Anda di halaman 1dari 7

ABSTRACT

Cleft lip and palate is a congenital anomaly at oral and maxillofacial region.

A few factor influencing the cleft lip and palate like geographies, race, sex, culture,

and also socioeconomic. Sulawesi is a big island in Indonesia and divided to South

Sulawesi, West Sulawesi, Central Sulawesi, South East Sulawesi, and Gorontalo. The

growth of economic and industrial, and culture background are the dominant factor

on disease process or anomaly during embryologic phase. Anomaly in embryonic

phase and fetus phase are the background of cleft lip and palate problem. The purpose

of this study was to know about total distribution of the cleft lip and palate patient

who have operation from 2005 until 2010. Observational descriptive design with

retrospective data based on the medical record. From these research, we find out that

totally cleft lip and palate are 657 patients and subdivided on sex 489 (91,5%) are

male; the patients age range from 4 month-15 years old are 600 patients (99%); and

448 patients (78,5%) were having labioplasty. The conclusion of this research, the

cleft lip and palate patients data are divide on sex, age, and kind of surgery that are

inter-relation with the cause factors.


ABSTRAK

Bibir sumbing dan langit-langit adalah anomali kongenital di daerah mulut

dan maksilofasial. Beberapa Faktor yang mempengaruhi bibir sumbing dan langit-

langit seperti geografi, ras, jenis kelamin, budaya, dan juga sosial ekonomi. Sulawesi

adalah pulau besar di Indonesia dan dibagi ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat,

Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. Pertumbuhan latar belakang

ekonomi dan industri, dan budaya adalah faktor dominan pada proses penyakit atau

anomali selama fase embryologic. Anomali dalam fase embrionik dan fase janin latar

belakang dan masalah bibir sumbing langit-langit. Tujuan dari penelitian ini adalah

untuk mengetahui tentang distribusi total dari bibir sumbing dan langit-langit pasien

yang memiliki operasi dari 2005 hingga 2010. Observasional deskriptif desain dengan

data retrospektif berdasarkan catatan medis. Dari penelitian ini, kita menemukan

bahwa bibir sumbing dan langit-langit benar-benar adalah 657 pasien dan dibagi

tentang seks 489 (91,5%) adalah pria; rentang usia pasien dari 4 bulan-15 tahun

adalah 600 pasien (99%), dan 448 pasien (78,5%) yang memiliki labioplasty.

Kesimpulan dari penelitian ini, bibir sumbing dan langit-langit data pasien membagi

jenis kelamin, usia, dan jenis operasi yang saling-hubungan dengan faktor penyebab.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sulawesi termasuk salah satu pulau terbesar di Indonesia yang terbagi atas 5

provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi

Tenggara, Sulawesi Utara dan Gorontalo. Perkembangan sosialekonomi, industri,

latar belakang suku, lingkungan dan lain sebagainya merupakan hal yang sangat

mempengaruhi dalam proses terjadinya suatu penyebab penyakit ataupun kelainan

pada masa kehamilan dari masalah diatas dapat kita jumpai adanya kelainan pada

masa embriologi salah satunya adalah celah bibir dan langit langit (CB/L).

Kelainan kongenital CB/L yang terdapat pada regio oromaksilofasial sangat

sering terjadi. Terdapat berbagi tipe dari CB/L yaitu, celah bibir dengan atau tanpa

celah langit langit atau celah bibir dan langit langit non sindromik (CB/L NS).

Selain tipe dari jenis diatas celah bibir dapat terjadi pada satu sisi wajah (unilateral)

dan pada kedua sisi (bilateral). Walaupun CB/L hanya terlokalisir pada sebagian

bidang anatomi yang kecil namun kelainan tersebut memerlukan penanganan oleh

banyak dokter dalam berbagai bidang.1,2

CB/L merupakan kelainan tiga dimensi yang didalamnya melibatkan jaringan

lunak, otot, dan jaringan keras sehingga terjadi perubahan dimensi pada seperempat
dalam perkembangan wajah dan fungsinya.1-3 Di Indonesia tingkat kejadian CB/L

sangat tinggi.

Insiden terjadinya CB/L adalah 1/750 kelahiran, sedangkan tingkat insiden

terjadinya CB/L pada ras dapat dilihat dengan jumlah angka kejadian pada ras negroit

sebesar 0,61/1000 kelahiran, ras mongoloid 2,02/1000 kelahiran dan ras caucasoid

sebanyak 1,45/1000 kelahiran, dari jumlah perangka kelahiran dapat kita lihat bahwa

ras mongoloid merupakan jumlah terbesar dibandingkan ras caucasoid dan negroit.1,3

Selain faktor ras faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya CB/L adalah

terjadi ketidak seimbangan nutrisi yaitu terjadi defisiensi vitamin B, asam folat, seng

(Zn) dan hipervitaminosis vitamin A, dan juga berpengaruh dalam pemakaian obat

obatan dan konsumsi alkohol yang tidak terkontrol pada masa kehamilan yang akan

menyebabkan terjadinya CB/L pada masa perkembangan organ.2

CB/L membutuhkan tindakan ataupun perawatan sedini mungkin setelah bayi

dilahirkan, agar dapat memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan dalam perkembagan

fisik dan perkembagan craniofacial agar tidak mengganggu dikemudian hari,

tindakan perawatan ataupun operasi dalam mengembalikan fungsi dari kelainan

tersebut dikenal sebagai labioplasti (koreksi celah bibir) dan palatoplasti (koreksi

celah langit-langit).

Pada saat ini belum ditemukan data mengenai jumlah penderita celah bibir

dan langit langit yang telah dilakukan tindakan operasi diwilayah Sulawesi Selatan,
Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo oleh karena itu perlu dilakukan

penelitian bagi penderita CB/L yang telah dilakukan operasi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas memberikan dasar bagi peneliti

untuk merumuskan pertanyaan penelitian sebagi berikut:

Bagaimana gambaran distribusi penderita celah bibir dan langit langit yang
telah dilakuakan tindakan operasi CB/L pada rentan waktu 2005 2010 ?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui jumlah penderita celah bibir dan langit langit.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui banyaknya tindakan operasi yang telah dilakukan pada

penderita celah bibir dan langit langit.


2. Mengetahui jumlah pasien CB/L yang telah dioperasi berdasarkan usia,
jenis kelamin dan jenis tindakan.

1.4 Manfaat Penelitian


1. Diharapkan dari penelitian ini akan memberikan gambaran secara jelas

mengenai jumlah penderita CB/L yang telah dioperasi dalam kurung waktu

2005 2010.
2. Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai informasi pada bidang
kedokteran gigi.

BAB V
SARAN DAN KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

1. Jumlah/distribusi penderita celah bibir dan langit langit yang telah dilakukan

operasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Gorontalo

sebanyak 628 orang yang dikelompokan berdasarkan usia, jenis kelamin,dan

jenis tindakan.

2. Rentan usia terbanyak yang telah dilakukan operasi CB/L adalah usia 0 bulan

15 tahun, jenis kelamin pria merupakan jumlah terbanyak dilakukannya operasi

CB/L dan jenis tindakan terbanyak adalah labioplasti.

5.2 Saran

1. faktor penyebab terjadinya CB/L dapat diatasi dengan prilaku sehat semasa

kehamilan dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, minuman

beralkohol dan mengkonsumsi obat obatan secara berlebihan.


2. Pencatatan dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai suatu rujukan

yang digunakan sebagai dasar ataupun sebagai data pembanding pada

penelitian selanjutnya.