Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data dan analisa yang dilakukan terhadap
keefektivitasan pabrik Urea-1 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil perhitungan nilai OEE terhadap pabrik Urea-1. Pada tahun 2013
terlihat bahwa 5 dari 12 bulan nilai OEE yang dihasilkan masih dibawah
nilai OEE standar yaitu 85%. Hal yang menyebabkan tingginya downtime
pada tahun 2013 adalah Pembakit listrik (GTG-1) trip, mengikuti pabrik
Ammonia-2 shut down, NSO trouble dan PB-2 trip.
2. Pada tahun 2014 terlihat bahwa 7 dari 12 bulan nilai OEE yang dihasilkan
masih dibawah nilai OEE standar yaitu 85%. Hal yang menyebabkan
tingginya downtime yang terjadi pada tahun 2014 adalah mengikuti pabrik
Ammonia-2 shut down, NSO trouble, perbaikan flange reboiler di HPD,
perbaikan bocoran tube 52-EA-102 (Ammonia preheater), steam failure,
PT Arun trouble, PT Arun piging line gas, Exxon Mobil trouble, shortage
gas/perservasi, start up pabrik Urea-2 dan perbaikan bocoran intercooler
HPA.
3. Pada tahun 2015 terlihat bahwa 6 dari 12 bulan nilai OEE yang dihasilkan
masih dibawah nilai OEE standar yaitu 85%. Hal yang menyebabkan
tingginya downtime pada tahun 2015 adalah EMI (NSO-unit Glycool
bermasalah), EMI (APO-KGT-4920 trip), start pabrik urea 2, 52-GA-401
trip karena overload, PT Arun (KGT-26601 trip), power failure dan KGT-
4930 trip, PHE (NSO-trouble), menunggu start up pabrik Ammonia-2,
Governour GA-102-A trouble, PICA-101 HH pressure, emergency shut
down (tekanan reaktor tinggi) dan preservasi.

1.2 Saran

1
Saran yang dapat diberikan berdasarkan pengamatan selama melakukan
kerja praktek adalah:
1. Melakukan preventive maintenance sesuai jadwal agar mesin-mesin
terawat dengan sempurna.
2. Mengganti peralatan mesin yang sudah running hours dengan peralatan
yang baru sebelum peralatan tersebut mengalami kerusakan dan
menyebabkan downtime pada pabrik.