Anda di halaman 1dari 2

Soal 18.

PT Melati pada tahun 2015 mengalami kerugian sebesar Rp600.000.000.000.


Perusahaan tidak memiliki perbedaan temporer dan permanen. Berikut ini adalah
beberapa scenario terkait dengna laba perusahaan dalam lima tahun ke depan.

Tahun Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3 Skenario 4


2016 100.000.000 (100.000.000) 100.000.000 (400.000.000)
2017 200.000.000 (200.000.000) (200.000.000) (300.000.000)
2018 200.000.000 100.000.000 (100.000.000) (200.000.000)
2019 300.000.000 200.000.000 400.000.000 (100.000.000)
2020 400.000.000 300.000.000 200.000.000 (100.000.000)

Skenario 1

Berdasarkan rencana strategi perusahaan dalam lima tahun mendatang,


perusahaan mampu menghasilkan laba dalam jumlah cukup untuk mengkover
kerugian yang terjadi.

Skenario 2

Berdasarkan rencana strategi perusahaan dalam lima tahun mendatang,


perusahaan belum mampu membukukan laba dalam dua tahun ke depan, namun
mulai tahun ketiga mampu untuk menghasilkan laba.

Scenario 3

Berdasarkan rencana strategi perusahaan dalam lima tahun mendatang,


sebenarnya perusahaan mampu menghasilkan laba namun karena kondisi
perekonomian yang tidak stabil, perusahaan menderita rugi pada tahun kedua dan
ketiga. Namun estimasi setelah tahun ketiga perusahaan tidak akan rugi laba. Pada
pertengahan tahun 2017 pemerintah mengeluarkan UU baru yang berlaku mulai
2018. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa tariff pajak akan turun menjadi 20%
dan mulai berlaku tahun 2018.

Scenario 4

Berdasarkan rencana strategi perusahaan dalam lima tahun mendatang perusahaan


masih akan menderita rugi dan baru mulai membukukan keuntungan pada tahun
2021. Perusahaan mendapat dukungan dana dari induknya sehingga untuk
kepentingan cash flow tidak masalah untuk menjaga kelangsungan usaha
perusahaan.

Diminta:

1. Hitunglah pajak tangguhan yang akan diakui dan jurnal yang akan dibuat
untuk masing masing scenario tersebut!
2. Jika diperlukan, buatlah penjelasan mengapa asset pajak tangguhan diakui
atau tidak diakui!

Latihan 18.5

PT Lily pada tahun 2015 mengalami kerugian sebesar Rp2.500.000.000. entitas


tidak memiliki perbedaan temporer dan permanen sehingga laba akuntansi sama
dengan laba kena pajak. Entitas pada 2016 mencatat laba sebelum pajak sebesar
Rp500.000.000, tahun 2017 sebesar Rp1.000.000.000, tahun 2018 sebesar
Rp1.600.000.000. Tarif pajak yang berlaku 25%.

Bagaimana jurnal yang dibuat atas pengakuan pajak kini dan pajak
tangguhan PT Lily dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018?