Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari
khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya, termasuk
didalamnya bentuk luar atau morfologi, anatomi, fisiologi, taksonomi serta
identifikasinya. Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana
perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran. Ilmu pengetahuan tentang
ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia.
Ikan adalah hewan vertebrata yang berdarah dingin yang hidup dalam lingkungan
air. Adapun pergerakan dan keseimbangan badannya menggunakan sirip dan
umumnya bernafas dengan insang. Bentuk ikan akan beradaptasi dengan lingkungan
tempat hidupnya. Dengan kata lain, habitat atau tempat hidup ikan akan berpengaruh
terhadap bentuk tubuh dan fungsi alat tubuh. Sedangkan cara bergerak maupun
tingkah lakunya akan berbeda dari satu habitat ke habitat lainnya. Ikan akan
tnenyesuaikan diri dengan faktor fisika, kimia, dan biologinya dari habitat itu sendiri
( Saanin, 1968 ).
Secara garis besar tubuh ikan tersusun atas tiga bagian, yaitu kepala, batang tubuh
dan ekor. Pada tubuh ikan yaitu berbentuk simetri, yaitu terdiri atas dua belahan yang
sama, apabila tubuh dibelah dua menjadi dua belahan yang sama, dari kepala sampai
ekor dengan arah punggung perut. Pada ujung depan terdapat mulut, diatas mulut
terdapat cekung hidung yang sebelah-menyeblah, pada bagian kepala terdapat
sepasang mata, dan tutup insang. Pada tubuh ikan tertutup oleh selaput tipis yang
tembus oleh sinar, kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir yang berfungsi untuk
menghindari goresan pada saat ikan berenang dengan cepat. Ikan mempunyai
sejumlah sirip, sirip yang berpasangan adalah untuk gerak maju mundur terdapat pada
sirip dada dan sirip perut. Sirip tunggal adalah untuk keseimbangan, misalnya sirip
punggung dan sirip belakang. Sedangkan sirip belakang terdapat lubang anus
(Mahardono, 1979).
Para ahli memperkirakan jumlah ikan di dunia sampai 40.000 spesies. Suatu
jumlah yang luar biasa, yang sekitar 28.400 spesies telah dideskripsikan secara ilmiah
(Nelson, 2006). Dengan jumlah sebesar itu, ikan menduduki persentase terbesar
(48,1%) di antara hewan vertebrata. Dari beberapa catatan ternyata di Indonesia
spesies ikan air tawar yang telah teridentifikasi sekitar 1000 spesies, sedangkan ikan
air laut sekitar 2700 spesies, dan diperkirakan masih ada spesies yang belum
teridentifikasi. Saat ini masih banyak spesies baru, dan temuan spesies baru ini akan
terus berlangsung (Rahardjo, 2011).

1.2 Tujuan
Adapun beberapa tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mahasiswa dapat mengetahui ciri morfologi pada ikan.
2. Mahasiswa dapat mengetahui ciri meristik pada ikan.
3. Mahasiswa dapat mengetahui ciri morfometrik pada ikan.
4. Mahasiswa dapat mengetahui klasifikasi dari beberapa jenis ikan.

1.3 Manfaat
Manfaat dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengetahui dan
mengenali ciri morfologi, meristik, dan morfometrik yang terdapat pada tubuh ikan.
Selain itu, praktikan juga diharapkan dapat mengetahui klasifikasi dari ikan yang
dipraktikumkan. Adapun manfaat dari hasil laporan praktikum ini diharapkan dapat
digunakan sebagai sarana untuk memberikan informasi bagi pihak-pihak yang
memerlukannya dan dapat juga diterapkan dalam berbagai kepentingan yang
berhubungan dengan praktikum ini dimasa yang akan datang .