Anda di halaman 1dari 20

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Keanekaragaman Hewan dengan judul Kelas Reptilia


yang disusun oleh:

Nama : Wais Al Kurni


Nim : 105440014415
Kelas/Kelompok : D15/6
Kelmpok : 07 Mei 2017

Telah diperiksa oleh Dosen Pembimbing dan dinyatakan diterima.

Makassar, 07 Mei 2017


Dosen Pembimbing Praktikan

Hilmi Hambali,S.Pd,.M.Pd Wais Al Kurni

Mengetahui,
Kordinator Laboratorium

Nurul Magfirah,S.Pd.,M.Pd
NIDN:0925048603

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Reptilia berkembang dari zaman Labyrinthodontia 50 juta tahun yang
lalu sesudah amphibi berkembang. Pada zaman itu kelompok reptil
merupakan kelompok yang paling banyak diantara vertebrata lainnya. Reptilia
merupakan kelas pertama dari Tetrapoda yang strukturnya lengkap, termasuk
selaput embrio dan kulitnya yang tahan terhadap kekeringan. Sepanjang
zaman itu reptil ditemukan dengan bermacam-macam genera mulai hewan
kecil sampai yang besar, herbivora sampai karnivora, dan dari yang lamban
sampai yang lincah dalam bergerak
Reptil terdiri dari empat ordo yaitu Testudinata, Rhynchochephalia
atau Tuatara, Squamata dan Crocodilia. Sub kelas dari Testudinata adalah
pleurodira, cryptodira, paracrytodira. Sub ordo dari Squamata adalah sauria
(kadal) dan serpentes (ular). Sub ordo dari Crocodilia adalah gavial, alligator,
dan crocodilidae. Oleh karena itu, untuk membuat suatu system klasifikasi
diperlukan adanya pengamatan morfologi. Dari pengamatan morfologis dapat
diukur parameter morfologinya sehingga dapat dilakukan
pengindentifikasiannya dan berakhir dengan pembuatan kunci determinasi
dari reptil.
Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia
merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas
dengan paru-paru. Ciri umum kelas ini yang membedakannya dengan kelas
yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit
ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo
atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit
secara total yaitu pada anggota sub-ordo Ophidia dan pengelupasan kulit
sebagian pada anggota sub-ordo Lacertilia. Sedangkan pada Ordo Chelonia
dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau
pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar kulit.
Kelas reptilia suatu kelompok yang beraneka ragam dengan banyak
garis keturunan yang sudah punah, saat ini diwakili oleh sekitar 7000 spesies,
sebagian besar kadal, ular, penyu atau kura-kura dan buaya ini adalah
pengelompokan tradisional dan didasarkan pada kemiripan semua tetrapoda
tersebut. Reptilian memiliki beberapa adaptasi untuk kehidupan didarat yang
umunya tidak ditemukan pada amphibian. Sisik yang mengandung protein
keratin membuat kulit reptilia kedap air, sehingga membantu mencegah
dehidrasi di udara kering. Dan masih banyak lagi cirri-ciri khusus dari kelas
reptilia.
Mabouya multifasciata atau kadal adalah salah satu jenis reptilia yang
hidup di darat. Kadal ini merupakan jenis kelompok kadal yang paling banyak
di Afrika, kepulauan Indonesia, dan Australia. Jumlah spesies kadal ini
melampaui jumlah familia reptil yang lainnya. Separuh atau lebih spesies
terdapat di Asia Tenggara dan hanya kira-kira 50 spesies saja yang berada di
belahan bumi barat.
Kadal termasuk golongan reptilian yang berdarah dingin, karena tidak
dapat mempertahankan tubuhnya pada saat hangat yang tetap. Berbeda
dengan burung dan mamalia, reptile tidak memiliki bulu agar tetap hangat dan
kelenjar keringat untuk menyejukkan suhu tubuh mereka mengukuti suhu
lingkungan.
Dari sekian ribu jenis reptil, kadal termasuk jenis yang baik digunakan
sebgaai bahan praktikum karena selain mudah didapat jga mudah untuk di
bedah.
Praktikum ini menggunakan Mabouya multifasciata karena hewan ini
tidak berbisa sehingga tidak berbahaya. Selain itu, hewan ini mempunyai
struktur morfologi dan anatomi yang mudah diamati.

B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengamati struktur
morfologi dan anatomi serta mengidentifikasi system digestoria, system
urogenitalia, system respiratoria, system circulatoria, system nervosum dan
system skeleti dari kadal ( Mabouya multifasciata).
C. Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari praktikum ini yakni agar setiap praktikan dapat
mengetahui dan membedakan struktur morfologi dan anatomi serta
mengidentifikasi system digestoria, system urogenitalia, system respiratoria,
system circulatoria, system nervosum dan system skeleti dari kadal (Mabouya
multifasciata).

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kadal (Mobouya multifasciata) merupakan salah satu hewan


Vertebrata yang di golongkan dalam reptil. Kadal merupakan hewan yang
biasa hidup di tempat lembab dan mempunyai kebiasaan tinggal di daerah
persawahan dan dekat dengan perairan. Kadal biasanya mempunyai dua
pasang anggota badan yang bersifat pentadactil. Secara luas, pengertian kadal
juga mencakup kelompok cicak, tokek, bunglon, cicak terbang, biawak,
iguana dan lain-lain. Sedangkan secara sempit, istilah kadal dalam bahasa
Indonesia biasanya merujuk terbatas pada kelompok kadal yang umumnya
bertubuh kecil, bersisik licin berkilau dan hidup di atas tanah (Miralles et al,
2009).

Kadal (Mobouya multifasciata) masuk dalam subordo Lacertilia


(sauria) yang mempunyai cirri-ciri antara lain kuku panjang, tapi kurang dari
30 cm, kaki 4 buah yang kadang- kadang tereduksi atau hilang sama sekali.
Mandibula menyatu di bagian anterior, tulang kuadrat berkontrak dengan
pterigoid, sehingga terbukanya mulut terbatas (tidak seperti ular). Kelopak
mata biasanya dapat digerakan. Kadal (Mabouya multifasciata) memiliki lidah
yang ujungnya bercabang dan mengeluarkan kelenjar lidah, bagian yang
paling spektakuler dari system pencernaan reptile adalah lidah yang ujungnya
bercabang (Brotowidjoyo, 1993).

Pada anggota lacertilia, lidah berkembang baik dan dapat digunakan


sebagai ciri penting untuk identifikasi. Semua reptil memiliki gigi kecuali
pada ordo testudinata. Pada saat jouvenile, reptil memiliki gigi telur untuk
merobek cangkang telur untuk menetas, yang kemudian gigi telur tersebut
akan tanggal dengan sendirinya saat mencapai dewasa. Beberapa jenis reptil
memiliki alat pendengaran dan ada yang yang dilengkapi telinga luar atupun
tidak. Pada beberapa jenis lainnya, alat pendengaran tidak berkembang. Mata
pada reptil ada yang berkelopak dan ada yang tidak memiliki kelopak mata.
Kelopak mata pada reptil ada yang dapat digerakkan dan ada yang tidak dapat
digerakkan dan ada juga yang berubah menjadi lapisan transparasi (Djuhanda,
1983).

Kadal merupakan hewan berkaki empat, kebanyakan hidup di atas


tanah berumput, bebatuan, pepohonan, ada juga yang hidup di gurun pasir.
Umumnya kulit mengkilap dan berwarna kehijauan sampai coklat. Kulit pada
reptilia tidak berfungsi untuk pertukaran gas sehingga tidak ada percampuran
darah dalam dan darah berasal dari luar. Fertilisasi reptil terjadi secara internal
dan sebagian besar dari reptil bersifat ovovivipar dan telur berkembang di luar
tubuh (Manter, 1959).

Tubuh kadal terdiri dari kepala (caput) yang bentuknya pipih dan
meruncing ke bagian ujungnya, badan (truncus) berbentuk bulat memanjang,
dan ekor (cauda) yang berbentuk bulat panjang meruncing ke ujungnya, cukup
kukuh dan bersisik. Kadal mempunyai ekor tunggal dan mudah putus sebagai
alat perlindungan diri dari predator atau biasa dikenal autotomi. Kadal
mempunyai tanduk pada sisik yang berguna untuk mencegah hilangnya
kelembaban dari tubuh juga untuk memudahkan bergerak. Kadal memiliki
lidah yang bercabang yang mempunyai fungsi untuk mendeteksi adanya
mangsa di sekitar lingkungannya (Ibrahim et al, 2003).

Tubuh kadal tertutupi oleh kulit yang kering dengan sisik-sisik zat
tanduk di permukaannya tanpa adanya kelenjar-kelenjar berlendir. Bagian
perut kadal mempunyai sisik berwarna putih kekuning-kuningan, pada bagian
punggung berwarna antara kuning coklat sampai coklat tua. Warna sisik pada
kadal tergantung dari umur, jenis kelamin, keadaan lingkungan dan keadaan
fisilogis tubuhnya (Radiopoetro, 1991).

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Minggu, 07 Mei 2017
Waktu : Pukul 08.00-10.00 WITA
Tempat: Laboraturium Biologi Unismuh Makassar
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat yang digunakan pada saat praktikum adalah:
1. Papan bedah : 1 Buah
2. Pinset bedah : 1 Buah
3. Pisau bedah : 1 Buah
4. Gunting bedah : 1 Buah
5. Jarum pentul : Seperlunya
6. Kertas tissue : Seperlunya
2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada saat praktikum adalah:
1. Kadal ( Mabouya multifasciata ) : 1 Ekor
C. Prosedur kerja
Adapun kerja pada percobaan ini yaitu:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Meletakkan kadal (Mabouya multifascia) diatas papan bedah (disceting
pan).
3. Mengamati struktur morfologi tubuh kadal (Mabouya multifascia).
2. Membedah hewan dengan menggunakan gunting bedah atau scalpel
dengan hati-hati agar tidak ada bagian anatomi yang rusak agar lebih
mudah dan jelas ketika melakukan pengamatan.
3. Mengamati struktur anatomi tubuh hewan satu persatu dengan seksama,
kemudian menggambar dan beri keterangan.
4. Mengidentifikasi system digestoria, system urogenitalia, system
respiratoria, system circulatoria, system nervosum dan system skeleti dari
kadal (Mabouya multifascia).
4. Setelah melakukan pengamatan bersihkan semua alat yang telah digunkan
dan membersihkan laboratorium agar lebih steril.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Morfologi dan Anatomi
Mabouya multifasiata

Gambar Morfologi Keterangan


1. Ekor yang panjang

2. Jari kaki

3. Kloaka

4. Kaki

5. Mulut

6. Lubang hidung

7. Mata

8. Membran timpani

9. Kulit kering dan bersisilk


Gambar Anatomi Keterangan

1. Kloaka

2. Rectum

3. Kandung Kemih

4. Usus Halus

5. Hati

6. Jantung

7. Trakea

8. Esophagus

9. Otak

10. Paru-Paru
11. Perut

12. Corong

13. Ovarium

14. Oviduk

15. Ginjal

16. Uretra

2. Bagian-bagian sistema
Mabouya multifasiata

Gambar Sistema Digestoria Keterangan


1. Pankreas
2. Kloaka
3. Usus Besar
4. Usus Halus

5. Hati

6.Saluran Empedu
7. Empedu
8. Esophagus
9. Lambung

Gambar Sistema Respiratoria Keterangan

1. Tulang rusuk
2. Glottis
3. Lubang hidung
4. Trakea
5. Paru-paru

Gambar Sistema Cerculatoria Keterangan

1. Septum(sekat)
2. Ventrikel
3. Vena pulmonalis
4. Arteri pulmonalis
5. Antrium kanan
6. Lung aorta
7. Antrium kiri
8. Arteri pulmonalis
9. Vena pulmonalis

Gambar Sistema Skeleti Keterangan

1. Tulang paha
2. Tulang telapak kaki
3. Tulang ruas jari
4. Tulang betis
5. Tulang rusuk
6. Ulna
7. Tulang jari
8. Radius
9. Tengkorak
10. Humerus
11. Tulang belikat
12. Tulang panggul

Gambar Sistema Nervosum Keterangan


1.Leg and musdes

2.caudal arteries

3.femoral arteries

4.left systematic arch

5.left subclavian

6.foramen of panizza

7.law musculature

8.brain

9.carotid

10.right subclavian

11.systemic arch

12.pumonari arteries

13.lungs

14.dorsal aorta

15.visceral circulation

B. Pembahasan
1. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan mengenai morfologi,
anatomi dan sistema pada spesies kadal (Mabouya multifasciata) dari kelas
aves. Diketahui bahwa morfologi kadal adalah bagian-bagian kadal dibagi
menjadi empat yaitu kepala, leher, badan dan ekor. Bagian kepala terdapat
hidung, mata, mulut, pada mulut terdapat choana priver, dentes, palatum,
choana sekunder, ostium tubuli auditif, faring rima glatis dan lingua titida
pada kadal alat pendengaranya berupa membran timfani. Bentuk kepala kadal
pipih dan meruncing ke bagian ujungnya, di bagian kepala terdapat organ-
organ seperti sepasang mata, sepasang lubang hidung di ujung moncongnya,
dan telinga yang kecil. kadal biasanya mempunyai dua pasang anggota badan
yang bersifat pentadaktil yaitu anggota depan dan anggota belakang.
Membrana tymphani tidak cembung dan celah auris externa jelas dapat
dilihat. Palpebra superior dan inferior dapat digerakkan, juga membrana
niktitans. Tubuh kadal tertutupi oleh kulit yang kering tanpa lendir dengan
sisik-sisik zat tanduk dipermukaannya. Pada alat geraknya kadal mempunyai
kaki empat dimana pada bagian depan terdiri dari branchium di bagian paling
atas, ante branchium dibawah branchium, manus adalah telapak tangan dan
digiti (jari-jari) terdapat 5 pasang. Pada tiap digiti terdapat cakar-cakar yang
berfungsi untuk membunuh mangsa. Pada kaki bagian belakang terdiri dari
femur, crus, pes dan digiti. Digiti pada bagian kaki depan dan belakang
berbeda dimana perbedaanya terdapat pada ibu jarinya. Ekor pada kadal
mempunyai panjang dua kali panjang tubuhnya. Sisik pada kadal bersifat
halus dan mengkilat pada bagian belakng terdapat sisik sosmoid. warna ini
sesuai denganumur dan juga pengaruh lingkungan hidupnya. berkulit
mengkilap dan mempunyai warna kehijauan sampai coklat.
Kadal darat umumnya mempunyai kelenjar pencernaan di mulut yang
llebih baik. Hal ini di hubungkan dengan keperluan untuk pelumasan makanan
yang kering agar mengurangi gesekan saat di telan. Kelenjar-kelenjar ini
antara lain di daerah fasial, lingual dan sub lingual. Kelenjar racun pada reptil
berasal dari beberapa kelenjar mulut tersebut. Kelenjar racun pada kadal
beracun merupakan modifikasi dari kelenjar sub lingual.
Lidah dapat dijulurkan dengan mudah (bebas). Gigi-gigi melekat pada
rahang. Dari mulut dilanjutkan ke faring, esofagus dan lambung. Lambung
dengan bagian fundus dan pilorus. Dari lambung kemudian ke intestinum.,
rektum, dan kloaka. Hati dan pankreas berpembuluh ke intestinum. Kloaka
untuk mengeluarkan sisa-sisa pencernaan, ekskret dan untuk reproduksi.
Mulut yang dapat terbuka lebar memiliki dentes (gig-gig) yang
berfungsi untuk keperluan ofensif dan mempertahankan serta mengunyah.
Barisan gigi itu dapat dibedakan atas dua deretan, deretan gigi yang conisch
(bentuk kerucut) menempel pada rahang dan gigi ini sebagai gigi pleurodont,
bengkok ke arah cavum oris. Pada palatum (tulang langit-langit) terdapat
deretan gigi halus yang disebut dentes palatini. Lingua yang tipih bersifat
bipida (bercabang dua) terletak di dasar cavum oris. Dibelakang varing
terdapat esovagus yang merupakan saluran silindris menuju ventriculus yang
terdiri atas bagian vundus yang agak bulat dan bagian kecil di sebut viloris
bagian ini bersambung dengan intestinum tenue (usus halus) terus di lanjutkan
oleh intestinum crasum (usus besar) yang sering di sebut rektum. Diantara
kedua intestinum itu terdapat caecum yang sangat pendek akhirnya rektum
bermuara pada kloaka. Gladulae digestiva berupa hepar yang terdiri atas lobus
dexter dan sinister berwarna coklat. Pada bagian caudal lobus dexter hepatis
terdapat vesica fellea. Glandulae pancreatisa terlatak antara ventriculum dan
bagian craneal intestinum tenue. Kloaka merupakan muara umum untuk
tractus digestiva, excretoria dan reproductive
Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh
tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa
lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada
reptilia pertukaran gas tidak efektif.
System sirkulasi pada kadal lebih sempurna daripada Amfibi oleh
sebab adanya paru-paru fungsional dan ginjal metanefros. Atrium jantung
terbagi sempurna menjadi ruangan kanan dan kiri, sinus venosus, menyatu
dengan dinding dari atrium kanan, ventrikel terpisah oleh septum (sekat).
Jantung terletak di bagian anterior ventral dari rongga thorax. Terdiri
atas sinus venosus yang kecil, dua buah auricula dan dua ventricula. Antara
dua ventricular terdapat septum yang umumnya tidak sempurna, karena masih
ada voramen pannizae. Darah dari vena masuk ke dalam jantung sinus
venosus, auriculum dextra, ventriculum dextra, arteri, pulmonalis dari paru-
paru darah kembali masuk auriculum sinestra, dan terus ke ventriculum
sinistra. Dari sini akan melalui sepasang archus aorticus yang selanjutnya kea
rah dorsal mengelilingi oesphagus, dari dasar archus aoricum dexter muncul
dua arteri carotis (arteri carotis comunis dextra sinistra) yang menuju ke leher
dan kepala, dan arteri subelavia menuju ke masing-masing extremitas anterior.
Ginjal berwarna kecoklat-coklatan dan terdiri atas sepasang, terletak di
daerah sacrum dan merupakan benda yang retroperitronial dan terdiri atas
lobus anteriordan lobus posterior. Dari masing-masing ren terdapat ureter
yakni ureter sinesta dan dextra. Pada hewan jantan sebelum bermuara di
kloaka ureter itu bersatu dahulu dengan vase deverensia, sedang pada hewan
betina olangsung ke kloaka. Vasica urinaria yang merupakan kantung tipis
yang terletak di dekatkloaka dan bermuara sebelum ventralnya, berfungsi
sebagai kumpulan urine sementara.
System reproduksi pada kadal terbagi menjadi dua antara jantan dan
betina:
a. Sistem Genitalia Jantan Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna
keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen.
Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan dari pada yang
lain. Testis akan membesar saat musim kawin. Saluran reproduksi, duktus
mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju
kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis.
Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus
seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi
duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter
dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang
pendek.
b. Sistem Genitalia Betina Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval
dengan bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya tepat di bagian ventral
kolumna vertebralis. Saluran reproduksi, oviduk panjang dan bergelung.
Bagian anterior terbuka ke rongga selom sebagai ostium, sedang bagian
posterior bermuara di kloaka. Dinding bersifat glanduler, bagian anterior
menghasilkan albumin yang berfungsi untuk membungkus sel telur, kecuali
pada ular dan kadal. Bagian posterior sebagai shell gland akan menghasilkan
cangkang kapur.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa dari
percobaan terhadap kelas reptil spesies kadal (Mabouya multifasciata)
struktur morfologinya terdiri dari empat yaitu kepala, leher, badan dan ekor.
Bagian kepala terdapat hidung, mata, mulut, pada mulut terdapat choana
priver, dentes, palatum, choana sekunder, ostium tubuli auditif, faring rima
glatis dan lingua titida pada kadal alat pendengaranya berupa membran
timfani. Sedangkan pada anatominya mencakup seluruh sistem yang bekerja
dalam tubuh kadal. Sistem pencernaan pada kadal terdiri dari hepar, gastrum,
lien, pankreas, duodenum, ductus choleodocus, rectum dan kloaka. Sistem
peredaran darah pada reptil adalah peredaran ganda yang strukturnya hampir
sempurna. Sistem respirasi pada kadal terdiri dari trachea, larink, bronchus
dan pulmo. Sistem ekskresi kadal terdiri dari ginjal, kantong kemih, dan
ureter. Sistem genitalia kadal jantan terdiri dari testis, epididymis, dan ductus
wolffi.
B. Saran
Sebelum praktikum dimulai siapkan alat dan bahan yang akan
digunakan demi menunjang kelancaran dalam pelaksanaan praktikum.
Kemudian, pada saat praktikum, ketika menggunakan peralatan bedah
sebaiknya tetap berhati-hati. Terutama ketika melakukan pembedahan
terhadap spesies hewan untuk mengetahui sisi anatominya, agar terhindar dari
cidera dan terjadinya kerusakan pada spesies yang dibedah.

DAFTAR PUSTAKA
Brotowidjoyo, M. 1993. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga

Djuhanda, T. 1983. Anatomi dari Empat Spesies Hewan Vertebrata. Bandung: Amico.

Ibrahim, J., Anuar, S., Norhayati, A., Shukor, Shahriza, Ain, N., Zalipah, N., Rayan,
M. 2003. An annotated checklist of Hepetofauna of Langkawi Island,
Malaysia Malayan Nature Journal. Vol. 57, Edisi IV, h. 368-381.

Manter & Miller. 1959. Introduction to Zoology. New York: Harper and Row
Publisher.

Miralles, A., Chaparro, J.C., Harvey, M.B. 2009. Aurilien Three Rare Enigmatic
South American skins, Zootaxa Vol. 2012, h. 47-68.

Radiopoetra. 1991. Zoologi. Jakarta: Erlangga.