Anda di halaman 1dari 24

News

About

Privacy Policy

Disclaimer

Contact

Home

Saham

Reksadana

Obligasi

Asuransi

Forex

Accounting

SEO

Site Map

Home Akuntansi Kebijakan dan Prosedure Aktiva Tetap (Fixed Assets) - SOP Part 7

Kebijakan dan Prosedure Aktiva Tetap (Fixed Assets) - SOP


Part 7
Ferry Rinaldi

Add Comment

Akuntansi

August 21, 2014

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR OPERASI AKTIVA TETAP


Definisi :
Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk
siap pakai atau dibangun terlebih dahulu yang dipergunakan dalam
operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka
kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih
dari satu tahun
Penyusutan adalah alokasi sistimatik jumlah yang dapat
disusutkan dari suatu aktiva sepanjang masa manfaat.
Jumlah yang dapat disusutkan (Depreciable amount) adalah biaya
perolehan suatu aktiva atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk
biaya perolehan dalam laporan keuangan dikurangi nilai sisanya.
Masa manfaat adalah periode suatu aktiva diharapkan digunakan
oleh perusahaan: atau Jumlah produksi atau unit serupa yang
diharapkan diperoleh dari aktiva oleh perusahaan.
Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara Kas yang dibayarkan
atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh
suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan
aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk
dipergunakan.
Nilai Sisa adalah jumlah netto yang diharapkan dapat diperoleh
pada akhir masa manfaat suatu aktiva setelah dikurangi taksiran
biaya pelepasan.
Nilai wajar adalah suatu jumlah untuk itu suatu aktiva mungkin
ditukar atau suatu kewajiban disesuaikan antara fihak yang
memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar
(arms length transaction)
Jumlah tercatat (Carrying amount) adalah nilai buku, yaitu biaya
perolehan suatu aktiva setelah dikurangi akumulasi pemyusutan
Jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) adalah
jumlah yang diharapkan dapat diperoleh kembali dari penggunaan
suatu aktiva dimasa yang akan datang, termasuk nilai sisanya atas
pelepasan aktiva.
Ketentuan umum Aktiva Tetap (Fixed Asset) :
Bagian General Affair wajib melakukan fungsi akuntansi sebagai
internal check terhadap laporan bagian akuntansi mengenai
perkiraan aktiva tetap ( Fixed Asset)
Rencana pengadaan atau pembelian fixed asset harus dimasukkan
kedalam rencana anggaran tahunan yang dibuat oleh masing-
masing divisi / Departement dan disampaikan ke Bagian Pembelian
Bagian Pembelian dengan team dari General Affair wajib melakukan
tender ulang seluruh Supplier/Vendor dalam waktu selama setahun
sekali
Khusus pembelian aktiva tetap dengan harga perolehan diatas Rp. 5
Juta/unit harus diperoleh penawaran harga tertulis minimal dari 3
Supplier/Vendor yang berbeda dan harus memiliki reputasi yang
baik.
Seluruh Pembelian, Penjualan dan penghapus bukuan aktiva tetap,
harus dimintakan persetujuannya kepada BOD
Artikel Lainnya : Standard Operating Procedure Accounting & Finance

Kebijakan Aktiva Tetap


Aktiva berwujud, kecuali perabotan, dengan nilai kurang dari Rp
500.000 dan umur ekonomis lebih dari satu (1) tahun harus
dikategorikan sebagai aktiva bernilai rendah yang tidak
diperhitungkan, tapi tetap harus dicatat secara terpisah dari daftar
aktiva tetap. Dalam hal ini, Accounting Team untuk aktiva tetap (FA)
bertanggungjawab dalam pengawasan dan pencatatan daftar aktiva
bernilai rendah tersebut.
Perusahaan harus melakukan pengujian resiko atas aktiva tetapnya
dan CIP serta mengasuransikan aktiva tetap dan CIP dengan
perlindungan asuransi yang memadai (mengacu kepada kebijakan
Manajemen Asuransi Perusahaan).
Jika kemampuan dan/atau umur ekonomis dari aktiva tetap telah
ditingkatkan dan perusahaan telah menggunakan sebagian dari
pengeluarannyauntuk meningkatkan produktifitas dan/atau umur
ekonomis dari aktiva tersebut, maka seluruh biaya yang disebabkan
oleh peningkatan dan rekondisi tersebut harus diperhitungkan dan
didepresiasi sepanjang sisa umur ekonomisnya.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan harus dibiayakan sesuai dengan
terjadinya.
Departemen user bertanggungjawab untuk memelihara garansi
aktiva, termasuk sertifikat garansi dan persyaratan garansi yang
ditetapkan oleh manufacturer di dalam sertifikat.
Aktiva berwujud harus dianggap sebagai aktiva dan dikategorikan
sebagai aktiva tetap jika memenuhi kriteria berikut:
1. Aktiva berwujud tersebut diperoleh dan/atau dibentuk oleh
perusahaan untuk digunakan dalam operasi perusahaan selama
lebih dari satu (1) tahun, tidak untuk dijual dalam kegiatan-kegiatan
normal perusahaan dan ada kemungkinan besar perusahaan
nantinya akan memperoleh keuntungan ekonomis dari asset
tersebut.
2. Biaya perolehan aktiva tetap dapat dihitung secara pasti.
3. Aktiva bernilai lebih dari Rp 500.000/satuan.
4. Kitchen Equipment dicatat sebagai persediaan dan dibebankan
selama umur proyek.
Penyimpangan dari kriteria-kriteria yang telah disebut diatas, keputusan
mengenai apakah aktiva tetap akan diperhitungkan merupakan
kewenangan dari masing-masing Admin site lokasi.

Kebijakan Pembelanjaan Modal / CAPEX


Capital Expenditure (CAPEX) harus sesuai dengan anggaran yang
telah disetujui.
CAPEX diajukan melalui formulir CAPEX yang dibuat oleh pemohon.
Persetujuan dari formulir CAPEX untuk CAPEX yang telah
dianggarkan harus diperoleh dari Kepala Departemen, masing-
masing FC lokasi dan General Manager (GM).
CAPEX yang tidak dianggarkan, persetujuan formulir CAPEX harus
mengacu kepada Manual of Authority.
Setiap komponen biaya untuk perolehan aktiva tetap dicatat
sebagai harga perolehan. Biaya tersebut meliputi seluruh biaya
yang diperlukan agar aktiva tersebut dapat beroperasi sesuai
kegunaannya.
Hal ini mencakup bukan hanya harga pembelian asli tapi juga biaya-
biaya persiapan lokasi, pengiriman dan penanganan, instalasi, biaya
pembayaran jasa profesional untuk arsitek dan insinyur, dan
prakiraan biaya pembongkaran dan pemindahan asset serta biaya
restorasi lokasi.
Artikel Lainnya : Kebijakan dan Prosedur Hutang Dagang (Account
Payable)

Construction in Progress (CIP)


Biaya material dan biaya-biaya lain termasuk biaya penyewaan
yang berhubungan dengan proyek / pembangunan dan instalasi
akan dicatat sebagai proyek / pembangunan dalam pelaksanaan.
Akun CIP tersebut harus direklas dan dikapitalisasi kedalam akun
aktiva tetap pada saat proses pembangunan atau instalasi selesai
dan harus didukung dengan surat serah terima yang disepakati oleh
Kontraktor dan Perusahaan. Aktiva tersebut akan mulai didepresiasi
ketika aktiva siap digunakan atau dioperasikan.
Persentase penyelesaian proyek/pembangunan dalam pelaksanaan
harus didasarkan atas laporan/surat serah terima yang disepakati
oleh Kontraktor dan Perusahaan.
Nilai kapitalisasi proyek/pembangunan dalam pelaksanaan yang
dikontrakkan ke pihak ketiga harus didasarkan atas nilai kontrak.
Jika ada kelebihan biaya maka kontrak akan diperbaharui.
Asisten Akun Aktiva Tetap bertanggung jawab untuk memonitor
biaya aktual proyek/pembangunan dalam pelaksanaan terhadap
anggaran perusahaan secara berkala. Laporan monitoring
proyek/pembangunan dalam pelaksanaan harus direview oleh
masing-masing Financial Controller lokasi.

Pengelolaan Daftar Aktiva Tetap


Pencatatan aktiva tetap (misalnya: metode depresiasi, umur
ekonomis, klasifikasi aktiva tetap,dll) harus berdasarkan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang diterapkan oleh
Perusahaan.
Aktiva tetap harus memiliki nomor identifikasi yang unik. Nomor
identifikasi untuk setiap aktiva tetap harus terdiri dari informasi
berikut antara lain: Kode Perusahaan, Lokasi aktiva, Kategori
aktiva, Nomor aktiva
Semua penambahan aktiv atetap, transfer, transaksi penghapusan /
pemusnahan harus dicatat dalam Daftar Aktiva Tetap tepat waktu.
Aktiva tetap harus dicatat dalam Daftar Aktiva Tetap oleh Asisten
Akun Aktiva Tetap. Informasi mengenai aktiva tetap yang dicatat
dalam sistem antara lain :
1. Nomor perusahaan
2. Unit bisnis yang bertanggung jawab
3. Klasifikasi aktiva tetap
4. Tanggal perolehan
5. Harga perolehan
6. Deskripsi dari aktiva tetap
7. Lokasi aktiva tetap
8. Umur ekonomis
9. Nilai sisa
10. Metode depresiasi
11. Nomor aktiva tetap
12. Nilai asuransi
13. Unit/User yang bertanggung jawab
Artikel Lainnya : Kebijakan & Prosedur Piutang dagang (Account
Receivable)

Transfer Aktiva Tetap


Transfer permanen dari aktiva tetap harus dilakukan berdasarkan
nilai buku bersih dan harus dikoordinasikan dengan Bagian Pajak
dan Finance & Accounting untuk mengantisipasi dampak potensial
dari transaksi tersebut.
Asisten Akun Aktiva Tetap dari pemilik aktiva bertanggung jawab
untuk menginformasikan kepada Asisten Pajak mengenai transfer
permanen tersebut dan mengirimkan copy tagihan untuk membuat
faktur pajak.
Setiap transfer permanen harus disetujui sebelumnya oleh Dewan
Direksi. Untuk transfer sementara persetujuan harus diperoleh dari
General Manager.
Semua transfer aktiva tetap harus menggunakan formulir transfer
dan penghapusan aktiva.
Semua transfer aktiva tetap harus dikelola dengan baik dalam
Daftar Aktiva Tetap oleh Asisten Akun Aktiva Tetap untuk memantau
pergerakan semua aktiva.
Jika aktiva tetap tersebut dibawa keluar dari wilayah perusahaan
misalnya sedang diperbaiki diluar tempat perbaikan mesin
perusahaan atau dipinjam oleh perusahaan lain, daftar ijin keluar
wilayah perusahaan harus dibuat oleh Asisten Akun Aktiva Tetap
dan disetujui oleh General Manager.

Ada 2 (dua) tipe transfer aktiva tetap sebagai berikut:

Transferpermanen, transfer aktiva tetap disertai transfer


kepemilikan. Jika transfer permanen tersebut dilakukan antara dua
perusahaan (antar perusahaan) maka, transfer permanen tersebut
dianggap sebagai penjualan aktiva.
Transfer sementara, transfer aktiva tetap tanpa disertai transfer
kepemilikan dan tidak ada kewajiban untuk meng-update Daftar
Aktiva Tetap bagi pemilik aktiva. Sementara peminjam aktiva harus
mendaftarkan aktiva dalam Daftar Aktiva Tetap dengan jumlah Rp.
1,- sehingga sistem dapat menghitung biaya yang berhubungan
dengan aktiva tersebut (kecuali biaya depresiaisi yang ditanggung
oleh pemilik aktiva).

Penghitungan Fisik Aktiva Tetap


Penghitungan fisik aktiva tetap harus dilakukan minimal setahun
sekali oleh Tim penghitungan fisik aktiva tetap untuk memastikan
keberadaan dan kondisi fisik aktiva tetap.
Tim penghitungan fisik aktiva tetap ditunjuk oleh masing-masing
Financial Controller.
Semua perbedaan yang dicatat selama penghitungan fisik aktiva
tetap harus segera ditindaklanjuti dan dilaporkan dalam laporan
penghitungan fisik aktiva tetap.
Laporan penghitungan fisik aktiva tetap harus disetujui oleh Dewan
Direksi.

Penghapusan Aktiva Tetap


Suatu aktiva tetap dihapus dari neraca jika tidak dapat digunakan
lagi atau secara permanen berhenti beroperasi dan tidak memiliki
nilai ekonomis di masa yang akan datang. Penghapusan aktiva tetap
dapat disebabkan oleh aktiva yang hilang, rusak atau tidak
digunakan lagi, dll.
Penghapusan dapat juga dilakukan jika aktiva tetap tidak sesuai
untuk digunakan atau tidak dapat digunakan meskipun masih
tersisa umur ekonomisnya.Untuk kasus seperti ini, penggantian
aktiva tetap tersebut dapat dilakukan melalui proses persetujuan
yang layak.
Rekomendasi berdasarkan penghitungan fisik aktiva tetap dapat
digunakan sebagai pertimbangan untuk mengajukan penghapusan
aktiva tetap.
Penghapusan aktiva tetap dapat dilakukan melalui penjualan,
lelang, atau aktiva tidak dapat digunakan lagi. Pada saat aktiva
tersebut dihapus, nilai yang tercatat dan akumulasi penyusutan
harus dihilangkan dari laporan keuangan, dan keuntungan atau
kerugian dari transaksi tersebut harus diakui.
Transaksi penghapusan aktiva tetap harus disetujui oleh Pejabat
yang berwenang sebagaimana yang tercantum dalam Manual of
authority dan harus sesuai dengan peraturan pemerintah.
Penghapusan aktiva tetap harus dikomunikasikan dan
dikoordinasikan dengan Bagian Pajak untuk hal-hal yang berkaitan
dengan pajak.
Laporan sebagai bukti bahwa aktivitas penghapusan telah dilakukan
(misalnya ; laporan lelang, laporan bahwa aktiva tidak dapat
digunakan lagi, dll) harus dibuat sebagai dasar untuk melakukan
penghapusan aktiva dari neraca keuangan perusahaan.
Sehubungan dengan penghapusan aktiva tetap, Daftar Aktiva Tetap
harus di-update secara akurat dan tepat waktu (untuk aktiva tetap
yang dihapus) pada akhir bulan penghapusan setelah dilakukan
penghitungan penyusutan.
Artikel Lainnya : Kebijakan dan Prosedure Persediaan (Inventory Control)

Penilaian Kembali/Penurunan Aktiva Tetap


Perlakuan akuntansi terhadap penilaian kembali/penurunan aktiva
tetap harus mengacu kepada Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) yang diterapkan oleh Perusahaan dan peraturan-
peraturan yang berlaku lainnya.
Penilaian kembali/penurunan aktiva tetap harus dikoordinasikan
dengan Bagian Pajak sebelum dilaksanakan untuk mengantisipasi
dampaknya terhadap aspek-aspek pajak.
Penilaian kembali/penurunan aktiva tetap harus disetujui oleh
Pejabat yang berwenang sebagaimana yang tercantum dalam
manual of authority.
Penilaian kembali aktiva tetap harus dihitung berdasarkan nilai
pasar atau nilai yang wajar yang ditentukan oleh Appraiser/Penilai
independen yang berlisensi.
Perusahaan dinilai pada setiap tanggal pelaporan untuk mengetahui
apakah ada indikasi bahwa sebuah aktiva mengalami penurunan.
Jika indikasi tersebut ada, atau jika uji penurunan aktiva tahunan
diperlukan, perusahaan memperkirakan nilai jual kembali dari aktiva
tersebut. Jika nilai buku dari suatu aktiva melebihi nilai jual
kembalinya, aktiva tersebut dianggap mengalami penurunan dan
nilainya diturunkan sesuai dengan nilai jual kembalinya.
Jika terjadi penilaian kembali aktiva tetap, perusahaan harus
mengungkapkan antara lain:
1. Tanggal penilaian kembali
2. Nama Appraiser independen
3. Metode dan asumsi-asumsi penting yang digunakan untuk
memperkirakan nilai wajar
4. Sejauh mana nilai wajar ditentukan secara langsung atau
diperkirakan
5. Nilai buku dari masing-masing golongan aktiva yang dinilai kembali
dengan cost model (model harga perolehan dan revaluasi)
6. Nilai lebih dari penilaian kembali aktiva tetap termasuk pergerakan
dan batasannya sebagai bagian dari ekuitas (pemegang saham).

Penggantian Aktiva Tetap


Penggantian aktiva tetap dilakukan berdasarkan tabel berikut atau
dapat dilakukan jika aktiva tersebut telah usang, rusak atau jika
aktiva yang dibeli tersebut tidak sesuai dengan permintaan user.
User dari Departemen yang terkait bertanggung jawab melakukan
pemeriksaan fisik sebelum penggantian aktiva tetap. Hasil dari
pemeriksaan fisik akan menjadi dokumen pendukung dari
permohonan penggantian aktiva tetap.
Fixed Asset Period End Closing
Semua aktiva tetap kecuali tanah disusutkan.
Penyusutan nilai aktiva tetap harus dialokasikan sepanjang umur
ekonomisnya secara sistematis. Perusahaan menerapkan metode
garis lurus untuk menyusutkan seluruh aktiva tetapnya. Perkiraan
umur ekonomis dari setiap kategori aktiva tetap adalah sebagai
berikut: Kategori Gedung umur ekonomis 20 tahun, Kendaraan
bermotor 4 tahun.
Untuk perolehan aktiva tetap biaya-biaya penyusutan dimulai dari
bulan berikut setelah perolehan (sebelum tanggal 15 dicatat pada
bulan yang sama, setelah tanggal 15 dicatat pada bulan
berikutnya). Sementara untuk penghapusan aktiva tetap biaya-
biaya penyusutan dibiayakan penuh pada bulan penghapusan
tersebut.
Nilai sisa umur ekonomis dan metode penyusutan harus ditinjau
ulang secara berkala dan disesuaikan jika perlu minimum setiap
akhir tahun keuangan.
Penyusutan untuk setiap periode harus diakui sebagai biaya untuk
periode tersebut.
Aktiva tetap yang telah disusutkan penuh harus tetap tercatat
dalam Daftar Aktiva Tetap sampai saat aktiva tersebut dihapuskan.
Asisten Akun Aktiva Tetap bertanggung jawab melakukan
rekonsiliasi antara General Ledger dan Subsidiary Ledger setiap
bulan untuk memastikan bahwa pembukuan-pembukuan tersebut
tepat dan penyesuaian-penyesuaian telah diproses dengan benar.
Artikel Lainnya : Kebijakan dan Prosedure Treasury

Fungsi dan Tanggung Jawab


Semua permintaan pembelian aktiva tetap untuk kebutuhan
perusahaan dipusatkan pada bagian General Affair. Tujuannya
perusahaan adalah menyediakan barang-barang perlengkapan,
peralatan dan lainnya pada kondisi yang paling menguntungkan
perusahaan.
Seluruh aktiva tetap yang dibeli dicatat sebagai harga perolehan
adalah seluruh pengeluaran yang terjadi dalam rangka
mendapatkan dan menempatkan aktiva tersebut pada kondisi dan
tempat yang siap untuk digunakan
Wewenang bagian general affair adalah: Menberi masukan ke
bagian pembelian tentang Supplier/Vendor yang paling
menguntungkan perusahaan, Menentukan, Supplier/Vendor untuk
direkomendasikan, Menentukan cara/syarat pembayaran.
Tanggung jawab Bagian General Affair adalah :

1. Memeriksa Formulir Permintaan/Pembelian/Perbaikan barang


dengan lengkap, benar, ditandatangani oleh pemohon, sesuai
budget tahunan, disetujui oleh atasan dan BOD
2. Meminta ke Supplier untuk dibuatkan surat penawaran harga yang
akan disampaikan ke bagian pembelian, minimal 3 (tiga) Penawaran
jika Pembelian diatas Rp.5 juta/unit barang
3. Memonitor Order Pengadaan Barang kepada supplier/Vendor yang
telah ditunjuk dan dimintakan persetujuannya kepada Direksi, dan
jika telah disetujui maka lembar pertama (asli) agar dikirimkan
kepada Supplier dan lembar kedua (copy) di file.
4. Memeriksa dan pastikan dengan teliti bahwa aktiva tetap yang
diterima dari supplier/vendor sesuai dengan order Pengadaan
Barang.
5. Cap order pengadaan barang asli dengan Barang telah diterima
sesuai pesanan dan dalam keadaan baik Cantumkan tanggal dan
tanda tangan petugas yang berwenang untuk menerima
6. Serahkan kembali asli Order Pengadaan barang kepada supplier
sebagai tanda bukti penerimaan barang, yang fungsinya untuk
melakukan penagihan
7. Simpan aktiva tetap yang telah diterima di gudang atau dapat
langsung diserahkan kepada yang mengajukan permohonan
pembelian Barang
8. General Affair mengetahui tagihan dari Supplier/Vendor/Pemasok :
Faktur Penagihan/Kwitansi penagihan bermaterai cukup, Faktur
Pajak untuk pembelian barang kena pajak bila supplier PKP, Order
Pengadaan barang /SPK dan dicap Barang telah diterima dan
ditanda tangani oleh petugas yang berwenang untuk menerima
barang.
9. Tagihan yang telah ditahui & diverifikasi oleh bagian GA, seluruh
dokumen penagihan yang telah lengkap diserahkan ke bagian
keuangan untuk proses pembayaran
10. Mencatat pembelian fixed asset kedalam laporan Fixed Asset
11. Membuat daftar laporan penambahan fixed asset
12. Membuat laporan penjualan fixed asset
13. Monitoring Fisik fixed asset minimal 3 (Tiga) bulan sekali
14. Membuat laporan inventaris yang sudah rusak dan tidak
terpakai lagi
15. Membuat usulan penghapusan asset yang tidak terpakai lagi
dan atau sudah rusak
16. Memonitoring seluruh dokumen kepemilikan , STNK, Polis
Asuransi dan masa berlakunya surat-surat tersebut.
17. Melakukan/memeriksa labetisasi asset pada inventaris aktiva
tetap setahun sekali.
18. Monitoring, melakukan pencatatan, dan menyampaikan ke
bagian akuntansi bila terjadi pemindahan aktiva tetap dari /ke lokasi
lain.
19. Melakukan lelang baik kekaryawan ataupun kefihak ketiga jia
ada aktiva tetap yang akan dijual
20. Membuat laporan mutasi fixed asset terdiri dari :

Nomor Urut
Kode Fixed Asset
No. Indentifikasi Fixed Asset
Saat Perolehan : Tanggal, Bulan, Tahun,
Harga Perolehan
Akumulasi Penyusutan
Nilai Buku
Penjamin
Polis
No Surat Bukti Kepemilikan

Artikel Lainnya: Kebijakan dan Prosedure Umum Pajak

Aktiva tetap, kecuali tanah dan bangunan, disusutkan dengan


menggunakan methode saldo menurun ganda (Double Declining Method),
Bangunan disusutkan dengan menggunakan methode garis lurus
(Straingt Line Method). Tarif penyusutan adalah sebagai berikut :
Tarif Penyusutan
Bangunan 5%
Mesin & Peralatan 25 % - 50 %
Peralatan Pengangkutan 25 % - 50 %
Peralatan Kantor & Perabot 25 % - 50 %

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.


Aktiva Tetap yang tidak digunakan sebesar jumlah terndah antara jumlah
yang dicatat dan nilai realisasi bersih.

Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat
diperoleh kembali (estimated recoverable) Maka nilai tersebut diturunkan
ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan
sebagai nilai tertinggi antara harga jual bersih dan nilai pakai.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan labarugi
pada saat terjadinya, pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat
atau memberi manfaat ekonomis dimasa yang akan datang dalam bentuk
peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja
dikapitalissasi.

Aktiva tetap yang tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari
kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan
atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam
laporan laba rugi dalam tahun yang bersangkutan.

Aktiva sewa guna usaha


Berdasarkan pertimbangan utama terhadap azas makna ekonomi, maka
transaksi sewa guna usaha akan dikategorikan menjadi Capital
Lease dan Operating Lease, bila memenuhi criteria sebagai berikut :

Capital Lease
Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva
tersebut pada masa sewa guna usaha dengan harga yang telah
disetujui pada saat dimulainya perjnjian sewa guna usaha tersebut.
Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna
usaha ditambah nilai sisa mencakup pengembalian harga perolehan
barang modal yang disewa guna usaha serta bunganya, sebagai
keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full pay out lease).
Masa sewa guna usaha minimal 2 tahun.
Operating Lease
Apabila kriteria dari capital lease tersebut tidak terpenuhi, maka
transaksi sewa guna usaha tersebut akan dikelompokkan menjadi
operating lease atau transaksi sewa menyewa biasa.

Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian


Aktiva tetap dalam penyelesaian merupakan biya-biaya yang
berhubungan secara langsung dengan pembangunan fasilitas dan
persiapan aktiva tetap yang akan disajikan sebesar harga perolehan.
Aktiva Tetap Dalam Penyelesaikan akan dipindahkan ke akun Aktiva Tetap
selesai dan siap digunakan.

Pengeluaran Modal dan Pendapatan


Pengeluaran-pengeluaran yang memberikan manfaat lebih dari satu
periode akuntansi harus dikapitalisir sebagai aktiva sehingga
dikategorikan sebagai Pengeluaran Modal (Capital Expenditur).

Sedangkan pengeluaran yang memberikan manfaat hanya untuk satu


periode akuntansi atau kurang, maka akan dapat langsung dibebankan
untuk dipertemukan dengan pendapatan pada periode berjalan atau
disebut Pengeluaran Pendapatan (Revenue expenditure)

Dengan mempertimbangkan azas materialitas, maka perlu ditetapkan


batasan pengeluran yang akan diklasifikasikan sebagai pengeluaran
modal atau pengeluaran pendapatan sebagai berikut :
Pengeluaran untuk perolehan aktiva tetap atau biaya dibayar
dimuka dengan jumlah dibawah Rp. 5.000.000,- diperlakukan
sebagai revenue expenditure
Pengeluaran untuk perolehan aktiva tetap atau biaya dibayar
dimuka dengan jumlah diatas Rp. 5.000.000,- diperlakukan
sebagai capital expenditure

Beban Pemeliharaan dan beban Rehabilitasi


Pengeluaran yang bersifat rutin dengan jumlah yang tidak materal untuk
pemeliharaan atau perbaikan aktiva tetap dalam rangka
mempertahankan manfaat ke ekonomian masa mendatang yang dapat
diharapkan oleh perusahaan atau untuk mempertahankan kinerja
semula dari suatu aktiva akan langsung diakui sebagai beban pada saat
terjadinya.

Pengeluaran untuk perbaikan, renovasi dan rehabilitasi dengan jumlah


yang material yang digunakan dalam rangka memperpanjang masa
manfaat atau kemungkinan besar memberi manfaat ke ekonomian
dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas umur
ekonomi atau peningkatan kinerja harus ditambahkan atau dikapitalisir
dalam jumlah tercatat pada aktiva yang bersangkutan dengan batasan
sebagai berikut:
Beban pekerjaan renovasi atau rehabilitasi bangunan lebih dari
Rp.25.000.000, atau lebih dari 10 % dari biaya perolehan
bangunan , dikapitalisir.
Beban reparasi mesin lebih dari Rp10.000.000 atau lebih dari 20 %
dari biaya perolehan mesin , dikapitalisir
Beban reparasi kendaraan lebih dari Rp.5.000.000,- atau lebih dari 5
% dari biaya perolehan kendaraan, dikapitalisir.
Beban reparasi peralatan operasi lebih dari Rp.2.500.000,- atau
lebih dari 20 % dari biaya perolehan peralatan operasi, dikapitalisir.
Beban reparasi peralatan kantor lebih dari Rp. 2.500.000,- atau
lebih dari 20 % dari biaya perolehan peralatan kantor, dikapitalisir.
Batasan material atau tidak material suatu pengeluaran ditetapkan oleh
direksi setelah mempertimbangkan dampaknya terhadap kewajaran
penyajian laporan keuangan

Penggolongan Aktiva Tetap


Aktiva tetap Perusahaan digolongkan/dikelompokan menjadi:
Golongan Methode Tarif Penyusutan
penyusutan (%)
Tanah 0
Bangunan Straight Line 5
Mesin & Perlengkapan Double declining 50
Gol I
Mesin & Perlengkapan Double declining 25
Gol II
Kendaraan Double declining 50
Inventaris Kantor Double declining 50
Golongan I
Inventaris Kantor Double declining 25
Golongan II

Cara Perolehan aktiva tetap :


Cara perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut :
Perolehan aktiva tetap dengan pembelian
Perolehan aktiva tetap dengan pembangunan sendiri
Perolehan aktiva tetap dari Sumbangan
Perolehan aktiva tetap dengan kapitalisasi biaya setelah perolehan
(Subsequent expenditures)
Perolehan aktiva tetap dengan sewa guna usaha/leasing
Perolehan aktiva tetap dari Pertukaran
Artikel Lainnya: User Manual - Oracle General Ledger

Perolehan aktiva tetap dengan pembelian


Aktiva tetap siap pakai , biaya perolehannya terdiri dari harga beli,
termasuk biaya import, PPn masukan tak boleh direstitusi (non
Refundable) dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung
dalam membawa aktiva tersebut dalam kondisi yang membuat aktiva
tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan; setiap
potongan dagang dan rabat dipotongkan dari harga pembelian. Contoh
biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah :
Biaya penyiapan tempat
Biaya penyiapan awal (initial delivery) , biaya simpan & bongkar
muat (Handling cost)
Biaya pemasangan ( Instalation cost)
Biaya frofesional seperti arsitek dan insinyur
Pembeliannya dapat local purchases atau Import ( Tunai, Kredit, TT,
Straight L/C maupun usen L/C)

Perolehan dengan pembangunan sendiri


Perolehan aktiva tetap dengan pembangunan sendiri meliputi pemakaian
modal berupa pengeluaran kas, pemakaian bahan baku, distribusi gaji &
Upah, dan pembebanan biaya overhead dan sumber daya lain yang
dipakai dalam memproduksi aktiva tersebut.

Perolehan aktiva tetap dari sumbangan / donasi


Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga
taksiran atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akum
Modal Donasi

Perolehan aktiva tetap dengan kapitalisasi pengeluaran setelah


perolehan
Perolehan aktiva tetap yang didapat dari kapitalisasi pengeluaran setelah
perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang masa manfaat
atau kemungkinan besar memberi manfaat keekonomian dimasa yang
akan datang dengan bentuk meningkatkan kapasitas, mutu produksi, atau
meningkatkan standar kinerja.

Pengeluaran setelah perolehan awal pada property, pabrik, dan peralatan


lainnya hanya diakui suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan kondisi
aktiva melebihi standar aktiva semula.

Contoh peningkatan yang menghasilkan peningkatan manfaat


keekonomian masa yang akan datang mencakup :
Modifikasi suatu pos sarana pabrik untuk memperpanjang usia
manfaatnya , termasuk suatu peningkatan kapasitasnya.
Peningkatan kemampuan mesin (upgrade machenes part) untuk
memcapai peningkatan besar dalam kualitas output,
Penerapan proses produksi baru yang meningkatkan suatu
pengurangan besar biaya operasi

Perolehan aktiva tetap dengan leasing


Perolehan aktiva tetap dengan leasing adalah dengan Capital Lease
Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva
tersebut pada masa sewa guna usaha dengan harga yang telah
disetujui pada saat dimulainya perjnjian sewa guna usaha tersebut.
Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna
usaha ditambah nilai sisa mencakup pengembalian harga perolehan
barang modal yang disewa guna usaha serta bunganya, sebagai
keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full pay out lease).
Masa sewa guna usaha minimal 2 tahun.

Perolehan aktiva tetap dengan pertukaran


Perolehan aktiva tetap dengan pertukaran antara lain;
Pertukaran aktiva tetap tidak serupa dimana biaya dari pos tersebut
diukur dari nilai wajar aktiva yang dilepaskan atau diperoleh, yang
mana yang lebih andal, equivalent dengan nilai wajar aktiva yang
dilepas setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara
kas yang ditransfer
Pertukaran aktiva tetap yang serupa yang memiliki masa manfaat
yang serupa dalam bidang usaha yang sama dan memiliki nilai
wajar yang serupa. Suatu aktiva tetap dapat dijual dalam
pertukaran dengan kepemilikan aktiva yang serupa.
Dalam hal keduanya dimana proses perolehan penghasilan tidak
lengkap maka tidak diakui keuntungan atau kerugian dari transaksi
tersebut, sebaliknya biaya perolehan aktiva baru adalah jumlah
tercatat dari aktiva yang dilepaskan. Tetapi nilai wajar aktiva yang
diterima dapat menyediakan bukti dari suatu pengurangan
(impairment) aktiva yang dilepaskan, maka nilai aktiva yang
dilepas diturun nilai buku kan (Written down) dan nilai turun nilai
buku ditetapkan untuk aktiva
Artikel Lainnya: User manual Oracle Budget

Dokumen :
Dokumen yang digunakan dalam mencatat data transaksi yang
mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva
tetap adalah :
1. Surat permintaan otorisasi investasi ( Expenditure Autorization
request)
2. Surat permintaan reparasi ( Reparasi request)
3. Surat permintaan transfer aktiva tetap
4. Surat permintaan penghentian aktiva tetap
5. Surat Perintah kerja (Work Order)
6. Surat Order Pembelian
7. Laporan Penerimaan Barang
8. Faktur dari pemasok
9. Bukti Kas Keluar
10. Bukti memorial

Formulir Permintaan otorisasi Investasi / perbaikan


Formulir permintaan otorisasi investasi Aktiva tetap digunakan oleh tiap-
tiap bagian yang meminta tindakan selanjutnya, formulir ini harus disis
oleh pemohon, diketahui oleh atasan langsung/Kepala Divisi terkait dan
disetujui oleh Direktur Terkait
Isi Formulir surat permintaan otorisasi investasi/perbaikan aktiva tetap
adalah sebagai berikut :
1. Tanggal dibuatnya formulir tersebut
2. Dari departemen mana permintaan tersebut dikeluarkan
3. Uraian dan jumlah barang apa yang dibutuhkan
4. Maksud dan tujuan pembelian
5. Tanggal dibutuhkan
6. Kolom pemohon yang diketahui oleh atasan untuk ditandatangani
7. Kolom anggaran yang terdiri dari apakah inventaris yang dibeli
termasuk yang dianggarkan atau tidak, total anggaran, realisasi
pembelian, dan sisa anggaran
8. Kolom Penjelasan, komentar general affair atas pembelian tersebut
9. Kolom komentar Direksi atas pembelian barang tersebut dan kolom
tanda tangan persetujuan

Formulir permintaan otorisasi investasi/perbaikan aktiva tetap harus


disetujui :

Keterangan Pemoho Kepal Gener Dir. Dir Direkt


n a al Keu Ops ur
divisi Affair utama
Inv Kantor<100 Ya Ya Ya Ya - -
jt
Perl Ops <100 Ya Ya Ya - Ya -
jt
FixedAsset>100j Ya Ya Ya - - Ya
t

Pemindahan Fixed asset dari/ke lokasi lain


Pemindahan Fixed Asset dapat dilakukan karena beberapa hal antara
lain :
Permintaan pembelian dari cabang/Representative/lokasi atau
kantor pusat , tetapi setelah dianalisa ternyata
dicabang/representative/kolasi lainnya terdapat barang yang
diminta dan tidak digunakan
Karena lokasi tersebut habis masa operasionalnya dan Fixed
assetnya harus dipindahkan fisik dan pencatatannya
Aktiva tersebut tidak sesuai dilokasi/cabang yang satu tetapi
dibutuhkan dicabang/lokasi yang lainnya. Dan lain sebagainya

Guna pemindahan Fixed Asset tersebut digunakan formulir pemindahan


Fixed Assed dengan terlebih dahulu disetujui oleh Direksi atas usulan
General Affair atau direksi itu sendiri

Formulir pemindahan fixed asset ini menjelaskan antara lain :


1. Nomor berisi nomor formulir pemindahan
2. Tanggal berisi tanggal pembuatan form pemindahan
3. Tempat asal Aktiva tetap tersebut
4. Tujuan / ketempat tujuan Fixed Asset
5. No. nerisi nomor urut aktiva yang dipindahkan
6. Kode Aktiva : kode nomer label semula aktiva tersebut
7. Kolom tanggal Perolehan berisi tanggal perolehan awal
8. Nama Aktiva berisi Nama aktiva yang dipindahkan
9. Jumlah unit berisi jumlah unit aktiva yang dipindahkan
10. Jenis asset berisi golongan asset yang dipindahkan (Bangunan,
Mesin, Kendaraan dan lainnya)
11. Alasan pemindahan berisi alasan kenapa asset dipindahkan
12. Pemohon berisi Tanda tangan & Nama jelas pemohon
13. Diketahui atasan berisi Tandatangan atasan dan Nama jelas
14. Kolom Nilai Perolehan adalah nilai perolehan awal asset
15. Kolom Akumulasi penyusutan berisi jumlah nilai yang telah
disusutkan atas Fixed asset tersebut
16. Nilai Buku berisi Nilai tercatat (net) : Nilai perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan
17. Kolom penjelasan/komentar general affair atas pemindahan fixed
asset dan tanda tangan
18. Kolom komentar Direksi atas pemindahan tersebut & tandatangan
persetujuannya
Yang berhak menandatangani pemindahan fixed asset diatur sebagai
berikut:

Keterangan Pemoho Kepal Gener Dir. Dir Direkt


n a al Keu Ops ur
divisi Affair utama
Inv Kantor<100 Ya Ya Ya Ya - -
jt
Perl Ops <100 Ya Ya Ya - Ya -
jt
FixedAsset>100j Ya Ya Ya - - Ya
t

Permintaan Penghentian pemakaian aktiva tetap


Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dan pemberian
otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap
Permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap adalah :
Bagian : Bagian yang mengajukan penghentian Aktiva pemakaian
aktiva tetap
Departemen adalah Departemen yang mengajukan penghentian
pemakaian aktiva tetap
No. PPPAT Nomor Dokumen
Tanggal PPPAT : Tanggal dokumen
Nomor urut : No urut aktiva PPPAT
Kode Aktiva : kode nomer label aktiva tetap PPPAT tersebut
Nama Aktiva tetap adalah nama aktiva PPPAT
Lokasi : Lokasi aktiva PPPAT
Kondisi : Kondisi aktiva PPPAT
Taksiran Nilai Jual : Taksiran Nilai jual aktiva PPPAT
Penjelasan & Alasan atas aktiva PPPAT
Pemohon berisi Tanda tangan & Nama jelas pemohon
Diketahui atasan berisi Tandatangan atasan dan Nama jelas
Kolom Nilai Perolehan adalah nilai perolehan awal asset
Kolom Akumulasi penyusutan berisi jumlah nilai yang telah
disusutkan atas Fixed asset tersebut
Nilai Buku berisi Nilai tercatat (net) : Nilai perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan
Kolom penjelasan/komentar general affair atas pemindahan fixed
asset dan tanda tangan
Kolom komentar Direksi atas pemindahan tersebut & tandatangan
persetujuannya
Artikel Lainnya : Cara Setting MYOB Premier13 Accounting berjalan Online
- LAN & WAN

Yang berhak menandatangani permintaan penghentian pemakaian aktiva


tetap adalah sebagai berikut :

Keterangan Pemoho Kepal Gener Dir. Dir Direkt


n a al Keu Ops ur
divisi Affair utama
Inv Kantor<100 Ya Ya Ya Ya - -
jt
Perl Ops <100 Ya Ya Ya - Ya -
jt
FixedAsset>100j Ya Ya Ya - - Ya
t

Formulir Order Pembelian/Perbaikan Fixed Asset


Formulir Order Pembelian/Perbaikan Fixed Asset adalah surat perjanjian
yang sah dari perusahaan atas transaksi pembelian/perbaikan Fixed
Asset. Semua PO berdasarkan formulir Permintaan pembelian / perbaikan
fixed asset yang telah disetujui
Formulir order Pembelian/Perbaikan fixed asset ini menjelaskan antara
lain:
Nama Rekanan yang dituju
Tanggal Penerbitan PO
Term Of Payment
Nama aktiva tetap yang dibeli/diperbaiki
Jumlah unit aktiva tetap yang dibeli/diperbaiki
Harga Satuan Barang/ harga perbaikan
Jumlah harga yang dibeli/harga perbaikan
Dasar pengenaan PPn
Total penggantian
Yang berhak menandatangani Order Pembelian/Perbaikan Fixed asset
diatur sebagai berikut:

Keterangan Gener Purchasi Dir. Dir Direkt


al ng Keu Ops ur
affair utama
Inv Kantor < Ya Ya Ya - -
100 jt
Perl Ops < Ya Ya - Ya -
100 jt
FixedAsset > Ya Ya - - Ya
100jt

Surat Perintah Kerja (Work Order)


Dokumen ini mempunyai 2 fungsi yaitu sebagai perintah
dilaksanakannya pekerjaan tertentu mengenai aktiva tetap dan
sebagai catatan yang dipakai untuk mengumpulkan biaya
pembuatan aktiva tetap. Dokumen ini sebagai perintah
pemasangan aktiva yang dibeli, pembongakran aktiva tetap yang
dihentikan pemakaiannya
Formulir Surat Perintah kerja (Work Order) ini menjelaskan antara
lain :
1. Departemen/Bagian yang membuat SPK
2. No SPOR yaitu nomor Surat Permintaan otorisasi reparasi
3. Tanggal SPOR yaitu tanggal Surat Permintaan otorisasi reparasi
4. No SPK : No surat perintah Kerja
5. Perincian Biaya yaitu perincian pengeluaran biaya terdiri dari :
6. Tanggal : Tanggal Pengeluaran Biaya
7. Keterangan : keterangan pengluaran biaya
8. No Bukti : No Bukti pengeluaran biaya
9. Bahan : biaya pemakaian bahan
Suku Cadang : biaya pemakaian suku cadang
10.
11. Tenaga kerja : biaya tenaga Kerja
12. Overhead/Jasa : Biaya overhead atau jasa
13. Jumlah : total biaya yang dikeluarkan
14. Bagian Reparasi& Pemeliharaan : Yang mengeerjaka
15. Departemen tehnik : Dept induk pemeliharaan & Reparasi
Otorisasi Surat Perintah Kerja ( Work Order)

Keterangan Gener Purchasi Dir. Dir Direkt


al ng Keu Ops ur
affair utama
Inv Kantor < Ya Ya Ya - -
100 jt
Perl Ops < Ya Ya - Ya -
100 jt
FixedAsset > Ya Ya - - Ya
100jt

Standar Operating Prosedur (SOP) Lainnya:


1. Standard Operating Procedure Accounting & Finance
2. Kebijakan dan Prosedur Hutang Dagang (Account Payable) - Part 1
3. Kebijakan dan Prosedur Hutang Dagang (Account Payable) - Part 2
4. Kebijakan dan Prosedur Hutang Dagang (Account Payable) - Part 3
5. Kebijakan & Prosedur Piutang Dagang (Account Receivable)
6. Kebijakan dan Prosedure Persediaan (Inventory Control)
7. Kebijakan dan Prosedure Treasury
8. Kebijakan dan Prosedure Umum Pajak
9. Kebijakan dan Prosedure Aktiva Tetap (Fixed Assets)

Jika Anda Merasa Artikel ini Bermanfaat, Anda Bisa Berlangganan Artikel Terbaru via Email, Silakan Masukkan Alamat Email
Anda di bawah ini: (Privacy Email Anda akan Kami jaga Kerahasiaannya)

Berlangganan

Delivered by FeedBurner
inShare13
Title : Kebijakan dan Prosedure Aktiva Tetap
(Fixed Assets) - SOP Part 7
Description : KEBIJAKAN DAN PROSEDUR OPERASI AKTIVA TETAP Definisi : Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud ya...
Rating : 4.5
You Might Like :

Penjelasan Kode Akuntansi Akun Pend...

Penjelasan Kode Akuntansi Akun Hut...

Penjelasan Kode Akuntansi Aktiva Te...

Penjelasan Kode Akuntansi Inter Off...

Penjelasan Kode Akuntansi Akun Paja...


0 Response to "Kebijakan dan Prosedure Aktiva Tetap (Fixed Assets) - SOP
Part 7"
Link ke posting ini
Create a Link
Newer PostOlder Post Home

FOLLOW & SUBSCRIBE US

SUBMIT ARTICLE BY RSS FEED

Submit

POPULAR POST THIS MONTH

Pengertian Pasar Modal, Instrumen Investasi, dan Broker


Kebijakan dan Prosedure Aktiva Tetap (Fixed Assets) - SOP Part 7
Kebijakan & Prosedur Piutang Dagang (Account Receivable) - SOP Part 3
Cara Paling Praktis Membuat Laporan Keuangan Perusahaan
Contoh Jurnal Akuntansi Pembelian
Standard Operating Procedure Accounting & Finance - Part 1
Penjelasan Kode Akuntansi Akun Pendapatan, HPP, & Biaya Administrasi
Klasifikasi Sistem Kode Akun Akuntansi Chart of Account-COA
Pengertian dan Tahapan Proses Siklus Akuntansi
Kebijakan dan Prosedure Persediaan (Inventory Control) - SOP Part 4

GOOGLE SEARCH ENGINE

Search

Contact | Privacy Policy | About | SiteMap |

Label Cloud
AkuntansiAsuransiBlogForexGeneralInvestmentManajemen KeuanganObligasiPeluang UsahaReksadanaSahamSEOTechnology
Recent Post
Peluang dan Strategi Bisnis Online untuk Pemula
Tips Peluang Usaha atau Bisnis Sampingan dengan Modal Kecil
Pengertian Reksadana, Jenis Portofilo dan Sasaran Utamanya
Pengertian Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan
Pengertian Akuntansi Keuangan & Standarisasi Pelaporan

Popular Post
Kebijakan & Prosedur Piutang Dagang (Account Receivable) - SOP Part 3
Peluang Usaha Penjualan Tiket Pesawat Online
Pengertian Pasar Modal, Instrumen Investasi, dan Broker
Kebijakan dan Prosedure Aktiva Tetap (Fixed Assets) - SOP Part 7
Program Kerja Presiden Terpilih Versi ANE:

Back to top!
Copyright 2014 Info Investasi | Akuntansi | Technology | Blog - All Rights
ReservedPowered by Blogger