Anda di halaman 1dari 5

RESONANSI ELASTIS GAS

Ressa Muhripah Novianti* (140310140021)


Busrifa Laras Depi (140310140015)
Program Studi Fisika FMIPA
Universitas Padjadjaran
Selasa, 08.00 10.00 WIB
11 April 2017

Asisten : Vita Meilani

Abstrak

Resonansi elastis gas bertujuan untuk menentukan nilai konstanta Laplace atau perbandingan nilai
kapasitas kalor saat tekanan tetap (Cp) dan kapasitas kalor saat volume tetap (Cv). Perbandingan Cp/Cv
ini merepresentasikan seberapa besar sifat keelastisan suatu gas. Hal ini dilakukan dengan mengamati
peristiwa resonansi yang terjadi pada gas dengan cara memasukkan piston ke dalam tabung yang berisi
gas dan memberikan pengaruh medan magnet luar melalui kumparan sehingga terjadinya pergerakan
osilasi dari piston. Resonansi akan terjadi ketika nilai frekuensi medan magnet sama dengan frekuensi
alamiah gas. Dari hasil percobaan di dapatkan nilai yaitu 0.948 4.831 untuk keadaan kran buka
tutup dan 2.610 12.105 untuk keadaan kran tutup-tutup. Nilai ini dipengaruhi oleh nilai frekuensi
resonansi dan jumlah atom dalam molekul gas tersebut yaitu monoatomik, diatomik, atau bahkan lebih
dari itu. Bila dibandingkan hasil percobaan dengan literatur yaitu 5/3 untuk monoatomik didapatkan
besarnya kesalahan relatif (KSR) 18.985% - 626.73%.

Kata kunci: resonansi, gas, konstanta Laplace, medan magnet.

I. Pendahuluan 2. Partikel-partikel gas bergerak dengan laju dan


arah yang beraneka ragam, serta memenuhi
Kalor jenis merupakan nilai yang menunjukkan hukum gerak Newton.
karakteristik suatu zat yang dalam menyerap kalor 3. Partikel gas tersebar merata pada seluruh bagian
tiap satu satuan derajat kenaikan suhu. Semakin ruangan yang ditempati.
tinggi nilai kalor jenisnya, maka itu berarti zat 4. Tidak ada gaya interaksi antar partikel kecuali
tersebut mampu menyerap kalor lebih banyak tiap ketika partikel bertumbukan.
satu satuan derajat kenaikan suhu yang sama 5. Tumbukan yang terjadi antar partikel atau antara
dibanding dengan zat lain. partikel dengan dinding wadah adalah lenting
Terdapat dua jenis kapasitas kalor yaitu kapasitas sempurna.
kalor pada saat volume tetap (Cv) dan kapasitas 6. Ukuran partikel sangat kecil dibandingkan jarak
kalor pada saat tekanan tetap (Cp). Untuk suatu antara partikel, sehingga bersama-sama
keperluan tertentu, kita dapat menentukan nilai rasio volumenya dapat diabaikan terhadap volume
antara Cp dan Cv pada suatu gas dengan melihat ruang yang ditempati.
proses resonansi pada gas. Rasio perbandingan
antara Cp dan Cv disebut dengan konstanta Laplace. 2.2. Resonansi
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan Resonansi adalah suatu peristiwa bergetarnya
konstanta perbandingan panas jenis Cp dan Cv gas suatu benda karena ada benda lain yang bergetar
() yang disebut dengan konstanta Laplace. akibat memiliki frekuensi yang sama atau kelipatan
bilangan bulat dari frekuensi tersebut.[1] Pada
percobaan ini suatu zat yang beresonansi adalah gas
II. Teori Dasar pada peristiwa piston magnetik dalam tabung yang
diberikan pengaruh medan magnet luat melalui
2.1. Gas Ideal kumparan. [3]
Gas ideal merupakan gas yang dengan tepat
memenuhi hukum Boyle dana hukum Gay-Lussac: 2.3. Piston Magnetik
= .........(1) Piston magnetik dimasukkan ke dalam tabung
Persamaan tersebut merupakan persamaan gas gelas yang berisis gas tertentu. Piston magnetik akan
ideal. Teori kinetik gas ideal didasarkan atas bergerak secara periodik karena adanya medan
beberapa anggapan [2]: magnet yang ditimbulkan oleh kumparan kawat.
1. Gas terdiri atas partikel-partikel yang jumlahnya Sehingga membuat gas yang berada di dalam tabung
sangat banyak. mengalami penekanan dan pemuaian yang terjadi
dalam keadaan adiabatik, dimana tidak ada kalor
yang masuk ataupun keluar dari sistem.
Perubahan volume maupun tekanan pada gas
yang terdapat dalam tabung menyebabkan terjadinya
osilasi pegas gas harmonis yang kontinyu hal ini
dikarenakan frekuensi dari medan magnet yang
menggerakan piston sama dengan frekuensi alamiah
dari osilasi pegas gas. Periode osilasi ini akan
memenuhi persamaan :
2
=
........(2)
Gambar 1. Skema Alat Resonansi Elastis Gas
T = periode (s)
A = luas penampang kolom gas (2 )
m = massa piston magnetik (kg) IV. Hasil dan Pembahasan
P = tekanan gas
= Cp / Cv (konstanta Laplace) Pada percobaan didapatkan data berupa frekuensi
V = volume kolom gas (3 ) resonansi untuk berbagai tinggi kumparan, dan
amplitudo dari resonansi yang terjadi. Kemudian
2.4. Konstanta Laplace dicari besarnya periode (T), Cp/Cv (), kesalahan
Konstanta Laplace merupakan suatu nilai relatif (KSR) antara percobaan dan literatur,
perbandingan antara kapasitas kalor jenis pada saat kemudian antara percobaan dengan grafik.
tekanan tetap (Cp) dan kapasitas kalor jenis pada saat Dengan menggunakan perumusan :
volume tetap (Cv). Nilai ini merepresentasikan 1
seberapa besar sifat keelastisan suatu gas.[4] 1. = ......(3)
Contoh :
1 1
III. Metode Percobaan = = = 0.099 sekon
10.10

Alat dan Bahan 4 2


Alat percobaan yang digunakan yaitu tabung 2. = ......(4)
2 2
gelas berskala dilengkapi pemegang tabung, kran Contoh :
pembuka/penutup tabung, dan statif. Piston 42 (0.008852)(0.00007)
magnetik sebagai alat untuk memberikan tekanan = (0.099)2 (0.0001506)2 (1.027105 )
= 1.070
atau pemampatan gas didalam tabung gelas.
Kumparan dan pemegangnya untuk memberikan 3. KSR percobaan dengan literatur
pengaruh medan magnetik, osiloskop RC untuk = |

100% ......(5)
|
mengatur frekuensi resonansi, dan yang terpenting
adalah gas yang bertindak sebagai sistem yang akan Contoh :
5
ditinjau. 1.070
3
= | 5 | 100% = 35.786%
Prosedur Percobaan 3

Percobaan dilakukan dengan mengamati


4. Mencari grafik
amplitudo dari piston dalam tabung yang berisi gas
Dari persamaan regresi : Y = at x + bt ......(6)
saat piston mengalami resonansi.
Pada grafik volume terhadap periode kuadrat.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah 2
memasukkan piston ke dalam tabung, mengatur = ......(7)

posisi kumparan kawat dan mengisi tabung dengan 42 42
= = ......(8)
gas kemudian menutup kedua kran yaitu kran atas 2 2 2
dan kran bawah. Tabung dihubungkan dengan Contoh :
42 (0.008922)
sebuah osiloskop RC yang berperan dalam = = 0.915
(165.18) (0.0001506)2 (1.027105 )
pengaturan frekuensi resonansi. Kemudian
mengulangi langkah yang sama untuk keadaan kran
5. KSR percobaan dengan grafik
atas terbuka dan kran bawah tertutup. Semua
langkah diulangi untuk massa piston yang berbeda- = |
| 100% ......(9)
beda. Piston 1 bermassa 8.852 gram dam piston 2 Contoh :
bermassa 8.922 gram. Kemudian saat keadaan piston 1.0520.915
1 dan 2 digabungkan. = | 0.915
| 100% = 14.998%

Sehingga didapatlah tabel data sebagai berikut :


TABUNG DALAM KONDISI BUKA-TUTUP
Frekuensi (Hz) Amplitudo
Massa Piston (kg) Luas tabung (m^2) Volume (m^3) F rata-rata (Hz) Periode (sekon) KSR (%) grafik KSR grafik (%)
F1 F2 F3 A1 A2 A3
0,00007 10 10,1 10,2 10,10 0,099 0,0000005 0,0000003 0,0000005 1,070 35,786 0,759 41,086
0,00006 9,9 10,3 10,6 10,27 0,097 0,0000005 0,0000008 0,0000005 0,948 43,128 0,759 24,955
0,00005 18,9 18,4 19,5 18,93 0,053 0,000001 0,000001 0,000001 2,686 61,182 0,759 254,134
0,008852
0,00004 20,3 25,7 26,1 24,03 0,042 0,000001 0,000001 0,000001 3,463 107,768 0,759 356,490
0,00003 25,8 27,9 28,5 27,40 0,036 0,000001 0,000001 0,000001 3,376 102,541 0,759 345,005
0,00002 29,8 30,6 31 30,47 0,033 0,000001 0,000001 0,000001 2,782 66,944 0,759 266,795
0,00007 11,2 12,5 10,2 11,30 0,088 0,0000002 0,0000003 0,0000002 1,350 18,985 0,915 47,643
0,00006 11,2 10,8 11 11,00 0,091 0,0000002 0,0000002 0,0000002 1,097 34,197 0,915 19,921
0,0001506 0,00005 11,5 12 11,9 11,80 0,085 0,0000002 0,0000002 0,0000002 1,052 36,898 0,915 14,998
0,008922
0,00004 17,8 18 22,1 19,30 0,052 0,0000005 0,0000005 0,0000005 2,251 35,048 0,915 146,112
0,00003 23,2 25,5 19,1 22,60 0,044 0,000001 0,000001 0,000001 2,315 38,883 0,915 153,102
0,00002 32,6 31,8 32,8 32,40 0,031 0,000001 0,000001 0,000001 3,172 90,297 0,915 246,799
0,00006 11,3 14,1 11 12,13 0,082 0,0000002 0,0000002 0,0000002 2,658 59,495 5,505 51,709
0,00005 14,2 14,9 19,7 16,27 0,061 0,000001 0,000001 0,000001 3,982 138,892 5,505 27,669
0,017774 0,00004 20,3 19,2 20,6 20,03 0,050 0,000001 0,000001 0,000001 4,831 189,869 5,505 12,235
0,00003 12,2 11,8 12,3 12,10 0,083 0,000001 0,000001 0,000001 1,322 20,690 5,505 75,987
0,00002 17,2 21,9 20,5 19,87 0,050 0,000001 0,000001 0,000001 2,376 42,533 5,505 56,844

TABUNG DALAM KONDISI TUTUP-TUTUP


Frekuensi (Hz) Amplitudo
Massa Piston (kg) Luas tabung (m^2) Volume (m^3) F rata-rata (Hz) Periode (sekon) KSR (%) grafik KSR grafik (%)
F1 F2 F3 A1 A2 A3
0,00007 21 22,2 21,3 21,50 0,047 0,000001 0,000001 0,000001 4,850 190,982 9,683 49,917
0,00006 21,8 30,4 23,2 25,13 0,040 0,000002 0,000002 0,000002 5,681 240,834 9,683 41,337
0,00005 23,2 22,8 22,6 22,87 0,044 0,000003 0,000003 0,000003 3,918 135,108 9,683 59,534
0,008852
0,00004 21,7 23,5 22,2 22,47 0,045 0,000003 0,0000035 0,000003 3,026 81,564 9,683 68,750
0,00003 24,9 24,4 24,2 24,50 0,041 0,0000035 0,000003 0,000002 2,699 61,937 9,683 72,128
0,00002 32,4 30,2 31,5 31,37 0,032 0,000001 0,000001 0,000001 2,949 76,953 9,683 69,543
0,00007 34,1 30,9 36,5 33,83 0,030 0,000001 0,000001 0,000001 12,105 626,273 -21,303 156,820
0,00006 27,4 27,9 28,2 27,83 0,036 0,000001 0,000001 0,0000015 7,022 321,303 -21,303 132,961
0,0001506 0,00005 24,1 24,3 24,3 24,23 0,041 0,000001 0,000002 0,000002 4,436 166,139 -21,303 120,821
0,008922
0,00004 24,3 24 24,5 24,27 0,041 0,000002 0,000002 0,000002 3,558 113,497 -21,303 116,703
0,00003 24,5 23,5 24 24,00 0,042 0,000002 0,000002 0,000002 2,610 56,623 -21,303 112,253
0,00002 30,3 29,8 30,2 30,10 0,033 0,000002 0,000002 0,000002 2,737 64,239 -21,303 112,849
0,00006 10,3 11,4 11,8 11,17 0,090 0,0000002 0,0000002 0,0000002 2,252 35,093 2,180 3,269
0,00005 10,7 18 17,4 15,37 0,065 0,000001 0,000002 0,000002 3,553 113,189 2,180 62,968
0,017774 0,00004 16,6 17,2 17,6 17,13 0,058 0,000003 0,000003 0,000003 3,534 112,021 2,180 62,075
0,00003 19,4 18,1 18,8 18,77 0,053 0,000003 0,0000035 0,000003 3,180 90,779 2,180 45,837
0,00002 22,5 23,2 24,7 23,47 0,043 0,000002 0,000002 0,000002 3,314 98,869 2,180 52,022

Analisa Pembahasan Tabung yang digunakan pada percobaan


Percobaan ini bertujuan untuk menentukan divariasikan dalam dua keadaan yaitu saat kran atas
konstanta perbandingan kapasitas kalor saat tekanan kran bawah dalam keadaaan tutup tutup dan buka
tetap (Cp) dan konstanta perbandingan kapasitas tutup. Dua keadaan ini akan mempengaruhi
kalor saat volume tetap (Cv). Dengan mengamati tekanan dan volume dalam gas di dalam tabung. Dari
peristiwa resonansi piston magneik dalam sebuah hasil percobaan didapatkan amplitudo resonansi
tabung yang berisi gas. maksimum yang semakin besar ketika volume dari
Piston magnetik dimasukkan ke dalam tabung, kolom gas semakin kecil.
dan tabung tersebut dialiri gas. Disekeliling luar Didapatkan nilai atau konstanta Laplace yang
tabung terdapat kumparan kawat yang berfungsi bervariasi yaitu 0.948 4.831 untuk keadaan kran
sebagai medan magnetik sehingga piston bergerak buka tutup dan 2.610 12.105 untuk keadaan kran
osilasi secara periodik dan membuat gas dalam tutup-tutup. Hasil ini cukup jauh dengan nilai
tabung mengalami pemuaian dan penekanan. Ketika literatur untuk gas monoatomik yaitu 5/3. Hal ini
osilasi tersebut akan terjadi suatu peristiwa resonansi mungkin kurangnya ketelitian saat pengamatan.
saat frekuensi dari medan magnet (frekuensi yang Nilai ini secara fisis merepresentasikan
kita berikan) sama dengan frekuensi alamiah dari seberapa besar sifat keelastisan dari suatu gas. Nilai
osilasi pegas gas tersebut. ini besarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor,
yaitu besarnya frekuensi resonansi dan jumlah atom
dalam molekul gas yaitu monoatomik, diatomik,
ataupun lebih dari itu. Dari hasil percobaan
didapatkan nilai yang semakin besar untuk massa
piston yang besar dan nilai frekuensi resonansi yang
besar. Karena nilai konstanta Laplace ini berbanding
lurus dengan frekuensi resonansi.
Ketika digambarkan hubungan antara periode
kuadrat ( 2 ) terhadap volume kolom gas maka dari
hasil percobaan didapatkan grafik yang fluktuatif.
Pdahal seharusnya menunjukkan garis linear yang
berbanding lurus karena ( 2 ) sebanding nilainya
dengan volume kolom gas. Dilihat dari persamaan
(2). Jadi semakin besar volume kolom gas maka
semakin besar juga nilai periode osilasi gas tersebut.
Bila dibandingkan hasil percobaan dengan
literatur didapatkan besarnya kesalahan relatif
(KSR) 18.985% - 626.73%. Sedangkan bila
percobaan dibandingkan dengan grafik maka
didapatkan nilai kesalahan relatif (KSR) 3.269% -
356.490%.

V. Kesimpulan

5.1. Dapat menentukan konstanta perbandingan


Cp/ Cv dengan menggunakan piston
magnetik dan melihat peristiwa resonansi
yang terjadi. Didapatkan nilai hasil
percobaan yaitu 0.948 4.831 untuk keadaan
kran buka tutup dan 2.610 12.105 untuk
keadaan kran tutup-tutup. Nilai ini
merepresentasikan seberapa besar sifat
keelastisan suatu gas.

Daftar Pustaka

[1] Sears, Zemansky. 1962. Fisika untuk


Universitas. Jakarta : Bina Cipta.
[2] Sutrisno dan Tan Ik Gie. 1979. Fisika Dasar :
Termodinamika. Bandung : ITB.
[3] Tipler, P.A. 2009. Physics for Scientist and
Engineers ext.ver (5th ed) e-book.
[4] Zemansky, M.W. & Richard H.D. 1986. Kalor
dan Termodinamika. Bandung : ITB.