Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PRODUKSI KELINCI

Pemeliharaan Kelinci Pra Sapih

Oleh :

Kelas :B

Kelompok :8

Ihwannudin Faizal 200110140288

Deddy Indratama 200110140289

Anintya Rizqi A 200110140291

Teiza Nadvira 200110140294

Ari Abdulah S 200110140297

Afifah Maulidah 200110140300

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

SUMEDANG

2017
ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subbhana Wata Ala yang

telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan makalah Produksi Kelinci. Kemudian shalawat beserta salam kita

sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad Solallohu Alaihi Wassalam yang

telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Quran dan sunnah untuk keselamatan

umat di dunia.

Makalah ini merupakan salah satu tugas pada mata kuliah Produksi

Kelinci di program studi Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas

Padjadjaran. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada bapak Dr. Sauland Sinaga, S.Pt, M.Si. selaku dosen pembimbing

mata kuliah Produksi Kelinci yang telah memberikan bimbingan serta arahan

selama penulisan makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa masih sangat banyak terdapat kekurangan-

kekurangan dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu penulis mengharapkan

kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Sumedang, April 2017

Penulis

ii
iii

DAFTAR ISI

BAB Halaman

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Rumusan Masalah 1

1.3. Tujuan .................... 1

II PEMBAHASAN 2

2.1. Kelinci Pra Sapih 2

2.2. Pemeliharaan Kelinci Pra Sapih 2

2.3. Mortalitas Kelinci Pra Sapih 5

III KESIMPULAN 7

3.1. Kesimpulan 7

DAFTAR PUSTAKA iv

iii
1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .

Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan

pangan dan sebagai hewan percobaan. Kelinci merupakan satu hewan ternak yang

mempunyai banyak manfaat, mulai dari binatang hias, penghasil kompos dari

kotoran/fesesnya, tulangnya digunakan sebagai bahan tepung tulang, penghasil

daging yang mempunyai gizi tinggi serta rambut dan kulitnya dapat digunakan

sebagai bahan kerajinan. Dalam peternakan kelinci, kelangsungan hidupnya akan

sangat tergantung perhatian dan tatalaksana pemeliharaan dari peternaknya. Jenis,

jumlah, dan mutu pakan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan,

perkembangan, kesehatan, dan produksi. Tatalaksana pemeliharaan yang tepat

disesuaikan dengan fase serta umur produksi.

1.2 Rumusan Masalah

(1) Apakah pengertian kelinci prasapih?

(2) Bagaimana pemeliharaan kelinci prasapih?

(3) Berapa mortalitas dari kelinci prasapih dan apa saja faktor yang

mempengaruhi mortalitas kelinci prasapih?

1.3 Tujuan

(1) Mengetahui pengertian kelinci prasapih.

(2) Mengetahui pemeliharaan kelinci prasapih.

(3) Mengetahui mortilitas dari kelinci prasapih dan faktor apa sajayang

mempengaruhi mortaltalitas kelinci prasapih.


2

II

PEMBAHASAN

2.1 Kelinci Pra Sapih

Kelinci pra sapih adalah kelinci setelah dilahirkan sampai dengan disapih.

Periode pra-sapih merupakan periode yang penting dan sangat menentukan

performans kelinci selanjutnya. Kelinci periode pra-sapih memerlukan air susu

yang baik kualitasnya dan cukup jumlahnya. Setelah anak kelinci berumur 40

hari, maka anak kelinci tersebut sudah bisa untuk di pisahkan dari sang induk atau

bisa di sebut Sapih. Di usia ini, anak kelinci sudah mampu mencerna semua

makanan,baik pakan utama, pakan tambahan dan pakan lain seperti pakan dari

biji-bijian sebagai pelengkap gizi dan protein.

2.2 Pemeliharaan Kelinci Pra Sapih

A. Anak kelinci umur 3 hari

Anak-anak kelinci pada umur kurang dari seminggu masih terlihat sangat

lemah, mereka biasanya bergerombol di dalam selimut bulu induknya untuk

mencari kehangatan. Anak anak kelinci sangat suka tidur bergerombol saling

tumpang tindih, namun tidak perlu khawatir bahwa anak-anak kelinci mati jika

melihat kondisi seperti ini. Satu hal yang arus diingat adalah jangan pernah

memegang anak-anak kelinci tersebut dengan tangan kosong, karena hampir 90%

induk tidak akan menyusui anak anaknya jika sudah berbau tangan manusia.

Gunakan kain atau tissue jika memegang anak kelinci terutama untuk anak-anak

kelinci di bawah umur 4 minggu.

Meskipun anak anak kelinci dapat dipegang dengan menggunakan kain atau

tissue sangat tidak menganjurkan jika kegiatan ini dilakukan tanpa ada tujuan

yang jelas (hanya sekedar ingin tahu atau memuaskan rasa penasaran ), sebab
3

induk kelinci yang merasa terganggu dan stres akan mogok menyusui bahkan jika

merasa terancam sang induk bisa menjadi kanibal memakan anak-anaknya sendiri.

Catatan khusus: induk kelinci hanya menyusui anak-anaknya pada saat-saat

tenang, dan biasanya dilakukan pada malam hingga pagi hari. Dalam sehari

kegiatan induk dalam menyusui dilakukan paling banyak hanya 2 kali saja, dan ini

sudah sangat cukup bagi perkembangan pertumbuhan anak-anaknya.

B. Anak kelinci umur 10 hari

Anak-anak kelinci pada umur 10 hari sudah mulai ditumbuhi bulu dan

coraknya sudah mulai terlihat jelas. Pada umur ini anak-anak kelinci sudah mulai

dapat berjalan namun masih terlihat sempoyongan. Pada umur 15 hari kelopak

mata anak anak kelinci sudah mulai terbuka, pemberian pakan rumput muda yang

dilayukan sudah dapat diberikan dalam jumlah yang sangat sedikit untuk

menghindari anak anak kelinci mengkonsumsi rumput kering, bulu dan material

lain yang ada di dalam kotak sarang mereka. Pada umur ini anak-anak kelinci

mulai menunjukkan nafsu makan yang rakus dan selalu merasa lapar.

C. Anak kelinci umur 25 hari

Pada umur ini anak-anak kelinci sudah dapat berjalan dan mulai keluar dari

dalam kotak sarangnya, ini merupakan masa berbahaya dan kondisi kandang harus

benar benar diperhatikan kebersihan dan keamanannya. Kasus yang sering terjadi

adalah anak-anak kelinci sudah mulai ikut makan bersama sang induk dan ini

biasanya menimbulkan masalah seperti: makan terlalu banyak padahal sistem

pencernaan mereka belum terlalu kuat (pemberian pakan pada induk harus juga di

sesuaikan dengan kondisi anak-anaknya yang mulai belajar makan), Anak-anak

sudah mulai bisa mengejar induknya pada saat lapar dan haus untuk mendapatkan
4

air susu sehingga bisa mengakibatkan anak-anak kelinci terinjak induk (pada

umur ini induk sudah mulai kewalahan dengan perilaku anaknya sehingga

cenderung menghindari kejaran anak-anaknya), udara diluar kotak sarang lebih

dingin dari pada udara di dalam kotak sarang sering mengakibatkan anak-anak

kelinci terkena kembung (pada saat udara dingin dan malam hari ada baiknya

tercipta kondisi kandang yang hangat), alas kandang yang terlalu lebar jarak

pembuangan kotoran dapat mengakibatkan kaki anak kelinci terperosok dan bisa

berakibat cedera (sediakan alas khusus untuk anak anak kelinci seperti pada

gambar yang saya sertakan).

D. Anak kelinci belajar makan

Anak-anak kelinci pada umur 2 minggu keatas sudah mulai belajar makan,

namun demikian disarankan agar pemberian makan hanya rumput muda agar

mudah di cerna, selain itu pemberian pakan juga tidak boleh berlebih karena

selain organ pencernaan masih belum kuat, anak-anak kelinci sampai umur 60

hari asupan gizinya masih tergantung dari air susu induknya. Pada umur 30 hari

anak-anak kelinci sudah mulai dapat dipisahkan dari induknya secara bertahap.

Untuk tahap awal pada pagi hari anak anak kelinci dapat dipisahkan beberapa jam

dari sang induk, kegiatan seperti ini bisa dilakukan hingga beberapa hari. Tahap

selanjutnya anak anak dapat dipisahkan hingga sore hari dan kegiatan ini bisa

dilakukan selama satu minggu. Tahap ketiga pisahkan anak kelinci selama sehari

dan pertemukan dengan induknya hanya beberapa jam, jika sang induk mulai

menolak anak-anaknya dapat dibantu dengan mendekatkan anak pada induk

sambil memberikan sedikit belaian kepada induk dan anak-anaknya. Hal ini

dilakukan agar anak tidak merasa dibenci sang induk tetapi lebih karena tuntutan

keadaan agar anak anaknya mandiri. Lakukan tahap ini sampai sang anak benar-
5

benar mulai mandiri dan mulai bisa melupakan induknya. Pada tahap terakhir

anak anak kelinci sudah harus dapat dipisahkan dan mulai diletakkan pada

kandang tersendiri untuk kelinci lepas sapih hingga berumur 3-4 bulan. Kelinci

pada masa lepas sapih harus benar benar terjamin asupan makannya karena

mereka sudah tidak lagi menyusui sehingga perkembangan pertumbuhannya

murni tergantung dari asupan pakan yang diberikan. Catatan Khusus: Pemisahan

anak-anak kelinci dari induknya pada masa transisi sebaiknya tidak dilakukan

pada malam hari hal ini selain untuk menghindari udara dingin juga memudahkan

melakukan pengontrolan pada kondisi sang anak.

2.3 Mortalitas Kelinci Pra Sapih

Jumlah mortalitas kelinci juga masih tinggi terutama pada masa prasapih.

Sebagai contoh tingkat mortalitas pra sapih kelinci jenis Rex baik yang dipelihara

secara intensif maupun di peternak dataran tinggi, bisa mencapai 26-59% (Raharjo

dkk., 1993; Sastrodiharjo dkk., 1994). Kelinci NZW mempunyai daya tahan hidup

yang lebih tinggi, tingkat mortalitas masih lebih rendah dari Rex, sama atau lebih

tinggi dari kelinci lokal yaitu 15-28% (Sitorus dkk., 1982; Gultom dan Aritonang,

1988; Sartika dan Diwyanto, 1986).

Mortalitas anak kelinci terutama pada masa prasapih dapat dipengaruhi oleh

banyak faktor diantaranya adalah faktor genotip induk, keadaan induk (umur dan

bobot induk, litter size, remating interval, produksi susu, umur dan bobot anak

lepas sapih), managemen pemeliharaan, dan kondisi lingkungan (iklim, suhu, dan

angin) (Rashwan & Marai, 2000). Jumlah produksi dan kualitas susu yang rendah

akan menyebabkan anak kelinci masih merasa lapar dan gampang sakit sehingga

angka mortalitas meningkat. Air susu merupakan sumber makanan satu-satunya

bagi anak kelinci selama berumur 21 hari setelah lebih dari 21 hari anak kelinci
6

akan keluar dari kotaknya dan mulai memakan makanan induknya (Maertens dkk,

2006). Susu induk juga sumber imunitas tubuh pertama yang masuk saluran

pencernaan pada awal kehidupannya sehingga anak kelinci akan lebih tahan

terhadap penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa mortalitas anak kelinci saat lahir

hingga umur 21 hari berkaitan erat dengan produksi air susu induk sebagai sumber

makanan dan sumber imunitas utama.

A. Faktor faktor yang menyebabkan kematian anak kelinci

Hal-hal yang menyebabkan kematian anak kelinci dibawah usia 60 hari

tinggi, dikarenakan :

1. Anak kelinci disapih dibawah usia 45 hari.

2. Penggantian pakan pada usia dibawah 60 hari tidak boleh mendadak.

3. Perjalanan jauh bagi kelinci dibawah umur 60 hari adalah penderitaan,

terlebih cuaca panas tanpa makan dan minum

4. Adanya predator.

5. Umur yang berbeda dalam satu kandang.


7

III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

(1) Kelinci pra sapih adalah kelinci setelah dilahirkan sampai dengan disapih.

Periode pra-sapih merupakan periode yang penting dan sangat menentukan

performans kelinci selanjutnya.

(2) Pemeliharaan kelinci di dasarkan pada kebiasaan kelinci dan juga umur

kelinci. Semakin muda umur kelinci pemeliharaannya pun semakin

memerlukan perhatian khusus karena tingkat mortalitasnya tinggi.

(3) Mortalitas kelinci masa prasapih jenis Rex baik yang dipelihara secara

intensif maupun di peternak dataran tinggi, bisa mencapai 26-59%.

Mortalitas anak kelinci terutama pada masa prasapih dapat dipengaruhi

oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor genotip induk, keadaan induk

(umur dan bobot induk, litter size, remating interval, produksi susu, umur

dan bobot anak lepas sapih), managemen pemeliharaan, dan kondisi

lingkungan (iklim, suhu, dan angin)


ii

DAFTAR PUSTAKA

Gultom, D. dan D. Aritonang. 1988 . Pengaruh bentuk "nest box" terhadap daya
hidup anak kelinci. Dalam Proc . Seminar Nasional Peternakan dan Forum
Peternak Unggas dan Aneka Ternak 11 . pp. 413-419

Laurentius. 2010 . Pertumbuhan Anak Kelinci. http://kingsrabbit.


blogspot.co.id/2010/08/pertumbuhan-anak-kelinci.html. Diakses : Minggu,
16 April 2017 pukul 09.56 WIB

Maertens L, Lebas F, Szendro ZS. 2006. Rabbit milk: a review of quantity, quality
and non-dietary affecting factors. World Rabbit Sci. 14:205-230.

Raharjo, Y.C., F.X . Wijana, dan T. SARTIKA. 1993 . Pengaruh jarak kawin
setelah beranak terhadap performans reproduksi kelinci Rex. Ilmu dan
Peternakan 6(1) :27-31 .

Rashwan AA, Marai IFM. 2000. Mortality in young rabbits: A Review. World
Rabbit Sci. 8:111-124.

Sartika, T. dan Diwyanto, K. 1986. Pengaruh tatalaksana penggunaan box


beranak sapihan pertumbuhan dan mortalitas anak kelinci.Ilmu dan
Peternakan 2(3) :113-116.a

Sastrodiharjo, S., Y.C . Raharjo,, dan T. Sartika. 1994 . Pengaruh macam pakan
dan tingkat kelahiran anak terhadap penampilan reproduksi induk kelinci
Rex di dataran tinggi desa Pandansari, Brebes. Proc. Pertemuan Nasional
Pengolahan dan Komunikasi Hasil-hasil Penelitian. Semarang, 8-9 Februari,
pp. 358-365.

Sitorus, P., S. Sastrodiharjo, Y.C. Raharjo, I.G . Putu, Santoso, dan A. Nurhadi.
1982 . Budidaya Peternakan Kelinci di Jawa. Laporan, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Peternakan, Bogor.

iv