Anda di halaman 1dari 2

Patikan Cina (Euphorbia thymifolia L.

) Bukan Tumbuhan Biasa

Indonesia yang beriklim tropis menyebabkan tanahnya subur sehingga banyak jenis
tumbuhan yang tumbuh. Dari berbagai jenis tumbuhan tersebut beberapa diantaranya
berkhasiat obat (Hariana, 2004:1). Sebenarnya sudah sejak zaman dahulu masyarakat
Indonesia mengenal dan menggunakan tanaman bekhasiat obat sebagai salah satu upaya
menanggulangi berbagai masalah kesehatan. Selain lebih ekonomis, keunggulan pengobatan
herba terletak pada bahan dasarnya yang bersifat alami sehingga efek sampingnya dapat
ditekan seminimal mungkin. Hal ini berbeda dengan obat kimia yang dapat menimbulkan
efek samping sehingga munculnya berbagai penyakit baru.
Penggunaan tanaman obat untuk penyembuhan suatu penyakit didasarkan pada
pengalaman yang secara turun-temurun diwariskan oleh generasi terdahulu kepada genarasi
berikutnya. Tanaman obat merupakan suatu komponen penting dalam pengobatan tradisional.
Penggunaan obat tradisional yang lebih dikenal sebagai jamu, telah meluas sejak zaman
nenek moyang. Namun, penggunaannya ditengah masyarakat Indonesia dimulai saat zaman
penjajahan Belanda. Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman obat tradisional yang
terbuat dari bahan-bahan alami, termasuk tanaman obat dan buah-buahan. Salah satunya dari
sekian banyak tumbuhan yang dapat digunakan sebagai tanaman obat adalah tumbuhan
patikan cina (Euphorbia thymifolia L.).
Patikan cina(Euphorbia thymifolia L.) termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae.
Patikan cina di Indonesia juga dikenal dengan berbagai nama daerah. Di Jawa dikenal
sebagai: gelang pasir, ki mules, krokot cina, dan patikan cina. Sedangkan di Sunda patikan
cina dikenal sebagai: nanangkaan gede, useup nana, serta di Maluku dikenal sebagai: jalu-jalu
cina.

Tumbuhan patikan cina diklasifikasikan sebagai berikut:


Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Spesies : Euphorbia thymifoliaL.

Patikan cina(Euphorbia thymifolia L.) merupakan terna kecil merayap, kadang-


kadang setengah tegak, berambut, terdapat di mana-mana diantara rumput di halaman,
sekeliling tegalan, pinggir jalan pada tempat-tempat yang agak basah
sampai ketinggian 1.400 m dari permukaan laut. Batang tidak tegak, terbaring di tanah.
Berbentuk bulat hijau kekuningan dengan tinggi atau panjang sekitar 50-100 cm dan daunnya
agak kemerah-merahan, bila dipatahkan mengeluarkan getah. Daunnya bersirip genap, kecil-
kecil, bulat telur, berhadapan, baunya wangi. Bunga berwarna merah muda.
Patikan cina (Euphorbia thymifolia L.) mengandung beberapa unsur kimia,
diantaranya alkaloid, tanin, senyawa polifenol (seperti asam gallat), flavonoid quersitrin,
asam-asam organik palminat oleat dan asam lanolat. Di samping itu, patikan cina juga
mengandung senyawa terpenoid eufosterol, tarakserol, dan tarakseron.
Seluruh tanaman patikan cina (Euphorbia thymifolia L.) segar atau kering dapat
digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, adapun khasiat dan manfaat dari patikan cina
(Euphorbia thymifolia L.) dapat mengobati berbagai macam penyakit antara lain: tifus,
disentri basiler, herpes zoster, enteritis, diare, wasir berdarah, eksim, dan dermatitis serta
dapat mengobati gatal di kulit, abses payudara, dermatitis, wasir.