Anda di halaman 1dari 6

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES

TOURNAMENT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ELEKTRONIKA


ANALOG SISWA KELAS X TKJ 1 DI SMK NEGERI 1 SIDENRENG

LATAR BELAKANG
Pembelajaran yang sebenarnya sangat ditentukan oleh strategi mengajar guru di dalam
kelas. Oleh karena itu, cara mengajar guru adalah langkah-langkah yang
dirancang/dilakukan guru dalam proses belajar mengajar yang sangat dipengaruhi minat
peserta didik terhadap mata pelajaran. Sehingga diperlukan model pembelajaran yang
sesuai.

KAJIAN TEORI
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang terfokus pada
aktivitas pembelajaran kelompok yang terorganisir. Salah satunya adalah pembelajaran
kooperatif Tipe TGT yaitu salah satu tipe pembelajaran kooperatif, dimana para siswa
dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas lima sampai enam orang yang berbeda-beda
tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan
pelajaran, lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua
anggota tim telah menguasai pelajaran.

METODE PENELITIAN
Jenis dan Desain Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).dengan
tindakan yang dilakukan adalah pembelajaran mengunakan metode TGT.
Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
teknik dan instrumen pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan menilai hasil
belajar siswa, lembar observasi untuk mengamati keaktifan siswa
Teknik Analisis Data
Pengelolaan data pada penelitian ini dilakukan setelah terkumpulnya data, selanjutnya
dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.
JUDUL
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA KELAS XI KOMPETENSI KEAHLIAN
TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK N 2 PENGASIH DALAM MEMAHAMI
KONSEP SENSOR DAN AKTUATOR DENGAN METODE MIND MAPPING

LATAR BELAKANG
Berdasarkan hasil observasi siswa Kelas XI Teknik Elektronika Industri dalam
pembelajaran memiliki antusias yang tinggi akan hal-hal baru. Antusiasme yang tinggi
tidak didukung dengan keinginan mencari tahu hal-hal baru dari sumber selain yang
diberikan guru. Siswa terlihat banyak mencatat tanpa meringkas atau memilih npokok-
pokok pikiran, sehingga guru cenderung menunggu siswa selesai mencatat. Pada saat sesi
tanya jawab. sedikit sekali siswa yang bertanya tetapi ketika guru balik bertanya mereka
belum memahami dengan baik. Metode pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih
mengerti alur dan meningkatakan kreativitas adalah Metode Mind Mapping.

KAJIAN TEORI
Mind Mapping adalah suatu proses visual yang dapat menyelaraskan proses belajar
dengan cara kerja alami otak. Menurut Buzan (2008) Mind Mapping atau peta pemikiran
adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran
dalam berbagai sudut. Mind Mapping. mengembangkan cara berpikir divergen dan berpikir
kreatif. Mind Map berbentuk seperti suatu tampilan grafik data atau rencana. Mind
Map dibuat dalam bentuk diagram karena akan lebih mudah mengingat diagram daripada
teks yang panjang.

METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran dan selanjutnya dapat meningkatkan kualitas
pendidikan secara luas.
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pengasih pada semester genap tahun ajaran
2014/2015 yang berlangsung pada bulan Mei 2015.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TEI tahun ajaran 2014/2015 di SMK N 2
Pengasih sejumlah 32 siswa
Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi,
dokumentasi, dan catatan lapangan.
Kriteria Keberhasilan
Kreativitas siswa dikatakan mengalami peningkatan apabila rata-rata presentase
kreativitas siswa mencapai sekurangkurangnya 75% pada komponen penunjang
kreativitas siswa dan sikap pendukung terbentuknya kreativitas.
JUDUL
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN
TEKNIK LISTRIK SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA
INDUSTRI DI SMK NEGERI 3 BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG

LATAR BELAKANG
Banyak siswa memperoleh hasil belajar yang rendah karena kualitas belajar yang kurang
baik. Dalam proses pembelajaran di kelas, guru tidak hanya memberikan atau
menerangkan materi saja, melainkan juga harus bisa membawa siswa agar aktif selama
proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMK
Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, diketahui bahwa pada saat mata pelajaran teori,
kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru. Guru memberikan materi dan siswa
mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru. Selain itu dalam proses
pembelajaran, media yang digunakan guru hanya papan tulis. Model pembelajaran tersebut
dirasa kurang cocok dengan siswa karena dianggap monoton dan tidak menarik Untuk
mengatasi masalah, diperlukan penggunaan model-model pembelajaran yang bervariasi
agar siswa dapat lebih mengerti, termotivasi dalam mengikuti pembelajaran di kelas.
Salah satunya adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning).

KAJIAN TEORI
Di dalam pembelajaran yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL), siswa
dilibatkan dalam memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga
siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan
sekaligus memilikiketerampilan untuk memecahkan masalah (Trianto, 2007). Oleh sebab itu
penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dalam mata
pelajaran Teknik Listrik menggunakan model ProblemBased Learning pada siswa kelas
X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung.

METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Data penelitian diperoleh dari: (1) nilai awal ranah pengetahuan dari ulangan kompetensi
sebelumnya, (2) hasil wawancara dengan guru kelas, (3) hasil pengamatan aktivitas
belajar siswa, (4) hasil pengamatan ranah sikap, (5) hasil pengamatan ranah
keterampilan, (6) lembar keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model PBL, dan (7)
nilai posttest setelah pemberian tindakan. Sumber data penelitian diperoleh dari: (a) siswa
Kelas X Teknik Elektronika Industri I SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung semester
Ganjil Tahun Ajaran 2014-2015, (2) guru dan (3) teman sejawat yang bertindak sebagai
observer dalam penelitian. Analisa data aktivitas siswa dapat diketahui dengan
membandingkan skor data awal dengan skor siklus I, siklus II, dan siklus III. Aktivitas
belajar siswa dalam penerapan model PBL diukur menggunakan lembar observasi.

JUDUL
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN HASIL BELAJAR
MATAPELAJARAN DASAR-DASAR ELEKTRONIKA MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE SISWA KELAS X
SMK NEGERI 1 PONJONG

LATAR BELAKANG
Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 16
Februari 2015 dalam mengikuti pembelajaran, didapati bahwa dalam pembelajaran guru
menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran masih terpusat pada guru, ada
siswa yang telat masuk kelas, banyak siswa yang mengobrol dengan siswa lain, dan
adasiswa sering telat mengumpulkan tugas atau laporan harian kepada guru. Berdasarkan
permasalahan diatas maka salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan
kedisiplinan siswa dalam kelas pembelajaran produktif dan hasil belajar siswa ialah
menggunakan penerapkan model pembelajaran kooperatif. Penciptaan model
pembelajaran yang beragam diharapkan dapat terus menerus menjaga ketertarikan siswa
pada setiap proses pembelajaran. salah satu model pembelajaran kooperatif yang dikenal
adalah ThinkPair-Share (TPS).

KAJIAN TEORI
Menurut E. Slavin (2012: 15) model pembelajaran tipe Think-Pair-Share ialah diskusi
dalam bentuk kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif melalui berpasangan dengan
struktur kelompok heterogen. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pengajaran
yang menekankan adanya kerjasama antar kelompoknya untuk mencapai tujuan belajar
dengan saling berdiskusi. Pembelajaran kooperatif tipe Think-PairShare dapat membantu
siswa untuk lebih memahami konsep-konsep yang sulit serta menumbuhkan kemampuan
kerjasama, berpikir kritis, dan mengembangkan sikap sosial siswa, karena pada dasarnya
pembelajaran kooperatif dapat diartikan sebagai suatu sikap atau perilaku bersama
dalam bekerja dan atau membantu sesama dalam struktur kerja yang teratur dalam
kelompok.

METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu
penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang
dilakukan guru.
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di kelas X AV SMK Negeri 1 Ponjong. Waktu
penelitian selama bulan Februari April 2015.
Target/Subjek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X Audio Video di SMK Negeri 1 Ponjong
Data, Instrument, dan Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes, dan dokumentasi
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan keterlaksanaan tindakan
dalam pelaksanaan pembelajaran dan mendiskripsikan kedisiplinan siswa dalam kegiatan
pembelajaran. Analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini yakni
menganalisis hasil observasi kedisiplinan siswa.

JUDUL
PENINGKATAN KOMPETENSI TEKNIK LISTRIK SISWA ELIN DI SMK
MUHAMMADIYAH PRAMBANAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
GUIDED DISCOVERY

LATAR BELAKANG
Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan
lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Belajar merupakan suatu proses
memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku karena
adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Salah satu usaha dari guru untuk
membantu siswa melakukan kegiatan belajar adalah melalui pembelajaran.
Pembelajaran Teknik Listrik pada dasarnya merupakan ilmu pengetahuan yang mencari
tahu mengenai konsep-konsep serta prinsip-prinsip dasar elektronika dan kelistrikan.
Kompetensi yang diberikan pada mata pelajaran ini meliputi materi pengukuran elektronika,
hukum-hukum dan konsep kelistrikan. Kompetensi ini sangat penting diajarkan karena
sebagai dasar mengajarkan siswa agar dapat memahami prinsip-prinsip dan dasar kelistrikan.

KAJIAN TEORI
Pelaksanan model Discovery Learning mengikuti pendekatan scientific secara umum.
Pelaksanan model Guided Discovery Learning mengikuti model pengajaran
langsung.Langkah-langkah pelaksanaan model Guided Discovery menurut Jacobsen,
Egen, dan Kauchak meliputi: pengenalan dan review, tahap terbuka atau memberi contoh,
tahap konvergen atau guru memandu siswa menemukan konsep, dan penutup atau
mendeskripsikan hubungan-hubungan yang ditemukan dalam contoh dan studi kasus yang
ada. Penggunaan model Discovery Learning sangat bermanfaat bagi siswa. Keunggulan
penggunaan model Discovery Learning adalah pengetahuan yang diperoleh siswa
bersifat sangat pribadi dan mendalam, menimbulkan rasa senang pada siswa,
menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan
akalnya dan motivasi sendiri, membantu siswa memperkuat konsep dirinya., berpusat
pada siswa dan guru berperan sama-sama aktif mengeluarkan gagasan-gagasan.
Berdasarkan paparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model
pembelajaran Guided Discovery pada mata pelajaran Teknik Listrik yang akan
dilakukan adalah memberikan pemahaman dan pengujian melalui proses diskusi agar siswa
mampu untuk menemukan konsep sendiri dengan bantuan bimbingan dari guru.

METODE PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas
(classroom Action research). Penelitian ini dilakukan pada kelas X paket keahlian
Elektronika Industri di SMK Muhammadiyah Prambanan. Subjek penelitian ini
berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi
sikap untuk mengukur aspek afektif, lembar kerja siswa untuk mengukur aspek psikomotor
dan tes untuk mengukur aspek kognitif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik
analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kecenderungan data.