Anda di halaman 1dari 2

KASUS

Sebuah rumah sakit swasta saat ini sedang dalam tahap implementasi system
informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dengan cara membeli software SIMRS
dari sebuah vendor yang terdiri dari 18 modul sesuai dengan jenis-jenis pelayanan
yang terdapat di rs tersebut. Pembelian dilakukan dengan cara sewa beli melalui
sebuah kerja sama operasional.

Implementasi SIMRS diawali dengan penyediaan sarana dan prasarana terkait


dengan kebutuhan software dan hardware sesuai dengan spesifikasi SIMRS.
Komputer disediakan di setiap bagian dan dihubungkan melalui sebuah jaringan
dengan arsitektur client server. Pihak vendor juga menyediakan staf khusus yang
ditempatkan di Ruang SIMRS untuk mendampingi pihak IT rumah sakit dalam tahap
implementasi. Pihak vendor juga melaksanakan sosialisasi dan pelatihan kepada
calon user SIMRS dari setiap bagian serta melakukan pendampingan kepada user
dari setiap bagian pada awal implementasi SIMRS.

Beberapa minggu kemudian mulai terjadi masalah. Modul farmasi yang disediakan
tidak sesuai dengan keinginan atau alur kerja yang terdapat di bagian farmasi
sehingga user kesulitan menggunakannya, user harus melakukan pekerjaan ganda
dengan memasukkan data ke dalam SIMRS juga ke dalam buku catatan. Kondisi ini
menyebabkan user mengeluh kecapaian dan harus bekerja lembur, sementara
belum ada aturan rumah sakit yang mengatur pembayaran upah lembur sehingga
akhirnya user enggan memakai modul farmasi pada SIMRS. Dampaknya data
transaksi modul farmasi tidak dapat dilihat oleh pihak manajemen sehingga
kesulitan dalam mengevaluasi ketersediaan obat-obatan dan alat-alat kesehatan.

Selanjutnya keluhan-keluhan dari setiap bagianpun mulai bermunculan.


Diantaranya dari bagian keperawatan yang mengeluhkan bahwa modul rawat inap
tidak sesuai dengan kaidah dokumentasi keperawatan sehingga para perawat juga
harus melakukan dua pekerjaan yaitu mengisi data pasien ke dalam SIMRS juga
membuat dokumentasi keperawatan dalam catatan rekam medis pasien. Hal ini
membuat waktu asuhan keperawatan secara langsung kepada pasien berkurang
sehingga pasien banyak mengeluhkan kurangnya perhatian perawat kepada
mereka.

Puncaknya pada suatu hari bagian SIMRS tidak dapat mengakses data dari setiap
bagian. Setelah ditelusuri ternyata ditemukan kabel-kabel penghubung pada
beberapa bagian telah putus dengan cara digunting. Sebagian panjang kabel telah
berkurang karena dicuri. Bagian SIMRS juga kehilangan 2 unit komputer server
cadangan yang dicuri dengan cara membuka teralis jendela ruangan SIMRS.

Salah satu staf manajemen menyatakan kekecewaannya dan berniat mengusulkan


untuk memutuskan kontrak dengan vendor yang bersangkutan dan menggantinya
dengan vendor lain. Desas-desus menyebutkan bahwa staf tersebut akan
mendapatkan komisi yang besar dari vendor yang baru sehingga benar-benar
bersikap keras terhadap vendor lama.

Diskusi

1. Berdasarkan kasus di atas strategi apa yang harus direncanakan dan


dilakukan oleh pihak menajamen untuk mengarahkan implementasi SIMRS
agar mancapai tujuan yang diharapkan?
2. Bagaimana cara mengendalikan keamanan system informasi yang
diimplementasikan dalam kasus di atas ?