Anda di halaman 1dari 8

Cara Berbicara dengan Seseorang

yang Belum Pernah Dijumpai


Berbicara dengan seseorang yang belum pernah dijumpai adalah hal yang mudah
bagi sebagian orang, namun sulit untuk sebagian lainnya. Rahasianya adalah jangan
terlalu lama menunggu sebelum mendekati, karena jika Anda melakukan hal
tersebut, orang lain mungkin akan berbicara lebih dahulu terhadap orang tersebut.
Jadi, tarik napas dalam-dalam, pikirkan pembuka pembicaraan yang baik, dan
lakukanlah! Tidak sesulit itu!

Bagian 1 dari 2: Pembicaraan Kecil

1
Pikirkan pembuka pembicaraan. Jika Anda akan mulai berencana untuk berbicara
dengan seseorang, Anda memerlukan pembuka pembicaraan. Pembuka
pembicaraan akan membuat orang tersebut yakin kalau Anda mengikuti isyarat-
isyarat sosial, Anda adalah orang yang bersahabat dan tertarik dengannya secara
tulus.

o Jangan selalu berpikir berlebihan. Kalimat sederhana seperti Halo,


apa kabar? atau Ini hari yang menyenangkan, apakah kursi ini ada yang
menempati? sangat bagus digunakan. Sederhana adalah hal terbaik.
1.
o Berikan komentar tentang sesuatu yang terjadi di sekitar Anda berdua.
Mungkin Anda berdua sedang berada di mal dan ia sedang berbelanja sepatu. Anda
bisa berkata kepadanya: Sepatunya bagus. Cocok kalau kamu memakainya.
o Tanyakan sesuatu yang terjadi di sekitar Anda.
o Tanyakan petunjuk jalan ke perpustakaan (dan berpura-pura akan ke
sana); tanyakan tentang waktu (dan berpura-pura kalau Anda sedang sibuk); atau
tanyakan apakah ia tahu tempat-tempat untuk makan siang/makan malam di sekitar
situ.
Iklan

Coba lakukan pembicaraan kecil. Pembicaraan kecil dianggap tidak bagus, namun
sebenarnya tidak begitu. Pembicaraan kecil memberi banyak informasi tentang
orang tersebut dan diharapkan bisa menimbulkan percakapan yang lebih berarti.
Namun, ini adalah langkah yang panjang.

o Tanyakan pada orang tersebut apa pekerjaannya dan katakan padanya


tentang pekerjaan Anda. Membicarakan pekerjaan Anda bukanlah percakapan yang
paling menarik (kecuali Anda adalah seorang penerjun profesional atau petualang
bawah laut), namun mengetahui pekerjaan orang lain bisa menjadi sesuatu yang
menarik.
o Tanyakan pada orang tersebut di mana ia dibesarkan. Pertanyaan
seperti Apakah kamu dibesarkan di sini? adalah pertanyaan dalam pembicaraan
kecil yang baik untuk ditanyakan. Pertanyaan seperti Seperti apa kota tempat kamu
dibesarkan? Adalah pertanyaan lanjutan yang bagus jika ia tidak dibesarkan di
tempat tersebut.
o Tanyakan hobinya. Cara yang baik untuk menyusun pertanyaan ini
adalah: Jadi, apa yang kamu lakukan saat senggang? Diharapkan ia memiliki hobi
yang menyenangkan dan cerita-cerita lucu untuk diceritakan.
o Jangan membicarakan cuaca, apa pun yang Anda lakukan. Tak
seorang pun yang benar-benar peduli dengan cuaca, dan ini adalah tanda kalau
Anda sedang mencoba membuat pembicaraan kecil tanpa terlibat secara pribadi.
Daripada membicarakan hujan atau matahari, coba bicarakan orang yang sedang
Anda ajak bicara.

3
Bersikaplah lucu jika bisa. Banyak orang berpikir kalau mereka lucu atau humoris
padahal sebenarnya tidak. Jika teman-teman Anda biasanya tertawa dengan simpati
pada Anda, atau orang asing tertawa untuk menghargai Anda, maka jika Anda
mencoba bersikap lucu, jangan berusaha keras. Jika Anda memang benar-benar
seorang yang lucu, jangan takut untuk mengeluarkan lelucon.

o Jangan berlebihan. Orang ini tidak tahu selera humor Anda, dan
mungkin masih mencoba meraba-raba apakah ia menyukai Anda atau tidak.
Menceritakan humor-humor kasar akan menyebabkan kesempatan Anda untuk
membuatnya terkesan bisa lenyap.

4
Perhatikan bahasa tubuh Anda. Bahasa tubuh mengatakan banyak hal tentang
kita. Bahasa tubuh bisa terlihat ketika kita bosan, cemas, senang, bahagia, atau
sedih. Pastikan Anda mengirimkan aura yang baik dengan bahasa tubuh pada
teman baru Anda.

o Peliharalah kontak mata. Lihat mata orang lain, setidaknya sekali-


sekali, ketika Anda berbicara. Jangan memandang kaki Anda atau melihat kejauhan.

o Tersenyumlah selalu. Anda tidak perlu terus-menerus tersenyum,


namun usahakan untuk tersenyum dengan tulus, bahkan jika senyum tersebut tidak
menggambarkan perasaan Anda.
o Kendalikan tangan Anda. Jangan resah sambil memainkan tangan.
Lebih penting lagi, jauhkan tangan Anda dari orang tersebut. Ingat: Ia belum
mengenal Anda, dan Anda tidak ingin terlihat terlalu bersahabat.
o Bicaralah dengan pelan dan tertawalah saat mendengar leluconnya
(bahkan jika tidak lucu). Tenangkan diri dengan berbicara pelan. Tampaknya
terdengar aneh, namun sebenarnya biasa. Bersikaplah baik dan tertawalah saat
mendengar lelucon konyolnya, bahkan jika tidak lucu.
Iklan

Bagian 2 dari 2: Memperpanjang Percakapan

1. 1

Jangan lupa untuk berbagi informasi tentang diri Anda. Anda tidak perlu selalu
menunggu orang lain bertanya pada Anda untuk membicarakan diri Anda.

o Hubungkan pengalaman yang mereka ceritakan dengan pengalaman


yang Anda miliki.
Jika orang lain membicarakan tentang bermain ski di akhir
pekan, Anda bisa berkata: Wah, saya cemburu. Saya mencoba pergi Desember
lalu, tapi kami tidak bisa melihat apa-apa setelah terjadi badai salju yang parah.
Bagaimana saljunya?
Berikan informasi yang sesuai dengan alur percakapan.
Semakin lama, Anda bisa bisa terhindar dari hal-hal yang tidak berhubungan karena
sudah semakin jauh melakukan percakapan:
Jika orang tersebut sedang membicarakan mertuanya yang
menyebalkan, Anda bisa berkata seperti: Saya tahu, untuk mengenali mertua
adalah hal yang cukup sulit. Sebenarnya ada cerita lucu, tentang malam pernikahan
saya, ketika ayah saya mengira seorang pelayan bar adalah ayah mertua saya...

2
Ceritakan berbagai cerita. Cerita memberikan kesempatan pada orang lain untuk
jeda dari pembicaraan sambil mendorongnya untuk terbuka. Menceritakan cerita
yang mendorong pembicaraan yang lebih jauh adalah menjaga keseimbangan yang

sempurna antara kegembiraan dan kerendahan hati. Ceritakan cerita yang


menyenangkan, namun jangan sampai terkesan sombong.

Carilah suatu kesamaan. Ada sesuatu yang mengikat jika pernah mengalami hal
yang sama atau mengalami sesuatu yang spesial bersama-sama. Kita ingin orang
lain memahami kita, dan menemukan kesamaan adalah cara bagi orang lain untuk
memahami kita.

Kesamaan yang bisa diterima secara sosial untuk dibicarakan


adalah: sekolah (level apa pun), tanah kelahiran, panutan, kesukaan pribadi
(makanan favorit, tujuan wisata, film, tim olahraga, dan lain sebagainya), latar
belakang, tujuan, dan banyak lagi. Karena alasan apa pun, jika Anda merasa orang
tersebut kelihatan tertekan karena pengalaman yang sama, jangan bicarakan lagi
hal tersebut.
Jauhi pembicaraan tentang agama dan politik. Meskipun agama
dan politik adalah topik yang bisa diterima untuk dibicarakan, namun keduanya
dianggap sebagai masalah kontroversial dan seringkali menimbulkan tanggapan
emosional yang kuat. Tunggulah hingga pertemuan ketiga atau keempat untuk
membicarakan masalah agama dan politik.

4
Bersikap tulus. Tak masalah jika sedikit bergurau, namun ketulusan harus menjadi
sesuatu yang Anda tunjukkan pada orang tersebut selama percakapan. Bersikap
tulus menunjukkan kalau Anda sedang menunjukkan diri Anda sebenarnya. Ini
merupakan simbol perdamaian, sebuah pemberian kepercayaan.

Jika Anda banyak bergurau, lanjutkan lelucon Anda dengan


frasa seperti Tidak, sejujurnya.., atau Saya cuma bercanda, kalau kamu mau tahu
yang sebenarnya... Frasa-frasa ini menunjukkan kemampuan untuk beralih dari
bersikap lucu menjadi bersikap tulus secara halus.
Tak masalah untuk bersikap lemah, jika Anda
tidak merasa lemah dengan hal itu. Apa artinya? Ini berarti tak masalah jika Anda
berbagai sesuatu yang tidak biasa Anda bagi dengan orang lain (diagnosis kanker,
ketakutan dengan tempat terbuka, dan lain sebagainya) jika Anda tidak bersikap
takut, terganggu, atau emosional dengan hal tersebut. Nyatanya, orang suka jika
Anda bersikap lemah dengan cara yang tenang. Hal ini menunjukkan pada mereka
betapa nyata Anda sesungguhnya.

5
Ketahui kapan harus mengakhiri percakapan. Percakapan seperti halnya tanggal:
Ada permulaan, pertengahan, dan akhir, dan percakapan tersebut tidak berlangsung
selamanya. Ketahui kapan waktunya untuk mengakhiri percakapan dan beralih ke
hal selanjutnya. Mengakhiri percakapan adalah hal yang alami untuk dilakukan; ini
bukan berarti Anda gagal.

Jika Anda melakukan pembicaraan selama 15-30 menit dengan


seseorang yang belum pernah dijumpai sebelumnya, Anda sudah melakukan tugas
yang baik. Anda mungkin mulai kehabisan bahan pembicaraan untuk berkata atau
bertanya, yang mana hal tersebut normal. Akhiri percakapan dengan berkata
Senang bertemu denganmu. Mungkin kita bisa ngobrol lagi lain waktu? dan
bertukar nomor ponsel jika orang tersebut terlihat senang.
Jika Anda melakukan pembicaraan selama lebih dari 30 menit,
Anda benar-benar bisa bergaul dengan orang ini. Anda mungkin berbagi banyak
kesamaan dan bisa klop. Namun, hal ini bukan berarti Anda harus berbicara
semalaman atau memonopoli seluruh waktunya. Jika percakapan mengalir apa
adanya, lanjutkan. Jika percakapan mulai mereda, carilah cara untuk berpamitan
dengan halus. Karena sudah bisa bergaul dengannya, Anda akan selalu memiliki
kesempatan untuk berbicara lagi.
Persahabatan membutuhkan waktu. Anda mungkin tidak akan
menghentikan percakapan pertama dan mengira sudah mendapatkan teman atau
menciptakan musuh. Hal-hal seperti ini membutuhkan waktu. Berkumpullah bersama
orang-orang yang mana Anda bisa berbicara baik dengan mereka. Hal ini mungkin
memakan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun
sebelum persahabatan Anda menjadi kuat.

Iklan

Tips
Jika ia terlihat tidak nyaman, maka berikan ruang untuknya dan tenangkan.

Berlatihlah tersenyum dan berkata Halo pada setiap orang asing yang Anda
temui. Anda akan terkejut dengan betapa banyaknya orang yang merespons secara
positif. Hal ini akan membangun tingkat kenyamanan dan membantu Anda agar
lebih santai. Dan Anda mungkin bisa menambah teman baru dalam proses ini.

Ingat apa yang mereka katakan, dan bicarakan hal tersebut pada waktu lain
ketika Anda berbicara padanya. Hal tersebut akan menunjukkan kalau Anda
memperhatikan.

Ketika Anda mengenal seseorang, maka ia menjadi lebih nyaman dengan


Anda. Rahasianya adalah tidak pernah memaksakan tingkat kenyamanannya.

Jangan pernah menanyakan informasi yang terlalu pribadi, seperti orang yang
sedang disukainya, karena ia bisa merasa tidak nyaman berbicara dengan Anda.

Ingat; orang yang Anda ajak bicara mungkin juga pemalu.

Jangan diambil hati jika orang tersebut arogan, sarkastik, tidak dewasa, atau
kasar memberi jawaban. Ini adalah tanda ketidakdewasaan secara emosional dan
biasanya merupakan mekanisme pertahanan diri yang keliru diadaptasi. Orang-
orang yang percaya diri dan mengaktualkan diri akan selalu sopan namun tegas
bahkan jika didekati dengan seseorang yang tidak membuat mereka berminat untuk
mengajaknya bicara. Tertawa saja jika ia menceritakan sebuah lelucon dan abaikan,
jangan diperhatikan. Tentu saja ia tidak menceritakan lelucon; dia sendiri yang
menjadi leluconnya.
Tertawalah saat mendengar leluconnya.
Kaus dengan tulisan, pin bertuliskan tema-tema politik atau sosial, atau pesan
terbuka apa pun yang mereka kenakan adalah pembuka percakapan yang alami.
Jika Anda memiliki topik yang sama dengannya, pujilah kaus atau pin tersebut dan
bicarakan topik tersebut. Jika Anda sangat tidak setuju, berhati-hatilah untuk
menghindari subjek tersebut atau bersabarlah dan sepakatlah dengan
ketidaksetujuan tersebut jika ia membicarakannya. Ia tidak akan memakainya jika
tidak peduli. Atau ia akan menjelaskannya. Oh, ini? Ini kaus teman sekamar saya, ia
sedang membicarakan tema ini dan saya meminjamnya karena butuh kaus bersih.
Mulailah berbicara padanya dengan jarak yang aman, namun tidak terlalu
jauh sehingga ia tidak bisa mendengar Anda. Ketika ia merasa lebih nyaman, Anda
bisa maju lebih dekat.

Jika mereka sudah berbicara dengan orang lain, pertimbangkan, apakah


mereka menginginkan Anda untuk menunda masuk ke percakapan tersebut.
Biasanya, jika orang berada di lingkungan yang akrab atau melakukan kontak mata
langsung, maka kelompok tersebut tidak siap menyambut orang baru. Jika mereka
berada di lingkungan yang berjarak, maka hal tersebut biasanya merupakan
undangan bagi orang lain untuk bergabung dengan kelompok tersebut.

Bersikap tenang saat berkomunikasi; tarik napas dalam-dalam sebelum


menghampiri orang tersebut.

Perhatikan bahasa tubuh mereka. Bahasa tubuh berbicara banyak.


Iklan

Peringatan
Sebagian orang bersifat pemalu dan mungkin tidak ingin berbicara dengan
Anda. Orang-orang seperti ini tidak bermaksud kasar dan Anda tidak boleh keliru-
mereka hanya takut berbicara dengan orang asing.
Jangan ragu sebelum Anda mendekatinya, baik melakukannya secara santai
atau maju terus. Sangat aneh jika ada seseorang memandang Anda selama
beberapa menit sebelum ia berlalu.