Anda di halaman 1dari 62

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada zaman sekarang, teknologi informasi mempunyai peranan penting dalam


bidang industri maupun kehidupan kita sendiri. Salah satu bidang industri yang
memanfaatkan berkembangnya teknologi informasi adalah bidang kesehatan.

Teknologi informasi sudah berkontribusi banyak dalam kehidupan kita, salah satu
contohnya dalam bidang kesehatan yaitu rekam medis elektronik (EMR) yang
digunakan oleh dokter untuk mengetahui riwayat penyakit anda, obat-obatan apa
saja yang sudah pernah di konsumsi, apakah anda mempunyai sebuah alergi, dan
lain-lain.

Tanpa teknologi informasi, pengumpulan dan pengambilan data tersebut tidaklah


mudah untuk rumah sakit yang mempunyai ribuan pasien jika dilakukan secara
manual. Teknologi informasi juga memudahkan komunikasi jarak jauh dengan
adanya internet. Seluruh rumah sakit akan mengakses database yang berisi dengan
data pasien, sehingga memudahkan pasien dan rumah sakit apabila pasien
menggunakan rumah sakit yang berbeda.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai


berikut:
Apa pengertian sistem informasi kesehatan?

Bagaimana konsep-konsep pengembangan sistem informasi kesehatan?

Bagaimana aplikasi sistem informasi kesehatan pada sistem informasi rumah sakit?

Apa tujuan pengembangan sistem informasi kesehatan?

Ruang lingkup sistem informasi kesehatan?

C. Tujuan

Untuk mengetahui apa pengertian sistem informasi kesehatan.

Untuk mengetahui bagaimana konsep-konsep pengembangan sistem informasi


kesehatan.

Untuk mengetahui bagaimana aplikasi sistem informasi kesehatan pada sistem


informasi rumah sakit.

Untuk mengetahui apa tujuan pengembangan sistem informasi kesehatan.

Untuk mengetahui ruang lingkup sistem informasi kesehatan.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengantar dan Pengertian Sistem Informasi Kesehatan


Di dalam peraturan pemerintah RI no.46 tahun 2014 tentang sistem informasi
kesehatan, disebutkan bahwa suatu sistem informasi kesehatan adalah seperangkat
tatanan yang meliputi data, informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi dan
sumber daya manusia yang saling berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk
mengarahkan tindakan atau keputusan yang berguna dalam mendukung
pembangunan kesehatan. Dan untuk mendukung penyelenggaran pembangunan
kesehatan tersebut, diperlukan data, informasi dan indikator kesehatan yang
dikelola dalam sistem informasi kesehatan.

Pada hakekatnya pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilaksanakan


oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud, sebagai investasi
bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif.

Menurut WHO dalam buku design and implementation of health information system,
sistem informasi kesehatan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian
dari suatu sistem kesehatan. Suatu sistem informasi kesehatan yang efektif
memberikan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua
jenjang. Sistem informasi harus dijadikan sebagai alat yang efektif bagi manajemen.

Penggunaan informasi kesehatan dilaksanakan untuk memperoleh manfaat


langsung atau tidak langsung sebagai pengetahuan untuk mendukung pengelolaan,
pelaksanaan, dan pengembangan pembangunan kesehatan dan informasi yang
didapat harus bersumber dari informasi yang akurat yang dilaksanakan untuk
penyusunan kebijakan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan,
pengendalian dan evaluasi pembangunan kesehatan. Selain itu penggunaannya
harus menaati ketentuan tentang :

Kerahasiaan informasi, dan

Hak atas kekayaan intelektual yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Adapun tujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan


yang berdaya guna dan berhasil guna memiliki arti yang sama dengan tujuan
mendukung proses kerja pemerintah, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan
kesehatan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang efektif dan
efisien. Penyelenggaraan sistem informasi kesehatan itu juga merupakan bentuk
pertanggungjawaban instansi terhadap penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

B. Konsep-konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan

Untuk mengatasi kekurangan dan ketidakkompakan dari badan kesehatan di


Indonesia maka dibentuklah sistem informasi kesehatan. Dalam melakukan
pengembangan sistem informasi secara umum, ada beberapa konsep dasar yang
harus dipahami oleh para pembuat rancang bangun sistem informasi, yaitu antara
lain :

Sistem informasi tidak identik dengan sistem komputerisasi.

Pada dasarnya sistem informasi tidak bergantung pada penggunaan teknologi


komputer. Sistem informasi yang dimaksud disini adalah sistem informasi yang
berbasis komputer. Hal-hal yang penting dalam pemanfaatan teknologi
komputer/informasi dalam suatu sistem informasi suatu organisasi adalah :

Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi dengan informasi.

Informasi yang tersedia tidak relevan.

Informasi yang ada tidak dimanfaatkan oleh manajemen.

Informasi yang ada tidak tepat waktu.

Terlalu banyak informasi.

Informasi yang tersedia tidak akurat.

Adanya duplikasi data (redundancy).

Adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel.

Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang dinamis.


Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh dinamika
perkembangan organisasi tersebut. Oleh karena itu perlu disadari bahwa
pengembangan sistem informasi tidak pernah berhenti.

Sistem informasi sebagai suatu sistem harus mengikuti siklus hidup sistem.

Sistem informasi memiliki umur layak guna, maksudnya panjang pendeknya umur
layak guna sistem informasi ditentukan oleh :

A. Makin cepat organisasi tersebut berkembang, maka kebutuhan informasi juga


akan berkembang sedemikian rupa sehingga sistem informasi yang sekarang
digunakan sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan organisasi tersebut.

B.Perkembangan teknologi informasi yang cepat menyebabkan perangkat keras


maupun perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung beroperasinya sistem
informasi tidak bisa berfungsi secara efisien dan efektif. Hal ini disebabkan karena :

Perangkat keras yang digunakan sudah tidak diproduksi lagi, karena teknologinya
ketinggalan zaman, sehingga layanan pemeliharaan perangkat keras tidak dapat
lagi dilakukan oleh perusahaan pemasok perangkat keras.

Perusahaan pembuat perangkat lunak yang sedang digunakan, sudah


mengeluarkan versi baru. Versi terbaru itu umumnya mempunyai feature yang lebih
banyak, melakukan optimasi proses dari versi sebelumnya dan memanfaatkan
feature baru dari perangkat keras yang juga telah berkembang. Jadi mengingat
perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat, maka
pengguna harus sigap dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi tersebut.

Yang dimaksud dengan perangkat keras (hardware) adalah peralatan yang


digunakan dalam pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data serta
untuk komunikasi data. Perangkat keras tersebut berupa perangkat elektronik
dan/atau nonelektronik, antara lain berupa kartu, buku register, formulir laporan,
jaringan komputer, dan media koneksi.
Sedangkan yang dimaksud perangkat lunak (software) adalah kumpulan program
komputer yang berisi instruksi atau perintah untuk menjalankan proses
pengelolaan data. Perangkat lunak meliputi perangkat lunak untuk sistem operasi,
perangkat lunak untuk aplikasi, dan perangkat lunak pabrikan yang dapat
terintegrasi dalam penyelenggaraan sistem informasi kesehatan nasional, provinsi,
kabupaten/kota, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

C. Perkembangan tingkat kemampuan pengguna (user) sistem informasi. Suatu


sistem informasi yang baik, akan dikembangkan berdasarkan tingkat kemampuan
dari para pengguna, baik dari sisi :

Tingkat pemahaman mengenai teknologi informasi.

Kemampuan belajar dari para pengguna.

Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sistem.

Daya guna sistem informasi sangat ditentukan oleh tingkat integritas sistem
informasi itu sendiri.

Sistem informasi yang terpadu (integrated) mempunyai daya guna yang tinggi, jika
dibandingkan dengan sistem informasi yang terfragmentasi. Usaha untuk
melakukan integrasi sistem yang ada di dalam suatu organisasi menjadi satu sistem
yang utuh merupakan usaha yang berat dan harus dilakukan secara
berkesinambungan. Sinkronisasi antar sistem yang ada dalam sistem informasi itu,
merupakan prasyarat yang mutlak untuk mendapatkan sistem informasi yang
terpadu.

Keberhasilan pengembangan sistem informasi sangat bergantung pada strategi


yang dipilih untuk pengembangan sistem tersebut.

Strategi yang dipilih untuk melakukan pengembangan sistem sangat bergantung


pada besar kecilnya cakupan dan kompleksitas dari sistem informasi tersebut. Dan
ketidaktepatan dalam melakukan prediksi keadaan di masa mendatang, merupakan
salah satu penyebab kegagalan implementasi dan operasionalisasi sistem informasi.
Pengembangan sistem informasi organisasi harus menggunakan pendekatan fungsi
dan dilakukan secara menyeluruh.

Pengembangan sistem informasi harus dilakukan dengan menggunakan pendekatan


struktur organisasi dan pada umumnya mereka mengalami kegagalan, karena
struktur organisasi sering kali kurang mencerminkan semua fungsi yang ada di
dalam organisasi. Sebagai pengembang, sistem informasi hanya bertanggung jawab
dalam mengintegrasikan fungsi-fungsi dan sistem yang ada di dalam organisasi
tersebut menjadi satu. Pemetaan fungsi-fungsi dan sistem ke dalam unit-unit
struktural yang ada di dalam organisasi adalah wewenang dan tanggung jawab dari
pimpinan organisasi. Adapun penyusunan rancang bangun atau design sistem
informasi harus dilakukan secara menyeluruh, sedangkan dalam pembuatan
aplikasi bisa dilakukan secara sektoral atau segmental menurut prioritas dan
ketersediaan dana.

Pengembangan dan penguatan sistem informasi kesehatan dilakukan dengan


memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Pemanfaatan TIK diperlukan untuk mendukung sistem informasi dalam proses


pencatatan data agar dapat meningkatkan akurasi data dan kecepatan dalam
penyediaan data untuk diseminasi informasi dan untuk meningkatkan efisiensi
dalam proses kerja serta memperkuat transparansi.

Keamanan dan kerahasiaan data.

Sistem informasi yang dikembangkan dapat menjamin keamanan dan kerahasiaan


data.

Agar sistem informasi kesehatan terstandar perlu menyediakan pedoman nasional


untuk pengembangan dan pemanfaatan TIK.

Sistem informasi kesehatan yang dikembangkan dapat mengintegrasikan berbagai


macam sumber data, termasuk pula dalam pemanfaatan TIK.
Kemudahan akses.

Data dan informasi yang tersedia mudah diakses oleh semua pemangku
kepentingan.

Data dan informasi yang dikumpulkan harus dapat ditelusuri lebih dalam secara
individual dan aggregate, sehingga dapat menggambarkan perbedaan gender,
status sosial ekonomi dan wilayah geografi.

Etika, integritas dan kualitas.

Informasi telah menjadi aset organisasi.

Dalam konsep manajemen modern, informasi telah menjadi salah satu aset dari
suatu organisasi, selain uang, SDM, sarana dan prasarana. Penggunaan informasi
internal dan eksternal organisasi merupakan salah satu keunggulan kompetitif, hal
tersebut karena keberadaan informasi menentukan kelancaran dan kualitas proses
kerja, dan menjadi ukuran kinerja organisasi atau perusahaan, serta menjadi acuan
yang pada akhirnya menentukan kedudukan atau peringkat organisasi tersebut
dalam persaingan lokal maupun global.

Adapun yang dimaksud dengan Informasi kesehatan disini adalah informasi yang
terdiri dari :

1.Informasi upaya kesehatan.

Untuk informasi ini paling sedikit harus memuat mengenai informasi


penyelenggaraan pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan kesehatan
dan fasilitas pelayanan kesehatan

2.Informasi penelitian dan pengembangan kesehatan.


Informasi harus memuat hasil penelitian dan pengembangan kesehatan dan hak
kekayaan intelektual bidang kesehatan.

3.Informasi pembiayaan kesehatan.

Untuk informasi disini paling sedikit harus memuat informasi mengenai sumber
dana, pengalokasian dana dan pembelanjaan.

4.Informasi sumber daya manusia kesehatan.

Informasi disini harus memuat :

jenis, jumlah, kompetensi, kewenangan dan pemerataan sumber daya manusia


kesehatan.

sumber daya untuk pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia


kesehatan.

penyelenggaraan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia


kesehatan.

5.Informasi sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan.

Informasi ini paling sedikit harus memuat :

Jenis, bentuk, bahan, jumlah dan khasiat sediaan farmasi.

Jenis, bentuk, jumlah, dan manfaat alat kesehatan.

Jenis dan kandungan makanan.

6.Informasi manajemen dan regulasi kesehatan.


Informasi ini paling sedikit harus memuat :

Perencanaan kesehatan.

Pembinaan dan pengawasan kesehatan, penelitian dan pengembangan kesehatan,


pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, sediaan farmasi, alat
kesehatan, dan makanan, pemberdayaan masyarakat.

Kebijakan kesehatan dan

Produk hukum.

7.Informasi pemberdayaan masyarakat.

Meliputi informasi mengenai :

Jenis organisasi kemasyarakatan yang peduli kesehatan.

Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan, termasuk


penggerakan masyarakat.

Penjabaran sistem sampai ke aplikasi menggunakan struktur hirarkis yang mudah


dipahami.

Oleh karena penjabaran sistem informasi cukup luas dan menimbulkan kesulitan,
maka dalam penjabarannya sering digunakan istilah :

sistem

subsistem

modul
submodul

dan aplikasi

Masing-masing subsistem dapat terdiri atas beberapa modul, masing-masing


modul dapat terdiri dari beberapa submodul dan masing-masing submodul dapat
terdiri dari beberapa aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Struktur hirarki seperti ini
sangat memudahkan dari segi pemahaman maupun penamaan.

C. Tujuan sistem informasi kesehatan

Adapun dibentuknya pengaturan sistem informasi kesehatan itu bertujuan untuk :

Menjamin ketersediaan, kualitas dan akses terhadap informasi kesehatan yang


bernilai pengetahuan serta dapat dipertanggungjawabkan.

Memberdayakan peran serta masyarakat, termasuk organisasi profesi dalam


penyelenggaraan sistem informasi kesehatan.

Mewujudkan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan dalam ruang lingkup


sistem kesehatan nasional yang berdaya guna dan berhasil guna terutama melalui
penguatan kerja sama, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam mendukung
penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan.

Sistem informasi kesehatan di Indonesia wajib dikelola oleh :

Pemerintah pusat untuk ruang lingkup berskala nasional dalam ruang lingkup
sistem kesehatan nasional.

Pemerintah daerah provinsi untuk tingkat provinsi.

Pemerintah daerah kabupaten/kota untuk skala kabupaten/kota,


Fasilitas pelayanan kesehatan untuk pengelolaan sistem informasi kesehatan
dengan skala fasilitas pelayanan kesehatan.

Semua pengelola sistem informasi kesehatan juga diwajibkan untuk :

Memberikan data dan informasi kesehatan yang diminta oleh pengelola sistem
informasi kesehatan nasional, provinsi, dan/atau kabupaten/kota

Menyediakan akses pengiriman data dan informasi kesehatan kepada pengelola


sistem informasi kesehatan nasional, provinsi, dan/atau kabupaten/kota

Menyediakan akses pengambilan data dan informasi kesehatan bagi pengelola


sister informasi kesehatan nasional, provinsi, dan/atau kabupaten/kota

Menyediakan akses keterbukaan informasi kesehatan bagi masyarakat untuk


informasi kesehatan yang bersifat terbuka.

Pengelolaan sistem informasi kesehatan menimbulkan konsekuensi tanggung jawab


dalam pelaksanaannya. Jadi pemerintah bersama-sama dengan pemerintah daerah
dan fasilitas pelayanan kesehatan bertanggung jawab dalam pengembangan dan
pengelolaan sistem informasi kesehatan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-
masing.

Tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh pemerintah adalah menetapkan


standar dalam pengelolaan sistem informasi kesehatan, untuk mengatur efisiensi
dan efektivitas sistem informasi kesehatan dengan memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi secara tepat.

Di samping itu, pemerintah, pemerintah daerah, dan pimpinan fasilitas pelayanan


kesehatan bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasi
kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta
bertanggung jawab juga atas ketersediaan sumber daya untuk pengelolaan sistem
informasi kesehatan.

Tanggung jawab setiap institusi yang melaksanakan sistem informasi kesehatan


juga berkaitan dengan kewajiban untuk menjamin keandalan sistem yang
digunakan, kerahasiaan isi data yang dimiliki serta akses bagi pemilik data
kesehatan. Serta bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
kewajiban untuk menyampaikan dan melaporkan informasi kesehatan untuk
kepentingan pelayanan serta kebijakan kesehatan termasuk dalam rangka
pemberantasan penyakit.

Sistem informasi kesehatan harus dikelola secara berjenjang, terkoneksi, dan


terintegrasi serta didukung dengan kegiatan pemantauan, pengendalian dan
evaluasi. Dan pengelolaan sistem informasi kesehatan tersebut meliputi :

Perencanaan program

Pengorganisasian

Kerja sama dan koordinasi dalam unsur kesehatan sendiri dan melalui lintas sektor,
termasuk melalui jejaring global

Penguatan sumber daya

Pengelolaan data dan informasi kesehatan, meliputi kegiatan pencatatan,


pengumpulan, standarisasi, pengolahan, penyimpanan, penyebarluasan, dan
penggunaan

Pendayagunaan dan pengembangan sumber daya, meliputi perangkat keras,


perangkat lunak, sumber daya manusia dan pembiayaan

Pengoperasian sistem elektronik kesehatan

Pengembangan sistem informasi kesehatan

Pemantauan dan evaluasi

Pembinaan dan pengawasan

Informasi kesehatan diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang


efisien dan efektif. Informasi tersebut digunakan untuk masukan dalam
pengambilan keputusan dalam setiap proses manajemen kesehatan, baik untuk
manajemen pelayanan kesehatan, institusi kesehatan, maupun program
pembangunan kesehatan atau manajemen wilayah.

Selain itu pemerintah juga memberi kemudahan kepada masyarakat untuk


mengakses informasi kesehatan, melalui penyelenggaraan sistem informasi
kesehatan dan lintas sektor. Sistem informasi kesehatan diselenggarakan
berdasarkan asas kepastian hukum, itikad baik, kemanfaatan, tata kelola yang baik,
ketersediaan data, ketepatan waktu, standarisasi, integrasi, keamanan dan
kerahasiaan informasi , dan netralitas teknologi.
Berkembangnya sistem informasi kesehatan sangat didukung oleh kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi, yang signifikan memberi kontribusi bagi
implementasi sistem informasi secara lebih profesional, sehingga dapat
meningkatkan kualitas dan kecepatan proses kerja terutama di fasilitas pelayanan
kesehatan dan mengoptimalkan aliran data yang dapat meningkatkan ketersediaan
data, kualitas data dan informasi kesehatan dan yang terkait. Selain itu, pelayanan
kesehatan juga tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, karena sejak tahun 1990-an,
organisasi-organisasi kesehatan sudah dihubungkan dengan jaringan sistem
teknologi informasi secara global dengan teknologi telekomunikasi melalui internet.

Untuk menertibkan dan menyinkronkan penyelenggaraan sistem informasi


kesehatan yang selama ini belum terintegrasi, maka diperlukan penguatan sistem
informasi kesehatan, lintas program, dan urusan secara berjenjang di pusat dan
daerah dan didukung dengan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan pengelolaan sistem informasi kesehatan yang belum terintegrasi dan


terkoordinasi inilah yang menjadi salah satu masalah, selain tentunya overlapping
kegiatan dalam pengumpulan dan pengolahan data, karena masing-masing unit
mengumpulkan datanya sendiri-sendiri dengan berbagai instrumennya di setiap
unit kerja, baik di pusat dan di daerah, sehingga penyelenggaraan sistem informasi
kesehatan belum bisa dilakukan secara efisien dan efektif.

Karena suatu sistem informasi merupakan jiwa dari suatu institusi, maka sistem
informasi kesehatan merupakan jiwa dari institusi kesehatan. Jadi dengan kondisi
sistem informasi kesehatan yang kuat akan mampu mendukung upaya-upaya dari
institusi kesehatan. Penguatan sistem infomasi kesehatan secara tidak langsung
akan turut pula memperkuat sistem kesehatan nasional. Agar upaya penguatan
dapat terarah, saling terkait dan dengan langkah-langkah serta strategi yang jelas
dan komprehensif, maka disusunlah suatu roadmap rencana aksi penguatan sistem
informasi kesehatan pada tahun 2011-2014, yang merupakan rencana kerja jangka
menengah yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari
sistem informasi kesehatan dalam penerapannya.

Sampai saat ini sistem informasi kesehatan masih terfragmentasi dan belum
mampu menyediakan data dan informasi yang handal, sehingga sistem informasi
kesehatan masih belum menjadi alat pengelolaan pembangunan kesehatan yang
efektif. Untuk menyelenggarakan pengelolaan pembangunan kesehatan diperlukan
komponen yang dikelompokkan dalam tujuh subsistem, yaitu :

Upaya kesehatan.

Penelitian dan pengembangan kesehatan.

Pembiayaan kesehatan.

Sumber daya manusia kesehatan.

Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan.

Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan.

Pemberdayaan masyarakat.

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilakukan oleh semua komponen


bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya dapat terwujud, sebagai investasi bagi pembangunan sumber
daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.

Pembangunan kesehatan juga menuntut adanya dukungan sumber daya yang


cukup serta arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan yang tepat. Data
dan informasi adalah sumber daya yang sangat strategis dalam pengelolaan
pembangunan kesehatan, yaitu pada proses manajemen, pengambilan keputusan,
kepemerintahan dan penerapan akuntabilitas. Namun, pembuat kebijakan sering
kali mengalami kesulitan dalam hal mengambil keputusan yang tepat dan cepat, hal
ini dikarenakan keterbatasan atau ketidaktersediaan data dan informasi yang
akurat, cepat dan tepat. Karena itulah, dengan adanya perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi yang pesat saat ini, dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan pengelolaan dan penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

D. Kondisi Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia

Saat ini kebutuhan data informasi yang akurat makin meningkat, namun sistem
informasi masih belum menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.
Masalah yang dihadapi sistem informasi kesehatan saat ini, terutama belum adanya
persepsi yang sama diantara penyelenggara kesehatan terutama penyelenggara
sistem informasi kesehatan terhadap sistem informasi kesehatan. Penyelenggaraan
sistem informasi kesehatan masih belum efisien, terjadi redundant data dan
duplikasi kegiatan, dan kualitas data yang dikumpulkan masih rendah, bahkan ada
yang tidak sesuai dengan kebutuhan, ketepatan waktu juga masih rendah, sistem
umpan balik tidak optimal, pemanfaatan data informasi di tingkat daerah untuk
advokasi, perencanaan program, monitoring dan manajemen masih rendah serta
tidak efisiennya penggunaan sumber daya, juga pengelolaan data informasi belum
terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik. Masalah inilah yang sedang dihadapi
sistem informasi kesehatan dan perlu dilakukan upaya penguatan dan perbaikan.

E. Sistem Informasi Kesehatan Nasional

Visi Departemen Kesehatan pada tahun 2010, menetapkan Indonesia sehat dengan
ditandai penduduknya yang hidup sehat dalam lingkungan yang sehat, berperilaku
sehat, dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu yang
disediakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat sendiri, serta ditandai adanya
peran serta masyarakat dan berbagai sektor pemerintah dalam upaya
meningkatkan kesehatan. Infrastruktur pelayanan kesehatan dibangun mulai dari
tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan seluruh pelosok. Setiap jenjang memiliki
sistem kesehatan yang saling terkait, sehingga jaringan sistem pelayanan
kesehatan itu memerlukan sistem informasi yang saling mendukung dan terkait.
Setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dan dirasakan oleh
masyarakat dapat diketahui, dipahami dan diantisipasi serta dikelola dengan
sebaik-baiknya.

Departemen Kesehatan telah membangun sistem informasi kesehatan yang disebut


SIKNAS (sistem informasi kesehatan nasional) yang melingkupi sistem informasi
kesehatan mulai dari kabupaten sampai ke pusat. Sistem yang dibangun adalah
sistem informasi kesehatan yang terintegrasi, baik di dalam sektor kesehatan, dan
di luar sektor kesehatan, yaitu dengan sistem jaringan informasi pemerintah daerah
dan jaringan informasi di pusat.

Jaringan sistem informasi kesehatan nasional adalah sebuah koneksi jaringan virtual
sistem informasi kesehatan elektronik yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan
dan hanya bisa diakses bila telah dihubungkan. Jaringan sistem informasi kesehatan
merupakan infrastruktur jaringan komunikasi data terintegrasi dengan
menggunakan wide area network (WAN), jaringan telekomunikasi yang mencakup
area yang luas serta digunakan untuk mengirim data jarak jauh antara local area
network (LAN) yang berbeda, dan arsitektur jaringan lokal komputer lainnya.
Untuk penguatan sistem informasi kesehatan, dilakukan dengan mengembangkan
model sistem informasi kesehatan nasional yaitu sistem informasi kesehatan yang
terintegrasi, yang menyediakan mekanisme saling hubung antar sub sistem
informasi dengan berbagai cara yang sesuai, sehingga data dari satu sistem secara
rutin dapat mengalir, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.

Model sistem informasi kesehatan yang terintegrasi terdiri dari 7 komponen yang
saling terhubung dan saling terkait, yaitu :

Sumber data manual.

Merupakan kegiatan pengumpulan data dari sumber data yang masih dilakukan
secara manual atau secara komputerisasi offline. Model sistem informasi kesehatan
nasional yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi masih
tetap dapat menampung sistem informasi kesehatan manual untuk fasilitas
kesehatan yang masih mempunyai keterbatasan infrastruktur.

Sumber data komputerisasi.

Merupakan kegiatan pengumpulan data dari sumber data yang sudah dilakukan
secara komputerisasi online. Pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan
komputerisasi online, data individual langsung dikirim ke Bank Data Kesehatan
Nasional dalam format yang telah ditentukan. Selain itu juga dikembangkan
program mobile health (mHealth) yang dapat langsung terhubung dengan sistem
informasi puskesmas.

Sistem informasi dinas kesehatan.

Merupakan sistem informasi kesehatan yang dikelola oleh dinas kesehatan baik
kabupaten/kota dan provinsi. Laporan yang masuk ke dinas kesehatan
kabupaten/kota dari semua fasilitas kesehatan dapat berupa laporan softcopy dan
laporan hardcopy.

Sistem informasi pemangku kepentingan.


Merupakan sistem informasi yang dikelola oleh pemangku kepentingan terkait
kesehatan. Mekanisme pertukaran data terkait kesehatan dengan pemangku
kepentingan di semua lingkungan dilakukan dengan mekanisme yang disepakati.

Bank data kesehatan nasional.

Mencakup semua data kesehatan dari sumber data (fasilitas kesehatan). Oleh
karena itu di unit-unit program tidak perlu lagi melakukan pengumpulan data
langung ke sumber data.

Penggunaan data oleh kementerian kesehatan.

Data kesehatan yang sudah diterima di bank data kesehatan nasional dapat
dimanfaatkan oleh semua unit-unit program di Kementerian Kesehatan dan UPT-nya
serta dinas kesehatan dan UPT/D-nya.

Pengguna data.

Semua pemangku kepentingan yang tidak/belum memiliki sistem informasi sendiri


serta masyarakat yang membutuhkan informasi kesehatan dapat mengakses
informasi yang diperlukan dari bank data kesehatan nasional melalui website
Kementerian Kesehatan.

Dengan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi berbasis elektronik, akan


meringankan beban pencatatan dan pelaporan petugas kesehatan di lapangan.
Serta data entri hanya perlu dilakukan satu kali, data yang sama akan disimpan
secara elektronik, dikirim dan diolah. Fasilitas pelayanan kesehatan milik
pemerintah dan swasta wajib menyampaikan laporan sesuai standar dataset
minimal dengan jadwal yang telah ditentukan.

F. Kebijakan Sistem Informasi Kesehatan


Untuk mencapai visi sistem informasi kesehatan yang terarah, yang mampu
mendukung proses pembangunan kesehatan menuju masyarakat sehat yang
mandiri dan berkeadilan, maka dilakukan kebijakan-kebijakan diantaranya :

Pengembangan kebijakan dan standar dilaksanakan dalam rangka mewujudkan


sistem informasi kesehatan yang terintegrasi.

Pengembangan dan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan dilakukan dengan


melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk lintas sektor dan masyarakat.

Pengembangan sistem informasi kesehatan dilakukan melalui kegiatan perencanaan


sistsem, analisis sistem, perancangan sistem, pengembangan perangkat lunak,
penyediaan perangkat keras, uji coba sistem, implementasi sistem, serta
pemeliharaan dan evaluasi sistem. Dan pengembangan sistem informasi kesehatan
tersebut dilakukan berdasarkan hasil pengkajian dan penelitian.

Penetapan kebijakan dan standar sistem informasi kesehatan dilakukan dalam


kerangka desentralisasi di bidang kesehatan.

Penataan sumber data dan penguatan manajemen sistem informasi kesehatan pada
semua tingkat sistem kesehatan dititik beratkan pada ketersediaan standar
operasional yang jelas, pengembangan dan penguatan kapasitas SDM dan
pemanfaatan TIK, serta penguatan advokasi bagi pemenuhan anggaran.

Pengembangan SDM pengelola data dan informasi kesehatan dilaksanakan dengan


menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan lintas sektor terkait serta terpadu
dengan pengembangan SDM kesehatan lainnya.

Peningkatan penyelenggaraan sistem pengumpulan, penyimpanan, diseminasi dan


pemanfaatan data/informasi dalam kerangka kebijakan manajemen data satu pintu.

Pengembangan Bank Data Kesehatan harus memenuhi berbagai kebutuhan dari


pemangku-pemangku kepentingan dan dapat diakses dengan mudah, serta
memperhatikan prinsip-prinsip kerahasiaan dan etika yang berlaku di bidang
kesehatan dan kedokteran.

Peningkatan kerjasama lintas program dan lintas sektor untuk meningkatkan


statistik vital melalui upaya penyelenggaraan registrasi vital di seluruh wilayah
Indonesia dan upaya inisiatif lainnya.

Peningkatan inisiatif penerapan eHealth untuk meningkatkan kualitas pelayanan


kesehatan dan meningkatkan proses kerja yang efektif dan efisien.
Yang dimaksud dengan eHealth adalah pemanfaatan teknologi informatika dan
komunikasi di sector kesehatan terutama untuk meningkatkan pelayanan
kesehatan.

Peningkatan budaya penggunaan data melalui advokasi terhadap pimpinan di


semua tingkat dan pemanfaatan forum-forum informatika kesehatan yang ada.

Peningkatan penggunaan solusi-solusi mHealth dan telemedicine untuk mengatasi


masalah infrastruktur, komunikasi dan sumber daya manusia.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Sistem informasi kesehatan merupakan sarana untuk menunjang pelayanan


kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan yang
efektif memberikan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di
semua jenjang, bahkan di puskesmas atau di rumah sakit kecil sekalipun. Bukan
hanya data, bahkan juga informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang
dapat disajikan dengan adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan
terlaksana dengan baik.

B. Sumber

PP nomor 46 tahun 2014 tentang sistem informasi kesehatan

Kebijakan sistem informasi kesehatan nasional. Pusat data dan informasi.


Rancangan peraturan pemerintah tentang sistem informasi kesehatan

Pengembangan sistem informasi

Roadmap sistem informasi kesehatan tahun 2011-2014


MAKALAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT ( Sistem Informasi Kesehatan/ SIK )

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan karunia-Nya kami berada dalam keadaan sehat walafiat dan mendapat
kesempatan untuk menyusun makalah yang bertema tentang Administrasi
Kebijakan Kesehatan sub pokok pembahasan sistem informasi kesehatan dan
manajemen data kesehata untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kesehatan
Masyarakat.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada dosen pengampu yang telah
memberikan bimbingan kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan,
ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada teman teman yang selalu
memberikan motivasi dan dorongan dalam pembuatan makalah ini.

Akhirnya, penulis menyadari bahwa makalah ini memiliki berbagai


kekurangan, untuk itu segala kritik dan saran kiranya dapat disampaikan kepada
penulis guna penyempurnaan masalah berikutnya. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan menambah pengetahuan serta wawasan bagi para pembaca pada
umumnya dan khususnya bagi seluruh mahasiswa kebidanan.

Yogyakarta 08 mei 2013

penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berkembangnya teknologi sistem informasi, maka penyajian informasi yang cepat
dan efisien sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Perkembangan teknologi yang
semakin pesat saat ini menuntut diubahnya pencatatan manual menjadi sistem
yang terkomputerisasi. Demikian juga halnya pembayaran pasien pada suatu
Rumah Sakit. Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan umum di bidang
kesehatan membutuhkan keberadaan suatu sistem informasi yang akurat, handal,
serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanannya kepada para pasien serta
lingkungan yang terkait lainnya. Sistem informasi rumah sakit digunakan untuk
mempermudah dalam pengelolaan data pada rumah sakit. Sistem ini seharusnya
sudah menggunakan metode komputerisasi. Karena dengan penggunakan metode
komputerisasi, proses penginputan data, proses pengambilan data maupun proses
pengupdate-an data menjadi sangat mudah, cepat dan akurat.

Internet merupakan jaringan komputer yang dapat menghubungkan perusahaan


dengan domain publik, seperti individu, komunitas, institusi, dan organisasi. Jalur ini
merupakan jalur termurah yang dapat digunakan institusi untuk menjalin
komunikasi efektif dengan konsumen. Mulai dari tukar menukar data dan informasi
sampai dengan transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan cepat dan murah
melalui internet.

Kecepatan evolusi teknologi informasi dalam memanfaatkan internet untuk


mengembangkan jaringan dalam manajemen database sangat ditentukan oleh
kesiapan manajemen dan ketersediaan sumber daya yang memadai. Namun evolusi
tersebut bukan pula berarti bahwa institusi yang bersangkutan harus secara
sekuensial mengikuti tahap demi tahap yang ada, namun bagi mereka yang ingin
menerapkan manajemen database dengan aman dan terkendali, alur
pengembangan aplikasi secara bertahap merupakan pilihan yang baik.

B. Rumusan masalah

1. Apa pengertian system informasi kesehatan?

2. Bagaimana system informasi di masa depan?

3. Apa tujuan utama system informasi kesehatan?

4. Aspa manfaat system informasi kesehatan?

5. Apa Peranan system informasi kesehatan?

6. Ruang lingkup sistem informasi kesehatan?

7. Bagaiman konsep pengembangan system informasi kesehatan?

8. Bagaimana aplikaksi sistem informasi kesehatan pada system informasi


rumah sakit?

9. Apa pengertian manajemen data kesehatan?


10. Apa tujuan utama dari manajemen data kesehatan?

11. Apa fungsi manajemen data kesehatan?

12. Ruang lingkup manajemen data kesehatan?

13. Bagaimana kegiatan manajemen data dalam manajemen data kesehatan?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui apa pengertian sistem informasi kesehatan

2. Untuk mengetahui bagaimana sistem informasi kesehatan di masa depan

3. Untuk mengetahui tujuan utama sistem informasi kesehatan

4. Untuk menegetahui manfaat sistem informasi kesehatan

5. Untuk mengetahui peranan sistem informasi kesehatan

6. Untuk mengetahui ruang lingkup sistem informasi kesehatan

7. Untuk mengetahui konsep pengembangan sistem informasi kesehatan

8. Untuk mengetahui aplikasi sistem informasi kesehatan pada sistem informasi


rumah sakit

9. Untuk mengetahui manajemen data kesehatan

10. Untuk menegetahui tujuan dari manajemen data kesehatan

11. Untuk mengetahui fungsi manajemen data kesehatan

12. Untuk mengetahui ruang lingkup manajemen data kesehatan

13. Untuk mengetahui manajemen data dalam kesehatan

BAB II

PEMBAHASAN

SISTEM INFORMASI KESEHATAN

A.Pengertian manajemen sistem informasi kesehatan

Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah suatu sistem pengelolaan data dan
informasi kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematis dan
terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat Perturan perundang undangan yang
menyebutkan sistem informasi kesehatan adalah Kepmenkes Nomor
004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang
kesehatan dan Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk
pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan
kabupaten/kota.Suatu sistem informasi terdiri dari data, manusia dan proses serta
kombinasi perangkat keras, perangkat lunak dan teknologi komunikasi. Penggunaan
informasi terdiri dari 3 tahap yaitu pemasukan data, pemrosesan, dan pengeluaran
informasi.

B. Sistem Informasi Kesehatan di masa Depan

Dalam upaya mengatasi fragmentasi data, Pemerintah sedang mengembangkan


aplikasi yang disebut Sistem Aplikasi Daerah (Sikda) Generik. Sistem Informasi
Kesehatan berbasis Generik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Input pencatatan dan pelaporan berbasis elektronik atau computerized.

b. Input data hanya dilakukan di tempat adanya pelayanan kesehatan (fasilitas


kesehatan).

c. Tidak ada duplikasi (hanya dilakukan 1 kali).

d. Akurat, tepat, hemat sember daya (efisien) dan transfaran. Tejadi pengurangan
beban kerja sehingga petugas memiliki waktu tambahan untuk melayani pasien
atau masyarakat.

e. Data yang dikirim (uploaded) ke pusat merupakan data individu yang digital di
kirim ke bank data nasional (data warehouse).

f. Laporan diambil dari bank data sehingga tidak membebani petugas kesehatan
di Unit pelayanan terdepan.

g. Puskesmas dan Dinas Kesehatan akan dilengkapi dengan peralatan berbasis


komputer.

h. Petugas akan ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan untuk menerapkan


Sikda Generik.

i. Mudah dilakukan berbagai jenis analisis dan assesment pada data.

j. Secara bertahap akan diterapkan 3 aplikasi Sikda Generik yaitu Sistem


Informasi Manajemen Kesehatan, Sistem Informasi Dinas Kesehatan dan Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit.
C.Tujuan utama sistem informasi manajemen umumnya mencakup bidang
manajemen :

a. Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM = Human Resource Management)

b. Manajemen Produksi

c. Manajemen Keuangan

D.Manfaat Sistem Informasi Kesehatan

Begitu banyak manfaat Sistem Informasi Kesehatan yang dapat membantu para
pengelola program kesehatan, pengambil kebijakan dan keputusan pelaksanaan di
semua jenjang administrasi (kabupaten atau kota, propvinsi dan pusat) dan sistem
dalam hal berikut :

1. Mendukung manajemen kesehatan

2. Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan

3. Mengintervensi masalah kesehatan berdasarkan prioritas

4. Pembuatan keputusan dan pengambilan kebijakan kesehatan berdasarkan


bukti (evidence-based decision)

5. Mengalokasikan sumber daya secara optimal

6. Membantu peningkatan efektivitas dan efisiensi

7. Membantu penilaian transparansi

E. Peranan system informasi kesehatan

Menurut WHO, sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari 6 building
block atau komponen utama dalam sistem kesehatan di suatu Negara. Keenam
komponen (building block) sistem kesehatan tersebut adalah:

1. Service delivery (pelaksanaan pelayanan kesehatan)

2. Medical product, vaccine, and technologies (produk medis, vaksin, dan


teknologi kesehatan)

3. Health worksforce (tenaga medis)

4. Health system financing (system pembiayaan kesehatan)


5. Health information system (sistem informasi kesehatan)

6. Leadership and governance (kepemimpinan dan pemerintah)

Sedangkan di dalam tatanan Sistem Kesehatan Nasional, SIK merupakan bagian


dari sub sistem ke 6 yaitu pada sub sistem manajemen, informasi dan regulasi
kesehatan. Sub sistem manajemen dan informasi kesehatan merupakan
subsistem yang mengelola fungsi- fungsi kebijakan kesehatan, administrasi
kesehatan, informasi kesehatan dan hokum kesehatan yang memadai dan
mampu menunjang penyelenggaraan upaya kesehatan nasional agar berhasil
guna, berdaya guna, dan mendukung penyelenggaraan ke-6 subsistem lain di
dalam SKN sebagai satu kesatuan yang terpadu. Adapun sub sistem dalam Sistem
Kesehatan Nasional Indonesia, yaitu:

1. Upaya kesehatan

2. Penelitian dan pengembangan kesehatan

3. Pembiayaan kesehatan

4. Sumber daya manusia (SDM) kesehatan

5. Sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan

6. Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan

7. Pemberdayaan masyarakat

Melalui hasil pengembangan sistem informasi ini maka diharapkan dapat


menghasilkan hal-hal sebagai berikut :

1. Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai dengan standar


yang ditentukan oleh pemerintah daerah.

2. Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan akan bersifat


interoperable dengan jaringan lain.

3. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mensosialisasikan dan


mendorong pengembangan dan penggunaan Local Area Network di dalam kluster
unit pelayanan kesehatan baik pemerintah dan swasta sebagai komponen sistem di
masa depan.

4. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan kemampuan


dalam teknologi informasi video, suara, dan data nirkabel universal di dalam Wide
Area Network yang efektif, homogen dan efisien sebagai bagian dari jaringan sistem
informasi pemerintah daerah.
5. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan,
mengembangkan dan memelihara pusat penyimpanan data dan informasi yang
menyimpan direktori materi teknologi informasi yang komprehensif.

6. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara proaktif mencari,


menganalisis, memahami, menyebarluaskan dan mempertukarkan secara elektronis
data/informasi bagi seluruh stakeholders.

7. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan website dan


access point lain agar data kesehatan dan kedokteran dapat dimanfaatkan secara
luas dan bertanggung jawab dan dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan
sehingga kepuasan pengguna dapat dicapai sebaik-baiknya.

8. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan


pengembangan manajemen SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen,
penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian pekerjaan, penggajian dan
pengembangan karir.

9. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan unit


organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat yang
berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi kesehatan dan
kedokteran.

10. Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk,


pelayanan organisasi, untuk mendukung agar organisasi dapat meraih keunggulan
kompetitif.

11. Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.

F. Ruang Lingkup Sistem Informasi Kesehatan

Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan


informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office management). Lingkup ini
antara lain sebagai berikut:

1. Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk memudahkan


pengidentifikasian maupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai
keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran rawat
inap/jalan, dan info kamar rawat inap.

2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti: penyakit dalam,


bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT, mata, gigi dan
mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-lain
sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnose dan tindakan terhadap pasien
agar tersimpan di dalam laporan rekam medis pasien.
3. Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap pasien,
konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.

4. Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan seperti:


ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.

5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat


jalan, rawat inap dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab medik), baik
secara langsung maupun melalui jaminan dari pihak ketiga/asuransi/JPKM. Modul
ini juga mencatat transaksi harian pasien (laboratorium, obat, honor dokter),
daftar piutang, manajemen deposit dan lain-lain.

6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi


obat-obatan.

Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporanlaporan


mengenai:

1. Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan
tahunan),

2. Penerimaan kasir secara periodik,

3. Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien

4. Rekam medis pasien,

5. Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1),

6. Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a),

7. Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b),

8. Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,

9. Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,

10. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1),

11. Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.

12. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1),

G.Konsep-konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan


ada beberapa konsep dasar yang harus dipahami oleh para pengembang atau
pembuat rancang bangun sistem informasi (designer). Konsep-konsep tersebut
antara lain:

1. Sistem informasi tidak identik dengan sistem komputerisasi

Pada dasarnya sistem informasi tidak bergantung kepada penggunaan teknologi


komputer. Sistem informasi yang memanfaatkan teknologi komputer dalam
implementasinya disebut sebagai Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer
Based Information System).

2. Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang dinamis.

Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh dinamika
perkembangan organisasi tersebut. Oleh karena itu perlu disadari bahwa
pengembangan sistem informasi tidak pernah berhenti.

3. Sistem informasi sebagai suatu sistem harus mengikuti siklus hidup system

Panjang pendeknya umur layak guna sistem informasi tersebut ditentukan


diantaranya oleh:

a. Perkembangan organisasi semakin cepat

b. Perkembangan teknologi informasi

4. Daya guna sistem informasi sangat ditentukan oleh tingkat integritas sistem
informasi itu sendiri.

Sistem informasi yang terpadu (integrated) mempunyai daya guna yang tinggi, jika
dibandingkan dengan sistem informasi yang terfragmentasi. Usaha untuk
melakukan integrasi sistem yang ada didalam suatu organisasi menjadi satu sistem
yang utuh merupakan usaha yang berat dengan biaya yang cukup besar dan harus
dilakukan secara berkesinambungan.

5. Keberhasilan pengembangan sistem informasi sangat bergantung pada


strategi yang dipilih untuk pengembangan sistem tersebut.

Strategi yang dipilih untuk melakukan pengembangan sistem sangat bergantung


kepada besar kecilnya cakupan dan tingkat kompleksitas dari sistem informasi
tersebut. Untuk sistem informasi yang cakupannya luas dan tingkat kompleksitas
yang tinggi diperlukan tahapan pengembangan seperti: Penyusunan Rencana Induk
Pengembangan, Pembuatan Rancangan Global, Pembuatan Rancangan Rinci,
Implementasi dan Operasionalisasi. Dalam pemilihan strategi harus
dipertimbangkan berbagai factor seperti : keadaan yang sekarang dihadapi,
keadaan pada waktu system informasi siap dioperasionalkan dan keadaan dimasa
mendatang, termasuk antisipasi perkembangan organisasi dan perkembangan
teknologi. Ketidaktepatan dalam melakukan prediksi keadaan dimasa mendatang,
merupakan salah satu penyebab kegagalam implementasi dan operasionalisasi
sistem informasi.

6. Pengembangan Sistem Informasi organisasi harus menggunakan pendekatan


fungsi dan dilakukan secara menyeluruh (holistik).

Pengembangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan


struktur organisasi dan pada umumnya mengalami kegagalan, karena struktur
organisasi sering kali kurang mencerminkan semua fungsi yang ada didalam
organisasi. Sebagai pengembang sistem informasi hanya bertanggung jawab dalam
mengintegrasikan fungsi-fungsi dan sistem yang ada didalam organisasi tersebut
menjadi satu sistem informasi yang terpadu. Pemetaan fungsi-fungsi dan sistem ke
dalam unit-unit struktural yang ada di dalam organisasi tersebut adalah wewenang
dan tanggungjawab dari pimpinan organisasi tersebut. Penyusunan rancang
bangun/desain system informasi seharusnya dilakukan secara menyeluruh
sedangkan dalam pembuatan aplikasi bisa dilakukan secara sektoral atau
segmental menurut prioritas dan ketersediaan dana. Pengembangan sistem yang
dilakukan segmental atau sektoral tanpa adanya desain sistem informasi yang
menyeluruh akan menyebabkan kesulitan dalam melakukan intergrasi sistem.

7. Informasi telah menjadi aset organisasi.

Dalam konsep manajemen modern, informasi telah menjadi salah satu aset dari
suatu organisasi, selain uang, SDM, sarana dan prasarana. Penguasaan informasi
internal dan eksternal organisasi merupakan salah satu keunggulan kompetitif
(competitive advantage), karena keberadaan informasi tersebut:

a. Menentukan kelancaran dan kualitas proses kerja

b. Menjadi ukuran kinerja organisasi/perusahaan

c. Menjadi acuan yang pada akhirnya menentukan kedudukan/peringkat organisasi


tersebut dalam persaingan lokal maupun global.

8. Penjabaran sistem sampai ke aplikasi menggunakan struktur hirarkis yang


mudah dipahami.

Dalam semua kepustakaan yang membahasa konsep sistem, hanya dikenal istilah
sistem dan subsistem. Hal ini akan menimbulkan kesulitan dalam melakukan
penjabaran sistem informasi yang cukup luas cakupannya. Oleh karena itu, dalam
penjabaran sering digunakan istilah Sistem, Subsistem, Modul, Submodul, Aplikasi.

H.Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan pada Sistem Informasi Rumah Sakit

1. Rancang Bangun (desain) Sistem Informasi Rumah Sakit


Rancang Bangun Rumah Sakit (SIRS), sangat bergantung kepada jenis dari rumah
sakit tersebut. Rumah sakit di Indonesia, berdasarkan kepemilikannya dibagi
menjadi 2, sebagai berikut:

a. Rumah Sakit Pemerintah, yang dikelola oleh:

1) Departemen Kesehatan,

2) Departemen Dalam Negeri,

3) TNI,

4) BUMN.

2. Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit

Dalam melakukan pengembangan SIRS, pengembang haruslah bertumpu dalam 2


hal penting yaitu kriteria dan kebijakan pengembangan SIRS dan sasaran
pengembangan SIRS tersebut. Adapun kriteria dan kebijakan yang umumnya
dipergunakan dalam penyusunan spesifikasi SIRS adalah sebagai berikut:

a. SIRS harus dapat berperan sebagai subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional
dalam memberikan informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu.

b. SIRS harus mampu mengaitkan dan mengintegrasikan seluruh arus informasi


dalam jajaran Rumah Sakit dalam suatu sistem yang terpadu.

c. SIRS dapat menunjang proses pengambilan keputusan dalam proses


perencanaan maupun pengambilan keputusan operasional pada berbagai tingkatan.

d. SIRS yang dikembangkan harus dapat meningkatkan daya-guna dan hasil-guna


terhadap usaha-usaha pengembangan sistem informasi rumah sakit yang telah ada
maupun yang sedang dikembangkan.

e. SIRS yang dikembangkan harus mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap


perubahan dan perkembangan dimasa datang.

f. Usaha pengembangan sistem informasi yang menyeluruh dan terpadu dengan


biaya investasi yang tidak sedikit harus diimbangi pula dengan hasil dan manfaat
yang berarti (rate of return) dalam waktu yang relatif singkat.

g. SIRS yang dikembangkan harus mampu mengatasi kerugian sedini mungkin.

h. Pentahapan pengembangan SIRS harus disesuaikan dengan keadaan masing-


masing subsistem serta sesuai dengan kriteria dan prioritas.

i. SIRS yang dikembangkan harus mudah dipergunakan oleh petugas, bahkan


bagi petugas yang awam sekalipun terhadap teknologi komputer (user friendly).
j. SIRS yang dikembangkan sedapat mungkin menekan seminimal mungkin
perubahan, karena keterbatasan kemampuan pengguna SIRS di Indonesia, untuk
melakukan adaptasi dengan sistem yang baru.

k. Pengembangan diarahkan pada subsistem yang mempunyai dampak yang kuat


terhadap pengembangan SIRS. Atas dasar dari penetapan kriteria dan kebijakan
pengembangan SIRS tersebut di atas, selanjutnya ditetapkan sasaran
pengembangan sebagai penjabaran dari Sasaran Jangka Pendek Pengembangan
SIRS, sebagai berikut:

a) Memiliki aspek pengawasan terpadu

b) Terbentuknya sistem pelaporan yang sederhana dan mudah dilaksanakan, akan


tetapi cukup lengkap dan terpadu.

c) Terbentuknya suatu sistem informasi yang dapat memberikan dukungan akan


informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu melalui dukungan data yang
bersifat dinamis.

d) Meningkatkan daya-guna dan hasil-guna seluruh unit organisasi dengan


menekan pemborosan.

e) Terjaminnya konsistensi data.

f) Orientasi ke masa depan.

g) Pendayagunaan terhadap usaha-usaha pengembangan sistem informasi yang


telah ada maupun sedang dikembangkan, agar dapat terus dikembangkan dengan
mempertimbangkan integrasinya sesuai

Secara garis besar tahapan pengembangan SIRS adalah sebagai berikut:

a. Penyusunan Rencana Induk Pengembangan SIRS,

b. Penyusunan Rancangan Global SIRS

c. Penyusunan Rancangan Detail/Rinci SIRS,

d. Pembuatan Prototipe, terutama untuk aplikasi yang sangat spesifik,

e. Implementasi, dalam arti pembuatan aplikasi, pemilihan dan pengadaan


perangkat keras maupun perangkat lunak pendukung.

f. Operasionalisasi dan Pemantapan.

Sistem Informasi Rumah Sakit yang berbasis komputer (Computer Based Hospital
Information System) memang sangat diperlukan untuk sebuah rumah sakit dalam
era globalisasi, namun untuk membangun sistem informasi yang terpadu
memerlukan tenaga dan biaya yang cukup besar. Kebutuhan akan tenaga dan biaya
yang besar tidak hanya dalam pengembangannya, namun juga dalam pemeliharaan
SIRS maupun dalam melakukan migrasi dari system yang lama pada sistem yang
baru. Selama manajemen rumah sakit belum menganggap bahwa informasi adalah
merupakan aset dari rumah sakit tersebut, maka kebutuhan biaya dan tenaga
tersebut diatas dirasakan sebagai beban yang berat, bukan sebagai konsekuensi
dari adanya kebutuhan akan informasi. Kalau informasi telah menjadi aset rumah
sakit, maka beban biaya untuk pengembangan, pemeliharaan maupun migrasi SIRS
sudah selayaknya masuk dalam kalkulasi biaya layanan kesehatan yang dapat
diberikan oleh rumah sakit itu. Perlu disadari sepenuhnya, bahwa penggunaan
teknologi informasi dapat menyebabkan ketergantungan, dalam arti sekali
mengimplementasikan dan mengoperasionalkan SIRS, maka rumah sakit tersebut
selamanya terpaksa harus menggunakan teknologi informasi. Hal ini disebabkan
karena perubahan dari sistem yang terotomasi menjadi sistem manual merupakan
kejadian yang sangat tidak menguntungkan bagi rumah sakit tersebut.

MANAJEMEN DATA KESEHATAN

A.Pengertian manajemen data kesehatan

Pengertian manajemen data kesehatan menurut DAMA (Demand Assigned


Multiple Access) adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan,
praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang
dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau rumah sakit.

B. Tujan dari manajemen data kesehatan

1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu.

2. Mengembangkan dan mempertahankan satu sistem yang efisien untuk


membuat, menyimpan, memanfaatkan, memelihara dan menempatkan informasi
firma.

3. Melindungi kepentingan informasi firma, dan mendesain dan mengontrol standar


yang efektif dan metode evaluasi periodik berkaitan dengan manajemen data,
prosedur

4. Membantu mendidik pegawai perusahaan atau rumah sakit dengan metode


yang paling efektif untuk mengontrol dan mengolah data perusahaan.

C.Fungsi manajemen data

1. Sebagai planning (perencanaan) adalah sebuah proses yang dimulai dengan


merumuskan tujuan organisasi sampai dengan menetapkan alternative kegiatan
untuk pencapaiannya.
2. Sebagai organizing (pengorganisasian) adalah rangkaian kegiatan
menajemen untuk menghimpun semua sumber daya (potensi) yang dimiliki oleh
organisasi dan memanfaatkannya secara efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

3. Sebagai Actuating (directing, commanding, motivating, staffing, coordinating)


atau fungsi penggerakan pelaksanaan adalah proses bimbingan kepada staff agar
mereka mampu bekerja secara optimal menjalankan tugas-tugas pokoknya sesuai
dengan ketrampilan yang telah dimiliki, dan dukungan sumber daya yang tersedia.

4. Sebagai controlling (monitoring) atau pengawasan dan pengendalian (wasdal)


adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai
dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi
penyimpangan.

D.Ruang lingkup manajemen data kesehatan

1. manajemen personalia (mengurusi SDM)

2. manajemen keuangan

3. manajemen logistik (mengurusi logistik-obat dan peralatan)

4. manajemen pelayanan kesehatan dan sistem informasi manajemen


(mengurusi pelayanan kesehatan )

E. Kegiatan Manajemen Data dalam kesehatan

1. Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut
dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.

2. Integritas dan Pengujian

Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan


suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Penyimpanan

Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan
dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.

4. Pemeliharaan
Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan
dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.

5. Keamanan

Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.

6. Organisasi

Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.

7. Pengambilan

Data tersedia bagi pemakai

F. Sumber kegiatan sektor kesehatan

1. Pemerintah, yaitu APBN yang disalurkan ke daerah dalam bentuk Dana Alokasi
Umum dan Dana Alokasi Khusus. Dengan diberlakukannya otonomi daerah, porsi
dana sektor kesehatan yang bersumber dari APBN menurun. Pemerintah pusat juga
masih tetap membantu pelaksanaan program kesehatan di daerah melalui bantuan
dana dekonsentrasi khususnya untuk pemberantasan penyakit menular.

2. APBD yang bersumber dari PAD (pendapatan asli daerah) baik yang bersumber
dari pajak, atau penghasilan Badan Usaha Milik Pemda. Mobilisasi dana kesehatan
juga bisa bersumber dari masyarakat dalam bentuk asuransi kesehatan, investasi
pembangunan sarana pelayanan kesehatan oleh pihak swasta dan biaya langsung
yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk perawatan kesehatan. Dana pembangunan
kesehatan yang diserap oleh berbagai sektor harus dibedakan dengan dana sektor
kesehatan yang diserap oleh Dinas kesehatan.

3. Bantuan luar negeri, dapat dalam bentuk hibah (grant) atau pinjaman (loan)
untuk investasi atau pengembangan pelayanan kesehatan.

G. Asuransi kesehatan

Pembiayaan kesehatan yang bersumber dari asuransi kesehatan merupakan salah


satu cara yang terbaik untuk mengantisipasi mahalnya biaya pelayanan kesehatan.
Alasannya antara lain :
1. Pemerintah dapat mendiversifikasi sumber-sumber pendapatan dari sektor
kesehatan.

2. Meningkatkan efisiensi dengan cara memberikan peran kepada masyarakat


dalam pembiayaan pelayanan kesehatan.

3. Memeratakan beban biaya kesehatan menurut waktu dan populasi yang lebih
luas sehingga dapat mengurangi resiko secara individu.

Asuransi kesehatan adalah suatu mekanisme pengalihan resiko (sakit) dari resiko
perorangan menjadi resiko kelompok. Dengan cara mengalihkan resiko individu
menjadi resiko kelompok, beban ekonomi yang harus dipikul oleh masing-masing
peserta asuransi akan lebih ringan tetapi mengandung kepastian karena
memperoleh jaminan.

a. Unsur-unsur asuransi kesehatan :

1. Ada perjanjian

2. Ada pemberian perlindungan

3. Ada pembayaran premi oleh masyarakat

b. Jenis asuransi kesehatan yang berkembang di Indonesia

1. Asuransi kesehatan sosial (Sosial Health Insurance) Contoh : PT Askes untuk PNS
dan penerima pensiun dan PT Jamsostek untuk tenaga kerja swasta.

2. Asuransi kesehatan komersial perorangan (Private Voluntary Health Insurance)

Contoh : Lippo Life, BNI Life, Tugu Mandiri, Takaful, dll.

3. Asuransi kesehatan komersial kelompok (Regulated Private Health Insurance)

Contoh : produk Asuransi Kesehatan Sukarela oleh PT Askes.

H. Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat

1. Pengorganisasian masyarakat

Pengorganisasian masyarakat adalah suatu proses dimana masyarakat dapat


mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhannya dan menentukan prioritas dari
kebutuhan-kebutuhan tersebut, dan mengembangkan keyakinan untuk berusaha
memenuhi kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan skala prioritas tadi berdasarkan
atas sumber-sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun yang berasal dari luar,
dengan usaha secara gotong-royong.
Tiga aspek dalam pengorganisasian masyarakat

a) Proses

Pengorganisasian masyarakat merupakan proses yang dapat terjadi secara sadar


tetapi mungkin pula merupakan proses yang tidak disadari oleh masyarakat.

b) Masyarakat

Bisa diartikan sebagai suatu kelompok besar yang mempunyai batas-batas


geografis, bisa pula diartikan sebagai suatu kelompok dari mereka yang mempunyai
kebutuhan bersama dan berada dalam kelompok yang besar tadi.

c) Berfungsinya masyarakat (functional community)

Menarik orang-orang yang mempunyai inisiatif dan dapat bekerja, Membuat


rencana kerja yang dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat.

Melakukan usaha-usaha/kampanye untuk menggolkan rencana tersebut


Perencanaan dalam pengorganisasian masyarakat Dilihat dari segi perencanaannya,
maka terdapat 2 (dua) bentuk, yaitu Bentuk yang langsung direct , indirec.

I. Manajemen Data Kesehatan

Cara-cara bagaimana data diorganisasi sehingga didapatkan konsep-konsep, dan


dari konsep-konsep tersebut terbentuk hubungan-hubungan Persiapan data untuk
analisis Langkah-langkah seperti sorting data, coding data, dan filing Harus dimulai
ketika berada di lapangan, bukan sebelum ataupun sesudahnya

Langkah Manajemen Data:

1. Sorting data Dimulai setelah data pertama didapatkan dan tidak menunggu data
menumpuk Mencatat kembali dan memilah-milah data yg didapatkan secara
sistematis Catatan yang tidak jelas harus diperjelas, dan dituliskan kembali
kekurangan-kekurangannya (dengarkan kembali alat rekam) Informasi dlm sorting
data Orang yang ditemui hari ini dan peristiwa yg menyertainya, serta konteks
peristiwa yang terjadi (jika FGD, siapa peserta dan karakteristiknya perlu diketahui)
Tema atau masalah utama yang didiskusikan dijelaskan/digambarkan sejelas
mungkin Tema atau masalah utama yg harus diberi perhatian untuk wawancara
selanjutnya Macam-macam data spesifik yg dicari dari masalah-masalah tersebut

2. Pemberian komentar Setiap set data hendaknya diberi catatan atau komentar
untuk meningkatkan mutu data berikutnya dan menggambarkan proses dan isi
pengumpulan data yg baru dilakukan Komentar berupa catatan substansi, metode,
dan analitik Macam Catatan Substansi: catatan yg berhubungan dengan substansi
atau hasil pengumpulan data (topik-topik data yg sudah ada, dan yg perlu dicari
lagi) Metode: catatan yg berkaitan dg bagaimana data dikumpulkan (dpt berupa
masalah, kesulitan, kesan, dan perasaan yg berkaitan dg cara dan proses
pengumpulan data dan peran penelitinya) Analitik: Catatan yg berkaitan dg analisis
awal dari hasil pengumpulan data (dpt berupa perta-nyaan baru, kemungkinan
hipotesis, tema, dsb)

3. Langkah coding data Coding data adalah melakukan pemilihan dan pemasukan
data ke dalam kategori-kategori Dimulai pada saat sorting data, agar setiap set
data dapat dibandingkan dan pola-polanya dapat segera diidentifikasi Kode-kode
dikembangkan secara induktif dan menunjuk pada domain umum Setiap set
disarankan 3 copy, 1 untuk catatan substansi, metode, dan analitik, 1 untuk
analisis, dan 1 untuk master copy .Skema umum koding Setting/content informasi
umum Definisi dari situasi- bagaimana orang mengartikan situasi yang menyertai
topik tertentu Perspektif cara berpikir, orientasi berpikir Aktifitas perilaku yang
biasa terjadi dan pola-polanya Peristiwa atau kejadian khusus Strategi cara untuk
mendapatkan tujuan. Catatan coding Dapat dilakukan dg merancang unit analisis
spt heading yg relevan, yg diperlukan dalam analisis dan klasifikasi informasi dari
semua wawancara Unit/heading ini berupa enumeration unit (berupa angka pasti
spt umur, jumlah klg), recording unit (jawaban satu pertanyaan atau indikator) dan
context unit (dasar untuk melihat recording unit) Catatan (lanjutan) Pertama
dilakukan open-coding atau coding data dari aslinya dan kemudian dikelompokkan
dlm kategori (clue: data ini menceritakan apa, kategori apa yg sesuai untuk
menggambarkan, apa sebenarnya yg terjadi

a) Lakukan coding baris per baris atau kalimat per kalimat untuk mendapatkan
cakupan teoritis secara memuaskan dan benar-benar dari data (grounded)

b) Catatan (lanjutan) Lakukan coding sendiri dan tidak hanya sekali untuk
meningkatkan sensitifitas peneliti Tuliskan semua ide yang muncul dlm proses
coding Relevansi variabel harus didasarkan pada data bukan asumsi

c) Pembuatan File Pembuatan filing sistem yg efektif dan efisien sangat penting
dlm proses analisis Tantangan peneliti adalah membuat data narrative menjadi
sistem penyimpanan dimana peneliti dapat secara mudah mengatur dan
menariknya lagi untuk kepentingan yang akan datang terutama dalam penulisan
laporan

d) File Fieldwork File yg berisi bahan-bahan dalam proses pelaksanaan penelitian,


yaitu langkah-langkah prosedur dalam pengumpulan data, pengalaman pribadi,
perasaan dan observasi yg mungkin mempengaruhi pengumpulan data, masalah
logistik yg dihadapi, dsb. Untuk mempermudah peneliti dlm menuliskan laporan
penelitian untuk bab metode dan strategi penelitian
e) Mundane File Adalah file yg berisi data orang-orang, tempat, organisasi,
dokumen, dll Harus diarahkan sedemikian rupa sehingga informasi dpt
dikelompokkan di bawah kategori yg jelas shg mudah untuk dilihat kembali Dg
interview mendalam yg dilakukan terhadap seseorang, peneliti harus mempunyai
folder ttg orang tsb, misalnya riwayat hidup, kegiatan yg dilakukan, susunan
keluarga, sumber material, dsb

f) Analytic File Ketika peneliti melihat kembali catatannya, dia harus menganalisa
dan menginterpretasi data secara tajam pola-pola perilaku dan mencari arti yang
tersirat dari observasi dan interview Analisis awal tsb harus ditulis secara singkat
atau komprehensif dan dimasukkan bersama dg data yg relevan ke dalam folder
yang diberi label ttt sesuai dg kategorinya

g) Analytic (lanjutan) File analitik adalah apa yg dilakukan peneliti thd printout data
Lembaran analisis harus berisi tema utama, kesan, dan ringkasan ttg apa yg muncul
waktu wawancara dan bgmn printout data berhubungan dengan hal tsb. Lembaran
analisis dpt juga berisi penjelasan, spekulasi, dan hipotesis ttg masyarakat secara
luas sebagaimana terdapat dalam permasalahan penelitian

h) Data analysis tools Dalam analysis, terdapat bermacam-macam alat untuk


mengembangkan proses tersebut Graphic - untuk menggambarkan tren/arah dan
pemahaman, misal flowchart, growth chart, organizational chart Causal network
menggambarkan hubungan determinan, misal faktor yg mempengaruhi diterimanya
imunisasi, yaitu mulai dari kehamilan sampai kelahiran yang dilihat dari kesehatan
dan dukun

i) Analysis tools Taksonomi atau klasifikasi kelompok yaitu klasifikasi lokal


tentang sesuatu hal, misal ttg diare yang berbeda antara anak dan dewasa, baik
dalam gejala, keparahan, penyebab, dsb. Cluster variable mengumpulkan data
cluster yang saling berhubungan, misal lamanya menyusui dg insiden kurang gizi
di Thailand Mapping memberi informasi ttg lokasi dan untuk mengidentifikasi
jaringan sosial, hubungan antara lingkungan dan perilaku, dsb.

j) Analysis tools Harap diingat bahwa tools tersebut di atas adalah cara untuk
membantu peneliti untuk memilah dan mengorganisasi data Harap diingat bahwa
tools tsb harus didasarkan pada ide pencarian pola-pola dari peristiwa, perilaku,
atau fenomena lain atau disebut pattern-matching

k) Catatan analysis Dalam analisa peneliti harus dapat menjelaskan motif atau
alasan dibalik suatu fenomena (building-explanation), yg dapat diambil dari
beberapa sumber Bukti empiris (yg dicari peneliti) Catatan atau laporan orang lain
di bidang atau di daerah tersebut Teori dan atau kerangka konsep yg spesifik untuk
membantu mengkaitkan data ke dalam gambaran menyeluruh

l) Manajemen dan analisis FGD Sistem coding yg formal harus dilakukan untuk
FGD, jika terjadi salah satu situasi berikut ini: Jumlah FGD cukup besar, lebih dari 20
FGD cukup panjang (per FGD 15 hal transkrip) Tim peneliti akan melanjutkan atau
menambah kelompok setiap waktu

Coding FGD Merupakan pertanyaan dan kategori penting dalam penelitian Mulai
dengan pertanyaan inti Dielaborasi dengan data berdasarkan isi wawancara Melihat
respons kelompok dan variasi dalam kelompok, kemudian dijelaskan, dan kelompok
dan variasi dipertimbangkan, kesimpulan keseluruhan disajikan

Kedudukan kualitatif dalam kuantitatif Stage of familiarization Digunakan untuk


mencari informasi yang penting untuk mengembangkan tahap dan alat penelitian
selanjutnya Stage of investigation Untuk membuat kuesioner survey formal atau
pedoman pertanyaan Stage of revealing Digunakan setelah survey dilakukan atau
rapid assessment procedure (RAP)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi kesehatan


merupakan sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan
kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan
dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan
di puskesmas atau rumah sakit kecil sekalipun. Bukan hanya data, namun juga
informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang dapat disajikan dengan
adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana dengan baik.

Manajemen data kesehatan adalah pengembangan dan penerapan arsitektur,


kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap
data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau rumah sakit

Fungsi manajemen data kesehatan

1. Sebagai planning (perencanaan)

2. Sebagai organizing (pengorganisasian)

3. Sebagai Actuating

4. Sebagai controlling (monitoring)

Kegiatan manajemen data dalam kesehatan

1. Pengumpulan Data
2. Integritas dan Pengujian

3. Penyimpanan

4. Pemeliharaan

5. Keamanan

6. Organisasi

7. Pengambilan

DAFTAR PUSTAKA

Adikoesoemo ( 2003 ) manajemen rumah sakit Jakarta : pustaka Sinar Harapan

Greef, Judith A. ( 1996 ), komunikasi kesehatan dan perubahan perilaku.


Djokjakarta: Gadjah Mada University Press.

Notoatmojo, Soekidjo. 1997. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta.

Muninjaya, Gde AA, 2004. Manajemen Kesehatan,ed.2. Jakarta : EGC

Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2003.

Andri Kristanto, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Penerbit Gava


Media, Yogyakarta, 2003.

Jogiyanto H.M., Akt., Ph.D., Analisis Analisis dan Desain Sistem Informasi, Penerbit
Andi, Yogyakarta, 2005.

Witarto, Memahami Sistem Informasi, Penerbit Informatika, 2004.


RABU, 26 OKTOBER 2011
komponen-komponen sistem informasi
KOMPONEN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok),
yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi,
komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua
komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk
mencapai sasaran.

1. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan
media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen
dasar.

2. Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan
untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan
dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

4. Komponen teknologi
Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima
input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan
keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang
berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai
sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.

6. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang
diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.

7. Komponen basis data


Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu
dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan
informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk
efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan
perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

8. Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu,
kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan
lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan
bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
ELEMEN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras,
perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini
merupakan komponen fisik.

1. Orang
Orang atau personil yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer,
personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP

2. Prosedur
Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk
fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi
untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan
pusat komputer.

3. Perangkat keras
Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit
masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran.

4. Perangkat lunak
Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :
a. Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang
memungkinkan pengoperasian sistem komputer.
b. Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.
c. Aplikasi pernagkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap
aplikasi.

5. Basis data
File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik
seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak
dan catatan lain diatas kertas, mikro film, an lain sebagainya.

6. Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang
terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel
sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.

7. Komunikasi data
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan
dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer dan pirant-
piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data
berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital
dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan
komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI


Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem
yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada. Sistem yang lama perlu
diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu :

1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang


timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi,
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah).

Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang
membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk
menyelesaikannya.
JENIS-JENIS SISTEM INFORMASI
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan
bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian (gambar 1) :

1. Transaction Processing Systems (TPS)


TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data
dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS
berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan
lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya
tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa
untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum
menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi.
Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi
melalui voice mail, email dan video conferencing.
KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan
membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke
organisasi atau masyarakat.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang
lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan
informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan
beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS
bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh
tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara
untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis
kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli
menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta
memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems)
secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuanseorang ahli untuk menyelesaikan
masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan
keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik
terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu
mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan
pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems
(CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak
terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan
untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan
dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut
dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan groupware
untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
7. Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif
mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan
pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

CONTOH SISTEM INFORMASI


1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani
pemesanan/pembelian tiket.
2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode
reader untuk mempercepat pemasukan data.
3. Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan
mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.
4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo.
5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit
pasien.

Diposkan oleh ari_suhari di 03.38


http://arisuhari.blogspot.co.id/2011/10/komponen-komponen-sistem-informasi.html
2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi
a. Konsep Dasar Sistem
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat
hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersamasama untuk
mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan
sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel
yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan
terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara
umu, yaitu :
1. Setiap sistem terdiri dari unsurunsur
2. Unsurunsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang
bersangkutan.
3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
b. Konsep Dasar Informasi
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan
data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerimanya yang menggambarkan suatu kejadiankejadian yang nyata yang
digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang
telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam
proses pengabilan keputusan.
c. Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung
fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi
dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu
dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu
sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi
tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah,
mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan
menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
2.3 Komponen Dan Elemen Sistem Informasi
a. Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponenkomponen yang disebut blok bangunan
(building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen
output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software,
komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut
saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk
mencapai sasaran.
1. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan,
yang dapat berupa dokumen dokumen dasar.
2. Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik
yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data
dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
3. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang
berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
4. Komponen teknologi
Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi, Teknologi digunakan
untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari
sistem secara keseluruhan.
5. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi
sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database
atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk
memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan
memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu
informasi.
7. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan
berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer
dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu
disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.
Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga
berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau
dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS
(Database Management System).
8. Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api,
temperatur, air, debu, kecurangan kecurangan, kegagalan kegagalan sistem itu
sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal
yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi
kesalahankesalahan dapat langsung cepat diatasi.
2.4 Elemen-Elemen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari elemenelemen yang terdiri dari orang, prosedur,
perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan
komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
1. Orang
Orang atau personil yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis
sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP
2. Prosedur
Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur
disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis
prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk
penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.
3. Perangkat keras
Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat
pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal
masukan/keluaran.
4. Perangkat lunak
Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :
a. Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan
sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.
b. Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.
c. Aplikasi pernagkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik
dibuat untuk setiap aplikasi.
5. Basis data
File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media
penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan
sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas
kertas, mikro film, antaralain sebagainya.
6. Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan
lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak
melalui kabelkabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna
jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.
2.5 Klasifikasi Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan suatu bentuk integrasi antara satu
komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang
berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut.
Oleh karena itu, sistem dapat di klasifikasikan dari beberapa sudut pandang,
diantaranya :
a. Sistem abstrak atau sistem fisik
b. Sistem Alamiah Dan Sistem Buatan Manusia
c. Sistem deterministik dan sistem probabilistik
d. Sistem terbuka dan sistem tertutup
2.6 Jenis-Jenis Sistem Informasi
Menurut departemen pendidikan sistem dibagi atas beberapa jenis :

1. a. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya yang dirancang untuk
mentransformasikan data keuangan menjadi informasi.
Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.

Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses
pengambilan keputusan.

Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi


nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi
keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:

Sistem pemrosesan transaksi

Mendukung proses operasi bisnis harian.

Sistem buku besar/ pelaporan keuangan

Menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas,


pengembalian pajak.

Sistem pelaporan manajemen

Yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan


khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti
anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Cara Kerja
Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa
pertanyaan sebagai berikut :

Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi


organisasi?

Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen


dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?

Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

Manfaat
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:

Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat


melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang
dihasilkan

Meningkatkan efisiensi

Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan

Meningkatkan sharing knowledge

menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

1. b. Sistem Informasi Keuangan

Sistem informasi keuangan adalah sistem untuk mendukung bagian keuangan


dalam pengambilan keputusan yang mengangkut persoalan keuangan sekolah dan
pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam lingkungan
sekolah. Misalnya : ringkasan arus kas, informasi pembayaran.
Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi
kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan
mengenai masalah keuangan perusahaan. Informasi yang diberikan disajikan dalam
bentuk laporan khusus, laporan periodik, hasil dari simulasi matematika, saran dari
sistem pakar, dan komunikasi elektronik.
1. Input
a) Sistem Informasi Akuntansi, Data akuntansi menyediakan catatan mengenai
segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan yang terjadi dalam
perusahaan. Catatan dibuat untuk setiap transaksi, menjelaskan apa yang terjadi,
kapan terjadinya, siapa yang terlibat dan berapa banyak uang yang terlibat. Data ini
dapat dianalisis dalam berbagai cara untuk memnuhi sebagian kebutuhan informasi
manajemen.
b) Subsistem Audit Internal, terdapat 2 jenis Auditor yaitu (1) eksternal, biasanya
terdapat pada perusahaan kecil. (2) internal, biasanya pada perusahaan besar
mempunyai staf ini sendiri. Ada empat jenis dasar kegiatan audit internal :
1) Keuangan, menguji akurasi catatan perusahaan dan merupakan jenis kegiatan
yang dilakukan oleh auditor eksternal.
2) Operasional, dilakukan untuk memeriksa efektivitas prosedur. Dilakukan oleh
analis sistem selama tahap analis dari siklus hidup sistem.
3) Kesesuaian, merupakan lanjutan dari kegiatan audit oprasianal. Audit
kesesuaian akan berlanjut terus, sehingga prosedur di perusahaan akan terus
berajalan dengan baik.
4) Rancangan Sistem Pengendalian Internal, merupakan rencana untuk
pelaksanaan audit-audit agar berjalan lebih baik.
c) Subsistem Intelijen Keuangan, digunakan untuk mengidentifikasikan sunber
sumber terbaik modal tambahan dan investasi terbaik. Informasi yang diperoleh
berasal dari dua pihak, yakni Pemegang saham dan masyarakat keuangan.
2. Output
a) Sistem Peramalan, merupakan salah satu kegiatan matematis tertua dalam
bisnis. Ada tiga fakta dasar dalam pemikiran peramalan : (1) Semua peramalan
merupakan proyeksi dari masa lalu (2) Semua peramalan terdiri dari keputusan
semistruktur (3) Tidak ada teknik peramalan yang sempurna.
Terdapat dua jenis peramalan (1) Peramalan Jangka Pendek, dilakukan oleh area
fungsional. (2) Peramalan Jangka Panjang, dilakukan oleh suatu area selain
pemasaran (suatu kelompok khusus yang hanya mempunyai tanggung jawab
perencanaan).
Terdapat dua metode peramalan, antara lain :
1) Metode peramalan nonkuantitatif, tidak meliibatkan perhitungan data tetapi
didasarkan pada penaksiran subyektif
2) Metode Kuantitatif, melibatkan pembuatan suatu hubungan antara kegiatan
yang akan diramal.
b) Subsistem Manajemen Dana, bertugas untuk mengelola arus
uang,menjaganya agar tetap seimbang dan positif.
c) Subsistem Pengendalian, memudahkan manajer untuk menggunakan secara
efektif semua sumber daya yang tersedia.

1. c. Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur adalah sistem yang digunakan untuk mendukung


fungsi produksi yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dalam pembayaran
dan pembelian inventaris sekolah dan alat-alat tulis.
Sistem Informasi Manufaktur merupakan subset dari Sistem
Informasi Manajemen yang menyediakan informasi untuk
digunakan dalam pemecahan masalah manufaktur. Manajer
dalam area manufaktur menggunakan komputer sebagai
komponen sistem fisik maupun sistem informasi konseptual.
Manajer pada area manufaktur menggunakan komputer dalam
sistem produk fisik untuk aplikasi seperi CAM (Computer Aided
Manufacturing) dan CAD (Computer Aided Design).
Sebagai Sistem informasi konseptual, komputer digunakan dalam menjadwalkan
produksi, mengatur persediaan, mengendalikan kualitas produk dan melaporkan
biaya produk.
Semua aplikasi untuk fsiik maupun konseptual disebut CIM (Computer Integrated
Manufacturing).
Pendekatan Mengelola Proses Manufaktur Menggunakan Informasi:

Titik Pemesanan Kembali / ROP (ReOrder Point)


Adalah pendekatan reaktif yaitu keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali
dengan menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu.

Perencanaan Kebutuhan Material / MRP (Material Requirements Plannings)

Adalah pendekatan proaktif yaitu mengidentifikasi material yang akan diperlukan,


jumlahnya, dan tanggal diperlukannya.
Komponen-komponen utama sistem MRP :
1. Sistem Penjadualan Produksi
Yaitu menyiapkan master production schedule yang memproyeksikan produksi
hingga satu tahun ke depan untuk mengakomodasi proses produksi. Master
production schedule menggunakan 4 file data mencakup file Pesanan Pelanggan,
file Ramalan Penjualan, File Persediaan Barang Jadi, file Kapasitas Produksi.
2. Sistem Material Requirements Planning yaitu menentukan berapa banyak
material yang diperlukan untuk memproduksi jumlah unit yang diinginkan.
File yang diperlukan :
File Bill Of Material, kuantitas pada bill of material dikalikan dengan kebutuhan
bruto (gross requirements).jumlah unit yang akan diproduksi
File Persediaan Bahan Baku digunakan untuk menentukan material yang telah
dimilki. Material tersebut dikurangi dengan kebutuhan bruto kebutuhan netto (net
requirements) yaitu jumlah yang harus dibeli untuk memenuhi jadual produksi.
3. Sistem Capacity Requirements Planning
Berhubungan dengan sistem Material Requirements Planning
Untuk memastikan bahwa produksi terjadual sesuai dengan kapasitas pabrik.
4. Sistem Pengeluaran Pesanan (Order Release System)
Menggunakan jadual pesanan terencana untuk input dan mencetak laporan
pengeluaran pesanan (order release report). Satu salinan diserahkan kepada
pembeli di departemen pembelian untuk berunding dengan pemasok, dan salinan
lain dikirimkan ke manajer manufaktur untuk mengontrol proses produksi.

Perencanaan Sumber Manufaktur / MRP II (Manufacturing Resource


Plannings)
Adalah mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang
berhubungan dengan manajemen material.

Manfaat MRP II :
1. Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien
2. Perencanaan prioritas yang lebih baik
3. Pelayanan pelanggan yang meningkat
4. Semangat pekerja yang meningkat
5. Informasi manajemen yang lebih baik

JUST -IN-TIME (JIT)


Menjaga arus material ke pabrik hingga minimum dengan menjadualnya agar tiba di
stasiun kerja tepat pada waktunya (just in time)
SUBSISTEM INPUT MANUFAKTUR
Terdiri dari Sistem Informasi Akuntansi, Subsistem Rekayasa Industri, dan
Subsistem Intelijen Manufaktur.
Sistem Informasi Akuntansi
Menyediakan data input bagi aplikasi manufaktur. Terminal ditempatkan di seluruh
pabrik untuk mencatat kegiatan pekerja manufaktur dan sumber daya mesin ketika
bahan baku diubah menjadi produk akhir.
Subsistem Rekayasa Industri
Menyediakan data dan informasi yang menjelaskan operasi manufaktur internal dari
Industrial Engineer (IE) yang mempelajari proses produksi agar menjadi lebih efisien
yaitu dengan merancang sistem produksi fisik dengan menentukan lokasi pabrik,
cara mengatur jalur produksi, dan urutan proses yang harus dilaksanakan.
Subsistem Intelijen Manufaktur
Menyediakan data dan informasi mengenai pemasok dan serikat buruh yang
dikumpulkan melalui penelitan khusus dan pertemuan pribadi.
SUBSISTEM OUTPUT MANUFAKTUR
Terdiri dari Subsistem Produksi, Subsistem Persediaan, Subsistem Kualitas.
Subsistem Produksi
Mengukur proses produksi dalam hal waktu dengan menelusuri arus kerja dari satu
langkah ke langkah berikutnya.
Subsistem Persediaan
Mengukur volume kegiatan produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah
menjadi barang dalam proses dan akhirnya barang jadi.
Perusahaan berusaha meminimumkan biaya pemeliharaan dengan menjaga agar
tingkat persediaannya rendah dengan cara memesan dalam kuantitas kecil atau
ekonomis. Metode yang dapat digunakan adalah EOQ & EMQ.
EOQ (Economic Order Quantity) : menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan
pembelian serta mengidentifikasi biaya kombinasi terendah.
EMQ (Economic Manufacturing Quantity): menyeimbangkan biaya penyimpanan
persediaan dengan biaya ketidak efisienan produksi.
Subsistem Kualitas
Mengukur kualitas bahan saat bahan tersebut diubah. Diukur mutu/kualitasnya
mulai saat diterima dari pemasok, berbagai titik dalam proses produksi, dan barang
jadi sebelum meninggalkan pabrik.
Subsistem Biaya
Mengukur biaya yang terjadi dalam proses produksi

1. d. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem informsi Sumber daya manusia adalah sistem informasi yang menyediakan
informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya : berisi informasi gaji
Hubungan antara teknologi dan sumber daya manusia sangat erat kaitannya.
Dengan berkembangnya teknologi maka akan mengefisiensikan tenaga manusia
dalam proses operasi suatu perusahaan. Dalam hal ini harus ada sinkronisasi
antara tenaga kerja manusia dengan perkembangan teknologi supaya peran
tenaga manusia tidak tergantikan oleh teknologi yang ada.
Melihat hal tersebut harus adanya peningkatan kualitas para karyawan dalam
bekerja yaitu mampu berinovasi dan berkreasi dalam pekerjaannya agar sumber
daya manusia (tenaga kerja) tidak tergantikan oleh teknologi yang semakin hari
semakin berkembang.
Aktifitas bisnis dalam suatu perusahaan digerakan oleh tenaga kerja yang memiliki
pemahaman terhadap pengolahan bisnis tersebut. Sumberdaya manusia dalam hal
ini tenaga kerja menjadi syarat utama dalam mengoprasikan perusahaan.
Pengolahan sumber daya manusia yang tepat menjadi bagian yang sangat penting
karena apabila proses perekrutan tenaga kerja dilakukan tidak tepat, maka
dikemudian hari akan menjadi masalah tersendiri bagi perusahaan.

Unit Sumber Daya Manusia


Bagian atau unit yang biasanya mengurusi SDM (Sumber Daya Manusia) adalah
departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa Inggris disebut HRD
atau Human Resources Departement. Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki
Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment

2. Seleksi tenaga kerja / Selection

3. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and Evaluation

4. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and


Protection

5. Jenjang karir

Sistem Informasi Psikologi


Sekarang ini banyak tersedia website Sumber Daya Manusia terutama proses
pencarian tenaga kerja On-Line, website tersebut dapat meningkatkan efisiensi
proses pencarian tenaga kerja serta meningkatkan proses penempatan tenaga
kerja dengan lowongan kerja yang sesuai dengan keahliannya.
KELEBIHAN
Bagi perusahaan :
1. Tidak terbatas waktu, ruang dan tempat. Wawancara dapat dilakukan dimana saja
dan kapan saja diperlukan.
2. Perusahaan lebih mudah mendapatkan pegawai/ staff yang sesuai dengan
kriteria perusahaan.
3. Menghemat biaya operasional kantor untuk menyeleksi karyawan.
4. Dokumen-dokumen calon karyawan tidak menumpuk sia-sia di tempat
penyimpanan data HRD sehingga tidak ada resiko kehilangan ataupun tertinggal.
5. Data pencari kerja dapat disimpan dalam waktu yang lama dan dapat dibuka
sewaktu-waktu dibutuhkan.

Bagi Calon Karyawan :


1. Peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diimpikan lebih besar (terutama
apabila ada perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan keahlian khusus).
2. Dapat membuka peluang digunakannya interview secara real time (langsung)
sehingga menghemat waktu dan biaya, karena saat interview tidak harus
berhadapan langsung dengan interviewer.
KEKURANGAN
Bagi perusahaan/ penyedia kerja :
1. Tidak berhadapan langsung dengan pencari kerja, sehingga tidak dapat terlihat
jelas sikap, postur tubuh dan kepribadiannya.
2. Resiko sambungan internet terganggu (respon jaringan lambat) sehingga
wawancara tidak lancar (apabila wawancara secara real time).
3. Resiko database karyawan/ pencari kerja rusak atau hilang akibat adanya
serangan virus atau hacker.
4. Resiko data yang diberikan calon pekerja tidak terbukti kebenarannya.

1. e. Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information


system, MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi
pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi
manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau
suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem
informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain
yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini
umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi
yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan
keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar,
dan sistem informasi eksekutif.
Tujuan Umum
Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok
jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.

Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,


pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu
memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara
menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka
mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja
(informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap
manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).
Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu


adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya,
perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk
mencapai tujuan tersebut.

Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah


suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan
manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan
rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk
memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai
kebutuhan, disebut kebutuhan.

Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara


berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi
manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian.
Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk
melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang
dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi
pengendalian.

Bagian
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan


informasi dan transaksi keuangan.

Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan


informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran,
kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan
dengan pemasaran.
Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information
systems).

Sistem informasi personalia (personal information systems).

Sistem informasi distribusi (distribution information systems).

Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).

Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).

Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).

Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development


information systems).

Sistem informasi analisis software

Sistem informasi teknik (engineering information systems).

Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).

BAB III
KESIMPULAN
Sistem Informasi (SI) atau lanskap aplikasi adalah kombinasi dari teknologi
informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung
operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang
sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data,
dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya
pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga
untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung
proses bisnis.
Sistem informasi dapat di klasifikasikan dari beberapa sudut pandang,
diantaranya :
a. Sistem abstrak atau sistem fisik
b. Sistem Alamiah Dan Sistem Buatan Manusia
c. Sistem deterministik dan sistem probabilistik
d. Sistem terbuka dan sistem tertutup
Menurut Departemen Pendidikan jenis-jenis system informasi antara lain sebagai
berikut :

1. Sistem Informasi Akuntansi


2. Sistem Informasi Keuangan

3. Sistem Informasi Manufaktur

4. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

5. Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi terdiri dari elemenelemen yang terdiri dari orang, prosedur,
perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan
komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-
manajemen.html
http://www.anneahira.com/sistem-informasi-manufaktur-13700.htm
http://cintaluna-lovelyluna-psikologi.blogspot.com/2011/02/sistem-informasi-sumber-
daya-manusia.html
2.2.2. Jenis Sistem Informasi Rumah Sakit
Secara global sistem informasi rumah sakit terbagi atas :
1. Sistem Informasi Klinik
2. Sistem Informasi Administrasi
3. Sistem Informasi Manajemen
Masing- masing sistem bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau secara bersamaan
sebagai suatu kesatuan yang integral. Dibawah ini merupakan uraian lebih lanjut mengenai
sistem informasi rumah sakit.
1. Sistem Informasi Klinik
Merupakan sistem informasi yang secara langsung untuk membantu pasien dalam hal
pelayanan medis. Contoh :
1. Sistem Informasi di ICU
2. Sistem Informasi pada alat seperti CT Scan, USG tertentu.
2. Sistem Informasi Administratif
Merupakan sistem informasi yang membantu pelaksanaan administratif di rumah sakit.
Contoh :
1. Sistem Informasi Administratif
2. Sistem Informasi Biling System
3. Sistem Informasi Farmasi
4. Sistem Informasi Penggajian
3. Sistem Informasi Manajemen
Merupakan sistem Informasi yang membantu manajemen rumah sakit dalam
pengambilan keputusan. Contoh :
1. Sistem Informasi manajemen pelayanan
2. Sistem Informasi Keuangan
3. Sistem Informasi Pemasaran
Ketiga jenis sistem informasi diatas merupakan pembagian jenis sistem informasi rumah
sakit berdasarkan pemakaiannya dan apabila dikelompokan akan membentuk beberapa
kelompok lagi, yaitu :
1. Individual
Sistem hanya berjalan sendiri tanpa terkait dengan sistem yang lain. Contoh
a. Sistem Informasi Billing System
b. Sistem Penggajian
2. Modular
Beberapa sistem dikaitkan dalam satu kelompok, sehingga tidak berjalan secara
individu. Contoh :
a. Sistem Informasi Keuangan
b. Sistem Informasi Administrasi terkait dengan Billing System.
3.Terpadu
Semua sistem terkait dan berjalan secara bersamaan serta menjadi satu kesatuan.