Anda di halaman 1dari 21

GOLONGAN VII A ( HALOGEN ) DAN GOLONGAN

VIII A (GAS MULIA )

DISUSUN OLEH :
WAHDAN FAJRI HARAHAP M.ILMAN SYAPUTRA
AGUS RAHMAT HAMDANI PUTRI DEMAK
LUSIANA FERONICA RIZKI SAKINAH PLG
BUALAZOKH EDISON ARJUNA
ZAKA LIMBONG

STIKES BINALITA SUDAMA MEDAN


AKADEMI TEKNIK ELEKTROMEDIK MEDAN
T.P 2016/2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulisdapat menyelesaiakan karya
tulis ilmiah dengan judul HALOGEN dan GAS MULIA .Karya tulis ilmiah ini
disusun dalam rangka memenuhi tugas dalam mata kuliahan Kimia.
Atas bimbingan bapak/ibu dosen dan saran dari teman-teman maka disusunlah
karya tulis ilmiah ini. Semoga dengan tersusunnya makalah ini diharapkan dapat
berguna bagi kami semua dalam memenuhi salah satu syarat tugas kami di
perkuliahan. Karya tulis ini diharapkan bisa bermanfaat dengan efisien dalam proses
perkuliahan.
Dalam menyusun makalah ini, penulis banyak memperoleh bantuan dari
berbagai pihak, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
terkait. Dalam menyusun karya tulis ini penulis telah berusaha dengan segenap
kemampuan untuk membuat karya tulis yang sebaik-baiknya.
Sebagai pemula tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam
makalah ini, oleh karenanya kami mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini
bisa menjadi lebih baik.
Demikianlah kata pengantar karya tulis ini dan penulis berharap semoga karya
ilmiah ini dapat digunakan sebagaimana mestinya. Amin.

Medan, 12 Desember 2016

Penulis
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................1

A. Latar belakang.......................................................................1
B. Tujuan.................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................2

A. Halogen.................................................................................. 3
A1.Unsur-unsur Halogen (Golongan VII A)..............................3
A2.Sifat,keberadaan senyawa dan kegunaan Halogen..........4
B. Gas Mulia (Golongan VIII A)....................................................13
B1.Manfaat Gas Mulia............................................................13
B2.Sifat fisik dan kimia Gas Mulia..........................................14

BAB III PENUTUP..........................................................................................17

A. Kesimpulan............................................................................ 17
B. Saran..................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di sadari ataupun tidak ilmu kimia memilki peranan yang sangat penting
dalam kehidupan kita. Dimulai dari penyusun kromosom, pakaian kita, lingkungan
kita, bahkan diri kita merupakan materi kimia.
Salah satu materi kimia yang sering kali di gunakan dalam kehidupan manusia
adalah unsur-unsur halogen. Baik di bidang industri, pengobatan, dan lain sebagainya
Penggunaan suatu bahan didasarkan pada sifat-sifat dari bahan tersebut. Oleh karena
itu, penting bagi kita untuk mengetahui sifat-sifat dari berbagai jenis zat, baik unsur,
senyawa maupun campuran.
Kita dapat membedakan sifat-sifat zat atas sifat fisis dan sifat kimia. Sifat fisis
menyangkut penampilan (seperti wujud, kekerasan, warna, bau, dan rasa), serta sifat-
sifat yang tidak melibatkan pengubahan zat itu menjadi zat lain (seperti jari-jari atom,
titik leleh, titik didih, kalor jenis). Sifat kimia berkaitan dengan reaksi-reaksi yang
dapat dialami oleh zat itu, seperti kereaktifan, daya oksidasi, daya reduksi, sifat asam,
dan sifat basa. Sifat kimia zat berkaitan dengan sifat fisis tertentu dari zat itu.
Misalnya kereaktifan berkaitan dengan energi ionisasi, sedangkan energi ionisasi
berkaitan dengan jari-jari atom. Oleh karena itu, untuk memahami sifat-sifat kimia
zat, kita harus mengetahui sifat-sifat fisis yang mendasarinya.

B. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin di capai dalam mengadakan tugas makalah ini
adalah :
- Agar mengetahui perubahan yang terjadi di sekitar kita
- Untuk lebih memahami Ilmu Kimia secara umum
- Lebih menyadari pentingnya pendidikan,melati kami dalam pembuatan
pembuatan makalah secara individu, sehingga menjadi bekal bagi masa yang
akan datang.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Halogen (Golongan VII A)

Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan VII A (17
pada sistem lama) di tabel periodik. Kelompok ini terdiri dari: fluor (F), klor (Cl),
brom (Br), yodium (I), dan astatin (At). Struktur electron masing-masing unsur
tersebut adalah sebagai berikut :

9F (He) 2S^2 2P^5


17Cl (Ne) 3S^2 3P^5
35Br (Ar) 4 S^2 4P^5
53I (Kr) 5 S^2 5P^5
85At (Xe) 6 S^2 6 P^5

Halogen menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan


logam. Istilah halogen ini berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18
yang diadaptasi dari bahasa Yunani yaitu halo genes yang artinya pembentuk
garam. Halogen juga merupakan golongan dengan keelektronegatifan tertinggi, jadi
ia juga merupakan golongan paling non-logam.

Ahli kimia Swedia Baron Jns Jakob Berzelius mengistilahkan "halogen"


yang dibentuk dari kata-kata Yunani (hls), "garam" atau "laut", dan - (gen-),
dari (ggnomai), "membentuk" sehingga berarti "unsur yang membentuk
garam". Halogen akan membentuk garam jika direaksikan dengan logam.

Unsur-unsur halogen secara alamiah berbentuk molekul dwiatom (misalnya


Cl2). Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron
terluarnya, sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini
disebut ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.

A1. Unsur-unsur Halogen (Golongan VII A)

1. Fluorin (F)
Fluorin pertama kali ditemukan pada tahun 1670 oleh Schwandhard dan
diisolasikan untuk pertama kali pada tahun 1886 oleh Maisson. Keberadaan fluorin
biasanya dalam fase gas, berbau pedas, berwarna kuning muda, dan bersifat sangat
korosif

2. Klorin (Cl)
Klorin pertama kali ditemukan oleh Scheele pada tahun 1774 dan selanjutnya
pada tahun 1810, nama klorin diberikan oleh Davy. Keberadaan klorin berupa fase
gas, berwarna kuning kehijauan, dapat larut dalam air, dan mudah bereaksi dengan
unsur lain.

3. Bromin (Br)
Penemu bromin adalah Balard pada tahun 1826. Bromin ditemukan dalam
wujud cait berwarna coklat kemerahan, agak mudah menguap, uapnya berwarna
merah, berbau tidak enak, dan dapat mengiritasi mata dan kerongkongan. Selain itu,
bromin juga mudah larut dalam air dan CS2 membentuk larutan kemerahan dengan
sifat lebih aktif daripada iodium.

4. Iodin (I)
Iodin pertama kali ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Iodin
merupakan senyawa non-logam dengan fase padatan berwarna hitam kebiruan. Sifat
iodine sendiri antara lain dapat menguap dalam temperatur biasa dan membentuk gas
keunguan berbau tidak enak.

5. Astatin (At)
Astatin merupakan unsur non-logam radioaktif pertama yang dibuat oleh
Dale R. Corson, Kenneth Ross Mackenzie, dan Emillio Segre pada tahun 1940. Sifat
senyawa astatin dapat membentuk senyawa antar halogen seperti AtI, AtBr, dan AtCl.
Selain itu, astatin juga memiliki waktu hidup tersendiri di dunia karena dapat meluruh
dalam hitungan menit dan di antara unsur halogen lainnya, astatinlah yang paling
tidak reaktif.

A2. Sifat,keberadaan senyawa dan kegunaan Halogen ( Golongan VII A)

1.Flour (F)
Flour berasal dari bahasa latin yakni fluere yang artinya mengalir. Fluorin
pertama kali ditemukan pada tahun 1670 oleh Schwandhard dan diisolasikan untuk
pertama kali pada tahun 1886 oleh Maisson. Keberadaan fluorin biasanya dalam fase
gas, berbau pedas, berwarna kuning muda, dan bersifat sangat korosif
Sifat fisika flour

Sifat F
Nomor atom 9
Konfigurasi elektron [He] 2s2 2p5

Jari-jari kovalen (Ao) 0,71


Jari-jari ion X- (Ao) 1,36

Energi ionosasi tingkat I (kJ/mol) 1.680

Afinitas elektron -335

Potensial reduksi standar, Eo (volt) 3,01

Energi ikatan X-X (kJ/mol) 158

Energi ikatan H-X (kJ/mol) 562

Keelektronegatifan 4,0
Titik didih (oC) -188
Titik leleh (oC) -220
Sifat kimia flour

Flour merupakan unsur nonlogam yang paling elektronegatif dan paling


reaktif.Flour bereaksi sempurna dalam air.F 2 merupakan oksidator terkuat dari
unsure-unsur halogen lainnya.Flour dapat mengoksidasi air dengan cepat dan
eksotermis.

Keberadaan flour di alam

Fluor ditemukan dalam mineral-mineral fluorspar, CaF2 ; kriolit, dan


fluoroapatit. Dalam gigi manusia dan hewan juga terdapat sedikit fluor. Adanya
komponen fluorin dalam air minum melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan
kehitaman pada gigi.

Senyawa-senyawa dan kegunaan fluor


Flouspar (CaF2), digunakan sebagai mineral dalam pasta gigi

Freon-12 (CCl2F2), digunakan sebagai gas pendingin pada kulkas dan


AC serta sebagai zat pendorong pada semprot aerosol (spray)
Asam flourida (HF), digunakan untuk mengukir (mengetra) gelas

Natrium heksa flourosilikat (Na2SiF6), digunakan sebagai bahan yang


dicampurkan pada pasta gigi agar gigi menjadi kuat

Tetrafloroetilen (C2F4), digunakan sebagai suatu jenis plastik tahan


panas yang banyak digunakan pada peralatan mesin

Natrium fluorida (NaF), digunakan untuk mengawetkan kayu dari


gangguan serangga

Freon 22 (CHClF2), digunakan sebagai zat pendingin rendah bahan


makanan

Belerang heksafluorida (SF6), digunakan sebagai isolator

Klor pentaklorida (CIF5), digunakan sebagai bahan oksidator roket

Kriolit (Na3AlF6), digunakan sebagai pelarut dalam pengolahan logam


Al

Fluorapatit (Ca5(PO4)3F), digunakan sebagai pupuk

2.KLORIN (Cl)

Klor berasal dari bahasa yunani yaitu chloros yang berarti hijau pucat. Klorin
pertama kali ditemukan oleh Scheele pada tahun 1774 dan selanjutnya pada tahun
1810, nama klorin diberikan oleh Davy.

Sifat fisika klor

Sifat Cl
Nomor atom 17
Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p5
Jari-jari kovalen (Ao) 0,99

Jari-jari ion X- (Ao) 1,81

Energi ionosasi tingkat I (kJ/mol) 1.251

Afinitas elektron -355

Potensial reduksi standar, Eo (volt) 1,36

Energi ikatan X-X (kJ/mol) 242

Energi ikatan H-X (kJ/mol) 431

Keelektronegatifan 3,0

Titik didih (oC) -34

Titik leleh (oC) -101

Sifat kimia klor

Keberadaan klorin berupa fase gas, berwarna kuning kehijauan, dapat larut
dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain, memilik bau yang menyengat, dan
sangat beracun memicu iritasi pada mata dan paru-paru serta memicu korosi pada
jaringan, Cl2 tidak terlarut sempurna dalam air dan reaksinya lambat.

Keberadaan klor di alam

Klor ditemukan dalam kerak bumi sebagai mineral ion-ion klorida seperti batu
garam NaCl, karnalit KCl.MgCl2.6H2O, dan kloroargirit AgCl, juga terdapat pada air
laut dalam bentuk garam-garam halide (X-).
Ion klorida merupakan anion terbanyak yang dikandung oleh plasma darah
dan cairan tubuh, serta berfungsi berfungsi untuk menjaga kesetimbangan osmotik
antara cairan didalam maupun diluar sel, juga getah lambung mengandung 0,3%HCl.
Senyawa-senyaawa dan kegunaan klor
diklorida (Cl2), digunakan untuk menarik timah dari kaleng bekas,
membentuk SnCl4 kemudian direduksi menjadi timah murni

diklorida (Cl2), digunakan untuk membunuh bakteri pada air bersih


(PDAM,kolam renang, pemutih)

Natrium klorida (NaCl), digunakan sebagai garam dapur dan pengawet

Kalium klorida (KCl), digunakan sebagai pupuk tanaman

Natrium hipoklorit (NaClO), digunakan sebagai pemutih

Kalsium hipoklorit (Ca(ClO2), digunakan sebagai klorinasi/penghasil


Cl2 dalam air

Kalium klorat (KClO3), digunakan sebagai oksidator, bahan peledak


dan korek api

Ammonium klorida (NH4Cl), digunakan sebagai pengisi batu batrai

Seng klorida (ZnCl2), digunakan sebagai bahan pematri atau solder

Untuk pembuatan etil klorida (C2H5Cl) yang digunakan pada


pembuatan TEL (tetra etillead) yaitu bahan adaptif pada bensin

Klorin dapat dijadikan bahan baku pembuatan plastik PVC


(CH2CHCL)

Karbon tetra klorida (CCl4), digunakan untuk pelarut senyawa organik

Asam klorida (HCl), digunakan untuk membersihkan permukaan


logam dari karat

Kloroform (CHCl3), digunakan untuk obat bius dan pelarut

3.Bromin (Br)

Bromin berasal dari bahasa yunani yaitu Bromos yang artinya bau yang tidak
sedap. Penemu bromin adalah Balard pada tahun 1826. Bromin ditemukan dalam
wujud cait berwarna coklat kemerahan, agak mudah menguap, uapnya berwarna
merah, berbau tidak enak, dan dapat mengiritasi mata dan kerongkongan. Selain itu,
bromin juga mudah larut dalam air dan CS2 membentuk larutan kemerahan dengan
sifat lebih aktif daripada iodium.

Sifat fisika Bromin

Sifat Br
Nomor atom 35
Konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2 4p5

Jari-jari kovalen (Ao) 1,14

Jari-jari ion X- (Ao) 1,95

Energi ionosasi tingkat I (kJ/mol) 1.140

Afinitas elektron -332

Potensial reduksi standar, Eo (volt) 1,07

Energi ikatan X-X (kJ/mol) 193

Energi ikatan H-X (kJ/mol) 366


Keelektronegatifan 2,8
Titik didih (oC) 59
Sifat kimia bromin

Cairan bromine dapat menimbulkan luka apabila konntak dengan kulit serta
memiliki efek iritasi pada mata dan tenggorokan. Br2 tidak melarut sempurna dalam
dalam air dan reaksinya lambat. Bromin merupakan ccairan merah tua dengan tekanan
uap yang tinggi sehingga jika botol brom terbuka akan keluar uap merah kecoklatan.

Keberadaan bromine di alam

Senyawa ini juga ditemukan di air laut, endapan garam, dan air mineral.
Dalam kerak bumi, brom sebagai mineral bromoargirit, AgBr. Ditemukan di perairan
laut Mati dengan kadar 4500 - 5000 ppm. Garam-garam bromine juga diperoleh dari
Arkansas.
Senyawa-senyawa dan kegunaan bromin
Bromida (Br2), digunakan sebagai bahan zat tahan api dan sebagai
pewarna

Etilen dibromida (C2H4Br2), digunakan sebagai komponen pada bensin


sebagai zat anti knocking

Perak bromida (AgBr) digunakan sebagai bahan peka cahaya


dilapiskan pada film dan kertas fotografi

Natrium bromide (NaBr), digunakan sebagai zat sedutif atau obat


penenang saraf

Metil bromida (CH3Br), digunakan sebagai bahan zat pemadam


kebakaran

4.Iodin (I)

Iodium berasal dari bahasa yunani yaitu iodes yang artinya ungu. Iodin pertama
kali ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Iodin merupakan senyawa non-logam
dengan fase padatan berwarna hitam kebiruan.

Sifat fisika iodine

Sifat I
Nomor atom 53
Konfigurasi elektron [Kr] 4d10 5s2 5p5

Jari-jari kovalen (Ao) 1,33

Jari-jari ion X- (Ao) 2,16

Energi ionosasi tingkat I (kJ/mol) 1.000

Afinitas elektron -295

Potensial reduksi standar, Eo (volt) 0,54

Energi ikatan X-X (kJ/mol) 151


Energi ikatan H-X (kJ/mol) 299 1[1]

Keelektronegatifan 2,5
Titik didih (oC) 184
Titik leleh (oC) 144
Sifat kimia iodine

Padatan iodine adalah padatan berkilau berwarna hitam kebiru-biruan,


menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu birudengan bau yang menyengat. I 2
tidak melarut sempurna pada air dan reaksinya lambat.Iodin merupakan unsure non
logam yang reaktifitasnya paling rendah.

Keberadaan iodium di alam

Di alam ditemukan dalam air laut (air asin) garam chili, dll. Kristal iodin dapat
melukai kulit,sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir. Terdapat
dalam senyawa natrium iodat NaIO3, yang ditemukan dalam jumlah kecil pada
deposit NaNO3 di Chili. Juga dalam larutan bawah tanah di Jepang dan Amerika
dengan kadar sampai 100 ppm. Beberapa sumber air ditanah air kita ternyata
mengandung iodium dalam kadar yang cukup tinggi, misalnya di daerah Mojokerto.
Juga beberapa jenis lumut dan ganggang mengandung iodium.
Senyawa-senyawa dan kegunaan Iodin

Iodida (I2), digunakan untuk antiseptic dan obat-obatan seperti obat


luka agar tidak terkena infeksi

Perak iodide (AgI), digunakan untukbahan peka kaca cahaya


dilapiskan pada Film dan kertas fotografi

Iodoform (CHI3), digunakan untuk lensa Polaroid dan bahan antiseptik

Natrium iodida (NaI), bila ditambahkan pada garam dapur dapat


digunakan untuk mengurangi kekurangan yodium yang akan
menyebabkan penyakit gondok

1
Kalium iodat (KIO3) yang ditambahkan pada garam dapur, agar tubuh
kita memperoleh iodine

Kalium iodide (KI), digunakan sebagai obat anti jamur

5. ASTATIN (At)

Astatin berasal dari bahsa yunani yaitu astatos yang artinya tidak stabil. Astatin
merupakan unsur non-logam radioaktif pertama yang dibuat oleh Dale R. Corson,
Kenneth Ross Mackenzie, dan Emillio Segre pada tahun 1940. Sifat senyawa astatin
dapat membentuk senyawa antar halogen seperti AtI, AtBr, dan AtCl. Selain itu,
astatin juga memiliki waktu hidup tersendiri di dunia karena dapat meluruh dalam
hitungan menit dan di antara unsur halogen lainnya, astatinlah yang paling tidak
reaktif.
Sifat fisika Astatin

Sifat At

Nomor atom 85

Konfigurasi elektron [xe]4f15 5d106s26p5

930,0 Kj/mol
Energi ionosasi tingkat I (kJ/mol)

+0,20 V
Potensial reduksi standar, Eo (volt)

Keelektronegatifan 2,2

Titik didih (oC) 337

Titik leleh (oC) 302

Sifat kimia astatin

Astatin merupakan unsure radioaktif yang pertama kali dibuat dari hasil
pemboman bismuth dengan partikel-partikel alfa. Waktu paruh tercepat yakni selama
56 detik dan yang terpanjang yakni 8,3 jam.

Keberadaan astatine di alam


Unsur astatin dapat ditemukan dialam dalam jumlah yang sangat sedikit
bahkan terkadang dikatakan tidak dijumpai di alam, sebab unsure ini bersifat
radioaktif sehingga mudah berubah menjadi unsure lain yang lebih stabil (bahasa
Yunani : astatos = tidak tetap). Jumlah astatin di kerak bumi sangat sedikit kurang dari
30 gram.

Senyawa-senyawa dan kegunaan astatine

Astatin tidak banyak dimanfaatkan secara komersil. Hal ini dikarenakan


sifatnya yang radiokatif dan berwaktu hidup pendek.

211
At adalah suatu emiter alfa dimanfaatkan penggunaannya di dalam
radiasi therapy.
211
Suatu penyelidikan kemanjuran dari koloid Attellurium untuk
perawatandari penyakit menular dan mengungkapkan bahwa alfa ini
memancarkan radiokoloid sedang untuk menyembuhkan penyakit
tanpa menyebabkan ketoksikan pada jaringan normal.
Dengan melibatkan Astatin Para peneliti di Brookhaven National
Laboratory telah menggunakan metode pembelokan jalur molekul
reaktif yang terpancar untuk mengidentifikasi dan mengukur reaksi
kimia.

B. Gas Mulia ( Golongan VIII A)

Gas Mulia adalah unsur-unsur golongan VIII A ( Delapan A ) dalam tabel periodik.
Unsur - unsur tersebut diantaranya Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton
(Kr), Xenon (Xe) dan Radon (Rn). Semua unsur gas mulia merupakan unsur yang
tidak reaktif atau inert.
B1. Manfaat Gas Mulia :
Beberapa gas mulia seperti Ne, Ar,Kr dan Xe bisa diperoleh dari hasil penyulingan
bertingkat udara cair. Berikut macam - macam manfaat tiap - tiap unsur :

a. Helium

Sebagai pengisi balon udara.

Sebagai campuran oksigen dalam tabung penyelam.

Helium yang berwujud cair juga dapat digunakan sebagai zat pendingin karena
memiliki titik uap yang sangat redah.

b. Neon

Neon biasanya digunakan untuk mengisi lampu neon.

Neon dapat digunakan untuk berbagi macam hal seperti indikator tegangan
tinggi, zat pendingin, penangkal petir, dan mengisi tabung televisi.

Neon cair merupakan zat pendingin pada refrigenerator untuk temperatur


rendah.

Neon juga dapat digunakan untuk memberi tanda pada pesawat terbang.

c. Argon
Argon digunakan dalam las titanium dan stainless steel.

Argon digunakan sebagai pengisi bola lampu pijar.

d. Kripton

Kripton bersama argon digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen bertekanan


rendah.

Krypton digunakan dalam lampu kilat untuk fotografi kecepatan tinggi.

e. Xenon

Xenon digunakan dalam pembuatan lampu pijar untuk bakterisida (pembunuh


bakteri).

Xenon digunakan dalam pembuatan tabung elektron.

f. Radon

Radon digunakan dalam terapi kanker karena bersifat radioaktif.

Radon juga dapat berperan sebagai sistem peringatan gempa, Karena bila
lepengn bumi bergerak kadar radon akan berubah sehingga bias diketahui bila
adanya gempa dari perubahan kadar radon.

B2. Sifat Fisik dan Kimia Gas Mulia

Unsur-unsur gas mulia dalam tabel periodik terletak pada golongan 8A, yang
meliputi: Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe) dan
Radon (Rn). Semua unsur golongan 8A tidak berwarna dan tidak berbau, dan
merupakan gas monoatomik pada temperatur kamar. Mereka tidak mudah
terbakar dan juga tidak memicu terjadinya pembakaran.
Gas mulia memiliki konfigurasi elektron yang sudah stabil, hal ini didukung
kenyataan bahwa gas mulia di alam selalu berada sebagai atom tunggal atau
monoatomik.
Unsur-unsur golongan 8A memiliki konfigurasi elektron penuh, oleh
karenanya unsur-unsur ini di alam tidak ditemukan dalam bentuk senyawa,
dan selama bertahun-tahun dianggap merupakan unsur yang inert
(lembam/tidak reaktif) sebelum akhirnya pada tahun 1963 Neil Bartlett
berhasil mereaksikan xenon dengan platinaheksafluorida PtF6. Afinitas
elektronnya hampir nol, sebaliknya potenasial ionisasinya tertinggi
dibandingkan dengan unsur lain.
Tabel 2.3. Sifat Fisik dan Kimia Gas Mulia
He Ne Ar Kr Xe
Nomor atom 2 10 18 36 54

Massa atom 4,002602 20,1797 39,948 83,80 131,29


Konfigurasi 1s2 [He]2s22p6 [Ne]3s23p6 [Ar]4s24p6 [Kr]5s25p6
elektron
Jari-jari atom 0,49 0,51 0,88 1,03 1,24
(angstrum)
Keelektronegatif - - - 3,1 2,4
an
Titik leleh (C) - -248,61 -189,37 -157,20 -111,80

Titik didih (C) -268,93 -246,06 -185,86 -153,35 -108,13

Energi ionisasi 2372 2080 1520 1351 1170


(kJ mol-1)
Afinitas elektron -21 -29 -35 -39 -41
(kJ/mol)
Densitas 0,1785 0,89994 1,7838 3,7493 5,8971
(mg/cm3)
Entalpi 0,08 1,74 6,52 9,05 12,65
penguapan
(kJ/mol)

Titik leleh dan titik didihnya yang sangat rendah mengindikasikan bahwa gaya
dispersi yang saling mengikat atom-atom dalam padatan maupun cairan sangat
lemah. Titik leleh dan titik didih unsur-unsur golongan ini meningkat
sebanding dengan banyaknya elektron yang dimiliki dan semakin
bertambahnya berat molekul, karena dengan semakin banyaknya elektron
polarizabilitasnya bertambah dan semakin bertambahnya berat molekul
menyebabkan gaya antar molekulnya meningkan. Semakin banyak elektron
yang dimiliki maka kemampuan efek induksi akan semakin besar,
menyebabkan semakin bertambahnya gaya antar molekul (gaya Van Der
Waals). Berat molekul menunjukkan banyaknya elektron, parsial (+) lebih
kuat dari parsial (-). Kemampuan untuk membentuk parsial (-) dan parsial (+)
besar menyebabkan interaksinya kuat dan energi yang dibutuhkan besar
sehingga titik didihnya tinggi. Energi ionisasi dari unsur helium ke xenon
semakin kecil hal ini dikarenakan jari-jari atom yang semakin besar sehingga
elektron terluar akan semakin jauh dari inti (gaya tarik inti semakin lemah)
sehingga elektron terluar makin mudah dilepaskan.
Helium tidak memiliki nilai pada titik lelehnya, hal ini dikarenakan sifat unik
dan fenomenal helium adalah bahwa gas helium tidak mudah berubah fasa
menjadi cair. Pada tekanan atmosfer, ia baru berubah menjadi fasa cair setelah
didinginkan sampai pada suhu 4,2K (sekitar -268,9C). Selanjutnya jika
helium cair ini terus didinginkan ternyata tidak membeku walaupun sudah
mencapai temperatur dekat dengan 0K (-273,15C). Penyebabnya adalah
karena massa atom helium yang sangat kecil dan interaksi antara atom-
atomnya sangat lemah.
Bilamana helium didinginkan, terjadi keanehan pada kerapatannya, yaitu
kerapatan terus bertambah, namun mencapai maksimum pada temperatur
2,17K. Dibawah temperatur tersebut kerapatannya justru berkurang dan
kemudian cenderung stasioner.

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan

Golongan halogen terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F),


Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium yang belum
diketahui dengan jelas atau dalam bahasa lainnya yaitu Film CharLes Bronson
Idaman ATi . Sifat keelektronegatifan halogen senantiasa berkurang seiring dengan
bertambahnya jari-jari atomnya.
Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA yang
memiliki kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk
monoatomik karena sifat stabilnya. Disebut mulia karena unsur-unsur ini sangat
stabil, berfasa gas pada suhu ruang dan bersifat inert (sukar bereaksi dengan unsur
lain). Tidak ditemukan satupun senyawa alami dari gas mulia.
Gas mulia adalah grup elemen kimia dengan sifat-sifat yang sama: di kondisi
standar, mereka semua tidak berbau, tidak berwarna, dan monoatomik dengan
reaktivitas yang sangat rendah. Mereka ditempatkan di grup 18 (8A) dari tebel
periodik (sebelumnya dikenal dengan grup 0), yaitu helium (He), neon (Ne), argon
(Ar), krypton (Kr), xenon (Xe), dan radon yang bersifat radioaktif (Rn).

B.Saran

Dari semua pembahasan materi yang telah kami sampaikan, kami berharap
teman-teman bisa mengerti tentang halogen dan gas mulia, dan semoga teman-teman
memperoleh manfaat yang ada dalam materi tersebut. Jika terdapat kekurangan
terhadap materi kami, kami mohon maaf dan menerima saran sebagai masukan yang
positif kedepan nya serta terima kasih telah memperhatikan sekaligus memahami
materi kami.

DAFTAR PUSTAKA
Anshory,Irfan.1988.Penuntun Pelajaran Kimia.Bandung:Ganeca Exact Bandung.

Brady,James.1986.Kimia Universitas Azas & Struktur (terjemahan: Dra. Sukmariah


Maun).Tangerang:Binarupa Aksara.

Justiana,Sandi dan Muchtaridi.2009.Kimia 3.Cetakan kedua.Jakarta:Yudhistira.

Mulia,Setya Sensus.2006.Belajar Efektif Kimia3.Jakarta:PT.Intimedia Ciptanusantara.

Parning,Ir dkk.2002.Penuntun Belajar Kimia.Cetakan kedua.Jakarta:Yudhistira.

Polling, Ir.C.1982.Ilmu Kimia.Edisi ketiga.Cetakan Ke-25.Jakarta:Erlangga.

Suyanto, dkk.2004.Kimia 3B.Jakarta:PT.Grasindo.

Syukri S,Drs.1999.Kimia Dasar I.Bandung:ITB.

W,Keenan Charles, dkk.1989.Kimia untuk Universitas (terjemahan: A.Hadyana P.).

Jakarta:Erlangga.