Anda di halaman 1dari 4

SEL SURYA

Ressa Muhripah Novianti* (140310140021)


Silmi Nurul Utami (140310140027)
Program Studi Fisika FMIPA
Universitas Padjadjaran
Selasa, 08.00 10.00 WIB
18 Oktober 2016

Asisten :Yati Maryati,S.Si.

Abstrak

Kebutuhan mendasar akan energi terus meningkat sehingga perlu adanya energi alternatif dan salah
satu upayanya adalah sel surya. Sel surya merupakan piranti elektronik yang dapat mengubah energi
radiasi matahari menjadi energi listrik. Prinsip kerja sel surya ini didasarkan pada prinsip kerja
semikonduktor p-n junction. Percobaan ini dilakukan untuk mempelajari efek fotovoltaik, menentukan
karakteristik sel surya, dan mengoptimisasi konversi energi surya menjadi energi listrik. Dalam
percobaan ini dilakukan penentuan intensitas cahaya dan penentuan arus hubung singkat dan tegangan
terbuka dengan menggunakan potensiometer dan voltmeter atau amperemeter. Pengukuran tersebut
untuk mendapatkan hubungan kurva karakteristik sel surya I-V yang mempengaruhi nilai fill factor dan
efisiensi. Dari hasil percobaan didapatkan nilai fill factor pada rentang 0.5-1 yang menunjukkan bahwa
performansi sel surya cukup baik yang dapat terlihat pada ketajaman kurva karakteristik dan didapat
kurva karakteristik yang sesuai dengan referensi dimana hubungan arus dan tegangan saling berbanding
terbalik, yaitu semakin besar tegangan yang dihasilkan maka arus yang dihasilkannya semakin kecil.
Besarnya jarak antara sumber cahaya dan detektor turut mempengaruhi besarnya intensitas, arus, dan
tegangan yang terukur selain itu juga efek pemberian pelat warna juga turut mempengaruhi ketiga nilai
tersebut. Ketidaksesuaian hasil percobaan dapat dikarenakan beberapa faktor diantaranya intensitas
yang diterima oleh sel surya tidak stabil, tidak seluruh permukaan sel surya terkena cahaya, serta kurang
terfokusnya sumber cahaya sehingga cahaya yang diterima tidak maksimal.

Kata kunci: sel surya, intensitas, jarak, fill factor, efisiensi, arus, tegangan.

I. Pendahuluan II. Teori Dasar


Energi merupakan kebutuhan mendasar dalam 2.1. Sel Surya
kehidupan dan kebutuhan akan energi ini terus Sel surya merupakan salah satu piranti
meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut elektronik yang dapat mengubah secara langsung
perlu dikembangkan berbagai energi alternatif yaitu energi radiasi matahari menjadi energi listrik.
energi terbarukan karena ketersediaannya melimpah Prinsip kerja sel surya tergantung dari bahan
di alam dan tidak akan habis. Salah satu upaya yang material tersebut, umumnya sel surya terbuat dari
dilakukan dalam pemanfaatan energi matahari yaitu bahan semikonduktor p-n junction dari silikon
dikembangkan teknologi sel surya. Teknologi sel kristal.[1]
surya merupakan teknologi konversi dengan
mengubah energi matahari menjadi energi listrik.
Pada sel surya foton akan diserap oleh elektron
sehingga elektron akan terpental keluar
menghasilkan arus dan tegangan listrik. Arus dan
tegangan ini merupakan karakteristik setiap sel
surya.
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk
mempelajari efek fotovoltaik, menentukan
karakteristik sel surya, dan mengoptimisasi konversi
energi surya menjadi energi listrik.
Gambar 1. Prinsip Kerja Sel Surya

Pada sel surya silicon terdapat 2 tipe material,


yaitu silicon tipe-p dan silicon tipe-n. Cahaya dengan
panjang gelombang tertentu yang masuk ke dalam
bahan semikonduktor dapat menimbulkan pair-
generation yang menghasilkan muatan positif (hole)
dan muatan negatif (elektron) pada suatu perangkat
fotovoltaik.[2]

2.2. Kurva Karakteristik Sel Surya

Gambar 3. Seting Alat untuk Sel Surya

Menempatkan sumber cahaya sedemikian rupa


sehingga seluruh permukaan sel surya tersinari dan
menggeser hambatan geser pada beberapa titik
tertentu kemudian mencatat nilai arus dan tegangan
Gambar 2. Kurva Karakteristik Sel Surya
yang ditunjukkan oleh voltmeter dan amperemeter
Titik Voc merupakan nilai tegangan maksimum
pada titik tersebut. Setelah itu memvariasikan jarak
sedangkan nilai Isc merupakan nilai arus maksimum.
antara sumber cahaya dengan permukaan sel surya,
Terlihat bahwa setelah melewati titik Pmax, nilai
dan mengulangi langkah-langkah tersebut dengan
arus akan turun seiring dengan bertambahnya
menggunakan 4 pelat warna yaitu pelat atau filter
tegangan.[3]
merah, orange, hijau, dan biru.
2.3. Fill Factor dan Efisiensi
Fill factor merupakan perbandingan antara daya IV. Hasil dan Pembahasan
keluaran maksimum dengan daya hasil kali Voc dan
Isc digambarkan sesuai dengan persamaan berikut : Dari percobaan menentukan intensitas cahaya
.
= = ..(1) didapatlah data berupa jarak antara sumber cahaya
.
dengan detektor (r) dan besarnya intensitas (I).
Pmax ini merupakan energi listrik maksimum Kemudian menghitung besarnya daya masukan
persatuan waktu yang dapat dihasilkan oleh sel dengan perumusan :
surya. Sedangkan efisiensi konversi energi = . .....(2)
merupakan persentase perbandingan antara daya P = daya masukan (Watt)
maksimum yang dihasilkan oleh sel surya dengan I = intensitas (klux)
energi radiasi sumber cahaya. [2] A = luas permukaan sel surya (50 2 )

Maka didapatlah data sebagai berikut :


III. Metode Percobaan
Tabel 1. Hasil pengukuran intensitas terhadap jarak
Alat dan Bahan
I (klux) P (Watt) I (klux) P(Watt) I (klux) P (Watt) I (klux) P (Watt) I (klux) P (Watt)
Alat-alat yang digunakan yaitu modul sel surya R (cm)
Tanpa filter Filter Merah Filter Orange Filter Hijau Filter Biru
sebagai alat petunjuk praktikum, rheostat atau
85 6.5 0.0325 0.25 0.00125 0.15 0.0008 0.45 0.00225 0.17 0.00085
potensiometer sebagai alat pengukur potensial, 2
90 5.8 0.029 0.23 0.00115 0.12 0.0006 0.4 0.002 0.16 0.0008
buah multimeter digital untuk mengukur arus dan
95 5.25 0.02625 0.2 0.001 0.11 0.0006 0.32 0.0016 0.14 0.0007
tegangan, power supply sebagai sumber tegangan,
100 4.5 0.0225 0.18 0.0009 0.1 0.0005 0.3 0.0015 0.11 0.00055
sumber cahaya, 4 pelat warna (merah, orange, hijau,
biru), dan detektor cahaya untuk mendeteksi
intensitas sumber cahaya. Grafik 1. Hubungan Intensitas terhadap Jarak

Prosedur Percobaan
Untuk menentukan intensitas cahaya, yaitu
menempatkan sumber cahaya dan detektor pada
jarak tertentu (minimal 50 cm) dan mengukur
intensitasnya menggunakan detektor cahaya
(thermopile). Kemudian memvariasikan jarak untuk
mendapatkan titik dengan intensitas yang berbeda.
Untuk menentukan arus hubung singkat dan
tegangan terbuka merangkai alat seperti berikut : Dari tabel data dan grafik diatas terlihat bahwa
besarnya intensitas dipengaruhi oleh jarak antara
detektor dengan sumber cahaya (r) dan adanya pelat
warna. Semakin jauh jarak antara detektor dengan
sumber cahaya maka intensitas yang dihasilkan Grafik 3. Kurva Karakteristik Jarak 30 cm
semakin kecil. Terlihat pula bahwa intensitas paling
besar adalah ketika tanpa diberikan pelat warna,
sedangkan saat diberikan pelat warna intensitasnya
kecil. Hal ini karena ada sebagian energi yang
diserap oleh pelat warna atau filter tersebut sehingga
tidak semua energi panas dari sumber cahaya
terdeteksi langsung oleh detektor. Nilai daya yang
dihasilkan pun bervarian bergantung terhadap jarak
dan adanya pelat warna. Semakin jauh jaraknya
maka nilai dayanya pun semakin kecil hal ini karena
daya berbanding lurus dengan intensitas.
Selain itu dalam proses pengambilan data tentu Grafik 4. Kurva Karakteristik Jarak 40 cm
pengaruh intensitas cahaya yang tidak stabil
mempengaruhi besarnya energi atau daya yang
ditangkap oleh sel surya tersebut.

Untuk pengukuran arus dan tegangan dilakukan


untuk dapat menghitung besarnya fill factor dengan
menggunakan perumusan berikut :
.
= = ..(1)
.

Dan didapatlah sample data sebagai berikut: Grafik 5. Kurva Karakteristik Jarak 50 cm

Tabel 2. Pengukuran Arus dan Tegangan dan nilai


Fill Factor
Tanpa Filter Filter Merah
R (cm)
V (volt) I (mA) P (Watt) Pth (Watt) FF V (volt) I (mA) P (Watt) Pth (Watt) FF
30 0 0.14 0 0 0 0.04 0 0
0.000038 0
1.9 0.02 0.000038 1 1.39 0 0 0
40 0 0.07 0 0 0 0.02 0 0
0.0000346 0.0000109
1.73 0.02 0.0000346 1 1.09 0.01 0.0000109 1
50 0 0.04 0 0 0 0.01 0 0
0.0000292 0.0000089
1.46 0.02 0.0000292 1 0.89 0.01 0.0000089 1
60 0 0.02 0 0 0 0.01 0 0
0.0000112 0
1.12 0.01 0.0000112 1 0.67 0 0 0
70 0 0.01 0
0.0000088
0 0 0 0
0
0 Grafik 6. Kurva Karakteristik Jarak 60 cm
0.88 0.01 0.0000088 1 0.44 0 0 0
R (cm) Filter Orange Filter Hijau
V (volt) I (mA) P (Watt) Pth (Watt) FF V (volt) I (mA) P (Watt) Pth (Watt) FF
30 0 0.03 0 0 0 0.02 0 0
0.000016 0.0000101
1.4 0.01 0.000014 0.875 1.01 0.01 0.0000101 1
40 0 0.01 0 0 0 0.01 0 0
0.000013 0.000009
0.93 0.01 0.0000093 0.715 0.9 0.01 0.000009 1
50 0 0.01 0 0 0 0.01 0 0
0 0
0.54 0 0 0 0.69 0 0 0
60 0 0.01 0 0 0 0 0 0
0 0
0.65 0 0 0 0.51 0 0 0
70 0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 Grafik 7. Kurva Karakteristik Jarak 70 cm
0.46 0 0 0 0.37 0 0 0
Filter Biru
R (cm)
V (volt) I (mA) P (Watt) Pth (Watt) FF
30 0 0.02 0 0
0.0000127
1.27 0.01 0.0000127 1
40 0 0.02 0 0
0.0000117
1.17 0.01 0.0000117 1
50 0 0.01 0 0
0
0.88 0 0 0
60 0 0 0 0
0
0.44 0 0 0
70 0 0 0 0
0
0.36 0 0 0

Dari data hasil percobaan didapatkan bahwa


nilai fill factor yang didapat berada pada rentang 0.5-
1. Nilai fill factor ini merupakan perbandingan
antara daya keluaran dengan daya hasil kali antara Daftar Pustaka
arus maksimum (Isc) dengan tegangan maksimum
(Voc). Nilai tersebut menunjukkan seberapa baik [1] Tim Eksperimen Fisika I. 2013. Modul
performansi dari sel surya tersebut, nilai tersebut Eksperimen Fisika I. Bandung: Universitas
dapat dilihat pada grafik berupa ketajaman siku Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
kurva karakteristik diatas. Semakin tajam siku [2] Nuryadin, B.W.2014. Pengukuran Karakteristik
kurvanya maka nilai fill factor semakin mendekati Sel Surya Bandung : Universitas Islam Negeri
nilai 1 yang menunjukkan performansi yang sangat Sunan Gunung Djati.
baik. Terlihat bahwa jarak (r) antara detektor dan [3] www.academia.edu/5448183/Prinsip_kerja_ sel
sumber cahaya pun ikut mempengaruhi ketajaman _ surya _4 . Diakses tanggal 16 Oktober 2016,
siku kurva karakteristik dimana semakin jauh pukul 20.00 WIB
jaraknya siku kurva semakin tajam sedangkan
semakin dekat jarak siku kurvanya semakin landai.
Hal ini membuktikan bahwa nilai fill factor yang
baik dapat diperoleh dengan mengatur jarak (r) agar
tidak terlalu dekat. Terlihat pula bahwa adanya pelat
warna mempengaruhi bentuk kurva karakteristik ini,
dimana saat ada pelat, kurva yang dihasilkan
semakin kecil dan semakin linear. Ini artinya bahwa
penyerapan cahaya oleh sel surya ini sangat baik
apabila tidak ada pelat warna yang menghalangi
penyerapan cahaya oleh sel surya.
Sedangkan apabila dianalisa dari segi besarnya
arus dan tegangan pada kurva karakteristik keduanya
menunjukkan nilai yang berbanding terbalik.
Dimana semakin besar tegangan yang dihasilkan
maka arus yang dihasilkannya semakin kecil
nilainya. Dan begitupun sebaliknya, semakin besar
arus yang dihasilkan maka tegangan yang dihasilkan
justru bernilai kecil.
Ketidaksesuaian hasil percobaan dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor
intensitas yang diterima karena pengaruh intensitas
yang tidak stabil dapat mempengaruhi besarnya daya
yang ditangkap oleh sel surya, sdan faktor luas
permukaan sel surya yang menyerap sumber cahaya
karena apabila sebagian permukaan sel surya tidak
terkena cahaya maka tentunya jumlah daya yang
dihasilkan lebih kecil daripada besar daya yang
terkena dan diserap oleh permukaan sel surya. Selain
itu juga tidak terfokusnya cahaya sehingga cahaya
yang diterima oleh sel surya tidak maksimal.

V. Kesimpulan
1. Dapat mempelajari efek fotovoltaik yaitu
peristiwa dimana energi cahaya datang yang
mengenai permukaan sel surya akan diubah
menjadi energi listrik yang didasarkan pada
prinsip kerja semikonduktor silicon p-n junction.
2. Dapat menentukan karakteristik sel surya melalui
kurva arus terhadap tegangan yang dihasilkan
oleh sel surya. Semakin besar tegangan maka
nilai arus semakin kecil.
3. Mengoptimisasi konversi energi surya menjadi
energi listrik yang direpresentasikan melalui nilai
fill factor dan efisiensi. Didapat nilai fill factor
antara 0.5-1 yang menunjukkan semakin baik
performansi sel surya.