Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai walaupun masih banyak kekurangan. Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah
agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Denpasar, 21 Maret 2017

Penyusun
BAB I

LATAR BELAKANG

Lingkungan eksternal diketahui mempunyai peranan besar dalam mempengaruhi


pengambilan keputusan manajerial, proses dan struktur organisasi, maka lingkungan eksternal
penting untuk selalu dipantau dan dianalisis. Tetapi lingkungan eksternal secara keseluruhan
sangat sulit untuk dianalisis, karena lingkungan eksternal sangat kompleks dan saling terkait
satu sama lain (Dewi, 2005).
Menurut Astuti (2011), lingkungan eksternal adalah institusi atau kekuatan luar yang
potensial mempengaruhi kinerja organisasi. Lingkungan eksternal terdiri dari dua
komponen, yakni berikut ini.

Lingkungan eksternal makro (umum)


Menurut Sukriah (2009), lingkungan umum pada lingkungan organisasi merupakan
kondisi eksternal yang luas yang dapat mempengaruhi organisasi serta berpengaruh secara tidak
langsung terhadap kinerja organisasi.
Menurut Astuti (2011), lingkungan eksternal makro meliputi berbagai faktor, antara lain
kondisi ekonomi, politik dan hukum, sosial budaya, demografi, teknologi, dan kondisi
global yang mungkin mempengaruhi organisasi. Perubahan lingkungan umum biasanya
tidak mempunyai dampak sebesar perubahan lingkungan khusus, namun demikian manajer
harus memperhatikannya ketika merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan serta
mengendalikan aktivitas organisasi bisnis.

Lingkungan Demografi
Lingkungan demografi mencakup kebiasaan yang berlaku dalam karakteristik fisik dari
populasi, seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lokasi geografis, pendapatan,
konsumsi keluarga. Perubahan pada karakteristik-karakteristik ini dapat berpengaruh pada
kebijakan manajemen perusahaan dalam merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan
mengontrol organisasi bisnisnya.
Lingkungan Ekonomi
Tingkat inflasi, masalah pengangguran, tingkat pertumbuhan pendapatan nasional, keadaan
neraca pembayaran, kondisi pasar saham serta fluktuasi kurs valuta asing dan suku bunga,
secara umum adalah beberapa faktor ekonomi yang mempengaruhi praktik manajemen
dalam aktivitas bisnis. Terdapat hubungan timbal balik antara keadaan perekonomian dan
aktivitas bisnis atau dunia usaha. Kestabilan dan pertumbuhan ekonomi akan mendorong
perkembangan dunia usaha, dan sebaliknya perkembangan dunia usaha akan mewujudkan
kestabilan dan pertumbuhan ekonomi.

Lingkungan Sosial Budaya


Para manajer perlu memperhatikan adanya perubahan sosial budaya masyarakat khususnya
pola dan tren pasar yang dituju. Manajer perlu menyesuaikan strategi bisnis terutama
pemasarannya dengan kondisi nilai-nilai sosial, kebiasaan, dan selera konsumen.

Lingkungan Politik dan Hukum


Terdapatnya kestabilan politik dan kebijakan pemerintah yang sesuai dapat menciptakan
suasana kondusif untuk mengembangkan aktivitas organisasi bisnis di berbagai bidang.
Pertimbangan hukum juga perlu diperhatikan perusahaan, antara lain adanya peraturan
pemerintah mengenai pembentukan dan pengawasan organisasi yang membatasi kebijakan
manajerial, termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya manusia.

Lingkungan Teknologi
Teknologi merupakan salah satu faktor lingkungan umum yang paling dramatis atau paling
cepat mengalami perubahan. Teknologi pun menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi
keputusan manajer terutama dalam hal pengembangan produk. Sebagai contoh, saat ini
dinamika industry ponsel sedang berkembang pesat, kita selalu mendapat informasi adanya
tawaran produk ponsel dengan berbagai fitur dan manfaat baru dalam waktu yang sangat cepat.
Hal ini karena terkait dengan perkembangan teknologi yang terjadi. Dahulu kita hanya
mengenal ponsel digunakan untuk menelepon saja, namun dalam waktu beberapa tahun
belakangan ini dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita sudah dapat
menemukan ponsel dengan tambahan fitur kamera, video kamera atau bahkan komputer.

Lingkungan Sumber Daya Alam


Lingkungan SDA adalah kondisi fisik yang mencakup keadaan SDA seperti tanah, air, energy
surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun dilautan, dengan
kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti bagaimana menggunakan lingkungan fisik
tersebut. Lingkungan alam terdiri dari kondisi alam itu sendiri (iklim, cuaca, tipografi, dan
kondisi geografis wilayah) maupun sumber daya alam yang tersedia di suatu negara atau
wilayah. Pasokan sumber daya alam tidak jarang menjadi permasalahan tersendiri bagi
organisasi.

Lingkungan eksternal mikro (khusus)


Menurut Anton (2011), lingkungan eksternal mikro adalah unsur-unsur yang berpengaruh
langsung terhadap organisasi, yang terdiri dari pesaing (competitors), penyedia (suppliers) ,
langganan (customers).

Para Pesaing
Pemahaman terhadap lingkungan persaingan yang dihadapi akan membantu organisasi
mengetahui posisi persaingannya sehingga organisasi mampu mengoptimalkan operasionalnya
sehingga organisasi dapat memahami arena, sifat persaingan serta kekuatan dan kelemahan para
pesaing.

Para Pelanggan
Situasi pasar dan langganan sangat mempegaruhi perusahaan dalam menyusun strategi,
kebijaksanaan dan taktik pemasaran. Untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan pemasaran,
perusahaan harus menganalisis profil langganan pada masa sekarang dan masa yang akan datang
serta kondisi pasar. Perusahaan akan dapat menjaga kelangsungan hidupnya dan berkembang bila
ia dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Para Supplier
Untuk memproduksi barang dan jasa perusahaan sangat memerlukan peran supplier yaitu untuk
menyediakan bahan baku, bahan penolong, energi, peralatan dan input lain yang mendukung
proses produksi.

Mengapa perusahaan perlu memperhatikan dinamika lingkungan?


Keberadaan suatu perusahaan tidak terlepas dari pengaruh lingkungan. Lingkungan
perusahaan mengalami perubahan yang cukup drastis dan dinamis yang mengakibatkan
persaingan yang ketat antara perusahaan. Faktor lingkungan ini tidak dapat diabaikan begitu saja
tetapi perlu mendapat perhatian yang mendalam dari para manajer. Untuk dapat berkembang atau
setidaknya dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang selalu berubah, pihak manajemen
dituntut untuk dapat membuat perencanaan yang matang baik rencana jangka pendek maupun
rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan perusahaan. Faktor lingkungan ini terutama
berpengaruh terhadap perusahaan strategi sehingga para manajer perlu menganalisis lingkungan
secara sistematis. Suatu perubahan situasi dalam kondisi lingkungan di satu sisi bisa menjadi
peluang dalam peningkatan laba bagi perusahaan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan
menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini terjadi jika perusahaan tidak
berhasil menyesuaikan kegiatan usahanya dengan perubahan lingkungan yang ada.
LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

Nestl adalah sebuah perusahaan multinasional di Vevey, Swiss yang bergerak dalam
bidang pangan (makanan dan minuman). Didirikan pada tahun 1867 oleh Henry Nestl.
Perusahaan ini menghasilkan makanan dan minuman seperti makanan bayi, susu, kopi, cokelat,
dan lain-lain. Perusahaan ini masuk dalam bursa saham SWX Swiss Exchange. Pada tahun 1842.
Henry Nestle membeli salah satu industri yang paling progresif dan lincah pada region itu pada
masa tersebut. Ia juga terlibat dalam memproduksi minyak kacang (digunakan sebagai bahan
bakar lampu minyak), minuman keras, rum, dan cuka. Ia juga mulai mempruduksi dan menjual
air mineral bergas dan lemonande, meskipun pada tahun-tahun krisis dari 1845 dan 1847 Nestle
menghentikan produksi air mineralnya. Nestle mulai tumbuh dan berkembang menjadi sebuah
perusahaan makanan terbesar di dunia, serta perusahaan makanan dan minuman yang telah di
percaya oleh banyak orang di seluruh dunia secara turun temurun hingga sekarang. Perusahaan
Nestle tersebar di seluruh mancanegara, Nestl berkomitmen untuk tetap mengembangkan
produk-produk melalui inovasi dan renovasi demi memuaskan kebutuhan konsumennya di
seluruh dunia.

Misi Nestle Indonesia

Misi Nestle Indonesia adalah untuk turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat
melalui produk-produknya yang berkualitas, bernutrisi dan lezat rasanya selain itu memfokuskan
diri untuk senantiasa memberi informasi dan pendidikan bagi konsumen kami.

Visi Nestle Indonesia

1. Meraih kepercayaan konsumen, dan menjadi perusahaan makanan dan nutrisi yang
terkemuka serta terpandang di Indonesia.

2. Menjamin keuntungan dan kelangsungan pertumbuhan jangka panjang dengan modal


yang efisien bagi perusahaan, melalui pelayanan yang mampu meningkatkan kualitas
kehidupan konsumen.

3. Menjadi pemimpin pangsa pasar atau posisi yang kuat di setiap kategori Selain visi dan
misi, PT Nestl Indonesia juga menetapkan motto perusahaan mereka, yaitu Passion for
Our Consumers Melalui motto ini, PT Nestl Indonesia selalu berusaha untuk
memberikan yang terbaik bagi konsumennya.
Tujuan Nestle

Nestle berkeinginan kuat untuk memberikan produk-produk yang sehat bagi masyarakat luas di
seluruh dunia sehingga orang-orang di seluruh dunia dapat terjamin kesehatan nya dengan hadir
nya produk-produk Nestle yang terjamin kualitasnya. Selain itu Nestle mempunyai tujuan seperti
kebanyakan perusahaan lainnya yaitu ingin dapat bersaing dengan perusahaan lainnya dengan
persaingan yang sehat dan dapat menguasai pasar dunia. Sekarang tujuan dari perusahaan Nestle
untuk menguasai pasar dunia secara sehat sudah hampir terwujud dengan menggunakan strategi
pasar yang bagus serta kerja keras Nestle semakin kuat dan berkembang dengan pesat.

Sejarah singkat PT Nestl di Indonesia

Perkembangan
Waktu

Produk Nestl Milkmaid dikenal sebagai Tjap Nona


Abad 19

Berdirinya PT Food Specialties Indonesia


29 Maret 1971

Berdirinya Pabrik Waru, Jawa Timur


1972

Pabrik Waru mulai beroperasi dengan menghasilkan produk susu


1973

Berdirinya PT Indofood Jaya Raya yang kemudian berganti nama menjadi PT


12 April 1978 Nestl Beverages Indonesia

Berdirinya Pabrik Panjang, Lamp ung yang menghasilkan produk produk


1979 kopi

Berdirinya Pabrik Kejayan, Jawa Timur yang menghasilkan produk produk


1988 susu bubuk
Berdirinya Pabrik Cikupa, Tangerang yang menghasilkan produk produk
1990 confectionery.

Perubahan nama PT Food Specialties menjadi PT Nestl Indonesia


1993

Pengakusisian PT Supmi Sakti yang memproduksi mie instant dengan pabrik


1995 yang berlokasi di Telaga.

PT Sumber Pangan Segar dan PT Rola Perdana ditunjuk sebagai distributor


utama PT Nestl Indonesia. Selanjutnya ke dua perusahaan ini bergabung dan
1998
berganti nama menjadi PT Nestl Distribution Indonesia yang merupakan
distributor tunggal.
Penggabungan perusahaan perusahaan yang tergabung dalam Grup PT
2001 Nestl Indonesia menjadi satu badan hukum PT Nestl Indonesia.

Pengintregasiaan Pabrik Waru dengan Pabrik Kejayan


2002

Pembentukan joint venture dengan PT Indofood Sukses Makmur, TBK


2005 dengan nama perusahaan PT Nestl Indofood Citarasa Indonesia

LOKASI PERUSAHAAN

PT Nestl Indonesia berkantor pusat di Wisma Nestl, Perkantoran Hijau Arkadia, Menara B,
Lantai 5 Jl. TB Simatupang Kav 88, Jakarta 12520, Indonesia. Saat ini, PT Nestl Indonesia
mempunyai 3 pabrik untuk menunjang proses produksi, yaitu:

Pabrik Kejayan, didirikan pada tanggal 2 Juni 1988. Lokasi: Desa Kejayan, Pasuruan
Jawa Timur

Hasil Produksi: Susu bubuk, susu kental manis dan susu sterilisasi

Pabrik Panjang, didirikan pada tahun 1979. Lokasi: Desa Seampok, Panjang Lampung

Hasil Produksi: Kopi bubuk dan kopi bubuk instan

Pabrik Cikupa, didirikan pada bulan Oktober 1990. Lokasi: Desa Bitung Jaya, Cikupa
Tangerang

Hasil Produksi: Permen, minuman serbuk teh instan, choco snack


Selain itu, daerah pemasaran PT Nestl Indonesia juga dibagi menjadi empat wilayah kantor
penjualan, yaitu:

1. Kantor wilayah penjualan I

Kantor ini berlokasi di Jl. M.G. Manurung I Km. 9,3 Kelurahan Tanjung Morawa, Medan,
Sumatra Utara

2. Kantor wilayah penjuallan II

Kantor ini berlokasi di Jl. Paus no 91, Rawamangun, Jakarta Timur, DKI Jakarta

3. Kantor wilayah penjualan III

Kantor ini berlokasi di Jl. Berbek Industri I/ 23 komp. SIER, Waru, Surabaya, Jawa Timur

4. Kantor wilayah penjualan IV

Kantor ini berlokasi di Jl. Kapasan Raya 3 (Makassar Industrial Estate), Makassar, Sulawesi
Tengah

BAB II

PEMBAHASAN

DINAMIKA LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP


PERUSAHAAN NESTLE

Berdasarkan ini, maka akan dibahas bagaimana lingkungan eksternal berpengaruh terhadap
kinerja perusahaan :

1. Lingkungan Demografi

Lingkungan Demografi adalah studi kependudukan manusia menyangkut ukuran, kepadatan,


lokasi, usia, jenis kelamin, ras, dan tingkat pendidikan. Lingkungan demografi menjadi minat
utama perusahaan karena lingkungan demografis menyangkut masyarakat, dan masyarakat
membentukpasar.
Trend demografi dapat menjadi kekuatan utama yang mendasari kekuatan pasar. Beberapa
variabel demografi yang mempengaruhi adalah umur, pendapatan, pendidikan dan letak geografi.
Hal itu berarti bahwa ada pasar bagi produk Nestle untuk masuk tanpa harus membangun
kepercayaan terhadap suatu merk.

Contoh pengaplikasian faktor umur di dalam perusahaan Nestle adalah menyangkut usia target
pangsa pasarnya. Dimana pada produk susu adalah sebagai berikut :

- Susu Dancow 1+ untuk usia anak 1 tahun keatas


- Susu Dancow 3+ untuk anak yang memasuki usia pra-sekolah
- Susu Dancow 5+ untuk anak usia 5 tahun keatas

Kelas sosial ditunjukkan bagi masyarakat kelas menengah keatas sampai menengah kebawah.

Segmentasi Psikografis ditunjukkan untuk gaya hidup sehat bagi konsumen. Dengan asupan
nutrisi dan gizi tinggi.

Selain itu, dalam merekrut tenaga kerja bagi perusahaannya, pabrik Nestle yang berada di
wilayah-wilayah tersebut juga mengambil tenaga kerja di sekitar wilayahnya, baik laki-laki
ataupun perempuan yang memiliki tingkat pendidikan minimum SMA untuk diperkerjakan
sebagai tenaga pengepakan barang atau tenaga kasar.

Populasi tehnis bertambah secara cepat dan mendukung semua perusahaan dan industri
mempengaruhi dengan baik garis besar strategi perusahaan. Contohnya Populasi Asia dan AS
sekitar 5 juta orang di AS akan bertambah 165 % pada tahun 2000. Hal ini juga yang selalu
menjadi faktor pertimbangan perusahaan untuk memasarkan produk nya ke suatu negara, banyak
nya populasi di suatu negara berarti peluang untuk Nestle untuk bisa lebih berkembang di suatu
negara tersebut. Nestle pun selalu melakukan riset ke sebuah negara dengan melakukan survey
populasi, pendapatan per kapita, umur, jenis kelamin, serta umur. Untuk pendapatan perkapita di
suatu negara dapat menjadi tolak ukur untuk menentukan harga dari produk Nestle secara tepat.

Jumlah penduduk Indonesia dan PDB perkapita Indonesia menurut harga berlaku

Tahun PDB Perkapita (US$) Jumlah Penduduk (Juta)

2007 1.921,70 225,64

2008 2.244,60 228,52

2009 2.349,80 231,37

2010 3.010,10 237,64)*

2011 3.542,90 236,95


2012 - 239,69

Keterangan: )* jumlah penduduk merupakan data hasil sensus penduduk, sedangkan setelah
tahun 2010 merupakan proyeksi.

Sumber: Badan Pusat Statistika (BPS)

Berdasarkan tabel diatas penduduk Indonesia semakin bertambah dan PDB yang setiap tahunnya
terus meningkat menunjukan bahwa tingkat daya beli masyarakat juga semakin meningkat. Hal
tersebut menunjukan bahwa penduduk Indonesia terus bertambah menjadi pasar yang potensial
bagi berbagai industri. Salah satu industri yang terus mengalami perkembangan adalah industri
makanan dan minuman. Pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat menyebabkan
permintaan akan kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman tentu mengalami peningkatan.
Ini merupakan suatu peluang bagi PT. Nestle karena produk yang dijual oleh Nestle adalah
produk makanan dan minuman dimana itu merupakan kebutuhan primer bagi pelanggan. Karena
penduduk Indonesia dan PDB yang tiap tahunnya meningkat, jadi PT. Nestle memproduksi
produk makanan dan minumannya juga bertambah tiap tahunnya guna mengimbangi
pertambahan jumlah populasi penduduk.

Tingkat konsumsi susu dalam 1 tahun

Negara Tingkat Konsumsi Susu (Perkapita Per


Tahun)

Indonesia 11,09 lt

Vietnam 14 lt

Malaysia 22,1 lt

Thailand 22 lt
Jepang 38 lt

AS 84 lt

Belanda 123 lt

Menurut table diatas, susu di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Namun
walaupun demikian, saat ini pemerintah juga sedang mensosialisasikan minum susu terus
menerus kepada masyarakat. Permintaan produk susu Indonesia diprediksi tumbuh sekitar 50%
dalam 8 tahun kedepan. Dan pada tahun 2016 diperkirakan akan tumbuh mencapai 12%,
berdasarkan informasi dari majalah SWA 14/XXXVIII/5-18 JULI 2016, menurut data Nielsen,
ukuran bisnis susu olahan bisa mencapai 40 triliunpertahun. Melihat hal tsb bagi produsen susu,
hal tersebut merupakan peluang, di sisi lain dengan banyaknya produsen susu olahan
mengakibatkan persaingan yang semakin ketat sehingga konsumen pun dihadapkan dalam
berbagai produk susu, dengan berbagai manfaat dan kelebihan yang ditawarkan produsen susu.
Dalam hal ini merupakan suatu peluang bagi perusahaan Nestle untuk menjual produk susunya
sehingga produknya akan diminati oleh masyarakat di Indonesia.

2. Lingkungan Ekonomi

Lingkungan ekonomi adalah kondisi ekonomi di Negara tempat organisasi internasional


beroperasi. Kondisi ekonomi memiliki dampak yang kuat terhadap kinerja dari setiap bisnis
karena dapat mempengaruhi pendapatan atau beban dari bisnis tersebut. Lingkungan ekonomi
terdiri dari pertumbuhan ekonomi, inflasi dan tingkat suku bunga.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahaan kondisi perekonomian suatu negara secara
berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan
ekonomi penduduk pada suatu negara mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat, dimana jika
pertumbuhan ekonomi meningkat, daya beli masyarakat juga ikut meningkat, begitu juga
sebaliknya. Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang-barang secara umum mengalami
kenaikan dan berlangsung dalam waktu yang lama dan terus menerus. Harga barang yang
mengalami kenaikan nilai dari waktu-waktu sebelumnya dan berlaku dimana-dimana dan dalam
rentan waktu yang cukup lama dan permintaan dari para konsumen sedikit menurun akibat
adanya inflasi ini. Tingkat suku bunga adalah biaya yang harus dibayar oleh peminjam atas
pinjaman yang diterima dan merupakan imbalan bagi pemberi pinjaman atas investasinya.
Apabila tingkat suku bunga naik, biasanya perusahaan akan sulit mendapatkan pinjaman modal.
Ketiga faktor ekonomi diatas mempengaruhi permintaan produk perusahaan, pendapatan dan
juga laba perusahaan.
Pertumbuhan ekonomi

PT. Nestle Indonesia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini (2015)
mengalami masa terberat sehingga berakibat pada perlambatan konsumsi masyarakat, secara
jangka pendek maupun jangka panjang. Melihat kondisi pertumbuhan ekonomi nasional yang
tertekan sepanjang tahun 2015, Nestle tidak dapat memprediksi pertumbuhan perusahaan
sepanjang tahun ini. Penurunan konsumsi tahun ini terjadi akibat produsen melakukan
penyesuaian harga seiring dengan ongkos produksi yang naik akibat perlemahan nilai tukar
rupiah dan yang lainnya. Ini merupakan ancaman karena pertumbuhan ekonomi di Indonesia
yang pada tahun ini memburuk berakibat menurunnya daya beli masyarakat dan hal tersebut
mengkibatkan menurunnya penjualan di beberapa produk-produk Nestle.

Inflasi

Harga barang dapat dikatakan naik jika harganya menjadi lebih tinggi dari harga sebelumnya,
entah karena kenaikan harga bahan baku, susahnya menemukan bahan baku pengganti dan
sebagainya. Contohnya inflasi yang terjadi pada akhir tahun 2015 (Desember) adalah sebesar
3,35% (sumber: www.bi.go.id) harga produk susu bear brand yang semula sekitar Rp. 7000
rupiah dan setelah terjadi kenaikan inflasi, produk susu bear brand mengalami kenaikan sebesar
Rp. 300 sehingga menjadi Rp. 7300, setiap tahunnya susu bear brand mengalami kenaikan harga
hingga saat ini pada bulan April 2017, tingkat inflasi mengalami peningkatan sebesar 0,82%
yakni menjadi 4,17% susu bear brand telah dijual sebesar Rp. 9.000 dan diperkirakan akan
meningkat tiap tahunnya akibat dari inflasi.

Sumber: www.bi.go.id

Tingkat Suku Bunga

Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank Sentral, maka akan direspon oleh para pelaku
pasar dan para penanam modal untuk memanfaatkan moment tersebut guna meningkatkan
produksi dan menanamkan investasinya. Seiring dengan itu, akan berdampak juga pada jumlah
produksi yang bertambah dan tenaga kerja yang juga akan semakin bertambah. Akibatnya ekspor
bertambah dan jumlah pengangguran menurun, sehingga devisa yang masuk ke negara tersebut
semakin menguatkan dollar terhadap mata uang lain. Demikian pula sebaliknya, bila saja suku
bunga menurun, produksi industri akan berkurang karena produsen akan membatasi kerugian.
Apabila jumlah produksi berkurang, maka akan melemahkan mata uang tersebut.

3. Lingkungan Sosial dan Budaya


Lingkungan sosial budaya adalah lingkungan atau tempat manusia berkumpul menjalankan
hidup bersosialisasi dan dalam lingkup berbudaya sesuai daerah masing-masing yang menjadi
ciri khasnya. Lingkungan sosial budaya menggabungkan antara hidup sosial antar manusia dan
budaya masyarakat secara turun-temurun baik itu budaya timur maupun budaya barat sejak
manusia lahir di muka bumi ini.

Bahwa arah perubahan budaya dapat mendatangkan ancaman dan peluang sepanjang ada
kesesuaian dengan perusahaan. Pendirian cabang pabrik Nestle harus memperhatikan budaya
perusahaan yang berlaku di suatu negara. Selain itu perusahaan Nestle selalu bisa melihat
kebudayaan masyarakat yang berkembang di suatu negara sehingga Nestle dapat mencocokkan
produk nya dengan sebuah negara dan dapat menentukan strategi harga yang baik serta cocok
untuk Negara tersebut.

Nestl berkomitmen untuk menganut Prinsip-Prinsip Bisnis berikut ini di semua negara,
disesuaikan dengan undang-undang lokal, praktik-praktik budaya dan agama:

1. Gizi, dan Kesehatan. Tujuan utama Nestle adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan
para konsumen setiap hari, di manapun mereka berada dengan menawarkan pilihan
produk makanan dan minuman yang lezat dan sehat, serta mendorong gaya hidup sehat.
Kami mengungkapkan hal ini melalui moto kami Good Food, Good Life. Contohnya
adalah orang Indonesia sudah melakukan kebiasaan mengkonsumsi susu Bear Brand
ketika sedang sakit demam berdarah. Jadi, ketika sedang terjadi musim sakit demam
berdarah, biasanya penjualan dari produk susu Bear Brand mengalami kenaikan atau
peningkatan.

2. Jaminan Mutu dan Keamanan Produk. Di mana saja di seluruh dunia, nama Nestl
menjanjikan produk yang aman dan berkualitas tinggi kepada konsumen. Tidak terkecuali
di Indonesia. Untuk di Indonesia sendiri, mayoritas penduduk adalah mayoritas Muslim,
dimana jaminan mutu dari produk makanan sangatlah penting. Maka dari itu, Nestle pada
setiap produknya sudah berlabel Halal dari MUI. Ini menandakan, produk Nestle aman
untuk dikonsumsi semua kalangan.

3. Pembangunan Pertanian dan Pedesaan. Nestle berkontribusi dalam perbaikan di bidang


produksi pertanian, status sosial ekonomi para petani, masyarakat pedesaan dan dalam
sistem produksi agar lebih berwawasan lingkungan. Indonesia merupakan negara agraris,
dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Perusahaan PT.
Nestle bekerja sama dengan petani-petani guna membantu menyejahterakan para petani
di Indonesia.
4. Lingkungan Politik dan Hukum

Lingkungan politik (political environment) adalah hukum, instansi pemerintah dan kelompok
penekan yang mempengaruhi dan membatasi berbagai organisasi dan individu dalam suatu
masyarakat tertentu. Pemerintah mempunyai peranan penting dalam kehidupan Nestle.
Pemerintah biasanya berfungsi sebagai wasit dan memastikan aturan berjalan dengan
semestinya. Dalam peran ini pemerintah akan mengeluarkan aturan-aturan perundangan yang
akan mempengaruhi kehidupan PT.Nestle sendiri. Melalui perusahaan negara (BUMN),
pemerintah menjadi pesaing langsung Nestle yang kebetulan berada pada bidang usaha yang
sama. Manajer perusahaan Nestle harus memahami proses pengambilan keputusan pemerintah.
Meskipun pemerintah diharapkan menjadi wasit yang adil, tetapi pengambilan keputusan akan
diwarnai oleh pembenturan kepentingan. Dengan demikian manajer Nestle dapat melakukan
antisipasi yang tepat.

Lingkungan hukum merupakan latar belakang hukum dan peraturan dimana perusahaan-
perusahaan menjalankan operasinya. Suatu perusahaan dalam negeri harus mengikuti hukum dan
kebiasaan negara asalnya. Salah satu contoh pengaplikasian lingkungan hukum kepada
perusahaan Nestle adalah tercatatnya semua produk makanan dan minuman Nestle di BPOM,
terutama susu formula. Ini berarti, produk Nestle lolos uji keamanan dan kebersihan dari produk-
produknya. Adapun nomor BPOM dari produk-produk Nestle adalah sebagai berikut:

- Dancow 1+ rasa madu dengan nomor BPOM MD.807013337001 PT. Nestle Indonesia
karton 41022771 EXP. Mei 2011 negatif.
- Dancow Nutrigold 1 dengan nomor BPOM MD.810413370001 PT. Nestle Indonesia
karton 105022711 EXP. Juli 2011 negatif.
- Dancow Fullcream Milk Powder dengan nomor BPOM MD.8053131990001 PT. Nestle
Indonesia karton 01360227E1 EXP. November 2011 negatif.
- Lactogen Gold 1 dengan nomor BPOM MD.810413370001 PT. Nestle Indonesia karton
0055022721 EXP. Mei 2011 negatif.

Berikut adalah beberapa nama produk Nestle yang tercantum di BPOM. Ini menandakan
bahwa produk makanan dan minuman Nestle aman dikonsumsi bagi customer. (sumber:
lifestyle.kompas.com)

Selain BPOM, lingkungan hukum juga menyangkut tentang perizinan usaha dan akte-akte
pendirian usaha, nomor pokok wajib pajak (NPWP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan
lain-lain.
5. Lingkungan Teknologi

Lingkungan teknologi adalah kekuatan yang menciptakan teknologi baru, menciptakan produk,
dan peluang pasar, yang baru. Teknologi telah menciptakan benda-benda yang mengagumkan
seperti antibiotic, pembedahan robotic, alat-alat elektronik mini, komputer, laptop, dan internet.
Dengan adanya teknologi baru maka akan menciptakan pasar dan peluang baru.

Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengubah bentuk
masukan (input) menjadi keluaran (output). Sehingga perubahan dalam teknologi dapat
membantu perusahaan menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilkan produknya
dengan lebih efisien. Teknologi merupakan salah satu sarana yang diperlukan manusia untuk
kelangsungan dan kenyamanan hidupnya. Maka dari itu, penggunaan teknologi sebenarnya telah
ada sejak dahulu pada zaman romawi kuno, hanya saja manusia tidak menyadari akan hal
tersebut. Teknologi pun sangat mempengaruhi masyarakat luas dengan berbagai cara di berbagai
bidang. Sebagai contoh di bidang ekonomi, teknologi telah membantu memperbaiki
perekonomian global hingga saat ini.

Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan masyarakat sekarang karena
teknologi merupakan salah satu penunjang kemajuan masyarakat. Teknologi pun telah
menciptakan berbagai obyek serta teknik yang dapat membantu manusia dalam mengerjakan
sesuatu agar lebih cepat dan efisien. Oleh karena itu PT.Nestle membuat suatu teknologi yang
selalu baru tetapi selalu memperhatikan lingkungan yang sehat. Dampak teknologi baru Nestle
adalah merupakan masalah penting yang dapat menjaga eksistensi di pasar dunia saat ini serta
mendukung kualitas dari produk Nestle. kadang-kadang teknologi baru justru menjadi masalah
kritis untuk mengatasi transisi perubahan ke teknologi baru Nestle selalu member pelatihan-
pelatihan kepada karyawan-karyawan nya terlebih dulu. Untuk mengkoordinasikan seluruh unit
bisnisnya di seluruh dunia maka dibutuhkan peranan sistem teknologi informasi yang bisa
mengkoordinasikan seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh keuntungan kompetitif. Sebelumnya
Nestle telah menerapkan corporate intranet pada tahun 1997, yang bertujuan mendukung lima
kegiatan bisnisnya yaitu purchasing, marketing, business intelligence, teknologi, dan manajemen
sumberdaya manusia. Corporate intrenet ini dikenal dengan Nestle Intranet Kit Assistant
(NIKITA).

NIKITA ini merupakan software yang dikembangkan oleh Nestle sendiri dan menjadi blueprint
bagi pengembangan proyek intranet selanjutnya. Sistem ini digunakan lebih dari 80.000
karyawan Nestle di seluruh dunia. Email merupakan sarana interaksi yang fundamental di Nestle
dan sudah menjadi budaya kerja di Nestle untuk berinteraksi antar departemen dengan hanya
menggunakan email. Pemberitahuan, berita-berita penting, instruksi, dan komunikasi bisnis biasa
menggunakan media email. Oleh karena itu intrenet dan email merupakan kebutuhan pokok
Nestle dan membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan efisien. Dengan makin ketatnya
persaingan di industri bisnis makanan, maka Nestle membutuhkan dukungan teknologi informasi
yang bisa menyatukan semua bisnis unit.

Selain NIKITA, PT. Nestle Indonesia juga menggunakan teknologi didalam pengolahan produk
makanan dan minumannya. Dimana pengolahannya dilakukan oleh mesin-mesin berteknologi
tinggi dan tanpa sentuhan tangan manusia langsung. Packing (pengemasan) barangnya juga
menggunakan mesin sehingga kebersihan dan kehigienisan produk makanan Nestle tetap terjaga.
Didalam pemerasan susu sapi untuk produk susunya, Nestle juga menggunakan teknologi
pemeras susu sapi sehingga campur tangan manusia hampir tidak ada sama sekali.

Teknologi juga dimanfaatkan oleh Nestle untuk mengiklankan dan mempromosikan produk-
produknya, baik melalui televisi, ataupun internet. Semakin berkembangnya teknologi juga
membuat Nestle telah memiliki website resmi Nestle sendiri, yaitu di www.nestle.cod.id/ina
dimana kita bisa mengetahui segala jenis sesuatu yang berhubungan dengan Nestle, seperti jenis-
jenis produk yang dijual, harga produknya, dan lain-lain.

6. Lingkungan Sumber Daya Alam

Lingkungan SDA adalah kondisi fisik yang mencakup keadaan SDA seperti tanah, air,
energy surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun dilautan, dengan
kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti bagaimana menggunakan lingkungan fisik
tersebut. Lingkungan alam terdiri dari kondisi alam itu sendiri (iklim, cuaca, tipografi, dan
kondisi geografis wilayah) maupun sumber daya alam yang tersedia di suatu negara atau
wilayah. Pasokan sumber daya alam tidak jarang menjadi permasalahan tersendiri bagi
organisasi. Dunia usaha harus mengambil peranan aktif dalam membantu memecahkan
permasalahan lingkungan yang kini dihadapi masyarakat dunia, sebagai contoh dengan
memperhatikan pengolahan limbah yang dihasilkan dari proses produksi. Jadi penting bagi
perusahaan dan pelaku bisnis yang usahanya menghasilkan limbah harus mengolah atau mendaur
ulang limbahnya agar tidak berbahaya saat dibuang sehingga kelestarian SDA bisa tetap terjaga.

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam. Sumber daya alam digunakan
oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahterannya.

Berdasarkan sifatnya, SDA dibagi menjadi 2 yaitu SDA yang dapat diperbaharui dan SDA
yang tidak dapat diperbaharui.

1. SDA yang dapat diperbarui


Merupakan SDA yang memiliki sifat dapat pulih kembali. Dengan sifat tersebut, SDA ini
dapat terus digunakan dan tidak akan pernah habis. Contohnya : air, hewan, dan
tumbuhan.
2. SDA yang tidak dapat diperbarui
Merupakan SDA yang akan habis bila digunakan secara terus menerus. Contohnya :
minyak bumi, batu bara, gas alam, dan bahan tambang lainnya.

Berdasarkan jenisnya, SDA dibagi menjadi 2 yaitu SDA hayati dan SDA non hayati.

1. SDA hayati
Merupakan SDA yang berasal dari makhluk hidup. Contoh : kursi, makanan, dan wol.
SDA hayati berasal dari hewan ataupun tumbuhan.
2. SDA non hayati
Merupakan SDA yang bukan berasal dari makhluk hidup. Contoh : sinar matahari, udara,
air, dan tanah.

Nestle sangat bergantung terhadap kesediaan sumber daya alam hayati dan non hayati. Karena
produk-produk Nestle merupakan makanan dan minuman, jadi sebagian besar sumber daya
justru berasal dari alam.

Penggunaan sumber daya alam hayati berasal dari hewan sapi dan tumbuhan-tumbuhan seperti
cokelat, gandum, strawberry, beras, kopi, teh, jagung. Dimana ketersediaan sumber daya alam
hayati ini sangat berpengaruh terhadap proses produksi dari makanan dan minuman produk
makanan Nestle.

Selain penggunaan sumber daya alam hayati, penggunaan sumber daya alam non hayati juga
diperlukan seperti ketersediaan air dan sinar matahari, air diperlukan untuk bahan campuran
minuman produksi dari Nestle, dimana ketersediaan air yang cukup akan berpengaruh terhadap
volume produksi minuman produk Nestle. Sinar matahari digunakan untuk proses pengeringan
gandum sebelum kemudian diolah menjadi sereal.

7. Lingkungan Pesaing / Kompetitor

Nestle semakin besar dan agresif dengan temuan-temuan jenis produknya. Tak kurang ada
puluhan produk yang diluncurkan Nestle dengan ratusan jenis. Hampir semua produk itu sukses
dipasar, tentu saja karena didukung distribusi yang kuat dan konsep pemasaran yang jitu.
Sebagai produsen makanan dan minuman terkemuka, Nestle sangat jeli menyuguhkan produk-
produk yang disenangi konsumennya. Terbukti penggalian jenis produk berdasarkan rasa (taste)
dari berbagai negara sukses berat. Strategi pemasaran dengan konsep Emotional Marketing boleh
dibilang sukses besar. Konsep yang menggangkat emosi konsumen sehingga terjadi kedekatan
dengan produk tersebut. Sebagai produsen makanan dan minuman, Nestle nyaris melenggang
sendirian tanpa pesaing. Kemunculan berbagai merek lain, tak mampu menggoyahkan
kedudukan Nestle sebagai produsen terbesar. Produk-produk lain hanya memperebutkan 25
persen pasar yang disisakan Nestle.

Pesaing terkuat

Dari banyak pesaing terbesar Nestle di antaranya adalah Unilever karena perusahaan ini
mempunyai variant yang begitu banyak di pasaran dan telah lama berada di pasaran dunia, hal ini
tidak membuat PT.Nestle kehilangan motivasi untuk tetap bisa bertahan serta berkembang di
pasaran dunia tapi hal ini membuat Nestle menjadi lebih solid dalam melakukan pembaruan guna
membuat Nestle tetap bertahan juga semakin bisa merajai pasar makanan dan minuman dunia.
Dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, PT.Nestle yakin bahwa dominasi pasar produk
nya, akan dikuasai produk-produk Nestle. Sebab, perusahaan pioner makanan dan minuman itu
sudah memiliki brand dan juga rasa yang cocok dengan sebagian besar lidah masyarakat
Indonesia bahkan dunia. Namun demikian, persaingan bisnis sejenis ini tak akan berhenti.
Karena produsen lain melihat peluang besar di sektor usaha ini. Hal ini tentu menguntungkan
konsumen karena semakin mempunyai berbagai pilihan. Perputaran uang di bisnis susu formula
mencapai Rp 6 triliun setahun. Sepertiganya milik kelas premium dan sisanya kelas biasa. Di
kelas premium persaingan sangat ketat. Di kelas biasa, Pada Nestle untuk produk susu
mempunyai angka penjualan mencapai hampir 50%. Sisanya, tentunya dibagi dengan pemain
lain seperti Sari Husada atau Friesche Flag, produsen susu Bendera sebenarnya dapat melakukan
persaingan terhadap produk susu keluaran Nestle. Kontribusi penjualan susu di seluruh dunia
cukup lumayan untuk menggembungkan kas Nestle. Susu formula milik Nestle yang tergolong
kelas menengah ini adalah Lactogen.

Pendatang baru

Untuk jenis produk susu Nestle mempunyai pesaing pendatang baru yaitu PT Sari Husada.
Produsen susu anak SGM, Lactamil, dan Vitalac ini dalam setahun bisa memproduksi susu
sebanyak 41.500 ton. Dari jumlah itu, Untuk keperluan produk sendiri sebanyak 80%. Angka
penjualannya pun terus meningkat. Pada 2003 lalu, angka penjualannya mencapai Rp 1,1 triliun,
meningkat dari Rp 1,02 triliun tahun sebelumnya. Adapun laba bersihnya mencapai Rp 220,6
miliar. Jadi, sepanjang tahun 2003 pertumbuhan volume bertambah sebesar 16%. Laba bersih
bertumbuh sebesar 24,4 Produk Sari Husada seperti Vitalac adalah sekelas dengan Dancow milik
Nestle. Semula keduanya memang rukun-rukun saja. Bahkan saling berbagi pasar. Namun, sejak
awal 2004, Sari Husada pun tak malu lagi membikin produk yang bersaing seperti Vitalac 1, 2,
dan 3, SGM 1,2 ,3, dan 4, serta Vitalac LF (Lactosa Free) itu berimpit ketat dengan produk
Nestle seperti Dancow dan Lactogen.
Kekuatan dan kelemahan PT Nestle Indonesia

Kekuatan (Strength)

1. Reputasi perusahaan yang baik membuat Nestle Indonesia dikenal sebagai perusahaan
penghasil produk terbaik di kelasnya dan dapat membangun mindset konsumen terhadap
Nestle

2. Produk dari Nestle merupakan produk dengan kualitas unggulan disertai jaminan mutu
dan kualitas dari Nestle dengan standar mutu dan standar produk yang ketat

3. Manajemen kontrol teresentralisasi yang memungkinkan tiap anak cabang membuat


keputusan atau kebijakan untuk dirinya sendiri

4. Nestle memiliki team pemasaran yang kompeten dengan program promosi atau iklan
yang gencar

5. Team pemasaran yang kompeten, selalu memperkenalkan Nestle pada masyarakat


sebagai produk yang mengutamakan mutu dan kualitas

6. Nestle memiliki 27 lokasi laboratorium yang menunjang pengembangan dan penelitian


produk Nestle di dunia sehingga Nestle dapat menciptakan produk berkualitas

Kelemahan (Weakness)

1. Harga produk Nestle yang relatif mahal dibanding produk sejenis merek lain sehingga
tidak menjangkau semua kalangan

2. Biaya promosi (iklan) di media masa tiap kali tayang terutama di televisi yang relatif
mahal

3. Karena produk-produk Nestle memiliki standar yang baik dan harga yang relatif mahal
sebagian besar konsumennya adalah masyarakat menengah ke atas.
Analisis Eksternal PT Nestle Indonesia (Rating 1-4)

KEKUATAN BOBOT RATING SCORE KOMENTAR


Perusahaan dengan kualitas
1. Reputasi perusahaan 0,15 4,0 0,6
produk tinggi
Program menjamin mutu
2. Kualitas produk 0,15 3,5 0,525
produk
3. Tim pemasaran yang
Team pemasaran yang
menjamin mutu 0,10 3,0 0,3
kompeten
produk
4. Promosi atau iklan
0,15 3,5 0,525 Iklan di media masa
yang gencar
5. Jaringan R&D yang
0,10 2,5 0,25 27 lokasi R&D di dunia
kuat
6. Manajemen kontrol
Otoritas pengambilan di setiap
terdesentralisasi 0,10 2,5 0,25
unit bisnis

KELEMAHAN
Tidak terjangkau untuk
1. Harga relatif mahal 0,05 2,0 0,1
kalangan bawah
2. Biaya promosi relatif Iklan di media masa yang
0,15 3,0 0,45
mahal mahal
Tidak menjangkau semua
3. Pangsa pasar 0,05 2,5 0,125
kalangan

1,00 3,125
Total Score
Sumber: www.nestle.co.id/ina

Peluang dan ancaman PT Nestle Indonesia

Peluang (Opportunities)

1. PT Nestle Indonesia sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat sebagai produk yang
memiliki kualitas produk unggulan dan memiliki image atau citra yang baik di mata
konsumen sehingga tidak sulit bagi Nestle untuk meluncurkan produk baru di pasaran

2. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan membuat maraknya


muncul poduk-produk berbasis kesehatan. Nestle yang mempunyai keunggulan dalam
mutu dan kualitas produk memiliki peluang untuk menjadi brand dengan produk berbasis
kesehatan nomer satu di Indonesia.

3. Nestle dengan image baiknya dapat memperluas pasar dan menjangkau konsumen
dengan cara membuka kafe atau gerai khusus produk Nestle

Ancaman (Threats)

1. Selain memiliki image produk berkualitas baik, Nestle juga memiliki image yang melekat
di benak konsumen bahwa harga produk dari Nestle relatif mahal dibanding dengan
produk sejenis dari perusahaan lain sehingga konsumen yang menjadikan harga sebagai
pertimbangan akan mencari produk substitusi atau beralih ke produk sejenis merek lain

2. Karena motto Nestle adalah menjamin mutu dan kualitas sehingga bahan baku yang
digunakan juga merupakan bahan baku dengan kualitas yang baik sehingga harganya
relatif mahal sehingga bedampak pada peningkatan harga jual produk

3. Pesaing sejenis dengan kualitas produk yang tidak buruk dan memiliki harga jual yang
terhitung murah juga merupakan ancaman bagi Nestle karena bakyak konsumen yang
menjadikan harga sebagai pertimbangan akan beralih ke produk tersebut
Analisis Eksternal PT Nestle Indonesia (Rating 1-4)

PELUANG BOBOT RATING SCORE KOMENTAR

1. Menciptakan Brand
Minded konsumen Kepercayaan konsumen
0,25 3,5 0,875
terhadap produk terhadap produk Nestle
unggulan
Ketrampilan Nestle yang dapat
2. Populernya produk membaca peluang bahwa
0,20 3,0 0,6
berbasis kesehatan kesadaran akan kesehatan
meningkat
3. Membuka kafe atau
gerai khusus produk Memperluas pasar dan
0,15 3,0 0,45
Nestle untuk menjangkau konsumen
menjangkau pasar

ANCAMAN

1. Minded konsumen
terhadap produk
Konsumen beralih ke produk
Nestle yang mahal
0,15 2,5 0,375 substitusi atau produk sejenis
membuat konsumen
yang lebih murah
beralih ke produk
lain
2. Harga bahan baku Meningkatkan harga jual
0,10 2,0 0,2
mahal produk
3. Pesaing sejenis 0,15 3,0 0,45 Ancaman pesiang produk
dengan kualitas sejenis
sedang tetapi harga
murah
1,00 2,95
Total Score

Sumber: www.nestle.co.id/ina

BAB III

KESIMPULAN

Dinamika lingkungan demografi berpengaruh terhadap PT. Nestle karena dalam


lingkungan demografi berisi pangsa pasar yang akan dituju oleh perusahaan, dimana faktor usia,
pendapatan penduduk, jenis kelamin dll menjadi minat utama PT. Nestle karena lingkungan
demografis menyangkut masyarakat, dan masyarakat adalah pembentuk pasar.

Dinamika lingkungan ekonomi memiliki pengaruh penting terhadap PT. Nestle, dimana
jika pertumbuhan ekonomi dan inflasi mengalami kenaikan, akan berpengaruh terhadap daya beli
masyarakat, entah daya beli masyarakat akan meningkat atau menurun. Jika daya beli
masyarakat meningkat, ini akan menjadi peluang bagi Nestle, sedangkan jika daya beli
masyarakat menurun, ini akan menjadi ancaman bagi Nestle.

Dinamika lingkungan sosial dan budaya memiliki pengaruh penting pada Nestle karena
jika perusahaan tidak bisa membiasakan diri dengan kebiasaan sosial dimana tempat perusahaan
beroperasi, perusahaan akan kehilangan pelanggannya. PT. Nestle harus mampu beradaptasi
dengan kebiasaan sosial yang ada di suatu daerah.

Dinamika lingkungan politik dan hukum berkaitan erat dengan perusahaan karena jika
ingin berdiri, perusahaan harus mampu dan sudah mengurus ijin-ijin untuk mendirikan
perusahaan, selain itu untuk perusahaan terutama perusahaan yang bergerak di bidang makanan
dan minuman harus mengikuti aturan hukum dimana perusahaan harus mendapat izin BPOM.

Dinamika lingkungan teknologi memiliki peranan penting di dalam PT. Nestle karena
sebagian besar pengolahan produknya menggunakan teknologi, teknologi juga dimanfaatkan
oleh PT. Nestle untuk mempromosikan atau mengiklankan produknya, dimana iklan dapat
ditemui di media elektronik dan website resmi Nestle.

Dinamika lingkungan sumber daya alam merupakan dinamika lingkungan yang sangat
penting karena bahan-bahan makanan dan minuman Nestle seluruhnya berasal dari hasil sumber
daya alam. Dimana jumlah produksi makanan dan minumannya sangat bergantung terhadap
ketersediaan bahan bakunya di alam.
Dinamika pesaing memiliki pengaruh yang penting karena sejauh ini pesaing terberat PT.
Nestle adalah PT. Unilever, dimana karena ketatnya persaingan menjadikan Nestle selalu
berinovasi agar bisa mengungguli pesaingnya.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://princeirvan-keboonline.blogspot.co.id/2010/01/profile-nestle.html?m=1
2. http://rohmatrojai.blogspot.co.id/2012/01/contoh-makalah_21.html?m=1
3. http://ani-ekonomi-2010.mhs.narotama.ac.id/2013/07/09/analisis-swot-pt-nestle-
indonesia-2/
4. https://www.google.com.hk/amp/s/khaeranisepti.wordpress.com/2016/01/16/analisis-pt-
nestle-indonesia/amp/
5. https://www.nestle.co.id/ina
6. www.bi.go.id