Anda di halaman 1dari 2

Pelaksanaan Penelitian :

Program Bimbingan Untuk Meningkatkan Kualitas Laboratorium


di Kamboja.

Lucy A Perrone,a Vireak Voeurng,b Sophat Sek,b Sophanna Song,b Nora Vong,b Chansamrach
Tous,b Jean-Frederic Flandin,a Deborah Confer,a Alexandre Costac & Robert Martinc.

Objek : Untuk melaksanakan program bimbingan pelaksanaan kualitas laboratorium


(Laboratory Quality Stepwise Implementation (LQSI) secara bertahap untuk meningkatkan
kualitas dan kapasitas laboratorium di rumah sakit Kamboja.
Metode : Kami merekrut empat teknisi laboratorium untuk menjadi mentor dan melatih mereka
dalam bimbingan keterampilan, praktek manajemen mutu laboratorium dan standar organisasi
internasional (International Standard Organization ISO) 15189 serta persyaratan untuk
laboratorium laboratorium medis. Disamping itu, kami melatih staf dari 12 laboratorium rumah
sakit rujukan dalam sistem manajemen mutu laboratorium dan diikuti oleh tiga orang setiap
minggu untuk mengikuti program bimbingan terhadap pelaksanaan sistem kualitas manajemen
dengan menggunakan alat LQSI yang sesuai dengan standar/ketetapan ISO 15189. Alat ini di
adaptasi dari sebuah jaringan berdasarkan sumber yang di input kedalam sebuah perangkat
lunak-berdasarkan selebaran yang berisi rencana kegiatan yang terperinci dan dapat digunakan
untuk menilai pengawasan terhadap setiap kemajuan sebuah laboratorium. Alat tersebut
termasuk serangkaian kegiatan peningkatan kualitas yang dikelompokkan ke dalam empat
tahap/fase untuk pelaksanaan dengan meningkatnya kompleksitas. Ulasan proyek staf terhadap
kemajuan dan tantangan laboratorium dalam konferensi mingguan dan pertemuan yang diadakan
dua kali dalam satu bulan dengan titik fokus dari Kementerian Kesehatan, laboratorium
laboratorium yang berpartisipasi dan juga mitra lokal lainnya. Kami menyajikan prestasi/capaian
dalam pelaksanaan dari September 2014 hingga Maret 2016.
Hasil : Pada Maret 2016, 12 laboratorium telah menyelesaikan 74-90% dari 104 kegiatan di fase
1, 53-78% dari 178 kegiatan di fase 2, dan 18-26% dari 129 kegiatan di fase 3.
Kesimpulan : Pengawasan teratur di laboratorium dengan menggunakan kegiatan yang
terperinci dan menggunakan bahasa lokal sehingga memungkinkan seluruh staf untuk bisa
mempelajari konsepkonsep dari sistem manajemen mutu dan bisa belajar pada pekerjaan tanpa
ada kendala dalam penyediaan layanan di sebuah laboratorium.