Anda di halaman 1dari 4

BAB II

ANALISIS SWOT
2.1 Tabel Analisis SWOT

Strengthness Weakness Opportunities Threats


Citarasa Berbeda Produk mudah Belum banyak Mudah ditiru
lempem dipasaran
Bahan Mudah didapat Produk tidak tahan Segmen Pasar Mudah
lama Bergeser
Pembuatan produk Manajemen waktu
mudah

2.2 Analisis SWOT

Analisa SWOT merupakan suatu bentuk instrumen perencanaan yang terdapat dalam
organisasi atau dalam manajemen perusahaan yang secara sistematis dapat membantu dalam
upaya penyusunan suatu rencana yang matang, baik itu untuk tujuan jangka pendek ataupun
jangka panjang. Analisis SWOT juga dapat juga diartikan sebagai sebuah bentuk analisa situasi
dan kondisi yang bersifat deskriptif. Dalam hal ini analisa situasi dan kondisi berperan sebagai
faktor masukan, kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Analisis
SWOT yang terdiri dari Strength (kekuatan) , Weakness (Kelemahan) Opportunity (Kesempatan)
dan Threat (Ancaman) digunakan untuk startegi pemasaran sebuah produk. Kami menilai
Kekuatan produk Crysis (Krisis Sosis)

Berdasarkan pembuatan produk Crysis, kelompok kami menemukan beberapa hal yang dapat
dijadikan sebagai analisis SWOT

Kekuatan

Citarasa Berbeda

Produk Crysis merupakan produk yang terbuat dari olahan sosis. Olahan sosis yang kerap
dijumpai pada saat umumnya hanya terbatas pada olahan sosis biasa yang langsung disajikan
dengan cara digoreng. Rasa yang dihasilkan pun hanya sebatas rasa dari olahan ayam dari sosis
dan dengan penambahan sedikit bumbu, untuk itu kelompok kami menmoidifikasi tampilan
olahan sosis dengan menambahkan tepung yang dilumuri pada olahan sosis agar memberikan
penampilan baru dan tentunya citarasa yang berbeda.

Bahan Mudah Didapat dan Biaya Murah

Produk Crysis dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang mudah untuk dijumpai. Hal tersebut
menjadi keukatan dalam produk Crysis karena tidak perlu kesulitan mencari bahan, biaya
pembelian bahan pun cukup terjangkau.

Proses Pembuatan Mudah

Selain bahan yang dapat dengan mudah ditemukan, Proses pembuatan produk Crysis pun
terbilang cukup praktis untuk dibuat. Hal tersebut menjadi salah kekuatan yang dimiliki dalam
pembuatan produk Crysis karena proses pembuatannya yang praktis dapat mengefisiensikan
waktu dan tenaga

Kelemahan

Melihat sisi dari dalam produk Crysis memiliki beberapa kendala yang dapat dikategorikan
menjadi kelamahan, diantaranya:

Produk Mudah Lempem

Hal utama yang menjadi kelemahan produk Crysis yaitu produk mudah melempem atau berubah
bentuk. Produk crysis yang kami produksi belum memiliki kemasan/package sehingga kondisi
lingkungan tentu mempengaruhi keadaan produk dan membuat produk menjadi berubah
bentuk/tekstur , sehingga bila semakin lama produk didiamkan maka akan kurang menarik dan
dapat menurunkan daya beli konsumen.

Produk tidak tahan lama


Umumnya olahan sosis sulit untuk bertahan lama, apalagi bila tidak dijaga dalam keadaan yang
sesuai. Produk Crysis hanya bisa bertahan kurang lebih 24 jam (apabila tidak dipanaskan), hal
itu menyebabkan produk yang tersisa dari penjualan tidak bisa dijual kembali kes-esokan
harinya karena kandungan gizi yang ada dalam olahan sosis dan tepung akan berkurang dan
kurang baik untuk tetap dikonsumsi.

Peluang

Belum banyak di Pasaran

Saat ini produk olahan sosis masih terbatas pada sosis biasa, dan belum terdapat produk lain
yang menyamai produk penampilan seperti produk Crysis yang kelompok kami inisaskan. Hal
tersebut menjadi peluang bagi kelompok kami untuk dapat menarik perhatian konsumen untuk
melirik produk inovasi baru yang kelompok kami ciptakan.

Ancaman

Mudah Ditiru

Proses pembuatan produk yang terbilang mudah menjadi ancaman produk kami mudah disaingi
oleh para pelaku usaha, hal ini dapat berpengaruh terhadap pendapatan yang kami peroleh dan
penurunan konsumen yang beralih kepada pelaku usaha (pesaing lain).

Segmen Pasar Mudah Bergeser

Minat konsumen yang sering mengikuti tren pasar (tidak jarang dalam hal pangan) membuat
juga dapat menjadi ancaman yang tidak bisa diremehkan. Aplagi dewasa ini pelaku usaha
semakin kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk pangan yang dapat menarik perhatian
konsumen. produk makanan makin berkembang yang makin berkembang dan kreatif dapat
membuat produk Crysis tergantikan dengan olahan-olahan makanan yang baru
BAB IV STUDI KELAYAKAN

4.1 Lokasi

Lokasi yang kami pilih sebagai pemasaran produk Crysisi saat ini baru tersebar dalam lingkup
Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, tempat penjualannya kami fokuskan di kantin Fakultas
tersebut dengan sistem penitipan produk pemasaran

4.2 Sarana dan Fasilitas Teknologi

Langkah selanjutnya dalam penentuan kelayakan suatu rencana bisnis adalah menganalisis
aspek teknis dan teknologi. Evaluasi aspek teknis ini mempelajari kebutuhan-kebutuhan teknis
bisnis, seperti penentuan kapasitas produksi, jenis teknologi yang dipakai, pemakaian peralatan
dan mesin, Pembuatan produk crysis tidak memerlukan saranan dan fasilitas teknologi yang
canggih, produk crysisi dapat dibuat dengan menggunakan alat-alat yang masih menjadi
kebutuhan dapur (seperti kompor, lemari es)
4.3 Sumber daya manusia

Berdasarkan hasil analisis manajemen sumber daya manusia diatasuntuk pembuatan produk
Crysis yang dibuat dengan target 67 tusuk per/hari belum membutuhkan tenaga sumber daya
yang banyak, Produk Crysis saat ini dioolah oleh 3 orang yang merupakan pengagas dari produk
Crysis.