Anda di halaman 1dari 4

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

USAHA PENAMBANGAN (JOIN OPERATION) BIJIH NIKEL


ANTARA
PT. GEMA RIPA
DENGAN
PT. ILHAM MUTIARA ENERGI
KONTRAK NO.001/GR - IME/V/2017

Pada hari ini, Kamis tanggal Dua Puluh Delapan bulan Mei Tahun Dua Ribu Tujuh Belas di Kendari,
dibuat dan di tanda tangani surat perjanjian kerjasama (Joint Operation) No : 001/GR-IME/V/2017
tentang usaha penambangan nikel pada Konsesi IUP operasi produksi PT. GEMA RIPA yang
selanjutnya :

Tuan Muh. Ilyas Mustari, bertempat tinggal di Komp. Hasanuddin Blok C No. 4 Kel. Kolegawa Kec.
Somba Upu Kab.Goa, Pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor : ............................... Warga Negara
Indonesia dalam perjanjian ini bertindak dalam jabatannya sebagai Direktur Utama PT. GEMA RIPA
yang beralamat di Jl. AP. Pettarani Kom. IDI G11/3 Massale, melakukan tindakan hukum dalam surat
Perjanjian Joint Operation, untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Tuan Zainuddin M bertempat tinggal di Pomalaa, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor :
7471031111770002, Warga Negara Indonesia. Dalam perjanjian ini bertindak dalam jabatannya
Direktur Utama PT.ILHAM MUTIARA ENERGI yang beralamat di Jl. Anawai No. 27 Kel. Anawai Kec.
Wua-Wua Kodya Kendari Sulawesi Tenggara, melakukan tindakan hukum dalam surat Perjanjian Joint
Operation selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Selanjutnya kedua belah pihak disebut sebagai
para pihak.

Bahwa PIHAK PERTAMA dengan ini bermaksud mengadakan perjanjian kerjasama (Joint Opertion)
usaha penambangan bijih nikel dengan PIHAK KEDUA pada Izin Usaha penambangan Operasi
Produksi (IUP OP) PT.PEMEGANG IUP dengan SK Bupati Morowali Nomor :
540.3/5K.002/DESDM/XII/2011 Dengan Nomor Sertifikat CNC : 426/Min/12/2012 seluas : 145 Ha
(Seratus Empat Puluh Lima) Hektar untuk kegiatan Operasi Produksi nikel dan sarana penunjangnya.
Bahwa selanjutnya para pihak dengan ini setuju untuk membuat dan menandatangani perjanjian
dengan syarat-syarat sebagai berikut :

Pasal 1
MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari perjanjian ini adalah PIHAK PERTAMA memberi kuasa kepada PIHAK KEDUA
untuk melakukan usaha penambangan bijih nikel pada Konsesi wilayah Izin Usaha penambangan
operasi produksi (IUP OP)PT. GEMARIPA seluas 145 Ha (Seratus Empat Puluh Lima) Hektar pada
( titik koordinat dan peta terlampir ).

Pasal 2
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK

o Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA.

1. Melakukan pengurusan dan penyelesaian segala bentuk perizinan yang dibutuhkan dalam
melakukan kegiatan usaha penambangan, hasil produksi dan perijinan lainnya yang
dibutuhkan untuk proses penambangan yang dimaksud.
2. PIHAK PERTAMA bertanggungjawab terhadap penyediaan Kepala Teknik Tambang, Mine Plan
dan Geologist untuk menunjang kelancaran kegiatan PIHAK KEDUA.

o Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA

1. Melakukan usaha penambangan bijih nikel yang meliputi penyediaan tenaga kerja, peralatan
kerja, perencanaan penambangan, Biaya penambangan, pengadaan dan perawatan alat,
penggalian, kontrol kualitas, tenaga preparasi sampel, uji laboratorium kontrol, pemuatan,
pengangkutan, penjualan dan kegiatan lainnya yang mendukung kelancaran usaha
penambangan.
2. Bertindak sebagai shipper, berhubungan dengan Buyer dan menjual seluruh bijih nikel yang
dihasilkan dari kegiataan usaha penambangan pada lokasi Wilayah PIHAK PERTAMA pada
Izin Usaha penambangan tersebut, termasuk di dalamnya menetapkan harga dan menerima
pembayarannya.
3. Menghasilkan target produksi minimal 50.000 WMT (Lima puluh Ribu Metric Ton) per bulan.
4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab dalam pelaksanaan penambangan yang berorientasi
lingkungan dan penambangan yang sesuai kaidah penambangan yang baik.
5. PIHAK KEDUA dalam melakukan aktifitas penambangan agar senantiasa berkoordinasi
dengan Pihak Pertama (Manajemen PT. GEMA RIPA).
6. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan Uang Muka dimana akan diperhitungkan dengan
royalty yang pihak pertama akan terima.
7. Semua biaya yang timbul akibat dari aktifitas penambangan merupakan tanggung jawab
PIHAK KEDUA dalam hal dampak ini : jalan hauling, jembatan, pendangkalan jetty, parit,
pembibitan untuk reklamasi dan lain- lain yang akan terinci dan sebagai lampiran yang tak
terpisahkan dari perjanjian kerjasama ini.
8. Besaran jaminan reklamasi (rent land)akan disepakati dalam bentuk cek kontan yang di
berikan kepada PIHAK PERTAMA, agar tidak memberatkan para pihak.
9. Membayar segala pungutan baik retribusi, pajak jalan, pajak daerah, pajak pelabuhan, biaya
bongkar muat, biaya angkutan, Surat Keterangan Asal Barang (SKAB), Surat Keterangan
Pengeluaran Hasil Tambang (SKPHT), pajak-pajak dan pungutan-pungutan resmi maupun
tidak resmi lainnya atas nama PIHAK PERTAMA sehubungan dengan kegiatan penambangan,
pengangkutan dan penjualan, dan menyampaikan bukti-bukti aslinya kepada PIHAK
PERTAMA.

Pasal 3
PEMBIAYAAN KOMPENSASI (ROYALTI FEE)

1. PIHAK KEDUA berkewajiban membayar Royalty sebesar 5 USD ( Dollar Amerika) /Metrik Ton
kepada PIHAK PERTAMA selaku Pemilik IUP dari PT. GEMARIPA yang nilainya diambil setiap
penjualan berdasarkan kuantiti muat tongkang di pelabuhan muat yang dikeluarkan oleh
surveyor yang telah disepakati bersama, dengan besaran yang akan ditentukan kemudian
dalam bentuk addendum sebelum pelaksanaan kegiatan.
2. Pembayaran Royalti sebesar 5 USD ( Dolar Amerika)/Metrik Ton dari hasil penjualan kepada
PT. GEMARIPA sudah termasuk didalamnya, Community Development, penggunaan Jetty,
penggunaan Jalan hauling dan fasilitas yang ada dalam lokasi penambangan.

Pasal 4
Sistim Pembayaran
1. PIHAK KEDUA bersedia membayar Down Payment (DP) sebesar 1.000.000.000,- ( Satu Milyar
Rupiah ). Dengan cara pembayaran, Setelah penandatanganan kontrak kerja sama,
2. PIHAK KEDUA Menyerahkan dana sebesar Rp.300.000.000,- (Tiga Ratus Juta Rupiah)
Kepada PIHAK PERTAMA saat penandatanganan kontrak dan di bayarkan ke
Nama Bank :PT Bank central Asia Tbk
Cabang : Jakarta Chase Plaza
Nomor Rekening : 0350122621
Atas nama : HARTONO LIMIN
3. Pihak kedua akan menyelesaikan sisa down payment sebesar Rp.700.000.000.- (Tujuh Ratus
Juta Rupiah) saat mobilisasi.
4. Apabila terjadi hal hal yang berakibat terhentinya pekerjaan, produksi, pengangkutan raw
material akibat perizinan yang disebabkan oleh pemerintah ataupun mendapat gangguan dari
masyarakat setempat dan atau sekitarnya yang tidak bisa diatasi oleh PIHAK PERTAMA dan
bukan kelalaian PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA wajib mengembalikan down payment
ke PIHAK KEDUA.

Pasal 5
PAJAK DAN IURAN SERTA PENGEMBANGAN MASYARAKAT

1. Pajak Penjualan yang timbul akibat kegiatan usaha penambangan ini sebagaimana ketentuan
perundang-undangan yang berlaku, menjadi tanggungan PIHAK KEDUA.
2. Biaya pengembangan masyarakat menjadi tanggung jawab PT. GEMA RIPA yang sudah
termasuk dari pembayaran royalty dari PIHAK KEDUA.
3. Segala bentuk pajak akan ditangani oleh konsultan pajak yang disepakati kedua belah pihak,
yang profesional dan dapat dipercaya.

Pasal 6
JANGKA WAKTU PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

1. Perjanjian ini berakhir apa bila adanya kebijakan/regulasi dari pemerintah yang menandaskan
penghentian pengelolaan dan tambang bijih nikel. Dan berakhir sesuai masa waktu
berakhirnya IUP PRODUKSI PT. GEMA RIPA. Dan akan ditinjau setiap 1(satu) tahun satu kali
termasuk ketika ada addendum yang dibuat oleh kedua Belah Pihak.
2. Jika dalam waktu tiga bulan PIHAK KEDUA tidak melakukan kegiatan penambangan di lokasi
PIHAK PERTAMA maka disamping PIHAK PERTAMA dapat membatalkan perjanjian
kerjasama secara sepihak dan PIHAK PERTAMA di bebaskan dari segala kewajiban
pengembalian dana terhadap dana yang telah di berikan oleh PIHAK KEDUA.

Pasal 7
FORCE MAJEURE

Kedua belah pihak dibebaskan dari segala tanggung jawab jika terjadi hal-hal yang diluar
kekuasaannya ( Force Majeure ) antara bencana alam, Huru-hara, serta perubahan kebijakan moneter
secara drastis, serta perubahan peraturan perundang-undangan yang mempengaruhi jalannya
perekonomian nasional.

Pasal 8
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Apabila di kemudian hari terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA atau salah
satu pihak tidak melaksanakan kewajibannya sesuai

dengan isi perjanjian ini maka para pihak sepakat menyelesaikannya dengan musyawarah dan
mufakat, apabila musyawarah dan mufakat tidak tercapai maka para pihak sepakat menyelesaikannya
ke proses hukum dan Undang-Undang yang berlaku di Negara Indonesia dan memilih paniteraan
pengadilan Negeri di Palu Sulawesi Tengah.
Adapun hal-hal lai yang belum dituangkan dalam perjanjian ini akan dibuatkan Addendum tersendiri.

Pasal 9
PENUTUP

Demikian perjanjian ini di buat untuk menjadi bukti yang sah kedua belah pihak dan dibuat dalam
rangkap 2 (dua) masing-masing di Bubuhi materai yang cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang
sama.

PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,


PT. GEMA RIPA PT. ILHAM MUTIARA ENERGI

Muh. Ilyas Mustari Zainuddin M


Direktur Utama Direktur Utama