Anda di halaman 1dari 3

Karakteristik Akuifer

Akuifer adalah lapisan batuan atau suatu formasi geologi dan dapat juga
berupa grup formasi di bawah permukaan tanah yang secara signifikan mampu
mengalirkan air melalui kondisi alaminya. Terdapat tiga parameter penting yang
menentukan karakterisitik akuifer yaitu tebal akuifer, koefisien lolos
air/permeabilitas, dan hasil jenis. Tebal akuifer diukur mulai dari permukaan
tanah sampai pada suatu lapisan yang bersifat semi kedap air. Permeabilitas
merupakan kemampuan suatu akuifer untuk meloloskan sejumlah air tanah
melalui penampang 1 m2. Nilai permeabilitas akuifer sangat ditentukan oleh
tekstur dan struktur mineral atau partikel-partikel atau butir-butir penyusun
batuan. Semakin kasar tekstur dengan struktur lepas maka semakin tinggi
batuan meloloskan sejumlah air tanah. Sebaliknya, semakin halus tekstur
dengan struktur semakin tidak teratur atau semakin mampat maka semakin
rendah kemampuan batuan untuk meloloskan sejumlah air tanah. Dengan
demikian, setiap jenis batuan akan mempunyai nilai permeabilitas yang berbeda
dengan jenis batuan lainnya. Hasil jenis adalah kemampuan suatu akuifer untuk
menyimpan dan memberikan sejumlah air dalam kondisi alami. Besarnya
cadangan air tanah atau hasil jenis yang dapat tersimpan dalam akuifer
ditentukan oleh sifat fisik batuan penyusun akuifer. Menurut Krussman dan
Ridder (1970) dan Utaya (1990), akuifer dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:
1. Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer)
Akuifer bebas adalah akuifer yang lapisan untuk meloloskan airnya hanya
sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan yang kedap air.

Permukaan tanah pada akuifer ini disebut water table (preatik level), yaitu
permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik yang sama dengan
atmosfer.

Ilustrasi akuifer bebas


2. Akuifer Tertekan (Confined Aquifer)
Akuifer tertekan adalah akuifer yang seluruh jumlah airnya dibatasi oleh
lapisan
kedap
air, baik
yang di
atas
maupun
di bawah
serta

mempunyai tekanan hidrostatik yang lebih besar daripada tekanan di


atmosfer.

Ilustrasi akuifer tertekan

3. Akuifer Semi Tertekan (Semi Confined Aquifer)


Akuifer semi tertekan adalah akuifer yang mirip dengan akuifer tertekan
tetapi yang membedakan dengan akuifer tertekan adalah bagian atasnya
dilapisi oleh lapisan semi lolos air sedangkan di bagian bawahnya
merupakan lapisan kedap air.
4. Akuifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)
Akuifer semi bebas adalah akuifer yang bagian bawahnya merupakan
lapisan kedap air sedangkan bagian atasnya merupakan material berbutir
halus sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya
gerakan air.

Berdasarkan perlakuannya terhadap air tanah, terdapat lapisan-lapisan


batuan selain akuifer yang berada di bawah permukaan tanah. Lapisan-lapisan
bauan tersebut dapat dibedakan tiga, yaitu:
1. Aquiclude
Aquiclude adalah formasi geologi yang mungkin mengandung air, tetapi
dalam kondisi alami tidak mampu mengalirkannya. Untuk keperluan
praktis, aquiclude dipandang sebagian lapisan kedap air.

Ilustrasi aquilude

2. Aquitard
Aquitard adalah formasi geologi yang semi kedap air yang mampu
mengalirkan air tetap dalam laju yang sangat lambat jika dibandingkan
dengan akuifer.
3. Aquifuge
Aquifuge merupakan formasi geologi yang kedap air sehingga tidak
mengandung mampu mengalirkan air.

Ditijnjau dari kedudukannya terhadap permukaan, air tanah dapat disebut


air tanah dangkal apabila kedalamannya mencapai 15-40 m dan umumnya
berasosiai dengan akuifer tidak tertekan. Air tanah dalam mencapai kedalaman
lebih dari 40 m dan umumnya berasosiasi dengan akuifer tertekan. Air tanah
dangkal umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat dengan membuat sumur
galian sementara air tanah dalam digunakan oleh industri.
Pada daerah penelitian, semua sumur merupakan sumur galian sehingga
dapat disimpulkan bahwa sumur-sumur tersebut merupakan air tanah dangkal
dan akuifer yang ada di daerah tersebut merupakan akuifer tidak tertekan.