Anda di halaman 1dari 16

0

POLIMER REKAYASA
MAKALAH FISIKA POLIMER

KELOMPOK 9

REGINA GABY LASTIANA.D 1112100034

NING ROSIANAH 1112100042

LUMATU FIRROWATI FAJRIN 1112100703

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA


1

POLIMER REKAYASA
MAKALAH FISIKA POLIMER

KELOMPOK 9

REGINA GABY LASTIANA.D 1112100034

NING ROSIANAH 1112100042

LUMATU FIRROWATI FAJRIN 1112100703

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA


2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas ijin, rahmat, dan karunia-Nya
penulis dapat menyelesaikan Makalah Fisika Polimeryang berjudul Polimer
Rekayasa.Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai syarat untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Fisika Polimer di Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Berbagai daya, upaya
dan perjuangan turut mewarnai dalam penyusunan makalah ini. Akhirnya dengan segala
semangat yang dimiliki dan dukungan dari berbagai pihak maka tak lupa penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Mashuri selaku dosen Fisika Polimer S1 Jurusan Fisika FMIPA ITS.
2. Teman-teman satu kelas atas kebersamaandan kerjasamanya selama ini, semoga tetap
terjaga selamanya.
Semoga makalah ini memberikan kontribusi dan menginspirasi terutama bagi pihak-pihak
yang menekuni tema terkait, untuk itu saran dan kritik sangat penulis harapkan untuk penulisan
makalah berikutnya.

Surabaya, 6 Mei 2014

Penulis
3

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.
DAFTAR ISI....
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang................................................................................................................................
2. Rumusan masalah.........................................................................................................................
3. Tujuan penulisan...........................................................................................................................
4. Manfaat penulisan........................................................................................................................
BAB II ISI
1. Pengertian polimer.........................................................................................................................
2. Rekayasa polimer ..........................
3. Rekayasa polimer alam......................................
Rekayasa polimer sintesis..
BAB III PENUTUP..
DAFTAR PUSTAKA.
4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Bahan polimer sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalkan plastik. Plastik
sering kita untuk membungkus makanan, wadah, dan lain-lain. Plastik sering digunakan karena
sifat plastik yang ringan na,un kuat, transparan, tahan air dan harganya relatif murah. Sedangkan
definisi dari polimer adalah bahan yang bukan logam yang penting dan sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Jika dilah dari penyusunnya polimer diartikan sebagai gabungan dari
beberapa monomer. Seperti yang telah diketahui bahwa polimer tersusun atas gabungan-
gabungan monomer, maka ada suatu proses yang dapat menggabungkan monomer-monomer
tersebut. Proses penggabungan monomer-monomer menjadi polimer disebut dengan proses
polimerisasi.
Adapun polimer secara kimianya terbagi atas dua bagian. Pertama polimer alamiah yang
merupakan polimer berasal dari ala, misalkan protein, serat oto, sutra dan lain-lain. Kedua
polimer sintesis yang dibuat oleh manusia, misalkan sisir rambut, piring melamin, teflon dan
masih banyak lagi. Semakin banyak kegunaan dari polimer, para ilmuwan semakin ingin
mengembangkan polimer. Misalkan saat ini telah ada plastik yang mampu mengurai sehingga
dapat mengurangi samapah. Selain itu, polimer tersebut juga digunakan sebagai pengganti
logam. Hal ini tidak luput dari perkembangan teknologi yang ada, sehingga polimer yang ada
dapat direkayasa. Untuk mengetahui lebih jauh tentang polimer rekayasa, maka disusunlah
makalah dengan judul polimer rekayasa.

1.2. RUMUSAN MASALAH

Adapun permasalahan pada pembahasan makalah ini ialah :


Apakah yang dimaksud dengan polimer?
Apakah rekayasa polimer itu ?
Apa saja jenis rekayasa polimer itu ?

1.3. TUJUAN PENULISAN


Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini antara lain :
5

Untuk mempelajari mengenai polimer


Untuk mengetahui dan mempelajari mengenai polimer rekayasa
Untuk mengetahui berbagai macam jenis rekayasa polimer

BAB II

ISI
6

2.1 Pengertian Polimer

Polimer adalah salah satu bahan rekayasa bukan logam (non-metallic material) yang
penting. Saat ini bahan polimer telah banyak digunakan sebagai bahan substitusi untuk logam
terutama karena sifat-sifatnya yang ringan, tahan korosi dan kimia, dan murah, khususnya untuk
aplikasi-aplikasi pada temperatur rendah. Hal lain yang banyak menjadi pertimbangan adalah
daya hantar listrik dan panas yang rendah, kemampuan untuk meredam kebisingan, warna dan
tingkat transparansi yang bervariasi, kesesuaian desain dan manufaktur.

Istilah polimer digunakan untuk menggambarkan bentuk molekul raksasa atau rantai
yang sangat panjang yang terdiri atas unit-unit terkecil yang berulangulang atau meratau
merossebagai blok-blok penyusunnya. Molekul-molekul (tunggal) penyusun polimer dikenal
dengan istilah monomer. Polimer Polyethylene, misalnya, adalah salah satu jenis bahan polimer
dengan rantai linear sangat panjang yang tersusun atas unit-unit terkecil (mer) yang berulang-
ulang yang berasal dari monomer molekul ethylene.

Bahan organik alam mulai dikenal dan digunakan sejak tahun 1866, yaitu dengan
digunakannya polimer cellulose. Bahan organik buatan mulai dikenal tahun 1906 dengan
ditemukannya polimer Phenol Formaldehideatau Bakelite, mengabadikan nama penemunya
L.H. Baekeland. Bakelite, hingga saat ini masih digunakan untuk berbagai keperluan. Para
mahasiswa metalurgi atau metallographist profesional misalnya menggunakan bakelit untuk
memegang (mounting) spesimen metalografi dari sampel logam yang akan dilihat struktur
mikronya di bawah mikroskop optik reflektif. Istilah plastik, yang sering digunakan oleh
masyarakat awam untuk menyebut sebagian besar bahan polimer, mulai digunakan pada tahun
1909. Istilah tersebut berasal dari kata Plastikos yang berarti mudah dibentuk dan dicetak.
Teknologi modern plastik baru dimulai tahun 1920-an, yaitu dengan mulai digunakannya polimer
yang berasal dari produk derivatif minyak bumi, seperti misalnya Polyethylene. Salah satu jenis
plastik yang sering kita jumpai adalah LDPE (Low Density Poly Ethylene) yang banyak
digunakan sebagai plastik pembungkus yang lunak dan sangat mudah dibentuk.

Di samping pembagian di atas, yaitu natural polymer yang berasal dari alam (misalnya
cellulose) dan synthetic polymer yang merupakan hasil rekayasa manusia (misalnya bakelite dan
plyethylene), polimer umumnya dikelompokkan berdasarkan perilaku mekanik dan struktur
rantai atau molekulnya. Polimer thermoplastik, misalnya polyethylene, adalah jenis polimer yang
memiliki sifat-sifat thermoplastik yang disebabkan oleh struktur rantainya yang linear (linear),
bercabang (branched) atau sedikit bersambung (cross linked). Polimer dari jenis ini akan
bersifat lunak dan viskos (viscous) pada saat dipanasikan dan menjadi keras dan kaku (rigid)
pada saat didinginkan secara berulang-ulang. Sementara itu, polimer thermoset (termosetting),
misalnya bakelite, hanya melebur pada saat pertama kali dipanaskan dan selanjutnya mengeras
secara permanen pada saat didinginkan. Polimer jenis ini bersifat lebih keras dan kaku
7

(rigid)karena strukturnya molekulnya yang membentuk jejaring tiga dimensi yang saling
berhubungan (network). Polimer jenis elastomer, misalnya karet alam, memiliki daerah elastis
non linear yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya sambungan-sambungan antar rantai
(cross links)yang berfungsi sebagai pengingat bentuk (shape memory)sehingga karet dapat
kembali ke bentuknya semula, pada saat beban eksternal dihilangkan.

Thermoplasts polimer : plastik ini melunak bila dipanaskan dan mengeras bila
didinginkan - proses yang benar-benar reversibel dan dapat diulang. Bahan-bahan ini biasanya
dibuat oleh aplikasi secara simultan panas dan tekanan. Mereka adalah polimer linear tanpa
silang dalam struktur di mana rantai molekul yang panjang terikat satu sama lain dengan ikatan
sekunder dan / atau antar-dipadukan. Mereka memiliki sifat meningkatkan plastisitas dengan
meningkatnya suhu yang memecah ikatan sekunder antara rantai individu. Thermoplasts umum
adalah: akrilik, PVC, nilon, polypropylene, polystyrene, polimetil metakrilat (lensa plastik atau
perspex), dll

Termoset : plastik ini membutuhkan panas dan pressureto membentuk mereka menjadi
bentuk . Mereka dibentuk menjadi bentuk permanen dan disembuhkan atau 'set ' oleh reaksi
kimia seperti luas cross-linking . Mereka tidak bisa kembali meleleh atau direformasi ke dalam
bentuk lain, tetapi terurai setelah dipanaskan sampai suhu terlalu tinggi . Dengan demikian
termoset tidak dapat didaur ulang , sedangkan thermoplasts dapat didaur ulang . The termoset
Istilah menyiratkan bahwa panas yang diperlukan untuk mengatur secara permanen plastik .
Sebagian termoset terdiri dari rantai panjang yang sangat cross-linked ( dan / atau kovalen ) satu
sama lain untuk membentuk struktur jaringan 3 - D untuk membentuk kaku solid. Termoset
umumnya lebih kuat , tapi thermoplasts lebih brittlethan . Keuntungan dari termoset untuk
aplikasi desain teknik mencakup satu atau lebih hal berikut : stabilitas tinggi termal , stabilitas
dimensi yang tinggi , kekakuan tinggi , ringan , listrik dan termal sifat isolasi tinggi dan
ketahanan terhadap creep dan deformasi bawah beban . Ada dua metode dimana reaksi cross-
linking dapat dimulai - cross -linking dapat dicapai dengan memanaskan resin dalam cetakan
yang sesuai (misalnya bakelite ) , atau resin seperti epoksi ( araldite ) sembuh pada suhu rendah
dengan penambahan cocok cross- linking agent , sebuah amine.Epoxies , karet divulkanisir ,
fenolat , resin poliester tak jenuh , dan resin amino ( urea dan melamines ) adalah contoh
termoset .

Elastomer: Juga dikenal sebagai karet, ini adalah polimer yang dapat mengalami
elongations besar di bawah beban, pada suhu kamar, dan kembali ke bentuk aslinya saat beban
dilepaskan. Ada beberapa elastomer buatan manusia di samping karet alam. Ini terdiri dari rantai
polimer coil-seperti yang reversibel dapat meregang dengan menerapkan kekuatan.

2.2 Rekayasa Polimer


8

Polimer adalah sektor yang paling berkembang pesat dari industri bahan. Selama lalu
sebagai 1981, produksi polimer melebihi 24 juta metrik ton per tahun. Tidak heran-polimer yang
ditemukan dalam segala hal dari cakram kompak untuk aplikasi ruang angkasa berteknologi
tinggi. Sebagai produksi polimer telah berkembang, sehingga memiliki jumlah orang yang
bekerja di bidang ini. Hari ini, diperkirakan bahwa 50 persen dari insinyur kimia dan ahli kimia
di Amerika Serikat bekerja di industri polimer. Insinyur polimer perlu menerapkan keterampilan
tradisional insinyur kimia, seperti desain pabrik, desain proses, termodinamika, dan fenomena
transportasi, berbagai masalah yang melibatkan produksi dan penggunaan polimer. Banyak dari
para insinyur saat ini bekerja di industri mencoba untuk memecahkan masalah ini memiliki latar
belakang yang baik dalam teknik kimia atau polimer. Polimer Rekayasa merupakan pilihan
Teknik Kimia yang dirancang untuk menghasilkan insinyur dengan kedua set keterampilan.

Rekayasa polimer umumnya merupakan rekayasa bidang yang mendesain, menganalisis,


dan / atau memodifikasi bahan polimer.Rekayasa polimer merupakan bahan dengan sifat
mekanik yang luar biasa seperti kekakuan, ketangguhan, dan creep rendah yang membuat
mereka berharga dalam pembuatan produk struktural seperti roda gigi, bantalan, perangkat
elektronik, dan suku cadang mobil. Rekayasa polimer meliputi bahan alami seperti karet dan
bahan sintetis seperti plastik dan elastomer. Polimer merupakan bahan yang sangat berguna
karena struktur mereka dapat diubah dan disesuaikan untuk menghasilkan bahan : 1) dengan
berbagai sifat mekanik , 2) dalam spektrum yang luas dari warna dan 3) dengan sifat-sifat
transparan yang berbeda polimer terdiri dari molekul sederhana banyak yang mengulang unit
structural yang disebut monomer. Sebuah molekul polimer tunggal dapat terdiri dari ratusan
hingga satu juta monomer dan mungkin memiliki , linier bercabang, struktur jaringan. Ikatan
kovalen memegang atom dalam molekul polimer bersama dan obligasi sekunder lalu
tahan kelompok rantai polimer bersama untuk membentuk bahan polimer. Kopolimer
merupakan polimer yang terdiri dari dua atau lebih jenis monomer. Contoh polimer rekyasa
antara lain asetal, poliamida, poliimida, polyacrylates, polikarbonat, dan polyester.

2.3 Rekayasa Polimer Alami

Seperti yang telah diketahui bahwa polimer rekayasa merupakan suatu bahan polimer
yang direkayasa sedemikian rupa sehingga menghasilkan bahan polimer seperti yang dinginkan
sang perekayasa. Dan diketahui pula bahwa rekayasa polimer dapat terjadi pada polimer alam
dan polimer buatan. Contoh dari polimer alami adalah pati, selulosa (kayu), protein, rambut,
sutera, tanduk, karet dan lain-lain. Rekayasa polimer alam sering kali disebut juga dengan
biopolimer. Dimana bahan dari biopolimer diisolasi dari tanaman, binatang atau disintesis dari
biomass menggunakan enzim atau mikroba. Semisal saja pada selulosa, selulosa yang
merupakan polimer yang tersusun atas unit-unit glukosa melalui ikatan -1,4 glikosida.
Selulosa dapat dihasilkan dari jerami yang difermentasi dengan menggunakan Aspergilus niger
(e-library.ub.ac.id).
9

Pada zaman sekarang ini, polimer alami sering digunakna untuk berbagai hal. Semisal
dalam selulosa yang sebagai bahan baterai litium. Yang mana hal ini dilkaukan dengan tiga
bagian utama pertama, proses isolasi selulosa yang dilakukan melalui ekstraksi dari limabh sabut
kelapa dengan menggunakaan campuran pelarut etanol selama 4 jam. Kedua adalah pembuatan
selulosa asetat dengan cara mereaksikan selulosa yang telah diisolasi dengan asam asetat glacial
pada suhu kamar sehingga didapatkan selulosa teraktivasi. Ketiga setelah terbentuk selulosa
asetat dilarutakan dengan pelarut kloroform dan LiClO dan dihasilkan polimer elektrolit
(arcana,2013).

Salah satu prngaplikasian dari bahan polimer alami adalah pati sebagai bahan pelarut
selaput tablet. Pati ini dimodifikasi dengan menghidrolisis parsial pati baik secara kimia atau
dengan enzim sehingga menghasilkan maltodekstrin. Hidrolisis dapat dilakukan dengan
menggunakan enzim termanyl sehingga dihasilkan maltodekstrin yang digunakan sebagai bahan
penyalut tablet. Dan secara penelitian tablet dengan penyalut berbahan maltodekstrin memiliki
kualitas yang baik, karena tablet dengan bahan maltodekstrin ini lebih mudah untuk ditelan dan
terbuat dari bahan polimer alami sehingga mudah untuk terdegradasi. Selain contoh-contoh di
atas terdapat banyak aplikasi dari polimer alami misal wol sebagai pakaian dan masih banyak
lagi (anwar,2002.UI).

Selain polimer alam yang direkayasa terdapat pula perpaduan antaran polimer alam
dengan polimer sintesis yang dimodifikasi. Contoh dari modifikasi polimer alam dengan polimer
sintesis adalah pada plastik. Plastik yang merupakan polimer sintesis ini sering kali digunakan
dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi plastik sendiri tidak mampu terdegradasi secara alami
atau dengan bantuan mikroba, sehingga akan menimbulkan sampah dan mencemari lingkungan.
Dengan majunya teknologi yang ada plastik dapat dimodifikasi sehingga dapat terdegradasi.
Modifikasi ini dpaat dilakukan dengan membuat dari monomer yang tidak tahan dari mikroba
dan dapat dimodifikasi dengan menambahkan aditif atau gugus yang biodegredabel ke dalaam
polimer sintesis. Salah satu penelitian dilakukan denga menggunakan pati. Seperti yang
diketahui pati merupakan bahan polimer alami yang bersifat biogedrabel (elyningsih, 2012).

2.4 Rekayasa Polimer Sintesis

Polimer sintetis pertama kali diperkenalkan oleh Charles Goodyear yang berhasil
memproduksi sebentuk karet alami melalui proses yang dikenal sebagai vulkanisasi.
Kemudian pada tahun 1870 ditemukan juga jenis polimer sintetis yang berasal dari
modifikasi polimer alam. Polimer sintetis yang diproduksi adalah plastik nitrat selulosa yang
digunakan sebagai bahan film, dan sebagai pelapis permukaan kayu. Akan tetapi,
penggunaan nitrat akhirnya digantikan dengan asetat, dikarenakan sifat nitrat yang mudah
terbakar. Dengan diper kenalkannya vinil, neoprene, polistiren, dan nilon pada akhir tahun
1930-an, menandai permulaan penelitian dibidang polimer (Sperling, 2006).
10

Polimer sintesis, yakni polimer yang dibuat melalui polimerisasi dari monomer -
monomer polimer. Polimer sintesis sesungguhnya yang pertama kali digunakan dalam skala
komersial adalah dammar Fenol formaldehida. Dikembangkan pada permulaan tahun 1900-an
oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland (yang telah memperoleh banyak sukses dengan
penemuanya mengenai kertas foto sensitif cahaya), dan dikenal secara komersial sebagai bakelit.
Sampai dekade 1920-an bakelit merupakan salah satu jenis dari produk - produk konsumsi yang
dipakai luas, dan penemuannya meraih visibilitas yang paling mewah, yakni dimunculkan di
kulit muka majaSejak saat itu sejumlah terobosan baru banyak dilakukan untuk menciptakan
berbagai sistem polimer baru, maupun pengembangan sistem polimer yang telah ada.
Hasilnya terlihat dari produk industri polimer yang begitu beragam sebagaimana yang
terlihat sekarang ini, dan terus mengalami perkembangan di bidang teknologi dan rekayasa
produk polimer.

Untuk lebih meningkatkan nilai ekonomi polimer sintesis maka dilakukan beberapa
cara rekayasa terhadap polimer sintesis agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. Salah
satu sifat polimer yang kurang menguntungkan adalah mudah teroksidasi baik oleh sinar
UV maupun termal. Untuk mengatasi hal tersebut dapat disintesa polimer fungsional.
Penambahan gugus fungsi pada suatu polimer untuk tujuan tertentu, antara lain untuk
meningkatkan sifat kemantapan terhadap panas atau sinar UV, atau sifat degradabel untuk
durasi waktu tertentu dapat dilakukan pada tahap pembuatan monomer. Cara ini sangat ideal
agar polimer dapat berfungsi maksimal sesuai dengan sifat gugus fungsi yang diikatkan.
Namun cara tersebut secara financial sangat mahal, untuk tujuan yang sama dapat dilakukan
reaksi grafting yaitu dengan menempelkan gugus fungsi yang dimaksud terhadap kerangka
tulang belakang dari polimer. Hal ini telah banyak dilakukan dalam hal meningkatkan
stabilitas panas dan atau UV suatu polimer dengan melakukan grafting gugus yang dapat
berfungsi sebagai antioksidan misalnya senyawa hindered fenol dan benzofenon .Atau
sebaliknya agar suatu polimer dapat terdegradasi pada durasi waktu yang diharapkan, maka
dapat dilakukan penempelan gugus fungsi yang mampu meningkatkan daya oksidasi polimer
yaitu dengan menambahkan senyawa pro-oksidan suatu senyawa organik yang mengandung
gugus karbonil . Sedangkan untuk meningkatkan berat molekul polimer yang berkaitan dengan
tujuan peningkatan sifat mekanik dari polimer dapat dilakukan dengan mereaksikan dengan
senyawa sambung silang seperti divinilbenzen atau tertier metil propan triakrilat .

Bahan polimer sintesis yang dibentuk oleh cukup banyak teknik yang berbeda tergantung
pada (a) apakah bahan tersebut Thermoplast atau termoset, (b) suhu leleh / degradasi, (c)
stabilitas atmosfer, dan (d) bentuk dan kerumitan produk. Polimer sering terbentuk pada suhu
yang tinggi di bawah tekanan.Thermoplasts terbentuk di atas suhu transisi kaca mereka
sementara tekanan diterapkan memastikan bahwa produk mempertahankan bentuknya.Termoset
terbentuk dalam dua tahap - membuat polimer cair, kemudian cetakan itu.Pembagian dasar
polimer menjadi termoplastik dan termoset membantu menentukan daerah mereka
aplikasi. Kelompok kedua bahan termasuk resin fenolik , poliester dan resin epoxy , yang
11

semuanya digunakan secara luas dalam material komposit ketika diperkuat dengan serat kaku
seperti fiberglass dan aramid . Sejak silang menstabilkan matriks termoset bahan-bahan ini,
mereka memiliki sifat fisik lebih mirip dengan bahan teknik tradisional seperti baja . Namun,
mereka sangat jauh lebih rendah dibandingkan dengan kepadatan logam membuat mereka ideal
untuk struktur ringan. Selain itu, mereka menderita kurang dari kelelahan , sehingga ideal
untuk keamanan-kritis bagian yang stres secara teratur dalam pelayanan.Termoplastik memiliki
relatif rendah modulus tarik , tetapi juga memiliki kepadatan rendah dan sifat seperti transparansi
yang membuat mereka ideal untuk produk konsumen dan produk medis . Mereka
termasuk polyethylene , polypropylene ,nilon , resin asetal , polikarbonat dan PET , yang
semuanya adalah bahan yang banyak digunakan.Elastomer adalah polimer yang memiliki
modulus yang sangat rendah dan menunjukkan ekstensi reversibel bila tegang, properti berharga
untuk penyerapan getaran dan redaman. Mereka dapat berupa termoplastik (dalam hal ini mereka
dikenal sebagai elastomer termoplastik ) atau silang, seperti di sebagian besar produk karet
konvensional seperti ban . Karet yang biasa digunakan secara konvensional termasuk karet
alam , karet nitril , polychloroprene , polybutadiene , stirena-butadienadan karet fluorinated
seperti Viton.

Beberapa contoh plastik Eksklusif dengan tujuan khusus hasil rekayasa polimer adalah
sebagai berikut:

1) Starliteadalah komposit plastik tahan terhadap sinar laser dan mampu menahan sengatan
suhu sampai 10.000oC, padahal tidak ada logam yang mampu bertahan pada suhu ini.
Starlite telah diakui NATO untuk digunakan landasan pesawat induk. Sedangkan NASA
akan memanfaatkan sebagai pelapis pesawat ulang-alik atau tangki roket pendorongnya.
NASA juga melakukan uji coba simulasi penggunaan Starlite dapat digunakan sebagai
pelapis dinding bangunan reactor PLTN yang dapat menyebabkan semburan panas ribuan
derajat. Komposit Starlite terbuat dari 21 jenis polimer, sejumlah kopolimer keramik dan
bahan aditif. Komposit biasanya merupakan campuran dua macam polimer, yaitu matriks
dan serat. Bahan matriks biasanya dari jenis polyester, polyurethane atau epoxy.Sedang seratnya
berupa serat karbon, atau Kevlar. Didalam pembuatan starlite dipergunakan kopolimer yang
mampu mendorong polimer plastik itu membentuk sejumlah besar gugus radikal, kemudian
gugus radikal itu yang membuat ikatan menjadi lebih kukuh dan tahan suhu tinggi.

2) Plastik Kynar(polyvinylidene difluoride, PVDF) dapat digunakan sebagai membrane


mikrofon TV yang setipis kertas, sensor debu satelit, sensor pengukur aliran darah, sensor
tekanan ditempat peledakan nuklir bawah tanah, bahkan pembuat panel pembangkit tenaga listrik
di dasar lautan. Plastik Kynar Piezo Film adalah plastik tahan cuaca, jernih bagai kristal, lentur
bak kertas dan mampu mengindera nafas bayi maupun debu bintang berekor. Kynaradalah versi
lebih canggih dibandingkan plastik Saran(Polyvinylidene dichlorida, PVDC). Kynar peka
terhadapsinar infra merah yang dipancarkan tubuh manusia sehingga dapat dipakai sebagai
sensor untuk mengetahui kedatangan seseorang. Kynar bila mendapat tekanan akan
menghasilkan arus listrik, yang disebut gejala piezoelektrik. Lapisan PVDF di kepalan tangan
12

dan telapak kaki, dapat dipakai untuk mengindera kekuatan pukulan dan tendangan regu
karate Olimpiade AS. Para pelatih sepak bola menggunakan PVDF sebagai sensor
sederhana untuk mengukur kekuatan tendangan para pemainnya.

3) Bom plastik Semtexsudah dikenal di pelataran logistic militer sejak perang dunia II.
Meskipun kekuatannya hanya 1/3 TNT (trinitrotoluene), namun dua kali dibandingkan
kekuatan dinamit. Semtex merupakan campuran beberapa bahan eksplosif dan bahan baku
plastik. Sifat semtex sebagai produk baru dari komposisi diatas, mempunyai sifat lebih jinak
terhadap pengaruh panas maupun tekanan. Jenis lain dari bom plastik yang tidak
mengandung unsur logam adalah C-4.

4) Helm tentara yang terbuat dari baja bisa digantikan dengan helm plastik yang disebut
plastik Kevlar yang mampu tahan peluru. Komposit ini terbuat dari bahan fenolik-polivinil-
butirat dengan serat penguat buatan Du Pont. Rompi tahan peluru Presiden Reagen
mempergunakan jenis plastik Kevlar.

5) Poliasetilen. Selama ini dunia mengenal benda penghantar arus listrik adalah bahan logam,
sedangkan plastik tidak dapat menghantarkan arus listrik, oleh karena itu plastik selalu
dipergunakan sebagai penyekat kabel listrik. Namun akhirnya ditemukan jenis plastik
poliasetilen yang mampu sebagai penghantar arus listrik. Sifat plastik yang mampu
bertindak sebagai konduktor tersebut dimanfaatkan dalam bentuk baterei plastik yang
kualitasnya lebih baik dibanding baterei konvensional. Permasalahan utama dari plastik
umumnya sukar terdegradasi secara alami. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah
tersebut para peneliti telah menemukan biopolimer yang degradabel secara alami. Bakteri
tanah Alcaligenes eutrophus bila tidak mendapatkan nitrogen yang esensial bagi
pertumbuhannya akan menghasilkan plastik PHB (polihidroksibutirat) sebagai pertahanan dan
makanan cadangan. Para ilmuwan berhasil memisahkan gen yang mengendalikan proses
tersebut, dan dengan teknik penukaran gen mutahir berhasil mengubah kandungan jasad
renik menjadi pembangkit produksi plastik. Imperial Chemical Industries (ICI) dari Inggris
mampu menyisipkan gen pembuat plastik pada plasmid DNA bakteri lain E.coli yang akhirnya
mampu memproduksi plastik, dan cara pengeluaran PHB lebih mudah tanpa
mempergunakan bahan kimia. ICI mempunyai pabrik pembiakan bakteri penghasil plastik
di dalam tabung fermentasi yang besar (Koichi Kimura, 2005). Sifat rapuh PHB dapat diatasi
denganpenambahan 20% polihidroksivalerat (PHV) dapat meningkatkan kekuatan PHB 6 kali.
Wella Corporation mempergunakan plastik biopolymer ini sebagai botol sampo bagi
konsumen hijau di Jermanyang peduli lingkungan Plastik alamiah harganya lebih mahal
dibanding plastik yang berasal dari minyak bumi (BBM), namun mampu terbiodegradasi

Dalam perkembangan teknologi polimer, material polimer sintesis telah diproduksi


dan dimanfaatkan dalam berbagai bidang aplikasi, antara lain :

1. Bidang kedokteran : termometer, botol, selang infus, jantung buatan dan alat transfusi darah.
13

2. Bidang teknik : peralatan pesawat terbang, elektronika.

3. Bidang otomotif : alat-alat perlengkapan mobil, ban.

4. Bidang pertanian : alat-alat pertanian.

5. Peralatan rumah tangga, pengemas makanan, plastik, disket, CD dan lain-lain .


14

BAB III

PENUTUP

Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari molekul-molekul yang


menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer. Manusia sudah berabad-abad
menggunakan polimer. Tapi industri polimer modern baru mulai berkembang pada masa revolusi
industry yang sekarang ini lebih banyak dikenal sebagai rekayasa polimer. Rekayasa
polimer umumnya merupakan rekayasa bidang yang mendesain, menganalisis, dan / atau
memodifikasi bahan polimer.Rekayasa polimer merupakan bahan dengan sifat mekanik yang
luar biasa seperti kekakuan, ketangguhan, dan creep rendah yang membuat mereka berharga
dalam pembuatan produk struktural seperti roda gigi, bantalan, perangkat elektronik, dan suku
cadang mobil. Rekayasa polimer meliputi bahan alami seperti karet dan bahan sintetis
seperti plastik dan elastomer.
15

DAFTAR PUSTAKA

Ningsih, ely sulistya. 2012. modifikasi polipropilen sebagai polimer komposit biodegradabel
dengan bahan pengisi pati pisang dan sorbitol sebagai platisizer. Padang: jurnalsain-
unand.com
Prof. Dra. Neng Sri Suharty, M.S., Ph.D.2007. Pidato Pengukuhan Guru Besar Kimia Polimer
Organik mengenai Rekayasa Polimer Menggantikan Bahan Tradisional. Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret.
Prof. Satish V. Kailas. Material Science : Chapter 11. Applications and Processing of
Polymers. India : Associate Professor Dept. of Mechanical Engineering, Indian Institute of
Science
Repository_usu_ac_id. Polimer: Ilmu material : www.pdfio.com
Syukur, M. 2012.polimer.Repository.usu.ac.id