Anda di halaman 1dari 21

USULAN PROGAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGAM

MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI KERING MENJADI BATU BATA UNTUK


MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT

BIDANG KEGIATAN :

PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Di usulkan oleh :

Prihatono Dwimayoga 21100113140077 (2013)

Alif Irsyad Yudho P 21100113140113 (2013)

Taufiqurrahman 21100113130116 (2013)

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2013

1
PENGESAHAN PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

1. Judul Kegiatan :Memanfaatkan Kotoran Sapi Menjadi Batu


Bata Untuk Meningkatkan Perekonomian
Masyarakat.
2. Bidang Kegiatan : PKM-M
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Prihatono Dwimayoga
b. Nim : 21100113140077
c. Jurusan : Teknik Geologi
d. Universitas : Universitas Diponegoro
e. Alamat Rumah dan No.Telp : Jalan. Kepodang barat IV C-42, Pudak payung,
Semarang dan 085867577721
f. Alamat Email : yogageologi@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap Dan Gelar :Ir.Wahju Krisna, M.T
b. NIDN :0019038602
c. Alamat Rumah Dan No.Telp :082137151599
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti :
b. Sumber Lain :
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan
Semarang, 18 Oktober 2013
Menyetujui,
Pembantu Dekan atau
Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Ketua Pelaksana Kegiatan

( Prof.Dr.Ir. Abdullah, MSc.) ( Prihatono Dwimayoga )


NIP. 195907221987031 003 NIM. 21100113140077

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping

( Drs. Warsito, SU ) ( Ir.Wahju Krisna, M.T )


NIP. 19540202 198103 1 014 NIP.

DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................................................1

2
Halaman Pengesahan...........................................................................................................2
Daftar Isi..............................................................................................................................3
Ringkasan ...........................................................................................................................4
BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................................5
1.1 Latar Belakang Masalah ...............................................................................................5
1.2 Rumusan Masalah .........................................................................................................5
1.3 Tujuan Program ............................................................................................................5
1.4 Luaran Yang Diharapkan...............................................................................................6
1.5 Kegunaan Program .......................................................................................................6

BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN............................................7

2.1 Gambaran Umum Tentang Masayarakat.......................................................................7

2.2 Uraian Permasalahan Masyarakat Sasaran....................................................................10

2.3 Kondisi Perekonomian Masyarakat Sasaran.................................................................11

2.4 Gambaran Umum Sosialisasi Yang Ditawarkan............................................................12

BAB 3 METODE PELAKSANAAN..................................................................................14

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN......................................................................16

4.1 Anggaran Biaya.............................................................................................................16

4.2 Jadwal Kegiatan.............................................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................18

LAMPIRAN BIODATA KETUA DAN ANGGOTA..........................................................19

RINGKASAN

3
Pada zaman sekarang kesuksesan bukan hanya didukung oleh latar belakang pendidikan
seseorang, pekerjaan yang dimiliki ataupun berbagai usaha yang ditekuni, tapi kesuksesan juga
dapat didukung oleh kemampuan seseorang untuk berkreasi. Oleh karena itu dicanangkanlah
kegiatan Progam Kreativitas Mahasiswa yang bertujuan memupuk rasa kreativitas. daya cipta
untuk mendukung memperbaiki berbagai system dan kemajuan yang sudah ada.
Program Kreativitas Mahasiswa yang dipilih adalah PKM-M yang memiliki focus sebagai
pengabdian untuk masyarakat. PKM yang mengambil ide pemanfaatan kotoran sapi sebagai
bahan baku batu bata, dilatar belakangi oleh banyaknya kotoran sapi di daerah daerah pedesaan,
dimana sebagian besar masyarakatnya tidak mengetahui bahwa kotoran sapi dapat diproses
menjadi sesuatu yang memiliki nilai fungsi yang tinggi. Selain itu berdasarkan penelitian tekstur
yang dimiliki oleh kotoran sapi dapat menggantikan bahan baku untuk membuat batu bata
sehingga tidak dibutuhkan biaya yang tinggi bagi masyarakat desa untuk memenuhi kebutuhan
membangun, misalnya rumah, sekolah, puskesmas dan bangunan lainnya yang bertujuan untuk
memfasilitasi kehidupan masyarakat pedesaan.
Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat ini tentunya diharapkan agar dapat
membantu masyarakat pedesaan, khususnya Desa Kenteng dimana daerah ini cenderung
tertinggal dibandingkan dengan daerah yang lain. Maksud dilaksanakannya PKM-M ini adalah
sebagai pemacu untuk membangun desa agar menjadi lebih baik dengan sarana yang layak dan
mencukupi. Dengan PKM-M ini segala usaha pembanngunan desa diharapkan menjadi lebih
mudah dan tidak ada kendala biaya yang pada akhirnya berdampak pada kemajuan dan kehidupan
masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Setelah berhasil membangun desa, tujuan berikutnya
adalah agar proses produksi batu bata ini dapat dilakukan secara kolektif dan simultan agar Desa
Kenteng dapat dijadikan produsen batu bata bagi wilayah wilayah sekitarnya, alasan mengapa
produksi disarankan dilakukan secara kolektif adalah agar terjadi keseimbangan dan kemudahan
dalam proses produksi dan pemasarannya, agar semakin banyak pula warga yang dapat
merasakan manfaatnya.
Metode pendekatan yang dilakukan untuk melakukan PKM-M ini adalah Participatory Rural
Appraisal dimana metode ini menitik beratkan pada kemampuan dan karakteristik masyarakat
maupun pedesaannya. Metode ini menjadi sangat cocok mengingat PKM-M ini harus banyak
menyesuaikan dengan potensi dan kebutuhan dari masyarakat dan pedesaannya agar rencana dan
prosesnya dapat berjalan seiringan dan tujuan dapat dicapai. Metode pendekatan ini akan
dilakukan dengan survey di Desa Kenteng selama beberapa hari untuk dapat mengetahui aktivitas
masyarakat, sumber mata pencaharian, sumber daya alam, keadaan lingkungan sekitar yang
ditinjau secara geografis maupun suhu atau keadaan lainnya, kesulitan yang dihadapi untuk
membangun desa, dan masih banyak siklus siklus yang harus dipelajari dan akhirnya didapat
kesimpulan bahwa PKM-M ini layak diterapkan di Desa Kenteng.
Sasaran dari PKM-M ini tentu saja warga Desa Kenteng sendiri, sehingga untuk memenuhi
tujuan maka mereka akan diinformasikan mengenai proses, kegunaan, dan rencana yang akan
datang mengenai pengolahan kotoran sapi menjadi batu bata. Sasaran lainnya adalah agar dapat
membuka wawasan bagi setiap orang bahwa masih banyak hal yang terkesan sudah tidak berguna
namun ternyata jika dieksplorasi lebih jauh dapat menciptakan hal yang berguna dan berdaya jual
tinggi. Untuk para mahasiswa, PKM-M ini ditujukan agar dapat membangkitkan kesadaran bahwa
mahasiswa memiliki potensi dan peran besar untuk dapat memajukan kesejahteraan suatu
wilayah, khususnya daerah yang tertinggal. Karena di Indonesia sudah banyak daerah yang
terisolasi dan tidak mengalami kemajuan karena tidak mempunyai kesempatan dan tidak
mendapatkan fasilitas dari pemerintah.

BAB 1 PENDAHULUAN

4
1.1 Latar Belakang Masalah
Berternak sapi secara umum memang banyak memberikan keuntungan kepada
para peternaknya. Selain keuntungan ekonomis dari kenaikan berat sapi juga di
dapatkan keuntungan lainnya berupa limbah peternakan. Selama ini, limbah
peternakan sapi hanya dimanfaatkan sebagai pupuk.
Sebenarnya limbah peternakan sapi dapat di jadikan sebagai bahan baku
pembuatan batu bata untuk bahan bangunan. Ini adalah proyek penelitian yang
dilakukan oleh Syammahfuz Chazali, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gadjah
Mada (UGM), Yogyakartabersama enam orang mahasiswa prasetiya mulya business
school dan menyabet juara pertama kompetisi business plan tingkat dunia bertajuk
Global Social Venture Competition (GSVC) 2009 yang berlangsung 23-25 april
2009 di University of California, Berkeley, Amerika Serikat.
Namun masih banyak masyarakat yang belum tahu akan inovasi tersebut.
Karena itu kami bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat sekaligus
membantu dalam sector perekonomian masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang dapat di ambil dari uraian latar belakang diatas
sebagai berikut :
Bagaimana cara membuat kotoran sapi kering menjadi batu bata?
Apa kelebihan batu bata yang terbuat dari kotoran sapi kering?
Apa dampak positif dan negative dari inovasi tersebut terhadap masyarakat?

1.3 Tujuan Progam


1. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang pemanfaatan kotoran sapi
kering yang bisa di manfaatkan menjadi batu bata untuk bahan bangunan.
2. Mendalamimanfaat kotoran sapikering yang bisa untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat.
3. Untuk memanfaatkan limbah peternakan yang berupa kotoran sapi kering.

1.4 Luaran Yang Diharapkan


Adapun luaran yang diharapkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa
Pengabdian Masyarakat adalah agar dapat membantu perekonomian masyarakat dan
berharap dapat diterima di masyarakat sebagai panduan untuk meningkatkan ekonomi
masyarakat sekitar.

1.5 Kegunaan Program


1. Untuk melatih jiwa kewirausahaan mahasiswa dengan memanfaatkan situasi yang
ada.

5
2. Untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat kotoran sapi.
3. Untuk mengurangi limbah peternakan yang disebabkan kotoran sapi.

BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

2.1 Gambaran Umum Tentang Masyarakat Sasaran


Desa Kenteng yang berada sekitar 43 Km arah selatan dari ibukota Kabupaten
Semarang memiliki aksesibilitas baik, mudah dijangkau dan terhubung dengan
daerah-daerah lain di sekitarnya oleh jalur transportasi jalan raya. Wilayah Desa
Kenteng merupakan salah satu desa pinggiran dari arah kabupaten Semarang. Dilihat
dari topografi, ketinggian wilayah Kenteng berada pada 765 m ketinggian dari
permukaan air laut dengan curah hujan rata-rata 2000 - 3000 mm/tahun, serta suhu
rata-rata per tahun adalah 23-29 C.
Desa Kenteng disebelah utara dilalui Sungai Kalongan yang merupakan
perbatasan Desa Kemetul Kecamatan Susukan. Keberadaan sungai dengan air yang

6
mengalir sepanjang tahun di Desa Kenteng tersebut membantu dalam menjaga kondisi
permukaan air tanah.
Secara adiministrasi Desa Kenteng terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten
Semarang dengan batas sebelah utara yaitu Desa Kemetul, sebelah selatan yaitu Desa
Duren Kecamatan Tengaran, dan sebelah barat yaitu Cukil Kecamatan Tengaran, serta
sebelah timur dengan Desa Koripan. Wilayah Desa Kenteng terdiri dari 7 Dusun, 7
RW, dan 30 RT yaitu: KRAJAN 1 RW 6 RT, SUKOREJO 1 RW 4 RT, TEGALSARI 1
RW 4 RT, NITEN 1 RW 4 RT, TALOK 1 RW 5 RT, KRAGOAN 1 RW 4 RT,
DALAMAN 1 RW 4 RT.

Desa Kenteng merupakan bagian dari wilayah Pemerintah Kecamatan Susukan


Kabupaten Semarang yang terletak di pinggir utara dengan luas wilayah 482.545 ha
dengan kondisi tanah perbukitan.

Jumlah Penduduk

1.Berdasarkan jenis kelamin : 4.458 Jiwa

a. Laki-laki : 2.293 Jiwa

b. Perempuan : 2.165 Jiwa

c. RTM : 336 KK

2. Jumlah Penduduk berdasarkan usia: 886 Jiwa

a. Usia 0 14 Tahun : 2454 Jiwa

b. Usia 15 - Usia 15-49 Tahun : 1.118 Jiwa

c. Usia 50 Tahun Ke Atas : 4.458 Jiwa

d. Jumlah Kepala Keluarga : 1.264 KK

3. Pekerjaan Penduduk

a.Pegawai Negeri : 42 Orang

7
b. Swasta : 178 Orang
c.Petani punya sawah : 1.149 Orang
d. Buruh Tani : 571 Orang
e.Buruh bangunan : 178 Orang
f. Pedagang : 205 Orang
g. Lain-lain : 186 Orang

4. Tingkat Pendidikan

a.Tidak Tamat SD / Tidak Sekolah : 62 Orang


b. Tamat SD : 1.602 Orang
c.Tamat SLTP : 1.401 Orang
d. Tamat SLTA : 493 Orang
e.Tamat D 1, 2, 3 : 28 Orang
f. Tamat Sarjana : 42 Orang
g. Pendapatan Perkapita : 10.000/Hari
h. Jumlah Kelompok Ekonomi : 7 Kelompok

5. Potensi Desa :

a. Adanya Home Industri antara lain :


Gula Jawa hampir disetiap dusun
Keripik Pisang
Kerupuk Bawang
Pembuatan Tempe
Kripik Tempe
Gelek
Kacang Asangan
Kue Pia
b. Lahan Pertanian
c. Adanya Sarana Pendidikan tingkat menengah
6. Pelaku PNPM - MD Tingkat Desa : Kenteng

a. Kepala Desa : H. Sudarsono


b. Ketua BPD : Darmadi
c. Ketua LKMD : H. Sudjak Ahmadi
d. Ketua TPK : Giyanto, S.Ag
e. Sekkretaris TPK : Nur Habib, S.Kom
f. Bendahara TPK : Esti Robiah
g. KPMD Laki - laki : Nuryanto, S.PdI
h. KPMD Perempuan : Purwaningsih

8
i. Tim Pemelihara Prasarana : M. Mujib

7. Sumber Daya Alam

Desa Kenteng mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari


pertanian, perikanan, peternakan, serta potensi desa spt gula jawa, kripik
pisang, krupuk bawang, kripik tempe, kue pia dan masih banyak home industri
yang lain. Wilayah Desa Kenteng secara umum mempunyai ciri fisik
penggunaan lahan berupa lahan pertanian, terutama padi, Penjualan hasil
pertanian biasanya melalui tengkulak, tetapi ada juga patani yang menjual
langsung kepada konsumen di pasar. Sektor pertanian berperan cukup besar
dalam pembangunan suatu daerah, baik peran langsung terhadap pembentukan
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Semarang, penyediaan
lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, dan penciptaan ketahanan
pangan, maupun peran tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang
kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan
subsektor dan sektor lain.

Selain pertanian, Desa Kenteng juga memiliki potensi di sektor


perikanan, perternakan, dan pertukangan. Di samping itu juga adanya
pengelolaan pupuk organik yang akan mendorong tumbuh kembangnya
industri pupuk organik secara menyeluruh yang diharapkan dapat
menggerakkan kegiatan perekonomian masyarakat, memperluas dan
memeratakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, mendukung perolehan Pendapatan
Asli Desa Kenteng secara optimal, serta membawa citra Desa di mata
masyarakat di luar Desa Kenteng.

8. Karakteristik Desa

Perspektif budaya masyarakat di Desa Kenteng masih sangat kental


dengan budaya Jawa. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di
Kabupaten Semarang masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat
kebudayaan Jawa yang tercermin dari keberadaan Keraton Kasultanan maupun
Pakualaman yang ada di Yogyakarta. Dari latar belakang budaya, kita bisa

9
melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan
masyarakat. Di dalam hubungan masyarakat di Desa Kenteng sebagian
masyarakat sangat kental dengan tradisi budaya Jawa seperti
kenduri/kondangan yang sering dilaksanakan untuk memperingati hari-hari
besar maupun peringatan-peringatan lainnya. Desa Kenteng memiliki kegiatan
tradisional yang sudah menjadi kegiatan rutin dan sudah menjadi agenda dari
pemerintah Desa Kenteng yaitu Kegiatan Upacara Adat yang dikenal dengan
istilah merti deso

2.2 Uraian Permasalahan Masyarakat Sasaran

Masalah di Bidang Kesehatan :

a. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan


b. Banyaknya rumah warga yang belum masuk dalam kategori rumah sehat
c. Banyaknya masyarakat yang belum memenuhi kriteria empat sehat lima
sempurna
d. Budaya masyarakat yang belum berprilaku hidup sehat

penyebab masalah di bidang kesehatan, karena kurangnya tenaga medis dan


sosialisasi. Ini di buktikan dari Fasilitas Kesehatan yang ada di desa kenteng :

a. Posyandu : 1 Unit
b. Polindes : - Unit
c. Poli Klinik : - Unit
d. Puskesmas Pembantu : 1 Unit

Masalah di Bidang Pendidikan :

a. Kurangnya sarana dan prasarana yang memadahi


b. Banyak masyarakat yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi
c. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan
d. Masih adanya anak yang putus sekolah

10
penyebab masalah di bidang pendidikan, karena kurangnya sekolah di desa
kenteng. Ini dibuktikan dari Fasilitas Pendidikan yang ada di desa kenteng:

a. Tamak Kanak-kanak : 3 Unit


b. SD / MI : 4 Unit
c. SMP / MTs : 1 Unit
masalah jalanan akses ke desa kenteng tersebut, masih kurang memadai dan ini
dibuktikan dari Kondisi sarana / prasarana Desa saat ini
a. Jalan Tanah : 4.6 km
b. Jalan Keras : 8.8 km
c. Beton : 8 km
d. Jalan Aspal : 16.6 km
e. Lain lain (.) : - km
2.3KONDISI PEREKONOMIAN MASYARAKAT SASARAN

Struktur perekonomian Desa Kenteng terbagi menjadi beberapa sektor. Sektor


utama adalah sektor pertanian termasuk di dalamnya perikanan dan peternakan. Untuk
sektor perikanan didominasi di dusun yang berada di dataran rendah yaitu Dusun
Krajan, Dusun Sukorejo, dan Dusun Tegalsari dengan produk unggulan berupa
Perikanan Lele. Sektor peternakan terdiri dari peternakan sapi, kerbau, kambing,
bebek/itik/Puyuh, dan ayam potong. Data mengenai potensi sektor peternakan Desa
Kenteng secara rinci dapat dilihat dalam tabel berikut:

Jenis ternak Jumlah kandang Jumlah ekor


Sapi 152 2 354
Kerbau 22 2 44
Kambing 160 3 480
Puyuh 1 5.000 5.000
Bebek/ itik 6 75 450
Ayam potong 11 7.500 80.500
Ayam kampung 1.451 7 10.157
Dari tabel di atas terlihat bahwa ayam merupakan hewan ternak yang paling
banyak, hal ini disebabkan karena beternak ayam modalnya lebih terjangkau oleh
masyarakat dari pada ternak-ternak yang lain. Selain itu, hampir di setiap keluarga
mempunyai ayam karena harga ayam yang terjangkau dan pemeliharanya mudah dan
murah.

11
Potensi sektor kehutanan Desa Kenteng adalah pada jenis tanaman kayu jati,
dan tanaman pohon Sengon yang tersebar diseluruh Desa Kenteng baik yang ditanam
secara kelompok maupun ditanam sendiri oleh warga masyarakat.

Potensi sektor perkebunan di Desa Kenteng yang paling banyak berupa


tanaman Kopi, Cengkeh, Kelapa, dan Pisang yang hampir semua warga masyarakat
Desa Kenteng memiliki tanaman tersebut.

2.4 Gambaran Umum Sosialisasi yang Ditawarkan

PKM-M ini tentu saja akan bersosialisasi kepada warga Desa Kenteng, untuk
memenuhi tujuan maka mereka akan diinformasikan mengenai proses, kegunaan, dan
rencana yang akan datang mengenai pengolahan kotoran sapi menjadi batu bata. Sasaran
lainnya adalah agar dapat membuka wawasan bagi setiap orang bahwa masih banyak hal
yang terkesan sudah tidak berguna namun ternyata jika dieksplorasi lebih jauh dapat
menciptakan hal yang berguna dan berdaya jual tinggi. Untuk para mahasiswa, PKM-M
ini ditujukan agar dapat membangkitkan kesadaran bahwa mahasiswa memiliki potensi
dan peran besar untuk dapat memajukan kesejahteraan suatu wilayah, khususnya daerah
yang tertinggal. Karena di Indonesia sudah banyak daerah yang terisolasi dan tidak
mengalami kemajuan karena tidak mempunyai kesempatan dan tidak mendapatkan
fasilitas dari pemerintah.

12
BAB 3 METODE PELAKSANAAN

Metode Pelaksanaan Berdasarkan pada tujuan pengabdian masyarakat ini, yaitu Desa
Kenteng, maka metode yang paling pas digunakan untuk melakukan pendekatan dan
pelaksaaan kegiatan PKM ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dalam
bahasa Indonesia adalah Pemahan Partisipatif Kondisi Pedesaan. Metode ini dipilih
berdasarkan karakteristik yang dimiliki, metode ini mempunyai ciri yaitu bersifat
partisipatif dan sumber informasi didapat dari kemampuan masyarakat setempat dan
perilaku serta kemampuan yang terdapat di lingkungan setempat. Metode PRA
dilaksanakan dengan menitikberatkan peran dan komunikasi antar masyarakat di
pedesaan, dan menyediakan fasilitator yang dianggap menguasai metode penyelesaian
masalah yan sedang dihadapi. Tujuan dari dipilihnya metode PRA adalah agar terjadi
komunikasi 2 arah sehingga suatu program dapat tercapai dengan baik dan tepat guna
khususnya bagi masyarakat pedesaan.
Harapan dari dipilihnya metode ini adalah agar tercapainya tujuan program dan dapat
bertahan dalam jangka waktu yang lama karena sesuai dengan tujuan utamanya yaitu
pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan pengamatan yang bertahap dan
intens agar dapat mengetahui pola tingkah laku dan kedinamisan dari masyarakat
pedesaan agar perencanaan dapat dijalankan dengan baik. Namun metode ini memiliki
beberapa kelemahan, yaitu akibat terlalu banyak bekerja di lapangan, akhirnya akan
ditemukan fakta fakta yang diluar hipotesa awal dan menyebabkan banyak perubahan
yang terjadi, belum lagi segala penelitian dan proses pendekatan memiliki target waktu
yang harus dipatuhi, selain itu karena kegiatan dilakukan dengan intens maka akan timbul
kesan monoton dalam pelaksanaan kegiatan.
Tahapan pekerjaan yang akan dilakukan tentunya adalah mengadakan survey terhadap
ketersediaan bahan baku, khususnya kotoran sapi di Desa Kenteng. Selanjutnya
mengadakan survey terhadap harga bahan bahan baku untuk membuat batu bata,
kemudian akan dilakukan proses uji coba untuk menentukan komposisi bahan bahan baku
tersebut agar didapat hasil batu bata yang memiliki nilai fungsi yang tinggi dan juga
ekonomis. Selanjutnya akan dirancang anggaran yang diperlukan dan harga yang akan

13
dipatok untuk penjualan batu bata tesebut. Selain harga, dapat pula ditentukan pangsa
pasar yang dituju, proses packaging dan distribusi karena mahasiswa dituntut untuk dapat
menjadi fasilitator bagi masyarakat dalam PKM-M ini. Setelah berhasil memproduksi
batu bata dan jika penawaran terlihat meningkat maka langkah selanjutnya adalah
memberikan pengarahan untuk membangun usaha yang baik dan yang dapat bertahan
lama kepada para masyarakat desa. Inovasi inovasi yang dibekali oleh pengetahuan
bagaimana memproses kotoran sapi menjadi batu bata juga tetap dibutuhkan dan
dihatapkan dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan kebutuhan di masa yang akan
datang.

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

14
4.1 Anggaran Biaya

No. Jenis Pengeluaran Jumlah Harga satuan Biaya


1. Peralatan penunjang
a. Sekop 10 buah Rp. 250.000,- Rp. 2.500.000,-
b. Cangkul 10 buah Rp. 60.000,- Rp. 600.000,-
c. Ember 10 buah Rp. 10.000,- Rp. 100.000,-
d. Cetakan 5 buah Rp. 30.000,- Rp. 150.000,-
e. Pompa air Rp. 500.000,-

Sub Total Rp. 3.850.000,-

2. Bahan habis pakai 1 bulan


a. Air dan listrik Rp. 300.000,- Rp.300.000,-
b. tanah
Sub Total 1 Bulan Rp. 1.500.000,-
Sub Total Produksi selama 5 Bulan
3. Perjalanan
A. Tim PKM 3 orang Rp. 150.000,- Rp. 450.000,-
Sub Total Rp. 450.000,-
4. Lain-lain
a. Penggandaan
laporan 5 kali Rp. 20.000,- Rp. 100.000,-
b. Kertas A4 1 rim Rp. 50.000,- Rp. 50.000,-
c. Dokumentasi 1 paket Rp. 100.000,- Rp. 100.000,-
d. Pemasaran 4 kali Rp. 50.000,- Rp. 200.000,-
Sub Total Rp. 450.000,-
Total Rp. 6.250.000,-

4.2 Jadwal Kegiatan

Bulan ke-
Kegiatan
1 2 3 4 5
Persiapan dan survey lapangan
Pembelian bahan baku

15
Proses produksi dan pemasaran
Promosi dan penyebaran angket
Analisis dan pengembangan pemasaran
Penyusunan laporan akhir

DAFTAR PUSTAKA

16
Lampiran Biodata Ketua Dan Anggota
A. Identitas Diri Ketua

1 Nama Lengkap Rara Pratiwi


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Progam Studi S-1 Teknik Industri
4 Nim 21070113140112
5 Tempat Dan Tgl Lahir Bontang, 31 Oktober 1995
6 Email Rara31pratiwi@Rocketmail.Com
7 Nomor Telepon/ Hp 085249863144
B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Institut SDN 1 Pucung Kidul, SMP YPPSB SMAN 10 Melati
Tulungagung, Jawa Sangatta, Kalimantan Samarinda
Timur Timur
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Internasional

No. Nama pertemuan ilmiah / seminar Judul artikel ilmiah Waktu dan tempat
1.
2.
D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi
lainnya)

No. Jenis Penghargaan Insitusi Pemberi Penghargaan Tahun


1.
2.

17
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaiandengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan hibah.
Semarang, 18 Oktober 2013

Pengusul,

(Rara Pratiwi)

18
A. Identitas Diri Anggota1

1 Nama Lengkap Jesika Ulina


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Progam Studi S-1 Teknik Industri
4 Nim 21070113130117
5 Tempat Dan Tgl Lahir Jakarta, 21 agustus 1995
6 Email Jessikaulina@yahoo.co.id
7 Nomor Telepon/ Hp 082110193511
B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Institut SD Serada Budi SMP Serada Budi SMA Marsudirini,
Luhur, Bekasi Luhur, Bekasi Bekasi
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Internasional

No. Nama pertemuan ilmiah / seminar Judul artikel ilmiah Waktu dan tempat
1.
2.
D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Insitusi Pemberi Penghargaan Tahun


1.
2.

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaiandengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

19
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan hibah.
Semarang, 18 Oktober 2013

Pengusul,

(Jesika Ulina)

A. Identitas Diri Anggota 2

1 Nama Lengkap Hary Utama Kurniawan


2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Progam Studi S-1 Teknik Industri
4 Nim 21070113120060
5 Tempat Dan Tgl Lahir Padangsidimpuan,29 April
1995
6 Email Hukurniawan@Gmail.Com
7 Nomor Telepon/ Hp 085360436094
B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Institut SD N 200117 SMP S Nurul Ilmi SMA N 2
Padangsdimpuan Padangsidimpuan Padangsidimpuan
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Internasional

No. Nama pertemuan ilmiah / seminar Judul artikel ilmiah Waktu dan tempat
1.
2.
D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Insitusi Pemberi Penghargaan Tahun


1.
2.

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaiandengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

20
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan hibah.
Semarang, 18 Oktober 2013

Pengusul,

(Harry Utama Kurniawan)

21