.id/2015/06/kisah-singkat-nabi-sulaiman-dan-ratu-balqis.html