Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK tentang Aset Tetap Revisi 2012:16.1)
metode penyusutan yang digunakan mencerminkan ekspektasi pola pemakain manfaat
ekonomi masa depan aset oleh entitas. Metode penyusutan yang digunakan suatu aset
disajikan setidak-tidaknya tidaknya setiap akhir tahun buku dan, jika terjadi perubahan
yang signifikan dalam ekspektasi pola pemakaian manfaat ekonomi masa depan aset
tersebut, maka metode penyusutan diubah untuk mencerminkan perubahan pola
tersebut. Berbagai metode penyusutan dapat digunakan untuk mengalokasikan jumlah
tersusutkan dari aset secara sistematis selama umur manfaatnya. Metode penyusutan
lain metode garis lurus, metode saldo menurun, dan metode unit produksi. Metode
garis lurus menghasilkan pembebanan yang tetap selama umur manfaat aset jika nilai
residunya tidak berubah. Metode unit produksi menghasilkan pembebanan berdasarkan
pada ekspeksi penggunaan atau keluaran dari aset. Metode penyusutan dipilih
berdasarkan pada ekspeksi pola pemakaian manfaat ekonomi masa depan aset. Metode
tersebut diterapkan secara konsiten dari periode ke periode, kecuali terdapat perubahan
dalam ekspeksi pola pemakaian manfaat ekonomi masa depan aset tersebut.

Penyusutan Aset tetap


Menurut Firdaus A. Dunia (2005:154) aset tetap perusahaan biasaya terdiri dari dua sifat
yaitu:
1. Tanah, yang mempunyai umur atau jangka waktu pemakaian yang tidak tebatas dalam
memberikan jasa,
2. Aset tetap seperti gedung, peralatan, dan perbaikan tanah yang akan berkurang
kemampuannya untuk memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Sehingga
harga perolehan dari aset tetap ini harus dialokasikan atau dipindahkan menjadi beban
(expense) secara sistematis selama jangka waktu pemakaian atau umur manfaat yang
diharapkan dari aset tetap yang bersangkutan. Proses pengalokasian atau memindahkan
harga perolehan (cost) dari aset tetap ke akun beban (expense) selama jangka waktu
pemakain dari aset tetap tersebut penyusutan (depreciation).
Faktor yang mempengaruhi menurunnya kemampuan suatu aset tetap untuk memberikan jasa
dapat dibagi dalam dua bagian:
1. Penyusutan fisik yang disebabkan oleh pemakaian dan keausan karena penggunaan yang
berlebihan.
2. Penyusutan fungsi yang disebabkan oleh ketidak cukupan kapasitas yang tersedia dengan
diminta(demands), dan adanya kemajuan teknologi yang mengakibatkan suatu aset tetap
menjadi usang. Misalnya ada mesin yang lebih baru dapat menghasilkan produk dengan
mutu yang lebih baik dengan biaya yang sama satu sama lain.
Penyusutan dihitung dan dicatat paling kurang setahunsekali pada akhir tahun. Tetapi, jika
laporan keuangan disusun secara bulanan, perhitungan