Anda di halaman 1dari 4

EFEK FARADAY

Ressa Muhripah Novianti* (140310140021)


Silmi Nurul Utami (140310140027)
Program Studi Fisika FMIPA
Universitas Padjadjaran
Selasa, 08.00 10.00 WIB
1 November 2016

Asisten : Mariah Kartawidjadja, M.Si.

Abstrak

Rotasi Faraday merupakan peristiwa aktivitas optis (terputarnya bidang polarisasi cahaya) dalam
pengaruh medan magnet luar. Aktivitas optis ini bergantung pada beberapa parameter salah satunya
panjang gelombang. Tujuan dari percobaan ini adalah adalah untuk mengamati rotasi bidang polarisasi
cahaya monokromatik ketika melalui media kaca flinta dalam medan magnet, serta menentukan
konstanta Verdet dan ketergantungannya terhadap panjang gelombang. Efek Faraday merupakan suatu
peristiwa yang terjadi apabila suatu bahan optis aktif ditempatkan pada suatu medan magnet yang kuat
kemudian ditransmisikan cahaya pada arah medan tersebut sehingga arah polarisasinya diputar dengan
sudut . Konstanta Verdet merupakan konstanta optik yang menyatakan kekuatan dari efek Faraday
dan berubah-ubah dengan panjang gelombang cahaya. Salah satu bahan yang digunakan adalah kaca
flinta sebagai bahan optis aktif dan dua coil dengan 250 lilitan yang berperan untuk memberikan
pengaruh medan magnet pada kaca flinta. Langkah percobaan yang dilakukan adalah kalibrasi medan
magnet dan penentuan nilai konstanta Verdet. Untuk filter kuning didapat nilai konstanta Verdet rata-
rata (V) = 15043.69308 dan konstanta Verdet literatur (Vlit)=1.319 1026 dengan panjang
gelombang spektrum kuning=595nm. Sedangkan untuk filter merah didapat nilai konstanta Verdet rata-
rata (V)=15240.74152 dan konstanta Verdet literatur (Vlit) = 1.046 1026 dengan panjang
gelombang spektrum merah = 750 nm. Semakin besar panjang gelombang cahaya yang dilewatkan
semakin besar pula nilai konstanta Verdet yang dihasilkan.

Kata kunci: efek Faraday, aktivitas optis, konstanta Verdet, medan magnet, polarisasi, panjang
gelombang.

I. Pendahuluan yang terjadi dalam suatu bahan dielektrik. Efek


Faraday juga menerangkan tentang intensitas medan
Rotasi Faraday merupakan peristiwa aktivitas magnetik pada arah penjalaran cahaya. [1]
optis (terputarnya bidang polarisasi cahaya) dalam Efek Faraday terjadi ketika rotasi dari sebuah
pengaruh medan magnet luar. Aktivitas optis polarisasi linier melewati medium transparan yang
mempunyai ketergantungan pada berbagai tipis dimana sumber haruslah berupa polarisasi
parameter seperti panjang gelombang cahaya yang bidang yang melewati sebuah analyzer tanpa sumber
melewati bahan, suhu bahan, dan struktur molekul. cahaya tersebut mengalami pengecilan. Perambatan
Efek Faraday ini penting untuk dipelajari karena dari sumber cahaya lurus paralel ke arah medan
banyak penelitian yang berhubungan dengan efek magnet. [2]
Faraday seperti penentuan karakteristik senyawa Efek Faraday merupakan suatu peristiwa yang
karbon, isolator optik, dan lain sebagainya. terjadi apabila suatu bahan optis aktif ditempatkan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk pada suatu medan magnet yang kuat kemudian
mengamati rotasi bidang polarisasi cahaya ditransmisikan cahaya pada arah medan tersebut
monokromatik ketika melalui media kaca flinta sehingga arah polarisasinya diputar dengan sudut .
dalam medan magnet, serta menentukan konstanta Sudut rotasi sebanding dengan medan magnet (B)
Verdet dan ketergantungannya terhadap panjang dan (d) panjang medium yang dilalui dimana cahaya
gelombang. ditransmisikan. Hubungan antara sudut polarisasi
rotasi dengan medan magnet dalam bahan
diamagnetik adalah : [3]
II. Teori Dasar
= . . (1)
2.1. Efek Faraday
Efek Faraday atau rotasi Faraday adalah suatu = sudut rotasi radian
interaksi antara cahaya dengan medan magnetik
B = densitas fluks magnetic Senso S-Combi diantara tiang-tiang seperti gambar.
d = panjang medium Menggunakan alat penyangga untuk menahan probe
V = konstanta Verdet magnetik diantara tiang, setelah itu mencatat medan
magnet (B) sebagai fungsi arus (I) yang melalui
2.2. Konstanta Verdet kumparan.
Konstanta Verdet merupakan konstanta optik Untuk menentukan konstanta Verdet dilakukan
yang menyatakan kekuatan dari efek Faraday untuk dengan menempatkan filter warna (kuning) pada
material khusus yang bervarian untuk masing- penjepit lampu halogen dalam slider, meletakkan
masing bahan dan berubah-ubah dengan panjang kaca flinta pada dudukan diantara polarizer dan
gelombang cahaya. Pada efek Faraday medan analyzer, mengatur benang silang pada posisi nol,
magnet mengubah simetri pembiasan cahaya sebelah lalu menempatkan filter pada jalur berkas dan
kanan dan kiri lingkaran polarisasi cahaya. memberikan medan magnet maksimum, dan
Hubungan antara konstanta Verdet dan panjang mengukur rotasi bidang polarisasi yang terbentuk,
gelombang tergantung sifat fisis bahan. [3] kemudian mencatat sudut polarisasi maksimum
Konstanta Verdet dapat dihitung menggunakan (pola paling terang) dan minimum (pola redup),
perumusan : setelah itu mengulangi percobaan tersebut untuk
filter warna merah.

= (2)
2
IV. Hasil dan Pembahasan
e = muatan elektron
m = massa elektron Dari percobaan yang dilakukan didapatkan data
c = kecepatan cahaya (3108 / 2 ) berupa medang magnet (B), arus (I), (d) panjang
n = indeks bias bidang yang dilalui cahaya (kaca flinta), sudut rotasi
= panjang gelombang maksimum (maksimum) dan sudut rotasi minimum
(minimum).
= (1.81014 ) / 3 /3
Dari kelima parameter tersebut dapat dicari nilai
konstanta Verdet dari hasil percobaan dengan
menggunakan perumusan :
III. Metode Percobaan

Alat dan Bahan = (3)
Alat-alat yang digunakan yaitu kaca flinta jajar .
genjang simetris, dua coil dengan 250 lilitan, lampu (maksimum minimum)
halogen 12V/90, filter monokromatis (merah dan = (4)
kuning), 1 lensa f = 50, 2 filter polarisasi, layar, (3.14)(180)
multimeter digital-analog METRAHit 24S,
instrument fisika pengukur universal, mobile cassy, Nilai rata-rata konstanta Verdet yang didapat
combi B-Sensor S, serta kabel penghubung. dari hasil percobaan dibandingkan dengan nilai
konstanta Verdet literatur dimana perumusan
Prosedur Percobaan konstanta Verdet literatur adalah :
Terdapat 2 percobaan yaitu kalibrasi medan
magnet dan menentukan konstanta Verdet. Untuk
= (2)
kedua percobaan tersebut dilakukan dengan 2
menyusun alat percobaan seperti gambar dibawah
ini: e = muatan elektron = 1.6 1019 coulomb
m = massa elektron = 9.11 1031 gram
c = kecepatan cahaya (3108 / 2 )
n = indeks bias
= panjang gelombang (m)

= (1.81014 ) / 3 /3

Gambar 1. Seting Alat untuk Efek Faraday

Untuk kalibrasi medan magnet dilakukan


dengan melepaskan kotak kaca flinta,
menyambungkan B-Sensor S-Combi dengan
multimeter menggunakan kabel penghubung,
kemudian menempatkan probe B tangensial dari B-
Dari hasil percobaan didapatlah tabel data sebagai Grafik 1. Hubungan medan magnet (B) terhadap
berikut : arus (I)

Tabel 1. Kalibrasi medan magnet dan penentuan


Konstanta Verdet dengan filter kuning

Filter Kuning dengan d = 1cm = 0.01 m


I (A) B(T) min max (derajat)
0.5 0.00092 5 75 70
1 0.0187 5 60 55
1.5 0.0281 15 60 45
2 0.0383 15 65 50
2.5 0.0482 15 60 45
3 0.0574 15 65 50
3.5 0.0672 5 60 55
4 0.0772 5 55 50
4.5 0.0868 15 60 45 Sedangkan untuk melihat hubungan sudut rotasi
5 0.0958 10 55 45 () terhadap medan magnet (B) dapat dilihat pada
(radian) V Vrata-rata Vlit KSR grafik berikut :
1.2217 132796.7909
0.9599 5133.3213
0.7854 2795.0113
Grafik 2. Hubungan sudut rotasi terhadap medan
0.8727 2278.4977 magnet (B)
0.7854 1629.4568
15043.69308 1.319E-26 1.14052E+30
0.8727 1520.3216
0.9599 1428.4689
0.8727 1130.3946
0.7854 904.8366
0.7854 819.8311

Tabel 2. Kalibrasi medan magnet dan penentuan


Konstanta Verdet dengan filter merah

Filter Merah dengan d = 1cm = 0.01 m


I (A) B(T) min max (derajat)
0.5 0.00092 5 75 70
1 0.0187 10 60 50
1.5 0.0281 5 60 55 Pada kalibrasi medan magnet didapatkan
2 0.0383 5 65 60 besarnya nilai medan magnet (B) untuk setiap
2.5 0.0482 0 60 60 perubahan nilai arus (I). Medan magnet (B) perlu
3 0.0574 5 65 60 dikalibrasi karena nilai perubahan medan magnet ini
3.5 0.0672 0 60 60
4 0.0772 5 55 50
tidak konstan seiring dengan perubahan nilai arus
4.5 0.0868 5 60 55 sehingga kedua parameter ini digambarkan melalui
5 0.0958 0 55 55 suatu hubungan grafik regresi linear. Grafik tersebut
(radian) V Vrata-rata Vlit KSR menunjukkan hubungan yang linear yaitu, semakin
1.2217 132796.7909 besar nilai arus (I) semakin besar pula nilai medan
0.8727 4666.6558
0.9599 3416.1249
magnet (B) yang dihasilkan. Karena saat 2 kumparan
1.0472 2734.1973 diberikan arus akan terinduksi dan menghasilkan
1.0472 2172.6090 medan magnet yang nilainya sebanding dengan
15240.74152 1.0464E-26 1.45646E+30
1.0472 1824.3860 besarnya nilai arus yang diberikan. Semakin besar
1.0472 1558.3297 arus yang diberikan maka semakin besar pula medan
0.8727 1130.3946
0.9599 1105.9114
magnet yang dihasilkannya. Besar medan magnet
0.9599 1002.0158 dan arus ini kemudian dijadikan sebagai salah satu
acuan untuk perhitungan konstanta Verdet.

Dan untuk melihat hubungan antara medan Pada penentuan konstanta Verdet ini digunakan
magnet (B) terhadap arus (I) dapat dilihat pada grafik filter monokromatis (merah dan kuning) untuk
berikut: melihat adanya pengaruh panjang gelombang
terhadap besarnya konstanta Verdet dan kaca flinta
yang diletakkan dekat kumparan. Kaca flinta
diletakkan diantara kumparan agar terpengaruh oleh
medan magnet yang berasal dari kumparan sehingga
kaca flinta dapat menjadi bahan optis aktif. Bahan
optis aktif sendiri merupakan suatu bahan yang dapat kuning=595nm. Sedangkan untuk filter
memutar sudut polarisasi cahaya ketika cahaya merah didapat nilai konstanta Verdet rata-
melewatinya. Maka ketika cahaya melewati kaca rata (V)=15240.74152 dan konstanta
flinta akan mengalami perputaran sudut polarisasi. Verdet literatur (Vlit) = 1.046 1026
Bila digambarkan hubungan antara sudut dengan panjang gelombang spektrum
polarisasi terhadap medan magnet (B) terlihat pada merah = 750 nm. Semakin besar panjang
grafik 2 bahwa nilainya cenderung naik turun dan gelombang semakin besar nilai konstanta
tidak menunjukkan hubungan yang jelas hanya saja Verdet yang dihasilkan.
garis hubungan yang terbentuk lebih tinggi pada
penggunaan filter monokromatis merah
dibandingkan dengan filter monokromatis kuning. Daftar Pustaka
Hal ini karena pengaruh panjang gelombang
spektrum merah yang lebih besar dibandingkan [1] Ejournal.Undip.ac.id/index.php /transmisi
panjang gelombang cahaya spektrum kuning. /article / viewfile /3657 /.pdf (diakses tanggal 17
Dari hasil percobaan pada penggunaan filter Oktober 2016)
kuning didapatkan nilai konstanta Verdet rata-rata [2] Anonim, Faraday Effects Determining Verdets
(V) = 15043.69308 sedangkan konstanta Verdet Constant for flint glass a function of the
literatur (Vlit)=1.319 1026 . Sedangkan untuk wavelength. Federal Republic of Germany
penggunaan filter merah didapatkan nilai konstanta Technical Alteration Reserved.
Verdet rata-rata (V) = 15240.74152 dan konstanta [3] Sugiyarni, Anik.2010. Penentuan Konsentrasi
Verdet literatur (Vlit) = 1.046 1026 . Dari kedua Glukosa dalam Gula Pasir menggunakan
hasil tersebut terlihat bahwa nilai konstanta Verdet metode Efek Faraday. Perpustakaan-uas.ac.id
hasil percobaan dengan literatur sangat jauh nilainya (diakses tanggal 17 Oktober 2016).
sehingga menghasilkan nilai KSR yang sangat besar.
Hal ini dapat dikarenakan beberapa faktor salah
satunya karena saat percobaan kaca flinta yang
digunakan retak sehingga tidak memaksimalkan
proses transmisi cahaya yang terjadi. Atau saat
pembacaan skala sudut rotasi yang tidak tepat.
Konstanta Verdet ini merupakan konstanta optik
yang menyatakan kekuatan dari efek Faraday yang
terjadi dan berubah-ubah dengan panjang
gelombang cahaya. Hal tersebut terlihat pada hasil
konstanta Verdet yang dihasilkan dimana hasil
dengan penggunaan filter monokromatis merah dan
kuning menghasilkan nilai konstanta Verdet yang
berbeda tergantung dari panjang gelombang cahaya.
Pada filter monokromatis merah dihasilkan nilai
Konstanta Verdet yang lebih besar dibandingkan
pada filter monokromatis kuning, Hal ini terjadi
karena panjang gelombang cahaya spektrum merah
lebih besar yaitu 750 nm sedangkan spektrum
kuning 595 nm. Sehingga dapat dikatakan bahwa
semakin besar panjang gelombang cahaya yang
dilewatkan semakin besar pula nilai konstanta
Verdet yang dihasilkan.

V. Kesimpulan
5.1. Dapat mengamati rotasi bidang polarisasi
cahaya monokromatik ketika melalui media
kaca flinta dalam medan magnet dengat
membaca skala sudut rotasi polarisasi yang
terjadi.
5.2. Dapat menentukan konstanta Verdet dan
ketergantungannya terhadap panjang
gelombang untuk filter kuning didapat (V)
= 15043.69308 dan konstanta Verdet
literatur (Vlit)=1.319 1026 dengan
panjang gelombang spektrum