Anda di halaman 1dari 5

1.

) Gorengan

Makanan yang diolah dengan cara digoreng bisa mengandung kolesterol. Hal ini dapat terjadi apabila dalam proses
menggoreng menggunakan minyak yang telah berkali-kali dipakai atau menggunakan minyak yang sangat panas.
Proses menggoreng dengan minyak tersebut akan memberikan dampak pada meningkatnya kadar kolesterol pada
seseorang. Apabila minyak goreng semain sering digunakan maka asam lemak jenuhnya juga akan semakin banyak.

Menurut detikHealth, sepotong gorengan juga bisa menambah kadar low density lipoprotein (LDL) disebabkan
kandungan lemak trans dan lemak jenus yang ada didalamnya. Dan LDL atau kolesterol jahat ini juga mudah
menempel pada dinding pembuluh darah yang bisa meningkatkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular dan
stroke.

2.) Otak Sapi

Kandungan kolesterol dalam 10 gram otak sapi bisa sampai 2.500 mg. Oleh karena itu hal ini harus diperhatikan
apalagi bagi Anda yang menggemari makanan-makanan hewani yang memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi
misalnya otak sapi ini. Meskipun belum ada batasan yang pasti tentang konsumsi otak sapi yang dikonsumsi setiap
harinya.

Maka dari itu lebih baik mulai mengurangi makanan-makanan yang bersumber dari makanan hewani yang memiliki
lemak jenuh yang tinggi dan mulai meningkatkan asupan makanan yang lebih sehat seperti ikan, sayuran dan jenis
makanan sehat lainnya.

3.) Kuning Telur

Kuning telur diketahui memiliki kandungan kolesterol yang tinggi jika dibandingkan dengan makanan lainnya.
Dalam 100 gram kuning telur setidaknya memiliki kandungan kolesterol sekitar 1200 miligram. Jumlah ini sekitar
400 persen lebih jika dibandingkan dengan kolesterol yang dibutuhkan setiap harinya. Maka dari itu, jika pada pagi
hari Anda mengkonsumsi kuning telur, sebaiknya setelah mengkonsumsi kuning telur tersebut menghindari
makanan lain yang mengandung kolesterol tinggi lainnya.

4.) Lever

Banyak orang yang menikmati dan suka mengkonsumsi lever/hati. Namun, ternyata lever memiliki kandungan
kolesterol yang cukup tinggi. Didalam 100 gram lever setidaknya terdapat 564mg kolesterol atau terdapat 188 %
dari konsumsi kolesterol harian. Dalam 1 ons lever yang diolah menjadi masakan setidaknya mengandung 311 mg
kolesterol, sedangkan menurut American Heart Association, orang yang sudah diewasa tidak dianjurkan untuk
mengkonsumsi makanan yang mengandung 300 mg kolesterol setiap harinya.
5.) Butter

Menurut healthaliciousness.com, 100 mg butter memiliki kandungan kolesterol sekitar 215 mg, dan 1 sendok makan
butter mengandung 20 mg kolesterol. Sedangkan makanan yang mengandung butter seperti roti, kue, dan makanan
lainnya seringkali dikonsumsi. Oleh karena itu, Anda harus bisa membatasi setiap makanan kurang sehat yang Anda
konsumsi setiap harinya.

6.) Udang

Udang diketahui memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Setidaknya 195 mg kolesterol terkandung dalam
setiap 100 mg udang. Kandungan kolesterol dalam satu ons udang setidaknya ada 55 mg dan satu ekor udang yang
cukup besar memiliki kandungan kolesterol sekitar 11 mg. Meskipun tidak semua seafood memiliki kandungan
kolesterol yang tinggi namun alangkah lebih baik cara pengolahannya direbus daripada diolah dengan cara digoreng.

7.) Ayam

Cara mengolah ayam menjadi masakan tertentu akan memberikan perbedaan besar pada kandungan zat pada ayam
tersebut. Jika dibandingkan dengan burger dan eskrim, kandungan satu paha ayam dengan kulitnya mengandung
tingkat lemak yang lebih banyak pada paha ayam dan kulitnya tersebut. Penyebabnya kulit ayam yang digoreng
merupakan pemicu banyaknya kolesterol yang ada pada ayam.

8.) Makanan Cepat Saji

Kandungan kolesterol yang ada pada makanan cepat saji memiliki tingkat yang cukup tinggi. Misalnya biskuit,
keripik dan juga telur setidaknya memiliki kandungan kolesterol sebanyak 172mg dari setiap 100mg nya. Selain itu
dalam satu biskuit terdapat kandungan kolesterol sekitar 246 mg. Didalam makanan cepat saji umumnya terdapat
kandungan minyak jenuh yang menjadikan makanan cepat saji tersebut tinggi akan kolesterol. Lemak jenuh ini
adalah hasil dari adanya penambahan hidrogen pada minyak sayur yang pada umumnya dimanfaatkan untuk
menggoreng makanan cepat saji.

9.) Keju

Bagi para vegetarian atau orang yang seringkali mengkonsumsi sayuran keju merupakan salahsatu sumber protein
dan juga kalsium yang baik bagi tubuh. Dan bagi orang yang bukan vegetarian juga, keju merupakan makanan yang
lezat untuk dikonsumsi dan biasa digunakan pada berbagai masakan dan juga kue. Setidaknya 123 mg kolesterol
terdapat dalam 100 mg keju. Dan dalam per satu inci keju terdapat sekitar 21 mg kolesterol, maka dari itu
mengkonsumsi keju harus dibatasi dan tidak berlebihan setiap harinya.

10.) Daging Olahan


Perbandingan antara daging ayam, kambing, domba, dan sapi mungkin tidak ada bedanya ketika sudah diolah.
Jumlah kolesterol yang ada pada daging yang telah diolah juga tergantung dari potongan besar daging dan jumlah
garam yang digunakan pada saat mengolahnya. Jadi ketika sudah diolah bisa jadi kolesterol yang ada pada jenis
daging-daging tersebut setara.

11.) Burger Keju

Kolesterol yang tinggi juga terdapat pada burger keju. Setidaknya dengan ukuran burger keju yang besar terdapat
kandungan kolesterol sekitar 175 miligram. Apabila Anda mengkonsumsi burger keju, tidak dianjurkan
mengkonsumsi makanan lain yang memiliki kolesterol tinggi lainnya seperti kentang goreng, milk shake dan jenis
makanan berkolesterol tinggi lainnya. Karena jika ditambah dengan konsumsi makanan berkolesterol tinggi lainnya
asupan kolesterol harian akan bertambah dan melebihi asupan harian tsb.

12.) Es Krim

Ternyata Es krim merupakan salahsatu makanan yang mengandung kolsterol tinggi. Diketahui bahwa dalam segelas
es krim terdapat kandungan lemak yang cukup banyak dibandingkan dengan hamburger dan memiliki kandungan
kolesterol yang tinggi dibandingkan dengan 10 donat. Maka dari itu, jika Anda mengkonsumsi es krim, Anda harus
menghindari makanan lainnya yang mengandung kolesterol tinggi. Lebih dianjurkan mengkonsumsi makanan
seperti bauh-buahan segar dan makanan sehat lainnya. Mengkonsumsi buah-buahan lebih baik karena memiliki
kandungan serat dan vitamin yang baik bagi kesehatan tubuh, selain itu rendah kalori.

Diatas merupakan artikel tentang Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Harus Dihindari, dengan
meminimalkan konsumsi makanan yang memiliki kolesterol tinggi atau lemak jenuh maka kesehatan tubuh akan
lebih terjaga. Seperti yang diketahui bahwa makanan-makanan yang memiliki kadar lemak jenuh jika dikonsumsi
secara tidak terkontrol akan berakibat fatal dan mengganggu sirkulasi darah sehingga meningkatkan resiko
seseorang terkena penyakit jantung dan masalah vaskular lainnya.

Dengan mengetahui jenis-jenis makanan yang dapat meningkatkan kolesterol diatas, tentu Anda diwajibkan untuk
membiasakan diri agar terbiasa memelihara gaya hidup sehat. Mengkonsumsi makanan-makanan bernutrisi tinggi
dan seimbang tentu sangat dianjurkan, selain itu rutin berolahraga setiap harinya menjaga tubuh agar tetap bugar dan
sehat.

Makanan Sehat untuk Penderita Kolesterol


Guna menurunkan tingkat kolesterol dalam darah, Anda membutuhkan makanan yang sehat yang dapat menurunkan
kolesterol. Berikut ini adalah makanan yang baik untuk Anda konsumsi:
Makanan yang mengandung kacang kedelai. Makanan seperti puding kedelai tanpa gula, susu kedelai,
kacang edamame dan tahu mengandung protein yang dapat mengurangi kolesterol dalam darah. Mengonsumsinya
sebanyak 0,5 ons dalam sehari bisa mengurangi kolesterol Anda setidaknya 6%.
Buah dan sayuran. Tidak perlu diragukan lagi, jika Anda ingin lebih sehat sebaiknya Anda mengonsumsi
lebih banyak buah dan sayur. Kenapa? Karena buah dan sayur merupakan makanan dengan lemak jenuh yang
rendah. Jika Anda mengonsumsinya lebih banyak maka Anda akan lebih merasa kenyang sehingga mengurangi
kemungkinan mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh. Konsumsi makanan yang kaya akan serat seperti
brokoli, apel, pir, ubi, stroberi dan terung dapat menurunkan kolesterol.
Kacang-kacangan. Kacang bisa mengurangi kolesterol dalam darah karena mengandung protein, vitamin E,
lemak tak jenuh, magnesium, serat, dan kalium. Anda bisa menurunkan kolesterol Anda sebanyak 5 % jika
mengonsumsi sekitar 1-2 ons kacang-kacangan dalam sehari.
Jelai dan oat. Mengonsumsi lebih banyak kedua jenis makanan ini bisa mengikat kolesterol dalam usus dan
mencegahnya diserap oleh tubuh. Hal ini terjadi karena kedua jenis makanan ini mengandung serat yang disebut
beta glukan. Konsumsi sekitar 3 gram makanan yang kaya akan beta glukan dalam sehari dipercaya dapat
mengurangi kolesterol dalam tubuh. Selain kedua jenis makanan ini , kacang merah juga mengandung serat larut.
Anda bisa menjadikan bubur oat sebagai sarapan dan mencampurkannya dengan buah seperti pisang untuk
menambahkan kadar serat dalam makanan Anda.
Ikan dan asam lemak omega 3. Ikan seperti salmon, makarel, tuna, dan sarden mengandung asam lemak
omega 3 yang baik untuk menurunkan tekanan darah. Omega 3 memang tidak berpengaruh pada kadar kolesterol
jahat (LDL) darah, tapi dapat menurunkan risiko terbentuknya bekuan darah. Konsumsilah setidaknya dua hingga
tiga kali dalam seminggu. Omega 3 mengurangi kemungkinan munculnya serangan detak jantung tidak beraturan
serta mengurangi kadar trigliserida dalam darah.
Avokad. Buah ini salah satu yang kaya kandungan lemak tak jenuh. Usahakan untuk mengonsumsi avokad
dalam bentuk buah, bukan dalam bentuk jus yang sudah dicampur gula dan susu. Penderita kolesterol tinggi perlu
membatasi asupan lemak jenuh. Batas asupan lemak jenuh pada wanita adalah 20 gram, sedangkan batas untuk pria
adalah 30 gram.

Makanan yang diperkaya sterol dan stanol. Fungsi dari kedua unsur ini adalah menghalangi tubuh untuk
menyerap kolesterol. Makanan yang mengandung sterol dan stanol adalah kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran,
buah, dan minyak nabati, kecuali minyak kelapa sawit dan minyak kelapa. Minyak kelapa sawit dan minyak
kelapa adalah jenis minyak nabati yang kaya akan lemak jenuh. Anda juga bisa mengonsumsi suplemen yang
mengandung sterol dan stanol. Konsumsi setidaknya 2 gram sterol atau stanol bisa menurunkan kadar kolesterol
dalam darah setidaknya sepersepuluhnya.
Tiap makanan yang dijelaskan di atas memberikan manfaat tersendiri, namun perubahan gaya hidup juga membantu
dalam menurunkan kolesterol tinggi. Selain mengubah menu makanan, menurunkan kolesterol tinggi bisa dibarengi
dengan berolahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok.
Namun jika Anda sudah menjalani hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan melakukan olahraga, tapi
kolesterol Anda masih saja tinggi, cobalah hubungi dokter Anda.