Anda di halaman 1dari 17

PENDAHULUAN

Kebutuhan untuk memperluas dukungan materi bagi perkembangan populasi


dunia mengakibatkan masyarakat industri menempatkan permintaan terhadap
lingkungan hidup alam untuk pertumbuhan serta stabilitas mereka yang berkelanjutan.
Pengembangan di seluruh dunia memaksa permintaan yang signifikan atas pemenuhan
dari sumberdaya alam dengan demikian mengancam stabilitas dari ekosistem.

Untuk mendukung kebutuhan populasi masa kini, banyak sumber-sumber daya


alam yang sedang dieksploitasi sehingga akan menghalangi manfaatnya bagi generasi
masa depan. Sebagai contoh, populasi dari banyak spesies ikan akan jatuh di bawah
ukuran yang diperlukan untuk meyakinkan kesinambungan hidup mereka. Sementara
itu, dengan mengetahui bahwa populasi ikan sudah semakin berkurang, orang akan
meninggalkan ketergantungan pada ikan dan mencari-cari sumber lain untuk makanan
dan mata pencaharian ekonomi.

Selain perusakan lingkungan hidup diakibatkan oleh pertumbuan populasi


penduduk dan konsumsi yang berlebihan atas sumberdaya alam, masyarakat industri
juga memberikan dampak perusakan lingkungan hidup lebih lanjut, yakni terhadap
ekosistem melalui emisi dari hasil sampingan limbah dari materi yang digunakan serta
dimanipulasi.McGill berpendapat bahwa individu itu berupaya untuk menjelaskan
kejadian berbasis pada satu bentuk penyebab tunggal, bahkan ketika berbagai penyebab
ganda jelas ada.

Inti pada perusakan lingkungan hidup adalah berjuta-juta keputusan yang dibuat
oleh konsumen, para insinyur, agen pembangunan, eksekutif, pembuat keputusan
kebijakan, dan lain-lain. Beberapa perusakan terjadi oleh karena egoisme. Beberapa
pembuat keputusan merusak lingkungan hidup karena mereka tidak akan ambil pusing
dengan generasi masa depan.

Daly dan Cobb berpendapat bahwa manusia itu memperlakukan bumi seolah-
olah adalah suatu likuidasi di dalam bisnis, dimana masa depan tidak dihargai. Orang
bertumbuh dengan berlebihan, mengkonsumsi secara berlebih, dan melakukan polusi
berlebih. Pelaku yang merusak lingkungan hidup ini membantah kepercayaan atau
anggapan umum bahwa kita harus meninggalkan bumi dalam suasana baik untuk
generasi masa depan. Mengapa ada perbedaan antara perilaku dan sikap? Penulis
berpendapat perilaku umum kita adalah suatu hasil dari pengabaian yang berlebih
tentang masa depan.

Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia


Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam
menentukan kelestarian lingkungan hidup. Namun sayang, seringkali apa yang
dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan
generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak
buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak
adanya kawasan industri.
b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air
dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa
dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBANGUNAN


BERKELANJUTAN

Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan
bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja,
melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap
orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita
sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan
sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak
cucu kita kelak.

Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya
tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun
program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan
berwawasan lingkungan.

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia


secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan
lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan
berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di
dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:

a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.


b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi
kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:

a. Menjamin pemerataan dan keadilan.


b. Menghargai keanekaragaman hayati.
c. Menggunakan pendekatan integratif.
d. Menggunakan pandangan jangka panjang.
Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi
berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:
a. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan,
dan berkelanjutan.
b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
c. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, dan pengawasan.

Terdapat hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dengan tersedianya


sumberdaya alam di dalam bumi. Artinya kenaikan pertumbuhan ekonomi akan diikuti
oleh menurunnya ketersediaan sumberdaya alam di bumi.Hal ini tidak lain karena
proses eksploitasi Sumber Daya Alam akan membawa konsekuensi berkurangnya stok.

Terdapat hubungan positif antara pembangunan ekonomi dengan pencemaran


lingkungan Fenomena ini umumnya terjadi di negara berkembang.

Peranan utama dari lingkungan sebagai pendukung kegiatan ekonomi dapat


digolongkan ke dalam tiga kategori yakni sebagai penyedia bahan baku, penerima sisa
produksi/konsumsi (limbah), dan Penyedia fasilitas.Adanya pertumbuhan ekonomi
akan menimbulkan dampak positif bagi kehidupan manusia berupa tersedianya barang
dan jasa dalam perekonomian dan di sisi lain memberikan dampak negatif bagi
kehidupan manusia berupa pencemaran lingkungan dan menipisnya persediaan
sumberdaya alam.

Pertumbuhan Populasi Manusia


Konsumsi Yang Berlebihan Atas Sumberdaya Alam
Sementara itu, kebutuhan pembangunan gedung-gedung juga menuntut pemenuhan
berbagai bahan material seperti kayu, semen dan pasir yang diperoleh dari pengerukan
sumberdaya alam yang berlebih, sehingga semakin mempertajam kerusakan lingkungan
hidup alam.

Sebagian besar dari hasil polusi dunia adalah dari pemborosan sistem produksi,
menghasilkan perusakan sumber-sumber daya alam yang berpengaruh pada
merosotnya jaminan kesehatan manusia dan binatang, serta mahluk hidup non hewani
lainnya, yang sebetulnya adalah populasi yang sedang dilayani. Di desa di dalam banyak
negara berkembang, sebagai contoh, sedikitnya 170 juta orang kekurangan akses untuk
membersihkan air untuk minuman, masakan, dan cucian.Penduduk di kota-kota seperti
Bangkok, Beijing, Mexico City, dan Sao Paulo dipaksa untuk tinggal dan hidup di udara
yang tidak cocok untuk bernafas.
Pengabaian Berlebih Tentang Masa Depan

Terdapat satu bidang ekstensif dari penelitian yang menunjukkan bahwa orang akan
menggunakan sebanyak mungkin sumberdaya alam di dalam perilaku konsumsi
mereka. Orang secara sembarangan akan menghambur-hamburkan energi secara tidak
efisien, seperti pemakaian listrik secara berlebih, menebang kayu secara serampangan
dan tidak legal, dan sebagainya.

Penggunaan energi yang berlebihan dan tidak efisien tersebut merupakan pengabaian
atau sebuah penyimpangan kognitif di level individual, masalah yang berhubungan
dengan isu dari dilema dan pengabaian sosial antar generasi. Dilema sosial mengacu
pada situasi bahwa adalah rasional untuk setiap entitas individual untuk menyeberang,
sementara semua pihak bisa menjadi lebih baik dengan perangkat perilaku yang lebih
kooperatif.

Pengabaian intergenerasi berarti bahwa orang mengabaikan masa depan karena


mereka bisa mendapat manfaat saat ini, membuat beban generasi masa depan. Wade-
Benzoni berpendapat bahwa pengabaian ini terjadi karena kerusakan yang diciptakan
akan sering terjadi di masa datang. Penulis berpendapat bahwa pengabaian itu terjadi
ketika sebuah proses kognitif membenarkan cara-cara peningkatan perilaku yang
merusak lingkungan hidup.

Secara umum pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai peningkatan output barang atau jasa
yang dihasilkan dalam aktivitas ekonomi suatu kelompok masyarakat dalam periode waktu
tertentu. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi dilaksanakan berbagai kegiatan pembangunan.

Kegiatan Pembangunan merupakan upaya mengkombinasikan kemampuan, sumberdaya, dan


aset dalam paket tertentu sedemikian rupa sehingga dapat memperoleh hasil atau nilai tambah
yang lebih baik. Dalam menggunakan sumberdaya tersebut, lebih-lebih untuk sumberdaya alam,
ada batas-batas tertentu yang tidak dapat dilampaui. Batas-batas ini disebut sebagai nilai kritis
atau ambang keberlanjutan (sustainability threshold) dari sumberdaya yang bersangkutan. Apbila
eksploitasi suatu sumberdaya alam melebihi nilai kritisnya akan mengakibatkan keberlanjutan
produksi sumberdaya alam yang bersangkutan terhambat dan keseimbangan lingkungan
terganggu.

Menusia tergantung pada ekosfir tidak hanya karena keperluan biologisnya semata (misalnya
keperluan oksigen, air, makanan dan sebagainya), tetapi juga untuk aktivitas produktifnya yang
berlangsung sebagai upaya mengejar pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan sumberdaya
yang tersedia secara kontinyu. Jadi manusia dalam aktivitasnya cenderung menimbulkan dampak
pada lingkungannya.
Kemerosotan lingkungan hidup dapat terjadi karena pengaruh dari luar sistem, yaitu adanya
tekanan terhadap ekosistem yang menimbulkan dampak lingkungan sehingga mengurangi
kemampuannya untuk menyesuaikan diri. Jika tekanan itu berlanjut maka dalam jangka waktu
tertentu ekosistem yang bersangkutan dapat berubah atau bahkan bisa pula menjadi hancur dan
menghilang.

Beberapa dari kemerosotan (kerusakan) lingkungan hidup yang timbul bersifat dapat dipulihkan
kembali kepada keadaannya semula (reversible), namun adapula kerusakan yang sifatnya
permanent, sehingga tidak dapat dikembalikan lagi kepada keadaan yang semula (irreversible),
keadaan demikian ini berarti manfaat lingkungan akan rusak untuk selamanya.

SDM Untuk IPAL

LATAR BELAKANG

Training IPAL Operator Instalasi Pengolahan Air Limbah. Semakin berkembang dan Ketatnya
peraturan serta kesadaran terhadap kelestarian lingkungan masyarakat saat ini, mengharuskan
pihak industri mencari upaya yang selalu lebih efektif dan efisien untuk mengolah air limbah.
Kewajiban ini salah satunya juga untuk mendukung Sistem Pembangunan berkelanjutan yang
terdiri dari 3 aspek utama yaitu; sosial, ekonomi, dan lingkungan. Tentunya untuk mensukseskan
program pembangunan tersebut terutama yang terkait dengan pengelolahan lingkungan penting
bagi para pelaku industri untuk membunyai sumber daya manusia (SDM) yang memumpuni
kompetensi sebagai operator pengolahan limbah. Dimana operator tersebut akan memegang
peran penting dalam pengoperasianl Sistem IPAL di perindustrian dan mencegah kemungkinan
terjadinya kesalahan prosedur dalam mengoperasikan IPAL. Oleh Karenanya kini bagi operator
IPAL wajib dituntut untuk memahami bakuan kompetensi tata keseimbangan yang menyeluruh
dari pengetahuan, keterampilan, kearifan, pengalaman, dan tatalaku yang perlu diketahui serta
dikuasi oleh seorang Operator IPAL.

Memenuhi kebutuhan tersebut, dimana sebuah industri yang dikegiatan operasionalnya


menghasilkan limbah dan melakukan pengolahan air limbah wajib memberikan memberikan
pembekalan kompetensi dan kemampuan teknis operasioanal dilapangan maka dalam hal ini
BMD Street Consulting sebagai perusahaan Konsultan Lingkungan ternama bermaksud
menyelenggarakan Training Operator IPAL-Instalasi Pengolahan Air Limbah untuk membantu
perusahaan dalam mendevelop sumber daya nya agar memumpuni persyaratan lingkungan yang
ada, baik yang diselenggarakan secara Public maupun In House Training di Internal Perusahaan.

MANFAAT & TUJUAN

Dalam Training Operator IPAL-Instalasi Pengolahan Air Limbah ini sangat penting diikuti oleh
seluruh pihak yang terlibat dalam pengolahan air limbah di perusahaan, karena akan banyak
manfaat yang akan didapat setelah menyelesaikan program pelatihan ini diantaranya yaitu:
Memberikan pengetahuan dan pengetahuan terkait dengan persyaratan hukum, teknis dan
operasional Instalasi IPAL sebagai ketataan dan ikut serta dalam program kelestarian
lingkungan

Diharapkan setelah menyelesaikan pelatihan ini akan tercetak SDM yang memumpuni
dan berkompeten dalam pengolahan air limbah

Peserta akan mendapatkan pemecahan dari berbagai macam masalah-masalah yang


sering terjadi dalam IPAL dan solusinya

Mendapatkan update informasi terkait dengan isu lingkungan, teknologi IPAL terkini, dan
teknologi-teknologi alternatif lainnya yang sangat bermanfaat dalam memperbaiki sistem
IPAL diperusahaan

BAHAN MATERI

1. Pembahasan peraturan-peraturan yang terkait dengan pengolahan limbah

2. Basic dan Fundamental pengolahan limbah

3. Karakteristik limbah perindustrian

4. Karakter baku mutu air limbah, kualitas, dan standarisasi air limbah

5. Sistem manajemen dan teknologi pengolahan air limbah perindustrian

6. Sistem pengolahan limbah dengan proses aerobik/anaerobik

7. Faktor faktor yang mempengaruhi proses pengolahan air limbah dan parameter apa saja
yang harus diperhatikan dalam proses pengolahan air limbah

8. Proses analisa dalam proses tahapan pengolahan IPAL

9. Proses pengolahan Limbah secara fisika, kimia dan biologi

10. Perencanaan, pengelolaan dan pengendalian IPAL

PESERTA

Peserta yang dianjurkan dalam Training Operator IPAL-Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah
seluruh pihak yang terkait secara langsung maupun tidak dalam proses pengolahan IPAL
perusahaan, terutama pada Operator IPAL, Engineer IPAL, Teknisi IPAL, Badan Pengawas
Lingkungan Kepemerintahan, Pengawas Lingkungan Dunia, Pengawas Lingkungan Swasta,
LSM Lingkungan dan pihak-pihak lainya yang mempunyai perhatian khusus dalam kelestarian
lingkungan
METODE PELAKSANAAN

Dalam Training Operator IPAL-Instalasi Pengolahan Air Limbah menggunakan beberapa


metode aplikatif yang sangat menunjang kesuksesan dalam pelatihan yaitu melalui; presentase,
diskusi interaktif, pembahasan ilmiah beserta study kasus, dan evaluasi pembelajaran yang
diambil berdasarkan data aktual dilapangan berdasarkan dari informasi peserta yang terlibat dan
study teoritis yang ada serta melalu penjabaran pengalaman pengajar selama dalam menangani
IPAL

INSTRUKTUR
Ahmad Habibi

Sebelum memulai karirnya sebagai senior Trainer dan Konsultan Spesialis pengolahan limbah,
praktisi dengan latar belakang pendidikan Teknik Lingkungan Universitas di Ponegoro ini sudah
memulai karirnya sebagai site engineer hingga senior process engineer di tahun 2002 pada
beberapa perusahaan engineering contraktor dan jasa pengolahan limbah serta bidang
pendukungnya lainnya yang sebidang, seperti: PT. Abadi Purwa Cipta, PT. Ecostar
Engineering, PT. Unitech Filter, PT. Indo Aneka Tirta, PT. Lingkungan Mitra Perkasa, PT. Diyan
Sinar Cemerlang. Spesialisasi yang beliau kuasai yaitu: Process Engineering WWTP Design,
WWTP Installation, Technical Services and Support,Tes & Start Up Equipment Process,
Optimization, Waste Management, Handling hazardous waste and toxic materialsINVESTASI
Rp 4.350.000,00/peserta (jakarta, bogor, bandung, yogyakarta, surabaya)
Rp 5.350.000,00/peserta (bali/lombok/balikpapan)

FASILITAS
Sertifikat, Modul (Soft dan Hard Copy), Training kit (Ballpoint Tas jinjing), Tas Ransel, Jacket,
Lunch, 2x Coffe break, foto bersama dan pelatihan dilaksanakan di Hotel berbintang.

INFORMASI & PROMO

Hub : 021 756 3091

Fax : 021 756 3291

CONTACT PERSON
0813 8280 7230, 0877 8868 8235

JADWAL TRAINING OPERATOR IPAL TAHUN 2017 :

9-10 Maret 2017 Yogyakarta

12-13 April 2017 Jakarta

9-10 Mei 2017 Surabaya

15-16 Juni 2017 Bandung


13-14 Juli 2017 Yogyakarta

10-11 Agustus 2017 Jakarta

14-15 September 2017 Surabaya

12-13 Oktober 2017 Bandung

9-10 November 2017 Yogyakarta

14-15 Desember 2017 Surabaya

REFERENSI

1. PT. Sinar Bahana Mulya (Ciputra Group)

2. PT. Suryaraya Rubberindo Indonesia

3. PT. PZ Cussons Indonesia

4. PT. Kalijero Lestari

5. BBPOM Padan

A. Penjelasan tentang reboisasi

Reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah gundul atau tandus, tidakan reboisasi ini
untuk menanami hutan yang gundul akibat di tebang atau akibat bencana alam. Tujuan dari
reboisasi ini yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup makhluk hidup khususnya manusia
melalui kualitas peningkatan sumber daya alam. Dengan kembalinya fungsi hutan maka dapat
menghindarkan lingkungan hidup dari polusi udara, kembalinya ekosistem dan dengan reboisasi
dapat menanggulangi global warming.

Reboisasi hanya dilakukan di hutan atau lahan yang kosong atau gundul, tentunya hutan yang
dimaksud adalah hutan yang telah ditentukan oleh peraturan. Dengan demikian, membuat hutan
yang baru pada area bekas tebang habis, bekas tebang pilih, lahan gundul ataupun pada lahan
kosong lainnya yang terdapat di dalam kawasan hutan itu termasuk kedalam reboisasi.

Reboisasi sangat erat hubungannya dengan kata penghijauan, dengan menggalakkan penghijauan
maka lingkungan sekitar tempat tinggal akan terasa lebih sejuk, ketersediaan air tanah akan
terjamin dan dapat meningkatnya kesuburan tanah. selain itu reboisasi juga dapat menurunkan
pemanasan global atau global warming.
Baca juga: Pengertian global warming serta faktor, akibat dan cara mengatasinya.

Bandingkan saja jika pegunungan atau hutan tandus, pinggir jalan raya tanpa kerindangan
pepohonan hijau, tentu saja lingkungan akan terasa panas, air tanah-pun untuk kebutuhan
pertanian akan menjadi terbatas, dan juga akan menimbulkan rusaknya ekosistem hutan yang
dihuni oleh berbagai macam hewan.

B. Manfaat reboisasi

Dengan melakukan reboisasi kita dapat memperoleh banyak manfaat, diantaranya seperti di
bawah ini:

1. Untuk melestarikan SDA (Sumber Daya Alam)

Unsur dari tata lingkungan biofisik yang nyata serta yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan
manusia, dengan maksud untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maka tindakan
eksploitasi harus harus disertai dengan peraturan-peraturan pemanfaatan dan pelestarian dari
(Sumber Daya Alam).

2. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan

Pencemaran lingkungan hidup, khususnya pencemaran udara akibat dari polusi asap kendaraan
bermotor dan industri harus menjadi perhatian yang serius saat ini, dengan meningkatnya
pengguna kendaraan bermotor dan kegiatan industri seperti pabrik-pabrik dan pertambangan
telah banyak mengganggu ekosistem hidup, oleh sebab itu kita harus melakukan kegiatan
reboisasi atau lebih dikenal dengan kegiatan Go Green. Dengan melakukan reboisasi kita dapat
mencegah ataupun menanggulangi global warming.

Baca juga: Pengertian Polusi Udara Atau Pencemaran Udara Secara Jelas.

3. Untuk melestarikan hutan dan mencegah adanya bencana banjir, longsor dan bencana alam
lainnya.
4. Untuk meningkatkan SDA (Sumber Daya Alam) dan melestarikannya, dan masih banyak lagi
manfaat lainnya.

APA ITU CARBON TRADE ?


Dalam beberapa tahun belakangan sering terdengar istilah Perdagangan Karbon atau Carbon
Trading yang diangkat oleh beberapa media massa di tanah air. Dan mungkin anda juga
bertanya-tanya, apa sih Carbon Trading itu ? Hmm sebenarnya Carbon Trade merupakan
kompensasi yang diberikan oleh negara-negara industri maju untuk membayar kerusakan
lingkungan yang sudah mereka buat. Salah satunya asap karbondioksida (CO2) yang dihasilkan
pabrik-pabrik di Eropa dan AS sudah terlalu sesak dan memenuhi atmosfer bumi kita, yang
berakibat naiknya suhu bumi serta lubang dilapisan ozon yang makin luas. Salah satu cara untuk
memperbaiki kerusakan ozon adalah dengan mempertahankan produksi karbon dari hutan-hutan
di Indonesia, Asia Pasific, Amerika Selatan, ataupun Papua New Guinea.

Kompensasi diambilkan dari pembayaran negara-negara maju tersebut atas kerusakan


lingkungan yang dibuat. Jadi singkatnya, negara-negara yang maju industrinya (tapi juga paling
maju dalam hal merusak lingkungan) harus membayar kompensasi kepada Negara yang
memiliki luasan hutan yang besar terutama Brazil dan Indonesia atas polusi industrinya karena
hanya hutanlah yang mampu mengkonversi asap CO2 menjadi O2 yang ada di atmosfir. Demam
perdagangan karbon dunia semakin meningkat sejak ditandatangani Protokol Kyoto, di mana
negara-negara di dunia sepakat untuk menekan emisi karbon dioksida rata-rata 5,2 persen selama
2008 hingga 2012. Di bawah kesepakatan Protokol Kyoto, negara industri maju penghasil emisi
karbon dioksida diwajibkan membayar kompensasi kepada negara miskin dan atau berkembang
atas oksigen yang dihasilkannya.

TRUZ BENEFIT APA YANG DIDAPAT ???


Hmm.menurut informasi yang saya dapat dari sana-sini, harga karbon di Indonesia yang
ditawar negara-negara maju saat ini adalah 3 dollar per Hektar/ton/tahun. Padahal, hutan di
Brazil dihargai 12 dollar. Sangat mengherankan memang. Sedangkan Indonesia saat ini hanya
memiliki hutan sekitar 90-an juta Hektar saja, itupun tak semuanya dalam kondisi baik. Jadi
kalau mau tau keuntungan yang diperoleh Indonesia ya tinggal mengalikan saja harga per Hektar
dengan luasan hutan yang ada. Indonesia baru akan menjual potensi hutannya selepas tahun 2012
nanti, atau setelah Kyoto Protokol (2008-2012) berakhir, namun saat ini sudah banyak lembaga
internasional dan perusahaan asing datang ke Indonesia, dan mereka langsung ke kabupaten dan
provinsi untuk menawarkan membeli karbon Oleh karena itu tugas bagi pemeritah untuk
membuat peraturan untuk perdagangan karbon ini.

Tentu Indonesia tidak ingin ada perjanjian yang merugikan. Harga karbon, durasi perjanjian,
distribusi benefit-nya harus dipikirkan. Serta peran dari masyarakat dan tentunya orang-orang
kehutanan sangat diperlukan untuk merehabilitasi hutan yang rusak dan melestarikan hutan
yang ada. Semoga bermanfaat .... :)
SISTEM DRAINASE PERKOTAAN

Air hujan yang jatuh di suatu daerah perlu dialirkan atau dibuang. Caranya yaitu dengan
pembuatan saluran drainase yang dapat menampung air hujan yang mengalir di permukaan
tanah tersebut. Sistem saluran drainase di atas selanjutnya dialirkan ke sistem yang lebih besar
yaitu ke badan air atau sungai.

Sesuai dengan prinsip sebagai jalur pembuangan maka pada waktu hujan, air yang
mengalir di permukaan diusahakan secepatnya dibuang agar tidak menimbulkan genangan-
genangan yang dapat menggnggu aktivitas di perkotaan dan bahkan dapat menimbulkan
kerugian sosial ekonomi terutama yang menyangkut aspek-aspek kesehatan lingkungan
pemukiman kota.

Fungsi dari drainase antara lain adalah :

Membebaskan suatu wilayah terutama pemukiman yang padat dari genangan air, erosi
dan banjir.

Meningkatkan kesehatan lingkungan, bila drainase lancar maka memperkecil resiko


penyakit yang ditransmisikan melalui air (water borne disease) dan penyakit lainnya.

Dengan sistem drainase yang baik tata guna lahan dapat dioptimalkan dan juga
memperkecil kerusakan-kerusakan struktur tanah untuk jalan dan bangunan-bangunan
lainnya.

Dengan sistem drainase yang terencana maka dapat dioptimalkan pengaturan tata-air;
yang berfungsi mengendalikan keberadaan air yang berlimpah pada musim
penghujan dan kekeringan pada musim kemarau.

Sistem jaringan drainase di dalam wilayah kota dibagi atas 2 bagian yaitu :
drainase utama (major drainage) dan drainase lokal (minor drainage). Konfigurasi sistem
drainase perkotaan ditunjukkan dalam gambar berikut ini.

Sistem Drainase Major

Yang dimaksud dengan sistem drainase utama atau drainase makro (major drainage) yaitu
sistem saluran yang menampung dan mengalirkan air dari suatu daerah tangkapan air
hujan (Catchment Area). Biasanya sistem ini menampung aliran yang berskala besar dan
luas seperti saluran drainase primer, kanal-kanal atau sungai-sungai. Pada umumnya
sistem drainase mayor ini disebut juga sebagai sistem saluran pembuangan utama. Sistem
ini merupakan penguhubung
antara drainase dan pengendalian banjir. Debit rencana dipakai dengan periode ulang lebih
besar dari 10 tahun.

Sistem Drainase Mikro

Sedangkan drainase mikro adalah sistem saluran dan bangunan pelengkap drainase yang
menampung dan mengalirkan air dari daerah tangkapan hujan dimana sebagian besar di
dalam wilayah kota. Secara keseluruhan yang termauk dalam sistem drainase mikro dalah:
saluran di sepanjang sisi jalan, saluran/ selokan air hujan di sekitar bangunan, gorong-gorong,
saluran drainase kota dan lain sebagainya dimana debit air yang dapat ditampungnya tidak
terlalu besar.
Pada umumnya drainase mikro ini direncanakan untuk hujan dengan masa ulang 2,5 dan 10
tahun tergantung pada tata guna tanah yang ada. Sistem drainase untuk lingkungan
pemukiman lebih cenderung sebagai sistem drainase mikro.

Sistem Saluran Tertutup

Sistem ini cukup bagus digunakan di daerah perkotaan terutama untuk kota yang tinggi
kepadatannya seperti kota Metropolitan dan kota-kota besar lainnya. Lahan yang tersedia
sudah begitu terbatas dan mahal harganya, sehingga kadang-kadang tidak memungkinkan
lagi untuk membuat sistem saluran terbuka. Walaupun tertutup sifat alirannya merupakan
sifat aliran pada saluran terbuka
yang mengalir secara gravitasi.

Saluran tertutup ini dapat berupa pipa beton bertulang, besi tuang, tanah liat, plastik
(PVC) atau bahan-bahan lain yang tahan karat (korosif). Pemasangannya dilakukan
dengan cara menanamkannya beberapa meter di bawah muka tanah dan harus dapat
mendukung beban lalu-lintas di atasnya. Untuk saluran yang besar atau apabila kondisi
setempat tidak mengijinkan maka sebagai alternatif dapat dipakai box beton bertulang.
Biasanya harganya lebih tinggi dan masa pelaksanaannya lebih lama.

Untuk keperluan pengawasan pemeliharaannya, pada setiap belokan, perubahan dimensi


atau bentuk dan pada setiap pertemuan saluran serta pada setiap jarak 25 50 m dibuat
bangunan pemeriksa (manhole).

Dengan sistem saluran tertutup ini kemungkinan terhadap penyalahgunaan saluran drainase
yang biasanya terjadi seperti tempat pembuangan sampah dapat dihindari serta memungkinkan
pemanfaatan permukaan tanah untuk keperluan-keperluan lain.
Sistem Saluran Terbuka

Dibandingkan dengan sistem saluran tertutup biaya pembuatan sistem saluran


terbuka lebih rendah dan tidak memerlukan teknologi yang begitu rumit sehingga
sistem ini cenderung lebih sering digunakan sebagai alternatif pilihan dalam
penanganan masalah drainase perkotaan mengingat sistem pemeliharaannya
relatif mudah dilakukan. Saluran terbuka cocok dipakai apabila masih tersedia
lahan yang cukup.

Sistem saluran terbuka ini biasanya direncanakan hanya untuk menampung dan
mengalirkan air hujan (sistem terpisah). Namun kebanyakan sistem saluran ini
berfungsi sebagai saluran campuran (gabungan) dimana misalnya sampah dan
limbah penduduk dibuang ke saluran tersebut.

Saluran terbuka di dalam kota harus diberi lining dengan beton, pasangan batu
(masonry) ataupun dengan pasangan bata. Penampang saluran ini biasanya
dibuat berbentuk trapesium. Namun kadang-kadang mengingat kondisi lapangan
misalnya karena keterbatasan lahan yang tersedia sudah tidak memungkinkan lagi
maka penampang saluran dibuat persegi. Dasar saluran dapat berupa setengah
lingkaran atau datar maupun kombinasi keduanya. Apabila diperlukan, saluran ini
dapat juga ditutup dengan plat beton. Tetapi harus dibuat lubang celah
pemasukan (drain inlet) agar air dapat mengalir ke dalam saluran.

Berikut adalah bentuk penampang saluran terbuka primer dan Sekunder :

Bentuk Trapesium

Bentuk trapesium adalah bentuk penampang saluran yang terbentuk secara


alami dimana kemiringan talud mengikuti kemiringan dari jenis tanah asli.

Jenis perkuatan yang digunakan :

saluran trapesium dengan perkuataan talud dengan pasangan batu belah

saluran trapesium dengan perkuatan plat beton dan balok beton

saluran trapesium dengan turap kayu

Bentuk Segi Empat


Bentuk penampang saluran segi empat adalah bentuk yang dibuat, dengan
syarat perkuatan talud.

Jenis perkuatan yang digunakan :

Saluran segi empat dengan perkuatan talud dari pasangan batu pecah

Saluran segi empat dengan perkuatan talud dari beton bertulang

Saluran segi empat dengan perkuatan talud site pile beton bertulang

Saluran segi empat dengan perkuatan talud dari tiang pancang

Saluran Tersier adalah saluran yang menerima aliran air dari rumah tangga dan
mengalirkannya ke saluran sekunder. Selain itu juga merupakan saluran kiri kanan
jalan yang biasanya dapat distandarisasi dengan ukuran tertentu tergantung dari
daerah pengaliran saluran/jalan.

Bangunan Persilangan (Gorong-gorong)

Bangunan persilangan pada saluran drainase perkotaan terdiri dari :

Gorong-gorong adalah saluran yang memotong jalan atau media lain

Siphon adalah saluran yang memotong saluran lainnya atau sungai

Pada umumnya yang termasuk bangunan drainase perkotaan adalah gorong-


gorong dengan bentang pendek kurang dari 6 meter, sedangkan untuk jembatan
yang besar diperlukan pedoman tersendiri yang dilakukan oleh Direktorat Bina
Marga.

Gorong-gorong mempunyai potongan melintang yang lebih kecil dari pada luas
basah saluran di hulu maupun saluran di hilir. Sebagian dari potongan melintang
mungkin berada di atas muka air. Dalam hal ini gorong-gorong berfungsi sebagai
saluran terbuka dengan aliran bebas. Pada gorong-gorong aliran bebas, benda-
benda yang hanyut dapat lewat dengan mudah, tetapi biaya pembuatannya
umumnya lebih mahal, dibanding gorong-gorong tenggelam.

Pada gorong-gorong tenggelam, seluruh pototngan melintang berada di bawah


permukaan air. Biaya pelaksanaannya relatif lebih murah, tetapi bahaya tersumbat
oleh sampah lebih besar.
Bentuk gorong-gorong terdiri dari bentuk lingkaran yang terbuat dari pipa beton
dan bentuk segiempat dari beton bertulang.
Gorong gorong dari beton bertulang terutama digunakan untuk debit yang besar
atau bila diinginkan yang kedap air.

Sarana penunjang lainnya yang ada pada gorong-gorong adalah :

a. Saringan sampah di mulut saluran sebelah hulu.

b. Pintu air di inlet yang umumnya terdapat pada inlet siphon.

c. Saluran penenang dihulu (outlet) yang berfungsi sebagai menenangkan aliran agar sedimen
mengendap di tempat tersebut.

d. Kolam penenang dihilir sebagai peredam energi kecepatan aliran turbulensi yang keluar
dari dalam gorong-gorong atau siphon.

e. Papan duga air (staf gauge) adalah papan dengan lebar 10 cm panjang sesuai kebutuhan dan
tebal kira-kira 1 1,5 cm. Pada bagian muka diberi angka ukuran meteran yang berfungsi
untuk mengetahui turun naiknya permukaan air.

Pintu Air

Pintu air merupakan bangunan pelengkap dari saluran atau bangunan persilangan,
kolam retensi dan bangunan bagi. Umumnya pada drainase perkotaan pintu air
dipasang pada inlet siphon, inlet dan outlet waduk (kolam retensi) dan di ujung
saluran yang berhubungan dengan badan air.

Jenis pintu air yang banyak digunakan adalah :

Pintu air sorong

Pintu sorong biasanya menggunakan tenaga manusia untuk membuka dan


menutup pintu terbuat dari kayu dan direncanakan sedemikian rupa sehingga
tekanan air diteruskan ke sponeng, dimana maing-masing balok kayu mampu
menahan beban dan meneruskannya ke sponeng. Umumnya pintu sorong
memperoleh kekedapannya dari pelat perunggu yang dipasang pada pintu.
Pelat-pelat ini juga dipasang untuk mengurangi gesekan. Jika pintu sorong harus
dibuat dari perunggu, sekat dasarnya bisa dibuat dari kayu atau karet.

Pintu air otomatis

Adalah pintu air yang dapat menutup sendiri karena menggunakan rantai berat
atau kabel baja tegangan tinggi.
Pemilihan pintu air menggunakan tenaga manusia atau mesin tergantung pada
ukuran berat pintu, tersedianya tenaga istrik, dan pertimbangan ekonomis.

Pintu air juga dilengkapi oleh saringan sampah yang dipasang pada bagian :

Hulu (up stream) pintu air sorong

Di ujung saluran primer dimana muka air sungai atau badan air lebih tinggi dari
muka air di saluran pada waktu sungai banjir.

Waduk/Kolam Retensi

Waduk/situ/kolam retensi di dalam kota cukup besar manfaatnya bila dipelihara


dengan baik, yaitu:

1. dapat mengurangi besarnya debit aliran (run off) di saluran

2. dapat menjadi tempat rekreasi masyarakat jika di sekitarnya ditata menjadi taman

Jenis waduk di berbagai kota terdapat berbagai ukuran baik luas maupun
kedalamannya. Bila dilihat dari luasnya maka:

yang ukurannya luas sekali sampai ratusan hektar diberi nama waduk

yang ukurannya lebih kecil dinamakan setu

yang lebih kecil dari setu dinamakan kolam retensi

Pompa

Untuk mengeringkan air hujan dari suatu derah yang luas di daerah perkotaan
diperlukan pompa-pompa berdiameter besar untuk menanggulangi jumlah air
yang banyak. Head yang diperlukan umumnya rendah sehingga sering dipakai pompa
aksial
atau aliran campur. Sebagai penggerak digunakan motor diesel, karena jumlah
kerjanya pertahun sangat rendah dan juga karena pompa ini harus tetap dapat
bekerja bila listrik padam.