Anda di halaman 1dari 12

RESUME MATRIX KEPRIBADIAN 1

1. DEFINISI

2. TOKOH

3. KOMPONEN PERSONALITY

4. DINAMIKA
5. KELEBIHAN

6. KELEMAHAN

7. Catatan / Lain - lain


(Psikologi Analitis) Kepribadian terdiri dari 2 tingkat, yaitu sadar dan bawah sadar

Carl Gustav Jung

Kesadaran (ego) bukan merupakan inti dari kepribadian

Ketidaksadaran pribadi : segala bentuk pengalaman yang telah tertekan, terlupakan, dari satu in

Ketidaksadaran kolektif : pengalaman yang diwariskan dari generasi terdahulu, yang ikut mempe
perilaku, pemikiran, dan tindakan individu

Jung berpendapat bahwa perilaku manusia dibentuk oleh causality (masa lalu) dan teleology (masa
secara seimbang

Jung berpendapat adaptasi perlu dilakukan terhadap dunia baik secara luar (progression) maupun
(regression) untuk mencapai realisasi diri
Jung berpendapat adaptasi perlu dilakukan terhadap dunia baik secara luar (progression) maupun
(regression) untuk mencapai realisasi diri
NEOPSIKOANALISA
(Psikologi Individual) Kepribadian terbentuk dari
lingkungan sosial dan interaksi, bukan karena usaha
mencapai kepuasan biologis

Alfred Adler

Inferiority feelings : sumber dari perjuangan setiap


individu untuk mengatasi kelemahannya (compensation)

Inferiority complex : kondisi dimana individu tidak


mampu mengatasi perasaan inferiornya

Superiority complex : kondisi dimana individu


memandang kemampuan dirinya secara berlebihan

Striving for superiority sebagai dasar fundamental


kehidupan, yang dilakukan untuk melengkapi kehidupan
dan membuat diri menjadi lebih utuh
H : (Sosial Psikoanalitik ) Pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh hubungan
sosial pada masa kanak"

S: Kepribadian sebagai suatu sistem energi, yang berupa tension (potensialitas


untuk aksi), berupa needs dan anxiety, dan aksi itu sendiri (energy
transformations)

Karen Horney & Sullivan

H : Neurotic needs (afeksi dan penerimaan, partner dominan, kekuatan,


eksploitasi, gengsi, pengaguman, ambisi/ prestasi, kecukupan diri,
kesempurnaan, dan batasan hidup yang minim)

H: Neurotic Trends ( Compliant personality, Aggressive personality, Detached


personality) Pada orang normal, ketiga kepribadian dapat diekspresikan sesuai
kondisi tertentu, sedangkan pada orang neurotik hanya 1 perilaku yang dominan
dan selalu diekspresikan, sedangkan lainnya akan ditekan

S: Tensions (needs : setelah dipenuhi, satu waktu akan kembali. Kelebihan energi
yang digunakan ketika memenuhi needs menjadi karakteristik tingkah laku yang
konsisten (dynamism), anxiety : dalam upaya meredakan anxiety, tindakan yang
diperlukan tidak konsisten.) Anxiety menciptakan tingkah laku yang mencegah
individu belajar dar kesalahannya, membuat individu mengejar keinginan akan
keamanan, serta membuat individu tidak belajar dari pengalamannya

S: Energy transformations : mengubah tension menjadi aksi, baik secara terbuka


maupun tertutup
H: Gambar diri pada orang normal didasarkan dari penilaian nyata dari
kemampuan individu sehingga bersifat dinamis dan fleksibel, sedangkan pada
gambar diri orang neurotik didasarkan pada kondisi ideal menurut orang
tersebut, sehingga bersifat statis dan kaku.

S: Energi transformasi yang berulang dan membentuk keteraturan pola tingkah


laku yang mengkarakterisasi seseorang sepanjang hidupnya, disebut dynamisms.
Dynamisms terdiri dari 2 golongan : yang berhubungan dengan bagian spesifik
tubuh, dan berhubungan dengan tension. Dynamisms yang berhubungan dengan
tension terbagi menjadi 3 kategori : disjunctive, isolating, dan conjunctive.
Kepribadian tercermin dari bagaimana cara individu
berhubungan dengan orang lain ataupun suatu
objek

Fromm
Ego sebagai suatu dorongan yang menciptakan identitas
diri. Erikson melihat ego sebagai kemampuan seseorang
untuk menyatukan pengalaman dan tindakannya dalam
cara yang adaptif

Erickson

The ego ideal : mewakili perbandingan gambar diri


sendiri dengan ideal yang telah ditetapkan

The ego identity : gambaran diri sendiri yang dimiliki


dalam menjalankan berbagai peran dalam hidup