Anda di halaman 1dari 11

Praktikum Faal

KELELAHAN OTOT DAN KEPEKAAN SARAF

Kelompok A-7 :

1. Mifta Ihza A. R (021611133043)


2. Daniel Sukandar (021611133044)
3. Salsalia Siska A (021611133045)
4. Intan Savina N. A (021611133046)
5. Anisa Nur Afifah (021611133047)
6. Tata Prasantat M (021611133048)
7. Viola Stevy S (021611133049)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Teori
Otot merupakan komponen penting penunjang aktivitas pergerakan manusia.
Otot merupakan faktor yang paling utama dan berperan sebagai alat gerak aktif,
pergerakan ini dapat berupa transport aktif melalui membran, translokasi
polimerase DNA sepanjang rantai DNA, dan otot juga yang berperan dalam
menggerakan tulang sehingga menyebabkan suatu individu dapat bergerak. Otot
bekerja dengan cara berkontraksi dan beleraksasi.
Kontraksi otot yang kuat dan lama dan apabila melebihi dari steady state dapat
menyebabkan kelelahan. Kelelahan akibat kerja adalah suatu mekanisme
perlindungan tubuh yang dirasakan secara subjektif yang terjadi akibat kerja fisik
atau mental secara berulang sehingga menyebabkan ketidaknyamanan, hilangnya
efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh yang ditandai oleh
adanya pelemahan kegiatan, pelemahan motivasi dan kelelahan fisik. Pada
keadaan ini, kontraksi otot yang terjadi semakin lama semakin lemah, karena
dalam serabut otot kekurangan suplai energi dan oksigen dan terjadi penumpukan
asam laktat dalam otot yang dihasilkan selama proses metabolisme ATP.
Dalam percobaan ini akan dilakukan pemeriksaan terhadap kerja otot dengan
beberapa perlakuan seperti kerja dengan frekuensi rendah dan tinggi, pengaruh
hambatan aliran darah (iskemia), pengaruh istirahat dan pemijatan, nyeri akibat
iskemia yang merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi kontraksi otot.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah pemulihan sempurna dari kelelahan otot setelah melakukan
kerja dengan frekuensi rendah?
2. Bagaimanakah pengaruh perubahan peredaran darah terhadap kelelahan?
3. Bagaimana kesimpulan dari percobaan pengaruh istirahat dan pemijatan?
4. Apakah kesimpulan pada percobaan nyeri akibat iskemia?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui terjadinya pemulihan sempurna dari kelelahan otot setelah
melakukan kerja dengan frekuensi rendah.
2. Mengetahui pengaruh perubahan sirkulasi darah terhadap kelelahan.
3. Mengetahui pengaruh pemijatan (massage) terhadap kelelahan.
4. Mengetahui timbulnya rasa sakit akibat kekurangan darah (ischemia)

2. METODE KERJA
2.1 ALAT
1. Ergograf jari
2. Manset sphygmomanometer
3. Metronom
a
Gambar 2.1. a) b c
Ergograf jari, b) Manometer, c)
Sphygmomanometer

2.2 CARA KERJA


2.2.1 PEMULIHAN SEMPURNA
DARI KELELAHAN OTOT SETELAH MELAKUKAN KERJA
FREKUENSI RENDAH
1. Ergograf disiapkan (termasuk kertas, penulis, panjang tali, dll)
2. Lengan bawah kanan orang percobaan diletakkan di atas meja,
kemudian memegang pegangan ergograf, sedangkan jari telunjuknya
dimasukkan pada penarik
3. Beban dipasang sebesar 1/3 dari beban maksimal yang dapat ditarik
4. Tarikan dlakukan tiap 4 detik mengikuti irama metronom sampai
melampaui panjang pencatat
5. Perhatian dari orang percobaan hendaknya dipusatkan pada tugas ini
tanpa melihat hasilnya pada kertas pencatat dan melakukan setiap
tarikan sekuat-kuatnya dengan jari telunjuk tanpa mengikutsertakan
otot jari lainnya, seperti otit lengan dan otot tangan.

2.2.2 PENGARUH GANGGUAN SIRKULASI DARAH TERHADAP


KELELAHAN
1. Kertas ergograf baru disiapkan.
2. Manset sphygmomanometer dipasang pada lengan atas kanan orang
percobaan yang sama.
3. Besarnya beban tetap sama seperti percobaan pertama.
4. Tarikan dilakukan tiap 4 detik mengikuti irama metronom sebanyak 12
tarikan.
5. Pada tarikan ke-13 manset mulai dipompa sampai denyut arteri radialis
tidak teraba lagi.
6. Tarikan dilakukan sehingga amplitudo tarikan mengecil hingga
amplitudo awal, tekanan di dalam manset diturunkan agar peredaran
darah pulih kembali. Pada ergograf diberi tanda pada saat tekanan di
dalam manset mulai dinaikkan dan diturunkan.
7. Tarikan dilakukan terus sehingga amplitudo tarikan kembali seperti
awal percobaan.

2.2.3 PENGARUH ISTIRAHAT DAN PEMIJATAN (MESSAGE) TERHADAP


KELELAHAN
1. Percobaan ini dilakukan oleh orang coba lain.
2. Beban dipasang sebesar 1/3 dari beban maksimal yang dapat ditarik.
3. Tarikan dilakukan setiap 1 detik mengikuti irama metronom hingga
amplitudo tarikan mengecil hingga amplitudo awal.
4. Diberikan istirahat selama 3 menit (selama istirahat lengan tetap di
tempat semula), sambil lengan dipijat (message) ke arah proksimal
oleh temannya.
5. Tarikan dilakukan kembali seperti no.2
6. Diberikan istirahat lagi selama 3 menit, lengan tempat di tempat
semula tetapi tanpa dipijat (message)
7. Tarikan dilakukan kembali seperti no.2

2.2.4 TIMBULNYA RASA NYERI KARENA KEKURANGAN ALIRAN


DARAH (ISCHEMIA)
1. Percobaan ini dilakukan oleh orang coba lain dan dilakukan tanpa
menggunakan kertas pencatat.
2. Beban diberikan sedemikian rupa sehingga penarikan hanya akan
memberikan amplitudo tarikan yang kecil saja.
3. Manset dipasang pada lengan atas kanan orang coba dan dipompa
sampai denyut arteri radialis tidak teraba lagi.
4. Tarikan dilakukan setiap 1 detik mengikuti iraa metronom sampai
terjadi kelelahan sempurna atau sampai terjadi rasa nyeri yang tidak
tertahankan.
5. Tekanan di dalam manset diturunkan pada saat terjadi rasa nyeri yang
tidak tertahankan.
6. Suhu dan warna lengan bawah kanan diperhatikan selama percobaan di
atas. Suhu ditentukan dengan meraba dan membandingkannya dengan
lengan bawah kiri (perubahan di amati tiap 7 detik).

3. HASIL PRAKTIKUM

3.1 Pemulihan sempurna dari kelelahan otot setelah melakukan kerja frekuensi rendah
Gambar 3.1 Grafik praktikum pemulihan sempurna dari kelelahan otot setelah
melakukan kerja frekuensi rendah

3.2 Pengaruh gangguan sirkulasi darah terhadap kelelahan

Gambar 3.2 Grafik praktikum pengaruh gangguan sirkulasi darah terhadap kelelahan.

3.3 Pengaruh istirahat dan pemijatan (massage) terhadap kelelahan

Gambar 3.3 Grafik praktikum pengaruh istirahat dan pemijatan terhadap kelelahan.

3.4 Timbulnya rasa nyeri karena kekurangan aliran darah (ischemia)

Tabel 3.4 Hasil Pengamatan Praktikum Ischemia

Gejala
Obyektif Subyektif yang
Detik
dirasakanoleh orang
Ke- Warna Suhu Keringat
coba

7 Merah Dingin Sedikit Nyeri

14 Agak merah Dingin Berkurang Nyeri berkurang

21 Warna kembali Suhu kembali Tidak Tidak nyeri


seperti semula normal berkeringat
(hangat)
Hasil Pengamatan Lengan Tangan Orang Coba

Gambar 3.5. Perbedaan warna pada lengan bawah orang coba pada detik ke-7

Gambar 3.6 Perbedaan warna pada lengan bawah orang coba pada detik ke-14
Gambar 3.7 Perbedaan warna pada lengan bawah orang coba pada detik ke-21

4.`PEMBAHASAN

4.1 Diskusi hasil


4.1.1 Pemulihan Sempurna dari Kelelahan Otot Setelah Melakukan Kerja
Frekuensi Rendah
Kelelahan otot (muscular fatigue) adalah kelelahan pada otot yang
disebabkan oleh aktivitas yang membutuhkan tenaga fisik yang banyak
dan berlangsung lama. Suplai darah yang mencukupi dan aliran darah ke
otot sangat penting, dikarenakan menentukan kemampuan metabolisme
dan memungkinkan kontraksi otot tetap berjalan. Kontraksi otot yang kuat
mengakibatkan tekanan pada otot dan dapat menghentikan aliran darah.
Sehingga kontraksi maksimal hanya dapat berlangsung beberapa detik.
Gangguan pada aliran darah dapat menyebabkan kelelahan otot yang
berakibat otot tidak dapat berkontraksi, meskipun rangsangan syaraf
motorik masih berjalan.
Percobaan pertama dilakukan untuk mengetahui tingkat kelelahan otot
setelah melakukan kerja frekuensi rendah. Orang coba harus melakukan
penarikan pada ergograf yang diberi beban 1/3 beban maksimal, yaitu 2
kg yang ditarik dengan interval 4 detik mengikuti irama metronom.
Setelah pencatatan pada ergograf melampaui panjang kertas, hasilnya
amplitudo yang menunjukkan kekuatan tarikan tidak berubah. Artinya
tidak terjadi kelelahan otot pada percobaan pertama ini. Hal ini
membuktikan bahwa kerja otot dengan frekuensi rendah tidak
menyebabkan kelelahan otot karena asam laktat hasil metabolisme
anaerob pada otot tidak terakumulasi dalam jumlah yang banyak.

4.1.2 Pengaruh perubahan peredaran darah terhadap kelelahan


Percobaan kedua dilakukan untuk mengetahui hubungan kelelahan otot
dengan gangguan sirkulasi darah. Caranya yaitu memasang manset
sphygmomanometer pada lengan atas kanan orang coba, setelah itu
dilakukan tarikan setiap 4 detik sebanyak 12 kali. Pada tarikan ke-13
manset mulai dipompa sampai arteri radialis tidak teraba lagi. Hal ini
bertujuan untuk menghambat sirkulasi darah yang menuju ujung jari.
Ditandai dengan penurunan amplitudo pada kertas pencatat ergograf.
Adanya tekanan pada lengan menghambat sirkulasi darah. Kerja darah
dan jantung terhambat sehingga terjadi metabolisme anaerob karena
kekurangan O2 dalam darah dan terhambatnya penyaluran nutrisi. Asam
laktat hasil metabolisme anaerob adalah penyebab kelelahan otot 1.
Konsentrasi asam laktat darah yang berlebih dapat mengganggu
mekanisme kerja otot sampai pada tingkat gerakan, menurunkan jumlah
ion kalsium yang diikat troponin selama proses kontraksi otot,
menurunkan pH darah berakibat penurunan kecepatan reaksi dari enzim,
serta menurunkan kemampuan metabolisme dan produksi ATP 2.
Setelah manset dilonggarkan pelan-pelan maka amplitudo tarikan
secara bertahap kembali seperti pada awal percobaan. Hal ini terjadi
karena peredaran darah pulih sehingga suplai O2 kembali lancar, sehingga
asam laktat bisa diproses kembali. Sel-sel mengubah asam laktat kembali
menjadi glukosa atau mengubahnya menjadi piruvat dan mengirimkannya
melalui langkah-langkah tambahan respirasi aerobik. Sehingga kontraksi
otot kembali normal seperti awal percobaan

4.1.3 Pengaruh istirahat dan pemijatan (massage) terhadap kelelahan.


Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh istirahat dan
pemijatan terhadap kelelahan. Beban yang diberikan merupakan 1/3 dari
beban maksimal dan tarikan yang dilakukan setiap 1 detik akan membuat
waktu kerja otot meningkat dan otot melakukan kerja berat. Otot
kemudian mengalami kelelahan dengan ditandai adanya penurunan grafik
pada 1/4 amplitudo awal dan tarikan yang semakin melemah. Kemudian
otot diberi waktu istirahat dan dilakukan pemijatan selamat 3 menit
kearah proksimal guna untuk memulihkan sirkulasi darah. Setelah itu
dilakukan penarikan beban kembali dan grafik mulai naik kembali, namun
beberapa lama kemudian grafik mulai menurun kembali.Hal ini
dikarenakan otot mengalami kelelahan kembali.
Kemudian otot kembali diberi istirahat yang kedua selama 3 menit
tanpa pemijatan. Otot melakukan penarikan beban kembali diikuti dengan
kenaikan grafik, tetapi garis yang dihasilkan setelah istirahat kedua tidak
setinggi garissetelah istirahat pertama. Otot kembali mengalami kelelahan
dengan grafik yang terus menurun dalam waktu yang lebih cepat. Hal ini
dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukan pemijatan maka akan
memperlancar aliran darah sehingga oksigen dan nutrisi didapatkan oleh
otot sehingga membantu pemulihan kelelahan.

4.1.4 Timbulnya rasa nyeri karena kekurangan aliran darah.


Pada percobaan yang keempat, manset dipasangkan pada lengan atas
kanan orang coba. Kemudian manset dipompa hingga arteri radialis tidak
teraba sehingga aliran darah menuju lengan bagian bawah dan jari
tersumbat. Orang coba tersebut diharuskan melakukan penarikan pada
ergograf dengan 1 jari dengan interval 1 detik. Hasilnya setelah beberapa
tarikan orang coba tersebut mengalami nyeri karena kelelahan otot.
Kemudian diamati gejala objektif(warna, suhu dan keringat) pada tangan
orang coba tersebut.
Warna tangan orang coba menjadi pucat serta suhunya menjadi lebih
dingin pada 7 detik pertama. Hal ini disebabkan oleh pasokan oksigen
menuju lengan bawah yang tersumbat oleh manset. Selain itu banyak
keringat yang muncul akibat kelelahan otot yang terjadi. Kelelahan otot
yang terjadi setelah beberapa tarikan disebabkan oleh produksi asam
laktat yang berlebihan. Hal ini terjadi karena pasokan oksigen menuju
lengan bawah tersumbat. Akibatnya metabolisme otot yang terjadi adalah
metabolisme anaerob yang menghasilkan asam laktat. Asam laktat inilah
yang memicu terjadinya nyeri karena kelelahan otot. Kemudian pada
interval 7 detik berikutnya, kelelahan otot mulai berkurang dan warna
serta suhu kembali ke kondisi normal karena pasokan oksigen yang sudah
normal menuju lengan bawah.
4.2 Diskusi jawaban pertanyaan
4.2.1 Pemulihan sempurna dari kelelahan otot setelah melakukan kerja
frekuensi rendah
Kelelahan terjadi setelah melakukan kerja frekuensi rendah yang
ditunjukkan oleh penurunan amplitudo ergograf. Kontraksi otot terus
menerus mengakibatkan penumpukan asam laktat sehingga terjadi
penurunan kerja otot dan kelelahan. Asam laktat dihasilkan oleh
metabolisme anaerob yang menghasilkan lebih sedikit energi, yaitu
sekitar 2 sampai 3 ATP. Kekurangan energi akan menghambat kerja Ca2+
untuk menstimulasi akton dan myosin yang berperan dalam melaksanakan
kontraksi.
4.2.2 Pengaruh gangguan sirkulasi darah terhadap kelelahan.
Kelelahan juga dipengaruhi oleh peredaran darah. Peredaran darah
yang tidak lancar akan mempercepat terjadinya kelelahan otot karena
dapat mengakibatkan metabolisme glukosa dipecah menjadi ATP dalam
otot terganggu. Akibatnya jaringan otot akan kekurangan energi lebih
cepat dibandingkan dengan tanpa sirkulasi darah.
Pemompaan manset pada lengan mengakibatkan aliran darah
terbendung sehingga suply darah yang mengandung nutrisi dan O2 tidak
ada. Jika tidak ada suply darah yang mengandung nutrisi dan O2 maka
tidak ada energi untuk mengubah asam laktat menjadi sumber energi.
Penumpukan asam laktat tersebut yang menyebabkan Kelelahan otot
terjadi lebih cepat.
4.2.3 Pengaruh istirahat dan pemijatan (massage) terhadap kelalahan.
Pemijatan (massage) dapat mempercepat perbaikan sirkulasi darah dari
otot yang mengalami kelelahan, sehingga oksigen dapat memenuhi
kebutuhan metabolism otot dan otot menjadi kembali stabil.
4.2.4 Timbulnya rasa nyeri karena kekurangan aliran darah (ischemia)
Pengangkatan beban maksimal membutuhkan kontraksi otot yang
maksimal dan membutuhkan supply oksigen lebih banyak. Gangguan
aliran darah menghambat supply oksigen ke jaringan otot sehingga
metabolism otot terhambat, asam laktat menumpuk sehingga cepat terjadi
kelelahan dan timbul rasa nyeri karena otot berkontraksi maksimal.

5. KESIMPULAN
1. Ketika otot tertutup oleh manset sphygmomanometer aliran darah pada daerah otot
terhambat dan tidak ada pasokan oksigen pada otot tersebut, Maka metabolisme
otot terjadi melalui metabolism anaerob yang menghasilkan asam laktat. Ketika
asam laktat terus menumpuk dan tidak ada pasokan oksigen, maka terjadi
kelelahan dan nyeri pada tangan.
2. Kelelahan otot dapat disembuhkan dengan dipulihkan dan istirahat yang cukup.
Saat dilakukan pemijatan otot menjadi lemas dan pembuluh darah didalamnya
melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi tersedia untuk otot. Rasa nyeri
dapat disembuhkan dengan pemijatan. Pemijatan berfungsi untuk memperbaiki
sirkulasi darah sehingga proses pemulihan dari kelelahan berjalan lebih cepat
DAFTAR PUSTAKA
1. Guyton & Hall. Guyton and Hall textbook of medical physiology 12th
edition.12th ed. Philadelphia (PA): Elsevier
2. Rosidi, Ali, et al. "Efikasi Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza
Roxb) dan Multivitamin Mineral terhadap Penurunan Kadar Asam Laktat Darah
Atlet." Media Gizi Mikro Indonesia 5.1 (2013).
3. Peran H+ dalam Menimbulkan Kekelahan Otot: Pengaruhnya pada Sediaan Otot
Rangka Rana Sp. EI Ilyas - 2011