Anda di halaman 1dari 2

Gejala Diabetes Melitus

Hilangnya kemampuan tubuh mengontrol insulin yang dihasilkan pankreas atau kurangnya
pruduksi insulin menyebabkan gangguan Metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dalam
tubuh. Glukusa merupakan Karbohidrat alamiah yang biasa digunakan oleh tubuh kita
sebagai sumber energi tubuh dalam kondisi normal tubuh memang membutuhkan Glukosa,
namun jika berlebih dan berlangsung secara terus menerus dapat
menyebabkan Hyperglikemia dan berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh dan beberapa
organ ikut terpengaruhi.

Gejala Diabetes Melitus mulai nampak ketika tingkat kadar gula dalam darah telah
mencapai lebih dari 200 mg / dL. Hal ini dapat terjadi tiba-tiba, tetapi dalam banyak kasus
gula darah tinggi berkembang selama beberapa hari.

Gejala hiperglikemia ditandai meliputi

- kelelahan yang berlebihan,


- poliuria / peningkatan buang air kecil
- polidipsia / haus, mulut terasa kering
- penurunan berat badan
- polifagia / sering lapar,
- penglihatan kabur.
- Perasaan kebingungan
- kerentanan terhadap infeksi tertentu

Hyperglikemia Akut yang mengancam jiwa dan merupakan konsekuensi dari diabetes yang
tidak terkontrol adalah hiperglikemia dengan ketoasidosis atau sindrom hiperosmolar
nonketotic.

hyperglikemia kronis diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau
kegagalan fungsi dari berbagai organ, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh
darah.

Tipe Diabetes Melitus

Penyakit Diabetes dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan penyebab terjadinya. berikut
pembagiannya:

1. Diabetes Tipe 1
Diabetes tipe 1 disebabkan karena kerusakan ataupun karena kelainan genetik pada sel sel
yang ada di pankreas, sehingga pankreas tidak bisa menghasilkan unsulin yang cukup untuk
mengubah kadar gula dalam darah menjadi energi. penyakit diabetes tipe 1 ini sering
menyerang mereka yang memiliki badan kurus, dan umumnya terjadi pada remaja

2. Diabetes tipe 2
Berbeda dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 ini bukan karena hormon insulin tidak di
produksi tubuh, melainkan hormon insulin ada di dalam tubuh dalam jumlah yang cukup
namun respon tubuh terhadap hormon insulin berkurang, atau terjadinya resistensi insulin
sehingga tidak efektifnya kemampuan tubuh dalam memanfaatkan hormon insulin yang
dihasilkan pankreas. umumnya penyakit ini menyerang orang-orang obesitas atau kelebihan
berat badan

3. Diabetes tipe gestasional


Diabetes tipe gestasional ini diemukan akibat berbagai pengaruh hormon lain, biasanya pada
masa kehamilan akibat pengaruh plasenta yang berujung pada hiperglikemia.