Anda di halaman 1dari 12

MINI RISET

Mahasiswa sebagai Agent of Change

Oleh
RIYAN SAFITRI
NIM: 2153111036
DIK. C REGULER C 2015

PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan dan
mencurahkan rahmat daan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah
Mahasiswa sebagai Agent of Change.
Adapun makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mini riset pada mata kuliah
filsafat ilmu. Makalah ini bertujuan agar para pembaca dapat mengaplikasikan pengetahuan
dalam kehidupannya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kesalahan. Oleh sebab itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Penulis
berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat dijadikan sumber referensi.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

`Medan, November 2016

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan............................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Mahasiswa.................................................................................... 3
B. Apa itu Agent of Change?.............................................................................. 3
C. Peran Agent of Change................................................................................... 4
D. Mahasiswa sebagai Agent of Change............................................................. 5
E. Peran Mahasiswa sebagai Agent Of Change.................................................. 7

BAB III PENUTUP


A. Simpulan....................................................................................................... 8
B. Saran.............................................................................................................. 8

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 9

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seorang karena hubungannya dengan
perguruan tinggi yang diharapkan dapat menjadi calon-calon intelektual. Atau bisa juga
didefenisi mahasiswa adalah calon orang yang menuntut ilmu atau belajar di perguruan
tinggi, baik itu universitas, institut ataupun akademi.
Menurut Rogers dan Shoemaker, agen-agen perubahan berfungsi sebagai mata rantai
komunikasi antara dua (atau lebih) sistem sosial. Yaitu menghubungkan antara suatu sistem
sosial yang mempelopori perubahan dengan sistem sosial masyarakat yang dibinanya dalam
usaha perubahan tersebut.
Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke
sebuah negeri lalu dengan gagahnya mengusir penjahat-penjahat dan dengan gagah pula sang
pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat.
Sadar atau tidak, telah banyak pembodohan dan ketidakadilan yang dilakukan
oleh pemimpin bangsa ini. Kita sebagai mahasiswa seharusnya berpikir untuk
mengembalikan dan mengubah semua ini. Perubahan yang dimaksud tentu perubahan kearah
yang positif dan tidak menghilangkan jati diri kita sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia.
Namun untuk mengubah sebuah negara, hal utama yang harus dirubah terlebih dahulu adalah
diri sendiri.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat di tarik rumusan masalah sebagai berikut.
1. Apa pengertian mahasiswa?
2. Apa itu Agent of Change?
3. Bagaimana peran Agent of Change?
4. Bagaimana mahasiswa sebagai Agent of Change?
5. Bagaimana peran mahasiswa sebagai Agent of Change?

C. Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, maka dapat di tujuan penulisan sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui apa itu mahasiswa.

1
2. Untuk mengetahui apa itu agent of change?
3. Untuk mengetahui bagaimana agent of change?
4. Untuk mengetahui bagaimana mahasiswa sebagai agent of change?
5. Untuk mengetahui bagaimana peran mahasiswa sebagai agent of change

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Mahasiswa
Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seorang karena hubungannya dengan
perguruan tinggi yang diharapkan dapat menjadi calon-calon intelektual. Atau bisa juga
didefenisi mahasiswa adalah calon orang yang menuntut ilmu atau belajar di perguruan
tinggi, baik itu universitas, institut ataupun akademi.
Mereka ialah orang-orang yang terdaftar sebagai murid di suatu perguruan tinggi dapat
disebut dengan mahasiswa. Secara lebih singkatnya mahasiswa yaitu suatu kelompok dalam
masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi, universitas,
institut ataupun akademi, itulah pengertian mahasiswa secara umum.
Inilah beberapa pengertian mahasiswa menurut para ahli atau pakar:
1. Mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah meruapakan insan-
insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi, dididik dan
di harapkan menjadi calon calon intelektual.
2. Sedangkan mahasiswa menurut Sarwono (1978) adalah setiap orang yang secara
resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia
sekitar 18-30 thn. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang
memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga
merupakan calon intelektual atau cendikiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat
yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.
Sedangkan pengertian mahasiswa menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia),
mahasiswa adalah pelajar perguruan tinggi. Di dalam struktur pendidikan Indonesia,
mahasiswa menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara yang lain.

B. Apa itu Agent of Change?


Agent of Change merupakan seseorang atau sekelompok orang yang mendapat
kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga
kemasyarakatan. Dalam perubahan sosial yang dikehendaki, Agent of Change berfungsi
melakukan perubahan pada lembaga kemasyarakatan, membawa masyarakat kearah
kemajuan, melawan segala kesewenang-wenangan dan ketidakadilan birokrasi, dan
melakukan penggebrakan serius dalam sendi-sendi masyarakat yang kurang pas agar tercipta
masyarakat Indonesia yang Pancasilais.

3
C. Peran Agen of Change
Menurut Rogers dan Shoemaker, agen-agen perubahan berfungsi sebagai mata rantai
komunikasi antara dua (atau lebih) sistem sosial. Yaitu menghubungkan antara suatu sistem
sosial yang mempelopori perubahan dengan sistem sosial masyarakat yang dibinanya dalam
usaha perubahan tersebut. Hal itu tercermin dalam peranan utama seorang agen perubahan,
yaitu:

1. Sebagai katalisator, menggerakkan masyarakat untuk mau melakukan perubahan.

2. Sebagai pemberi pemecahan persoalan

3. Sebagai pembantu proses perubahan; membantu dalam proses pemecahan masalah


dan penyebaran inovasi, serta memberi petunjuk mengenai bagaimana

Mengenali dan merumuskan kebutuhan

Mendiagnosa permasalahan dan menentukan tujuan

Mendapatkan sumber-sumber yang relevan

Memilih atau menciptakan pemecahan masalah

Menyesuaikan dan merencanakan pentahapan pemecahan masalah

4. Sebagai penghubung (linker) dengan sumber-sumber yang diperlukan untuk


memecahkan masalah yang dihadapi.

Di samping itu, menurut OGorman, inti dari peranan agen perubahan dalam proses
pembangunan masyarakat adalah:

1. Mengidentifikasi tujuan

2. Melakukan identifikasi dan pemanfaatan dari:

sumber-sumber

kepemimpinan

4
organisas

3. Menetapkan prioritas, rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi yang dilakukan


menurut urutan yang teratur agar alternatif yang telah dipilih dapat membawa hasil
yang diharapkan.

Peran agen perubahan tersebut kemudian dapat dikelompokkan menjadi peran yang laten
dan yang manifes. Peranan yang manifes adalah yang kelihatan di permukaan dalam
hubungan antara agen perubahan dengan masyarakatnya, dan merupakan peran yang dengan
sadar dipersiapkan sebelumnya. Peran yang manifes ini kelak merupakan bukti yang nyata
baik bagi si agen maupun masyarakat. Sedangkan peran yang laten merupakan peran yang
timbul dari arus bawah yang memberi petunjuk bagi si agen dalam mengambil tindakan-
tindakan yang dilakukannya. (Nasution, 1996:115-119.

D. Mahasiswa Sebagai Agent of Change


Indonesia, negeri yang elok dengan berbagai macam budaya, bahasa serta kekayaan
alamnya memberikan pandangan tersendiri di mata dunia. Letak Indonesia yang sangat
strategis, yaitu diantara dua benua dan diantara dua samudra membuatnya dijadikan sebagai
jalur perdagangan dunia dimasa lampau. Hampir semua orang di penjuru dunia pernah datang
dan singgah di Indonesia. Dan kekayaan Indonesia selalu menjadi kesan tersendiri bagi
orang asing yang pernah datang dan singgah. Hal ini menyebabkan Indonesia tidak
dipandang sebelah mata oleh dunia.
Akan tetapi, dibalik kekayaan Indonesia yang dapat menyilaukan dunia, ternyata masih
terdapat banyak kebobrokan moral para pemimpinnya. Mengingat Indonesia adalah negara
yang sedang berkembang, negara dengan jumlah penduduk terpadat nomor empat di dunia
yaitu dengan 200 juta lebih jiwa yang pastinya menjadi tantangan serius bagi pemerintah.
Pemerintah dituntut untuk mensejahterahkan semua penduduknya, namun pada kenyataannya
tidak semua penduduk sejahtera. Masih ada penduduk Indonesia yang hidup di bawah standar
kelayakan.
Maka dari itu, untuk menghindari kebrobokan moral para pemimpin di masa mendatang,
perlu adanya perubahan terutama pada kalangan pemuda calon pemimpin bangsa Indonesia.
Dan dalam hal ini pun lebih dibebankan pada kalangan mahasiswa. Karena sebagai seorang
pembelajar dan bagian dari masyarakat, mahasiswa memiliki peran kompleks dan
menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga fungsi, yaitu Agent of Change, Agent of

5
Control, dan Iron Stock. Dengan fungsi tersebut, tentu saja tidak dapat dipungkiri bagaimana
peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan perubahan bangsa. Ide dan
pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah paradigma yang berkembang dalam
suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama. Sikap kritis
mahasiswa sering membuat perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak
berkompeten menjadi gerah dan cemas. Dan suatu hal yang menjadi kebanggaan mahasiswa
adalah semangat membara untuk melakukan sebuah perubahan.
Mahasiswa sebagai Agent of Change artinya mahasiswa sebagai agen dari suatu
perubahan. Yaitu seorang pemuda yang harus memberikan kontribusi yang kongkret terhadap
peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam
mendobrak setiap kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berpihak pada rakyat
kecil. Di lain hal mahasiswa bukan hanya sekedar agen perubahan, namun mahasiswa juga
sepantasnya menjadi agen pemberdayaan setelah perubahan yang berperan dalam
pembangunan fisik dan non fisik sebuah bangsa.
Sebagai Agent of Control mahasiswa dapat berperan sebagai elemen pengawal segala
jenis kebijakan pemerintah yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Mahasiswa juga
dapat menjadi peran penting daam mendorong dan memaksa pemerintah dalam mewujudkan
good governance dalam sistem pemerintah. Peran aktif mahasiswa sebagai pengawal dan
pendorong good governance ini dilakukan dalam rangka menciptakan kesejahteraan yang
merata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Mahasiswa sebagai juga sebagai Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi
manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat
menggantikan generasi sebelumnya. Mahasiswa segabai seorang calon pemimpin bangsa
masa depan, menggantikan generasi yang telah ada dan melanjutkan tongkat estafet
pembangunan dan perubahan. Mahasiswa juga harus memiliki sikap kepemimpinan,
kemampuan memposisikan diri, dan interaksi lintas generasi dan sensitivitas yang tinggi.
Mahasiswa merupakan kelompok pelajar yang bisa dikatakan sebagai golongan terdidik,
karena mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi di saat yang lain dalam usia yang sama
masih bergelut dalam kemiskinan dan keterbatasan biaya dalam mengakses pendidikan,
terutama pendidikan tinggi. Predikat tersebut tentulah dapat disinonimkan bahwa mahasiswa
merupakan kaum intelektual yang mempunyai basis keilmuan yang kuat sesuai dengan
jurusan yang diambil masing-masing mahasiswa. Berarti mahasiswa memiliki kemampuan
akademik yang dapat diandalkan sebagai salah satu aset negara ini. Tapi, mahasiswa juga
merupakan sebuah entitas sosial yang selalu berinteraksi dengan masyarakat dari segala jenis

6
lapisan. Sehingga mahasiswa pun dituntut untuk memainkan peran aktif dalam kehidupan
sosial masyarakat.
Sebagai seorang generasi penerus, mahasiswa juga dituntut untuk mampu dan siap untuk
berhadapan langsung di dalam masyarakat. Untuk itu, perlu diadakan wadah di wilayah
kampus untuk mengimplementasikan ketiga fungsi mahasiswa di atas, serta untuk
membangun mentalitas kepemimpinan mahasiswa. Misalnya, organisasi-organisasi di dalam
kampus tempat mahasiswa belajar. Selain itu juga dengan gerakan-gerakan pengabdian
masyarakat. Sehingga mahasiswa akan terbangun mentalnya sedikit demi sedikit dan
mahasiswa pun telah siap untuk terjun di dalam masyarakat.
Idealnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat berlandaskan dengan
pengetahuannya, tingkat pendidikannya, norma yang berlaku di sekitarnya, serta pola
berpikirnya. Namun pada kenyataannya, tidak jarang bahwa mahasiswa hanya mendalami
ilmu-ilmu teori di bangku perkuliahan saja dan sedikit sekali diantaranya yang berkontak
langsung dengan masyarakat. Mahasiswa yang acuh terhadap masyarakat mengalami
kerugian yang besar jika ditinjau dari segi hubungan keharmonisan dan penerapan ilmu. Dari
segi keharmonisan, mahasiswa tersebut sudah menutup diri dari lingkungan sekitarnya
sehingga muncul sikap apatis dan hilangnya silaturahim seiring hilangnya harapan
masyarakat kepada mahasiswa. Dari segi penerapan ilmu, mahasiswa yang acuh akan
menyia-nyiakan ilmu yang didapat di perguruan tinggi.
Maka komplekslah peran mahasiswa sebagai pembelajar sekaligus pemberdaya yang
ditopang dalam tiga peran, yaitu sebagai agent of change, agent of control, dan iron stock.
Hingga suatu saat nanti bangsa ini akan menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi yang
ditunggu-tunggu oleh bangsa ini.

E. Peran mahasiswa sebagai Agent of Change :


Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke
sebuah negeri lalu dengan gagahnya mengusir penjahat-penjahat dan dengan gagah pula sang
pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian
kita tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari
perubahan tersebut. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan
membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas.
Sadar atau tidak, telah banyak pembodohan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh
pemimpin bangsa ini. Kita sebagai mahasiswa seharusnya berpikir untuk mengembalikan dan
mengubah semua ini. Perubahan yang dimaksud tentu perubahan kearah yang positif dan

7
tidak menghilangkan jati diri kita sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia. Namun untuk
mengubah sebuah negara, hal utama yang harus dirubah terlebih dahulu adalah diri sendiri.

BAB III

A. Simpulan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut. Sebagai agen perubahan,
mahasiswa bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan
gagahnya mengusir penjahat-penjahat dan dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari
daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian kita tidak hanya
menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut.
Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para
pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas.

B. Saran
Dari kesimpulan di atas penulis dapat memberikan saran sebagai berikut.
1. Untuk penuli sebaiknya lebih bayak mencari referensi dari buku lain untuk menambah
wawasan dan juga pengetahuan.
2. Bagi pembaca sebaiknya membaca makalah lain untuk menambah referensi.

DAFTAR PUSTAKA

8
http://pupapupi.blogspot.co.id/2011/11/uts-pisos.html
http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-agen-perubahan-kualifikasi.html
http://wawangputranova.blogspot.co.id/2012/11/mahasiswa-sebagai-agent-of-change-
agent.html