Anda di halaman 1dari 13

Kedudukan Media Pembelajaran

A. Kedudukan Media Pembelajaran dan Landasan Penggunaannya


Pada umumnya kedudukan Media Pembelajaran berfungsi sebagai alat
perantara atau alat pengatur pesan dalam kegiatan pembelajaran yaitu memberikan
stimulus kepada siswa agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan
guru, dari konsep-konsep yang masih abstrak menjadi gambaran yang lebih
konkrit. Sikap dan perilaku seseorang juga akan mengalami perubahan setelah
mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Penggunaan media
dalam pembelajaran fiqih akan membantu siswa memperoleh pengetahuan dan
pengalaman baru lewat materi yang disampaikan oleh guru dibandingkan dengan
jika guru hanya melakukan pendekatan verbal.
Pada kedudukannya, Media Pembelajaran memiliki beberapa landasan
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Landasan Psikologis
Beberapa teori yang digunakan dalam landasan psikologis tersebut diantaranya
adalah sebagai berikut:
a. Teori psikologis Brurner
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang
ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, diantaranya yaitu:
tahap pengalaman langsung (Eractive), merupakan tahap individu berupa
memahami lingkungan dengan melakukan aktifitas.
tahap Pictoria (Ekonit), tahap individu melihat dunia melalui gambar dan
menvisualisasi verbal.
tahap simbolik, tahap dimana individu mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang
banyak dipengaruhi bahasa dan logika berpikirnya.
b. Teori kerucut pengalaman Edgar Dale
Kerucut pengalaman ini merupakan salah satu gambaran yang dijadikan landasan
teori dalam penggunaan media pembelajaran selain dari ketiga tahap pengalaman
Bruner.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang
dianggap paling abstrak. Klasifikasi pengalaman tersebut lebih dikenal dengan-
kerucut pengalaman, yang terdiri dari 11 macam klasifiksi media pengajaran
seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
c. Teori Behavourisme
Teori behavourisme atau teori tingkah laku ini menganggap bahwa segala
kejadian dilingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dan akan
memberikan pengalaman tertentu dalam dirinya, dan teori ini menganggap
perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma S-R(stimulus respon)
yaitu suatu proses yang memberikan respon tertentu terhadap apa yang datang dari
luar diri individu.
Penggunaan media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang
digunakan secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran juga dapat memberikan
interaksi antara pengalaman baru dan pengalaman sebelumnya, sehingga terjadi
perubahan pada anak didik.
Pemerolehan pengetahuan, perubahan sikap dan ketrampilan dapat terjadi karena
interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami
sebelumnya. Tingkat pemerolehan hasil belajar seperti yang digambarkan oleh
Dale(1969) sebagai proses komunikasi. Proses pembelajaran dapat berhasil-
dengan baik apabila siswa diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya.
Semakin benyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah
informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan
dipahami serta dipertahankan dalam ingatan.
Perbandingan pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang dan indera dengar
sangat menonjol perbedaannya. Kurang lebih 80% hasil belajar seseorang
diperoleh melalui indera pandang, dan hanya 15% diperoleh melalui indera dengar
dan 5% lagi dari indera yang lainnya.
2. Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil
teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang
manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan
terjadi dehumanisasi. Meskipun pada dasarnya dengan adanya berbagai media
pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk menggunakan
media yang sesuai dengan karakteristik pribadinya, dengan begitu harkat
kemanusiaan siswa lebih dihargai dengan diberi kebebasan untuk menentukan
pilihan, baik cara ataupun alat belajar sesuai kemampuannya. Dengan demikian,
penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat
tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap
siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak
manusia yang memiliki keprbadian, harga diri, motivasi, dan memiliki
kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain,maka baik menggunakan
media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan
tetap menggunakan pendekatan humanis.
3. Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan,
penerapan, pengelolaan, penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi
pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang,
prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara
pemecahan, melaksankan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-
masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan
terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam
bentuk kesatuan komponen-komponen system pembalajaran yang telah disusun
dalm fungsi desain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan
sehingga menjadi system pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini
termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, tehnik, dan latar.
4. Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara
penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam
menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang
signifikan bila ia belajar dengan menggunakan mediam yang sesuai dengan
karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memilih tipe belajar visual
akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media
visual, seperti gambar, diagram, video, atua film. Sementara siswa yang memilih
tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio,
rekaman suara, atau ceramah guru. Akan kebih tepat dan menguntungkan siswa
dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media
pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus
mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik anak didik, karakteristik
media pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

B. Macam-macam Kedudukan Media Pembelajaran


1. Kedudukan Media Pembelajaran Berdasarkan Karakteristiknya
Kemajuan di bidang teknologi pendidikan, maupun teknologi pembelajaran,
menuntut digunakannya berbagai media pembelajaran serta peralatan-peralatan
yang semakin canggih. Boleh dikatakan bahwa dunia pendidikan dewasa ini hidup
dalam dunia media, di mana kegiatan pembelajaran telah bergerak menuju
dikuranginya sistem penyampaian bahan pembelajaran secara konvensional yang
lebih mengedepankan metode ceramah, dan diganti dengan sistem penyampaian
bahan pembelajaran modern yang lebih mengedepankan peran siswa dan
pemanfaatan multimedia.
Setiap jenis media memiliki karakteristik masing-masing dan menampilkan
fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses belajar peserta didik. Agar
peran media belajar tersebut menunjukkan pada suatu jenis media tertentu, maka
pada media-media belajar itu perlu diklasifikasikan menurut suatu metode tertentu
sesuai dengan karakteristik dan fungsinya terhadap pembelajaran.
Pengelompokkan itu penting untuk memudahkan para pendidik dalam memahami
sifat media dan dalam menentukan media yang cocok untuk pembelajaran atau
topik pembelajaran tertentu.
Menurut Scharmm, kita dapat melihat media menurut karakteristik
ekonomisnya, lingkup sasarannya yang dapat diliput, dan kemudahan kontrol
pemakai. Jadi antara klasifikasi media, karakteristik media dan pemilihan media
merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi
pembelajaran.
2. Kedudukan Media Pembelajaran di Dunia Pendidikan
Belajar melalui stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik
untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali dan
menghubung-hubungkan fakta dan konsep. Belajar melalui stimulus verbal
membuahkan hasil yang lebih apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan yang
berurut-urutan. Belajar dengan menggunakan indera ganda(pandang dan dengar)
akan memberikan keuntungan bagi siswa.
Dengan menggabungkan beberapa media akan memberikan pengalaman yang
mencerminkan suatu pengalaman belajar dalam kehidupan sehari-hari. Suatu
pengalaman belajar akan diperoleh karena adanya penggabungan aneka media itu-
hingga menjadi satu kesatuan kerja yang meghasilkan suatu informasi yang
memiliki nilai komunikasi yang sangat tinggi; artinya informasi bahkan tidak
hanya dilihat sebagai hasil cetakan, melainkan juga dapat didengar, membentuk
simulasi dan animasi yang dapat membangkitkan minat dan memiliki nilai seni
grafis yang tinggi dalam penyajian.
Kita sekarang berada dalam suatu era informasi, yang ditandai dengan
tersedianya informasi yang makin banyak dan bervariasi., tersebarnya informasi
yang makin meluas dan seketika, serta tersajinya informasi dalam berbagai bentuk
dalam waktu singkat. Media telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan,
walaupun dalam derajat yang berbeda-beda.Di negara-negara yang telah maju
media telah mempengaruhi kehidupan hampir sepanjang waktu. Bahkan seorang
arsitek Amerika terkemuka, Buckminster Fuller dalam Haney & Ulmer
menyatakan bahwa media adalah orang tua ketiga(guru adalah orang tua kedua).
Di indonesia kecenderungan ke arah itu sudah mulai tampak, dengan telah
diudarakannya oleh pihak swasta Televisi Pendidikan mulai tahun 1991, yang
disiarkan ke seluruh pelosok tanah air.
Dengan konsepsi yang makin mantap, kedudukan media dlm dunia pendidikan
tidak hanya sekedar alat bantu guru, melainkan sebagai pembawa informasi atau
pesan pembelajaran guru yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian
seorang guru dapat memusatkan tugsnya pada aspek-aspek lain seperti pada
kegiatan bimbingan dan penyuluhan individual dalam kegiatan pembelajaran.
3. Kedudukan Media dalam Sistem Pembelajaran
Sistem adalah suatu totalitas yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pembelajaran
dikatakan sebagai suatu system karena didalamnya mengandung komponen yang
saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, komponen
tersebut meliputi tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Hal tersebut akan
tergambar seperti bagan berikut ini.
Dari bagan di atas dapat dilihat bahwa sebagai suatu sistem, proses
pembelajaran terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing saling
berkaitan erat dan merupakan satu kesatuan yang utuh. Dengan demikian, akan
menjadi suatu sistem yang tidak sempurna, manakala suatu pembelajaran tidak
didukung oleh salah satu komponen tersebut.
a. Tujuan
Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran.
Mau dibawa kemana siswa, apa yang harus dimiliki oleh siswa, semuanya
tergantung tujuan yang ingin dicapai. Jika diibaratkan, tujuan sama dengan
komponen jantung pada sistem tubuh manusia. Kegiatan pembelajaran yang
dibangun oleh guru dan siswa adalah kegiatan yang bertujuan, maka segala
sesuatu yang dilakukan guru dan siswa hendaknya diarahkan untuk mencapai
tujuan yang ditentukan. Dengan demikian dalam setting pembelajaran, tujuan
merupakan pengikat segala aktifitas guru dan siswa. Oleh sebab itu merumuskan
tujuan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang
sebuah program pembelajaran, karena alasan yaitu sebagai berikut:
Rumsan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas
keberhasilan proses pembelajaran.
Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan
belajar siswa.
Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran.
Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai control dalam menentukan batas-
batas dan kualitas pembelajaran.
b. Isi
Isi atau materi pembelajaran merupakan komponen kedua dalam system
pembelajaran. Dalam konteks tertentu materi pelajaran merupakan inti dalam
proses pembelajaran. Artinya, sering terjadi proses pembelajaran diartikan sebagai
proses penyampaian materi. Hal ini bisa dibenarkan manakala tujuan utama
pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran. Dalam kondisi semacam ini,
maka penguasaan materi pelajaran oleh guru mutlak diperlukan sebab peran dan
tugas guru sebagai sumber belajar. Namun demikian, dalam setting pembelajaran
yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau kompetensi, tugas dan
tanggungjawab guru bukanlah sebagai sumber belajar. Dengan demikian, materi
pelajaran sebenarnya bisa diambil dari berbagai sumber.
c. Metode
Metode atau strategi adalah komponen yang juga sangat menentukan,
keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini.
Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat
diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen
tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena
itu, setiap guru perlu memahami secara baik peran dan fungsi metode dan strategi
dalam proses pelaksanaan pembelajaran.
d. Media
Walaupun sebagai alat bantu akan tetapi media memiliki peran yang tidak kalah
penting. Dalam kemajuan teknologi seperti sekarang ini memungkinkan siswa
dapat belajar dari mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan hasil teknologi.
Oleh Karena itu, peran dan tugas guru bergeser dari peran sebagai-sumber belajar
menjadi peran sebagai pengelola sumber belajar. Melalui penggunaan berbagai
sumber tersebut diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat.
e. Evaluasi
Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam system proses pembelajaran.
Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses
pembelajaran, tetapi juga sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam
pengelolaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam
pemanfaatan berbagai komponen system pembelajaran.
4. Kedudukan Media Pembelajaran dalam Proses Belajar-Mengajar
Dalam proses belajar-mengajar media pembelajaran memiliki kedudukan
diantaranya sebagai berikut:
a. Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat pengajar menyampaikan
pelajaran
Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran khususnya dalam
kedudukannya seperti halnya diatas jelas telah memberikan manfaat besar bagi
anak didik. Disatu pihak akan memudahkan dalam memahami materi pelajaran
yang sedang diajarkan karena siswa secara langsung dapat berinteraksi dengan
objek yang menjadi bahan kajian. Sedangkan dipihak lain, penggunaan media
pengajaran dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikan guru melalui
komunikasi verbal, sehingga kesulitan siswa memahami konsep dan prinsip
tertentu dapat diatasi. Bahka dengan kehadiran media diakui dapat melahirkan
umpan balik yang baik dari siswa.
b. Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut
dan dipecahkan oleh siswa dalam proses belajarnyadan pengajar bisa
menempatkan media sebagai sumber pertanyaan atau stimulasi belajar siswa
Penggunaan media pengajaran dalam pembelajaran khususnya pada materi
pelajaran yang bersifat abstrak yang sukar dicerna dan dipahami oleh setiap
siswa terutama materi pelajaran yang rumit dan kompleks sangat perlu dilakukan.
Hal ini terkait dengan materi pelajaran yang di dalamnya terdapat sejumlah
konsep-konsep yang masih bersifat abstrak, misalnya untuk-menjelaskan sistem
peredaran darah pada manusia, proses terjadinya hujan, proses terjadinya gerhana
matahari, dan lain-lain. Di mana kadang-kadang untuk menjelaskan dan
menggambarkannya melalui kata-kata sangat sulit, siswa pun sulit untuk
memahaminya. Dengan media pengajaran seperti itulah kemudian guru memberi
waktu pada siswanya untuk memecahkan masalah yang ia lihat berdasarkan teori
yang ada. Oleh karena itu, media berkedudukan sebagai sarana yang dipergunakan
agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, memperdekat dan
memperlancar jalan kearah pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
c. Sumber belajar bagi siswa
Artinya media tersebut berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari para siswa
baik secara individual maupun kelompok.
d. Alat untuk mempertinggi proses interaksi guru sisw, dan interaksi siswa dengan
lingkungan sehingga mempertinggi kualitas proses belajar-mengajar
Tiap-tiap siswa mempunyai kemampuan indera yang tidak sama, baik
pendengaran maupun penglihatan. Demikian juga kemampuan dalam berbicara.
Ada siswa yang lebih suka/senang membaca, ada yang lebih suka mendengarkan
dulu baru membaca, dan begitu pun sebaliknya. Dengan kehadiran media
pengajaran, kelemahan indera yang dimiliki tiap siswa dapat diatasi. Misalnya,
guru dapat memulai pelajaran dengan metode ceramah kemudian dilanjutkan
dengan memperlihatkan/ memberikan contoh konkrit. Dengan cara seperti ini
dapat memberikan stimulus terhadap indera siswa. Dan dengan begitu akan
terbangun pula interaksi guru dan siswa dengan lingkungannya.
5. Kedudukan Media Pembelajaran Dalam Teknologi Pembelajaran
Dalam teknologi pembelajaran, media memiliki multi makna, baik dilihat secara
terbatas maupun secara luas. Munculnya berbagai macam definisi disebabkan
adanya perbedaan dalam sudut pandang, maksud, dan tujuannya. Dalam teknologi
pembelajaran pada dasarnya kedudukan Media Pembelajaran dalam teknologi
pembelajaran sepertihalnya apa yang dimaksud dalam Landasan Teknologis,
dalam landasan tersebut dijelaskan bahwa pemecahan masalahdalam teknologi
pendidikan-dilakukan dalam bentuk kesatuan komponen sistem pembelajaran
yang telah disusun sesuai dengan fungsinya. Komponen-komponen dalam
teknologi pembelajaran tersebut diantaranya adalah pesan, orang, bahan, media,
peralatan, tehnik, dan latar.
Media juga sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar,
dibaca, atau dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan
tersebut, beberapadiantaranya adalah sebagai berikut:
a. Portofolio Elektronik
Portofolio elektronik atau sering disebut eportofolio merupakan suatu kumpulan
hasil karya pembelajar(siswa, pengajar maupun karyawan) yang dikemas dalam
berbagai bentuk/format elektronik(video, audio, situs web, dokumen, dan
lainnya). Mengingat bahwa eportofolio sebagaimana layaknya portofolio dalam
bentuk cetakan merupakan proses perekaman/pencatatan yang terus-
menerus(berkelanjutan) dari siswa, ia merefleksikan banyak hal yang tidak dapat
direkam dalam dokumen-dokumen resmi selama ini seperti transkrip atau surat.
Keunggulan sebuah eportfolio adalah ia dapat menampilkan kemampuan/skill
pemiliknya, pencapaian yang dimilikinya tidak saja yang berasal dari
pembelajaran formal namun juga yang berasal dari situasi informal seperti
pemikiran, aktifitas kurikuler, atau pengalaman bekerja. eportofolio juga
merupakan sebuah refleksi pengalaman belajar itu sendiri, suatu cara yang lebih
lengkap dalam menilai seorang mahasiswa.
b. Teknologi untuk Pembelajaran Tematik
Pembelajaran Tematik merupakan pembelajaran bermakna bagi siswa.
Pembelajaran tematik cenderung menekankan pada penerapan konsep belajar.
Oleh karena itu, guru harus merancang pengalaman belajar yang akan
mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar menunjukkan
kaitan unsur-unsur konseptual yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif.
(Defantri, 2009)
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema
untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan
pengalaman bermakna kepada peserta didik.(Akhmad Sudrajat, 2007)
Dari beberapa sumber diatas dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran
Tematik berpusat pada siswa dan menekankan pengalaman belajar sehingga siswa
dapat memaknai pengetahuan. Dalam pembelajaran tematik sebuah materi
dikemas dengan tema yang sesuai. Teknologi Pembelajaran Tematik dilakukan
dengan menggunakan berbagai variasi metode. Misalnya percobaan, bermain
peran, tanya jawab, demonstrasi, atau sekedar bercakap-cakap. Memperhatikan
lingkungan yang terdekat dengan siswa: Pemilihan tema dalam pembelajaran
tematik sebaiknya disusun dengan aturan dan lingkungan yang terdekat dengan
siswa.
c. Pembelajaran Jarak Jauh
Berinteraksi secara langsung, tepisah jarak dan waktu tetapi masih dapat
melakukan proses belajar dengan cara memanfaatkan cara pembelajaran jarak
jauh. Pembelajaran jarak jauh juga dapat membantu anak didik untuk mengakses
pendidikan kapan saja tidak hanya saat di sekolah maupun saat bertemu dengan
pengajar. Dalam sistem pendidikan jarak jauh, interaksi merupakan faktor penting
sebagai sarana penunjang aktivitas pembelajaran. Interaksi memungkinkan anak
didik mengatasi masalah yang dihadapi dalam upaya memahami materi. Interaksi
juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan
pengukuhan(reinforcement) terhadap hasil belajar yang dicapai oleh anak. Selain
itu, interaksi dapat digunakan sebagai sarana untuk memperbaiki
kesalahan(remedial) pada waktu mengikuti proses pembelajaranInteraksi dapat
juga digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan materi yang perlu dipelajari
secara mendalam oleh anak(elaborasi).
6. Kedudukan Media untuk Mengundang Partisipasi Aktif Siswa
Peran media pembelajaran sangat penting didalam proses pembelajaran
dikelas untuk memudahkan anak didalam menerima informasi lewat pesan yang
disampaikan guru ketika menyampaikan materi. Seorang peserta didik akan dapat
memperoleh pemahaman atau pengetahuan dengan cara mengelola rangsangan
dari luar yang ditanggapi oleh inderanya, baik indera penglihatan, pendengaran,
maupun indera lainnya. Semakin tanggap seseorang tentang obyek orang atau
kejadian-semakin baik pula proses pengetahuan atau pemahaman yang
dialami.Pada konteks inilah, media memainkan perannya dengan membantu dan
memfasilitasi peserta didik lebih mudah memahami dan mengelola apa yang
diterimanya. Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
secara tepat dapat membantu menjadikan pengalaman belajar lebih jelas.
Kedudukan media pada tahap ini dapat merangsang terjadinya diskusi diantara
guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa, membantu siswa menemukan
gagasan untuk mengawali kegiatan mengarang, bercerita, dan kegiatan kerja
kelompok, sebagai sumber kegiatan belajar mandiri untuk melengkapi atau
memperkaya pengetahuan yang dipelajari di kelas, serta mengundang keterlibatan
kognitif dan emosional siswa secara spontan.
7. Kedudukan Media Pada Tahap Tindak Lanjut
Kedudukan media pada tahap ini untuk mempermudah program remediasi dan
pengayaan, sebagai contoh membuat kliping, mengumpulkan gambar binatang
dari kelompok sejenis, membuat laporan hasil pengamatan, mencari informasi
atau berita tentang seorang tokoh yang disenangi anak-anak.
Pentingnya Media Pembelajaran

Dalam belajar mengajar hal yang terpenting adalah proses, karena proses
inilah yang menentukan tujuan belajar akan tercapai atau tidak tercapai.
Ketercapaian dalam proses belajar mengajar ditandai dengan adanya perubahan
tingkah laku. Perubahan tingkah laku tersebut baik yang menyangkut perubahan
bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) maupun yang
menyangkut nilai dan sikap (afektif).

Dalam proses belajar mengajar ada banyak faktor yang mempengaruhi


tercapainaya tujuan pembelajaran diantaranya pendidik, peserta didik,
lingkungan, metode/teknik serta media pembelajaran. Pada kenyataannnya, apa
yang terjadi dalam pembelajaran seringkali terjadi proses pengajaran berjalan dan
berlangsung tidak efektif. Banyak waktu, tenaga dan biaya yang terbuang sia-sia
sedangkan tujuan belajar tidak dapat tercapai bahkan terjadi noises dalam
komunikasi antara pengajar dan pelajar. Hal tersebut diatas masih sering dijumpai
pada proses pembelajaran selama ini.

Dengan adanya media pembelajaran maka tradisi lisan dan tulisan dalam
proses pembelajaran dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran.
Dengan tersedianya media pembelajaran, guru pendidik dapat menciptakan
berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam
situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat diantara
peserta didik. Bahkan alat/media pembelajaran ini selanjutnya dapat membantu
guru membawa dunia luar ke dalam kelas. Dengan demikian ide yang abstrak dan
asing (remote) sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh peserta didik.
Bila alat/media pembelajaran ini dapat di fungsikan secara tepat dan
proforsional, maka proses pembelajaran akan dapat berjalan efektif. Dalam
pembelajaran, alat atau media pendidikan jelas diperlukan. Sebab alat/ media
pembelajaran ini memiliki peranan yang besar dan berpengaruh terhadap
pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.
Kegunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar diantaranya;

1. Media Pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan supaya tidak terlalu


verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau hanya kata lisan)

2. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya


indera, misalnya;

objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film
bingkai, film, atau model.
objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film,
atau gambar.
gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan
timelapse atau high-speed photography.
kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi
lewat rekaman film, video, film bingkai, atau foto.
objek yang terlalu kompleks, dapat disajikan dengan model, diagram atau
melalui program komputer animasi.
konsep yang terlalu luas (gempa bumi, gunung beapi, iklim, planet dan
lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar dan lain-lain.

3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat


diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk;

menimbulkan motivasi belajar


memungkinkan interaksi langsung antara anak didik dengan lingkungan
secara seperti senyatanya.
memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan kemampuan
dan minatnya.
4. Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda diantara peserta didik,
sementara kurikulum dan materi pelajaran di tentukan sama untuk semua peserta
didik.hal ini dapat diatasi dengan media pendidikan yaitu;

memberikan perangsang yang sama


mempersamakan pengalaman
menimbulkan persepsi yang sama

Sementara itu Abu Bakar Muhammad, berpendapat bahwa kegunan alat/


media pembelajaran itu antara lain adalah 1) mampu mengatasi kesulitan-
kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit, 2) mampu mempermuda
pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup dan menarik, 3) merangsang
anak untuk bekerja dan menggerakkan naluri kecintaan menelaah (belajar) dan
menimbulkan kemauan keras untuk mempelajarai sesuatu, 4) membantu
pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat, memperhatikan dan memikirkan
suatu pelajaran serta, 5) menimbulkan kekuatan perhatian (ingatan) mempertajam
indera, melatihnya, memperluas perasaan dan kecepatan dalam belajar.

Dengan demikian, apabila pembelajaran memanfaatkan lingkungan sebagai


alat/ media pembelajaran dalam proses belajar mengajar maka peserta didik
akan memiliki pemahaman yang bagus tentang materi yang didapatkan, sehingga
besar kemunkinan dengan memperhatikan alat/ media pengajaran itu tujuan
pembelajaran akan tercapai dengan efektif dan efisien. Variasi dalam
pembelajaran dengan menjadikan lingkungan sebagai media belajar
menyenangakan akan mendukung pelajaran yang tidak membosankan bahkan
menjadikan belajar semakin efektif.