Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Reproduksi merupakan proses penting bagi semua bentuk kehidupan.
Tanpa melakukan reproduksi, tak satu spesies pun didunia ini yang mampu
hidup lestari, begitu pula dengan hewan ternak baik betina maupun jantan.
(Anonymous.2009 ). Reproduksi hewan jantan adalah suatu proses yang
kompleks yang melibatkan seluruh tubuh hewan itu. Sistem reproduksi akan
berfungsi bila makhluk hidup khususnya hewan ternak dalam hal ini sudah
memasuki sexual maturity atau dewasa kelamin. Setelah mengalami dewasa
kelamin, alat-alat reproduksinya akan mulai berkembang dan proses reproduksi
dapat berlangsung baik ternak jantan maupun betina.

Pada hewan ternak, alat kelamin jantan umumnya mempunyai bentuk


yang hampir bersamaan, terdiri dari testis yang terletak di dalam skrotum,
saluran-saluran alat kelamin, penis, dan kelenjar aksesoris. Alat kelamin jantan
dibagi menjadi alat kelamin primer berupa testis dan alat kelamin sekunder
berbentuk saluran-saluran yang menghubungkan testis dengan dunia luar yaitu
vas deferent, epididimis, vas deferent, dan penis yang di dalamnya terdapat
uretra, dipakai untuk menyalurkan air mani dan cairan aksesoris keluar pada
waktu ejakulasi .

Page | 1
BAB II
PEMBAHASAN

A.Sistem Reproduksi sapi perah

1.sistem reproduksi sapi jantan

Sistem reproduksi pada ternak jantan berasal dari saluran Wolff dan
berkembang dari punggung lipatan kelamin embrio dini.Secara umum
anatomi organ reproduksi jantan antara lain :

a . Tes t i s a t a u g o n a d e s e b a g a i o rga n k e l a mi n u t a ma ( pr i m e r ) .

b. Saluran reproduksi sekunder yaitu vas deferens, epididymis, vasdeferens


dan penis (urethra).Kelenjar pelengkap yaitu
kelenjar v e s i c u l a r i s s e mi n a l i s , k e l e n j a r p r o s t a t e
d a n k e l e n j a r c o w p e r i (bulurethralis).

c . O r ga n k e l a mi n l u ar y a i t u s c r o t u m d a n pr a e p u t i u m .

1) . Tes t i s

Page | 2
Ter n a k jantan normal mempunyai dua buah testis. Testis pada
sapi berbentuk bulat panjang, terbungkus oleh kapsul berwarna putih mengkilat
yaitu Tun i c a a l b u g i n e a Yang m e n g a n d u n g u r a t s a r a f , ur a t d a r a h
d a n p e mb u l u h d a r a h y a n g berkelok-kelok. Testis terletak dalam
kantung scrotum. berat sebuah testis sapi berkisar antara 300-500 gram,
dengan ukuran 13x7x7 cm perkiraan berat kedua testis (gram) =
4,5+0,4615 x berat badan (kg).

Sebuah testis mengandung banyak sekali lobulus


a t a u k a n t u n g k e c i l b e r b e n t u k k e r u c u t d e n g a n uj u n g l a n c i p
d i t e n g a h testes dan pangkalnya dipinggir testes. Isi dari lobulus ini
dalah Tubulus semineterus yang panjang dan berkelok-kelok. Tubuli initerdiri
dari sel membran basal, sel penunjang, sel penghasil cairan testis dan
sel benih (spermatogonium dan sel sertoli). Spermatogonium adalah
sel benih sejati dari sel sertoli sebagai perawat spermatozoa yang baru
akan terbentuk.
Fungsi testis adalah :

a). Fungsi Produksi: Produksi spermatozoa subur


dan motil

b). Fungsi Endokrin: Memproduksi hormone jantan (androgen).

2). Epididymis

Epididymis berbentuk panjang yang merupakan


s u a t u pembuluh yang timbul dari bagian dorsal testis berasal dari
ductuseferens.

Epididymis terdiri dari tiga bagian :

i.Bagian kepala atau Caput Epididymis

ii.Bagian badan atau Corpus Epididymis

iii.Bagian ekor atau Cauda Epididymis

Fungsi Epididymis adalah :

i.Transportasi

ii.Pemekatan, konsentrasi spermatozoa

iii.Pemasakan dan pendewasaan


Page | 3
i v.Tim b u n a n s p e r ma t o z o a

3 ) . Vas d e f e r e n s

Vas deferens berasal dari epididymis dan berjalan dari


titik terendah testis menuju keatas. Garis tengahnya 0,3-0,47 cm.
Vasdeferens mengandung sel syaraf yang banyak.

4 ) . U r e t h r a

Urethra adalah saluran urogenitalis sebagai


s a l u r a n pengeluaran urine dan spermatozoa, serta sekresi
kelenjar pelengkap. Urethra berasal dari daerah pelvis sebagai
kelanjutanampulla yang tergantung dari tempat bermuaranya
ampulla dan berakhir pada ujung penis.

Berdasarkan bentuk dan letaknya urethra terdiri dari tiga yaitu :

i.Bagian Pelvis, panjang antara 15-20 cm dari


m u a r a a m p u l l a berupa pipa dengan urat daging tebal.

i i . B a g i a n y a n g m e mb e n g k o k , m u l a i d a r i pelvis
s a m p a i p a n g k a l penis, panjang kira-kira 10 cm.

iii.Bagian penis, mulai dari pangkal sampai ujung penis.

5 ) . P e n i s
Penis merupakan jaringan yang dapat menegang
s e b a g a i alat kopulasi.

Penis terdiri dari tiga bagian :


i.Bagian pangkal penis, bagian ini melekat
p a d a b a d a n d a n disebut dengan Crus Penis.

ii.Bagian badan penis, bagian ini merupakan bagian


terpanjangd a r i p e n i s m u l a i d a r i b a g i a n p a n g k a l
sampai ujung penis.B a g i a n b a d a n p e n i s d i t e n g a h
d a p a t m e l i p a t m e l i n g k a r menyerupai huruf S dan disebut
dengan Flexura sigmoidea.

iii.Bagian ujung penis, yaitu bagian yang terujung dari pen is


dan bebas disebut dengan Gland Penis.

Page | 4
Fungsi utama dari penis adalah untuk alat
kopulasi.
Sedangkan fungsi lainnya yang cukup penting sama dengan urethrayaitu
sebagai alat untuk pengeluaran urin, spermatozoa dan sekresikelenjar
pelengkap.

6).Praeputium
Praeputium adalah organ kelamin sebagai pelindung penisdari
pengaruh luar dan kekeringan terutama pada bagian Gland penis.
Preputium terbentuk dari kulit. Ruang dalam preputium berisi penis.

7 ) . S c r o t u m
Scrotum merupakan kantung testis. Ter d a p a t
s e p a s a n g srotum yang masing-masing berisi sebuah testis.
Kantung scrotum terdiri atas beberapa lapisan :
i . K u l i t S c r o t u m

ii.Tunica Dartos

iii.Tunica Vaginalis :bagian ini terdiri dari tunica


albuginea dan tunica vagina.

8). Kelenjar Pelengkap


Kelenjar pelengkap terdiri dari tiga kelenjar :

i . K e l e n j a r Vesi c u l a ri s
Kelenjar ini terdapat sepasang, hasil dari sekresi
b a n y a k mengandung hexosa, fruktosa dan asam sitrat

ii.Kelenjar prostate
Pada sapi terdapat sepasang. Fungsi sekresi ada lah
sebagaisumber antalglutin jantan dan menghasilkan
c a i r a n d e n g a n mineral tinggi.

iii.Kelenjar Cowperi (bulbo urethralis)Terdapat sepasang. Hasil


sekresinya berupa substansi lendir yang licin dan kencal.

2.Sistem reproduksi sapi betina

Page | 5
bakal ovaria terbentuk dari lipatan kelmin beserta alat persatuannya
disepanjang atas dinding perut embrio betina.

Secara umum organ kelamin betina terdiri atas :

a.Ovarium atau gonade yaitu organ kelamin betina utama


a t a u o r g a n kelamin betina primer.

b. Saluran reproduksi atau organ sekunder yang berada didalam tubuhternak


yaitu oviduct/tuba falopi, uterus, cervix, vagina dan vestibulum.

c . O r ga n k e l a mi n l u a r y a i t u c l i t or i s d a n v u l v a .

1 ) . O v a r i u m

Page | 6
Pada ternak menyusui ovarium terdapat
s e p a s a n g berkedudukan dekat ginjal, keduanya terletak terpisah
pada bagiankanan dan kiri. Sedangkan alat penggantung ligament
mesovarium.
Ukuran ovarium pada sapi panjang 3,1-4,4 cm dan tinggi 1,9-
3,1c m s e r t a l e b a r 1 , 2 - 1 , 9 c m . p a d a a n a k s a p i
y a n g b a r u l a h i r mempunyai ovarium kiri dan kanan. Pada sapi
dewasa mempunyaiovarium sebelah kanan lebih besar daripada yang kiri.
Ovarium terdiri dari 4 (empat) lapisan yaitu :
i.Lapisan Epitel Lembaga
ii.TunicaAlbuginea
iii.Lapisan Parenchym
iv.Medulla

Ada 4 komponen penting dalam tubuh ovarium:

i.Follicle : berasal dari sel benih atau epitel benih


( s u p e r f i c i a l epithelium) yang melapisi permukaan ovarium.

i i . C o r p u s H e mo r r a g h i u m ( C H ) : k a w a h y a n g t er i s i d e n g a n
darahdan cairan limphe sehingga tempat ini berwarna
m e r a h a t a u merah kecoklatan.

iii.Corpus Luteum (CL) : merupakan komponen dari


o v a r i u m yang berasal dari perkembangan lebih lanjut dari CH.

iv.Corpus Albicans (CA) : corpus yang berada di dalam


ovariumy a n g b e r w ar n a c o k l a t k e p u t i h a n a t a u c o k l a t
k e p u c a t a n y a n g berasal dari CL yang sudah tidak ada lagi.

Fungsi ovarium adalah :


i.Sebagai alat reproduksi primer ternak betina karena
s e b a g a i penghasil sel telur atau ovum.

ii.Sebagai penghasil hormone ovarium yang


s a n g a t p e n t i n g dalam pemeliharaan aktivitas kelamin betina.

2).Oviduct
Oviduct adalah saluran reproduksi betina antara ovariumd e n g a n
uterus. Oviduct terdapat sepasang berupa saluran
y a n g berbentuk bulat, kecil, panjang, berkelok-kelok dan berjalan
dario v a r i u m k e b a g i a n s e mp i t d a r i c or n u a u t e r i . Al a t

Page | 7
p e n g g a n t u n g oviduct disebut mesosalphinx yang juga penggantung
uterus.
Fungsi oviduct:
i.Menerima ovarium dari hasil ovulasi ovarium.

i i . M e n e r i m a s p e r ma t o z o a y an g m a s u k d a r i u t er u s .

iii.Tempat terjadinya fertilisasi atau


p e r s e j i w a a n a n t a r a spermatozoa dengan ovum.

iv.Menyalurkan ovum yang telah dibuahi.

v.Pendewasaan spermatozoa sebelum terjadinya fertilisasi.

v i . S e l e k s i s p e r m a t o z o a y a n g t er j a d i d i b a g i a n p e r t e m u a n
a n t a r a u t e r u s d e n g a n o v i d u c t t e p a t ny a d i d a e r a h U T J ( U t er o
Tub a l Junction).

3 ) . U t e r u s
Uterus adalah organ saluran reproduksi ternak
b e t i n a penghubung antara oviduct dengan cervix.Terdiri dari dua
bagian :
i.Bagian badan uterus (corpus uterus) yang
b e r b a t a s a n d e n g a n cervix.
ii.Bagian tanduk uterus (cornua uteri) yang berbatasan
d e n g a n oviduct

Tipe uterus pada sapi yaitu Bipartitis, adalah uterus yang m e mp u ny a i


s a t u c e r v i x , c or p u s t e r l i h a t s a n g a t j e l a s d a n c u k u p panjang, kedua
cornua uteri dipisahkan oleh septum (sekat).
Dinding uterus dibagi menjadi 3 lapisan:
i . P e r i me t r i u m : l a p i s a n t er l u a r d a r i u t er u s
i i . M y o me t r i u m : l a p i s a n d i b a w a h p e r i me t r i u m
iii.Endometrium : lapisan dinding lumen uterus yang terdiri dari epitel

Fungsi uterus adalah :


i.Untuk berlangsungnya kapasitas pada waktu ternak
b e t i n a mengalami birahi.
ii.Cocok bagi pertumbuhan embrio muda karena cairan uterus.
iii.Pada waktu selesai melahirkan, uterus akan
m e m p e r l a n c a r kelahiran.

4 ) . C e r v i x

Page | 8
C e r v i x a d a l a h o rga n k e l a m i n b e t i n a b e r u p a u r a t
d a g i n g spinchter yang berdinding tebal sebagai penghubung antara
uterusdan vagina. Panjang cervix sapi antara 5-10 cm dengan tebal 3-
4,4cm.
Fungsi cervix adalah:
i.Menjaga masuknya jasad renik
ii.Cairan cervix sebagai sarana transportasi
iii.Saluran fetus yang akan lahir
iv.Sekresi cairan lendir birahi kebuntingan

5 ) V ag i n a d a n Ve s t i b u l u m i .
Vag i n a a d a l a h s a l u r a n r e pr o d u k s i b e t i n a y a n g b e r d i n d i n g
t i p i s perpanjangan cervix, mulai dari mulut cervix muka
sampaiketempat sambungan urethra.

6) Vulva dan Clitorisi.


Vulva adalah organ kelamin luar dar i ter nak betina
t e r m a s u k juga clitoris. Pada sapi mempunyai vulva yang terdiri dari
bibir atau labia kanan dan kiri.i i . Vul v a b e r f u n g s i h a ny a s e b a g a i
l u b a n g m a s u k d a n k e l u a r ny a penis dari pejantan pada saat
kopulasi, keluarnya urin danf e t u s . P a d a s a p i , p e n a mp i l a n d a n
l e t a k v u l v a j u g a s a l a h s a t u kriteria penilaian dalam seleksi sesuai
karakteristik bangsanya.i i i . C l i t o r i s t e r l e t a k t e p a t d i s e b e l a h
d a l a m d i t e m p a t p e r t e m u a n bawah bibir vulva berupa tenunan
erectil.

B. Organ Reproduksi Unggas

Page | 9
1. UNGGAS BETINA

a. Ovarium
Ovarium pada unggas dinamakan folikel. Bentuk ovarium seperti buah
anggur dan terletak pada rongga perut berdekatan dengan ginjal kiri dan
bergantung pada ligamentum meso-ovarium. Besar ovarium pada saat ayam
menetas 0.3 g kemudian mencapai panjang 1.5 cm pada ayam betina umur 12
minggu dan mempunyai berat 60 g pada tiga minggu sebelum dewasa kelamin
(Yuwanta, 2004). Ovarium ayam betina biasanya terdiri dari 5-6 folikel yang
sedang berkembang, berwarna kuning besar (yolk) dan sejumlah besar folikel

Page | 10
putih kecil yang menunjukkan sebagai kuning telur yang belum dewasa
(Suprijatna, 2005).
Pada awal perkembangan embrio, terdapat dua ovarium dan dua ovidak.
Bagian sebelah kanan mengalami atrofi sehingga pada saat menetas yang
tinggal hanya ovarium dan ovidak bagian kiri. Sebelum produksi telur ovarium
terisi penuh oleh folikel yang mengandung ova. Beberapa ova cukup besar
sehingga dapat dilihat dengan mata, sedangkan yang lainnya harus
menggunakan mikroskop. Beberapa ribu ova terdapat pada setiap hewan betina.
Saat dewasa ova menjadi kuning telur yang berukuran penuh dan berperan
penting untuk produksi telur selama hewan hidup.
Ayam yang belum dewasa memiliki ovarium dan oviduk kecil yang
belum berkembang sempurna. Pertumbuahan kelenjar telur dirangsang oleh
Follicle Stimulating Hormon (FSH) yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari
anterior. Hormon ini menyebabkan ovarium berkembang dan folikel mengalami
pertumbuhan. Produksi FSH secara normal dirangsang oleh peningkatan
periode pencahayaan. Secara alami, peningkatan FSH disebabkan oleh
pertambahan periode siang hari pada musim semi (Hartanto, 2010).
Ovarium ayam dewasa menskresikan hormon estrogen dan progesteron.
Hormon estrogen menyebabkan terjadinya 1) perkembangan oviduk; 2)
peningkatan kadar kalsium darah, protein, lemak, vitamin dan bahan-bahan lain
yang diperlukan dalam proses pembentukan telur; 3) merangsang peregangan
tulang pulbis untuk mempersiapkan ayam betina dalam proses bertelur
(Suprijatna, 2005).
Hormon progesteron berfungsi sebagai releasing factor di hipotalamus
yang menyebabkan pembesaran Luteinizing hormon (LH) dari pituitari anterior.
LH berfungsi merangsang sel-sel granulosa dan sel-sel techa pada folikel yang
masak untuk memproduksi estrogen. Kadar estrogen yang tinggi menyebabkan
produksi LH semakin tinggi. Tingginya kadar LH menyebabkan terjadinya
proses ovulasi pada folikel yang masak. Ovarium pada ayam dibagi dalam dua

Page | 11
bagian, yaitu cortex pada bagian luar dan medulla pada bagian dalam. Cortex
mengandung folikel yang sedang tumbuh. Jumlah sel telur dapat mencapai
12.000 buah. Ovarium ayam biasanya terdiri dari 5-6 folikel yang sedang
tumbuh, berwarna kuning yolk) dan sejumlah besar folikel putih kecil yang
menunjukkan sebagai folikel yolk yang belum masak (Partodihardjo, 1992).
Ovarium terletak di dalam rongga perut berfungsi untuk memproduksi
ovum dan sebagai penghasil hormon estrogen, progesteron dan inhibin.
Ovarium digantung oleh suatu ligamentum yang disebut mesovarium yang
tersusun atas syaraf-syaraf dan pembuluh darah, berfungsi untuk mensuplai
makanan yang diperlukan oleh ovarium dan sebagai saluran reproduksi.
Ovarium pada preparat praktikum ini berbentuk lonjong bulat.
Unggas yang telah mencapai dewasa, ovariumnya dan ovidaknya
mengalami perubahan-perubahan sekitar selama 11 hari sebelum bertelur
pertama, yaitu kelenjar pituitary anterior memproduksi folikel stimulating
hormone (FSH). Akibatnya, ukuran folikel ovarium bertambah. Ovarium yang
aktif mulai mengahsilkan hormone esterogen, progesterone, testosterone.
Sementara ukuran ovidak bertambah besar sehingga memungkinkan
memproduksi protein albumen, membrane kerabang, kalsium karbonat
kerabang, dan kultikula.
Fungsi ovarium sendiri adalah memproduksi ovum, penghasil hormon
estrogen, progesteron dan inhibin. Pada semua hewan menyusui mempunyai
sepasang ovarium dan mempunyai ukuran yang berbeda-beda tergantung pada
species, umur dan masa (stadium) reproduksi hewan betina. Bentuk ovarium
tergantung pada golongan hewan:
1. Pada golongan hewan yang melahirkan beberapa anak dalam satu
kebuntingan disebut Polytocous, ovariumnya berbentuk seperti buah murbei,
contoh: babi, anjing, kucing

Page | 12
2. Pada golongan hewan yang melahirkan satu anak dalam satu kebuntingan
disebut Monotocous, ovariumnya berbentuk bulat panjang oval, contoh: sapi,
kerbau, sedang pada ovarium kuda bebentuknya seperti ginjal.

Reproduksi, berkaitan dengan sistem pengendalian pada ayam yang


sedang bertelur, yang disebut hierarki folikuler yakni gradasi berat dan ukuran
folikel. Hanya satu folikel yaitu yang terbesar yang menjadi masak dan di
ovulasikan dalam waktu satu hari, segera setelah folikel ini pecah, kemudian
nomor 2 terbesar tumbuh menjadi besar, demikian seterusnya peristiwa tersebut
terjadi berurutan. Rincian permainan hormonal antara ovarium dengan sistem
hipotalamus-hipofiseal unggas semuanya jelas, kecuali kita ketahui benar-benar
ialah bahwa ovarium secara total tergantung pada hormon Gonadotrofik yang
berasal dari pituitari. Telah diketahui bahwa hipotalamus dalam pengendalian
pelapisan LH dan FSH hipofisa. Diakuinya hipotalamus melalui cara
pembedahan, tepatnya pada nuklei praoptik di daerah paraventrikuler, ternyata
dapat menghentikan ovulasi (Nalbandov, 1990).
Ovarium mengandung folikel-folikel yang di dalamnya terdapat masing-
masing satu ovum. Pembentukan dan pertumbuhan folikel ini dipengaruhi oleh
hormon FSH (Folicle stimulating hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar
adenohipofise. Folikel di dalam ovarium terdiri dari beberapa tahap yaitu folikel
primer, terbentuk sejak masih dalam kandungan dan mengandung oogonium
yang dikelilingi oleh satu lapis sel folikuler kecil; folikel sekunder, terbentuk
setelah hewan lahir dan sel folikulernya lebih banyak; folikel tertier, terbentuk
pada saat hewan mencapai dewasa dan mulai mengalami siklus birahi; dan yang
terakhir adalah folikel de Graaf, merupakan folikel terbesar pada ovarium pada
waktu hewan betina menjelang birahi.
Folikel de Graaf inilah yang akan siap diovulasikan (peristiwa keluarnya
ovum dari folikel) dan jumlahnya hanya satu karena sapi merupakan hewan
monotokosa yang menghasilkan satu keturunan setiap kebuntingan. Peristiwa

Page | 13
ovulasi diawali dengan robeknya folikel de Graaf pada bagian stigma
dipengaruhi oleh hormon LH (Luteinizing hormone) yang dihasilkan oleh
kelenjar adenohipifise. LH menyebabkan aliran darah di sekitar folikel
meningkat dan menyebabkan dinding olikel pecah. Bekas tempat ovum yang
baru keluar disebut corpus haemorragicum yang dapat kemasukan darah akibat
meningkatnya aliran darah dan menjadi merah, setelah itu terbentuk corpus
luteum (berwarna coklat) yang akan menghasilkan hormon progesteron untuk
mempertahankan kebuntingan dan menghambat prostaglandin. Sehingga pada
saat bunting tidak terjadi ovulasi karena prostaglandin yang mempengaruhi
hormon estrogen dan FSH. Apabila pembuahan tidak terjadi, corpus luteum
bertambah ukurannya di bawah hormon pituitari anterior yaitu prolaktin dan
dibentuklah hormon progesteron yang menekan birahi yang berkepanjangan dan
memepertahankan kebuntingan (Blakely and Bade, 1998).

b. Infundibulum
Infundibulum terdiri atas corong atau fibria dengan panjang 9 cm yang
berfungsi menerima folikel yolk yang telah diovulasikan. Bagian kalasiferous
merupakan tempat terbentuknya kalaza. Dalam keadaan normal infundibulum
tidak aktif, dan aktif ketika folikel yolk diovulasikan (Suprijatna, 2005).
Panjang infundibulum adalah 9 cm dan fungsi utama infundibulum hanya
menangkap ovum yang masak. Bagian ini sangat tipis dan mensekresikan
sumber protein yang mengelilingi membrane vitelina. Kuning telur berada pada
bagian ini berkisar 15-30 menit. Perbatasan antara infundibulum dan magnum
dinamakan sarang spermatozoa yang merupakan terminal akhir dari lalu lintas
spermatozoa sebelum terjadi pembuahan (Yuwanta, 2004).
Ukuran panjang Infundibulum tergantung level hormone gonadotropin
yang dihasilkan oleh anterior pituitary pars anterior dan estrogen yang
diproduksi oleh ovarium. menyatakan panjang dan berat infundibulum

Page | 14
dipengaruhi oleh pemberian kadar protein dalam pakan selama periode
pertumbuhan (umur 12-20 minggu).
Bobot dan panjang infundibulum dipengaruhi oleh kedewasaan kelamin.
Oviduk merupakan saluran tempat disekresikan albumen, membran kerabang
dan pembentukan kerabang. Oviduk memiliki sistem penyediaan darah yang
baik dan memiliki dinding-dinding otot yang hampir selalu bergerak selama
proses pembentukan telur. Apabila konsumsi protein sama antar perlakuan
maka kerja dari kelenjar hipopise untuk mensekresikan hormone gonadotropin
yaitu FSH (Folicle Stimulating Hormon) dan LH (Luteinizing Hormon) juga
relative sama sehingga pengaruhnya terhadap ovarium juga sama. Suprijatna
(2005), menyatakan bahwa panjang dan berat oviduk dipengaruhi oleh
pemberian kadar protein dalam pakan selama periode pertumbuhan umur 12-20
minggu. Zuprizal (2005), mengemukakan bahwa tanpa adanya hormon dan
enzim jelas tidak akan terjadi pertumbuhan dan kehidupan.

c. Oviduct
Oviduk merupakan sebuah pipa yang panjang dimana yolk lewat dan
bagian telur lainnya disekresikan. Secara normal ukurannya kecil, diameternya
relative kecil tetapi menjelang ovulasi pertama ukuran dan ketebalan
dindingnya bertambah besar. Oviduk pada ayam identik dengan rahim atau
uterus pada mamalia. Rahim pada mamalia merupakan tempat perkembangan
embrio sedangkan oviduk pada ayam merupakan tempat pembentukan telur.
Oviduk juga berfungsi tempat penyimpanan sperma sementara (Hartanto, 2010).
Dinding oviduct selanjutnya tersusun aatas musculus dan epithelium yang
bersifat glandulair, yang member sekresi yang kelak membungkus telur, yakni
albumen sebagai putih telur, membrane tipis di sebelah luar albumen dan
cangkok yang berbahan zat kapur yang dibuat oleh kelenjar disebelah caudal.
Uterus yang sebenarnya belum ada (Jasin, 1984)

Page | 15
Oviduk pada ayam yang belum dewasa berukuran kecil dan meningkat
saat memasuki periode produktif. Ukuran oviduk mengalami perubahan sejalan
dengan aktivitas reproduksi (Suprijatna, 2005). Ukuran oviduk bervariasi
tergantung pada tingkat daur reproduksi setiap spesies unggas. Perubahan
ukuran dipengaruhi oleh tingkat hormon gonadotropin yang disekresikan oleh
pituitari anterior serta produksi hormon estrogen dari ovarium. Oviduk pada
ayam dibagi dalam 5 bagian yaitu infundibulum, magnum, isthmus, uterus dan
vagina (Hartanto, 2010). Perkembangan oviduk sangat dipengaruhi oleh protein.
Protein adalah sebagai komponen penyusun hormone dan enzim (Ganong,
2003).
Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri,
bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing
dan dibagi menjadi beberapa bagian; bagian anterior adalah infundibulum yang
punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang
dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya dapat magnum yang berfungsi
mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang mensekresikan membrane sel
telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland mempunyai fungsi untuk
menghasilkan cangkang kapur.
Oviduk terdapat sepasang dan merupakan saluran penghubung antara
ovarium dan uterus. Pada unggas oviduk hanya satu yang berkembang baik dan
satunya mengalami rudimeter. Bentuknya panjang dan berkelok-kelok yang
merupakan bagian dari ductus Muller. Ujungnya melebar membentuk corong
dengan tepi yang berjumbai (Nalbandov, 1990).
Menurut Blakely (1998), ada lima bagian oviduk yang secara jelas dapat
dibedakan:
1. Fannel atau infindibulum yang berperan dalam penangkapan kunig telur
atau yolk setelah yolk itu diovulasikan.
2. Magnum yang mensekresikan albumen atau putih telur.
3. Isthmus yang mensekresikan membrane cangkang atau kerabang

Page | 16
4. Uterus (kelenjar cangkang) yang mensekresikan cangkang
5. Vagina tempat dimana telur untuk sementara ditahan dan dikeluarkan bila telah
mencapai bentuk sempurna.
Oviduk mempunyai struktur yang kompleks untuk menghasilkan bahan
sekitar 40 g (10 g padat dan 30 g air) dalam waktu sekitar 26 jam. Secara garis
besar terdiri lapisan perotoneal eksternal (serosa), lapisan otot longitudinal luar
dan sirkuler dalam, lapisan jaringan pengikat pembawa pembuluh darah dan
syaraf, serta lapisan mukosa yang melapisi seluruh duktus. Pada ayam muda
mukosa bersifat sederhana tanpa lekukan maupun lipatan. Pada saat mendekati
dewasa kelamin serta mendapat stimulus dari estrogen dan progresteron, maka
oviduk menjadi sangat kompleks dengan terbentuknya ikatan-ikatan primer,
sekunder dan tersier. Pada puncak aktivitas sekresinya, sel-sel menunjukkan
bentuk variasinya dari kolumner tinggi sipleks sampai kolumner transisional
yang memiliki silia. Oviduk unggas tidak dapat membedakan antara ovum
dengan benda-benda asing, sehingga akan tetap mensekresikan albumen,
kerabang lunak dan kerabang keras disekitar benda asing tersebut (Nalbandov,
1990).

d. Magnum
Magnum merupakan bagian yang terpanjang dari oviduk (33 cm).
Magnum tersusun dari galndula tubuler yang sangat sensible. Sintesis dan
sekresi putih telur terjadi di sini. Mukosa dari magnum tersusun dari sel gobelet.
Sel gobelet mensekresikan putih telur kental dan cair. Kuning telur berada di
magnum untuk dibungkus dengan putih telur selama 3.5 jam (Yuwanta, 2004).
Androgen dan progesteron yang kedua-duanya beraksi terhadap magnum
yang berkembang karena estrogen, dapat menyebabkan pertumbuhan granula
albumen dan pelepasan granula ini ke dalam lumen. Setelah pertumbuhan
magnum yang didukung oleh estrogen dan pembentukan granula albumen yang
disebabkan baik androgen ataupun progesteron, satu peristiwa lagi masih

Page | 17
tertinggal yaitu sekresi albumen kedalam lumen. Hal ini biasanya terpicu oleh
adanya benda asing di magnum, apakah itu ovum ataukah benda asing yang
berada dalam magnum.
e. Isthmus
Panjang isthmus dipengaruhi oleh hormon somatotropin dan hormon
tiroksin yang dihasilkan oleh pituitary anterior. Yuanta (1999) menyatakan
bahwa panjang isthmus adalah 10 cm dan telur dan telur berada di bagian ini
berkisar 1 jam sampai 15 menit sampai 1,5 jam. Hasil rerata ini juga sesuai
dengan pendapat Nalbandov (1990) yang menyatakan bahwa panjang isthmus
pada ayam yaitu 10,6 cm. Isthmus mensekresikan membrane atau selaput telur.
Bagian depan yang berdekatan dengaan magnum berwarna putih, sedangkan 4
cm terakhir dari isthmus mengandung banyak pembuluh darah sehingga
memberikan warna merah.

f. Uterus
Uterus disebut juga sebagai glandula kerabang telur. Badan uterus terlihat
lebih kecil dari keadaan sebenarnya. Seperti hal nya organ internal yang
menyerupai tabung, dinding uterin dan suatu lapis membrane mucosa, lapis otot
polos intermediet dan lapis serosa bagian luar. Uterus memiliki panjang kira-
kira 12 cm. Uterus berfungsi sebagai penghasil albumin telur, membentuk kulit
telur dan pigmen telur.
Ukuran panjang uterus tergantung level hormon Gonadotropin yang
dihasilkan oleh anterior pituitary dan estrogen yang diproduksi oleh ovarium.
Panjang uterus pada ayam adalah 10,1 cm (Horhoruw, 2012). Pada bagian ini
terjadi dua fenomena, yaitu dehidrasi putih telur atau (plumping) kemudian
terbentuk kerabang (cangkang) telur. Panjang uterus dipengaruhi oleh hormone
progestron dan hormon androgen yang digunakan untuk sekresi albumen
(Yuanta, 1999). Hormon reproduksi yang meliputi hormon progesteron dan
hormon androgen diproduksi karena pengaruh vitamin E dan mineral dalam

Page | 18
pakan yang diberikan. Hormon masuk ke dalam aliran darah kemudian dibawa
ke jaringan tubuh untuk membantu dan mengatur pertumbuhan.

g. Vagina
Vagina adalah organ kelamin betina denga struktur muskuler yang
terletak di dalam rongga pelvis dorsal dan vesika uniraria dan berfungsi sabagi
alat kopulatoris dan sebagi tempat berlalu bagi fetus. Vagian memiliki
kesanggupan berkembang cukup besarPerkembangan panjang vagina
dipengaruhi oleh hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. Yuanta (1999)
menyatakan bahwa panjang vagina adalah 10 cm, telur melewati vagina begitu
cepat yaitu sekitar tiga menit, kemudian dikeluarkan (Oviposition) dan 30 menit
setelah peneluran akan kembali terjadi ovulasi. Menurut Sidadolog (2001),
panjang vagina pada ayam adalah 6,9 cm Bagian ini hampir tidak ada sekresi di
dalam pembentukan telur, kecuali pembentukan kutikula. Telur melewati vagina
dengan cepat, yaitu sekitar 3 menit, kemudian di keluarkan (oviposition) dan 30
menit setelah peneluran akan kembali terjadi ovulasi.

h. Kloaka
Kloaka merupakan muara dari tiga saluaran yaitu saluran pencernaan,
ekskresi dan reproduksi. Kloaka merupakan bagian ujung luar dari oviduck
tempat dikeluarkannya telur. Total waktu yang diperlukan untuk pembetukan
sebutir telur adalah 25-26 jam. Proses pengeluaran telur ini diatur oleh
hormone oksitosin dari pituitaria bagian belakang (pituitaria pars posterior).

Page | 19
2. Organ Reproduksi unggas Jantan

Sistem reproduksi unggas jantan terdiri dari dua testis bentuknya elips dan
berwarna terang, dan menghasilkan sperma yang masing-masing mempunyai
sebuah saluran sperma yang bernama vas defferens serta sebuah kloaka yang
menjadi muara dari sistem reproduksi tersebut. Alat reproduksi unggas jantan
terdiri atas alat kelamin pokok dan alat kelamin pelengkap. Alat kelamin pokok
adalah organ yang langsung membentuk spermatozoa yaitu testis. Alat kelamin
pelengkap terdiri atas saluran yang menuju kloaka yaitu epididymis, vas
defferens, dan papillae.

Testis pada unggas berbentuk bulat seperti kacang, terletak ventral dari lobus
anterior ginjal. Ukuran testis tidak selalu konstan, karena menjadi besar pada
saat musim kawin. Bagian kiri sering lebih besar dari bagian kanan. Pinggir
medial testis sedikit konkaf dan mempunyai penjuluran kecil pipih yang
dianggap sama seperti epididimis pada mammalia. Dari situlah keluar saluran
vas defferens yang secara bergelombang-gelombang lateral terhadap ureter
masuk ke dalam kloaka.

Page | 20
Unggas jantan berbeda dari ternak piaraan lainnya, karena testis tidak
turun dalam skrotum tetapi tetap dalam rongga badan. Testis menghasilkan
sperma untuk membuahi telur yang berasal dari hewan betina. yang berbentuk
bulat kacang tersebut besarnya berbeda-beda menurut umur dan besar
unggas. Permukaan diselaputi oleh suatu jaringan fibrosa yang kuat yang
diteruskan kedalam membentuk kerangka penunjang tenunan .

Masing-masing vas defferens menuju papilae yang berfungsi sebagai organ


cadangan yang mengalami rudimenter. Papilae ini terletak di bagian tengah dari
kloaka .

Testis

Testis berjumlah sepasang terletak pada bagian atas di abdominal kearah


punggung pada bagian anterior akhir dari ginjal dan berwarna kuning terang.
Berbeda dengan hewan lainnya, testis unggas tidak terletak di dalam
skrotum (Nesheim et al., 1979). Fungsi testis menghasilkan hormon kelamin
jantan disebut androgen dan sel gamet jantan disebut sperma (Nalbandov,
1990). Berat dari pasangan sekitar 14 gram, dan masing masing memiliki
berat 7 gram.

Testis ayam jantan terletak di rongga badan dekat tulang belakang, melekat pada
bagian dorsal dari rongga abdomen dan dibatasi oleh ligamentum mesorchium,
berdekatan denganaorta dan vena cavar, atau di belakang paru-paru bagian
depan dari ginjal. Meskipun dekat dengan rongga udara, temperatur testis selalu
410 C sampai 43O C karena spermatogenesis (pembentukan sperma) akan
terjadi pada temperatur tersebut.

Epididimis

Epididimis berjumlah sepasang dan terletak pada bagian sebelah dorsal testis .
Epididimis berfungsi sebagai jalannya cairan sperma ke arah kaudal menuju
cauda Epididymis .

Duktus deferens

Jumlahnya sepasang, pada ayam jantan muda kelihatan lurus dan pada
ayam jantan tua tampak berkelok-kelok. Letak ke arah kaudal, menyilang ureter
dan bermuara pada kloaka sebelah lateral urodeum.

Saluran deferens dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian atas yang merupakan
muara sperma dari testis, serta bagian bawah yang merupakan perpanjangan
dari saluran epididimis yang disebut saluran deferens. Saluran deferens ini

Page | 21
akhirnya bermuara di kloaka pada daerah proktodeum yang berseberangan
dengan urodium dan koprodeum. Di dalam saluran deferens, sperma mengalami
pemasakan dan penyimpanan sebelum diejakulasikan. Pemasakan dan
penyimpanan sperma terjadi pada 65% bagian distal saluran deferens.

Organ kopulasi

Pada unggas duktus deferens berakhir pada suatu lubang papila kecil yang
terletak pada dinding dorsal kloaka. Papila kecil ini merupakan rudimeter dari
organ kopulasi. Alat kopulasi pada ayam berupa papila (penis) yang mengalami
rudimenter, kecuali pada itik berbentuk spiral yang panjangnya 12 sampai 18
cm. Pada papila ini juga diproduksi cairan transparan yang bercampur dengan
sperma saat terjadinya kopulasi.

Mekanisme Spermatogenesis

Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma yang terjadi di


epitelium (tubuli) seminiferi di bawah kontrol hormon gonadotropin dan
hipofisis (pituitaria bagian depan). Tubuli seminiferi ini terdiri atas sel sertoli
dan sel germinalis. Spermatogenesis terjadi dalam tiga fase, yaitu fase
spermatogenial, fase meiosis, dan fase spermiogenesis yang membutuhkan
waktu 13 14 hari.

Pembentukan Sperma (Spermatogenesis)

Hampir semua spesies hewan tingkat tinggi terutama mamalia mempunyai


proses spermatogenesis yang hampir sama, dalam pembahasan ini akan di
jelaskan mengenai proses spermatogenesis pada manusia. Berikut adalah proses
pembentukan dari sperma itu sendiri.

Spermatogenesis terjadi di testis. Didalam testis terdapat tubulus seminiferus.


Dinding tubulus seminiferus terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat, pada
jaringan epithelium terdapat sel sel spermatogonia dan sel sertoli yang
berfungsi memberi nutrisi pada spermatozoa. Selain itu pada tubulus
seminiferus terdapat pula sel leydig yang mensekresikan hormon testosterone
yang berperan pada proses spermatogenesis.

Pada masa pubertas, spermatogonia membelah diri secara mitosis sehingga


menghasilkan lebih banyak spermatogonia. Pada manusia,spermatogonia
mengandung 23 pasang kromosom atau 46 kromosom (diploid). Beberapa
spermatogonia membelah diri kembali, sedangkan lainnya berkembang menjadi
spermatosit primer yang juga mengandung kromosom sebanyak
46 kromosom. Selsel spermatosit primer tersebut kemudian membelah secara

Page | 22
meiosis menjadi dua spermatosit sekunder yang jumlah kromosomnya menjadi
setengahnya (23 kromosom haploid). Selanjutnya spermatosit sekunder
membelah lagi secara meiosis menjadi empat spermatid. Jadi, spermatosit
primer mengalami pembelahan meiosis I yang menghasilkan dua spermatosit
sekunder. Selama pembelahan meiosis II, kedua spermatosit sekunder
membelah lagi menghasilkan empat spermatid. Selanjutnya spermatid
berdiferensi menjadi sel kelamin dewasa(masak) yang disebut spermatozoa atau
sperma. Ini juga memiliki
23 kromosom (haploid). Pada manusia proses spermatogenesis berlangsung
setiap hari. Siklus spermatogenesis berlangsung ratarata 74 hari. Artinya,
perkembangan sel spermatogonia menjadi spermatozoa matang memerlukan
waktu ratarata 74 hari. Sementara itu pemasakan spermatosit menjadi
sperma memerlukan waktu dua hari. proses pemasakan spermatosit
menjadi sperma dinamakan spermatogenesis dan terjadi didalam epidemis.

Sperma dewasa terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, bagian tengah dan ekor
(flagelata). Kepala sperma mengandung nucleus. Bagian ujung kepala ini
mengandung akrosom yang menghasilkan enzim yang berfungsi untuk
menembus lapisan lapisan sel telur pada waktu fertilisasi. Bagian tengah
sperma mengandung mitokondria yang menghasilkan ATP sebagai sumber
energy untuk pergerakan sperma. Ekor sperma berfungsi sebagai alat
gerak.

Page | 23
PENUTUP
KESIMPULAN

1. Organ reproduksi ternak jantan meliputi organ reproduksi primer, organ


reproduksi sekunder, dan organ reproduksi tambahan atau aksesoris.
2. Organ reproduksi primer terdiri dari testis; Organ reproduksi sekunder terdiri
dari epididimis, vas defferens/ductus efferent, skrotum, penis; organ reproduksi
tambahan/aksesoris terdiri dari vesicula urinaria, kelenjar prostata, kelenjar
cowper/bulbo uretralis.
3. Testes pada hewan jantan berebentuk lonjong dan berwarna putih pucat
sampai kekuningan. Untuk sapi Bali yang normal panjang dan diameter
testesnya mencapai 10 cm, sedangkan ukuran testes pada sapi Brahman normal
lebih besar dimana panjangnya 14 cm dan berdiameter 18 cm. Testes berfungsi
sebagai penghasil sperma dan hormon kelamin jantan (testosterone)
4. Vas deferens memiliki warna putih kekuningan sampai krem, akibat
pembuluh darah terkadang vas deferens terlihat berwarna kemerah-merahan.
Sapi bali yang normal saluran vas deferensnya memiliki panjang 12 cm dengan
diameter 1 cm. Untuk sapi Brahman normal panjang 21 cm dan diameter 0,5
cm. Sedangkan untuk sapi Brahman abnormal panjang vas deferens mencapai
23 cm dengan diameter 0,5 cm. Berfungsi untuk menyalurkan semen dari
epididymis menuju ke ampula pada saat terjadi ejakulasi.
5. Scrotum merupakan lapisan terluar dari testes atau biasa disebut sebagai
pembungkus testes yang memiliki struktur kulit yang tipis serta banyak
mengandung kelenjar keringat sehingga dapat berfungsi untuk melindungi testes
serta mempertahankan suhu testes.

Page | 24