Anda di halaman 1dari 3

Nama : Indah Eka Yulianti

NIM : 1514521030

Tugas Resume materi minggu 2 dan 3 Biologi Perikanan

Biologi perikanan merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari


keadaan ikan sejak menetas kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi dan
akan mengalami kematian baik secara alami ataupun karena faktor lain. Menurut
UU No. 45 Tahun 2005 bahwa ikan merupakan segala jenis organisme yang
seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan.
Namun jika secara ilmiah, ikan merupakan binatang bertulang belakang
(vertebrata), berdarah dingin yang hidupnya di air, bergerak dengan sirip dan
umumnya bernapas dengan insang. Secara taksononi, ikan dibagi menjadi 3 yaitu
ikan tanpa rahang (kelas Agnatha), ikan tulang rawan ( kelas Chondrichthyes) dan
bertulang keras (kelas Osteichthyes).

Fisiologi ikan mencakup proses osmoregulasi, sistem sirkulasi, sistem


respirasi, bioenergetik dan metabolisme, pencernaan, organ-organ sensor, sistem
saraf, sistem endokrin dan reproduksi. Ruang lingkung dalam biologi perikanan
diantaranya :

1. Seksualitas ikan

Seksualitas ikan dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu pengamatan pada sifat
seksual primer dan seksual sekunder. Dengan mengamati seksualnya tersebut,
dapat diketahui jenis kelamin ikan tersebut. Selain itu juga terdapat beberapa ikan
yang hermafrodit.

2. Tingkat kematangan gonat

Tingkat kematangan gonat pada ikan dapat dilihat dengan perubahan-


perubahan yang terjadi dengan mengamati gonat jantan dan gonat betinanya.
Pengamatan gonat dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara histologi (di
laboratorium) dan morfologi (di laboratorium atau di lapangan).

3. Fekunditas

Fekunditas merupakan jumlah telur yang telah matang dalam suatu ovarium
sebelum dikeluarkan pada waktu memijah (fekunditas individu), sedangkan
fekunditas relatif merupakan jumlah telur per satuan berat dan panjang ikan.

4. Pemijahan

Pemijahan merupakan proses pengeluaran sel telur oleh induk betina dan
sperma oleh induk jantan yang kemudian diikuti dengan perkawinan.
5. Fertilisasi

Merupakan proses peleburan inti sel telur dengan inti sel spermatozoa yang
nantinya akan membentuk individu baru.

6. Pertumbuhan

Merupakan proses kenaikan volume yang bersifat tidak dapat kembali dan
dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Sedangkan perkembangan prosesnya
tidak dapat diukur dan tidak dapat dinyatakan dengan angka.

7. Kebiasaan makan pada ikan

Berdasarkan cara makannya ikan dapat dibedakan dalam 5 golongan yaitu


penggerogot (grazer), pemangsa (predator), penyaring (stainer), penghisap dan
parasit.

8. Ruaya pada ikan

Merupakan penyesuaian terhadap kondisi yang menguntungkan untuk


eksistensi dan untuk reproduksi.

Seksualitas ikan memiliki 2 sifat yaitu seksual primer yang ditandai


dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses
reproduksi. Sedangkan seksual sekunder dapat dilihat tanda-tanda luar yang dapat
membedakan jantan dan betina. Satu spesies ikan dapat dipakai untuk
membedakan jantan dan betina dengan jelas maka spesies bersifat seksual
dimorfisme. Selain itu, dapat juga dilihat dari perbedaan warna dimana ikan
jantan warnanya lebih cerah dan menarik dibandingkan dengan ikan betina.
Tanda-tanda kelamin sekunder ada 2 macam, yang pertama tidak ada hubungan
dengan alat kelamin primer, sedangkan yang kedua alat kelamin tersebut
merupakan sambungan (Accessora) sebagai alat perkembangbiakan.

Hermafroditisme adalah bila dalam tubuh ikan terdapat jaringan ovarium


yang berfungsi sebagai penentu indvidu betina dan juga testis sebagai penentu
indvidu jantan. Namun umumnya ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang
berfungsi pada suatu saat, meskipun ada beberapa spesies yang bersifat
hermaprodit sinkroni. Terdapat 3 macam hermafrodit pada ikan, yaitu:
Hermaprodit Sinkroni (apabila didalam gonad individu terdapat sel kelamin betina
dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersamaan. Contoh: Serranus cabrilla) ,
Hermaprodit Protandri (mempunyai gonad yang melakukan deferensiasi dari
jantan ke betina. Contoh: Ikan kakap) dan Hermaprodit Protogini (proses
deferensiasi dari fase betina ke fase jantan. Contoh : Belut sawah (Monopterus
albus), Kerapu lumpur (Epinephelus tauvina)).
Gonokhorisme merupakan merupakan kondisi seksual berganda dimana
tidak terjadi diferensiasi dari status jantan ke betina ataupun sebaliknya. Dengan
kata lain, ikan tersebut setengah jantan dan setengah betina yang membuat
kondidinya tidak stabil yang dapat membuat intersex secara spontan. Contohnya :
Anguilla anguilla dan Salmon gairdneri irideus. Oleh karena itu, diperlukan
pengarahan kelamin. Dimana pengarahan spesies jantan disebut maskulinasi
sedangkan pengarahan spesies betina disebut feminisasi.