Anda di halaman 1dari 8

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

HAZARD PSIKOSOSIAL DI TEMPAT


KERJA

Disusun Oleh :

Kelompok 3 (2 b)
Aditya Irnandi

Desy Fajar Lestari

Tri Wahyuni

Tri Wahyuningsih

POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2012
Psikologi sosial adalah ilmu yang merupakan cabang psikologi yang pada umumnya
menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi
sosial, seperti situasi kelompok, situasi massa dan sebagainya termasuk di dalamnya interaksi
antara orang dan hasil kebudayanya. Psikososial di tempat kerja adalah keterkaitan seorang
pekerja dengan pekerjaanya.

Menurut Nitisemito (1996), faktor psikososial di tempat kerja adalah lingkungan kerja
dengan segala sesuatu yang berada di sekitar karyawan dan yang dapat mempengaruhi dirinya
dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.

Johansson & Rubenowitz (1994) menjelaskan faktor-faktor psikososial dalam lingkungan


kerja yang memiliki pengaruh dalam kinerja sebagai berikut :

a) Pengaruh dan kontrol pekerjaan


Dalam hal ini ada beberapa hal yang bisa dilihat antara lain seperti pengaruh
tingkatan kerja, pengaruh metode kerja, pengaruh aIokasi kerja dan kontrol teknis serta
pengaruh peraturan kerja
b) Iklim terhadap pekerja.
Iklim yang bisa dilihat adalah kontak dengan pekerja dan meminta saran dan
masukan terbadap masalah-masalah dengan pekerjaan. Saat pekerja memberikan
pertimbangan sudut pandang tertentu dan memberikan informasi yang dibutuhkan serta
iklim berkomunikasi dalam organisasi atau perusahaan
c) Rangsang dari kerja itu sendiri.
Hal-hal yang diperhatikan adalah apakah pekerjaan tersebut menarik dan
menstimulasi individu untuk bekerja atau tidak, apakah pekerjaan tersebut bervariasi dan
terbagi-bagi atau tidak, kesempatan untuk mempergunakan bakat dan keterampilan,
kesempatan untuk belajar banyak hal baru dari pekerjaan dan perasaan keseluruhan
tentang pekerjaan yang dilakukan.
d) Hubungan dengan rekan kerja.
Hal-hal yang diperhatikan antara lain adalah hubungan dan kontak dengan rekan
kerja, pembicaraan tentang halhal yang berkaitan dengan pekerjaan dengan rekan kerja,
perluasan pengalaman dalam suasana kerja yang menyenangkan, diskusi tentang masalah
yang berkaitan dengan pekerjaan dan penghargaan rekan kerja sebagai seorang teman
yang baik atau bukan
e) Beban kerja secara psikologis.
Beberapa hal yang dipertimbangkan adalah stres kerja, beban kerja, perasaan lelah
dan kejenuhan sehabis bekerja yang meningkat, ada atau tidaknya kemungkinan untuk
relaksasi dan beristirahat saat bekerja dan beban mental yang ditimbulkan oleh pekerja itu
sendiri.

Faktor-faktor psikososial menjadi penting untuk diperhatikan karena:


1. Faktor psikososial sangat membantu pekerja tetap fokus pada pekerjaan dan tetap memiliki
motivasi kerja yang stabil.
2. Karakteristik setiap pekerjaan, apalagi jenis pekerjaan tertentu yang memiliki resiko tinggi
dalam beban kerja harus diberi perhatian lebih sebab konsekuensi yang ditimbulkannya pun
relatif lebih berat daripada pekerjaan pada umumnya.
3. Terpenting yang harus diperhatikan adalah kenyataan bahwa faktor psikososial ini "akan
lebih berpengaruh terhadap keselamatan kerja pada para pekerja yang tergolong dalam blue-
collar atau yang sifatnya pekerja kasar. Segala akibat negatif dari buruknya keselamatan
kerja karena faktor psikososial akan lebih dirasakan oleh mereka yang bekerja dengan status
sosioekonomi yang rendah dan individu muda usia (Kuper & Marmot, 2003).

Caplan (1984) mengatakan bahwa jika tercipta interaksi yang negatif antara kondisi
pekerjaan dengan faktor manusia atau pekerja maka akan terjadi keguncangan emosi, masalah
perilaku, perubahan biokimia dan neohormonal sampai pada resiko sakit secara mental dan
psikis. Secara lebih jauh, konsekuensi-konsekuensi psikologis yang bisa terjadi antara lain adalah
perasaan kesepian dan terpencil, pasrah dan merasa trurang atau tidak dihargai dengan pantas,
perasaan jenuh dan lelah yang berlebih, timbulnya leamed heIpIesness, penurunan motivasi kerja
sampai pada kinerja yang buruk dan penurunan produktivitas kerja.
Kami memilih dosen sebagai objek penelitian hazard psikososial di tempat kerja karena
menurut kami dosen memiliki risiko stress yang lumayan tinggi. Hal ini karena menurut kami
dosen memiliki beban pekerjaan yang tinggi. Beban pekerjaan tersebut antara lain :

Saat mahasiswanya selesai UAS atau UTS, para dosen harus mengoreksi jawaban
mahasiswanya satu persatu, yang kadang-kadang tulisan mahasiswanya sulit dibaca.
Setelah itu, dosen harus memasukkan nilai setiap mahasiswa ke dalam daftar nilai yang
membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi.
Dosen harus memeriksa setiap laporan praktik dan tugas-tugas mahasiswa.
Selain beban mengajar kadang-kadang dosen memiliki beban tugas diluar kewajibannya
mengajar.
Saat mengajar di depan kelas, dosen harus menaikkan volume suaranya agar seluruh
mahasiswa bisa mendengar penjelasannya.
Harus membimbing mahasiswanya saat praktik lapangan yang biasanya harus menginap
di luar kota atau berangkat pagi sekali untuk mengejar waktu dan menyebabkan
pekerjaan di rumah terbengkalai.

Dengan beberapa alasan tersebut, maka menurut kami dosen juga memiliki bahaya
psikososial di tempat kerja. Apalagi apabila kondisi fisik, dan lingkungan kerja yang tidak
mendukung maka dosen bisa mengalami stress akibat kerja.

Selain itu, kami juga melakukan wawancara pada salah satu dosen untuk mengetahui
tingkat stress dosen dan apa penyebab stress tersebut.

Data pekerja
Nama : Endang Uji Wahyuni, M.KM

Umur : 46 tahun

Alamat: Puri Husada Agung Blok D10 No. 12 RT : 02 / 010 Desa Cibinong GUnungsindur,
Bogor.

Pekerjaan : Sebagai dosen di Poltekkes Kemenkes Jakarta II

Tanggal wawancara : Jumat, 13 Desember 2013

Pertanyaan Checklist

No Pertanyaan Ya Tidak
Apakah pemisahan jabatan dan tugas masing-masing dosen
1. sudah terstruktur dan berjalan dengan baik di tempat Anda
bekerja ?
Apakah pembagian tanggung jawab pekerjaan berjalan dengan
2. baik dan tidak ada pelimpahan tanggungjawab pekerjaan
antarsesama pekerja ?
Apakah beban pekejaan sesuai dengan kemampuan yang
3.
dimiliki oleh masing-masing dosen ?
Apakah atasan Anda memberikan kebebasan untuk mengambil
4.
keputusan ?
Apakah pimpinan Anda memberikan dukungan penuh pada
5.
setiap dosen ?
Apakah antarsesama dosen memiliki kerjasama yang baik dan
6.
tidak terjadi konflik ?
7. Apakah di institusi tempat Anda bekerja memberikan
penghargaan atas produktivitas dan prestasi yang dicapai oleh
dosen ?
Apakah lingkungan fisik di tempat Anda bekerja sangat
8.
mendukung Anda untuk bekerja ?
Apakah Anda mengalami kendala dengan masalah waktu
9.
dalam pekerjaan Anda ?
10. Apakah anda sering mengalami kendala dalam mengerjakan ?
11. Apa Anda sering merasa tertekan saat bekerja ?
Apakah upah yang Anda terima sudah cukup untuk memenuhi
12.
kebutuhan hidup Anda ?
13. Apakah pekerjaan Anda sering menumpuk ?
14. Apakah Anda sering mendapat jam tambahan kerja ?

Hasil wawancara

1. Apakah lingkungan fisik Anda sangat mendukung Anda untuk melakukan pekerjaan ?
Jawab : Kalau dari segi ruangan, ventilasi, dan penerangan sudah, tetapi suhu di tempat
kerj a sangat dingin karena AC-nya terlalu besar.
2. Berapa jarak rumah Anda ke kantor ? apakah Anda mengalami stress saat perjalanan
Anda ke kantor ?
Jawab : Jarak dari rumha ke kantor 32 km. Saya pergi ke kantor dengan menggunakan
kereta, saya tidak pernah merasa stress dalam peerjalanan.
3. Sudah berapa lama Anda bekerja sebagai dosen ?
Jawab : 22 tahun
4. Apakah ada kendala yang Anda rasakan saat bekerja ?
Jawab : Saya mengalami sedikit stress saat harus merangkap jabatan untuk memegang
keuangan pada tahun 2007-2010.
5. Apa yang menyebabkan Anda stress saat bekerja ?
Jawab : Saya mengalami stress saat mendapatkan double job, misalnya saya ditugaskan
ke lapangan padahal saya ada jadwal mengajar sebagai dosen sehingga pekerjaan
mengajar saya terbengkalai.
6. Berapa jam Anda bekerja ?
Jawab : Saya bekerja selama 8 jam 30 menit.
7. Apakah Anda mengalami masalah tentang waktu Anda bekerja ?
Jawab : Kendalanya waktu jam kerja yang kepagian karena harus masuk jam 07.30 pagi,
jadi saya harus berangkat lebih pagi dari rumha padahal saya sebagai Ibu rumah
tangga memmiliki tanggungjawab memasak di rumah.
8. Apakah Anda sering mendapat pekerjaan tambahan di luar tanggungjawab Anda sebagai
dosen?
Jawab : Selain menjadi dosen, saya juga menjadi kasub unit lab.

Dari data hasil wawancara yang kami dapatkan, kami memperoleh hasil bahwa dosen
yang kami wawancarai tidak mengalami tingkat stres yang tinggi karena pekerjaanya. Dosen
tersebut hanya mengalami stres sangat ringan karena kadangkala beliau mendapat double job
diluar tanggungjawab beliau sebagai dosen seperti harus menjadi staf keuangan dan menjadi
kasub unit lab sehingga menyebabkan tugas utamanya sebagi dosen harus terbengkalai. Dosen
tersebut tidak mengalami stres yang berat karena beberapa hal berikut :

Pengaruh dan control pekerjaan


Di tempat kerja dosen tersebut memiliki peraturan yang fleksibel dan tidak terlalu
keras sehingga tidak membuat para pegawainya merasa tertekan. Selain itu, bidang
pekerjaan dan tanggungjawab pekerjaan disesuaikan dengan kemampuan para
pegawainya sehingga membuat para pegawainya bisa bekerja secara maksimal.
Iklim terhadap pekerja
Setiap pekerjaan yang sulit maka para dosen sering berdiskusi untuk
menyelesaikan pekerjaan tersebut sehingga membuat pekerjaan tersebut menjadi ringan.
Selain itu, atasan memberikan kebebasan pada pegawainya untuk mengambil keputusan
yang baik dan selalu mendukung.
Hubungan dengan rekan kerja
Dosen tersebut tidak mengalami konflik dengan sesame dosen sehingga suasana
kerjanya menyenangkan. Selain itu, para dosen memiliki tingkat kerjasama dan semangat
yang tinggi sehingga membuat suasana kerja menjadi menyenangkan. Selain itu, dosen
yang berprestasi juga mendapatkan penghargaan sehingga membuat dosen terpacu untuk
bekerja lebih baik lagi.
Beban kerja secara psikologis
Dosen memiliki beban kerja sesuai dengan kemampuannya, sehingga tidak
membuat dosen merasa tertekan dan jenuh.