Anda di halaman 1dari 5

ROTATOR HARMONIS

Ressa Muhripah Novianti (140310140021)


Tina Widuri(140310140013), Feby Yuliana Putri (140310140018)
Senin, 14.00 16.00 WIB
4 April 2016

Asisten : Heri Fernando S.

Abstrak

Gerak osilasi merupakan gerak bolak-balik dari benda yang bergerak melewati titik setimbang salah
satunya adalah rotator harmonis yang akan bergerak apabila diberi sebuah gaya. Osilasi pun terdiri atas
3 macam yaitu osilasi harmonis, osilasi teredam, dan osilasi terpaksa. Untuk penentuan frekuensi
alamiah didapat dari gerak harmonis dimana rotator diberi simpangan tertentu dan diukur besarnya
waktu getar untuk 10 kali osilasi, dari situ didapat besarnya periode osilasi dan juga frekuensi alamiah
rotator sebesar 0.57 Hz. Besarnya frekuensi alamiah ini turut dipengaruhi oleh momen inersia rotator
tersebut. Semakin besar momen inersia maka semakin besar pula gangguan bagi rotator untuk bergerak.
Untuk osilasi terpaksa dilakukan dengan memberikan tegangan dan mengubah skala grob motor yang
akan bertindak sebagai gaya luar bagi rotator. Didapatkan rata-rata besar gaya luar tersebut sebesar
6039.34 dyne. Pada frekuensi 0.67 Hz rotator mencapai amplitudo maksimal maka frekuensi 0.67 Hz
tersebut merupakan frekuensi resonansi. Sedangkan untuk osilasi teredam dilakukan dengan
memberikan arus dari power supply pada rotator sehingga menghasilkan induksi magnet pada
kumparan, hal tersebut berfungsi sebagai redaman. Semakin besar arus yang diberikan maka semakin
besar parameter redamannya dan osilasi semakin teredam yang ditandai dengan semakin sedikitnya,
banyak amplitudo yang dapat diamati.

Kata kunci: osilasi, teredam, terpaksa, rotator, frekuensi alamiah, arus, parameter redaman.

I. Pendahuluan
Setiap benda yang bergerak kembali ke keadaan
semula dan melewati titik setimbang maka dapat
dikatakan benda itu mengalami gerak osilasi.
Contohnya gerak osilasi pada benda yang berbentuk
lingkaran atau disebut juga sebagai rotator harmonis
yang akan bergerak apabila diberi sebuah gaya.
Gerak tersebut tergantung pada sumber gaya yang
bergerak terhadapnya. Beberapa gaya tersebut dapat
berupa gaya redam atau paksaan. Oleh karena itu
salah satu tujuan percobaan ini adalah untuk
menentukan gaya luar paksaan dan mengukur
redaman suatu getaran paksaan teredam. Dari gerak
osilasi didapatkan beberapa besaran seperti
frekuensi dan perioda maka frekuensi resonansi dari
osilator ini pun harus ditentukan. Osilasi Teredam

II. Teori Dasar

Gerak Harmonik Sederhana


Gerak harmonik sederhana atau osilasi
merupakan gerak bolak balik benda melalui suatu
titik kesetimbangan tertentu dengan banyaknya Pada gejala fisis tidak selamanya osilasi akan
getaran dalam setiap sekon selalu konstan dan terjadi beramplitudo tetap tetapi ada gaya-gaya yang dapat
apabila sistem diganggu dari posisi menyebabkan amplitudo berkurang dan osilasi
kesetimbangannya. Contohnya pada pergerakan terhenti. Salah satunya adalah gaya gesek, dengan
mekanis pegas dan pergerakan sistem bandul. adanya gaya gesek amplitudo osilasi semakin lama
semakin berkurang dan akhirnya osilasi berhenti
sehingga dikatakan bahwa osilasi teredam oleh pendulum sebesar 15 kemudian mengukur waktu
gesekan. getaran sebanyak 3 kali untuk 10 kali osilasi. Dan
= mengulangi langkah tersebut untuk variasi
b = konstanta redaman simpangan dari 14 sampai 5.
Gaya gesekan sebanding dengan kecepatan benda Untuk prosedur frekuensi paksaan dilakukan
namun memiliki arah yang berlawanan. dengan memberikan tegangan dari power supply
Terdapat 3 macam gerak teredam yaitu : pada motor dan mengatur selektor grob pada skala 6
1. Kurang teredam 2 > 2 sampai 26 kemudian mencatat amplitudo, tegangan
2. Teredam kritis 2 = 2 motor yang terbaca pada multimeter serta periode
3. Sangat teredam 2 < 2 osilasinya untuk setiap besar skala selektor grob
o merupakan frekuensi alamiah osilasi sedangkan motor yang berbeda.
merupakan parameter redaman. Untuk prosedur frekuensi redaman dilakukan
dengan memberikan sumber arus dari power supply
Osilasi Terpaksa sebesar 0.1A ke pendulum torsi dimana sumber arus
Osilasi terpaksa merupakan osilasi yang disertai ini akan menginduksi magnet pada kumparan
dengan adanya gaya luar yang diberikan kepada sehingga berperan dalam redamannya. Kemudian
osilator yang berperan sebagai gaya paksaan. Osilasi memberikan simpangan awal sebesar 15 kemudian
terpaksa ini identik dengan terjadinya resonansi atau mencatat tiap amplitudo yang teramati sampai
pencapaian amplitudo maksimal saat kondisi gaya amplitudo tidak dapat diamati lagi serta waktu untuk
luar (Fo) sama dengan frekuensi alamiah osilasinya setiap amplitudo tersebut. Mengulangi langkah
(o). tersebut untuk variasi arus dari 0.2A sampai 1A.
Besarnya amplitudo tersebut dapat dirumuskan Dan untuk prosedur frekuensi redaman dan
sebagai berikut : paksaan dilakukan dengan memberikan arus dari
/ power supply sebesar 0.2A serta tegangan dari
= power supply pada motor. Mengubah skala grob
[( )] motor dari 6 sampai 26, untuk setiap skala grob
tersebut mengukur besar amplitudo, tegangan motor
yang terukur pada multimeter, serta periode
III. Metode Percobaan osilasinya. Langkah tersebut diulang untuk besar
arus power supply 0.4A 0.6A 0.8A dan 1A.
Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan diantaranya pendulum
torsi sebagai piringan kuningan yang dihubungkan IV. Hasil dan Pembahasan
ke per spiral, motor yang berfungsi agar per spiral
bergerak harmonis dengan amplitude tetap namun Frekuensi Alamiah
frekuensi dapat diubah-ubah, magnet permanen yang Dari hasil percobaan penetuan frekuensi
berfungsi untuk menimbulkan redaman pada alamiah didapatkan sample data sebagai berikut :
pendulum torsi apabila diberikan arus, multimeter Menentukan Frekuensi Alamiah
untuk mengukur tegangan, kabel untuk
Waktu getar
menghubungkan komponen serta power supply
A t1 (s) t2 (s) t3 (s) Waktu rata-rata (s) T (s) F (Hz)
sebagai sumber arus dan tegangan.
15 17.42 17.3 17.41 17.38 1.74 0.58
Prosedur Percobaan 14 17.45 17.5 17.43 17.46 1.75 0.57
Terdapat 4 prosedur dalam percobaan yaitu, 13 17.35 17.38 17.42 17.38 1.74 0.58
menentukan frekuensi alamiah osilator, menentukan Rata-rata 17.48 1.75 0.57
frekuensi paksaan, frekuensi redaman, serta
frekuensi paksaan dan redaman.
massa jari-jari I I D
Alat yang digunakan terlihat seperti gambar. o^2
(gram) (cm R^2) (grcm^2) (grcm^2) (Hz) (dyne/cm)
244.4 90.5 11059.1 90.5 0.3249 29.403

Frekuensi alamiah (o) didapat dari perumusan :


1
= =

Momen inersia pendulum (I) didapat dari :
1
= 2
2
I = momen inersia pendulum (2 )
m = massa pendulum (gram)
Untuk penentuan frekuensi alamiah osilator, r = jari-jari pendulum (cm)
dilakukan dengan memberikan simpangan pada Konstanta pegas (D) didapat dari :
= . 2
I = momen inersia pegas (2 )
o = frekuensi alamiah
Pada penentuan frekuensi alamiah ini seiring
dengan berkurangnya amplitudo tidak terlalu
mempengaruhi lamanya 10 kali getaran osilasi
namun hanya mempengaruhi lamanya rotator untuk
berhenti. Semakin kecil amplitudo yang diberikan
semakin lama rotator berhenti berosilasi.
Dari hasil percobaan didapatkan rata-rata
besarnya frekuensi alamiah adalah sebesar 0.57 Hz.
Pergerakan rotator ini dipengaruhi oleh besarnya
momen inersia rotator itu. Dimana momen inersia
merupakan ukuran kelembaman sebuah benda yang
mengalami gerak rotasi. Kelembaman sendiri Didapat hubungan grafik frekuensi motor terhadap
merupakan kecenderungan benda untuk menolak tegangan motor sebagai berikut :
perubahan terhadap keadaan geraknya. Apabila
momen inersia rotator semakin besar maka
gangguan yang terjadi pada pergerakan rotator
tersebut pun semakin besar.

Frekuensi Paksaan
Dari hasil percobaan penentuan frekuensi
paksaan didapat sampel data sebagai berikut :

FREKUENSI PAKSAAN
Amplitudo T f motor Inersia F alamiah V Fo
Skala Grob
(A) (sekon) (Hz) (grcm^2) (Hz) (volt) (Dyne)
17 1.4 2.17 0.32 11059 7.36 7290.56 -0.2477
18 4.2 1.78 0.37 11059 8.24 20304.32 -0.3226
0.57 -0.0873
19 7 1.77 0.67 11059 9.02 7618.22 0.7346
Pada frekuensi paksaan tegangan dari power
20 1.4 1.47 0.75 11059 10.08 5377.87 0.4975
supply yang diberikan pada motor dan pengubahan
Rata-rata 1.11 3.25 0.51 11059 0.57 7.88 6039.94 -0.0873 -22116 skala grob motor akan menyebabkan pendulum
berosilasi. Semakin besar grob motor, semakin besar
Penentuan nilai gaya luar didapat dari perumusan : tegangan motor gerakan osilasi pendulum semakin
= . 2 2 cepat sehingga periode osilasinya semakin kecil
Penentuan nilai sudut fase didapat dari perumusan : maka frekuensi motor pun semakin besar. Karena
2 periode berbanding terbalik dengan frekuensi. Hal
= tan tersebut terlihat dari grafik hubungan frekuensi
( 2 2 )
= frekuensi motor (Hz) motor terhadap tegangan motor yang linear positif ke
atas artinya seiring dengan bertambahnya tegangan
I = momen inersia pendulum (2 )
maka frekuensi motor pun meningkat.
A = luas penampang pendulum (2 )
Pada frekuensi paksaan ini rotator mendapatkan
= parameter redaman
tambahan gaya untuk bergerak. Didapat rata-rata
gaya paksaan (Fo) 6039.94 dyne. Didapatkan
Didapat hubungan grafik amplitudo terhadap
amplitudo maksimum sebesar 7 pada skala 19 karena
frekuensi motor :
faktor ( = )frekuensi alamiah rotator sama
dengan besarnya gaya luar maka dalam kondisi ini
dapat dikatakan bahwa terjadi resonansi pada
frekuensi 0.67 Hz. Maka frekuensi 0.67 Hz ini dapat
dikatakan sebagai frekuensi resonansi. Karena
setelah itu amplitudo turun seiring dengan
bertambahnya skala grob motor. Sehingga
dihasilkan grafik hubungan amplitudo terhadap
frekuensi motor yang naik dan saat mencapai puncak
(amplitudo maksimal) akan turun lagi.

Frekuensi redaman
Dari hasil percobaan frekuensi redaman didapat Serta grafik hubungan terhadap I :
sampel data sebagai berikut :

FREKUENSI REDAMAN
I = 0.8 A I = 0.7 A
I Waktu Amplitudo R Waktu Amplitudo R
(grcm^2) (s) A (s) A
11059.1 2.6 6.2 -0.78 -17336.3 2.69 7.2 -0.88 -19397.7
4.36 2.6 4.38 3.4
5.97 1 6.15 1.6
7.63 0.4 7.79 0.6
I = 0.9 A I=1A
Waktu Amplitudo R Waktu Amplitudo R
(s) A (s) A
Pada frekuensi redaman arus (I) akan berperan
memberikan redaman terhadap gerak rotator karena
2.47 5 -0.68 -15135.5 2.56 3.6 -0.58 -12797.6
akan menginduksi kumparan dalam rotator sehingga
4.21 1.6 4.18 0.8
timbul induksi magnet. Semakin besar dan
5.84 0.4 meningkatnya arus dihasilkan banyak amplitudo
yang semakin sedikit dan parameter redaman () pun
Parameter redaman ditentukan berdasarkan semakin besar. Sehingga dapat dikatakan bahwa
persamaan grafik hubungan waktu terhadap semakin besar arus, menghasilkan parameter
amplitudo. Persamaan grafik : y = ax+b redaman yang semakin besar yang mengakibatkan
a = parameter redaman sistem pergerakan rotator semakin teredam. Hal
Penentuan faktor redaman didapar dari perumusan : tersebut terbukti dari banyaknya amplitudo yang
semakin sedikit saat arus meningkat. Maka
=
2 hubungan terhadap I terlihat dari grafik dimana
= 2 linear ke atas yang menunjukkan bahwa keduanya
R = faktor redaman berbanding lurus. Artinya semakin bertambahnya
= parameter redaman arus maka parameter redaman () pun semakin
I = momen inersia pendulum meningkat.
Didapat grafik hubungan waktu terhadap amplitudo: Sedangkan untuk hubungan waktu osilasi
terhadap amplitudo terlihat linear turun yang artinya
berbanding terbalik. Semakin besar amplitudo maka
waktu untuk 1 kali osilasi semakin cepat sedangkan
semakin kecil amplitudonya maka waktu untuk 1
kali osilasinya semakin lama.

Frekuensi Teredam dan Terpaksa


Dari percobaan penentuan frekuensi teredam
dan terpaksa didapat sampel data sebagai berikut :

Frekuensi Redaman dan Paksaan

I=1A

Skala Amplitudo V T f motor Inersia F alamiah Fo

Grob (cm) (volt) (sekon) (Hz) (grcm^2) (Hz) (Dyne)

24 0.3 15.12 0.93 1.1848 11059 0.57 3446.05 -0.253 0.507

25 0.2 17 0.9 1.3441 11059 0.57 2692.34 -0.253 0.430

26 0.2 18.15 0.76 1.4535 11059 0.57 2957.36 -0.253 0.390

Rata-rata 0.6 8.3 2.7 0.5 11059 0.57 3478.1 -0.253 0.06

I = 0.8 A

24 0.3 15.4 0.98 1.1848 11059 0.57 3446.05 -0.258 0.516

25 0.2 16.91 0.9 1.3441 11059 0.57 2692.34 -0.258 0.438

26 0.2 18.23 0.68 1.4535 11059 0.57 2957.36 -0.258 0.397

Rata-rata 0.66 8.31 2.76 0.51 11059 0.57 4053 -0.258 0.1
Hubungan antara amplitudo maksimum V. Kesimpulan
terhadap arus dan frekuensi terhadap amplitudo
terlihat dari grafik berikut : 1. Frekuensi resonansi rotator harmonis didapat
pada frekuensi paksaan saat kondisi ( = )
frekuensi alamiah rotator sama dengan besar
gaya luar paksaan dan didapat sebesar 0.67 Hz.
2. Gaya luar paksaan rata-rata dari hasil percobaan
didapat sebesar 6039.94 dyne dan sangat
dipengaruhi oleh momen inersia pendulum,
amplitudo, serta frekuensi alamiah rotator.
3. Redaman suatu getaran paksaan teredam akan
bertambah seiring dengan besarnya arus yang
diberikan.. Untuk I = 1 A didapat parameter
redaman sebesar -0.253 dan I = 0.8 A sebesar =
0.258.

Daftar Pustaka
[1] Giancoli, Douglas. 2001. Fisika Dasar II.
Jakarta: Erlangga.
[2] Tipler, Paul. 1998. Fisika Dasar Jilid II. Jakarta:
Erlangga.
[3] Panatarani, Camellia. 2015. Diktat Kuliah
Gelombang I. Jurusan Fisika: UNPAD.
[4] Keith, R. Syimon, Addison Wesley. Mechanics.
Publishing Company.

Pada penentuan frekuensi redaman dan paksaan


ini pemberian tegangan dan pengubahan skala grob
motor berperan sebagai gaya luar paksaan sedangkan
pemberian arus dari power supply berperan sebagai
redaman bagi gerak rotator.
Oleh karena itu terdapat 2 faktor yang
mempengaruhi gerak rotator ini yaitu adanya gaya
paksaan yang berasal dari fein motor dan adanya
redaman yang berasal dari induksi magnet pada
rotator. Dengan adanya redaman terlihat dari grafik
hubungan amplitudo terhadap arus bahwa semakin
besar arusnya amplitudo yang dihasilkan semakin
kecil.
Dengan adanya gaya luar paksaan terlihat dari
grafik frekuensi terhadap amplitudo bahwa terjadi
resonansi pada frekuensi tertentu terlihat dari adanya
puncak amplitudo maksimum. Semakin kecil
arusnya, amplitudo maksimum nya semakin besar
sedangkan semakin besar arus, amplitudo
maksimumnya semakin kecil. Hal ini karena
resonansi tersebut dipengaruhi oleh adanya redaman
pula. Semakin besar arus semakin besar redaman
bagi rotator untuk melakukan simpangan terjauh.
Maka terlihat bahwa grafik dengan puncak tertinggi
adalah saat arusnya 0.2 A.