Anda di halaman 1dari 7

A.

Pendahuluan
Assalamualaikum wr wb

B. Ketercapaian Uraian Kebijakan Bidang


Uraian Kerja Bidang
Bertanggung jawab atas kualitas akademik kader
Seperti apa yang telah diamanahkan musykom periode sebelumnya, bahwa rayon periode
ini adalah strategi pendekatan kader ditiap tiap jurusan dengan akademik dan keprofesian.
Atas dasar hal inilah bidang akademik lahir dengan UKB-nya bertujuan untuk menunjang
kualitas akademik kader baru. Dalam 1 periode rayon Clapeyrons memaknai UKB
tersebut sebagai berikut :
1. Membuat programatik SWC agar membantu pemahaman kader dalam akademiknya;
Penjalanan agenda programatik
Terjalankan : 3 kali pertemuan
1. SWC UTS : 29 Oktober - 5 November 2016
2. SWC UAS : 2 - 12 Januari 2017
3. SWC UTS : 3 - 8 April 2017

Tidak terjalankan : 2 kali prtemuan


1. Apa : SWC tgl 23 Februari 2017
Kenapa : Libur semester ganjil
2. Apa : SWC tgl 30 Maret 2017
Kenapa : Luput kontroling schedule
Sebagai pengukuran keterapaian bidang akademik, kami menggunakan 3 variable
penyelesaian tugas mengingat targetan SWC adalah Terselesaikannya tugas tugas
perkuliahanmaka kami menggunakan tugas tugas perkuliahan yang setiap kelas
mendapatkan tugas yang sama yaitu Mekanika Statis Tertentu, IUT dan Mekanika Fluida.

ketercapaian SWC
tercapai
tidak
36% tercapai
64%

Keterangan = - tercapai memiliki nilai 100


- Tidak tercapai memiliki nilai di bawah 100

Dari pengukuran 3 variable diatas hasilnya adalah kader baru yang menyelesaikan seluruh
tugas tugas yang dijadikan variabel pengukuran hanya 14 orang dari 18 data yang
terkumpul. Data tidak terkumpul ini disebabkan karena sasaran yang sulit ditemui dan
dihubungi. Juga kesalahan petugas tidak mengumpulkan data bersamaan dengan
berlangsungnya agenda. Ini artiannya hanya 64% keberhasilan program SWC. Melihat data
kader baru yang tidak menapai targetan adalah nama nama kader baru yang kehadirannya di
rayon kurang dari 100%. Ini berarti dapat saya simpulkan bahwa keterapaian program tidak
maksimal disebabkan oleh minimnya agenda diselenggarakan sesuai scheduling dan tidak
maksimal dalam memobilisasi kader baru ke agenda sehingga tugas tugas perkuliahan tidak
terselesaikan 100% secara merata di keseluruhan kader baru.
Seperti halnya yang saya paparkan diatas, tidak maksimalnya keterapaian bidang
sejatinya tidak lepas dari penjalanan mekanisme kerja masing masing anggota bidang yang
juga tidak maksimal.

2. Mengakomodir kebutuhan akademik dengan pendampingan kulturan pengerjaan tugas


tugas perkuliahan sesuai kebutuhan kader baru.
Selain melalui agenda agenda programatik, rayon periode ini menggunakan agenda
agenda insidental yang bersifat kultural pula sebagai salah satu strategi pemaksimalan kerja
bidang. Agenda Insidental muncul atas dasar kebutuhan rayon akan pemenuhan kebutuhan
akademik kader yang tidak dapat maksimal jika hanya ditempuh melalui agenda programatik
saja, perlu adanya strategi pendukung lain dan agenda Insidental adalah solusi akan hal ini
(lebih lanjut baca : Laporan Pertanggung Jawaban Ketua Rayon). Agenda insidental ini
bersifat menyesuaikan kebutuhan kader baru akan akademik perkuliahan dan kebutuhan
bidang sendiri dalam sosialisasi agenda programatik, pengganti agenda programatik
yang tidak terjalankan, dan guna dijadikan strategi sosialisasi agenda komisariat.
Karena kesalahan absensi di awal periode sebelum Evaluasi Organisasi, rayon tidak
melakukan pendataan absensi setiap agenda insidental. Sehingga agenda agenda insidenatal
sebelum Evaluasi Organisasi tidak terdata.

Kendala
Kendala kendala dalam menjalankan UKB bidang akademik adalah :
- Kesulitan dalam menentukan targetan agenda yang sesuai dengan UKB;
- Kesulitan bidang menarik saling hubungan antara agenda bidang yang sesuai dengan
PKU pertama;
Bahwa pertanggung jawaban rayon atas akademik dan keprofesian kader dalam
hubungannya dengan kontribusi ke komisariat;
- Tidak maksimalnya kerja rayon dalam hal mobilisasi kader ke agenda bidang
menghambat terapainya UKB;
- Kesulitan mengukur keberhasilan agenda insidental karena tidak ada targetan yang jelas
dan data absensi awal periode hingga eo tidak ada.

Solusi rekomendasi
- Pendampingan ketua rayon kepada ketua bidang dalam rangka membantu bidang
menjabarkan UKB lebih diperini dan diperdetail;
- Lebih konkret dalam menentukan targetan agenda (targetan kuantitatif dan kualitatif);
- Menjalankan evaluasi agenda untuk segera mendapatkan permasalahan bidang dan segera
ditangani penyelesaiannya.
C. KETERCAPAIAN MEKANISME KERJA
Mekanisme Kerja
1. Ketua Bidang
a. Membantu tugas ketua dalam mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan program
sesuai dengan tugas bidang atau kebijakan yang telah ditetapkan.
Melakukan internalisasi bidang dengan ketua rayon
Koordinasi dengan ketua rayon
b. Menjabarkan dan mengendalikan program yang berkaitan dengan bidangnya
Menjelaskan konsep agenda dari hasil internalisasi bersama ketua rayon kepada
anggota bidang (kondisi kusus mengingat anggota bidang kurang berkontribusi);
Membuat kesepakatan dengan PHR untuk menentukan pemateri.

2. Wakil bidang
a. Bersama ketua bidang mengkordinasikan pelaksanaan tugas tugas bidang.
Melakukan pembagian tugas untuk menjadi pemateri;
b. Bersama wakil ketua bertanggung jawab terhadap kerja dan kinerja anggota anggota
bidang
Berdasarkan kesepakatan bersama wakil rayon, wakil bidang akademik bertugas
mengontrol pelaksanaan hasil internalisasi bidang, sedangkan wakil ketua mengontrol
seluruh PHR mengenai hasil internalisasi bidang tersebut.

3. Anggota Bidang
a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas tugas bidang
Melakukan kerja kerja teknis agenda sesuai dengan pembagian teknis dalam rapat
pimpinan.

Kendala penjalanan mekanisme kerja


1. Ketua Bidang
- Sebelum evaluasi ketua bidang intens dalam kontroling shedule dan hadir dalam agenda
rayon, namun setelah evaluasi organisasi ketua bidang sulit dihubungi melalui media dan
sulit ditemui seara langsung untuk membahas mengenai kondisi bidang. Hal ini praksis
membuat ketua bidang tidak menjalankan mekanisme kerja di akhir periode terakhir.
2. Wakil Bidang
- Minimnya wakil bidang hadir dalam agenda maupun rapat rapat rayon membuat wakil
bidang tidak mengetahui pembagian kerja kerja teknis. Alhasil, wakil tidak mengontrol
pelaksanaan kerja tersebut;
- Bentuk kontroling wakil bidang terhadap anggota bidang, terbatas pada 1 anggota bidang
saja (Dewi) dan tidak ada kontrol terhadap anggota bidang lain.
3. Anggota bidang
- Anggota bidang tidak menjalankan mekanisme kerja;
Seringnya anggota bidang yang tidak melaksanakan mekanisme kerja masing
masing yang mengakibatkan kerja dan kinerja bidang terkendala.
- Komunikasi anggota bidang terkendala;
Minimnya penjalanan mekanisme kerja anggota bidang mengakibatkan anggota bidang
minim kehadiran dan kerja kerja bidang terbengkalai, diperparah dengan seringnya
putus komunikasi sehingga praksis bidang tidak dijalankan sama sekali oleh anggota
bidang. Putus komunikasi yang saya maksud hari ini adalah tidak ada respon melalui
media (sms, Line, WA) dan sulitnya ditemui langsung untuk membicarakan kepentingan
bidang.
Solusi rekomendasi
1. Ketua Bidang
- Memaksimalkan kerja ketua dan wakil rayon untuk mendorong ketua bidang
menjalankan mekanisme kerja;
- Memaksimalkan cluster rayon untuk mendorong ketua bidang menjalankan mekanisme
kerja.
2. Wakil Rayon
- Memaksimalkan kontroling yang dilakukan wakil bidang dengan intens hadir dalam
agenda dan rapat rapat.
3. Anggota bidang
- Melakukan pembagian kerja kerja teknis bidang dengan struktural lain di rayon;
- Back-up tugas tugas anggota bidang yang terbengkalai oleh struktural rayon lain (Dengan
catatan telah mendorong anggota bidang melaksanakan mekanisme kerja dan pembagian
kerja teknis namun tetap tidak dilaksanakan).

D. PROGRAM KERJA TERLAKSANA/TIDAK TERLAKSANA DAN AGENDA


INSIDENTAL;

Program kerja terlaksama


I. Latar Belakang
SWC adalah sebuah forum belajar mengajar bagi kader Clapeyrons untuk
meningkatkan kualitas akademik di perkuliahan. Mahasiswa jurusan Teknik sipil
terutama kader IMM komisariat aufklarung Teknik rayon Clapeyrons semestinya
memahami secara meyeluruh mata kuliah tentang ketekniksipilan serta mampu
mengembangkan pemahaman yang telah didapatkan. Sehingga kedepan nya dapat
menjadi seorang Mahasiswa yang benar benar mampu menjadi perancang yang kreatif
dan pelaksana yang mumpuni.
Melihat kondisi mahasiswa secara umum yang tidak memahami mata kuliah
dikarenakan dosen menyampaikan materi yang sama kepada semua mahasiswanya tanpa
melihat kondisi pemahaman mahasiswanya. Kemudian ditambah lagi dengan kurangnya
kesadaran mahasiswa untuk memahami materi perkuliahan yang sudah diajarkan.
Dari pertimbangan diatas, maka perlu nya program sebuah program SWC
(Study With Clapeyrons ) yang mampu mewadahi kader di dalam lingkup akademik.
II. Tujuan
Memahamkan kader terkait materi perkuliahan.

III. Targetan
Terselsaikan nya tugas tugas perkuliahan
IV. Sasaran
Kader clapeyron 2016
V. Waktu pelaksanaan
1 BULAN SEKALI
Intensif UTS
Intensif UAS
a. Tempat
Kondisional
b. Evaluasi
Pelaksanaan :

SWC UTS SWC


SWC UTS : SWC UTS :
1/5/201 1/11/201 10/31/201 (IUT) : (Stati
1/4/2017 swc 06/04/201 07/04/201
7 7 6 00/04/201
7 7
7 02/04
41
73% 36% 32% 50% % 59% 59% 50%
1. Kehadiran kader;(Detail terlampir absensi sekertaris)
Keterangan = nilai diatas adalah prosentase dari total keseluruhan kader baru
di setiap agendanya
2. Pemahaman materi;

Karena tidak berjalannya evaluasi materi sebagai evaluasi program maka


pengukuran keberhasilan program menggunakan pengumpulan tugas tugas
perkuliahan sebagai variabel pengukuran. Dengan asumsi bahwa ketika tugas
terkumpul maka kader mampu menyelesaikan tugas tugas perkuliahan
(target). Dan tugas tugas perkuliahan yng dijadikan varibel pengukuran
adalah tugas yang didapatkan oleh semua kelas kader baru dan rayon
memberikan pendampingan atas pengerjaannya yaitu Mekanika Statis
Tertentu, IUT dan Mekanika Fluida.

Program :
Perkembangan di tiap pertemuan
(Tidak ada data)
VI. Hasil yang dicapai
(Lihat UKB point 1)
VII. Kendala
Pra pelaksanaan
Kurangnya penginformasian terhadap agenda
Penginformasian agenda SWC dilakukan H-1
Kesiapan pemateri dalam agenda masih kurang baik
Internalisasi hanya dilakukan dengan Ketua Rayon, Wakil Ketua rayon.

Pelaksanaan
Kehadiran peserta kurang sehingga monitoring pemahan kader kurang
Pemateri belum menguasai secara penuh Mata kuliah sehingga banyak mengulur
waktu dan kurang efisien
Program
Data absen dan rekapitulasi Penilaian Hilang sehingga monitoring terhadap
pemahaman kader masih kurang.
VIII. Kesimpulan
Berdasarkan Targetaan dari program kerja SWC, kader baru cukup terbantu dalam
menyelsaiakan tugas tugas yang berkaitan dengan akademik. Sehingga dapat dikatakan
bahwa agenda telah menapai targetan. Hal tersebut dapat ditinjau dari prosentase
terselesaikannya tugas tugas perkuliahan sesuai variabel yang menapai 78%. Namun
banyaknya agenda tidak terlaksana dan beberapa kendala teknis selama pelaksanaan
agenda menyebabkan hasil tidak maksimal.

IX. Solusi
Pra pelaksanaan
Membuat agenda Insidental sebagai media propaganda agenda programatik yang
sifatnya kultural
Melakukan pembagian tugas dengan PHR clapeyron dalam penginfomasian
agenda dan mendatangkan kader baru ke agenda
Melakukan internalisasi jauh hari sehingga pemateri mempunyai waktu untuk
mendalami materi
Pelaksanaan
Melakukan pelaporan terkait informasi kader baru yang bisa mengikuti agenda
Melakukan evaluasi teknis pasca agenda seperti pembagian tugas menghubungi
pemateri, fasilitas penunjang belajar, untuk mengukur pemahaman kader selama
melalui post test.
Program
Melakukan kontrol terhadap absensi dan rekap nilai Pos test kader

E. PENUTUP;
Segala yang memiliki awal pasti memiliki akhir, artinya tidak ada materi apapun yang
senantiasa abadi. Begitu juga dengan kepemimpinan kami pada periode hari ini, ia akan
berakhir seiring takdir sejarah yang mengahirinya. Tidak banyak yang bisa kami kerjakan,
cita-cita dan gagasan besar yang kami konstruk ternyata belum sebebarapa yang mampu
kami wujudkan menjadi materi kongkrit, semoga hal kecil yang kami kerjakan selama satu
periode ini mampu menjadi awal bagi lahirnya hal besar pada periode selanjutnya sebagai
wujud dari proses dialektika organisasi menuju gerak yang lebih maju dan progresif.
Demikianlah Laporan Pertanggungjawaban kami dari Bidang akademik rayon clapeyrons
komisariat Aufklrung Teknik periode 20162017 selama kurang lebih satu periode kami.
Harapan ke depan agar Laporan Pertanggungjawaban ini mampu menjadi bahan evaluasi
yang benar-benar dijadikan pegangan untuk menjalankan kerja-kerja organisasi dan bahan
untuk berdialog dengan ketidak pastian masa depan. Sekian dan terima kasih.
Ketua bidang akademik Wakil bidang akademik