Anda di halaman 1dari 31

MAKALAH

SISTEM AKUNTANSI PIUTANG

DISUSUN OLEH:

2015110196 DELFRIDUS DO SANTOS


2015
2015
2015

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGA DEWI
MALANG
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia kami dapat menyelesaikan makalah tentang SISTEM AKUNTANSI
PIUTANG.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna bagi para pembaca dan Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Malang , 14 April 2017


KELOMPOK 5
Penyusun
PROSEDUR PENCATATAN PIUTANG
Prosedur pencatatan piutang bertujuan untuk mencatat mutasi piutang perusahaan kepada
setiap debitur. Mutasi piutang disebabkan oleh transaksi penjualan kredit, penerimaan kas
dari debitur,, retur penjualan, dan penghapusan piutang.

Informasi yang Diperlukan oleh Manajemen


Informasi mengenai piutang yang dilaporkan kepada manajemen adalah:
1. Saldo piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur.
2. Riwayat pelunasan piutang yang dilakukan oleh setiap debitur.
3. umur piutang kepada setiap debitur pada saat tertentu.
Dalam akuntansi piutang, secara periodik dihasilkan pernyataan piutang yang dikirimkan
kepada setiap debitur. pernyataan piutang ini merupakan unsur pengendalian internal yang
baik dalam pencatatan piutang.
Untuk mengetahui status piutang dan kemungkinan tertagih atau tidaknya piutang, secara
periodik fungsih pencatatan piutang menyajikan informasi umur piutang setiap debitur
kepada manajer keuangan. Daftar umur piutang ini merupakan laporan yang dihasilkan dari
kartu piutang.

Dokumen
Dokumen pokok yang digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu piutang adalah :
1. Faktur penjualan.
2. Bukti kas masuk.
3. Memo kredit.
4. Bukti memorial (journal voucher).
Faktur Penjualan. Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar
pencatatan timbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit. Dokumen ini dilampiri dengan
surat muat (bill of lading) dan surat order pengiriman sebagai dokumen pendukung untuk
mencatatat transaksi penjualan kredit.
Bukti Kas Masuk. Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar
pencatatan berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur.
Memo Kredit. Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan
retur penjualan. Dokumen ini dikeluarkan oleh Bagian Order Penjualan, dan jika dilampiri
dengan Loporan Penerimaan Barang yang dibuat oleh Bagian Penerimaan, merupakan
dokumen sumber untuk mencatat transaksi retur penjualan.

Bukti Memorial (journal voucher). Bukti memorial adalah dokumen sumber untuk dasar
pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum. Dalam pencatatn piutang, dokumen ini
digunakan sebagai dasar pencatatan penghapusan piutang. Dokumen ini dikeluarkan oleh
fungsi kredit yang memberikn otorisasi penghapusan piutang yang sudah tidak dapat ditagih
lagi.
Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terkait dengan piutang
adalah:

1. Jurnal penjualan;
2. Jurnal retur penjualan;
3. Jurnal umum;
4. Jurnal penerimaan kas;
5. Kartu piutang;

Jurnal Penjualan. Dalam prosedur pencatatan piutang, catatan ini digunakan untuk
mencatat timbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit.

Jurnal Retur Penjualan. Dalam prosedur pencatatan piutang, catatan akuntansi ini
digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi retur penjualan.

Jurnal Umum. Dalam prosedur pencatatan piutang, catatan akuntansi ini digunakan untuk
mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penghapusan piutang yang tidak dapat ditagih
lagi.

Jurnal Penerimaan Kas. Dalam prosedur pencatatan piutang, catatan akuntansi ini
digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang transaksi penerimaan kas yang berasal dari
debitur.

Kartu Piutang. Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo piutang
kepada setiap debitur.

Organisasi
Pencatatan piutang dilakukan oleh fungsi akuntansi. Dalam struktur organisasi, fungsi
akuntansi berada di tangan Bagian Piutang dibawah Departemen Akuntansi Keuangan.
Tugas fungsi akuntansi terkait dengan pencatatan piuatang adalah:
1. menyelenggarakan catatan piutang untuk setiap debitur, yang dapat berupa kartu piutang
yang merupakan buku pembantu piutang, yang digunakan untuk merinci akun kontrol
piutang dalam buku besar, atau berupa akun faktur terbuka (open invoice file). yang
berfungsi sebagai buku pembantu piutang.
2. Menghasilkan pernyataan piutang (account receivable statement) secara periodik dan
mengirimkannya ke setiap debitur.
3. menyelenggarakan catatan riwayat kredit setiap debitur untuk memudahkan penyediaan
data untuk keputusan pemberian kredit kepada pelanggan dan mengikuti data penagihan
dari setiap debitur.

Metode Pencatatan Piutang


Pencatatan piutang dapat dilakukan dengan alasan satu dari metode berikut ini:

1. Metode konversional.
2. Metode posting langsung ke dalam kartu piutang atau pernyataan piutang.
3. Metode pencatatan tanpa buku pembantu (ledgerless bookkeeping).
4. Metode pencatatan dengan menggunakan komputer.
berikut ini diuraikan secara rinci setiap metode pencatatan piutang tersebut.

Metode Konversional
Dalam metode ini, posting ke dalam kartu piutang dilakukan berdasarkan data yang dicatat
dalam jurnal. Secara garis besar bagan alir dokumen pencatatan piutang dengan metode
konversional dapat dilihat pada Gambar 8.2.

Faktur penjualan Jurnal Penjualan

Bukti Kas Masuk Jurnal


Penerimaan
Kas
Kartu Piutang

Memo Kredit Jurnal Retur Penjualan

Bukti Memorial Jurnal Umum

Gambar 8.2 Metode Konvensional

Berbagai transaksi yang memengaruhi piutang adalah:

1. Transaksi penjualan kredit


2. Transaksi retur penjualan
3. Transaksi penerimaan kas dari piutang
4. Transaksi penghapusan piutang

Transaksi Penjualan Kredit. Transaksi ini dicatat dalam jurnla penjualan berdasarkan
faktur penjualan yang dilampiri dengan surat order pengiriman dan surat muat yang diterima
oleh Bagian Piutang dari Bagian Penagihan. Transaksi ini di posting dalam kartu piutang
atas dasar data yang telah dicatat dalam jurnal penjualan tersebut.

Transaksi Retur Penjualan. Transaksi ini dicatat dalam jurnal retur penjualan berdasarkan
memo kredit yang dilampiri dengan laporan penerimaan barang. posting transaksi
berkurangnya piutang dari transaksi retur penjulan di posting ke dalam kartu piutang atas
dasar data yang telah di catat dalam jurnal retur penjualan.
Transaksi Penerimaan Kas dari Piutang. Transaksi ini dicatat dalam jurnal penerimaan
kas berdasarkan bukti kas masuk yang dilampiri dengan surat pemberitahuan (remmitance
advice) dari debitur. transaksi berkurangnya piutang dari pelunasan piutang oleh debitur di
posting ke dalam kartu piutang atas dasar data yang telah dicatat dalam jurnal penerimaan
kas.

Transaksi Penghapusan Piutang. Transaksi ini dicatat dalam jurnal umum berdasarkan
bukti memorial yang dibuat oleh fungsi kredit. transaksi berkurangnya piutang dari transaksi
penghapusan piutang di posting ke dalam kartu piutang atas dasar data yang dicatat dalam
jurnal umum.

Metode Posting Langsung


metode ini dibagi menjadi dua golongan berikut ini:

a. Metode Posting Harian:


1) Posting langsung kedalam kartu piutang dengan tulisan tangan; jurnal hanya
menunjukkan jumlah total harian saja (tidak rinci).
2) Posting lansung kedalam kartu piutang dan pernyataan piutang.
b. Metode Posting Periodik:
1) Posting Ditunda.
2) Penagihan Bersiklus (Cycle Billing).
1
Mulai

Cek
Menerima Cek & Surat Pemberitahuan dari debitur
SP
DSP

Cek Meminta tanda tangan endo


SP

Membuat Daftar Surat Pemberitahuan Membuat bukti kas

Cek
Cek
SP
SP
DSP
DSP
DSP

Dikirm ke debitur
Catatan: SP:Surat Pemberitahuan DSP:Daftar Surat

1
3

Gambar 8.3 Prosedur Penerimaan Kas dari Piutang

Metode Posting Langsung ke dalam Kartu Piutang dengan Tulisan Tangan


Dalam metode ini, faktor penjualan yang merupakan dasar untuk pencatatan timbulnya
piutang di posting langsung setiap hari secara rinci ke dalam Kartu Piutang. Jurnal penjualan
diisi dengan jumlah total penjualan harian (bukan rincian penjualan harian) yang merupakan
faktor penjualan selama 1 hari. Faktor yang diterima dari bagian penagihan diterima oleh
bagian piutang dalam batch disertai dengan pita daftar total (pre-list tape). Jumlah faktor
penjualan yang tercantum dalam pita daftar total tersebut dicatat dalam jurnal penjualan.
Selanjutnya, jurnal penjualan tersebut di-posting ke akun kontrol piutang dalam buku besar.
Setiap bulan pula, diadakan rekonsiliasi antara akun konntrol piutang dengan neraca saldo
yang disusun dari kartu piutang.
2 3

Buku Setor Buku Setor


DSP DSP

Jurnal Peneriman Kas

Jurnal Peneriman Kas


Catatan: BKM:Bukti Kas Masuk
N
Selesai

Gambar 8.3 Prosedur Penerimaan Kas dari Piutang (Lanjutan)


Mulai 1 2

Menerima Surat Keputusan direktur keuangan SKD


SKD
Buku 1 Memorial
Bukti 1 Memorial

SKD

Membuat Bukti memorial

Jurnal piuang
2
SKD Jurnal Umum N
2
1
Bukti Memorial

1 Selesai
Catatan: SKD: Surat Keputusan direktur
N

Gambar 8.4 Prosedur Penghapusan Piutang

Ada dua cara menangani media yang akan di posting ke dalam kartu piutang:

1. Media diurutkan berdasarkan abjad sebelum diposting, diposting satu per satu de dalam
kartu piutang, dan kemudian dibuat pita pembuktian ketelitian posting (proof tape) dari
kartu piutang. Proof tape ini dicocokan dengan pita daftar tetap (pre-lift tape) yang
menyertai media pada saat diterima dari bagian penagihan. Pencocokan ini dimaksudkan
untuk membuktikan ketelitian posting yang telah dilakukan.
2. Media di-posting ke dalam kartu piutang sesuai dengan urutan pada waktu diterima dari
bagian penagihan. Pembuktian ketelitian posting dilakukan sama dengan butir satu
diatas.

Metode Posting Langsung ke dalam Kartu Piutang dan Pernyataan


Piutang
Dalam metode ini, media di posting ke dalam pernyataan piutang dengan kartu piutang
sebagai tembusannya atau tembusan lembar kedua fungsi sebagai kartu piutang.
Cek Kartu Piutang Neraca Saldo
Faktur

Membuat Prelist tape dari faktur

Rekonsiliasi

Pre-list Tape Jurnal Jurnal hanya menunjukan total harian

Posting Buku Besar

Gambar 8.5 Metode Posting Langsung ke Dalam Kartu Persediaan dengan Tulisan Tangan

Metode Posting Ditunda (Delayed Posting)


Dalam keadaan tertentu, posting ke dalam kartu piutang akan lebih praktis jika dilakukan
sekaligus setelah faktor terkumpul dalam jumlah yang banyak. Dengan demikian faktor
penjualan yang diterima dari bagian penagihan, oleh bagian piutang disimpan sementara,
menunggu beberapa hari, unruk nantinya secara sekaligus diposting ke dalam kartu piutang
bersama-sama dalam sekali periode posting dengan menggunakan mesin pembukuan.

Metode Penagihan Bersiklus (cycledilling)


Dalam metode ini, selama sebulan, media diurutkan dan diarsipkan menurut nama
pelanggan. Pada akhir bulan dilakukan kegiatan yang meliputi:

1. Posting media yang dikumpulkan selama sebulan tersebut ke dalam pernyataan piutang
dan kartu piutang.
2. Menghitung dan mencatat saldo setiap kartu piutang.
Media 2
Pernyataan 1 Piutang

A Berfungsi sebagai catatan piutang


Dikirim ke pelanggan

Gambar 8.6 Metode Posting Langsung ke Dalam Pernyataan Piutang dan Pernyataan dan
Pernyataan Piutang Lembar Kedua Berfungsi sebagai Catatan Piutang.

Kartu Piutang
Kartu piutang merupakan tembusan yang dihasilkan dari posting ke dalam

Media Pernyataan Piutang

Dikirim ke pelanggan

Gambar 8.7 Metode Posting Langsung ke Dalam Pernyataan Piutang dengan Kartu
Piutang sebagai Tembusan.

Jika semua pelanggan dikirim pernyataan pada akhir bulan, hal ini akan menyebabkan
pekerjaan posting media kedalam pernyataan piutang dan kartu piutang menjadi menumpuk
pada akhir bulan. Untuk menghindari penumpukan pekerjaan posting pada akhir bulan ini,
metode penagihan bersiklus digunakan. Metode penagihan bersiklus ini membagi pekerjaan
posting ke dalam kartu piutang dan pernyataan piutang tersebut tersebar merata ke dalam
hari kerja dalam sebulan. Setiap pelanggan akan menerima pernyataan piutang pada tanggal
hari kerja yang sama setiap bulan. Misalnya semua pelanggan yang namanya dimulai dengan
A akan ditagih pada hari pertama setiap bulan (misalnya tanggal 1 februari) untuk penjualan
kepada mereka sejak tanggal 2 januari sampai tanggal 1 februari. Pelanggan ini yang
namanya dimulai dengan huruf B akan di tagih pada tanggal 2 setiap bulan (misalnya tanggal
2 februari) untuk penjualan sejak 3 januari sampai tanggal 2 februari.
Media Kartu Piutang

Media disimpan sementara untuk dapat di-posting sekaligus dalam ju


A

Gambar 8.8 Metode Posting Ditunda.

Metode Pencatatan Tanpa Buku Pembantu (ledgerless bookeping)


Dalam metode pencatatan piutang ini, tidak digunakan buku pembantu piutang. Faktur
penjualan beserta dokumen pendukungnay yang diterima dari bagian penagihan, oleh bagian
piutang diarsippkan menurut nama pelanggan dalam arsip faktur yang belum bayar (unpaid
invoice file). Arsip faktur penjualan ini berfungsi sebagai pencatatan piutang. Pada saat
diterima pembayarannya ada dua cara yang dapat ditempuh:

1. Jika pelanggan pelanggan membayar penuh jumlah yang tercantum dalam faktur
penjualan, faktur yang bersangkutan di ambil dari arsip faktur yang belum di bayar
(unpaid invoice file) dan di cap lunas, kemudian dipindahkan kedalam arsip faktur
yang telah dibayar (paid invoice file).
2. Jika pelanggan hanya membayar sebagian jumlah dalam faktur, jumlah kas yang diterima
dan sisa yang belum dibayar oleh pelanggan dicatat pada faktur tersebut. Kemudian
dibuat faktur tiruan yang berisi informasi yang sama dengan faktur aslinya, dan faktur
tiruan tersebut kemudian disimpan dalam arsip faktur yang telah dibayar, dan faktur asli
disimpan kembali kedalam arsip faktur yang belum dibayar.
Faktur Penjualan Pada saat diterima pembayaran dari debitur

T Arsip faktur yang telah dibayar


Arsip faktur yang belum dibayar
A

Membuat Pre-list tape

Pre-list tape Jurnal penjualan Buku besar

Gambar 8.9 Ledgerless Bookkeeping dalam Pencatatan Piutang.

Metode Pencatatan Piutang Dengan Komputer.


Metode pencacatatan ini menggunakan batch system. Dalam batch system, dokumen sumber
yang mengubah piutang dikumpulkan dan sekaligus di posting setiap hari untuk
memutakhirkan catatan piutang. Dalam sistem komputer dibentuk dua macam arsip: arsip
transaksi (transaction file) dan arsip induk (master file). Pancatatan piutangnya dilkukan
secara hariain dan setiap hari pula, arsip transaksi digunakan untuk memutakhirkan arsip
induk piutang.

Terminal Arsip Transaksi Piutang Harian


Faktur penjualan

Terminal Edit and Log Transaction Program


Memo kredit Adjustment dll

Control Information Report


Terminal
Bukti Kas Masuk
Gambar 8.10 Pengolahan Dokumen Sumber untuk Menghasilkan Arsip Transaksi Piutang
Harian (Dally Account Receivable Transaction File).

PROSEDUR PERNYATAAN PIUTANG


Pernyataan piutang adalah formulir piutang yang menyajikan jumlah kewajiban debitur pada
tanggal tertentu dan (dalam pernyataan piutang bentuk tertentu) disertai dengan rinciannya.
Pernyataan piutang dapat berbentuk berikut ini:

1. Pernyataan Saldo Akhir Bulan ( Balance-end-of-month statement).


2. Pernyataan satuan (unit statement).
3. Pernyataan saldo berjalan dengan akun konfensional (running balance statement with
conventional account).
4. Pernyataan faktur yang belum dilunasi (open iten statement).

Up date Arsip Induk Piutang


Arsip Transaksi Piutang Harian

Arsip Transaksi Piutang s.d hari ini


Up date Master File Program

Arsip Induk Piutang

Laporan Penyimpanan

Laporan Pengolahan Piutang harisn

Gambar 8.11 Proses Harian Pemutakhiran (Updating) Arsip Induk Piutang.


Laporan Umur Piutang

Arsip Induk Piutang


Report Program Pernyataan Piutang

Laporan Status Piutang yang macet

Laporan Penjualan menurut Daerah Pemasaran

Gambar 8.12 Proses Pembuatan Laporan Bulanan.

Pernyataan Saldo Akhir Bulan


Pernyataan piutang ini hanya menyajikan saldo piutang kepada debitur pada akhir bulan saja.
cara pembuatan pernyataan saldo akhir bulan sangat sederhana, namun tidak memberikan
informasi apapun kepada debitur untuk dasar rekonsiliasi dengan catatanya, jika saldo yang
tercantum dalam pernyataan piutang berbeda dengan saldo yang tercantum dalam
catatannya. Jika saldo yang tercantum dalam pernyataan piutang berbeda dengan saldo yang
tercantum dalam catatan.

Media Kartu Piutang Berisi


Pernyataan Saldo Piutang Kepada debtur pada akhir bulan
Piuatang

Gambar 8.13 Prosedur Pembuatan Pernyataan Akhir Bulan.

Contoh 1

Berikut ini adalah transaksi penjualan kepada dan penerimaan kas dari pelanggan A untuk
bulan januari dan Februari.

Tgl No. Faktur Penjualan Jumlah Rupiah


Jan
01/1 095 Saldo awal Rp2.000
06/1 101 1.000
08/1 120 3.000
20/1 200 4.000
24/1 275 2.500
27/1 290 2.750
Feb
05/2 300 Rp5.000
23/2 400 2.500

Transaksi penerimaan kas dari pelanggan A tersebut dalam bulan Januari dan Februari 19X1
adalah sebagai berikut:

Jika data tersebut di-posting ke dalam kartu piutang A, maka kartu tersebut akan berisi data
seperti tercantum pada gambar 8.14.

Tgl No. Bukti Keterangan Debit Kredit Saldo


Jan
01/1 F 095 Saldo Awal Rp2.000
06/1 F 101 Rp1.000 3.000
08/1 F 120 3.000 6.000
08/1 Bkm 250 Rp2.000 4.000
15/1 Bkm 240 1.000 3.000
18/1 Bkm 350 3.000 0
20/1 F 200 4.000 4.000
24/1 F 275 2.500 6.500
27/1 F 290 2.750 9.250
Feb
01/2 Saldo Awal 9.250
05/2 F 300 5.000 14.250
05/2 Bkm 400 4.000 10.000
23/2 F 400 2.500 12.750

Gambar 8.14 Kartu Piutang Langganan A Bulan Januari dan Februari 19X1.
Berdasarkan data di atas, pernyataan saldo akhir bulan Januari 19X1 tampak pada gambar
8.15.

Pernyataan Satuan
Pernyataan piutang ini berisi : (1) Saldo utang dagang debitur pada awal bulan, (2) mutasi
debit dan kredit selama sebulan beserta penjelasan rinci setiap transaksi, dan (3) saldo utang
dagang debitur pada akhir bulan. Pernyataan piutang ini dimaksudkan sekaligus sebagai
pencatatan piutang.

Kepada Yogyakarta, 1 Februari 19X1


Yth, Tn.
A
Jln. Bulaksumur 70
Yogyakarta

Dengan Hormat,

Menurut catatan kami, saldo piutang kami kepada saudara pada tanggal 31 Januari 19X1 adalah
sebesar Rp9.250.000. Jika saldo tersebut tidak cocok dengan catatan saudara, gunakan ruang di
bawah ini untuk menjelaskan kepada kami mengenai perbedaan tersebut.

Atas perhatian saudara kami ucapkan terima kasih.

PT. Mutiara
Kepada Departemen Akuntansi

Eliona Sari
Kami tidak setuju dengan saldo utang kami kepada saudara per tanggal 31 Januari 19X1 seperti
yang tercantum dalam pernyataan piutang ini, dengan alasan sebagai berikut:

Gambar 8.15 Pernyataan Saldo Akhir Bulan

Prosedur pembuatan pernyataan piutang dilakukan sebagai berikut:

a) Pada awal bulan, diambil formulir pernyataan piutang 2 lembar: lembar pertama akan
berfungsi sebagai pernyataan piutang, sedangkan lembar kedua akan berfungsi sebagai
catatan piutang (pengganti kartu piutang).
b) Saldo piutang kepada debitur pada akhir bulan yang lalu (dari arsip tembusan pernyataan
piutang bulan sebelumnya) dicantumkan dalam formulir pernyataan piutang tersebut.
c) Semua transaksi pendebitan dan pengkeditan ke rekening debitur tersebut di catat dalam
formulir pernyataan piutang (2 lembar) tersebut.
d) Pada akhir bulan, lembar pertama formulir pernyataan piutang tersebut dipisahkan dari
lembar kedua, dan kemudian dikirimkan kepada debitur yang bersangkutan. Lembar
pertama formulir tersebut berfungsi sebagai pernyataan piutang. Lembar kedua kemudian
disimpan dalam arsip menurut nama debitur, dan berfungsi sebagai catatan piutang (buku
pembantu piutang).
e) Pada awal bulan berikutnya, satu set formulir pernyataan piutang yang baru (2 lembar)
diambil disisi dengan saldo piutang kepada debitur yang bersangkutan pada akhir bulan
yang sebelumnya (diambilkan dari arsip tembusan pernyataan piutang).

Lihat prosedur pembuatan pernyataan piutang satuan pada Gambar 8.6. Berdasarkan data
dalam contoh 1 tersebut diatas, pernyataan satuan yang dikirim ke A untuk bulan januari
19X1 adalah tampak pada Gambar 8.16.
Nama :
A
Alamat : Jln. Sawa CT 8/94 No. Akun 76890
No. Keteranga
Tgl Bukti n Debit Kredit Saldo
Jan.
Rp2.00
01/1 F 095 Saldo Awal 0
Rp1.00
06/1 F 101 0 3.000
08/1 F 120 3.000 6.000
Bkm Rp2.00
08/1 250 0 4.000
15/1 Bkm 1.000 3.000
240
Bkm
18/1 350 3.000 0
20/1 F 200 4.000 4.000
24/1 F 275 2.500 6.500
27/1 F 290 2.750 9.250

Gambar 8.16 Pernyataan Satuan Bulan Januari 19X1

Karena catatan piutang merupakan tembusan dari pembuatan pernyataan piutang


tersebut, maka isi catatan piutang bulan januari 19X1 sama dengan yang tercantum pada
Gambar 8.16. Pernyataan piutang yang dikirim kepada pelanggan A pada akhir bulan
Februari 19X1 tampak pada Gambar 8.17. Karena catatan piutang merupakan tembusab dari
pembuatan pernyataan piutang tersebut, maka isi catatan piutang bulan Februari 19X1 sama
dengan yang tercantum pada Gambar 8.17.

Nama :A
Alamat : Jln. Sawa CT 8/94 No. Akun 76890
Tgl No. Bukti Keterangan Debit Kredit Saldo
Feb
1901
01/2 Saldo Awal 9.250
05/2 F 300 5.000 14.250
05/2 Bkm 400 4.000 10.250
23/2 F 400 2.500 12.750

Gambar 8.17 Pernyataan Piutang Bulan Februari 19X1

Pernyataan Saldo Berjalan Dengan Akun Konvensional


Pernyataan ini tidak berbeda dengan pernyataan satuan. Perbedaan diantara pernyataan
satuan dengan pernyataan saldo berjalan dengan akun konvensional adalah terletak pada cara
posting dan isi catatan piutangnya. Prosedur pembuatan pernyataan piutang saldo berjalan
dengan rekening konvensional adalah sebagai berikut:

a. Pada Awal Bulan, diambil formulir pencatatan piutang 1 lembar.


b. Semua transaksi pendebitan dan pengkreditan ke rekening debitur tersebut dicatat dalam
formulir pernyataan piutang yang sebagai tembusannya adalah kartu piutang.
c. Pada akhir bulan, pernyataan piutang dikirim kepada debitur yang bersangkutan.
d. Pada awal blan berikutnya diambil formulir pernyataan piutang baru sebanyak 1 lembar
dan selama kartu piutang debitur yang bersangkutan belum penuh, pendebitan dan
pengkreditan kerekening debitur tersebut kedalam pernyataan piutang yang dipakai
dalam bulan sebelumnya sebagai tembusannya. Dengan demikian kartu piutang dalam
bentuk pernyataan piutang ini dapat berisi informasi sekaligus. Hal ini tidak akan terjadi
dalam bentuk pernyataan piutang satuan, yang catat piutangnya hanya berisi mutasi tiap
bulannya.

Pernyataan Faktur Yang Belum Dillunasi


Pernyataan piutang berisi daftar faktur-faktur yang belum dilunasi oleh debiturnya pada
tanggal tertentu disertai dengan tanggal faktur dan jumlah rupiahnya. Pengunaan bentuk
pernyataan piutang ini dimungkinkan jika para pelanggan diharuskan membayar jumlah
yang tercantum dalam faktur.

Kartu Piutang Berisi Saldo Piutang Kepada debtur pada akhir bulan
Media Pernyataan piutang

Gambar 8.18 Prosedur Pembuatan Pernyataan Faktur Yang Belum Dibayar

Berdasarkan data dalam contoh 1 tersebut di atas, contoh bentuk pernyataan piutang ini
dapat dilihat pada Gambar 8.19.
Kepad Yogyakarta, 1 Februari
a 19X1
Yth,
Tn. A
Jln.
Bulaksumur 70
Yogyakarta

Dengan
Hormat,
menurut catatan kami, faktur penjualan kami kepada saudara yang sampai
dengan tanggal 31
Januari 19X1 yang belum saudara bayar adalah sebesar Rp9.250 dengan
rincian sebagai berikut
No
Tgl Faktur Jumlah Rupiah
20/1 200 Rp4.000.000
24/1 275 2.500.000
27/1 290 2.750.000
Jumla
h Rp9.250.000
Jika rincian tersebut tidak cocok dengan catatan saudara, gunakan ruang di
bawah ini untuk
menjelaskan kepada kami mengenai perbedaan
tersebut.

Atas perhatian saudara kami ucapkan


terima kasih.
PT. Mutiara
Kepada Departemen Akuntansi

Eliona Sari
Kami tidak setuju dengan saldo utang kami kepada saudara per tanggal 31
Januari 19X1
seperti yang tercantum dalam pernyataan piutang ini, dengan alasan
sebagai berikut:

Gambar 8.19 Pernyataan Faktur yang Belum Dibayar

DISTRIBUSI PENJUALAN
Distribusi Penjualan adalah prosedur peringkasan rincian yang tercantum dalam media
(faktur penjualan misalnya) dan pengumpulan total ringkasan penjualan menurut daerah
pemasaran tersebut untuk keperluan pembuatan laporan hasil penjualan menurut daerah
pemasaran. Jika perusahaan menjual berbagai produk, diberbagai daerah pemasaran pada
berbagai jenis pelanggan dengan berbagai variasi order size melalui berbagai pramuniaga,
maka laporan penjualan yang biasanya dibutuhkan oleh manajer pemasaran adalah sebagai
berikut:

1. Hasil Penjualan Menurut Produk


2. Hasil Penjualan Menurut Pelanggan
3. Hasil Penjualan Menurut Besarnya Order
4. Hasil Penjualan Menurut Daerah Pemasaran
5. Hasil Penjualan Menurut Saluran Distribusi
6. Hasil Penjualan Menurut Pramuniaga

METODE DISTRIBUSI PENJUALAN


Ada 5 metode distribusi penjualan

1. Metode Berkolom (Columnar Methods).


Dalam metode ini, distribusi data penjualan dilakukan dengan menyediakan satu kolom
untuk setiap unsur dalam klasifikasi, atau satu kolom untuk setiap kelompok unsur dalam
klasifikasi. Dengan demikian metode ini ditentukan oleh dua faktor: (1) jumlah unsur
dalam klasifikasi, dan (2) frekuensi kegiatan setiap unsur dalam klasifikasi tersebut.
Metode berkolom ini terdiri dari:
a. Metode Jurnal Berkolom dengan tulis tangan.
, dalam metode ini jurnal penjualan dipakai sebagai alat distribusi. Dalam junal
disediakan kolom-kolom sesuai dengan unsur klasifikasi yang diinginkan tercantum
dalam laporan penjualan. Contohnya jurnal penjualan berkolom dapat dilihat pada
Gambar 8.20. Dan untuk prosedurnya dapat dilihat pada Gambar 8.21.

Gambar 8.20 Jurnal Penjualan Berkolom


Faktur Penjualan Jurnal Penjualan Menggunakan Jurnal Berkolom

Menurut produk, daerah pemasaran, besarnya order, dan


Laporan Penjualan

Gambar 8.21 Prosedur Distribusi Penjualan Dengan Jurnal Berkolom

b. Metode worksheet. Jumlah kolom yang disediakan oleh jurnal sangat terbatas,
worksheet akan mampu menampung tambahan unsur dalam klasifikasi, lebih banyak
yang dapat ditampung oleh jurnal berkolom. Namun jumlha unsur dalam kasifikasi
yang dapat ditampun oleh worksheet inipun terbatas. Faktur penjuaan dicatat
kedalam worksheet yang bersangkutan ssetiap hari dan pada akhir bulan setiap kolom
worksheet dijumlah, dan jumlah tersebut disajikkan dalam laporan hasil penjualan
menurut jenis produk. Contoh untuk Worksheet dapat dilihat pada Gambar 8.22.

Gambar 8.22 Worksheet


Faktur penjualan dicatat ke dalam worksheet yang bersangkutan tiap hari, dan pada
akhir bulan setiap kolom dalam worksheet dijumlah, dan jumlah tersebut disajikan dalam
laporan hasil penjualan menurut jenis produknya. Contoh lihat pada Gambar 8.23. Dan
prosedurnya lihat pada Gambar 8.24.
Gambar 8.23 Laporan Penjualan Per Jenis Produk

c. Metode jurnal berkolom yang diselenggarakan dengan mesin pembukuan.


Dalam metode ini jurnal berkolom merupakan alat untuk menampung data sesuai
dengan klasifikasi yang diinginkan dan merupakan sumber informasi untuk membuat
laporan penjualan. Dalam metode ini jurnal penjualan dihasilkan dari hasil posting
transaksi penjualan kedalam kartu piutang. Jurnal penjualan merupakan tembusan
yang dihasilkan dari posting dengan mesin pembukuan transaksi penjualan kedalam
dartu piutang.

worksheet
worksheet
worksheet disediakan untuk satu kelompok k
worksheet
Faktur Penjualan worksheet

Laporan Penjualan

Gambar 8.24 Prosedur Distribusi Penjualan dengan Worksheet


Jurnal Penjualan merupakan tembusan yang dihasilkan dari Posting dengan mesin
pembukuan transaksi penjualan ke dalam kartu piutang. Prosedur distribusi penjualan dengan
metode jurnal berkolom yang diselenggarakan dengan mesin pembukuan dapat lihat pada
Gambar 8.25.

Jurnal penjualan merupakan tembusan


Jurnal Penjualan
yang dihasilkan dari posting ke dalam kartu piutang

Kartu Piutang
Faktur Penjualan

Laporan Pengiriman

Gambar 8.25 Prosedur distribusi penjualan dengan metode jurnal berkolom yang
diselenggarakan dengan mesin pembukuan

2. Metode Akun Tunggal Dan Akun Berkolom (Unit Account And Columnar Acount
Methods).
Jika jumlah unsur dalam klasifikasi sudah sedemikian banyak (misalnya perusahaan
menjual 150 jenis), baik jurnal berkolom maupun worksheet tidak lagi memadai sebagai
alat distrinusi. Penggunaan rekening tunggal dan rekening berkolom merupakan jawaban
untuk menampung unsur klasifikasi yang banyak. Setiap unsur dalam klasifikasi
disediakan satu rekening, dengan demikian jumlah unsur berapapun dalam klasifikasi
dapat ditampung dengan penyediaan rekening ini. Contoh akun tunggal pada Gambar
8.26.
Gambar 8.26 Akun Tunggal
Prosedur distribusi dengan menggunakan akun tunggal dapat dilihat pada Gambar 8.27.

3. Metode Summary Strip Dan Metode Tiket Tunggal (Summary Strip And Unit
Ticket Methods).
Ada kalanya distribusi penjualan dapat lebih mudah dilakukan dengan menggunakan
summary strip seperti pada Gambar 8.28.

Akun
Setiap akun disediakan untuk menampung satu unsur dal
Akun
Akun
Faktur Penjualan Akun

Laporan Penjualan

Gambar 8.27 Prosedur Distribusi Penjualan Dengan Akun Tunggal Atau Akun
Berkolom
Gambar 8.28 Summary Strip

Dengan menggunakan metode summary strip faktur penjualan disortasi menurut


klasifikasi yang ditetapkan sebelumnya dan jumlah setiap unsur klasifikasi dihitung dan
dicatat dalam summary strip. Untuk membuat laporan periodik, misalnya mingguan,
summary strip harian dijajarkan, dilakukan penjumlahan setiap baris dalam summary
strip secara mendatar, dan jumlahnya ditulis pada summary strip akhir minggu.
Contohnya dapat dilihat pada Gambar 8.29.

Summary Strip Akhir minggu

Summary Strip setiap minggu merupakan penjumlahan semua summary strip yang dibuat m

Faktur Penjualan
Summary Strip

Dikirm Kepada Manajer Perusahaan

Gambar 8.29 Prosedur distribusi Penjualan dengan Summary Strip

Sedangkan dalam metode tiket tunggal dilakukan dengan mengubah media yang dipakai
seebagai distribusi menjadi media tunggal. Media tunggal adalah media yang berisi satu
pendebitan atau satu pengkreditan saja. Media campuran (mixed media) adalah media
yang berisi lebuh dari satu pendebitan atau lebih dari satu pengkreditan. Jika faktur
penjualan dibatasi hanya digunakan untuk merekam satu macam produk yang dijual,
maka faktur penjualan ini merupakan media tunggal. Jika setiap faktur penjualan dapat
digunakan dengan merekam beberapa produk sekaligus, faktur ini merupakan media
campuran. Dalam metode ini faktur penjualan diubah menjasi media tingga; berupa tiket
tunggal. Tiket yang telah diisi data tersebut kemudian disortasi menurut klasifikasi yang
telah ditentuka, dihitung jumlahnya untuk kemudian dicatat dalam summary strip atau
rekening. Dari summary strip atau rekening ini kemudian dibuat laporan penjualan. Lihat
prosedur distribusi penjualan dengan menggunakan tiket tunggal pada Gambar 8.31.

Gambar 8.30 Cara Membuat Laporan Penjualan dengan Metode Distribusi Summary
Strip

Media tunggal dapat diperoleh dengan cara berikut ini:


1) Membuat media asli sebagai media tunggal.
2) Membuat tiket tunggal dari faktur penjualan melalui kegiatan tersendiri.
3) Membuat media tunggal sebagai produk sampingan dalam pembuatan faktur
penjualan.
4. Metode Register (Register Methods).
Metode register dalam distribusi penjualan dilakukan dengan alat register kas. Register
kas yang sederhana dilengkapi dengan dua register yang memungkinkan setiap hari
register kas ini menyajikan jumlah penjualan dengan dua macam klasifikasi. Register kas
yang lebih canggih dapat memilki register sampai 16, sehingga memungkinkan
dihasilkannya laporan penjualan harian untuk 16 macamklasifikasi barang, jika register
kas ini di hubungkan dengan komputer, berbagai distribusi penjualan dapat dilkukan
dengan komputer tersebut, sehingga mmanajemen dapatmemperoleh laporan penjualan
menurut informasi yang dikehendakinya.
Faktur Penjualan

Diubah Menjadi media tunggal

Teket Tunggal

Disortasi

Tiket Tunggal
Laporan Penjualan
Tiket tunggal yang telah disortasi Akun

Gambar 8.31 Metode Penjualan dengan Metode Tiket Tunggal

5. Metode Dengan Komputer.


Metode distribusi menggunakan komputer merupakan metode distribusi yang paling
mudah pelaksanaannya dengan kemampuan menghasilkan informasi penjualan yang luar
biasa. jika manajemen pemasaran menginginkan laporan penjual menurut jenis produk,
di berbagai daerah pemasaran, untuk berbagai tipe pelangganan, dengan berbagai besaran
pemesanan (order size), hal ini dapat dilakukan dengan metode yang telah diuraikan
sebelumnya, namun memerlukan pekerjaan pengurutan yang memerlukan tenaga dan
waktu yang luar biasa. Dengan menggunakan komputer, kita hanya perlu memberikan
kode yang benar terhadap transaksi penjualan yang terjdi, seperti klasifikasi informasi
yang dikehendaki tanpak dalam laporan. Pekerjaan pengurutan dan pengurutan kembali
dilakukan dengan program komputer yang memerlukan waktu yang singkat dengan
ketelitian yang tinggi. Jika misalnya perusahaan menjual 50 produk, di 10 daerah
pemasaran, ke 5 tipe pelanggan dengan 3 tipe besarnya pemesanan (order size), maka
dapat dibuat rangka (framewrok) pemberian kode terhadap transaksi penjualan seperti
yang disajikan pada gambar 8.32.

12 3 4

Jenis Produk

Daerah Pemasaran

Tipe Pelanggan

Besarnya Pemasaran

Gambar 8.32 Rangka Kode Transaksi

FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM


PEMILIHAN METODE DITRIBUSI
Dalam memilih metode distribusi berbagai faktor berikut ini harus dipertimbangkan:

1. Informasi Yang Akan Dicantumkan Dalam Laporan.


Informasi yang dibtuhkan oleh manajemen sangat menentukan isi laporan yang akan
dihasilkan oleh kegiatan distribusi. Jika berbagai jenis klasifikasi perlu disajikan dalam
laporan, metode distribusi dengan menggunakan jurnla berkolom tidak dapat
menghasilkan informasi tersebut.
2. Jumlah Unsur Dalam Klasifikasi.
Jumlah unsur dalam klasifikasimenentukan metode distribusi yang akan digunakan.
Apakah klasifikasi terdiri dari 5 unsur,100 unsur atau lebih dari 1000 unsur, hal ini akan
menentukan jumlah kolom, rekening, atau register yang harus disediakan dalam
distribusi. Kegiatan stiap unsur dalam periode tertentu juga menentukan metode
distribusi yang dipilih. Jika dalam klasifikasi terdapat 100 unsur, namun hanya 10 unsur
yang aktif dalam setiap harinya, hal ini memerlukan metode distribusi yang berbeda
dengan jika dari 100 unsur tersebut hanya 90%nya yang aktif.
3. Media Yang Dipakai Sebagai Sumber Informasi.
Jika media yang dipakai sebagai dasar berupa media camouran, hal ini memerlukan
pengubahan media tersebut menjadi media tunggal untuk memudahkan sortasi bagi
keperluan pembuatan laporan. Jika media berupa media tunggal,hal ini akan mendorong
orang untuk memilih metode distribusi yang berisi didalamnya kegiatan sortasi
penjualan.