Anda di halaman 1dari 23

Praktikum Variasi Kontinyu dan stokiometri

Kamis, 12 September 2013


Praktikum II

1. Judul Laporan
Variasi Kontinyu dan Stoikimoetri
2. Tujuan
Mahasiswa dapat mengamati salah satu cara termudah untuk mempelajari stoikiometri beberapa
reaksi
Dapat menentukan temperature optimum beberapa reaksi stokiometri system
3. Dasar Teori
Stoikiometri (Stoi-kee-ah-met-tree) merupakan bidang dalam ilmu kimia yang menyangkut
hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam pereaksi kimia, baik sebagai pereaksi
maupun hasil reaksi. Stoikiometri juga menyangkut perbandingan atom H dan O dalam molekul
HO.
Jeremias Benjamin Richter (1762-1807) adalah orang yang pertama kali meletakkan prinsip
dasar stoikiometri. Menurutnya Stoikiometri adalah ilmu tentang pengukuran perbandingan
kuantitatif atau pegukuran perbandingan antar unsur kimia satu dengan yang lain.
Tahap Awal Stoikiometri
Di awal kimia,aspek kuantitatif perubahan kimia yakni stoikiometri reaksi kimia tidak
mendapat banyak perhatian. Bahkan pada saat perhatian telah diberikan, teknik dan alat
percobaantidak menghasilkan hasil yang benar. Misalnya teori Flogiston yang mencoba
menjelaskan fenomena pembakaran dengan istilah Zat dapat terbakar. Teori ini tidak berhasil
karena peerubahan masa logam ketika di kalsinasi tidak cocok dengan teori ini.
Filsuf dari Flanders Jan Baptista Van Helmont (1579-1644) melakukan percobaan Willow.
Ia menumbuhkan bibit Willow setelah penukuran massa pot bunga dan tanahnya. Hipotesis dan
percobaan ini jauh dari sempurna, karena ia menyimpulkan bahwa akar semua materi adalah
air.
Akhirnya pada abad 18 kimiawan Jerman, Jeremias benjamin Richter (1762- 1807)
menemukan konsep ekuivalen (ekuivalen kimia) dengan pengamatan teliti reaksi asam basa,
yakni hubungan kuantitatif antara asam dan basa dalam reaksi netralisasi. Penetahuan tentang
ekuivalen sangat penting untuk menghasilkan sabun dan serbuk meisu yang baik. Jadi,
pengetahuan seperti ini sangaat penting secara praktis.
Masa Atom relatif dan Massa Atom
Dalton mengenali bahwa penting uuntuk menentukan massa setiap atom karena massanya
bervariasi untuk setip jenis atom. Atom mempunyai ukuran yang sangat kecil, sehingga tidak
mungkin menentukan massa satu atom. Massa atom adalah nilai relatif, artinya suatu rasio tanpa
dimensi.
Membatasi Reagen
Dalam reaksi HCl dengan NaOH, jika terdapat lebih dari satu mol NaOH dan HCl maka
tidak dapat bereaksi. Jika mengiginkan dua mol HCl yang bereaksi, maka harus mempunyai dua
mol NaOH. Jika ada kekurangan reaktan, maka peristiwa itu disebut membatasi reagen dan
reaksi akan berhenti. Jenis perhitungan ini melibatkan pemecahan masalah dan memilih salah
satu yang menghasilkan jumlah produk yang lebih kecil sebagai reagen pembatas.
Reaksi Kimia
Reaksi kima biasanya berlangsung antara dua campuran zat murni. Satu bentuk yang paling
lazim dari campuran adalah larutan. Di alam sebagian besar reaksi berlangsung di dalam larutan
air. Contohnya cairan tubuh baik hewan maupun tumbuhan merupakan larutan dari berbagai zat.
Dalam tanah reaksi pada umumnya berlangsung dalam lapisan tipis lrutan yang diadopsi dari
padatan.
Reaksi kimia dibagi menjadi dua kelompok besar, yatu reaksi asam-basa dan reaksi redoks.
Pada raksi asam-basa tidak ada perubahan biloks, sedangkan pada reaksi redoks terjadi
perubahan bilangan oksidasi.
Kedua reaksi kimia ini dapat dikelompokkan ke dalam 4 tipe reaksi:
1. Reaksi Sintetis
Reaksi dimana dua atau lebih zat tunggal dalam reaksi kimia

2. Reaksi Dekomposisi
3. Reaksi Penggantiaan Tunggal (Single Replacement)
Reaksi dimana suatu unsur menggantikan unsur lain.
4. Reaksi Penggantian Ganda (Double Replacement)
Reaksi dimana ion-ion positif dari dua senyawa saling bertukaran.
Dasar percobaan ini adalah metode JOB atau metode variasi kontinyu . dalam metode ini
dilakukan sederetan pengamatan yang kuantitas molar totalnya sama,tetapi masing-masing
kuantitas molar pereaksinya berubah-ubah (bervariasi). Salah satu sifat fisika tertentu dipilh
untuk diperiksa seperti misalnya massa,volume,suhu dan daya serap.
Oleh karena kuantitas pereaksinya berlainan,maka perubahan harga sifat-sifat fisika dari
system ini dapat digunakan untuk meramal stokiometri system. Bila digambarkan grafik aliran
fisika sifat fisika yang diamati (diukur) terhadap kuantitas pereaksinya,maka akan diperoleh
suatu titik maksimum atau minimum yang sesuai dengan titik stoikiometri system. Yaitu yang
menyatakan perbandingan pereaksi-pereaksi dalam senyawa.
Konsentrasi pereaksi dibuat sehingga pada setiap percobaan,jumlah mol pereaksi total sama
dengan 1,2 x 10-2 dan jumlah volume total sama dengan 50,0 ml. Tetapi untuk deret itu
seluruhnya jumlah mol AgNO3 bervariasi dari 1,2 x 10-3-10,8 x 10-3 dan jumlah mol K2CrO4
bervariasi dari 10,8 x 10-3 1,2 x 10-3.
Sesudah kuantitas-kuantitas pereaksi itu dicampur,maka endapan yang terjadi disaring
kemudian dicuci,lalu dikeringkan dan ditimbang masa endapan dari setiap percobaan.

4. Alat dan Bahan


GAMBAR NANTI DOWNLOAD KASANA D INTERNET WA..
No Nama Alat Gambar Fungsi
1. Gelas Kimia 1. Untuk memanaskan
(Gelas piala) larutan
2. Untuk menyimpan larutan
atau zat
3. Untuk meng ukur larutan
( analisis kualitatif)

2. Gelas Ukur 1. Untuk mengukur volume


10 hingga 2000 mL.
2. Untuk mengukur volume
segala benda, baik benda
cair maupun benda padat
pada berbagai ukuran
volume.
3. Termometer 1. Untuk mengukur suhu.

Bahan
Nama
No Sifat Kimia Sifat Fisika
Bahan
1. CuSO4- Rumus molekul: CuSO4 - Bentuk: Kristal
- Massa molar: 159,62 g/mol - Bau: berbau
- pH: Tidak tersedia.
(anhidrat)
- Tekanan uap : 7.3 mm Hg @
- Penampilan:
Biru (pentahidrat) 25 deg C
Abu abu putih (anhidrat) - Kepadatan uap: Tidak tersedia.
- Densitas: - Tingkat Penguapan: diabaikan.
3,603 gr/cm3 (anhidrat) - Viskositas: Tidak tersedia.
2,204 gr/cm3 (pentahidrat) - Titik Didih: 150 deg C
- Titik lebur: - Pembekuan / Melting Point:
110 oC (4H2O)
110 deg C
150 oC (423 K) (5H2O)
- Swa-sulut/suhu penyulutan
< 650 oC decomp
otomatis Suhu: Tidak dipakai.
- Titik Nyala: Tidak dipakai.
- Suhu Dekomposisi: Tidak
tersedia.
- NFPA Rating: (perkiraan)
Kesehatan: 2; mudah terbakar:
0; Reaktivitas: 0
- Ledakan Batas, Lower: Tidak
tersedia.
- Atas: Tidak tersedia.
- Kelarutan: Larut.
- Spesifik Gravity / Densitas:
2.2840g/cm3
- Molecular Formula:
CuO4S.5H2O
- Berat Molekul: 249,68
2. NaOH- Rumus Molekul : NaOH. - Keadaan fisik dan
gr
- Massa molar : 39,9971 /mol.
penampilan : Solid
- Penampilan zat : Padat putih.
- Densitas : 31 gr/cm3, padat. (delliauessend padat).
o
- Titik lebur : 318 C (591 K). - Bau : Berbau.
- Titik didih : 1390 oC (1663 K). gr
- Molekul berat : 40 /mol.
g
- Kelarutan dalam air : 111 /100 ml - Warna : Putih.
- pH : (1 %) [Dasar] B,5.
(20 oC).
- Titik didih : 1388 oC (253 oC,
- Kebasahan : -2,43.
40 oF)
- Titik leleh : 323 oC (613,4 oF)
- Kelarutan : Mudah larut dalam
air.
3. HCl - Rumus Molekul : HCl di dalam air.- Massa atom : 36,45
- Massa molar : 36,40 g/mol (HCl) - Massa jenis : 3,21 gr/cm3.
- Penampilan : Cairan tak berwarna - Titik leleh : -1010 oC.
- Energi ionisasi : 1250 kg/gr oC.
sampai dengan kuning pucat.
- Berbau : Tajam.
- Densitas : 1,18 gr/cm3 (variabel 1).
- Pada suhu kamar, HCl
- Titik lebur : -27,32 oC (247 K)
berbentuk gas tak berwarna.
Larutan 38%
Titik didih : 110 oC (383 K)
Larutan 20,3 % 40 oC (321 K)
Larutan 38%.
- Kelarutan dalam air : Tercampur
penuh.
- Keasaman (PK2) : -8,0.
- Viskositas : 1,9 mpa 5 pada 25 oC
larutan 31,5%.
4. H2SO4 - Rumus molekul: H2SO4 - Titik leleh (oC): 10
- Massa molar: 90,08 g/mol - Titik didih (oC): 240
- Penampilan: cairan bening, tak - Tekanan uap (mmHg): 146 oC
berwarna, tak berbau - Berat jenis cairan: 1,84 (100
- Densitas: 1,84 g/cm3 cair
%)
- Titik lebur: -
- Berat jenis gas: -
- Titik didih:-
- Kelarutan: -
- Kelarutan dalam air: Tercampur
- Bau: -
penuh

5. Prosedur Kerja (Diagram Alir)


DEPE TA TULIS SESUAI DENGAN NGONI PE HASIL PENGAMATAN
A. Stoikiometri CuSO4 - NaOH

20 ml NaOH
5 ml CuSO4
Dimasukan kedalam gelas kimia.

Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.

Campuran NaOH + CuSO4


TA = oC
Dicatat temperaturnya sebagai TA

10 ml CuSO4
Campuran NaOH + CuSO4
TA = oC
15 ml NaOH

Dimasukan kedalam gelas kimia.

Dicatat temperaturnya sebagi TA


Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.

15 ml CuSO4
10 ml NaOH
TA = o C
Dimasukan kedalam gelas kimia.

Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.


Campuran NaOH + CuSO4
Dicatat temperaturnya sebagai TA

20 ml CuSO4
Campuran NaOH + CuSO4
TA = o C

Dicatat temperaturnya sebagai TA


Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
5 ml NaOH
Dimasukan kedalam gelas kimia.
A. Stoikiometri Asam Basa
a. NaOH - HCl
12,5 ml HCl
Campuran NaOH + HCl
TA = o C

Dicatat temperaturnya sebagai TA


Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
2,5 ml NaOH
Dimasukan kedalam gelas kimia.

TA = oC
Campuran NaOH + HCl
10 ml HCl
5 ml NaOH

Dimasukan kedalam gelas kimia.

Dicatat temperaturnya sebagai TA


Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Campuran NaOH + HCl
TA = o C

Dicatat temperaturnya sebagai TA


7,5 ml NaOH
7,5 ml HCl
Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Dimasukan kedalam gelas kimia.
Campuran NaOH +HCl
TA = o C

Dicatat temperaturnya sebagai TA


10 ml NaOH
5 ml HCl
Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Dimasukan kedalam gelas kimia.
Campuran NaOH +HCl
TA = o C

Dicatat temperaturnya sebagai TA


12,5 ml NaOH
2,5 ml HCl
Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Dimasukan kedalam gelas kimia.

b. NaOH H2SO4
Campuran NaOH + H2SO4
TA = oC

Dicatat temperaturnya sebagai TA


2,5 ml NaOH
12,5 ml H2SO4
Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Dimasukan kedalam gelas kimia.

Campuran NaOH + H2SO4


TA = oC

Dicatat temperaturnya sebagai TA


5 ml NaOH
10 ml H2SO4
Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Dimasukan kedalam gelas kimia.
Campuran NaOH + H2SO4
TA = oC

Dicatat temperaturnya sebagai TA


7,5 ml NaOH
7,5 ml H2SO4
Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Dimasukan kedalam gelas kimia.
Campuran NaOH +H2SO4
TA = oC

Dicatat temperaturnya sebagai TA


10 ml NaOH
5 ml H2SO4
Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Dimasukan kedalam gelas kimia.

Campuran NaOH + H2SO4


TA = oC

Dicatat temperaturnya sebagai TA


12,5 ml NaOH
2,5 ml H2SO4
Dicatat temperaturnya sebagai T.NaOH.
Dimasukan kedalam gelas kimia.

6. Hasil Pengamatan dan Perhitungan

Hasil Pengamatan
A. Stoikiometri CuSO4 NaOH

Volume NaOH (ml)


20
15
10
5

B. Stoikiometri Asam- Basa

a) NaOH HCl

Volume NaOH (ml)


2,5
5
7,5
10
12,5

b) NaOH H2SO4

Volume NaOH (ml)


2,5
5
7,5
10
Hasil Perhitungan
GANTI KASANA DEPE ANGKA SESUAI DENGAN NGONI PE HASIL PENGAMATAN
WAAAA..
A. Stoikiometri CuSO44-NaOH
TM `= T NaOH N + T CuSO4
2
TM 1 = 38 + 31 = 69 = 34,50 C
2 2
TM 2 = 34 + 31 = 65 = 32,50 C
2 2
TM 3 = 34 + 30 = 64 = 320 C
2 2
TM 4 = 33 + 30 = 63 = 31,5 0 C
2 2
T = TA TM
T1 = 36 - 34,5 = 1,50C
T 2 = 37 32,5 = 4,50 C
T 3 = 35 - 32 = 30 C
T 4 = 33 31,5 = 1,50 C

B. Stoikiometri Asam-Basa
NaOH HCl
TM 1 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2
TM 2 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2

TM 3 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2
TM 4 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2

TM 5 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2

T = TA TM
T1 = 32 - 31,5 = 0,50 C
T 2 = 34 31,5 = 2,50 C
T 3 = 35 31,5 = 3,50 C
T 4 = 33 31,5 = 1,50 C
T 5 = 33 31,5 = 1,50 C

C. NaOH H2SO4
TM 1 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2
TM 2 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2

TM 3 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2
TM 4 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2
TM 5 = 32 + 31 = 63 = 31,50 C
2 2
T = TA TM
T1 = 33 31,5 = 1,50 C
T 2 = 32 32 = 00 C
T 3 = 34 33 = 10 C
T 4 = 37 31,5 = 5,50 C
T 5 = 35 31,5 = 3,50 C

Grafik hubungan antara T NaOH terhadap volume NaOH


GANTI KASANA DEPE ANGKA SESUAI DENGAN NGONI PE HASIL PENGAMATAN
WAAAA..

Volume (ml)
T NaOH (OC)

Grafik hubungan T CuSO4 terhadap volume CuSO4


T CuSO4 (OC)

Volume (ml)

Grafik hubungan antara TA terhadap banyaknya perlakuan


Perlakuan

TA (OC)

Grafik hubungan antara T terhadap banyaknya perlakuan


Perlakuan

T (OC)
Grafik hubungan antara T NaOH terhadap volume NaOH

Volume (ml)

Grafik hubungan T HCl terhadap volume HCl

Grafik hubungan antara TA terhadap banyaknya perlakuan


Perlakuan

Grafik hubungan antara T terhadap banyaknya perlakuan


Perlakuan

Grafik hubungan antara T NaOH terhadap volume NaOH

Volume (ml)

Grafik hubungan antara T H2SO4 terhadap volume H2SO4


Volume (ml)

Grafik hubungan antara TA terhadap banyaknya perlakuan


Perlakuan
Grafik hubungan antara T terhadap banyaknya perlakuan
Perlakuan

7. Pembahasan (Perhitungan dan Persamaan reaksi)


PEMBAHASAN ITU MEMBAHAS SOAL NGONI PE HASIL PENGAMATAN, KALAU
KURANG MANGARTI NANTI TANYA KAMARI WAAAA.. SEDANGKAN TORANG
PUNYA CUMAN TORANG ADA KARANG2. HEHEHE
Stoikiometri CuSO44-NaOH

Larutan CuSO4 dan NaOH berubah dari bening menjadi warna biru dan menggumpal ketika
dicampurkan serta suhu campurannya pun berbeda-beda.

Stoikiometri Asam-Basa
Larutan NaOH dan H2SO4 tidak mengalami perubahan setelah dicampurkan. Tetapi suhunya
berubah-ubah.
A. NaOH - HCl

B. NaOH H2SO4
Larutan NaOH dan H2SO4 tidak mengalami perubahan setelah dicampurkan. Tetapi suhunya
berubah-ubah.
Persamaan Reaksi

8. Kesimpulan
KESIMPULAN JANGAN TALALU BANYAK2, DEPE INTI SAJA. TORANG PUNYA ADA
TA SALAH L
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat di simpulkan :

9. Kemungkinan Kesalahan
Kesalahan praktikan dalam membaca suhu pada thermometer
Daftar Pustaka
S,Syukri.1999.Kimia Dasar 1.Bandung;ITB
Setyawati,Anifah,Arifatun.2009.Kimia Mengkaji Fenomena Alam.Jakarta;PT Cempaka Putih
Team Teaching.2012.Penuntun Praktikum Kimia Dasar.Fakultas Matematika dan IPA:Universitas
Negeri Gorontalo

ALAMAT WEB JANGAN TULIS HTTP, BEKEN MACAM DAFTAR PUSTAKA YANG LAIN,
MISALNYA :
Adnan. 2009. Kimia Dasar. Universitas Negeri Gorontalo
POKOKNYA HARUS SESUAI DENGAN NAMA PENULIS YANG DI INTERNET ITU
Diposkan oleh yusrin wumu di 07.35 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Beranda
Langganan: Entri (Atom)

Arsip Blog
2013 (1)

o September (1)

Praktikum II

Mengenai Saya

yusrin wumu
Lihat profil lengkapku

Template Awesome Inc.. Diberdayakan oleh Blogger.