Anda di halaman 1dari 9

RESUME

DASAR PADA STRUKTUR ORGANISASI


Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Perilaku Organisasi
Dosen Pengampu
Dr. Roekhudin, Ak., CSRS., CA.

Disusun oleh Kelompok 9 :

Ayu Nurul Sabilla (145020301111005)

Kurnia Yuliastri R (145020301111064)

Dwi Indah Arini (145020301111067)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

MALANG
2015

Dasar pada struktur Organisasi


Keputusan structural seperti penggabungan dari para pekerja yang bekerja jarak jauh dapat
dikatakan salah satu hal yang paling fundamental yang mana seorang pemimpin harus diambil agar
mengarah pada pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan.

A. Apa yang Dimaksud dengan Struktur Organisasional?

Strukrur Organisasi akan mendefinisikan bagaimana tugas pekerjaan secara formal dibagikan,
dikelompokkan, dan dikoordinasikan. Manajer perlu membahas mengenai enam elemen utama ketika
mereka merancang struktur organisasi mereka: Spesialis kerja, departementalisasi, rantau komando,
rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi serta formalisasi.

Spesialis Kerja

Pada awak abad ke-20, Henry Ford menjadi kaya dengan membangun otomobil pada lini
perakitan. Setiap pekerja Ford diberikan tugas secara spesifik dan berulang seperti menempatkan ban
depan sebelah kanan atau memasang pintu depan sebelah kanan. Dengan membagi pekerjaan ke dalam
tugas tugas kecul yang terstandardisasi dapat dijalankan dengan lebih dan lebih lagi. Ford dapat
memproduksi sebuah mobil setiap 10 detik, dengan menggunakan para pekerja yang memiliki keahlian
yang relative terbatas.

Ford menunjukan bahwa kerja dapat dilaksanakan dengan lebih efisien jika para pekerja
diperbolehkan untuk spesialis. Saat ini, kita nebggunakan istilah spesialisasi kerja, atau pembagian tenaga
kerja, untuk menggambarkan sampai sejauh mana aktivitas dalam organisasi dibagi kedalam pekerjaan
pekerjaan terpisah. Intisari dari spesialisasi kerja adalah untuk membagi pekerjaan ke dalam sejumlah
langkah, masing masing diselesaikan oleh individu yang berbeda. Secara esensi, para individu melakukan
spesialisasi dalam mengerjakan bagian dari sebuah aktivitas dan bukan nya keseluruhan. Untuk
melakukan keseluruhan pekerja dan selesai, serta menempatkan mereka dalam tim tim dengan keahlian
yang dapat dipertukarkan sering kali dapat mencapai hasil yang lebih tinggi secara signifikn, dengan
meningkatkanya kepuasaan pekerja.

Departementalisasi
Ketika pekerjaan telah dibagi kedalam spesialis kerja, mereka harus dikelompokkan sehingga tuas
tugas umum dapat dikoordinasikan. Basis yang mana pekerjaan dikelompokkan disebut dengan
departementalisasi.

Rantai Komando

Fondasi dasar dalam desain organisasi memiliki manffat yg jauh lebih sedikit penting nya saat ini.
Rantai komando merupakan garis kewengangan tak terputus yang membentang dari organisasi puncak
hingga pegawai terendah dan menjelaskan siapa yang melaporkan kepada siapa.

Rentang Kendali

Sangat menentukan jumlah level dan manajer yang harus dimiliki oleh organisasi. Semuanya
menjadi seimbang semakin lebar atau besar nya rentang akan semakin efekti organisasi tersebut.

Sentralisasi dan Desentralisasi

Sentralisasi mengacu pada kondisi yng mana pengambilan keputusan dipusatkan pada satu titik
tungal dalam organisasi. Dalam organisasi yang tersentralisasi, para manajer puncak yang mengambil
seluruh keputusan, dan para manajer level rendah hanya melaksanakan pengarahan dari mereka.

Formalisasi

Formalisasi mengacu pada keadaan yang mana pekerjaan didalam organisasi telah
tersetndartlisasi. Jika suatu pekerjaan sangat ter formalitas, maka yang berkuasa meimiliki sejumlah
keleluasaaan yang minimal atas apa yang akan dilakukan dan bagaimana dengan cara yang persis sama,
menghasilkan outrput yang konsisten dan sama. Terdapat deskripsi pekerjaan secara eksplisit, banyak
sekali aturan organiasi dan prosedur yan didefinisikan secara jelas yang mencakup proses kerja dalam
organisasi yang mana terdapat formalisasi yang tinggi. Dimana tingkat formalisasi nya rendah, maka
perilaku pekerjaan secara relatif tidak terprogram, dan para pekerja memiliki sejumlah besar kebebasan
untuk menjalankan kebijakan dalam pekerjaan mereka. Formalisasi bukan hanya menghilangkan
kemungkina para pekerja untuk terlibat dalam alternatif alternatif perilaku, tetapi bahkan menghapuskan
kebutuhan pekerja untuk mempertimbangkan alternative bahkan menghapuskan kebutuhan pekerja untuk
mempertimbangkan alternative yang ada.
B. DESAIN ORGANISASI YANG UMUM

Ada 3 desain organisasional yang umum, yakni:

1) Struktur sederhana
Struktur sederhana bersifat tidak rumit. Bercirikan, (1) derajat departementalisasi yang rendah,
(2) rentang kendali yang lebar, (3) Otoritas yang tersentralisasi pada satu orang tunggal, dan (4)
formalisasi yang kecil. Bentuk struktur oraganisasinya vertical terdiri dari 2 sampai 3 level yaitu
kumpulan pekerja yang longgar dan salah seorang individu yang memimpin. Struktur sederhana
kebanyakan diterapkan pada bisnis yang berskala kecil yang mana manajer dan pemilik adalah
satu orang yang sama. Kekutan dari struktur sederhana ialah kesederhanaanya, kecepatannya, lalu
fleksibel, murah untuk dioperasikan serta akuntabilitasnya jelas. Dan kelemahan struktur ini ialah
kenyataan bahwa struktur ini semakin tidak memadai dengan semakin bertumbuhnya suatu
organisasi karena formalisasinya rendah serta sentralisasi yang tinggi cenderung untuk
menciptakan muatan informasi yang berlebihan pada posisi puncak.Kelemahan yang lai ialah
beresiko karena segala sesutaunya bergantung dari satu individu saja.

PEMILIK
SEKALIGUS
MANAJER

TENAGA TENAGA KASIR


PENJUALAN PENJUALAN

2) Birokrasi
Adalah suatu struktur organisasi yang bercirikan dengan tugas operasional yang sangat rutin.
Adanya spesialisasi, aturan yang sangat diformalisasikan, otoritas yang tersentralisasi, rentang
kendali yang sempit, serta pengambilan keputusan mengikuti rantai komando. Kelebihan dari
birokrasi yang baik terletak pada kemampuannya untuk melakukan aktivitas yang terstandardisasi
dengan cara yang efisien, dengan adanya spesialisasi juga dapat menghasilkan skala ekonomis,
birokrasi juga dapat dijalankan oleh orang-orang yang kurang berbakat atau karyawan di level
bawah-menengah. Namun suatu birokrasi juga dapat memunculkan kelemahan, diantaranya
spesialisasi birokrasi dapat menciptakan konflik yang mana tujuan unit fungsional akan
mengesampingkan keseluruhan tujuan organisasi. Kelemahan yang lainnya, karena terlalu fokus
dengan aturan yang ada, ketika terjadi sesuatu hal yang menyleweng atau tidak secara persis tepat
dengan aturan maka tidak ada ruang untuk memodifikasinya.

3) Struktur Matrik
Adalah struktur organisasi yang menciptakan otoritas ganda dan menggabungkan antara
departementalisasi fungsional dengan departementalisasi produk. Dengan menggabungkan kedua
departemen baik itu fungsional maupun produk maka hal itu dapat saling mengcover kelemahan
masing-masing departemen. Karena menggabungkan dua departemen maka struktur ini memiliki
dua pimpinan. Kelebihan dari matrix ialah kemampuannya untuk menfasilitasi koordinasi ketika
organisasi memiliki sejumlah aktivitas yang rumit dan saling bergantung. Kontak secara langsung
dan sering diantara spesialisasi-spesialisasi yang berbeda dalam matrix dapat membuat informasi
menembus organisasi dan dengan cepat mencapai orang-orang yang memerlukannya. Matrix juga
dapat mengurangi sisi negative dari birokrasi, karena dengan adanya otoritas yang ganda akan
mengurangi kecenderungan orang untuk menjadi terlalu sibuk melindungi dunia kecilnya yang
membut tujuan organisasi menjadi kurang penting. Kelemahan utama daripada matrix ialah
terletak pada kebingungan dalam menciptakannya, karena kecenderungannya untuk mendorong
perebutan kekuasaan, dan tekanan yang diberikan kepada individu. Tanpa konsep kesatuan
komando dapat memberikan ketidakjelasan mengenai siapa yang memberikan laporan siapa yang
meningkat secara signifikan dan seringkali mengarahkan pada konflik. Adanya resiko terjadinya
perebutan kekuasaan antara manajer fungsional dengan para manajer produk. Dengan iklim yang
seperti demikian tentunya akan membuat karyawannya tertekan dan merasa tidak nyaman.

C. OPSI DESAIN YANG BARU


Terdapat dua desain baru yang dikembangkan oleh para manajer senior dalam sejumlah organisasi, yakni
sebagai berikut:
1) Organisasi virtual
Ialah organisasi inti kecil yang merupakan sumber luar terbesar fungsi bisnis. Organisasi vrtual
terdiri dari sekelompok grub atau institusi dengan beberapa tujuan yang sama mereka saling
sharing sumber daya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kelebihan utama dari organisasi virtual
ialahfleksibilitasnya, yang mana memungkinkan bagi para individu dengan gagasan yang inovatif
dan sedikit uang untuk sukses bersaing terhadap organisasi-organisasi yang lebih besar dan
mapan. Organisasi virtual juga menghemat sejumlah uang karena menghapuskan kantor-kantor
yang permanen. Kelemahan dari organisasi virtual antara lain; peran, tujuan, dan, tanggung jawab
tidak jelas, meciptakan ruang untuk berpolitik, tingkat interaksi yang rendah antar anggotanya.
2) Organisasi tak terbatas
Adalah organisasi yang berupaya untuk menghilangkan rantai komando, memilik rentang kendali
yang tak terbatas, dan mengganti departemen-departemen dengan tim-tim yang diberdayakan.

Organisasi yang Lebih Ramping: Perampingan

Perampingan adalah sebuah upaya sistematis untuk membuat organisasi menjadi lebih ramping
dengan menutup lokasi, mengurangi jumlah staf atau menjual unit bisnis yang tidak memberikan nilai
tambah. Perusahaan melakukan perampingan untuk menyelamatkan perusahaan dari pemecatan lebih
lanjut. Perusahaan lain melakukan perampingan untuk mengarahkan seluruh upaya mereka menuju inti
kompetensi mereka. Beberapa perusahaan menitikberatkan pada teknik manajemen ramping untuk
mengurangi birokrasi dan mempercepat dalam mengambil keputusan. Berikut adalah beberapa strategi
efektif bagi perampingan. Sebagian sangat terkait dengan prinsip prinsip keadilan organisasi yang telah
kita bahas sebelumnya:

Investasi. perusahaan yang melakukan perampingan untuk menitikberatkan pada inti kompetensi
akan lebih efektif ketika mereka berinvestasi dalam praktik kerja yang memiliki keterlibatan yang
tinggi setelahnya
Komunikasi. Ketika para pemilik usaha melakukan upaya untuk membahas perampingan dengan
para pekerjanya lebih awal, maka para pekerja akan berkurang kekhawatirannya mengenai hasil
dan merasa bahwa perusahaan mempertimbangkan pandangan mereka pula.
Partisipasi. Para pemilik usaha akan berkurang kekhawatirannya jika mereka dapat berpartisipasi
dalam proses dalam berbagai cara. Program pension awal secara sukarela atau paket pesangon
dapat membantu dalam mencapai perampingan tanpa pemecatan.

Ringkasnya, perusahaan yang membuat dirinya sendiri ramping dapat menjadi lebih gesit, efisien, dan
produktif-tetapi hanya jika mereka melakukan pemangkasan secara hati hati dan membantu para pekerja
melalui proses tersebut.

D. Mengapa Struktur-Struktur Berbeda


Model Mekanistik adalah suatu struktur yang dicirikan dengan departementalisasi yang ekstensif,
formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi. Model Organik adalah
suatu struktur yang datar, menggunakan hierarki silang, dan tim tim fungsional silang, dengan
formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan bergantung pada
pengambilan keputusan partisipatif.

Strategi Organisasi

Strategi inovasi adalah suatu strategi yang menekankan pada pengenalan produk dan jasa baru
yang utama.
Strategi minimalisasi biaya adalah suatu strategi yang menekankan pada pengendalian biaya
yang ketat, penghindaran inovasi yang tidak diperlukan atau biaya pemasaran, serta pemangkasan
biaya.
Strategi imitasi adalah suatu strategi yang berupaya untuk memindahkan produk baru atau ke
dalam pasar yang baru hanya setelah kelangsungan hidup produk tersebut telah terbukti.

Ukuran Organisasi

Ukuran organisasi memengaruhi strukturnya secara signifikan. Organisasi yang mempekerjakan


2000 orang atau lebih cenderung untuk memiliki lebih banyak spesialisasi, departementalisasi yang lebih,
level yang lebih vertical, dan lebih banyak aturan serta regulasi daripada organisasi organisasi yang
berskala kecil.

Teknologi

Teknologi adalah suatu cara organisasi yang digunakan untuk memindahkan input ke dalam
outputnya. Setiap organisasi memiliki sedikitnya salah satu teknologi untuk mengubah seumber daya
keuangan, manusia, dan fisik ke dalam produk atau jasa.

Lingkungan

Lingkungan organisasi meliputi institusi atau paksaan dari luar yang dapat memengaruhi
kinerjanya, seperti pemasok, konsumen, competitor, agensi pengaturan pemerintahan, dan kelompok
desakan dari masyarakat. Ada tiga dimensi:
Kapasitas mengacu pada keadaan yang mana lingkungan dapat mendukung pertumbuhan.
Lingkungan yang kaya dan bertumbuh akan menghasilkan kelebihan sumber daya yang dapat
menyangga organisasi pada saat terjadi kelangkaan secara relative.
Volatilitas menggambarkan derajat ketidakstabilan di dalam lingkungan. Suatu lingkungan yang
dinamis dengan derajat perubahan yang sangat tidak dapat di prediksi akan menyulitkan bagi
manajemen untuk membuat prediksi yang akurat.
Kompleksitas adalah derajat heterogenitas dan konsentrasi diantara elemen elemen lingkungan.

Desain Organisasi dan Perilaku Pekerja

Pembahasan mengenai efek dari desain organisasi terhadap perilaku pekerja harus mengatasi
perbedaan individu. Untuk melakukannya, pertimbangkan pilihan pekerja atas spesialisasi kerja, rentang
kendali, dan sentralisasi. Masing-masing terdapat suatu segmen tenaga kerja yang memilih spesialisasi
pekerjaan yang sangat tinggi yang bersifat rutin dan berulang. Beberapa individu menginginkan kerja
yang memerlukan permintaan atas intelektual yang minimal dan memberikan keamanan secara rutin;bagi
mereka, spesialisasi kerja yang tinggi merupakan sumber bagi kepuasaan pekerjaan. Ditentukan bahwa
beberapa seleksi mandiri yang beroperasional dalam pilihan karir, kita akan menyimpulkan bahwa hasil
perilaku yang negative dari spesialisasi yang tinggi cenderung muncul dalam pekerjaan professional yang
ditempati oleh individu dengan kebutuhan yang tinggi akan pertumbuhan dan keanekaragaman pribadi.
Secara umum, organisasi yang kurang tersentralisasi memiliki sejumlah otonomi yang lebih besar.
Otonomi nampak secara positif terkait dengan kepuasaan pekerjaan. Tatapi, sementara salah seorang
pekerja akan menilainya sebagai kebebasan, yang lainnya akan menemukan lingkungan otonom yang
membuat frustasi karena ketidakjelasan.

Untuk memaksimalkan kinerja pekerja dan kepuasan, maka manajer harus membuat
pertimbangan atas perbedaan perbedaan individu, seperti misalnya pengalaman, kepribadian, dan tugas
kerja. Budaya juga seharusnya merupakan factor pertimbangan. Orang orang tidak memilih para pemilik
usaha secara acak. Mereka ditarik, dipilih oleh, dan bertahan dengan organisasi yang sesuai dengan
karakteristik pribadi mereka. efek dari struktur terhadap perilaku pekerja tak diragukan lagi akan
berkurang ketika proses pemilihan memfasilitasi penyesuaian yang tepat dari karakteristik individu
dengan karakteristik organisasi. Perusahaan akan berupaya untuk menciptakan, mempromosikan, dan
mempertahankan identitas yang unik dari struktur mereka meskipun para pekerja yang terampil mungkin
akan mengundurkan diri karena perubahan yang dramatis. Riset menyarankan bahwa budaya nasional
memengaruhi pilihan atas struktur. Dan perubahan arena dari desain struktur organisasi memiliki
implikasi bagi kelancaran jalur karir individu. Mungkin atau tidak mungkin menjadi kenyataan, yang
memperlihatkan bahwa struktur organisasi memengarui pekerja dan oleh karenanya harus di desain secara
hati hati.