Anda di halaman 1dari 10

e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN
PENERAPAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA KELAS XI TAV 1 DI SMK
NEGERI 3 SINGARAJA

Sugiartawan Bayu Permana Gede1, Nurhayata I Gede2, Sutaya I Wayan3.

Jurusan Pendidikan Teknik Elektro


Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail: {gdsugiartawanbayupermana@gmail.com1,
gede_nur@yahoo.co.id1,sutaya.elkt@gmail.com2,} @undiksha.ac.id

Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus,
dengan mengambil subjek siswa kelas XI TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja sebanyak 25 orang, yang
bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Penerapan Rangkaian Elektronika melalui penerapan
model Project Based Learning. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi.
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data kognitif adalah tes objektiv, ranah afektif
dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan data psikomotor dikumpulkan melalui unjuk
kerja dan produk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif
kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan klasikal dari pretest
sebesar 59% dengan rata-rata 70.4, meningkat pada siklus I sebesar 72% dengan rata-rata 75.07,
dan meningkat pada siklus II sebesar 88% dengan rata-rata 76.13. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
penerapan model Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Penerapan Rangkaian
Elektronika pada siswa kelas XI TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja.

Kata kunci: project based learning, penerapan rangkaian elektronika

Abstract
This research is a classroom action research which conducted in two cycle, using 25 students of XI
TAV 1 class in SMK Negeri 3 Singaraja as the subjects that aimed to improve the learning outcomes
of Electronic Circuit Implementation through the implementation of Project Based Learning model.
Data collection method that is used were test and observation. Instrument that is used to collect the
cognitive data is objective test, the affective data is collected by using observation sheet, and the
psychomotor data is collected by using performance and products. The data which obtained is
analyzed using analysis descriptive qualitative technique.
The results of this study show that there is an increase in classical completeness of 59% from
the pretest with the average of 70.4, it rises 72% in the first cycle with the average of 75.07, and it
rises 88% in the second cycle with the average 76.13. Those results show that the implementation of
Project Based Learning model can improve the students learning outcomes of Electronic Circuit
Implementation of XI TAV 1 class in SMK Negeri 3 Singaraja.

Keywords: Project Based Learning, Electronic Circuit Implementation


e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

PENDAHULUAN terdapat 12 siswa atau 52,17% belum


Pendidikan merupakan suatu kebutuhan tuntas dengan kreteria ketuntasan minimal
yang harus di penuhi dalam kehidupan (KKM) yang ditentukan adalah 75. Selain
bermasyarakat, berbangsa, dan itu kendala yang peneliti temukan pada
bernegara. Peranan pendidikan sangatlah ranah afektif yaitu dari pengamatan
penting, sebab pendidikan merupakan peneliti hanya 6 atau 26,08 % siswa yang
lembaga yang berusaha membangun tidak disiplin dalam mengikuti pelajaran di
masyarakat dan watak bangsa secara kelas dan kendala pada ranah kognitif
berkesinambungan. Pendidikan terlihat pada saat pemahaman materi yang
merupakan salah satu bagian dalam di berikan oleh guru terlihat hanya 8 atau
pembangunan nasional, dengan 34,78 % siswa yang kesulitan dalam
mengupayakan perluasan dan memahami materi serta kendala pada
pemerataan kesempatan dalam ranah pisikomotor terlihat pada saat siswa
memperoleh pendidikan yang bermutu melakukan prakteikum hanya 12 atau
tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia 52,17 % siswa kurang memiliki
menuju terciptanya manusia Indonesia keterampilan dalam mengolah bahan
yang berkualitas. praktikum sehingga tidak tepatnya waktu
Pengajar atau guru mengemban tugas dalam menyelesaikan hasil dari
yang berat untuk tercapainya tujuan prakteikum.
pendidikan nasional yaitu meningkatkan Dari permasalahan diatas dapat diketahui
kualitas manusia Indonesia. Sejalan bahwa model pembelajaran yang
dengan itu pendidikan nasional digunakan sebelumnya yaitu model
diharapkan mampu mewujudkan manusia- Problem Base Learning masih belum baik
manusia pembangunan dan rnembangun digunakan karena hasil belajar siswa pada
dirinya sendiri serta bertanggung jawab ranah kogntif, afektif dan psikomotor
atas pembangunan bangsa. masih tergolong rendah sehingga
Di SMK Negeri 3 Singaraja memiliki 10 diperlukan model pembelajaran yang baik
kompetensi keahlian salah satunya adalah digunakan untuk menggantikan model
kompetensi keahlian Teknik Audio Video pembelajaran sebelumnya. Salah satu
(TAV 1). Teknik Audio Video (TAV 1) model pembelajaran yang baik digunakan
khususnya kelas XI TAV 1 terdapat mata untuk siswa SMK adalah model Project
pelajaran penerapan rangkaian elektronika Based Learning karena model
Mata pelajaran penerapan rangkaian pembelajaran ini dapat meningkatkan
elektronika merupakan salah satu mat kemampuan siswa dalam memecahkan
pelajaran yang dinilai sangat penting untuk masalah, kemampuan siswa dalam studi
kelanjutan proses pembelajaran ke tingkat pustaka, kolaborasi, dan keterampilan
yang lebih tinggi. siswa sehingga diharapkan dapat
Dari hasil observasi dan wawancara meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI
peneliti dengan guru mata pelajaran TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja pada mata
penerapan rangkaian elektronika di kelas pelajaran penerapan rangkaian
XI TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja tingkat elektronika..
hasil belajar siswa yang dicapai belum Adapun penelitian relevan yang
memenuhi kreteria ketuntasan hasil menerapkan model Project Based
belajar yang diinginkan. Learning adalah skripsi yang disusun oleh
Adapun permasalahan yang ditemukan Djehan Nur Mulyani tahun 2014 dengan
oleh peneliti setelah melakukan observasi judul Peningkatan Hasil Belajara IPS
dan wawancara adalah hasil belajar yang Melalui Penerapan Metode Project based
dicapai siswa pada mata pelajaran learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)
penerapan rangkaian elektronika masih Pada Siswa Kelas V di SD Islam Al-Syukro
rendah, dimana hasil ranah kognitif dari 23 Universal. Dalam skripsi ini disimpulkan
siswa terdapat 8 siswa atau 34,78% belum bahwa penerapan metode Project based
tuntas dan hasil ranah afektif dari 23 siswa learning dapat meningkatan hasil belajar
terdapat 6 siswa atau 26,08% belum ditandai perbaikan dari jumlah siswa yang
tuntas serta hasil psikomotor dari 23 siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal
e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

(KKM) pada siklus I mencapai 70% juga keterampilan praktis seperti


meningkat pada siklus II menjad 97%. mengatasi informasi yang tidak lengkap
Ditujukan dengan nilai rata-rta N-Gain atau tidak tepat; menentukan tujuan
pada siklus I sebesar 0,36% terjadi sendiri; dan kerjasama kelompok.
peningkatan pada siklus II menjadi 0,55%. Dalam project based learning,
Penelitian relevan diatas dapat digunakan siswa dituntut untuk merumuskan tujuan
sebagai acuan bagi peneliti bahwa model pembelajaran sendiri secara khusus.
Project Based Learning dapat Proyek apa yang ingin di buat harus
meningkatkan hasil belajar siswa di kelas didasarkan pada minat dan kemampuan
XI TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja. siswa baik secara pribadi maupun
Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan kelompok. Siswa juga dituntut untuk
sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) mengatur sendiri kegiatan belajarnya
yang berjudul Penerapan Model Project dengan membagi beban kerja diantara
Based Learning untuk meningkatkan hasil mereka dan mengintegrasikan tugas-tugas
belajar siswa pada mata pelajaran yang berbeda yang dikembangkann oleh
Penerapan Rangkaian Elektronika kelas XI masing-masing siswa.
Teknik Audio Video (TAV 1) di SMK Fokus pembelajaran dalam project
Negeri 3 Singaraja. based learning adalah terletak pada
Project based learning merupakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep inti dari
model pembelajaran inovatif yang disiplin ilmu, melibatkan siswa dalam
memfokuskan pada belajar konstektual investigasi pemecahan masalah dan
melalui kegiatan yang kompleks. Suzie & tugas-tugas bermakna yang lain, memberi
Jane (dalam Sutirman, 2013:43) kesempatan kepada siswa untuk bekerja
menyatakan bahwa project based secara mandiri dalam mengkonstruksi
learning is strategi certain to turn pengetahuan mereka sendiri, serta target
traditional classroom upside down. utamanya adalah untuk menghasilkan
Project based learning adalah suatu produk yang nyata. Project based learning
strategi untuk mengubah kelas tradisional. memiliki potensi yang sangat besar untuk
Buck institute for education (dalam memberi pengalaman belajar yang lebih
Sutirman, 2013:43) menyatakan bahwa menarik dan bermakna bagi siswa. Waras
project based learning adalah suatu Kamdi (dalam Sutirman, 2013:44)
metode pengajaran sistematis yang berpendapat bahwa project based learning
melibatkan para siswa dalam mempelajari dianggap cocok sebagai suatu model
pengetahuan dan keterampilan melalui untuk pendidikan yang merespon isu-isu
proses yang terstruktur, pengalaman nyata peningkatan kualitas pendidikan kejuruan
dan sepele yang dirancang untuk dan perubahan-perubahan besar yang
menghasilkan produk. Sedangkan terjadi di dunia kerja. Berbeda dengan
Guarasa at. All. (Dalam Sutirman, model-model pembelajaran tradisional
2013:43) menyatakan bahwa project yang umumnya bercirikan praktik kelas
based learning adalah strategi yang yang berdurasi pendek dan aktivitas
berpusat pada siswayang mendorong pembelajaran berpusat pada guru, model
inisiatif dan memfokuskan siswa pada project based learning menekankan
dunia nyata, dan dapat meningkatkan kegiatan belajar yang relative berdurasi
motivasi mereka. panjang, holistic-interdisipliner, perpusat
Bedasarkan beberapa pendapat pada siswa, dan terintegrasi dengan prakik
diatas maka dapat diambil kesimpulan dan isu-isu dunia nyata.
bahwa project based learning merupakan Dengan demikian, project based
model pembelajaran yang melibatkan learning merupakan model pembelajaran
siswa secara aktif dalam merancang yang sangat ideal untuk diterapkan pada
tujuan pembelajaran untuk menghasilkan pendidikan kejuruan dan pendidikan
produk atau proyek nyata. Proyek-proyek vokasi. Project based learning sangat
yang dibuat oleh siswa mendorong memperhatikan proses kerja yang
berbagai kemampuan, tidak hanya sistematis untuk menghasilkan karya yang
pengetahuan atau masalah teknis, tetapi nyata dan bermanfaat.
e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

Sehingga, pembelajaran di kelas penilaian diri; (3) siswa bertanggung jawab


akan lebih interaktif, menarik dan terhadap pilihannya dalam
bermakna. mendemonstrasikan kompetensi mereka;
Grant (dalam Sutirman, 2013:43) dan (4) siswa memperagkan kompetensi
mengindentifikasi elemen-elemen utama nyata mereka.
dalam project based learning, yaitu:
pengantar, definisi tugas pembelajaran, Menurut The George Lucas
prosedur investigasi, sumber yang Educational Foundation yang dikutip
disarankan, mekanisme, kolaborasi, serta Sabar Nurohman (dalam Sutirman,
refleksi dan transfer kegiatan. Moursund 2013:46), langkah-langkah project based
sebagaimana dikutif oleh Wasis (dalam learning adalah sebagai berikut:
Sutirman, 2013:43) mengemukakan 1. Mulai dengan pertanyaan esensial
beberapa keunggulan project based pertanyaan yang mendorong siswa
learning, yaitu: (1) menigkatkan motivasi untuk melakukan suatu aktivitas.
siswa; (2) meningkatkan kemampuan 2. Membuat desain rencana proyek
menyelesaikan masalah; (3) memperbaiki Rencana proyek ditentukan oleh
sikap kerjasama; serta (4) meningkatkan siswa sendiri mengacu kepada
keterampilan mengelola sumber daya. pertanyaan essensial yang telah
Karakteristik project based learning dikemukakan sebelumnya.
meliputi aspek isi, kegiatan, kondisi, dan 3. Membuat jadwal
hasil. Dalam project based learning, aspek Guru dan siswa secara kolaboratif
isi pembelajaran memiliki karakteristik: (1) menyusun jadwal pelaksanaan
masalah disajikan dalam bentuk keutuhan kegiatan pembelajaran.
yang kompleks; (2) siswa menemukan 4. Memantau siswa dan kemajuan
hubungan antar ide secara interdisipliner; proyek
(3) siswa berjuang mengatasi ambiguitas; Guru bertanggung jawab
dan (4) menjawab pertanyaan yang nyata memantau kegiatan siswa selama
dan menarik perhatian siswa. Aspek meyelesaikan proyek untuk
kegiatan memiliki karakteristik: (1) siswa mengetahui kemajuan pelaksanaan
melakukan investigasi selama periode proyek dan mengantisipasi
tertentu; (2) siswa dihadapkan pada suatu hambatan yang dihadapi siswa.
kesulitan, pencarian sumber dan 5. Menilai hasil
pemecahan masalah; (3) siswa membuat Penilaian dilakukan untuk
hubungan antar ide dan memperoleh mengatur ketercapaian standar,
keterampilan baru; (4) siswa mengevaluasi kemajuan masing-
menggunakan perlengkapan alat masing siswa, memberi umpan
sesungguhnya; dan (5) siswa menerima balik tentang tingkat pemahaman
feedback tentang gagasannya dari orang yang sudah dicapai dan menjadi
lain. bahan pertimbangan dalam
Aspek kondisi mencangkup menyusun strategi pembelajaran
karakteristik: (1) siswa berperan sebagai berikutnya
masyarakat pencari dan melakukan latihan 6. Refleksi
kerjanya dalam konteks sosial; (2) siswa Pada akhir pembelajaran, guru dan
mempraktikan prilaku manajemen waktu siswa melakukan refleksi terhadap
dalam melaksanakan tugas secara aktivitas dan hasil proyek yang
individu mauppun kelompok; (3) siswa sudah dijalankan. Proses refleksi
mengarahkan kerjanya sendiri dan dilakukan secara individu maupun
melakukan control belajarnya; dan (4) kelompok.
siswa melakukan simulasi kerja Wena (dalam Sutirman, 2013:46)
profesional. Yang terakhir adalah aspek membagi tahap pembelajaran praktik
hasil. Karakteristik aspek hasil meliputi: (1) kejuruan berbasis proyek menjadi tiga
siswa menghasilkan produk intelektual tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap
yang kompleks sebagai hasil belajarnya; pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap
(2) siswa terlibat dalam melakukan perencanaan pembelajaran proyek
e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

meliputi kegiatan merumuskan tujuan 3. Meningkatkan kemampuan studi


proyek; menganalisis karakteristik siswa; pustaka;
merumuskan strategi pembelajaran; 4. Meningkatkan kolaborasi;
membuat jobsheet; merancang kebutuhan 5. Meningkatkan keterampilan
sumber belajar yang diperlukan; manajemen sumber daya.
menjelaskan tugas proyek; Pada mata pelajaran Penerapan
mengelompokkan siswa sesuai dengan Rangkaian Elektronik, siswa diajarkan
tugas dan mengerjakan proyek. Tahap cara komponen-komponen elektronika.
evaluasi dilakukan untuk mengetahui Satu kali pertemuan sama dengan 4 jam
ketercapaian tujuan pembelajaran oleh pelajaran. Tapi karena di SMK Negeri 3
siswa. Hasil evaluasi menjadi bahan Singaraja menerapkan sistem blok,
masukan bagi siswa dan bagi guru untuk dimana pelajaran yang seharusnya
merancang pembelajaran selanjutnya. bertemu setiap minggu 1 kali (4 Jam
Jika memperhatikan tahapan Pelajaran) dijadikan bertemu setiap 2
pembelajaran yang diungkapkan di atas, minggu 1 kali dan jamnya digabung (8
maka langkah-langkah project based Jam Pelajaran). Jadi peneliti mengajar 2
learning dapat dirangkum menjadi tahap minggu sekali tapi waktunya 8 jam
orientasi, desain, pelaksanaan dan pelajaran. Disini ada beberapa materi
evaluasi. Pertama, tahap orientasi adalah yang akan dipakai dalam penelitian. Yang
tahap menumbuhkan motivasi belajar pertama ada komponen semi konduktor
siswa, memberikan pemahaman kepada empat lapis dan materi yang kedua yaitu
siswa tentang tujuan yang akan dicapai, tentang komponen sensor dan tranduser.
dan menjelaskan kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan latar belakang di atas
Pada tahap orientasi ini pula pertanyaan- yang telah di uraikan, maka perlu
pertanyaan penuntun disampaikan oleh dirumuskan permasalahan dalam
guru kepada siswa. Kedua, tahap desain penelitian ini adalah bagaimana
yaitu tahap dimana siswa menindaklanjuti penerapan model PROJECT BASED
pertanyaan-pertanyaan penuntun yang LEARNING (PJBL) dapat meningkatkan
disampaikan oleh guru dengan merancang hasil belajar siswa kelas XI Teknik Audio
proyek yang akan dibuat. Pada tahap ini Video, SMK N 3 Singaraja pada mata
juga disusun jadwal kegiatan untuk pelajaran Penerepan Rangkaian
menyelesaikan proyek tersebut. Elektronika? Untuk mempermudah dan
Tahap ketiga, adalah pelaksanaan menghindari kemungkinan terjadinya
yang merupakan kegiatan inti, yaitu siswa kesalahan dalam penafsiran judul, maka
mengerjakan proyek yang telah dirancang masalah ini dibatasi pada pengembangan
sebelumnya, sesuai dengan jadwal yang metode hanya dilakukan dengan
telah disusun. Keempat, tahap evaluasi penerapan metode Project Based
merupakan upaya yang dilakukan untuk Learning pada siswa yang bertujuan untuk
menilai proses kegiatan dan hasil kerja meningkatkan hasil belajar penerapan
proyek. Tahap evaluasi berguna sebagai rangkaian elektronika kelas XI TAV 1
umpan balik bagi guru dalam merancang
dan melaksanakan strategi pembelajaran. Dari rumusan yang dikemukan di
Selain bagi guru, berguna pula bagi siswa atas adapun tujuan dari penelitian
untuk mengetahui efektivitas rencana dan pendidikan ini adalah untuk meningkatkan
proses kerja proyek yang dilakukan, serta hasil belajar siswa kelas XI Teknik Audio
mengukur sejauh mana kualitas produk Video, SMK N 3 Singaraja pada mata
yang dihasilkan. pelajaran penerapan rangkaian elektronika
Menurut Moursund yang dikutip dengan penerapan metode project based
oleh Wena (dalam Sutirman, 2013:45) learning (PJBL)
keuntungan project based learning adalah:
1. Meningkatkan motivasi; METODE
2. Meningkatkan kemampuan Jenis penelitian yang digunakan
memecahkan masalah; adalah penelitian tindakan kelas (PTK)
atau class action research. Model yang
e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

dipilih pada penelitian ini adalah model menggunakan penilaian autentik pada
Suharsimi Arikunto yang mengemukakan proses dan hasil yang mencakup 3 aspek
bahwa PTK dapat dirangkum secara garis penilaian, yaitu pengetahuan (kognitif),
besar sebagai berikut: bahwa terdapat sikap (afektif) dan keterampilan
empat pelaksanaan tahapan yang lazim (psikomotor). Data terkait pengetahuan
dilalui yaitu, (1) perencanaan, (2) siswa dikumpulkan dengan instrumen
pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) berupa tes yang diberikan disetiap akhir
refleksi (Suharsimi Arikunto dalam siklus, data dari sikap siswa dikumpulkan
Paizaluddin dan Ermalinda, 2014:33). dengan instrumen berupa observasi
penilaian sikap dan data keterampilan
siswa dikumpulkan dengan instrumen
berupa observasi (pengamatan) praktek.
Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian seperti tabel 4
berikut.

Tabel 4 Instrumen Penelitian dan Teknik


Pengumpulan Data
Gambar 1 Model Suharsimi Arikunto N Jenis Sumb Metod Waktu
o Data er e Pember
Subyek Penelitian Tindakan Data Pengu ian
Kelas ini adalah siswa kelas XI TAV 1 mpula
semester ganjil di SMK Negeri 3 Singaraja n Data
Semester genap Tahun Pelajaran 2015 / 1 Kognitif Siswa Tes Akhir
2016 yang berjumlah 25 siswa. (Pilihan siklus I
Variabel Penelitian adalah segala ganda) dan II
sesuatu yang berbentuk apa saja yang 2 Afektif Siswa Observ Pada
ditetapkan oleh penelitian unruk dipelajari asi saat
sehingga diperoleh informasi tentang hal (Penilai siklus I
tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. an dan II
Menurut Hatch dan Faraday (dalam sikap)
Sugiyono, 2014:60) secara teoritis 3 Psikom Siswa Observ Pada
variabel penelitian dapat didefinisikan otor asi saat
sebagai atribut seorang atau obyek yang (Penilai siklus I
mempunyai variasi antara satu orang an dan II
dengan yang lain atau satu obyek dengan praktek
obyek yang lainnya. Sugiyono (2014:61) )
Objek dari penelitian tindakan (Sumber, peneliti:2015)
kelas yang dilakukan di kelas XI TAV 1 di
SMK Negeri 3 Singaraja dengan Tes merupakan alat pengukur data yang
penerapan Model Pembelajaran Project berharga dalam penelitian. Teknik
Based Learning sebagai model pengumpulan data penilaian kognitif pada
pembelajaran untuk meningkatkan hasil penelitian ini menggunakan metode tes
belajar siswa. pilihan ganda. Menurut Arikunto
Pada penelitian ini data yang (2013:179) tes objektif atau pilihan ganda
dikumpulkan untuk dianalisis adalah data adalah tes yang dalam pemerikaannya
hasil belajar Penerapan Rangkaian dapat dilakukan secara objektif. Tes
Elektronika dengan materi tentang pilihan ganda terdiri atas sebuah
komponen semikonduktor empta lapis dan pernyataan atau kalimat yang belum
komponen sensor dan transduser. lengkap, kemudian diikuti oleh sejumlah
Berdasarkan Permendikbud no. 66 tahun pernyataan atau bentuk yang dapat
2013 tentang standar penilaian, maka digunakan untuk melengkapinya. Dari
pada penilaian kurikulum 2013 sejumlah pelengkap tersebut hanya satu
e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

yang tepat, yang lain merupakan Tabel 4 - Kriteria/rubrik penilaian afektif


pengecoh.
NO Indikator Skor
Tabel 3. Rubrik penilaian kognitif 1 SPIRITUAL 1-5
2 JUJUR 1-5
No Skor Kriteria
3 DISIPLIN 1-5
1 1 Memilih jawaban yang 4 TANGGUNG JAWAB 1-5
benar 5 TOLERANSI 1-5
2 0 Memilih jawaban yang 6 GOTONG ROYONG 1-5
tidak benar atau tidak 7 SANTUN 1-5
memilih jawaban 8 PERCAYA DIRI 1-5

Untuk data nilai sikap siswa, dinilai melalui Indikator keberhasilan yang harus
observasi penilaian sikap siswa pada saat
dicapai pada penelitian ini adalah Hasil
proses belajar mengajar. Bentuk penilaian
belajar siswa dalam pembelajaran secara
berupa nontes dapat digunakan untuk
klasikal di harapkan tercapai 85%.
mengukur domain afektif. Dalam
Bilamana indikator keberhasilan tersebut
penelitian ini, untuk penilaian afektif
telah terpenuhi atau target tercapai maka
menggunakan instrumen berupa observasi
siklus penelitian dihentikan. Untuk lebih
penilaian afektif. Menurut Sugiyono
jelasnya tentang indikator keberhasilan
(2014:203) teknik pengumpulan data
dilihat pada tabel 5.
dengan observasi digunakan bila,
penelitian berkenaan dengan prilaku
Tabel 5 Tabel Indikator Keberhasilan
manusia, proses kerja, gejala-gejala alam
Penelitian
dan bila responden yang diamati tidak
terlalu besar. Ada beberapa macam teknik N Indikator Deskri Target Yang
skala yang bisa digunakan dalam o Tindakan ptor Diinginkan
instrumen observasi penilaian afektif, 1 Hasil Penila 85 % dari 35
salah satunya adalah skala Linkert. . Belajar ian jumlah siswa
Skala Linkert digunakan untuk Hasil kelas XI TAV 1
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi Belaja mencapai skor
seseorang atau kelompok orang tentang r di atas KKM
fenomena sosial dengan rentang/kontinum yaitu 75
dari yang sangat positif hingga sangat
negatif. Dengan menggunakan skala HASIL DAN PEMBAHASAN
Linkert, maka variabel yang akan diukur
dijabarkan menjadi indikator variabel. Pada penelitian ini yang diukur
Selanjutnya, indikator tersebut dijadikan adalah hasil belajar Penerapan Rangkaian
titik tolak untuk menyusun item-item Elektronika melalui penerapan model
instrumen yang dapat berupa pernyataan pembelajaran Project Based Learning
atau pertanyaan, baik yang bersifat dengan materi semikonduktor empat lapis
favorable (positif) maupun yang bersifat dan sensor dan tranduser. Penelitian ini
unfavorable (negatif). Dalam hal ini, yang dirancang melalui dua siklus yang terdiri
paling penting adalah kemampuan penilai dari siklus I dan Siklus II. Pada siklus I
dalam merumuskan indikator-indikator dari terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,
variabel yang akan diukur. Berikut pengamatan dan refleksi siklus I. Apabila
kriteria/rubrik penilaian afektif disajikan pada siklus I belum mencapai kreteria
pada tabel 4 ketuntasan yang ditetapkan maka akan
dilanjutkan ke siklus II yang juga terdiri
dari perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan dan refleksi siklus II.
e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

Sebelum pelaksanaan siklus I sebagai berikut peneliti harus lebih aktif


dilakukan tes pengetahuan awal (pre test) dan lebih tanggap hal memberikan
untuk mengetahui sejauh mana peringatan kecil pada siswa yang kurang
kemampuan siswa dalam mata pelajaran fokus dalam proses pembelajaran baik itu
Penerapan Rangkaian Elektronika. dengan memberikan sebuah pertanyaan
Pemberian pre test dilakukan sebelum ataupun memberikan poin tambahan pada
tindakan siklus I berisikan tentang siswa yang aktif bertanya dan aktif
rangkuman umum terkait materi pelajaran menjawab.
Penerapan Rangkaian Elektronika. Dari 25 Berdasarkan implementasi
siswa yang mengikuti tes pengetahuan rancangan pada siklus II yang merupakan
awal (pre test) diperoleh jumlah skor perbaikan dari tindakan pada siklus I,
seluruh siswa adalah 1760 dan nilai rata- memberikan hasil berupa peningkatan
rata hasil belajarnya adalah 70.4 dengan hasil belajar yang cukup signifikan.
ketuntasan klasikal mencapai 56%, dari Adapun peningkatan rata-rata hasil belajar
data tersebut dapat diketahui bahwa siswa pada siklus II diperoleh sebesar
ketuntasan klasikal hasil tes pengetahuan 76.33 dengan ketuntasan klasikal sebesar
awal siswa (pre test) belum mencapai 88%.
85%, dimana hanya 14 orang siswa yang Dari paparan diatas secara umum
tuntas sedangkan 11 orang siswa tidak telah mampu menjawab rumusan masalah
tuntas. Sehingga perlu dilakukan tindakan dan mencapai tujuan yang diharapkan.
siklus I yang diharapkan dapat Penelitian ini dapat dikatakan berhasil
meningkatkan hasil belajar siswa. karena semua kriteria yang ditentukan
Berdasarkan hasil penelitian telah terpenuhi. Hal ini menandakan
terhadap pelajaran Penerapan Rangkaian bahwa dengan penerapan model
Elektronika dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning
pembelajaran Project Based Learning, dapat meningkatkan hasil belajar
rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I Penerapan Rangkaian Elektronika siswa
diperoleh sebesar 75.07 dengan kelas XI TAV 1 semester ganjil tahun
ketuntasan klasikal sebesar 72%. Karena ajaran 2015/2016.
hasil ketuntasan klasikal yang diperoleh
pada siklus I belum mencapai target yang
diharapkan yaitu 85%, maka penelitian
dilanjutkan ke siklus II dengan melakukan
perbaikan perbaikan pembelajaran yang
sesuai dengan kendala-kendala yang
dihaapi pada siklus I. adapun kendala
yang di hadapi pada siklus I adalah
Ketika diawal pertemuan ada
beberapa siswa yang masih belum
terbiasa dengan model pembelajaran Gambar 1 Foto kegiatan
project based learning yang digunakan
selama proses pembelajaran, adapun SIMPULAN DAN SARAN
upaya untuk mengatasi permasalahan SIMPULAN
tersebut yaitu menjelaskan secara lebih Berdasarkan hasil penelitian dan
terperinci mengenai model project based pembahasan yang telah diuraikan diatas,
learning dan langkah-langkahnya. dapat disimpulkan beberapa hal sebagai
Saat pembelajaran dikelas terdapat berikut.
beberapa siswa dalam proses 1. Penerapan model Project Based
pembelajaran yang masih kurang Learning pada penerapan
berkonsentrasi dalam belajar dan rangkaian elektronika di kelas XI
cenderung berbincang dan bermain-main TAV 1 SMK N 3 Singaraja dapat
dengan teman sebangkunya, adapun meningkatkan hasil belajar siswa,
upaya untuk untuk meningkatkan hal itu dapat dilihat dari
konsentrasi siswa saat pemberian materi peningkatan ketuntasan klasikal
e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

yang diperoleh sebelum Data dalam PTK). Makalah (tidak


diterapkannya model project based diterbitkan). Jurusan Pendidikan
learning sebesar 56% sedangkan Guru Sekolah Dasar, FIP Undiksha.
setelah diterapkannya model Singaraja.
Project Based Learning selama
dua siklus didapat hasil yaitu pada Candiasa, I Made. 2010. Pengujian
siklus I ketuntasan klasikal didapat Instrumen Penelitian Disertai
sebesar 72%. dan pada akhir Aplikasi ITEMAN dan BIGSTEPS.
siklus II yang mana sebesar 88%. Singaraja. Universitas Pendidikan
Dengan peningkatan rata-rata hasil Ganesha.
belajar siswa dari 75.07 pada
Dharma Sanjaya, I Made. 2013. Pengaruh
siklus I menjadi 76.33 pada Siklus
Implementasi Standar Operasional
II.
Prosedur (Sop) Instalasi Listrik
Rumah Tinggal Terhadap Hasil
2. Penelitian ini dapat dikatakan
berhasil meningkatkan hasil belajar Belajar Memasang Instalasi Tenaga
Bangunan Sederhana Siswa SMK
siswa dikarenakan sudah
Negeri 3 Singaraja. Skripsi (tidak
memenuhi target keberhasilan
yang ditentukan sebelumnya yang diterbitkan). Jurusan Pendidikan
mana sebesar 85%, dan pada Teknik Elektro, FTK Undiksha.
siklus II ketuntasan klasikal yang Singaraja.
diperoleh telah melampaui target Djehan Nur Mulyani. 2014. Peningkatan
keberhasilan yang mana didapat Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan
sebesar 88%. Metode Project Based Learning
Berdasarkan hasil penelitian dan (Pembelajaran Berbasis Proyek)
kesimpulan yang telah diuraikan diatas Pada Siswa Kelas V di SD Islam Al-
maka disarankan. Syukro Universal. Skripsi (tidak
1. Secara umum penelitian ini diterbitkan). Program Studi
diharapkan dapat memberikan Pendidikan Guru Madrasah
manfaat kepada pengembangan Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah
ilmu pengetahuan dan pada dunia dan Keguruan UNI Syarif
pendidikan khususnya. Hidayatullah. Jakarta
2. Penerapan model pembelajaran
Project Based Learning dapat Paizaluddin, dan Ermalinda. 2014.
dijadikan sebagai salah satu pilihan Penelitian Tindakan Kelas
alternatif dalam upaya (Classroom Action Research)
meningkatan hasil belajar siswa Panduan Teoritis dan Praktis.
dan mengoptimalkan proses Bandung: Alfabeta.
pembelajaran pelajaran penerapan
rangkaian elektronika, baik aspek Permendikbud no. 66 tahun 2013 tentang
kognitif, afektif maupun psikomotor Standar Penilaian. Available:
siswa, sehingga proses belajar https://doc-0o-
mengajar menjadi lebih efektif. 34docs.googleusercontent.com/docs
3. Bagi peneliti yang lain, diharapkan /securesc/ha0ro937gcuc7l7deffksulh
dalam meneliti dengan model g5h7mbp1
pembelajaran project based /icu5f4iqo9648t1nph5vaea21d625ug
learning ini agar lebih banyak a/1430215200000/09304581819309
mencari refrensi yang dapat 466231/*/0Bw01x9JMm6NOVkVKdX
dijadikan patokan keberhasilan VHMnBhRnlSalZOMmRhTDBzVlo5a
penerapan model pembelajaran ini. Hlz?e=download (diunduh pada
tanggal 5 Mei 2015).
DAFTAR PUSTAKA
Agung, A. A. Gede. 2010. Penelitian Rusman. 2013. Model-model
Tindakan Kelas (Teori dan Analisis Pembelajaran Mengembangkan
e-Journal Jurnal PTE Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Vol. 4 No. 1 Tahun 2015)

Profesionalisme Guru, Edisi Kedua.


Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Edisi 2.

Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi


Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo
Persada.

Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil


Proses Belajar Mengajar. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.

Suharsimi, Arikunto. 2013. Dasar-dasar


Evaluasi Pendidikan. Jakarta :
Bumi Aksara

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian


Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.

Sunarti dan Selly Rahmawati. 2014.


Penilaian Kurikulum 2013.
Yogyakarta : Andi.

Sutirman. 2013. Media & Model-model


Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta
: Graha Ilmu.

Undang-Undang Sistem Pendidikan


Nasional No. 20 tahun 2003 tentang
pendidikan. Available:
http://www.kemenag.go.id/file/dokum
en/UU2003.pdf (diunduh tanggal 7
September 2014).