Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH BANGUNAN DAN PERALATAN PETERNAKAN

Kandang Kelinci Potong

Oleh :
Kelas : E
Kelompok : 5
Nurlaila 200110140087
Amsal Fran Sinatra 200110140091
Lina Marlina 200110140150
Rianty Pratiwi 200110140284
Deddy Indratama 200110140289
Johansan Lambok 200110100000

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2016
KATA PENGANTAR
1
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan nikmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Kandang Kelinci Potong. Kemudian shalawat beserta
salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah
memberikan pedoman hidup yakni Al-Quran dan sunnah untuk keselamatan umat
di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas pada matakuliah Bangunan dan
Peralatan Peternakan di program studi Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan pada
Universitas Padjadjaran. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Bapak Diky Ramdani S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., dan Ibu
Dr. Ir. Husmy Yurmiati, MS., selaku dosen pembimbing matakuliah Bangunan dan
Peralatan Peternakan dan kepada segenap pihak yang telah memberikan
bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Penulis berharap makalah mengenai kandang kelinci potong ini dapat
bermanfaat bagi pembaca serta menjadi informasi ilmiah.

Sumedang, November 2016

Penulis

DAFTAR ISI

2
BAB Halaman

HALAMAN JUDUL
i
KATA PENGANTAR
ii
DAFTAR ISI
iii
DAFTAR ILUSTRASI
iv

I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1
1.2 Maksud danTujuan
1

II PEMBAHASAN
2.1 Lokasi Kandang Kelinci Potong
2
2.2 Persyaratan Kandang Kelinci Potong
3
2.3 Bagian Kandang Kelinci Potong
4
2.4 Bentuk Kandang Kelinci Potong
6
2.5 Ukuran dan Kepadatan Kandang
7
2.6 Perlengkapan Kandang Kelinci Potong
8
2.7 Penanganan Limbah
11

III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
24

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

3
DAFTAR ILUSTRASI

Ilustrasi Halaman

1 Sarang kelinci tertutup 10


2 Sarang kelinci terbuka
10

I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya dalam memelihara ternak baik itu ternak ruminansia maupun

unggas atau ternak lainnya, haruslah ditempatkan pada suatu kandang. Kandang

merupakan bangunan di mana ternak dipelihara. Fungsi utama kandang adalah

untuk menjaga supaya ternak tidak berkeliaran dan memudahkan pemantauan

serta perawatan ternak. Selain itu bentuk kandang serta bahan dari bangunan

kandang juga harus diperhatikan karena dapat menentukan tingkat kenyamanan

bagi ternak itu sendiri terutama ternak kelinci potong. Jika ternak merasa nyaman

maka produktivitasnya pun akan meningkat

4
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk lebih memahami

tentang perkandangan kelinci potong. Oleh karena itu, penulis membuat makalah

yang berjudul Kandang Kelinci Potong.

1.2 Maksud dan Tujuan

1) Untuk mengetahui pemilihan lokasi kandang kelinci potong.

2) Untuk mengetahui persyaratan kandang kelinci potong.

3) Untuk mengetahui bagian kandang kelinci potong.

4) Untuk mengetahui bentuk kandang kelinci potong.

5) Untuk mengetahui ukuran dan kepadatan kandang kelinci potong.

6) Untuk mengetahui perlengkapan kandang kelinci potong.

7) Untuk mengetahui penanganan limbah kelinci.

II
PEMBAHASAN

2.1 Persiapan Lokasi Kandang Kelinci Potong

Untuk mendapatkan kandang kelinci tidak terlalu sulit. Sebab, kelinci mudah

sekali beradaptasi terhadap berbagai bentuk kandang yang disediakan, dengan

syarat kondisinya memenuhi persyaratan kesehatan dan kebutuhan dari kelinci

tersebut. Kandang bisa berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Faktor

yang perlu diperhatikan adalah sinar matahari yang masuk harus cukup. Selain itu,

lokasi untuk kandang juga sebaiknya memiliki suhu yang sejuk (15-20 o C),

2
ventilasi sempurna, kelembaban 60-90%, lingkungan tenang, dan tak jauh dari

rumah.

Sinar matahari pagi sangat diperlukan karena mampu menerangi kandang

sekaligus mengeringkan dan membunuh kuman kuman penyakit. Terkait dengan

hal tersebut, sebagiknya kandang dibuat menghadap ke timur, utara, atau selatan.

Kelinci lebih tahan terhadap suhu yang dingin dibandingkan dengan suhu yang

panas. Pembuatan kandang perlu memperhatikan kecukupan suplai matahari pagi,

tetapi lingkungan kandang tetap sejuk. Oleh karenanya, disekeliling lapangan

batas kandang suhu dan kelembaban lingkungan yang mendukung produktivitas

kelinci akan meningkat.

Ventilasi yang sempurna berfungsi untuk mengatur keluar masuknya udara.

Udara yang telah kotor karena bau dan lembab dapat keluar digantikan dengan

udara bersih dari luar. Dengan demikian, udara di dalam kandang selalu bersih,

segar, dan nyaman bagi kelinci. Dengan begitu, kelinci akan selalu dalam kondisi

sehat.

Kandang dan lingkungan sekitar kandang sebaiknya selalu dalam kondisi

kering, tidak ada tempat yang tergenang air. Jika kandang kelinci beralas tanah,

halaman di sekitar kandang perli dibuat saluran air. Kandang yang tergenang air

akan menyulitkan perawatan, rawan penyakit, dan menjadi lembab. Kelinci

kurang tahan terhadap udara lembab dan tempat yang becek. Tempat yang lembab

dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

2.2 Persyaratan Kandang Kelinci Potong

Selain sebagai tempat berteduh dari teriknya panas matahari

dan dinginnya udara malam hari, kandang juga berfungsi

sebagai tempat berkembang biak. Oleh karena itu, kandang

menjadi syarat penting untuk kelangsungan hidup ternak dan

3
pengusaha ternak. Membuat kandang dan perlengkapannya

sangat dipengaruhi oleh kondisi lokasi, situasi, tingkat usaha, dan

modal. Setiap peternak memiliki problem dan tujuan masing-

masing.

Bentuk dan ukuran kandang yang akan dibangun sebaiknya

memperhatikan kemudahan dalam bekerja, mengontrol serta

kehematan waktu dan tenaga dalam pengelolahannya.

Pembuatan kandang juga perlu memperhatikan syarat-syarat

yang harus dipenuhi sehingga layak sebagai kandang, yaitu

sebagai berikut:

a. Mudah untuk dilakukan perluasan.

b. Bahan-bahan harus sesuai dengan kondisi tanah / topograf

(datar atau bergelombang).

c. Bahan-bahan yang digunakan harus mudah didapat dan relatif

murah.

d. Sirkulasi udara lancar dengan lama pencahayaan ideal 12 jam.

e. Bagian luar harus dapat menyerap panas (bagi daerah yang

mempunyai temperature rata-rata diatas 30oC).

f. Bagian yang terbuka / ventilasi harus dapat menahan

serangga, seperti nyamuk, kecoa, laba-laba dan lalat.

Selain pakan dan minum, kebersihan kandang harus dijaga

dengan penyemprotan air setiap hari. Hal ini untuk menjaga agar

kelinci tidak mudah terserang penyakit, seperti penyakit kulit dan

diare.

4
2.3 Bagian Kandang Kelinci Potong

Bagian bagian kandang pada kelinci dibedakan menjadi lantai,

dinding dan atap. Bagian bagian kandang tersebut harus diperhatikan agar

kelinci nyaman tinggal didalamnya.

1. Lantai

Lantai kandang dapat dibuat dari kawat, bambu, kayu atau tanah. Bila

memilih dari bahan kawat, perlu dibuat bagian lantai yang terbuat dari

lembaran papan. Hal ini karena lantai yang terbuat dari kawat akan

mengakibatkan kelelahan pada otot otot kaki kelinci. Adanya lembaran

papan dapat digunakan oleh kelinci untuk beristirahat. Bila menggunakan

bambu, pemasangannya harus benar. Bagian kulit bambu sebaiknya

menghadap ke atas. Kulit bambu tidak mnyerap air sehingga bisa tahan

lama. Namun, agar air kelinci dan kotoran bisa langsung jatuh ke bawah,

perlu dibuat kisi-kisi dengan jarak antar bambu 2-3 cm. Jika lantai terbuat

dari tanah, sebaiknya dilapisi batu bata atau disemen sehingga menjadi

keras. Lantai yang keras tidak akan membuat kelinci membongkar-bongkar

tanah. Sementara itu, bila lantai dilapisi litter, bahan litter harus diganti

setiap dua bulan sekali. Kondisi litter harus tetap dalam kondisi kering.

Caranya dengan membolak balik litter secara berkala.

Bahan untuk lantai kandang yang paling ideal adalah kawat karena

kotoran kelinci bisa langsung jatuh ke bawah. Kawat juga tidak

menyebabkan lantai menjadi lembab karena air kencing dan air minum yang

tumpah bisa langsung terbuang ke bawah.

2. Dinding

Dinding terbuat dari kawat, kayu, bambu atau gabungan ketiganya.

Dinding kawat ram biasanya lebih mahal dan tidak memberikan

5
perlindungan yang memadai dalam kondisi yang gawat. Gabungan antara

ketiganya menjadikan kandang gampang dibuat untuk memenuhi kebutuhan

berdasarkan keadaan iklim setempat.

Ketinggian dinding disesuaikan dengan performa kelinci sehingga di saat

kelinci berdiri kepalanya tidak menyentuh atap atau kelinci tidak

membungkuk agar performa kelinci tetap bagus. Hal ini jika sampai

membungkukkan tubuh, kaki kelinci bisa bengkok. Pastikan kawat, kayu,

bambu aman bagi kelinci. Jangan sampai tubuh kelinci sampai tergores

akibat keteledoran dalam memasangnya. Dengan demikian, rambut

kepalanya tidak akan kusut dan kepalanya tidak akan terluka. Keamanan

atap dan dinding akan memastikan kelinci sehat dan memberikan

keuntungan.

3. Atap

Penyediaan atap tergantung lokasi kandang kelinci akan diletakkan, di

dalam ruangan atau di luar ruangan. Untuk kandang di dalam ruangan hanya

diperlukan penutup dengan bahan seperti dinding. Dengan catatan, atap

tersebut terbuat dari bahan yang ringan. Bahkan, beberapa peternak

membuat atap yang bisa dibuka tutup. Hal ini berlaku untuk kandang

bertingkat. Sementara itu, untuk kandang diluar ruangan harus dapat

memastikan bahwa kelinci terlindung dari panas dan hujan serta iklim di

sekitarnya. Beberapa peternak membuat kerangka atap. Kemudian, di atas

atap tersebut dipasang genteng atau abses sebagai pemberat sekaligus

sebagai perlindungan terhadap kelinci. Genteng dan abses dapat menjaga

kestabilan suhu sehingga kelinci nyaman berada di dalam kandang.

Atap memiliki kemiringan sekitar 30o agar air hujan atau kotoran lainnya

mudah dibersihkan, bahkan akan turun sendiri ke tanah. Jika air hujan dan

6
kotoran sampai menumpuk di atap, akan menyebabkan bau yang tidak sedap

dan berakibat tidak baik bagi performa dan kesehatan kelinci (Masanto dan

Ali, 2013).

2.4 Bentuk Kandang Kelinci Potong

Bentuk kandang yang baik adalah bentuk kandang dengan regulasi udara yang

cukup dan dengan kondisi kandang yang teduh dan sejuk. Lokasi kandang yang

baik juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan kelinci. Lokasi

yang baik adalah adanya sinar matahari yang masuk cukup, karena sinar matahari

berpengaruh terhadap pertumbuhan kelinci. Hawa kandang yang bersuhu sejuk,

berkisar antara 15-20C dengan mempunyai ventilasi yang baik untuk pergerakan

sirkulasi udara yang baik. Tempatnya kering dengan lingkungannya tenang dan

tak jauh dari rumah, karena berhubungan dengan keamanan ternak. Selain itu

diusahakan disekitar kandang terdapat naungan agar kotoran kelinci dapat

dibersihkan dengan mudah untuk menjaga kesehatan kelinci.

Bahan kandang yang digunakan berbahan bahan murah, awet, dan mudah di

dapat. Biasanya para peternak menggunakan bahan bambu sebagai kandang,

namun lantai kandang dibuat dari kawat agar mempermudah saat membersihkan

kandang. Kandang juga mampu melindungi ternak dari cuaca buruk seperti

melindungi dari hujan dan panasnya cuaca sekitar kandang. Selain itu kandang

harus mempunyai tempat pembuangan kotoran dan sanitasi yang baik, agar

kondisi ternak dalam keadaan bersih.

Menurut bentuknya kandang kelinci potong dibagi menjadi:

1. Kandang baterai

Kandang baterai adalah jenis kandang yang setiap satu ruangan berderet hanya

diisi oleh satu ekor kelinci dengan konstruksi flatdech battery (berjajar), tier

battery (bertingkat), dan piramidal battery (susun piramid). Kandang ini

7
umumnya digunakan untuk mengawinkan kelinci. Bagi betina, kandang ini

digunakan untuk melahirkan dan mengasuh anak. Sementara bagi anak kelinci

lepas sapih, kandang ini sering digunakan untuk tempat pembesaran secara

kelompok.

Keuntungan pemakaian kandang baterai antara lain sanitasi mudah dilakukan,

mencegah perkelahian dan kanibal, program pengembangbiakan dan pemuliaan

dapat diatur lebih mudah, kematian anak kelinci lebih renah karena tidak ada

gangguan dari kelinci lain, serta biaya dan pemanfaatannya lebih ekonomis.

2. Kandang postal

Kandang postal adalah kandang yang setiap ruangannya diisi oleh beberapa

kelinci. Umumnya, kandang ini digunakan untuk anak kelinci yang baru disapih

atau kelinci dara yang seragam dalam umur dan ukuran untuk digabung dalam

satu kandang sebaiknya kelinci memiliki jenis kelamin dn ras yang sama.

Kandang postal yang digunakan untuk pembiakan sebaiknya diisi oleh satu induk

pejantan dan 4-6 ekor induk betina. Ukuran kandang ideal 400 cm x 55 cm.

2.5 Ukuran dan Kepadatan Kandang Kelinci.

Ukuran kandang sebaiknya disesuaikan dengan jenis kelinci

yang dipelihara. Untuk kelinci tipe ringan, ukuran kandang yang

diperlukan adalah 120 cm x 75 cm x 40 cm per ekor. Kelinci tipe

sedang membutuhkan kandang dengan ukuran 150 cm x 75 cm

x 45 cm per ekor. Sementara itu, kelinci tipe berat membutuhkan

kandang dengan ukuran 180 cm x 75 cm x 50 cm per ekor.

Kandang untuk anak kelinci (kotak beranak) sebaiknya berukuran

50 cm x 30 cm x 45 cm. Kandang yang dipakai sebaiknya

berukuran minimal 60 cm x 40 cm untuk seekor kelinci dangan

ketinggian 40 cm. Kepadatan kandang bervariasi menurut jenis

8
dan umur kelinci. Namun, secara umum, kandang yang

berukuran 200 cm x 70 cm x 70 cm dengan ketinggian alas 50

cm cukup untuk 12 ekor betina atau 10 ekor jantan.

2.6 Perlengkapan Kandang Kelinci Potong

Perlengkapan kandang berfungsi untuk memudahkan peternak dalam

pemeliharaan ternaknya, sekaligus sebagai sarana untuk mencapai keberhasilan

usaha. Perlengkapan kandang yang diperlukan, yaitu:

1. Tempat Pakan

Tempat pakan yang digunakan sebaiknya dipilih dari bahan yang tidak mudah

pecah dan mudah dibersihkan. Bentuk dan ukuran tempat pakan kelinci cukup

bervariasi. Ukuran wadah sekurang-kurangnya sedalam 7,5-10 cm dengan

diameter 15-20 cm. Syarat lain dari tempat pakan adalah mudah dipasang dan

diambil dari kandang serta bobot cukup berat sehingga tidak mudah digulingkan

oleh kelinci.

Selain menggunakan tempat pakan manual, tempat pakan otomatis juga bisa

digunakan. Tempat pakan otomatis (self feeder) bisa lebih banyak diisi bahan

pakan untuk ransum kelinci beberapa hari. Penempatannya bisa digantung di

dalam kandang atau bisa juga digantungkan di luar kandang. Tempat pakan seperti

ini biasanya digunakan untuk menaruh konsentrat, pelet atau pakan kering

lainnya.

Tempat pakan hijauan atau rumput biasanya berbentuk huruf V. Tempat pakan

ini diletakan di antara kedua kandang pada kedua sisinya yang terbuka sehingga

dapat dijangkau oleh kelinci di kedua kandang sekaligus. Bila tempat pakan

9
diletakkan di dalam kandang, sebaiknya dipilih dari bahan kaca, porselen, logam

plastik, atau keramik yang berbentuk seperti mangkuk.

2. Tempat Minum

Tempat minum untuk kelinci pada dasarnya harus rata, lebar, dan dapat

memuat air minum dalam jumlah banyak agar berat dan tidak mudah tumpah.

Dewasa ini telah berkembang model tempat minum kelinci yang otomatis.

Kebutuhan air minum kelinci diatur oleh pelampung atau klep yang membatasi

keluarnya air jika tempat minum sudah penuh. Penempatan air minum berada di

luar kandang. Dinding kandang diberi lubang agar kelinci dapat menjangkau

tempat minum. Jenis tempat minum lainnya adalah drinking bottle. Botol

ditempatkan di luar kandang dengan pipa menjular ke dalam. Agar air minum bisa

keluar, kelinci harus menjilatnya. Tinggi tempat minum sekitar 20 cm agar anak

kelinci maupun kelinci dewasa dapat mencapainya.

Sama seperti tempat pakan, tempat minum yang ditempatkan di dalam

kandang sebaiknya dipilih dari bahan kaca, porselen, logam plastik, atau keramik

yang berbentuk seperti mangkuk. Wadah berbentuk mangkuk bertujuan agar

kelinci mudah untuk menjangkau pakan tersebut karena sesuai dengan bentuk

mulutnya dan mudah dibersihkan. Sementara jika tempat minum ditempatkan di

luar kandang, sebaiknya dipilih yang berbentuk hopper atau botol. Usahakan

wadah tersebut tidak mudah jatuh dan mudah dibersihkan.

3. Sarang Beranak

Kotak sangkar diperlukan untuk menyediakan tempat yang nyaman bagi induk

yang melahirkan, sekaligus tempat berlindung bagi anak-anak kelinci yang baru

lahir. Ukuran kotak sarang 30 cm x 30 cm x 40 cm. Pintu keluar masuk kelinci

berukuran 15 cm x 20 cm. Di pintu terdapat tanggul pencegah setinggi 10 cm dari

alas agar anak kelinci tidak keluar sarang sebelum waktunya. Selain untuk masuk

10
keluar induk, sarang ini juga berguna untuk menghindarkan suhu lingkungan yang

terlalu panas. Oleh karena itu, sebaiknya bagian atas dari sangkar tidak tertutup

rapat.

Penempatan sarang bisa di dalam atau di luar kandang, sebaiknya

dipertimbangkan faktor kemudahan bagi induk untuk masuk dan keluar. Selain

itu, sarang juga harus mudah dibersihkan. Sarang beranak dapat dibuat dari bahan

yang tipis, seperti tripleks atau tanah lempung.

Kotak sangkar ditempatkan di dalam kandang, atau merupakan bagian dari

lantai kandang itu. Kotak ini juga merupakan tempat bersembunyi bagi induk

untuk sementara untuk menghindari kejaran anak-anaknya. Bentuk kotak sarang

yang terbuka bagian atasnya dipakai untuk induk yang baik dan sayang kepada

anak-anaknya. Kotak sarang, bentuk ini tidak boleh ditempatkan di bagian luar

kandang, tapi harus diletakkan di bagaian dalam kandang. Bentuk kotak sarang

yang tertutup bagian atasnya cocok untuk induk yang kurang sayang kepada anak-

anaknya. Kotak sarang ini dapat diletakkan di dalam ruang kandang atau dapat

juga ditempelkan di dinding di luar kandang.

Ilustrasi 1. Sarang Kelinci Tertutup Ilustrasi 2. Sarang Kelinci Terbuka

4. Perlengkapan Lainnya

11
Untuk menunjang keberlangsungan budi daya, kandang sebaiknya juga

dilengkapi dengan beberapa peralatan, antara lain alat penomoran (tattoo marker),

gunting kuku (clipper), dan timbangan dengan kapasitas 5 atau 10 kg. Timbangan

digunakan untuk mengetahui pertambahan bobot badan kelinci secara berkala.

Selain itu, timbangan juga digunkaan untuk mengetahui bobot badan kelinci yang

dijadikan dasar dalam penentuan dosis obat.

Tatoo dilakukan untuk menomori kelinci agar mudah dalam recording-nya.

Biasanya bagian yang di tatoo adalah telinga kelinci. Caranya dengan memanasi

alat tersebut kemudian ditempelkan beberapa menit ke telinga kelinci. Gunting

kuku diperlukan untuk memotong kuku jari kaki kelinci yang sudah panjang.

Kuku yang tidak dirawat bisa membahayakan kelinci maupun peternak.

Saat induk akan melahirkan, di kandang perlu disediakan jerami kering

secukupnya. Jerami akan dipakai oleh induk kelincii untuk penyusunan sarang di

dalam kotak sangkar. Jerami akan disusun menjadi alas tidur anak beserta bulu-

bulu dari tubuh induk yang dirontokkan untuk bahan penghangat.

2.7 Penanganan Limbah Kelinci

Penanganan limbah kelinci dalam teknik pengumpulannya yaitu dengan cara

free-fall. Free-fall adalah yaitu teknik pengumpulan limbah dengan cara

membiarkan limbah tersebut jatuh bebas melewati penyaring atau penyekat lantai

ke dalam lubang pengumpul di bawah lantai kandang. Ada dua sistem free-fall ,

yaitu sistem kandang yang lantainya menggunakan penyaring lantai (screened

floor) dan penyekat lantai (slotled floor).

1. Sceened floor

Lantai kandang sistem ini dapat dibuat menggunakan kawat kasa atau besi gril

yang berukuran mes lebih besar dan rata. Penggunaan kawat kasa sangat

12
memungkinkan untuk tempat pijakan hewan yang ada di dalamnya dan

memudahkan limbah dapat dikeluarkan.

2. Slotled floor

Merupakan salah satu bentuk lantai bersekat yang dipasang dengan jarak yang

teratur dan rata sehingga ukuran dan jumlahnya mencukupi untuk keluarnya

limbah dari lantai. Lubang di bawah lantai merupakan tempat untuk pengumpulan

dan penampungan sementara untuk kemudian limbah diolah dan atau digunakan.

Dapat dibuat dari bermacam bahan, seperti kayu, beton atau besi plat.

Setelah limbah dikumpulkan dan ditampung, biasanya peternak mengolahnya

dengan cara dibuat sebagai pupuk.

III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Lokasi untuk kandang kelinci sebaiknya di tempat yang memiliki suhu yang

sejuk (15-20o C), ventilasi sempurna, kelembaban 60-90%, lingkungan tenang,

dan tak jauh dari rumah.

Persyaratan kandang kelinci potong yaitu a) mudah untuk

dilakukan perluasan; b) bahan-bahan harus sesuai dengan

kondisi tanah / topograf; c) bahan-bahan yang digunakan

harus mudah didapat dan relatif murah; d) sirkulasi udara

lancar dengan lama pencahayaan ideal 12 jam; e) bagian luar

harus dapat menyerap panas (bagi daerah yang mempunyai

temperature rata-rata diatas 30oC); f) bagian yang terbuka /

ventilasi harus dapat menahan serangga, seperti nyamuk,

kecoa, laba-laba dan lalat.

13
Bagian kandang kelinci potong terdiri dari lantai, dinding dan

atap.

Bentu kandang kelinci potong terdiri dari kandang baterai,

kandang postal.

Ukuran kandang kelinci disesuaikan dengan jenis kelinci yang dipelihara.

Sedangkan, kepadatan kandang bervariasi menurut jenis dan

umur kelinci. Ukuran dan kepadatan kandang secara umum,

yang berukuran 200 cm x 70 cm x 70 cm dengan ketinggian

alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina atau 10 ekor jantan.

Perlengkapan kandang kelinci potong terdiri dari tempat pakan, tempat

minum, sarang beranak serta perlengkapan lain seperti alat penomoran (tattoo

marker), gunting kuku (clipper), dan timbangan dengan kapasitas 5 atau 10

kg.

Penanganan limbah kelinci yaitu cara pengumpulannya free-fall, kemudian

feses maupun urinnya diolah untuk dijadikan pupuk.

DAFTAR PUSTAKA

Kartadisastra. HR. 1995. Beternak Kelinci Unggul. Kanisius. Yogyakarta.


Manshur, Faiz. 2011. Kelinci. Nuansa. Bandung
Muslih dkk. 2010. Tatalaksana pemberian pakan untuk menunjang agrobisnis
kelinci. Balai penelitian ternak. Bogor
Masanto, Ryan dan Ali. 2013. Kelinci Potong, Pembibitan dan
Penggemukan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sarwono. 2007. Kelinci Potong dan Hias. Agromedia. Jakarta.

14
LAMPIRAN

\\

Gambar 1. Tempat pakan yang berbentuk Gambar 2. Drinking bottle


Mangkuk

15