Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang mempunyai
kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan alam tersebut berupa sumberdaya alam
hayati dan sumberdaya alam non-hayati. Sumberdaya alam hayati tersebut
misalnya hutan, sedangkan sumberdaya alam non-hayati disini misalnya
sumberdaya mineral yang menjadi salah satu prioritas bagi kalangan
pertambangan demi menunjang perekonomian dan kebutuhan energi yang
semakin meningkat seiring berjalannya waktu.
Tujuan penambangan secara umum adalah untuk menggali mineral dari
dalam bumi secara aman dan menguntungkan. Untuk menggali mineral tentunya
diperlukan sistem penambangan yang dapat diaplikasikan secara aman dan
menguntungkan. Sistem penambangan yang sudah dikenal dan banyak
diaplikasikan pada penambangan Indonesia adalah metode tambang terbuka dan
metode tambang bawah tanah.
Seiring dengan peningkatan perkembangan teknologi penambangan dan
masalah lingkungan yang semakin ketat, maka beberapa metode penambangan
yang populer pada beberapa waktu lalu saat ini sudah jarang diaplikasikan.
Demikian juga dengan semakin kecilnya kadar cebakan, maka diperlukan suatu
sistem penambangan bawah tanah yang bisa berproduksi secara besar-besaran
dengan toleransi kerugian atau losses yang tinggi. Oleh sebab itu perlunya
pemilihan metode penambangan bawah tanah yang sangat tepat untuk
diaplikasikan dalam penambangan mineral atau bijih.
Pada dasarnya pemilihan metode penambangan bawah tanah secara
numerik adalah sebagai upaya untuk menghasilkan nilai kuantitatif dalam memilih
metode penambangan bawah tanah. Pemilihan metode penambangan bawah tanah
secara numerik merupakan salah satu cara yang efektif dalam menentukan metode
penambangan bawah tanah dengan menjadikan angka-angka pada data-data
geometri cebakan/distribusi kadar, dan karakteristik mekanika batuannya.

1.2. Rumusan Masalah

1
Untuk memenuhi kebutuhan logam yang semakin meningkat, sedangkan
jumlah cadangan dengan kadar yang semakin menurun dan masalah lingkungan
yang semakin ketat maka diperlukan suatu rumusan untuk mengetahui hal
tersebut. Pemilihan metode penambangan bawah tanah secara numerik adalah
cara yang efektif untuk memilih metode tambang bawah tanah.
Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat merumuskan masalah pemilihan
metode penambangan dengan perhitungan numerik.

1.3. Batasan Masalah


Dalam penulisan ini masalah-masalah hanya dibatasi pada penentuan
metode penambangan bawah tanah yang paling mungkin diterapkan berdasarkan
nilai kuantitatif geometri cebakan/distribusi kadar dan karakteristik mekanika
batuan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut dengan mempertimbangkan
biaya penambangan dan modal yang dibutuhkan, produktivitas, tipe kemampuan
tenaga kerja, masalah lingkungan, kebijakan ekonomi, politik, lingkungan dan
lain-lain.

1.4. Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui metode penambangan
bawah tanah yang layak direkomendasikan untuk dikaji secara lebih mendalam.

1.5. Metode Penulisan

Tahapan studi literatur merupakan metode pengumpulan data dengan


melakukan studi terhadap literatur-literatur yang berhubungan dengan materi yang
akan dibahas. Studi ini dilakukan dengan mencari bahan-bahan pustaka yang
menunjang diperoleh dari:

Perpustakaan
Brosur-brosur, buletin
Informasi-informasi
Metode download data merupakan metode atau teknik pengumpulan data
dengan memanfaatkan situs-situs internet untuk mendapatkan file atau data yang
berhubungan dengan materi yang akan dibahas.

2
1.6. Manfaat Penulisan

Sebagai langkah awal untuk menentukan metode penambangan bawah tanah


yang dapat direkomendasikan untuk dikaji lebih mendalam.
Dapat lebih memahami bagaimana proses pemilihan metode penambangan
bawah tanah secara numerik.