Anda di halaman 1dari 4

Sterilisasi dengan formokresol

Strerilisasi merupakan salah satu tahapan dari perawatan saluran akar yang
dilakukan setelah melakukan ekstirpasi jaringan pulpa dan debris, pelebaran
saluran akar, dan pembersihan saluran akar dengan melakukan irigasi. Tujuan
dari strerilisasi saluran akar (medikamen intrakanal) yaitu (1) sebagai agen
antimikroba pada pulpa dan periapikal, (2) penetralan sisa-sisa debris pada saluran
akar, (3) control dan pencegahan nyeri pasca perawatan, (4) kontrol eksudat, (5)
kontrol inflamasi pada resorpsi akar. Terdapat beberapa bahan yang dapat
digunakan untuk strerilisasi saluran akar pada gigi sulung anak-anak di antaranya
adalah Formokresol, glutaraldehid, solutie formaldehid 37 %( formalin)
merupakan obat antiseptic golongan aldehid, kresol (golongan fenol), nitrat dan
kristatin ( metakresil asetat). Pada kasus ini bahan yang akan digunakan yaitu
formokresol
Farmakologi dari formokresol

Definisi
Formokresol merupakan golongan aldehid dan merupakan salah satu obat
pilihan dalam perawatan pulpa gigi sulung dengan karies atau trauma.
Obat ini diperkenalkan oleh Buckley pada tahun 1905 dan sejak saat itu
telah digunakan sebagai obat untuk perawatan pulpa dengan tingkat
keberhasilan yang tinggi. Komposisi dari formokresol terdiri dari 19%
formaldehid, 35% trikresol ditambah 15% gliserin dan air. Trikresol
merupakan bahan aktif yang kuat dengan waktu kerja pendek dan sebagai
bahan antiseptik untuk membunuh mikroorganisme pada pulpa gigi yang
mengalami infeksi atau inflamasi sedangkan formaldehid berpotensi untuk
memfiksasi jaringan. Sweet mempelopori penggunaan formokresol untuk
perawatan pulpotomi. Formokresol juga digunakan sebagai bahan
pengganti kalsim hidroksida belakangan ini. Beberapa studi telah
dilakukan untuk membandingkan formokresol dengan kalsium hidroksida
dan hasilnya memperlihatkan bahwa perawatan pulpotomi dengan
formokresol pada gigi sulung menunjukkan tingkat keberhasilan yang
lebih baik daripada penggunaan kalsium hidroksida. Formokresol tidak
membentuk jembatan dentin tetapi akan membentuk suatu zona fiksasi
dengan kedalaman yang bervariasi yang berkontak dengan jaringan vital.
Zona ini bebas dari bakteri dan dapat berfungsi sebagai pencegah terhadap
infiltrasi mikroba. Penelitian-penelitian secara histologis dan histokimia
menunjukkan bahwa pulpa yang terdekat dengan kamar pulpa menjadi
terfiksasi lebih ke arah apikal sehingga jaringan yang lebih apikal dapat
tetap vital. Jaringan pulpa yang terfiksasi kemudian dapat diganti oleh
jaringan granulasi vital. Komponen aktif pada formokresol adalah
formaldehid dan kresol sehingga karena adanya formaldehid ini yang
memiliki sifat dapat mengiritasi jaringan, maka penggunaanya dalam
rongga mulut harus diperhatikan. Tetapi pada pada beberapa penelitian
formokresol tidak menimbulkan efek samping seperti mengiritasi
periapikal menurut buku jurnal kedokteran gigi universitas Indonesia. Hal
ini di dukung apabila penggunaanya masih dalam jumlah yang tepat.
Pada kasus ini formokresol berguna sebagai bahan disinfektan pada ruang
pulpa. Bahan ini mempunyai daya evaporasi yang tinggi sehingga dalam
penggunaannya cukup di letakan pada kapas dan di aplikasikan pada ruang
pulpa

Kelebihan formokresol
1. Membuat waktu perawatan menjadi lebih singkat co:/ sebelum nya
apabila ingin melakukan pulpotomi (pembuangan jaringan pulpa yang
telah mengalami infeksi untuk mempertahankan vitalitas jaringan pulpa
lainnya yang berada dalam saluran akar) dibutuhkan waktu setidaknya
empat kali kunjungan namun saat ini apabila ingin melakukan
pulpotomi dengan formokresol dapat dilakukan dengan satu atau dua
kali kunjungan saja
2. Formokresol dapat mengkoagulasi protein sehingga dapat berperan
sebagai bakterisid yang kuat dan kaustik. Sifat kaustik inilah yang dapat
menyebabkan fiksasi bakteri dan jaringan pada sepertiga bagian atas
pulpa yang terlibat.
3. Farmokresol dapat digunakan sebagai pengganti kalsium hidroksida
4. Pada perawatan pulpa gigi sulung yang terkena karies formokresol akan
bergabung dengan protein seluluer sehingga dapat menguatkan
jaringan.

Kekurangan formokresol
1. Formokresol di teliti secara klinis an hasilnya menyatakan bahwa
formokresol tidak terlalu efektif untuk mencegah atau mengendalikan
rasa nyeri pada pemakaian medikamen intrakanal
2. Formokresol masih dikhawatirkan tingkat toksisitasnya akar dapat
mengalami resorpsi

Indikasi penggunaan formokresol


- Perawatan pulpotomi pada gigi sulung dengan gigi karies atau trauma
yang masih vital pulpanya, pulpa terbuka, dan belum dalam
asimtomatis.
- Tidak adanya kelainan patologis pada lamina dura dan resorbsi internal
dan eksternal.
- Tanda klinis jaringan pulpa dalam saluran akar masih normal
Kontraindikasi penggunaan formokresol :
- Gigi sulung yang sangat sensitive terhadap panas dan dingin
- Gigi sulung dengan pulpagia kronis
- Gigi yang sensitive terhadap perkusi dan palpasi
- Adanya perubahan radiografik yang disebabkan oleh perluasan penyakit
pulpa
- Gigi dengan kamar pulpa atau saluran akar yang sempit

Mekanisme kerja formokresol


Formokresol bekerja dengan mengikat bahan asam amino dari
protein bakterinya ataupun sisa dari jaringan pulpa gigi. Kemudian,
menonaktifkan enzim-enzim oksidatif di dalam pulpa yang berdekatan
dengan daerah amputasi. Hal ini memberikan efek hialuronidase sehingga
jaringan pulpa menjadi fibrous dan asidofilik dalam beberapa menit
setelah aplikasi formokresol. Reaksi ini di interpretasikan sebagai fiksasi
dari jaringan pulpa vital.