Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan pencipta alam semesta
karena atas rahmat dan hidayah - Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini dengan
judul Humidifikasi .

Penyusunan Makalah ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Operasi Teknik Kimia
2 ( OTK 2 ) pada program Strata- I

Dalam penyusunan Makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan dan peran serta dari
berbagai pihak, maka pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis ingin mengucapkan
terimakasih

Penulis menyadari bahwa Makalah ini dalam penyusunannya masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat membangun.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan karunia Nya sehingga Makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak.

Bogor, 02 April 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

Teknologi kimia adalah teknologi pengolahan bahan baku menjadi bahan hasil yang bermanfaat dan
dapat mendatangkan keuntungan. Bahan-bahan hasil itu akan yang akan dipakai langsung oleh
konsumen dan ada pula yang berupa bahan antara yang baru menjadi bahan konsumsi setelah
dimodifikasi secara kimia atau fisika.

Di Industri para insinyur teknik kimia bertanggung jawab merancang sistem-sistem yang
memproduksi dalam jumlah besar bahan-bahan yang biasanya dibuat dalam jumlah kecil di
laboratorium oleh para kimiawan. Para insinyur kimia memilih proses-proses yang sesuai dan
kemudian merancangnya sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk yang diinginkan.

Proses-proses tersebut diantaranya adalah :

1. Proses perpindahan kalor

2. Proses perpindahan massa misal: absorbsi, humidifikasi, dan drying (pengeringan)

3. Proses yang melibatkan kerja mekanik misal: pencampuran, pengecilan ukuran, penyaringan.

4. Proses yang melibatkan reaksi kimia misal : klorinasi, polimerisasi, oksidasi.

Dalam proses humidifikasi biasanya dicapai dengan membuat kontak udara dengan air dalam kondisi
tertentu yang membuat kelembaban yang diinginkan tercapai. Jika kondisi dalam humidifier
sedemikian rupa hingga udara mencapai titik kejenuhan, maka kelembabannya tetap. Namun jika
peralatan tersebut ( ini berlaku untuk peralatan komersial pada umumnya ) dimana udara keluar tidak
cukup jenuh, menyebabkan kondisi yang tidak menentu muncul. Kelembaban udara yang keluar bisa
ditetapkan dengan memvariasikan suhu air sesuai suhu yang dinginkan, udara dengan persentase
kelembaban dan suhu yang diinginkan dengan demikian dapat diperoleh.

Dalam pertimbangannya diketahui bahwa peralatan pelembab udara harus memiliki perangkat utama
yang terdiri perangkat untuk pemanasan udara, baik sebelum atau setelah pelembaban, atau
keduanya. dan beberapa metode untuk membuat udara didalam kontak dengan air.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Humidifikasi

1. Pengertian Humidifikasi

Humidifikasi adalah proses penigkatan jumlah kadar air dalam aliran gas dengan
melewatkan aliran gas di atas cairan yang kemudian akan menguap ke dalam gas. Dalam proses ini
gas dikontakkan dengan air yang berada di dalam labu secara counter current dimana air mengalir
dari atas dan gas / udara mengalir keatas dari bawah, dengan laju alir sirkulasi air tertentu.

Pada proses humidifikasi yaitu proses penambahan kandungan air dalam udara dilakukan
dalam dua proses yaitu proses pemanasan dan tanpa pemanasan. Dengan bertambahnya jumlah aliran
air yang dikontakkan dengan udara proses maka akan menigkatkan kendungan air dalam udara
sampai mencapai kondisi jenuh. Pada prose humidifikasi dengan pemanasan jumlah kandungan air
yang diserap oleh udara makin besar. Ini disebabkan karena dengan pemanasan maka temperratur
udara akan naik sementara kelembabanr elatifnya menjadi turun sehingga kemampuan udara di
dalam menangkap air lebih besar bila dibandingkan dengan yang tanpa pemanasan.

Untuk mendapatkan laju humidifikasi yang tinggi, kontak antar permukaan dari udara dan air
dibuat sebesar mungkin. Modifikasi yang dapat dilakukan adalah memakai jenis packing yang dapat
mendukung perluasan kontakantar permukaan dan laju air sirkullasi air diatur optimum sehingga
dapat mendukung terbentuknya laji film pada permukaan packing kolom.

Sedangakn proses dehumidifikasi terjadi penurunan kandungan air di dalam udara proses.
Penurunan kandungan air dalam kolom dehumidifikasi menunjukkan penurunan yang cukup
signifikan dimana penurunan dipengaruhi oleh kemampuan media menangkap air. Pemanasan yang
dilakukan pada proses dehumidifikasi bertujuan agar sejumlah kandungan air yang dibawa udara
dapat teruapkan sehingga akan membantu aktivitas media penangkap air dan sekaligus dapat
mengeluarkan air dari dalam udara.
Temperatur udara yang keluar dari proses humidifikasi dan dehumidifikasi akan bergantung
pada besarnya kalor yang yang diberikan serta jumlah kandungan air yang ditangkap atau
dikeluarkan dari udara.

Dibawah ini adalah skema proses humidifikasi dan dehumidifikasi.


2. Faktor Faktor Yang Mempengeruhi

a. Konsep Udara Lembab


Campuran gas-uap memiliki peran penting di alam dan peralatan teknik.
Misalnya keadaan udara lingkungan dalam bahasan meterologi. Contoh pada peralatan
teknik misalnya proses yang terjadi pada klimatisasi, pengeringan, pembakaran dan
pembersihan gas buang.

Gambar 3 1: Sketsa sistem udara lembab

Campuran udara lembab dipandang sebagai campuran dua komponen yaitu komponen
inert yang berupa udara kering dan komponen yang dapat terkondensasi yaitu uap air
(Gambar 3-1).
Udara dalam campuran udara lembab memiliki kemampuan untuk menyerap uap
air yang amat tergantung pada suhu dan tekanan. Makin tinggi suhu akan semakin besar
kemampuan serapan tersebut. Kondisi dimana kapasitas serapan uap air maksimal pada
suhu dan tekanan tertentu dinamakan dengan kondisi jenuh.

Gambar 3-2: Udara lembab pada Diagram T-s


Campuran udara lembab dipandang sebagai dua komponen gas yaitu bagian yang
tidak kondensasi (yang dinyatakan sebagai udara kering) dan komponen yang dengan
mudah terkondensasi (uap air).
b. Volume Spesifik Udara Lembab
Volume spesifik udara lembab dibedakan menjadi dua jenis, sifat spesisik terhadap
massa total (v) dan sifat spesifik terhadap massa udara kering (vx). Sifat spesifik berbasis
massa dari udara kering (vx).
c. Densitas Udara Lembab
Jumlah uap air akan mempengaruhi densitas dari campuran udara lembab. Uap air
merupakan gas ringan jika dibandingkan dengan oksigen dan nitrogen. Udara kering lebih
rapat dibanding udara lembab.

d. Besaran Humiditas
Humiditas (Kelembaban) adalah nilai kuantitas air yang terkandung dalam udara
lembab. Nilai tersebut dapat ditampilkan sebagai Humiditas absolut (mv) , Rasio
Humiditas (xv) dan Humiditas relativ ().

Humiditas absolut mv: total massa uap air yang terkandung dalam suatu sistem campuran
udara lembab dalam suatu kuantitas volume tertentu.

Humiditas relatif (lebih dikenal dalam meteorologi sebagai relative humidity RH)
adalah nilai perbandingan antara tekanan parsial uap air aktual terhadap tekanan parsial
uap air pada keadaan saturasi dengan suhu yang sama (suhu tabung kering).

Rasio humiditas (Humiditas spesifik) xv didefinisikan sebagai rasio jumlah massa air
yang terkandung dalam setiap satuan massa udara kering. Rasio humiditas dalam udara
lembab memiliki nilai antara xv = 0 (udara kering) dan nilai maksimum xv = xvs (udara
saturasi atau jenuh).

e. Suhu Udara Lembab


Suhu tabung kering - dry bulb - atau dapat cukup disebut sebagai suhu udara,
merupakan indikasi kandungan kalor dari campuran. Dinamakan suhu udara kering
karena pada pengukuran tidak dipengaruhi oleh uap air yang ada. Pengukuran dilakukan
dengan termometer yang terlindungi dari radiasi dan uap air. Suhu tabung basah - wet
bulb - adalah suhu pada kondisi jenuh adiabat, diukur dengan termometer yang
diselubungi dengan kain basah. Proses penguapan terjadi dengan mengabsorpsi kalor
laten, sehingga suhu tabung basah selalu lebih rendah dari suhu tabung kering. Keduanya
akan sama pada keadaan humiditas 100%. Titik Embun - dew point - adalah suhu dari
campuran udara lembab dimana uap air yang terkandung mulai terjadi pengembunan.
Jika suhu udara mendekati titik embun maka humiditas relativ tinggi, dan jika suhu udara
jauh lebih tinggi maka nilai humiditas relativ rendah.

f. Suhu Bola Kering


Suhu bola kering atau dry bulb temperature (Tdb) merupakan suhu campuran
udara kering dan uap air yang diukur melalui skala termometer raksa secara langsung
(http://www.taftan.com, 1998). Suhu udara bola kering tidak dipengaruhi oleh jumlah
uap air yang terkandung dalam udara. Menurut Zain dkk. (2005), dalam proses
kesetimbangan kalor, suhu bola kering memengaruhi intensitas kalor yang diproduksi
melalui penguapan (respirasi/evaporasi) maupun melalui konveksi, salah satunya dari
sistem ventilasi.

g. Suhu Bola Basah


Suhu bola basah atau wet bulb temperature (Twb) merupakan suhu dimana
kesetimbangan terjadi antara campuran udara dengan uap air. Suhu bola basah akan
dicapai, jika udara secara adiabatis telah jenuh oleh penguapan uap air (Zain dkk., 2005).
Menurut http://www.taftan.com (1998), pengukuran suhu bola basah dapat dilakukan
melalui termometer raksa yang terbalut kain basah pada ujung sensornya, dengan tujuan
untuk mengurangi efek radiasi di dalam udara.

3. Peralatan dengan Prinsip Proses Humidifikasi

Peralatan dengan prinsip humidifikasi di bagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Humidifier ( Peningkat kelembaban )


2. Dehumidifier ( Pengering Udara )
3. Cooling Tower ( Menara Pendingin )

a. Humidifier ( Peningkat Kelembaban )


Peralatan pelembab udara harus memiliki perangkat utama yang terdiri perangkat
untuk pemanasan udara, baik sebelum atau sesudah pelembaban atau keduanya, dan
beberapa metode untuk membuat udara di dalam kontak dengan air. Perangkat pemanas
biasanya berupa elemen atau susunan dari tabung bersirip. Udara dapat dibuat kontak
dengan air dalam berbagai perangkat.

Jenis jenis Pelembab Udara

Jenis jenis pelembab udara meliputi :

a. Vaporizer( Uap Humidifier )


Air mendidih membentuk uap yang menambah kelembaban udara.
b. Impeller humidifier
Sebuah cakram/ lempengan berputar pada diffuser, yang memecah air menjadi butiran
halus (aerosol) yang melayang ke udara.
c. Ultrasonic humidifier
Sebuah difragma logam bergetar pada frekuensi ultrasonic menciptakan butiran-
butiran air yang secara perlahan keluar dari humidifier dalam bentuk kabut dingin.

Kekurangan dan Resiko Humidifier

Jika kelembaban relative lebih besar dari 60 %, maka penggunaan humidifier


bisa memnungkinkan reproduksi tengu debu atau pertumbuhan jamur. Kelembaban
relative harus dijaga antara 40 % dan 60 %. Beberapa pelembab udara sekarang
menggunakan anti microba untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam humidifier
tersebut.

b. Dehumidifier ( Pengering Udara )

Alat dipakai untuk menguranagi tingkat kelembaban di udara dalam bangunan


perumahan atau perkantoran. Biasanya karena alasan kesehatan. Karena tingkat
kelembaban yang tinggi menigkatkan pertumbuhan jamur juga tidak menyenangkan bagi
manusia. Dapat juga menyebabkan kondensasi dan dapat membuat sulit tidur.

Sedangkan dalam dunia industri ( contohnya : Percetakan ) dipakai untuk menjaga


tingkat kelembaban yang diinginkan karena berpengaruh pada kualitas hasil cetak.
Proses Dehumidifier

Proses dehumidifier dibagi menjadi 4 yaitu :

1. Teknik / Refrigerative
Biasanya bekerja dengan menarik udara lembab melewati kumparan pendingin dengan
kipas kecil. Karena tekanan uap jenuh air menurun dengan penurunan suhu, air di udara
mengembun, dan menetes ke dalam penampung. Udara lalu dipanaskan oleh sisi hangat
dari kumparan pendinginan. Proses ini paling efektif dengan suhu sekitar yang lebih
tinggi dengan suhu titik embun udara. Dalam cuaca dingin proses ini kurang efektif.
2. Elektronik
Elektronik dehumidifiers menggunakan pompa pemanas pelher untuk menghasilkan
permukaan yang dingin untuk kondensasi uap air dan udara. Jenis dehumidifiers ini
memiliki keuntungan karena yang sangat tenang (tidak bising) ketika digunakan karena
tidak ada kompresor mekanis.
3. Air Conditoner
Secara otomatis bertindak sebagai penurun kelembaban, ketika udara dingin sehingga
perlu menangani akumulasi air juga. Proses ini biasanya dengan melewatkan udara
kedalam kontak dengan semprotan air dimana suhunya lebih rendah dari titik embun
udara yang masuk. Seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

4. Dehumidifiers Darurat
Proses penghilangan kelembaban udara dapat dilakukan dengan melewati cairan dingin
melalui bagian dalam tabung yang disusun ( kondensoor ) kemudian udara lembab
ditiupkan melaluinya. Suhu permukaan luar tabung logam harus di bawah titik embun
udara sehingga air akan mengembun dari udara. Seperti ditunjukkan pada gambar
dibawah ini :
c. Cooling Tower ( Menara Pendingin )
Pengertian Menara Pendingin
Menara pendingin merupakan suatu peralatan yang didigunakan untuk menurunkan
suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannnya ke
atmosfir. Menara pendingin menggunakan penguapan dimana sebagian air diuapkan ke
aliran udara yang bergerak dan kemudian dibuang keatmosfir. Sebagai akibatnya air yang
tersisa didinginkan secara signifikan. Menara pendingin mampu menurunkan suhu air
lebih dari peralatan peralatan yang hanya menggunakan udara untuk membuang panas,
sperti radiator dalam mobil, dan olej karena itu biayanya lebih efektif dan efisien
energinya. Seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

Cooling Tower system


Air dipompa dari cekungan menara pendingin, kemudian air disalurkan melalui
proses kondensasi dengan kondensor. Air dingin menyerap panas dari proses aliran panas
yang perlu didinginkan, dan panas yang diserap menghangatkan air yang beredar ( C ),
kemudian air hangat kembali ke puncak menara pendingin dan menetes ke bawah
melalui material pengisi di dalam menara. Setiap air yang menetes ke bawah akan terjadi
kontak udara melalui menara baik oleh draft alami atau dengan forced draft
menggunakan kipas besar di menara. Selain itu sejumlah air akan hilang sebagai windage
( W ) dan beberapa air ( E ) akan menguap. Panas yang diperlukan untuk menguapkan air
berasal dari air itu sendiri, yang mendinginkan air baskom ali dan air ini kemudian siap
untuk recirculate. Air yang meguap melarutkan garam yang tertinggal dalam sebagian
besar air yang belum diuapkan, sehingga menigkatkan konsentrasi garam dalam air
pendingin beredar. Untuk mencegah konsentrasi garam air menjadi terlalu tinggi,
sebagian dari air digambar off ( D ) untuk pembuangan. Air tawar makeup ( M )
diberikan untuk cekungan menara untuk mengkompensasi hilangnya air disekitar
diseluruh system. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah :

Komponen Menara Pendingin


Komponen menara pendingin meliputu :
1. Rangka dan wadah
Hampir semua menara pendingin memiliki rangka berstruktur yang menunjang tuutp
luar, motor, fan dan komponen lainya.
2. Bahan pengisi
Hampir semua menara pendingin menggunakan bahan pengisi ( terbuat dari plastic
atau kayu ) untuk memfasilitasi perpindahan panas dengan memaksimalkan kontak
udara dan air.
3. Kolam air pendingin

Kolam air pendingin terletak atau dekat bagian bawah menara, dan menerima air
dingin yang mengalir turun melalui menara dan bahan pengisi.

4. Drift eliminators
Alat ini menagkap tetes tetes air yang terjebak dalam aliran udara supaya tidak
hilang ke atmosfir.
5. Saluran udara masuk
Ini merupakan titik bagi udara menuju menara. Saluran masuk bias berada pada
seluruh menara ( design aliran melintang ) atau berada dibagian bawah menara
( design aliran berlawanan arah.
6. Louvers
Pada umumnya, menara dengan aliran silang memilki saluran masuk louvers.
Kegunaan louvers adalah untuk menyamakan aliran udara ke bahan pengisi dan
menahan air dalam menara.
7. Nosel
Alat ini menyemprotkan air untuk membasahi bahan pengisi. Distribusi air yang
seragam pada puncak bahan pengisi adalah penting untuk mendapatkan pembasahan
yang benar dair seluruh permukaan bahan pengisi.
8. Fan
Fan aksial ( jenis baling baling ) dan sentrifugal keduanya digunakan dalam
menara. Umumnya fan dengan baling baling digunakan pada menara induced draft
dan fan sentrifugal ditemukan dalam menara dorced draft.
Jenis Jenis Menara Pendingin

Menurut jenisnya menara pendingin dibagi menjadi :

1. Menara pendingin jenis natural draft


Menara pendingin natural draft menggunakan perbedaan suhu antara udara ambient
dan udara yang lebih panas dibagian dalam menara. Begitu udara panas mengalir ke
atas melalui menara, udara segar yang dingin disalurkan ke menara melalui saluran
udara masuk di bagian bawah. Kebanyakan hanya digunakan untuk jumlah panas
yang besar sebab struktur beton yang besar cukup mahal.

Menara

natural draft

terdapat dua
jenis yaitu :
1. Menara aliran melintang
Udara melintasi air yang jatuh dan bahan pengisi berada diluar menara.
2. Menara dengan aliran yang berlawanan arah
Udara dihisap melalui air yang jatuh dan oleh karena itu bahan pengisi dibagian
dalam menara, walaupun desain tergantung pada kondisi trmpat yang spesifik.
2. Menara pendingin draft mekanik
Menara draft mekanik memilki fanyanag besar untuk mendorong atau mengalirkan
udara melalui air yang disirkulaaasi. Air jatuh turun diatas permukaan bahan pengisi,
yang membantu untuk menigkatkan waktu kontak antara sir dan udara. Hal ini
membantu dalam memaksimalkan perpindahan panas diantara keduanya. Laju
pendinginannya tergantung pada banyak parameter seperti diameter fan dan
kecepatan operasi, bahan pengisi untuk tahanan sitim dll.

Menara pendinmgin draft mekanik terbagi menjadi 3, seperti dijelaskan dalam tabel :
Tabel Ciri ciri berbagai jenis menara pendingin draft mekanik

Jenis Menara Pendingin Keuntungan Kerugian


1. Menara pendingin forced draft : Cocok untuk resistensi Resirkulasi karena
Udara dihembuskan ke menara oleh
udara yang tinggi kecepatan udara
sebuah fan yang terletak pada
karena adanya fan masuk yang tinggi
saluran udara masuk.
dengan blower dan udara keluar
sentrifugal. yang rendah, yang
Fan relative tidak
dapat diselesaikan
berisik. dengan
menempatkan di
ruangan pabrik
digabung dengan
saluran pembuangan.

2. Menara pendingin aliran melintang Lebih sedikit resirkulasi Fan dan mekanisme
( induced draft ) :
Air masuk pada puncak dan daripada menara forced penggerak motor
draft sebab kecepatan dibutuhkan yang
melewati bahan pengisi.
Udara masuk dari salah satu sisi keluarnya 3 hingga 4 tahan cuaca terhadap
( menara alran tunggal ) natau pada kali lebih tinggi embun dan korosi
sisi yang berlawanan ( menara aliran daripada udara masuk. sebabmereka berada
ganda ). pada jalur udara
Fan induced draft mengalirkan udara
keluar yang lembab.
melintasi bahan pengisi menuju
saluran keluar pada puncak menara.
3. Menara pendingin aliran berlawanan
( induced draft ) :
Air panas masuk pada puncak.
Udara masuk dari bawah dan keluar
pada puncak.
Menggunakan fan forced dan
induced draft

Berikut adalah gambar jenis jenis menara pendingin :

Gambar Menara Pendingin Forced Draft


Pemilihan Menara Pendingin yang Benar
1. Kapistas
Pemborosan panas (dalam kkcal/ jam) dan laju alir tersirkulasi (m 3/jam) merupakan
indikasi kapasitas menara pendingin.
2. Range
Range ditentukan bukan oleh menara pendingin, namun proses yang melayaninya.
Range pada penukar panas ditentukan seluruhnya oleh beban panas dan laju sirkulasi
air yang melalui penukar panas dan menuju ke air pendingin. Range merupakan
fungsi dari beban panas dan aliran yang disirkulasikan melalui sistim :
Range OC = Beban panas ( dalam kkal/jam ) / Laju sirkulasi air ( l/jam )

Menara pendingin biasanya dikhususkan untuk mendinginkan laju aliran tertentu


dari satu suhu ke suhu lainnya pada wet bulb tertentu.
3. Approach
Semakin dekat approach terhadap wet bulb, akan semaki mahal menara pendinginya
O
karena meningkatnya ukuran. Biasanya approach 2,8 C terhadap wet bulb
merupakan suhu air terdingin yang digaransi pembuat menara pendingin.

Approach ( 5,5OC ) = Suhu air dingin 32,2 OC Suhu wet bulb ( 26,7 OC )
4. Beban Panas
Beban panas yang diberikan pada menara pendingin ditentukan oleh proses yang
dilayaninya. Tingkat pendinginan yang diperlukan dikontrol oleh operasi proses
yang dikehendaki. Ukuran dan harga menara pendingin meningkat dengan
menigkatnya beban panas. Pembelian peralatan dengan ukuran terlalu kecil ( jika
beban panas yang dihitung terlalu rendah ) dan peralatan dengan ukuran berlebih /
terlalu besar ( jika beban panas yamg dihitung terlalu tinggi ) adalah sesuatu yang
harus diperhatikan.
Beban panas proses dapat bervariasi tergantung pada proses yang terlibat
didalamnya dan oleh karena itu untuk sukar menentukan secara tepat. Dengan kata
lain, beban panas penyejuk udara dan refrigerasi dapat ditentukan dengan ketepatan
yang lebih tinggi.
5. Suhu wet bulb
Suhu wet bulb merupakan factor penting dalam kinerja peralatan pendingin air yang
teruapkan, sebab merupakan suhu terendah dimana air akan didinginkan. Oleh
karena itu, suhu wet bulb udarayang masuk ke menara pendingin menentukan
tingkat suhu operasi minimum seluruh pabrik, proses, atau sistim.
6. Hubungan antara range, aliran dan beban panas
Range meningkat bial jumlah air yang disirkulasi dan beban panas meningkat. Hal
ini berarti bahwa kenaikan range hasil dari beban panas yang ditambahkan
memerlukan menara yang lebih besar.
7. Hubungan antara approach dan suhu wet bulb
Design suhu wet bulb ditentukan oleh lokasi geografis. Untuk niali approach tertentu
( pada range konstan dan range aliran), semakin tinggi suhu wet bulb, makin kecil
menara yang diperlukan. Alasannya adalah bahwa udara pada suhu wet bulb yang
lebih tinggi mampu mengambil lebih banyak panas.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :

1. Humidifikasi adalah proses penambahan kandungan air dalam udara.

2. Proses humidifikasi dibantu dengan pemanasan akan menghasilkan udara dengan


kandungan air yang lebih besar daripada tanpa pemanasan.

3. Dehumidifikasi adalah proses pengurangan kandungan air dalam udara. Pemanasan


dalam dehumidifikasi bertujuan untuk menguapkan sejumlah air dalam udara proses.

4. Temperatur udara yang keluar dair proses humidifikasi dan dehumidifikasi akan
bergantung pada besarnya kalor yang diberikan seta jumlah kandungan air yang
ditangkap atau dikeluarkan dari udara.

5. Pada prinsipnya peralatan humidifikasi dibagi menjadi 3 yaitu :

a. Humidifier ( Peningkat kelembaban )

b. Dehumidifier ( Pengering udara )

c. Cooling Tower ( Menara Pendingin )