Anda di halaman 1dari 9

JAWABAN TUGAS

STATISTIKA TERAPAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA


PASCA SARJANA UNDIKSHA
PENDIDIKAN IPA
SINGARAJA
2016

1
TUGAS 2

1. Seorang mahasiswa S2 Pendidikan IPA Undiksha ingin melaksanakan


penelitian survei tentang kepuasan mahasiswa terhadap kepemimpinan
ketua program studi. Jika jumlah seluruh mahasiswa 500 orang, dengan
tingkat kesalahan 5%,
a. Berapa jumlah sampel yang harus diambil agar sampel dapat mewakili
populasi?

Berdasarkan Tabel Krecjie maka jumlah populasi tertentu dengan


segera dilihat ukuran sampelnya. Apabila jumlah populasinya 500
orang dengan tingkat kesalahan 5% maka ukuran sampel yang harus
diambil adalah sejumlah 217 sampel.
Penentuan ukuran atau jumlah sampel ini dapat dilakukan dengan
rumus-rumus yang ada di buku-buku teks. Atau, ukuran sampel ini juga
dapat dilakukan dengan software (akan dipraktikkan di kelas).

2
b. Jika tidak diperhitungkan stratanya, bagaimana cara mengambil
sampel dengan teknik simple random sampling?
Teknik simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel
dengan cara acak yang memungkinkan semua anggota populai dipilih
menjadi anggota sampel (biasanya anggota populasi agak homogen).
Teknik ini bisa dilakukan dengan bantuan tabel bilangan random.
Cuplikan tabel bilangan random dapat dilihat berikut ini.

Setelah nomor anggota popolasi diurutkan dari 1-500 (sample frame),


kita memilih bilangan random dalam tabel bilangan random. Memilih
bilangan random ini dapat dilakukan misalnya dengan menjatuhkan
pensil pada halaman kertas yang berisi bilangan random. Misalnya
bilangan yang dikenai ujung pensil terletak pada baris 2 kolom (21-25),
yaitu 08337. Karena jumlah sampel yang kita ambil sebanyak 217,
maka kita cukup mengambil 3 digit dari bilangan random yang terpilih,
misalnya 337 (tiga bilangan terakhir). Berarti anggota populasi dengan
nomor urut 337 kita pilih menjadi anggota sampel. Selanjutnya, kita
dapat bergerak ke atas atau ke bawah di kolom yang sama, tetapi
baris yang berbeda. Misalnya kita bergerak ke bawah, kita menemukan
08091. Berarti anggota populasi 091 kita ambil menjadi anggota
sampel. Lanjut, bergerak kebawah lagi kita ketemu 43311, berarti
anggota populasi nomor 311 kita ambil menjadi anggota sampel. Jika
pada suatu saat ketemu bilangan lebih dari 500, misalnya 67546,

3
berarti tidak ada nomor anggota populasi 546, kita lewatkan saja.
Demikian seterusnya sampai diperoleh jumlah sampel 217.
Coba Anda praktikan di rumah penentuan sampel dengan tabel
bilangan random ini. Tabel bilangan random dapat didownload
di:
https://wayanredhana.gnomio.com/course/view.php?id=2
Penentuan anggota sampel secara random ini juga dapat dilakukan
dengan excel atau software (akan dipraktikan di kelas)

c. Jika stratanya diperhitungkan, jumlah mahasiswa per strata adalah:


tingkat I sebanyak 173 orang, tingkat II sebanyak 159 orang, tingkat III
sebanyak 92 orang, dan sisanya tingkat IV. Tuliskan perhitungan
pengambilan sampel dengan cara proportionate stratified sampling
dan disproportionate stratified sampling!
- Perhitungan pengambilan sampel dengan cara
proportionate stratified sampling
Jumlah populasinya 500 orang dengan tingkat kesalahan 5% maka
ukuran sampel yang harus diambil adalah sejumlah 217 sampel. Untuk
masing-masing strata ukuran dihitung seperti berikut.
173
Tingkat I = 500 x 217 = 75,082 = 75

159
Tingkat II = 500 x 217 = 69,006 = 69

92
x 217=39,928=40
Tingkat III = 500

76
x 217=32,984=33
Tingkat IV = 500

Sehingga dari keseluruhan sampel tersebut adalah 75 + 69 + 40 + 33


= 217

4
- Pengambilan sampel dengan cara disproportionate
stratified sampling
Disproportionate stratified sampling dilakukan jika anggota
populasi dalam salah satu atau lebih srata sangat sedikit. Misalnya:
500 orang anggota populasi tersebar ke dalam srata sebagai berikut.
Tingkat I = 214
Tingkat II = 259
Tingkat III = 15
Tingkat IV = 12
Maka strata tingkat III dan IV diambil seluruhnya sebagai anggota
sampel, sedangkan tingkat I dan II diambil rata-rata darisisanya,
misalnya (217-15-12)/2 = 95

d. Jika tidak diperhitungkan stratanya, bagaimana Anda mengambil


sampel dengan cara sistematic sampling?
Tetap mengacu kepada 500 orang anggota populasi dan jumlah sampel
yang diambil adalah 217 orang. Pengambilan sampel secara sistematis
dilakukan dengan cara berulang pada kelipatan tertentu. Untuk
menentukan kelipatannya dapat dilakukan dengan membagi jumlah
populasi dengan jumlah sampel, dalam hal ini 500/217 = 2,3 atau
dapat menggunakan kelipatan 2 atau 3 (kita akan mengambil kelipatan
3, mengapa?). Beri nomor urut anggota populasi dari 1-500. Lakukan
pengundian sekali saja untuk menentukan anggota sampel yang
pertama kali, misalnya nomor yang keluar adalah 98. Berarti anggota
populasi dengan nomor urut 98 akan menjadi anggota sampel.
Selanjutnya, kita bergerak ke nomor di atas dengan penambahan
angka 3 sehingga nomor yang kita peroleh berturut-turut adalah 101,
104, 107, 110, sampai nomor 500, kemudian lanjut ke nomor 3, 6, 9,
sampai nomor 246.

5
dst.

2. Buatlah soal atau ilustrasi pengambilan sampel dengan cara:


a. Cluster sampling
Cluster Sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana
pemilihannya mengacu pada kelompok bukan pada individu.
Ilustrasi pengambilan sampel dengan cara cluster sampling
Misal kita ingin melakukan penelitian tentang sikap guru terhadap
implementasi K13. Dari penarikan sampel di atas kita membutuhkan
217 orang guru. Misal di suatu kecamatan ada 30 sekolah (kluster);
tiap sekolah ada 20 orang guru. Maka jumlah sekolah atau kluster yang
diperlukan adalah 217/20 = 10,85 kita bulatkan menjadi 11. Berarti
kita mengambil 11 kluster atau sekolah dan ini dilakukan dengan
teknik random.

b. Quota Sampling
Adalah teknik sampling untuk menentukan jumlah sampel dari populasi
yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang
diinginkan. Anggota populasi biasanya tak terhingga. Misalnya, jika kita
ingin mengetahui pendapat orang tua terhadap kegiatan belajar
mengajar yang berlangsung di SMA dalam satu kabupaten, dan dalam
satu kabupaten terdapat 20 SMA, maka kuota yang kita tetapkan

6
misalnya 20 orang tua yang menyekolahkan anaknya di tiap SMA.
Dengan demikian, akan ada 400 anggota sampel.

c. Accidental sampling
Penentuan anggota sampel yang dilakukan secara kebetulan. Misalnya,
jika seorang dosen ingin mengetahui pendapat mahasiswa terhadap
proses belajar mengajar di Program Pascasarjana Undiksha, maka yang
menjadi sampel adalah mahasiswa dan atau alumni pascasarjana
Undiksha. Dengan perhitungan jumlah sampel yang telah dilakukan,
misalnya 200 orang, dosen misalnya menugaskan pegawai untuk
mengedarkan angket. Pegawai akan memberikan angket kepada
orang-orang yang lewat di gedung Pascasarjana Undiksha, tetapi orang
bersangkutan adalah mahasiswa atau alumni Pascasarjana Undiksha
sampai jumlah angket yang dibagikan minimal 200 eksemplar
(sebaiknya jumlah angket yang dibagikan jauh melebihi 200
eksemplar, misalnya 300 elsemplar, mengapa?)

3. Jelaskan cara pengambilan sampel (menggunakan kata-kata Anda sendiri)


dengan cara:
a. Sampling bertujuan
Teknik pengambilan sampel bertujuan atau purposive sampling adalah
teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai
keperluan penelitian. Jika kita ingin meneliti kasus bagaimana suami yang
beristri lebih dari satu dan tinggal serumah dalam membagi kasih
sayangnya kepada istrinya, maka kita sengaja mencari suami-suami yang
beristri lebih dari satu dan tinggal serumah. Kalau ada suami beristri lebih
dari satu dan tidak tinggal serumah, maka mereka tidak dapat menjadi
anggota sampel.

b. Sampling jenuh

7
Sampling jenuh adalah teknik pengambilan sampel bila semua anggota
populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini umumnya dilakukan bila
jumlah anggota populasi kecilnya, misalnya 25.

c. Sampling bola salju


Penentuan sampel dengan teknik bola salju dilakukan dengan menentukan
seorang nara sumber yang relevan dengan topik penelitian yang sedang
kita teliti. Dari seorang ini kita meminta informasi siapa lagi kira-kira orang
yang bisa memberikan informasi terkait dengan topik penelitian kita. Dari
orang yang direkomendasikan kita mengumpulkan informasi dan
menanyakan siapa lagi orang yang dapat memberikan informasi terkait
dengan penelitian kita, demikian seterusnya sehingga jumlah sampel
makin lama makin banyak, seperti bola salju yang sedang menggelinding
di hamparan salju. Jumlah sampel dianggap cukup jika informasi yang kita
peroleh sudah cukup atau jenuh.

4. Misalnya Anda akan melakukan penelitian eksperimen. Materi yang


digunakan adalah materi IPA kelas VIII. Di suatu sekolah ada 10 kelas VIII.
Jumlah siswa untuk setiap kelas 40 orang. Untuk keperluan penelitian
eksperimen, Anda akan menggunakan dua kelas VIII.
a. Teknik sampling mana yang Anda akan gunakan?
Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling.
b. Bagaimana cara memilih dua kelas dari 10 kelas VIII yang ada?
Jelaskan!
Dalam penelitian eksperimen jumlah sampel per kelompok 15 orang
sudah cukup (Mengapa?). Nah, dalam hal ini kita menggunakan satu
kelas per kelompok sudah cukup. Karena penelitian eksperimen bersifat
komparatif, paling sedikit dua kelompok sudah cukup (tergantung pada
variabel independennya), berarti kita memerlukan dua kelas dua kelas.
Dengan demikian menggambil dua kelas dari 10 kelas sudah cukup.

8
Cara mengambil dua kelas dari 10 kelas yang ada adalah dengan
merandom kelas, bukan individu siswa. Ini disebut dnegan teknil kluster
acak.
c. Bagaimana cara Anda menentukan yang mana kelas kontrol dan yang
mana kelas eksperimen dari dua kelas VIII yang telah dipilih? Jelaskan!
Dari dua kelas yang telah dipilih, untuk menentukan kelas kontrol dan
eksperimen dilakukan dengan mengundi (lotere).