Anda di halaman 1dari 4

LINTASAN ELEKTRON DALAM MEDAN MAGNET

Ressa Muhripah Novianti* (140310140021)


Silmi Nurul Utami (140310140027)
Program Studi Fisika FMIPA
Universitas Padjadjaran
Selasa, 08.00 10.00 WIB
13 Desember 2016

Asisten : Yati Maryati, S.Si.

Abstrak

Percobaan lintasan elektron dalam medan magnet ini bertujuan untuk menghitung muatan spesifik e/m
melalui defleksi sinar elektron oleh medan magnetik homogen. Elektron merupakan subatom yang
bermuatan negatif. Suatu elektron yang bergerak relatif terhadap pengamat akan menghasilkan medan
magnet melalui kumparan helmholtz dan lintasan elektron tersebut pun akan dilengkungkan karena
adanya gaya sentripetal Fs yang selalu mengarah ke pusat. Dari hasil percobaan didapatkan semakin
besar tegangan yang diberikan, diameter lintasan elektron akan semakin besar. Namun jika arus I
diperbesar, diameter lintasan akan semakin kecil. Muatan spesifik pada percobaan diameter tetap
didapat sebesar 1.6 1011 C/kg sampai 2.31 1011 C/kg dengan besar KSR 4% - 35%, untuk arus
tetap didapat sebesar 1.6 1011 C/kg sampai 2.30 1011 C/kg dengan besar KSR 1% - 21.14%,
sedangkan untuk tegangan tetap didapat e/m sebesar 1.48 1011 C/kg sampai 2.88 1011 C/kg dengan
besar KSR 0.42% - 63.39%.

Kata kunci: lintasan elektron, medan magnet, arus, tegangan, elektron, kumparan HelmHoltz

I. Pendahuluan
2.2. Percobaan Thompson
Elektron adalah partikel kecil penyusun atom Dalam penelitiannya, Thomson melewatkan
yang memiliki massa dan muatan dengan nilai arus melalui tabung sinar katoda, mirip dengan yang
tertentu. Elektron merupakan muatan negative yang terlihat pada Gambar 2.2. dibawah ini. Sebuah
bergerak serta dipengaruhi oleh medan magnet tabung sinar katoda adalah tabung gelas yang hampir
homogen sehingga akan timbul gaya Lorentz. Akibat semua udara telah dihilangkan. Ini berisi sepotong
dari gaya Lorentz ini lintasan elektron berubah dari logam disebut elektroda pada setiap ujung. Satu
linier membentuk suatu lintasan berbentuk lingkaran elektroda bermuatan negatif dan dikenal sebagai
dengan jari-jari r. Sehingga gaya Lorentz ini bekerja katoda. Elektroda lainnya bermuatan positif dan
sebagai gaya sentripetal dimana kecepatan elektron dikenal sebagai anoda. Ketika tegangan tinggi arus
dipengaruhi oleh besanya tegangan anoda yang listrik diterapkan pada ujung plat, sinar katoda
diberikan. Untuk melihat pengaruh medan magnet perjalanan dari katoda ke anoda. Dan ada sebuah
terhadap lintasan gerak elektron, maka kita perlu partikel bermuatan negatif menuju plat positif.[2]
melakukan percobaan ini dengan tujuan untuk
menghitung muatan spesifik e/m melalui defleksi
sinar elektron oleh medan magnetik homogen.

II. Teori Dasar


2.1. Elektron
Elektron adalah partikel subatom yang Gambar 2.2. Tabung sinar katoda
bermuatan negatif ditulis sebagai e-. Elektron Prinsip yang digunakan Thomson dalam
sebagai partikel subatom yang bermuatan negatif melakukan pengukuran ini adalah jika suatu muatan
ditemukan dari sebuah eksperimen yang dilakukan elektron bergerak di dalam ruang yang berada di
oleh J. J. Thompson tahun 1897. bawah pengaruh medan magnet atau medan listrik
maka muatan tersebut akan mengalami gaya
sehingga pergerakan elektron akan menyimpang.[3]
J.J. Thomson berhasil menentukan
perbandingan antara muatan dengan massa elektron
Gambar 2.1. Partikel penyusun atom[1] (e/m) sebesar 1,76 108 C/g. Kemudian pada tahun
1909, Robert Millikan dari Universitas Chicago, Pada elektron tersebut, terdapat energy
berhasil menentukan besarnya muatan 1 elektron kinetik yang bekerja padanya, yaitu:
sebesar 1,6 10-19 C. Sehingga:
Nilai e/m = 1,76 x 108 C/g, maka 1
Massa 1 elektron =9.11 x 10-28 g[4] = 2
2
Sehingga:
2.3. Gaya Lorentz
1
Gaya Lorentz merupakan nama lain dari = 2
2
gaya magnetik yaitu gaya yang ditimbulkan oleh
medan magnet. Besarnya gaya Lorentz akan 2
2 =
memenuhi persamaan berikut.
FL = B . I . l sin (2.1.) 2
= (2.4.)
Dengan :
FL = gaya Lorentz (N)
B = induksi magnet (wb/m2) Substitusikan ke persamaan (2.3)
I = kuat arus listrik (A)
l = panjang kawat (m) 2

= sudut antara B dengan I =

2
2
2
= 2
()
e 2U
= (rB)2 (2.5.)
Gambar 2.3. (a) Arah vector gaya lorentz (b) Kaidah tangan m
kanan[5] Dengan e/m adalah muatan spesifik.
Jika suatu elektron dengan massa m dan
muatan e bergerak dengan kecepatan konstan v
melewati medan magnet homogen dengan rapat III. Metode Percobaan
fluks B yang arah kecepatan v dengan medan magnet
B adalah tegak lurus, maka pada keadaan demikian Alat dan Bahan
muncul gaya Lorentz: Alat percobaan terdiri atas Fine beam tube
= sin (tabung hampa) untuk menempatkan elektron
Karena v dan B tegak lurus, maka = 90 [2] sehingga bebas bergerak, Helmholtz coil, tesla meter
= sin 90 untuk mengukur besar medan magnet, power supply
sebagai sumber tegangan, voltmeter untuk mengukur
= (2.2.)
Hal ini akan menyebabkan perubahan arah dari tegangan, AV meter untuk mengukur arus dan
tegangan, penggaris untuk mengukur diameter
kecepatan elektron tanpa mengubah kelajuannya,
lintasan elektron, serta kabel-kabel penghubung.
sehingga electron akan bergerak melingkar (lintasan
Alat-alat tersebut disusun seperti pada gambar 3.1.
elektron berbentuk lingkaran dengan jari-jari r).
dibawah ini.
Pada gerak melingkar ini, besar gaya Lorentz sama
dengan gaya sentripetalnya yakni gaya yang selalu
mengarah ke pusat, yaitu:

2
=
Sehingga:
=
2
=

Gambar 3.1. Seting alat defleksi elektron pada medan
2 magnet
= Prosedur Percobaan

Prosedur yang dilakukan terdiri atas 3 langkah

= (2.3.) percobaan, yaitu pengukuran arus dan tegangan saat

diameter konstan, pengukuran diameter dan arus saat
Kecepatan electron dipengaruhi oleh tegangan konstan, serta pengukuran diameter dan
besarnya tegangan anoda yang diberikan (U) dan tegangan saat arus konstan.
mempengaruhi nilai r. Pada percobaan pertama dilakukan pengukuran
muatan spesifik dengan diameter lintasan elektron
yang dibuat konstan yaitu pada nilai 6 cm, 8 cm, dan
10 cm. Dari masing-masing panjang diameter 4.1.2. Arus Konstan
tersebut dilakukan 6 kali pengukuran nilai arus dan Untuk perhitungan medan magnet, muatan spesifik
tegangan. (e/m) percobaan dan KSR digunakan rumus yang
Pada percobaan kedua dilakukan pengukuran sama.Sedangkan untuk muatan spesifik (e/m) grafiik
muatan spesifik dengan tegangan yang dibuat digunakan rumus sebagai berikut
konstan yaitu pada nilai 150 volt, 200 volt, dan 250 2
e/m grafik = 2

volt. Dari masing-masing nilai tegangan tersebut
didapatkan data sebagai berikut:
dilakukan 6 kali pengukuran arus dan diameter
lintasan elektron.
Tabel 2. Arus Konstan
Dan pada langkah ketiga dilakukan pengukuran Arus Tetap
muatan spesifik dengan nilai arus yang dibuat I (A) V (volt) r (m) B (T) e/m(C/kg) e/m grafik (C/kg) KSR (%) KP (%)
100 0.03 0.001041 2.050E+11 2.083E+11 1.569 98.431
konstan yaitu pada nilai 1.2 A, 1.4 A, dan 1.6 A. Dari 125 0.0325 0.001041 2.184E+11 2.083E+11 4.838 95.162
masing-masing nilai arus tersebut dilakukan 6 kali 1.2
150 0.035 0.001041 2.260E+11 2.083E+11 8.475 91.525
175 0.0375 0.001041 2.296E+11 2.083E+11 10.243 89.757
pengukuran nilai tegangan dan diameter lintasan 200 0.04 0.001041 2.307E+11 2.083E+11 10.735 89.265
elektron. 225 0.045 0.001041 2.050E+11 2.083E+11 1.569 98.431
100 0.0275 0.001208 1.813E+11 2.026E+11 10.483 89.517
125 0.03 0.001208 1.905E+11 2.026E+11 5.976 94.024
IV. Hasil dan Pembahasan 1.4
150
175
0.0325
0.035
0.001208 1.947E+11
0.001208 1.959E+11
2.026E+11
2.026E+11
3.862
3.289
96.138
96.711
200 0.0375 0.001208 1.950E+11 2.026E+11 3.719 96.281
225 0.04 0.001208 1.928E+11 2.026E+11 4.800 95.200
4.1.1. Diameter Konstan 150 0.03 0.001374 1.765E+11 1.457E+11 21.140 78.860
Pada percobaan ini didapat data berupa diameter, 175 0.0325 0.001374 1.755E+11 1.457E+11 20.423 79.577
200 0.035 0.001374 1.729E+11 1.457E+11 18.668 81.332
tegangan, dan arus. 1.6
225 0.0375 0.001374 1.694E+11 1.457E+11 16.294 83.706
1. Medan Magnet 250 0.04 0.001374 1.655E+11 1.457E+11 13.569 86.431
275 0.0425 0.001374 1.612E+11 1.457E+11 10.661 89.339
B = (0,8329*I)+0,0416
2. Muatan Spesifik e/m percobaan
2 Grafik 2. Hubungan V terhadap 2
e/m = ()2
3. Muatan Spesifik e/m grafik
2
e/m grafik = 2

4. KSR (%)


KSR = |

| x 100%


Dengan perumusan tersebut maka didapatlah data
sebagai berikut :
Tabel 1. Diameter Konstan
Diameter Tetap
I (A) V (volt) r (m) B (T) e/m (C/kg) e/m grafik (C/kg) KSR (%) KP (%)
0.9 50 0.000791 1.775E+11 2.22E+11 20.129 79.871
1.5 150 0.001291 2.000E+11 2.22E+11 9.994 90.006
4.1.3. Tegangan Konstan
1.6 175
0.03
0.001374 2.059E+11 2.22E+11 7.336 92.664 Untuk perhitungan medan magnet, muatan
1.8 200 0.001541 1.872E+11 2.22E+11 15.758 84.242
spesifik (e/m) percobaan dan KSR digunakan rumus
1.9 275 0.001624 2.317E+11 2.22E+11 4.256 95.744
2 300 0.001707 2.287E+11 2.22E+11 2.908 97.092 yang sama.Sedangkan untuk muatan spesifik (e/m)
1 100 0.000875 1.635E+11 2.50E+11 34.619 65.381 grafiik digunakan rumus sebagai berikut:
1.1 150 0.000958 2.044E+11 2.50E+11 18.244 81.756
1.2 200 0.001041 2.307E+11 2.50E+11 7.736 92.264
e/m grafik = 2 x U x m/e
0.04
1.3 225 0.001124 2.225E+11 2.50E+11 11.011 88.989 didapatkan data sebagai berikut:
1.4 250 0.001208 2.143E+11 2.50E+11 14.292 85.708
1.5 300 0.001291 2.250E+11 2.50E+11 9.994 90.006
0.7 100 0.000625 2.050E+11 2.40E+11 14.566 85.434 Tabel 3. Tegangan Konstan
0.8 125 0.000708 1.995E+11 2.40E+11 16.858 83.142 Tegangan Tetap
0.9 150 0.000791 1.917E+11 2.40E+11 20.129 79.871 V (volt) d (m) I (A) r (m) B (T) e/m (C/kg) e/m grafik (C/kg) KSR (%) KP (%)
0.05
1 200 0.000875 2.092E+11 2.40E+11 12.826 87.174 0.1 1 0.05 0.000875 1.5691E+11 4.29E+11 63.39 36.61
1.1 225 0.000958 1.962E+11 2.40E+11 18.244 81.756 0.09 1.1 0.045 0.000958 1.6149E+11 4.29E+11 62.32 37.68
1.2 300 0.001041 2.214E+11 2.40E+11 7.736 92.264 0.08 1.2 0.04 0.001041 1.7299E+11 4.29E+11 59.63 40.37
150
0.07 1.3 0.035 0.001124 1.9372E+11 4.29E+11 54.80 45.20
Grafik 1.Hubungan V terhadap 2 0.06 1.4 0.03 0.001208 2.2855E+11 4.29E+11 46.67 53.33
0.05 1.5 0.025 0.001291 2.8802E+11 4.29E+11 32.80 67.20
0.115 1 0.0575 0.000875 1.582E+11 2.00E+11 20.90 79.10
0.105 1.1 0.0525 0.000958 1.582E+11 2.00E+11 20.90 79.10
0.095 1.2 0.0475 0.001041 1.6357E+11 2.00E+11 18.21 81.79
200
0.085 1.3 0.0425 0.001124 1.7517E+11 2.00E+11 12.41 87.59
0.08 1.4 0.04 0.001208 1.7142E+11 2.00E+11 14.29 85.71
0.075 1.5 0.0375 0.001291 1.7068E+11 2.00E+11 14.66 85.34
0.11 1.2 0.055 0.001041 1.525E+11 1.67E+11 8.50 91.50
0.1 1.3 0.05 0.001124 1.582E+11 1.67E+11 5.08 94.92
0.095 1.4 0.0475 0.001208 1.5195E+11 1.67E+11 8.83 91.17
250
0.09 1.5 0.045 0.001291 1.4816E+11 1.67E+11 11.10 88.90
0.08 1.6 0.04 0.001374 1.6547E+11 1.67E+11 0.72 99.28
0.075 1.7 0.0375 0.001458 1.6737E+11 1.67E+11 0.42 99.58
Grafik 3. Hubungan 2 terhadap 1/ 2 gerak melingkar ini besar gaya sentripetal sama
dengan besar gaya medan magnet pada elektron
tersebut, sehingga apabila tegangan diperbesar maka
akan mempercepat pergerakan elektron dan
menyebabkan diameter lintasan elektron semakin
besar.
Kedua hal ini sesuai teori yang mengatakan
bahwa apabila elektron bergerak dalam ruang yang
dipengaruhi medan magnet maka muatan tersebut
akan mengalami gaya sehingga pergerakan elektron
tersebut akan menyimpang.

Pada percobaan lintasan elektron ini didapatkan


data berupa diameter lintasan elektron, tegangan, V. Kesimpulan
dan arus. Pada percobaan pertama dengan diameter
tetap, data yang didapat yaitu tegangan dan arus. 5.1. Dapat menghitung muatan spesifik e/m
Dari hasil percobaan didapat grafik tegangan V melalui defleksi sinar elektron oleh medan
terhadap medan magnet B2 terlihat fluktuatif. Dari magnetik homogen dengan e/m sebesar
grafik tersebut di dapatkan at dan digunakan untuk 1.6 1011 C/kg sampai 2.88 1011 C/kg,
menghitung e/m grafik. Dimana muatan spesifik dimana besarnya diameter lintasan elektron
pada percobaan ini didapat sebesar 1.6 1011 C/kg bergantung pada besar tegangan dan arus
sampai 2.31 1011 C/kg dengan besar KSR 4% - yang diberikan.
35%.
Pada percobaan kedua yakni arus tetap didapat
data diameter dan tegangan. Terlihat dari grafik Daftar Pustaka
tegangan V terhadap jari-jari lintasan r2 yang
cenderung linear (berbanding lurus). Muatan [1] Supriyanto,Andy.2016. Struktur Atom.
spesifik e/m didapat sebesar 1.6 1011 C/kg sampai www.andysupriyanto.com/2016/05/apa-
2.30 1011 C/kg dengan besar KSR 1% - 21.14%. sebenarnya-listrik-itu.html?m=0 (Diakses 4
Pada percobaan ketiga yakni tegangan konstan Oktober 2016 19:04)
sehingga didapatkan data arus dan diameter. Dari [2] Auliah. 2015. Teori Atom J.J.Thomson dan
hasil percobaan didapatkan grafik medan magnet B2
Sejarah Penemuan Elektron.
terhadap jari-jari 1/r2 didapat linear (berbanding
lurus) sesuai dengan teori diatas. Muatan spesifik http://fungsi.web.id/2015/05/teori-atom-jj-
e/m didapat sebesar 1.48 1011 C/kg sampai thomson-dan-sejarah-penemuan-elektron.html
2.88 1011 C/kg dengan besar KSR 0.42% - (Diakses 4 Oktober 2016 20:51)
63.39%. [3] Wulandari, Rizki. 2011. Penentuan e/m.
Dari ketiga percobaan tersebut terlihat bahwa http://rwulandari.blog.uns.ac.id/files/2011/11/e
semakin besar arus maka diameter lintasan elektron m-m0209045.docx (Diakses 4 Oktober 2016
akan semakin kecil sedangkan apabila tegangan
21:01)
semakin besar maka diameter lintasan elektron akan
semakin besar. Hal ini karena ketika kumparan [4] Ahmad, Dadan. 2016. Penemuan Elektron dan
Helmholtz yang berbentuk lingkaran dialiri arus Percobaannya.
maka arus pun akan bergerak melingkar sesuai http://www.sridianti.com/penemuan-elektron-
bentuk kumparan tersebut dan akan menginduksi dan-percobaannya.html (Diakses 4 Oktober
adanya medan listrik yang arahnya tegak lurus 2016 21:14)
terhadap arus. Semakin besar arusnya maka induksi
magnet yang dihasilkan pun akan semakin besar,
sehingga membelokkan elektron dengan kuat dan
membuat lintasan elektron akan semakin tertarik ke
dalam dan menyebabkan diameter lintasan elektron
semakin kecil.
Sedangkan saat tegangan diperbesar maka
lintasan elektron akan semakin kecil. Hal ini karena
dari prinsip kekekalan energi yang mengatakan
bahwa jika tidak ada usaha yang dikenakan pada
elektron maka elektron tersebut akan mempunyai
energi kinetik akibat tegangan. Elektron tersebut
bergerak dalam medan magnet homogen sehingga
terjadi perubahan arah dari kecepatan elektron. Pada